cover
Contact Name
Arief Setyawan
Contact Email
arief.setyawan@trunojoyo.ac.id
Phone
+6285702411446
Journal Mail Official
metalingua.pbsi@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Program Studi PBSI, Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang, Kamal - Bangkalan Location: Bangkalan, Jawa Timur
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua
ISSN : 25284371     EISSN : 25286684     DOI : https://doi.org/10.21107/metalingua
Core Subject : Education,
Metalingua journal is a journal that focuses on the problems that occurred in the field of education, language, and Indonesian literature. Metalingua facilitate the research of teachers, lecturers, postgraduate research students and experts who participate actively in the Indonesian language and literature education.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
Makna Sosial Dan Simbolik Tradisi Atolong Di Pulau Bawean Dalam Perspektif Sosiosemiotik Amriyah, Siti; Rahmawati, Luna Rindi; Kaanubun, Caroline Maria Desi; Haerussaleh, Haerussaleh
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 10, No 2 (2025): Metalingua, Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v10i2.31968

Abstract

The tradition of atolong is a practice of mutual cooperation that is still preserved on Bawean Island, Gresik, East Java, in weddings and funerals. This tradition represents the spirit of togetherness and cultural identity of the Bawean community. This study aims to describe the form of implementation and socio-symbolic meaning of atolong through a sociosemiotic perspective. The study uses a qualitative descriptive approach with in-depth interviews, participatory observation, and documentation in Tambak and Sangkapura subdistricts. Data analysis was conducted using Charles Sanders Peirce's semiotic theory (icon, index, symbol) combined with a socio-semiotic approach to interpret the meaning of signs in a socio-cultural context. The results show four forms of assistance, namely labor, knowledge, money, and goods. Symbols such as yellow rice, tetebbhuen, ongkek, pelangki, and rabis are interpreted as prayers for safety, warding off evil, fertility, and social recognition. These findings confirm that the tradition of atolong strengthens social solidarity, preserves cultural identity, and balances pre-Islamic values with Islamic teachings.  
Analisis Kesalahan Fonologis dan Morfologis dalam Karya Tulis Mahasiswa Asing di UIN Walisongo Semarang Febrindasari, Chyndy
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 10, No 2 (2025): Metalingua, Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v10i2.32318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan fonologis dan morfologis dalam karya tulis mahasiswa asing yang mengikuti program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di UIN Walisongo Semarang. Data dikumpulkan dari 12 karya tulis mahasiswa asing asal Thailand dan Somalia yang mengikuti program BIPA pada level A1 dan A2. Jenis kesalahan yang ditemukan meliputi kesalahan ejaan, penggunaan huruf kapital yang tidak tepat, kesalahan dalam penulisan kata, serta pembentukan kata yang salah (morfologi). Kesalahan tersebut dianalisis menggunakan metode distribusional (agih) dengan teknik substitusi dan lesap Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan terdapat pada aspek penulisan huruf kapital dan ejaan yang tidak sesuai kaidah, diikuti oleh kesalahan morfologis berupa penggunaan imbuhan yang keliru, penghilangan afiks, serta kesalahan dalam reduplikasi dan pembentukan kata majemuk. Kesalahan tersebut umumnya disebabkan oleh interferensi bahasa ibu dan keterbatasan pemahaman terhadap sistem fonologis dan morfologis bahasa Indonesia yang bersifat aglutinatif. Selain itu, pendekatan pengajaran yang lebih berorientasi pada kemampuan lisan turut berkontribusi terhadap kurangnya ketepatan berbahasa tulis mahasiswa. Temuan ini menegaskan perlunya penyempurnaan strategi pengajaran BIPA yang menekankan keseimbangan antara kefasihan berkomunikasi dan ketepatan bentuk bahasa melalui penerapan pembelajaran berbasis kesalahan (error-based learning) serta penggunaan media audio-visual untuk memperkuat kesadaran fonologis dan morfologis mahasiswa asing.Kata Kunci: Kesalahan berbahasa, fonologi, morfologi, mahasiswa asing, BIPA, interferensi bahasa.
Implikasi Percakapan dalam Film James Bond: Skyfall Ariyanto, Joko; Yulianto, Yulianto; Roziah, Roziah; Agnesia, Dwita; Irenta, Astrid
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 10, No 2 (2025): Metalingua, Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v10i2.33087

