cover
Contact Name
pramesti
Contact Email
fadesti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fadesti@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa
ISSN : 20870795     EISSN : 26220652     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The main focus of this journal is to promote global discussion forums and interdisciplinary exchanges among academics, practitioners and researchers of visual arts and visual culture. Series will encourage practice and research innovation that focuses on visual arts and visual culture, contributing to a better understanding of the highly dynamic development of dynamic theories, practices and discourses of visual art and visual culture.
Arjuna Subject : -
Articles 452 Documents
STRATEGI PENINGKATAN PROFIT PADA RUMAH MAKAN PATINKU MELALUI RE-DESIGN PACKAGING Thang, John; Desipriani, Desipriani
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i1.3179

Abstract

Rumah Makan Patinku is one of the restaurants in Medan that has an interesting characteristic of patin fish as special culinary preparations. Rumah Makan Patinku previously had some packaging before, but the restaurant owner thought that it had not gotten the maximum sales profit increase. Sales increased from the previous package by 15% while the owner wanted an increase in profit of 50%. Through the re-design packaging and the addition of others packaging designs, it is expected to realize an increase in sales profit of Rumah Makan Patinku as expected by the owner. This design phase uses qualitative research methods and SWOT analysis methods. The results of the design in the form of patin bakar packaging, patin goreng packaging, gembung bakar packaging, packaging for rice can also be for roast chicken, and paper cups for hot drinks such as: hot tea and hot coffee.Abstrak Rumah Makan Patinku adalah salah satu rumah makan di Medan yang memiliki karakteristik ikan patin sebagai sajian kuliner spesial. Rumah Makan Patinku sebelumnya memiliki beberapa kemasan sebelumnya, tetapi menurut pemilik rumah makan kurang memberikan peningkatan keuntungan penjualan. Profit penjualan meningkat dari kemasan yang dirancang sebelumnya sebesar 15% sementara pemilik menginginkan peningkatan laba 50%. Melalui re-design packaging dan penambahan desain kemasan lainnya, diharapkan dapat mewujudkan peningkatan profit penjualan Rumah Makan Patinku seperti yang diharapkan oleh pemiliknya. Tahap perancangan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan metode analisis SWOT. Hasil perancangan berupa kemasan patin bakar, kemasan patin goreng, kemasan gembung bakar, kemasan untuk nasi putih juga bisa untuk ayam bakar, dan paper cup untuk minuman panas seperti: teh panas dan kopi panas. 
GAYA INTERIOR RUMAH DINAS BUPATI BLITAR Attamami, Mohammad Nur Farchan; Budiwiyanto, Joko
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i1.3197

