cover
Contact Name
Sriyono
Contact Email
suryaabdimas@umpwr.ac.id
Phone
+62275321494
Journal Mail Official
suryaabdimas@umpwr.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Purworejo Jl. KHA. Dahlan 3 & 6 Purworejo, 54111, Jawa Tengah
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Surya Abdimas
ISSN : 25803492     EISSN : 25803492     DOI : 10.37729/abdimas
Surya Abdimas adalah jurnal yang mengkaji wahana pengembangan serta penerapan llmu Pengetahuan dan Teknologi kepada masyarakat secara luas sebagai bentuk publikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang mencakup konsep, model, dan implementasinya sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 264 Documents
Penerapan Perlindungan Kesehatan Keluarga dan Pembelajaran Bermain Saat Pandemi Pada Kader PKK Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan Nur Susanti; Ristiawati Ristiawati; Rini Utami
Surya Abdimas Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i1.1541

Abstract

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK memiliki sepuluh program pokok dan sebagai suatu wadah kegiatan yang bernuansa pemberdayaan masyarakat. Kegiatan rutin PKK Kecamatan Tirto terbagi dalam kelompok kerja yang meliputi pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, dan kelestarian lingkungan hidup. Melalui kegiatan sepuluh program pokok PKK dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Namun, kegiatan PKK belum dapat dilaksanakan secara maksimal dikarenakan keterbatasan tingkat pendidikan keluarga dan pengetahuan tentang kesehatan dan pendidikan guna mencapai kebahagiaan dan berguna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Tujuan dari PkM adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pendidikan bagi keluarga dan masyarakat. Metode kegiatan yang di gunakan adalah dengan pendekatan edukasi melalui penyuluhan dan pelatihan dalam bidang kesehatan Fisioterapi, bidang kesehatan masyarakat dan bidang pendidikan kepada individu dan masyarakat. Bidang Fisioterapi akan memberikan edukasi dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh dengan rutin melakukan latihan fisik (exercises). Bidang kesehatan masyarakat akan memberikan edukasi perlindungan kesehatan keluarga dengan membentuk duta kesehatan keluarga. Bidang pendidikan akan memberikan edukasi tentang pendampingan pembelajaran di rumah dengan metode bermain. Hasil yang di capai adalah setiap individu dan masyarakat dapat menyadari dan memahami serta melakukan edukasi sehingga derajat kesehatan dan pendidikan mengalami peningkatan baik individu maupun masyarakat
Pelatihan Penyusunan Artikel Ilmiah Bagi Guru-Guru Akuntansi se-Kabupaten Malang Cipto Wardoyo; Dudung Ma'ruf Nuris; Slamet Fauzan; Rizky Firmansyah
Surya Abdimas Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i1.1542

Abstract

Kegiatan menulis artikel ilmiah di kalangan guru tergolong masih rendah, hal ini dikarenakan sebagian guru tidak mempunyai motivasi dan waktu luang untuk membudayakan menulis. Sebagian besar guru masih belum memahami konteks penulisan artikel ilmiah yang benar sehingga guru belum mampu untuk menghasilkan karya yang inovatif yang dipublikasikan di jurnal ilmiah. Hal ini akan menghambat salah satu kebutuhan guru yaitu kenaikan pangkat secara reguler. Artikel ilmiah menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi agar proses kenaikan pangkat guru dapat segera terealisasi. Pelatihan penulisan artikel yang diselenggarakan tim dosen Universitas Negeri Malang dihadiri guru SMK jurusan akuntansi se-Kabupaten Malang dengan jumlah yang terbatas dan memperhatikan protokol kesehatan covid-19. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru akuntansi tentang cara menyusun artikel ilmiah dan menerbitkan artikel di jurnal yang dituju. Metode pada kegiatan ini yaitu pelatihan dan pendampingan dalam menyusun artikel ilmiah. Pelatihan dilakukan selama dua hari yaitu pada hari pertama guru mendapatkan materi mengenai cara menyusun artikel ilmiah kemudian pada hari kedua, guru mendapatkan tugas untuk mengembangkan ide dan bahan penelitian yang sudah pernah dilakukan untuk menyusun artikel ilmiah. Kegiatan yang telah dilakukan selama dua hari tersebut, mampu melatih guru untuk menyusun artikel ilmiah. Guru-guru terlihat antusias mengikuti pelatihan dan mampu menemukan ide untuk ditindaklanjuti dengan menulis artikel yang akan dikirimkan ke jurnal yang dituju.
Pemetaan Kesenjangan Kompetensi Pejabat Pelaksana Penyusun Rencana dan Program Melalui TNA di Lingkungan Kementerian Perhubungan Rima Febrina
Surya Abdimas Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i1.1548