Abstract

This study examines the use of conversational implications in Skyfall (2012) through pragmatic analysis based on Grice's Principle of Cooperation. This study aims to identify how maximal violations contribute to implicit meaning and character development in cinematic dialogue. A qualitative descriptive method was used, focusing on 25 dialogue snippets selected through targeted sampling based on their relevance to the implications. The data was collected by watching the movie repeatedly, transcribing key interactions, and encoding each utterance according to the four conversation maxims Quantity, Quality, Relationship, and How. Analytical procedures involve (1) identifying potential implications, (2) determining the maxims that are being violated or adhered to, (3) interpreting the implied meanings using contextual and theoretical cues, and (4) categorizing the communicative functions of each implication. The findings show that the Maxim of Relations is most often violated, followed by Quantity, Quality, and Manner, which shows the dominance of impurity, sarcasm, and relevance-based inference. Such implications have a variety of pragmatic functions, including sarcasm, emotional concealment, seduction, power negotiation, and indirect threats. These patterns highlight how Skyfall builds James Bond's communicative persona strategic, emotionally controlled, and dependent on implications rather than explicit. The study concludes that implication is a central feature of film discourse, which enriches the depth of narrative and character interaction, while demonstrating the value of pragmatic analysis in understanding cinematic storytelling.
Puisi Indonesia Mutakhir: Kajian Semioekokritik Putra, Dhodhi Susatya Eka; Marzuqi, Iib; Sutardi, Sutardi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 10, No 2 (2025): Metalingua, Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v10i2.32344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: a) makna denotasi ekologis puisi Indonesia; b) makna konotasi ekologis puisi Indonesia; c) makna mitos lingkungan puisi Indonesia, d) makna interaktivitas teks-alam puisi Indonesia, e) makna ekologi multilapis puisi Indonesia; dan respons pembaca. Teori payung yang digunakan semioekokritik. Penelitian ini berpendekatan fenomenologi dalam penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data didasarkan pada pembacaan secara kritis, pengkodean (baca: coding), dan interpretasi. Data penelitian berupa kata, frase, kalimat, dan wacana puisi Indonesia yang bertema lingkungan alam. Teknik analisis data yang digunakan semiotika Riffaterre, melalui langkah-langkah: pembacaan secara heuristik dan pembacaan secara hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  (1) Puisi-puisi Indonesia yang dijadikan sumber data mengandung makna denotasi-ekologis pohon, bunga, rumput, ilalang, tumbuh-tumbuhan, burung, cengkerik, semut, orang tua, kota, dan kereta, (2) Puisi-puisi Indonesia mengandung makna konotasi-ekologis perasaan yang memiliki daya pikat tetapi rentan terhadap kerusakan, (3) Puisi-puisi Indonesia mengandung makna mitos-ekologis kondisi fisik pohon sebagai simbol keterikatan pada masa lalu dan sejarah, (4) Puisi-puisi Indonesia mengandung makna interaktivitas teks-alam puisi Indonesia dengan pembaca atau ajakan si aku lirik kepada pembaca untuk berdialog dengan alam.
Pemanfaatan E-LKPD Berbasis Kearifan Budaya Lokal pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Lampung Utara Trikandi, Sonya; Hikmah, Nur; Sintasari, Diardana Prima
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 10, No 2 (2025): Metalingua, Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v10i2.32388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan E-LKPD berbasis kearifan budaya lokal pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi “Meliuk dan Menerjang” siswa SD di Lampung Utara. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti mendeskripsikan E-KPD berbasis budaya lokal secara detail sesuai dengan fakta yang ada di sekolah yang memanfaatkan E-LKPD berbasis kearifan budaya lokal. Data pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer yakni data yang diperoleh secara langsung berupa hasil observasi dan wawancara bersama pendidik di SD Lampung Utara, sedangkan data sekunder yakni data yang diperoleh dengan perantara meliputi dokumen bahan ajar E-LKPD dan sumber lain yang mendukung penelitian tetang E-LKPD. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur pengumpulan data meliputi tahapan rencana, klasifikasi, dan penyajian data. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa E-LKPD berbasis kearifan budaya lokal dapat dilakukan pada siswa kela IV pembelajaran Bahasa Indonesia materi “Meliuk dan Menerjang” sesuai dengan nilai dan karakter kebangsaan. Pendidik dapat memanfaatkan teknologi dengan berbagai platform agar menciptakan pembelajaran yang aktif, kritis, dan inovatif. Pendidik merancang E-LKPD berbasis kearifan budaya lokal memperhatikan indikator desain, meteri, dan bahasa.
Efektivitas Media Pop-Up Digital Berbasis Flip PDF Corporate Edition dalam Keterampilan Menulis Teks Berita Fauziyah, Ana; Sulistyowati, Heny