Abstract

The research entitled Interior Style of the Blitar Regent's Official House aims to determine the interior style of the house. Blitar was originally the kingdom of the Surakarta Sunanate. In 1830, the Surakarta Sunanate began to hand over Blitar to the Dutch as a consequence of Dutch assistance to the Kasunanan after the end of the Diponegara War. The Dutch government subsequently appointed a new regent as the ruler of Blitar complete with government support facilities, including the regent's official residence. The uniqueness of the official residence of the Blitar Regent is that it was built by combining the Surakartanan and Dutch styles to produce a new interior style. To achieve the goal, a descriptive qualitative research method is used with an interior style approach. The sources used in this research are sources, literature data, places/buildings, and pictures. The interior of the Blitar Regent's official residence is a combination of Javanese style and Dutch style called Indis style. The application of the Javanese style can be found in the arrangement of spaces, space zoning, and direction towards space. From a visual point of view, the Javanese style is more prominent in the front room area, especially the pendapa with the form of an open space composed of saka and the use of Javanese-style ornaments. The Indies style is more prominent in the main house area. Indische style in the main house can be seen from the space plan and the elements that form the space, especially the pillars lining the veranda area and the shape of the towering buildings. The Javanese style that appears on the front is the government's attempt at that time to show that Blitar is still part of Javanese society, especially the Surakarta Sunanate Kingdom. The colonial-style manifestation of the main house was an attempt by the Colonial government to show that the Blitar government was under the control of the colonial government at that time. AbstrakPenelitian dengan judul Gaya Interior Rumah Dinas Bupati Blitar bertujuan untuk mengetahui gaya interior pada rumah tersebut. Blitar pada awalnya merupakan wilayah kerajaan Kasunanan Surakarta. Pada tahun 1830, Blitar mulai diserahkan oleh Kasunanan Surakarta kepada Belanda sebagai konsekuensi atas bantuan Belanda kepada Kasunanan setelah berakhirnya Perang Diponegara. Pemerintah Belanda selanjutnya mengangkat bupati baru sebagai penguasa Blitar lengkap beserta fasilitas pendukung pemerintahan, di antaranya adalah rumah dinas bupati. Keunikan rumah dinas Bupati Blitar adalah dibangun dengan menggabungkan gaya Surakartanan dan Belanda sehingga menghasilkan gaya interior baru. Untuk mencapai tujuan digunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan gaya interior. Sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah narasumber, data literatur, tempat/bangunan, dan gambar. Interior rumah dinas Bupati Blitar merupakan gabungan gaya Jawa dan gaya Belanda yang disebut gaya Indis. Penerapan gaya Jawa terdapat pada susunan ruang, zonasi ruang, serta arah hadap ruang. Dari segi visual gaya Jawa lebih menonjol pada area ruang depan terutama pendapa dengan bentuk ruang terbuka yang disusun oleh saka-saka serta digunakannya ornamen-ornamen bergaya Jawa. Adapun gaya Indis lebih menonjol pada area rumah Induk. Gaya Indis pada rumah Induk dapat dilihat dari denah ruang serta elemen pembentuk ruang, terutama adanya pilar-pilar yang berjajar di area beranda (teras) serta bentuk bangunan yang tinggi menjulang. Gaya Jawa yang nampak di bagian depan merupakan usaha pemerintah pada masa itu untuk menunjukkan bahwa Blitar masih bagian dari masyarakat Jawa, khususnya Kerajaan Kasunanan Surakarta. Wujud gaya Kolonial pada rumah induk merupakan usaha pemerintah Kolonial untuk menunjukkan bahwa pemerintah Blitar berada dalam kendali pemerintah kolonial pada masa tersebut.
HUBUNGAN SUNGAI DENGAN AKTIVITAS MANUSIA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Dozan, Mohammad Agam; Cholis, Henry
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i1.3211

Abstract

Experience and knowledge about the condition of declining river health due to human activity, stir up empathy, emotion, and hope about a healthy river so that people are able to feel the adequacy, health, peace, and happiness, and The health of the river in environmental integration. The creation of this work aims to create art paintings with a source of inspiration; A river relationship with human activities, explaining the concept, the process of creation, and a description of the painting artwork. Hope about a healthy river expressed in painting works by processing elements and principles of visual composition, through the study of the process and the concept of creation of works, using a plaque technique with acrylic paint media on the canvas.  AbstrakPengalaman dan pengetahuan tentang kondisi penurunan kesehatan sungai akibat aktivitas manusia, menggugah empati, emosi, dan harapan tentang sungai yang sehat sehingga manusia mampu merasakan ketercukupan, kesehatan, kedamaian, dan kebahagian, serta berartinya kesehatan sungai dalam integrasi lingkungan hidup. Penciptaan karya ini bertujuan untuk menciptakan karya seni lukis dengan sumber inspirasi; hubungan sungai dengan aktivitas manusia, menjelaskan konsep, proses penciptaan, dan deskripsi karya seni lukis. Harapan tentang sungai yang sehat diekspresikan dalam karya seni lukis dengan mengolah unsur dan prinsip komposisi visual, melalui studi proses dan konsep penciptaan karya, menggunakan teknik plakat dengan media cat akrilik pada kanvas. 
PEMANFAATAN LIMBAH KAIN BATIK UNTUK DIVERSIFIKASI PRODUK UMKM KERAJINAN BLANGKON Prameswari, Nadia Sigi; Mulyanto, Mulyanto; Fiyanto, Arif; Widagdo, Pratama Bayu
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3233