Abstract

Training Needs Assessment (TNA) merupakan cara yang masih digunakan dalam melihat kebutuhan program pendidikan dan pelatihan bagi pegawai. Di ranah instansi pemerintah, TNA lebih dikenal sebagai Analisis Kebutuhan Diklat/Pelatihan. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, kesenjangan kompetensi yang dimiliki pejabat pelaksana dapat diakomodasi dengan pemberian pelatihan yang sesuai. TNA dilakukan dengan metode pengisian kuesioner dan wawancara dengan pejabat pelaksana. Pelaksanaan assessment TNA dilakukan dengan panduan assessor. Jabatan pelaksana penyusun rencana dan program kerja adalah jabatan kritikal yang memegang peranan dalam mentranslasikan visi misi Presiden dan program kerja pemerintah menjadi program kerja instansi. Masih minimnya pelatihan yang diberikan pada pejabat pelaksana ini melatarbelakangi TNA yang berfokus pada kesenjangan kompetensi manajerial penyusun rencana dan program ASN, khususnya di Kementerian Perhubungan. Untuk mendukung reformasi birokrasi dilakukan pula penilaian kompetensi penunjang SMART ASN. Hasil TNA memperlihatkan bahwa kesenjangan kompetensi masih terjadi pada kemampuan teknis dalam penyusunan RKA K/L, Rencana Kerja Tahunan, serta kemampuan verifikasi bahan dan data dukung program kegiatan. Pada kompetensi penunjang SMART ASN ditemukan masih banyak pejabat pelaksana yang rendah dalam kemampuan berwawasan luas padahal untuk mencapai kinerja optimal pejabat pelaksana Penyusun Rencana dan Program harus terus melakukan pengkayaan informasi terkini, terutama terkait kebijakan, regulasi, dan dinamika program pemerintah. Bentuk pelatihan yang diberikan tidak hanya dalam bentuk diklat, tetapi juga bimbingan teknis, seminar, workshop, focus group discussion.
Strategi Pemasaran Produk Healthy Drink Pondok Pesantren Darussalam Ponorogo Farida Yufarlina Rosita; Mariati Mariati
Surya Abdimas Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i1.1549

Abstract

Salah satu aset yang dimiliki pondok pesantren Darussalam Bangunsari adalah produk healthy drink. Produk ini hanya diperjualbelikan di lingkungan pondok. Di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, jamu makin diminati banyak orang, sehingga strategi perluasan target pasar produk jamu Pondok Pesantren Darussalam perlu dilakukan. Adapun strategi yang dipilih untuk memperluas target pasar adalah strategi sistem jual beli konsinyasi. Sistem ini adalah sistem jual beli dengan cara menitipkan barang dagangan penjual ke pihak lain untuk diperjualbelikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ABCD (Asset-Based Community Development). Hasil yang didapat dari penerapan strategi ini adalah perluasan target pasar. Saat ini, produk tidak hanya diperjualbelikan di lingkungan pondok, tetapi juga di lingkungan luar pondok. Selain itu, penghasilan produksi jamu juga mengalami peningkatan.
Pemberdayaan Kader Dalam Upaya Meningkatkan Pemberian ASI di Masa Pandemi Covid-19 Nurul Komariah; Kharisma Virgian; Rosyati Pastuty; Desy Setyawati
Surya Abdimas Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i1.1571

Abstract

Berdasarkan data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa terdapat 27,67% balita pendek dan 10,2 % balita kurus. Salah satu faktornya yaitu rendahnya pemberian ASI eksklusif pada bayi. Menyusui sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Efek perlindungan ASI sangat kuat dalam melawan perlindungan infeksi penyakit melalui peningkatan daya tahan tubuh anak. Ibu banyak yang cemas dan khawatir menyusui anaknya di masa pandemic Covid-19 karena rendahnya pemberian ASI eksklusif, rendahnya pengetahuan dan sikap ibu terkait dengan pemberian ASI di masa pandemi Covid-19. Tujuan untuk melakukan pemberdayaan kepada kader terkait praktik menyusui di masa pandemi Covid-19 sehingga nantinya dapat memberikan edukasi dan informasi kepada ibu menyusui untuk tetap menyusui di masa pandemic Covid-19. Pengabmas dilaksanakan secara online dengan membentuk WA grup. Pada WA grup dilakukan diskusi serta memberikan pengetahuan melalui video “BAHAGIA” menyusui di masa Pandemi Covid-19. Dilakukan pre-test dan post-test. Kader sangat antusias dengan kegiatan ini, sehingga terjadi peningkatan pengetahuan kader. Kader berkomitmen serta menyampaiakan ke ibu menyusui dibuktikan dengan kiriman foto kegiatan mereka. Kepada ibu menyusui agar dapat bahagia menyusui di masa pandemi Covid-19, kepada kader untuk terus membagikan informasi kepada ibu menyusui, kepada Puskesmas untuk melakukan promosi kesehatan terkait menyusui ini dengan berbagai metode.
Menjaga Gaya Hidup Sehat Penderita Diabetes Militus Dengan Pendekatan Komunikasi Antarpribadi Dalam Keluarga Penderita Hani Astuti; Nita Komala Dewi
Surya Abdimas Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i1.1574