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 10, No 2 (2025): Metalingua, Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v10i2.32109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran pop-up digital yang dikembangkan menggunakan aplikasi Flip PDF Corporate Edition dalam meningkatkan keterampilan menulis teks berita peserta didik. Penelitian dilakukan di MTsN 13 Jombang dengan fokus pada siswa kelas VII. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (RD) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen yang digunakan meliputi angket validasi ahli, angket respon guru dan siswa, lembar observasi, serta pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pop-up digital dinilai sangat layak dengan skor validasi ahli materi 91%, ahli desain 87%, dan ahli media 85%. Uji coba produk menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan menulis teks berita siswa yang terlihat dari hasil post-test yang lebih tinggi dibandingkan pre-test. Guru dan siswa juga memberikan respon positif dengan menilai media ini menarik, interaktif, dan mudah digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa media pop-up digital berbasis Flip PDF efektif meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam menulis teks berita. Implikasi penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan media pop-up digital sebagai salah satu alternatif inovatif untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia.
Analisis Wacana Kritis pada Berita Teknologi dan Inovasi Tempo.co sebagai Fondasi Bahan Ajar Membaca Kritis Mumtaz, Najmi Ali; Utomo, Asep Purwo Yudi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 10, No 2 (2025): Metalingua, Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v10i2.32399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan mengungkap representasi wacana teknologi dan inovasi dalam berita Tempo.co menggunakan model Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun Adrianus van Dijk; (2) mengungkap ideologi dan relasi kuasa yang mendasari konstruksi wacana teknologi dan inovasi dalam berita Tempo.co menggunakan AWK van Dijk; dan (3) merumuskan cetak biru konseptual untuk bahan ajar membaca kritis bagi peserta didik Kelas XI SMA menggunakan teori membaca kritis Facione. Penelitian ini dirancang untuk mengisi kesenjangan teoretis, di mana penelitian AWK terhadap Tempo.co sebelumnya lebih banyak berfokus pada isu politik dan kesenjangan pedagogis yang signifikan dalam praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMA/sederajat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data adalah lima korpus berita pilihan dari Tempo.co yang terbit pada kurun waktu Agustus s.d. Oktober 2025. Analisis data dilakukan dalam dua langkah: (1) penerapan AWK van Dijk pada tiga level (struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro) dan (2) analisis pedagogis untuk mentransformasikan temuan AWK ke dalam kerangka keterampilan kognitif dan disposisi spirit kritis Facione. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Tempo.co mereproduksi sekaligus menegosiasikan relasi kuasa. Teridentifikasi empat ideologi dominan, yaitu elitisme, teknoutopianisme, neoliberalisme, dan nasionalisme ekonomi. Ideologi ini termaterialisasi melalui strategi diskursif seperti pilihan leksikon afirmatif, dominasi sumber elite, serta penghilangan suara publik. Temuan ini juga mengungkap ambivalensi Tempo.co antara mereproduksi kuasa dan menjalankan fungsi kritik. Temuan AWK ini menjadi fondasi bagi cetak biru konseptual bahan ajar yang berorientasi melatih peserta didik untuk membaca teks secara reflektif, skeptis, dan emansipatoris, sekaligus menawarkan kerangka kerja analitis bagi pendidik untuk mengembangkan materi pembelajaran otentik.
Tindak Tutur Mengkritik Netizen di Media Sosial X Terhadap Film Animasi Merah Putih One for All Dilla, Frisca; Batubara, Nisa Anggraini
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 10, No 2 (2025): Metalingua, Edisi Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v10i2.32286

Abstract

Interactions carried out by netizens on social media can trigger various responses, both positive and negative. This study aims to analyze the speech acts of netizens criticizing the animated film Merah Putih One for All on social media X. The method used in this study is descriptive with a speech act theory approach that focuses on the speech act of criticizing. The data analyzed consisted of 100 critical utterances. Data collection was carried out using the free listening technique and note-taking technique. Data were collected by capturing images of comments and then transcribing them into written form. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that indirect criticism speech acts of condemnation are often found in netizen tweets on social media X. This indicates that the criticism expressed by netizens on social media is more negative than positive. It can be concluded that understanding netizen criticism on social media will provide insight for all policymakers and public figures to provide a good image and communication to the public.