Abstract

Eksistensi UMKM semakin mengkhawatirkan ditengah pesatnya pasar global. Salah satu UMKM yang masih produktif adalah UMKM kerajinan blangkon di Potrojayan, Surakarta. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan limbah hasil dari kerajinan blangkon untuk dilakukan daur ulang guna menghasilkan produk masker yang bernilai ekonomi dan sangat dibutuhkan di era pandemi saat ini. Penelitian merupakan penelitian eksploratif. Teknik pengumpulan dilakukan melalui observasi dan wawancara. Tahap pertama, peneliti melakukan observasi dan wawancara terhadap identifikasi hasil limbah kain dan identifikasi kondisi tempat kerja perajin blangkon di Potrojayan, Surakarta. Responden yang dipilih berdasarkan kriteria yaitu sudah memiliki pengalaman kerja minimal 10 tahun sebagai perajin blangkon. Tahap kedua, peneliti membuat rancangan dan pembuatan produk masker hasil limbah kain batik. Draft atau konsep rancangan masker dibuat dengan ukuran panjang mencapai 17 cm dengan lebar 10 cm. Tali pengikatnya dibuat menjadi dua jenis tali, berupa earloop dan headloop. Tali earloop didesain dengan ukuran panjang 35 cm, sedangkan tali headloop didesain dengan ukuran panjang tali konektor 10 cm dan tali tunggal headloop dengan panjang 15 cm. Peneliti memutuskan untuk mengembangkan desain headloop karena sesuai dengan kebutuhan pengguna, dapat digunakan di telinga maupun dapat digunakan dengan cara diikat bagi pengguna berhijab.
RELIEF CANDI KIDAL SEBAGAI IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK SRI WEDHATAMA Rahmawati, Femi Eka; Iksan, Nur; Rohman, Ahmad Syarifuddin
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3238

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota yang memiliki peninggalan sejarah terutama dari  situs-situs candi Kerajaan Singosari. Kerajaan Singosari merupakan salah satu kerajaan besar di nusantara yang sampai sekarang terdapat peninggalan sejarahnya, yaitu Candi Kidal. Keunikan candi ini adalah terdapat ornament yang tidak hanya sebagai ornament hias, namun terdapat ornament cerita yang mempunyai makna filosofis sangat tinggi. Salah satu perwujudan pelestarian ornament Candi Kidal yakni dengan pembuatan batik. Batik merupakan salah satu kekayaan kebudayaan bangsa Indonesia yang sudah diakui dunia dan banyak digunakan dalam berbagai acara baik dari kalangan bawah, menengah dan kalangan atas ataupun acara kenegaraan.Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan ornament hias atau relief dan merancang motif batik dari ornament-ornamnet hias Candi Kidal yang sesuai dengan makna untuk di sandang sebagai citra batik khas Malang Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan kombinasi penelitian desain, sehingga menghasilkan desain motif batik Sri Wedhatama. Nama batik Sri Wedhatama  merupakan perwakilan dari perlambangan baik pada ornament, sehingga diharapkan motif tersebut membuat penyandang mempunyai praba yang baik sesuai dengan motif batik yang disandangnya. 
APLIKASI TEKNIK HAPA ZOME PADA PAKAIAN SEBAGAI BAGIAN KAMPANYE GO GREEN -, sarwono -; Affanti, Tiwi Bina; santoso, ratna endah; Josef, adji Isworo
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3294

Abstract

The purpose this training activities is to provide skills for neglected and drop-out children at PPSA Taruna Yodha Sukoharjo in making clothing decorations with hapa zome techniques and marketplace marketing. Currently, there is an eco fashion trend in society. Clothes with hapa zome decorative techniques are considered unique but not many have made them. Hapa zome material can easily be obtained from plants in the environment which is usually as weeds. The activities carried out by the method of lectures, tutorials, practice and product evaluation. The activity ran smoothly, the atmosphere was fun and the participant’s interest in participating in the training was very high. The participants seemed able to develop various models of natural decoration on clothes and mix them with embroidery techniques. This training has the impact of increasing the participant's ability to make clothing decorations with the hapa zome technique and to understand several marketplace marketing techniques. The product was produced as part of the go green campaign and it predicted have a good market.  Key words: go green. hapa zome, Taruna Yodha,
EKSPLORASI KERTAS KARBON SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI TINTA CETAK PADA KARYA SENI GRAFIS Sitompul, Theresia Agustina
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i1.3304