Abstract

Pada saat ini tingkat kesadaran akan kesehatan semakin menurun karena aktivitas dan pola makanan yang tidak seimbang menimbulkan penyakit yang masuk kedalam tingkat kronis salah satunya yakni Diabetes Militus. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai edukasi pencegahan dan gaya hidup sehat penderita Diabetes Militus dengan pendekatan komunikasi antarpribadi. Metode kegiatan abdimas dilaksanakan dengan tiga tahapan yakni melakukan persiapan(observasi, wawancara), pelaksanaan(sosialisasi/ ceramah), dan evaluasi (kuisioner). Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah perwakilan dari ibu rumah tangga yang berjumlah 20 orang yang domisili di RW 01 Kelurahan Kaliabang Tengah. Hasil kegiatan memberikan pengetahuan tambahan kepada peserta mengenai pencegahan dan menjaga gaya hidup sehat bagi penderita Diabetes Militus dari sisi komunikasi antar pribadi anggota keluarga dengan penderita. Adanya pemberian materi kepada peserta yang dirasa masih kurang dikarenakan waktu dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk berinteraksi langsung dengan waktu yang lama dengan peserta sehingga untuk kegiatan berikutnya dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga peserta mendapatkan informasi lebih banyak lagi tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit diabetes melitus.
Pendampingan Guru Dalam Mereduksi Kejenuhan Belajar Daring Peserta Didik di Masa Pandemi Melalui Aplikasi Icando Fanny Septiany Rahayu; Dianasari Dianasari; Kartika Nur Tetaripas
Surya Abdimas Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i1.1576

Abstract

Proses pembelajaran hendaknya diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, menantang, inspiratif, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 membuat sebagian peserta didik bosan dan cukup merepotkan orang tua. Program pendampingan guru melalui aplikasi ICANDO ini diharapkan menjadi salah satu inisiasi guru untuk mereduksi kejenuhan yang dialami peserta didik dan meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendampingan partisipatif (ceramah, praktek, dan diskusi). Sebagai mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus III Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Berdasarkan hasil dari program ini para guru mampu menguasai media pembelajaran alternatif yang dapat mereduksi kejenuhan belajar peserta didik melalui aplikasi Icando. Upaya tindak lanjut adalah melalui pendampingan berkelanjutan melalui program kerja lain agar bertambah wawasan, penambahan khasanah keilmuan bagi guru, dan pelaksanaan pembelajaran berlangsung dengan menarik dan menyenangkan.
Inisiasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Desa Menayu Kabupaten Magelang Rohmayanti Rohmayanti; Septi Wardani
Surya Abdimas Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i1.1577

Abstract

Perilaku merokok menjadi salah satu faktor risiko bersama yang dapat mengakibatkan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan menjadi salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi, sehingga harapannya dengan menurunkan prevalensi merokok diharapkan dapat menurunkan angka prevalensi dari PTM. Sebagai desa layak anak, desa Menayu belum bebas dari persoalan rokok, belum memiliki aturan KTR. Untuk itu perlu diupayakan dengan inisiasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kegiatan ini bertujuan untuk merintis peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di desa Menayu termasuk berbagai upaya penyadaran pada masyarakat akan bahaya rokok. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari empat dusun di desa Menayu yaitu dusun Menayu, dusun Jambean, dusun Sorogenen, dan dusun Kepanjen pada acara pengajian rutin malam Jum’at dengan jumlah peserta tiap dusun sebanyak 30-40 peserta. Selain itu juga dilakukan pembahasan draft KTR dengan perangkat desa serta melakukan pelatihan akupresur untuk mengurangi kecanduan merokok pada kader kesehatan desa. Hasil kegiatan ini berupa tersosialisasikannya bahaya merokok pada masyarakat desa Menayu, peningkatan kemampuan kader dalam ketrampilan akupresur untuk mengurangi kecanduan merokok dan tersusunnya draft SK KTR. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa untuk melakukan inisiasi KTR perlu dilakukan sosialisasi pada masyarakat desa, perlu adanya pelatihan pada kader dan kemudian penyusunan draft KTR.
Pemenuhan Kebutuhan Alat Pemadam Api Ringan Pada UMKM “Pentol Gilaaa” Surabaya Mochamad Yusuf Santoso; Aulia Nadia Rachmat; Fitri Hardiyanti; Imam Khoirul Rohmat; Ahmad Erlan Afiuddin; Mey Rohma Dhani
Surya Abdimas Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i1.1581

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penyangga perekonomian Indonesia. Meski peran UMKM bagi perekonomian negara sangat besar, salah satu tantangan yang dihadapi UMKM adalah bagaimana meningkatkan produktivitas, sekaligus di saat yang sama meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja. K3 tidak hanya perlu diterapkan oleh perusahaan besar atau sektor dengan potensi bahaya tinggi seperti konstruksi dan pertambangan, namun juga oleh UMKM. UMKM “Pentol Gilaaa” merupakan salah satu usaha kuliner yang menyajikan jajanan pentol modern di Surabaya. Seiring dengan berkembangnya pasar dan meningkatnya minat konsumen, proses produksi tidak lagi dilakukan pada skala rumah tangga. UMKM ini memiliki rumah produksi yang memiliki berbagai macam peralatan yang dapat menimbulkan potensi bahaya. Salah satu potensi bahaya yang timbul adalah kebakaran, karena digunakan kompor dalam proses produksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi UMKM kuliner “Pentol Gilaaa”. Kegiatan diawali dengan observasi rumah produksi, yang dilanjutkan dengan identifikasi bahaya kebakaran. Hasil observasi dan identifikasi bahaya kemudian dianalisis untuk menghasilkan rekomendasi jenis APAR dan penempatannya. Hasil rekomendasi yang dapat diberikan adalah tabung APAR yang cocok untuk digunakan yaitu APAR dengan media tepung kering (dry chemical). Hal ini karena potensi kebakaran yang terjadi tergolong kebakaran kelas A, B, dan C. Jumlah APAR yang dibutuhkan adalah empat buah untuk lantai 1 dan satu buah untuk lantai 2. Untuk penempatan APAR, diberikan rekomendasi berupa peta penempatan APAR. Tindak lanjut dari kegiatan ini dapat berupa pelatihan penggunaan dan pemeliharaan APAR yang benar.
Sosialisasi Pencegahan Covid-19 Menggunakan Media Interaktif Pada Taman Pendidikan Al Qur’an Nurul Ikhsan Ika Romadoni Yunita; Puji Ratwiyanti; Aulia Shafira Tri Damayanti; Bahy Nisrina Nur Fadhilah
Surya Abdimas Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i1.1583

Abstract

Memasuki tahun 2021 Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan adanya penurunan signifikan. Di desa Sokawera kecamatan Somagede kabupaten banyumas, anak –anak usia 5-13 tahun masih mengikuti kegiatan pada Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Nurul Ikhsan setiap harinya. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan sosialisasi pencegahan Covid-19 menggunakan media yang interaktif seperti video animasi. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat khususnya peserta didik TPA Nurul Ikhsan tentang bahaya penyebaran Covid-19 agar pencegahan penyebaran Covid-19 dapat dilakukan dengan maksimal, selain itu media interaktif digunakan agar dapat dengan mudah dipahami anak–anak. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan ceramah menggunakan media interaktif yang dilanjutkan dengan praktik pencegahan penyebaran Virus Covid-19. Hasil dari kegiatan ini diketahui bahwa media interaktif animasi dan gambar cukup efektif dalam menarik antusiasme peserta agar menyimak pelatihan hingga akhir, terlihat pada beberapa aspek seperti: Saat melakukan praktik cuci tangan dan mengenakan masker, peserta mampu mempraktikkan cara cuci tangan yang benar serta menggunakan masker yang benar, peserta dapat membiasakan diri untuk jaga jarak Terlihat pula perbandingan yang signifikan antara rata–rata nilai pre-test dan post-test peserta, hal ini menunjukkan bahwa peserta menyerap materi yang diberikan selama pelatihan dengan sangat baik. direkomendasikan materi-materi yang diberikan pada saat pelatihan terus diingatkan pada peserta agar bisa menjadi kebiasaan yang ditanamkan sehari-hari oleh peserta. Proses ini dapat dilakukan oleh pengasuh TPA Nurul Ikhsan