Abstract

Graphic art as a branch of fine art has advantages compared to other types of art. Graphic art or print art is art that makes it possible to reproduce an unlimited number of works. In the process of its creation Graphic art is familiar with a variety of techniques, namely high print techniques, screen printing techniques, flat printing and deep printing. To produce graphic arts, supporting materials such as tools and materials related to chemicals are needed. These chemicals in long-term use will endanger health. For this reason, the authors look for alternatives to the use of techniques for creating graphic art using carbon printing techniques. The research, entitled Exploration of Carbon Paper as an Alternative to Printing Ink in Graphic Art, seeks to find techniques that are safe, affordable, simple but can produce artistic graphic arts. Carbon printing technique uses carbon paper as the main material that is easily obtained, affordable and relatively safe for use by all people. Using carbon printing techniques also allows for the exploration of ideas and more diverse ideas involving ready made objects that are around the house. This carbon printing technique will be applied in the process of creating graphic arts with a focus on ideas about the relationship between mother and child. The outputs of this research are exhibitions, journals, and tutorials on the application of carbon printing techniques to the creation of graphic artwork. AbstrakSeni grafis sebagai cabang dari seni rupa mempunyai kelebihan dibandingkan jenis seni yang lain. Seni grafis atau seni cetak adalah seni yang memungkinkan untuk mereproduksi karya dalam jumlah yang tak terbatas. Pada proses penciptaannya Seni grafis mengenal beragam teknik, yaitu teknik cetak tinggi, teknik cetak saring, cetak datar dan cetak dalam. Untuk menghasilkan karya Seni grafis dibutuhkan material pendukung berupa alat dan bahan yang berhubungan dengan zat-zat kimia. Zat-zat kimia tersebut pada penggunaan jangka panjang akan membahayakan kesehatan. Untuk itu, penulis mencari alternatif penggunaan teknik penciptaan karya seni grafis dengan menggunakan teknik cetak karbon. Penelitian dengan judul Ekplorasi Kertas Karbon sebagai Alternatif Pengganti Tinta Cetak dalam Karya Seni Grafis ini berupaya mencari teknik yang aman, terjangkau, sederhana tetapi bisa menghasilkan karya seni grafis yang artistik. Teknik cetak karbon menggunakan bahan utama kertas karbon yang mudah diperoleh, harga terjangkau dan relatif aman untuk digunakan oleh semua kalangan. Dengan menggunakan teknik cetak karbon juga memungkinkan untuk eksplorasi ide dan gagasan yang lebih beragam melibatkan benda-benda ready made yang ada di sekitar rumah. Teknik cetak karbon ini akan diaplikasikan dalam proses penciptaan seni grafis dengan fokus gagasan mengenai hubungan ibu dan anak. Hasil luaran dari penelitian ini berupa pameran, jurnal, dan tutorial aplikasi teknik cetak karbon pada penciptaan karya seni grafis. 
CETAK TELAPAK TANGAN SEBAGAI STRATEGI KREATIF PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA POTRET TOKOH WAYANG Zarkasi, Much. Sofwan; Suwasono, Bening Tri
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i1.3305

Abstract

Artistic research which took the title of Printing the Palm as a Creative Strategy in the Creation of Portrait of Wayang Figure, in 2019 by Much. Sofwan Zarkasi and Bening Tri Suwasono, based on the existing opportunities related to creativity and experimentation in fine art that utilizes print printing techniques. One of them is creating mono print graphic art with primitive printing process utilizing the palm of the hand, to bring up images of wayang figures on the surface of canvas or paper. So this research aims to open up opportunities as wide as possible related to creativity in print art print. The method applied in artistic research in the form of the creation of this work is the creation method of L.H. Chapman who divided the three stages in the process of creation, namely 1) Finding Ideas, 2) Perfecting, developing and consolidating initial ideas, 3) visualization of the media. Experimentation in this creation process is the technique of printing the palm of the hand on the surface of the canvas or paper, the result of which is a monoprint of graphic artwork in the form of a picture that has a unique character, namely the appearance of a handprint shape in which there is a portrait picture of a puppet character.It is hoped that the Printing of Palm as a Creative Strategy for the Creation of a Portrait of Puppet Art which has a dimension of tradition can provide a diversity of innovations, both techniques and forms, in the development of visual arts, especially printing. AbstrakPenelitian artistik yang mengambil judul Cetak Telapak Tangan Sebagai Strategi Kreatif Penciptaan Karya Seni Rupa Potret Tokoh Wayang, tahun 2019 oleh Much. Sofwan Zarkasi dan Bening Tri Suwasono ini, didasari adanya peluang yang ada terkait kreatifitas dan eksperimentasi pada karya seni rupa yang memanfaatkan teknik cetak mencetak. Salah satunya adalah menciptakan karya seni grafis mono print dengan proses cetak primitive memanfaatkan telapak tangan, untuk memunculkan gambar tokoh wayang pada permukaan kanvas atau kertas. Maka penelitian ini bertujuan untuk membuka peluang selebar-lebarnya terkait kreatifitas pada karya seni rupa cetak mencetak.Metode yang diterapkan dalam penelitian artistik berupa penciptaan karya ini adalah metode penciptaan dari L.H. Chapman yang membagi tiga tahapan dalam proses penciptaan, yaitu 1) Menemukan Gagasan, 2) Menyempurnakan, mengembangkan dan memantapkan gagasan awal, 3) visualisasi pada media. Eksperimentasi pada proses penciptaan ini adalah teknik cetak telapak tangan pada permukaan kanvas atau kertas, yang hasilnya adalah karya seni garfis monoprint berupa cetakan gambar yang memiliki karakter unik yaitu munculnya bentuk cetakan tangan yang di dalamnya terdapat gambar potret tokoh wayang.Diharapkan Cetak Telapak Tangan Sebagai Strategi Kreatif Penciptaan Karya Seni Rupa Potret Tokoh Wayang yang berdimensi tradisi ini bisa memberi keragaman inovasi baik teknik maupun bentuk pada perkembangan karya seni rupa terutama seni cetak mencetak
MEMBATIK SEBAGAI MEDIA DALAM MENURUNKAN PERILAKU AGRESIF ANAK Shokiyah, Nunuk Nur
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v13i1.3356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan membatik terhadap perilaku agresif anak. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Metode yang digunakan dalam pemelitian ini adalah metode eksperimen melalui Pengamatan. yaitu membandingkan keadaan perilaku agresif anak sebelum dan sesudah perlakuanSubyek dalam penelitiain ini adalah anak usia 10 Tahun, Penelitian ini menggunakan skala psikologi untuk mengumpulkan data. Skala yang digunakan penlitian ini adalah skala agresivitas. Skala agresivitas diberikan kepada anak untuk mengukur tingkat agresivitas anak sebelum dan sesudah perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan perlilaku agresif pada anak sebelum dan sesudah anak diberi perlakuan yaitu pelatihan membatik. Penelitian ini membuktikan bahwa membatik mampu menurunkan perilaku agresif pada anak, melalui pengamatan perilaku yang baik, kognitif dan katarsis. Hal ini terlihat pada proses membatik dari mendesain gambar, mencanting, mewarnai atau mencolek, melorod hingga menjadi sebuah produk batik. Saat melakukan tahapan-tahapan membatik tersebut anak mampu mengekspresikan keinginannya, karena anak dibiarkan bebas berekspresi sesuai dengan yang diinginkan hal ini melatih anak menumbuhkan kepercayaan dirinya, anak juga mampu belajar mengelola hati, bersabar, telaten, teliti dan belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.   Kata Kunci : Perilaku Agresif Anak, Metode eksperimen, Pelatihan Membatik This study aims to examine the effect of batik training on children's aggressive behavior. This research was designed as a qualitative field research. The method used in this research is the experimental method through Observation. namely comparing the state of aggressive behavior of children before and after treatmentThe subjects in this study were children aged 10 years. This study used a psychological scale to collect data. The scale used in this study is the scale of aggressiveness. The scale of aggressiveness is given to children to measure the level of aggressiveness of children before and after treatment.The results showed that there was a decrease in aggressive behavior in children before and after children were given treatment, namely batik training. This research proves that batik can reduce aggressive behavior in children, through observing good, cognitive and catharsis behavior. This can be seen in the process of batik from designing images, sticking, coloring or poking, melorod to become a batik product. When carrying out the stages of batik, the child is able to express his desires, because the child is left free to express in accordance with the desired, this trains the child to grow his confidence, the child is also able to learn to manage the heart, be patient, painstaking, study and be responsible for the tasks given.  Keywords: Children's Aggressive Behavior, Experimental Method, Batik Training 
KAJIAN SENI LUKIS KARYA DJOKO PEKIK DENGAN TEMA PERISTIWA SEPTEMBER 1965 Fadlila, hapsari; Shokiyah, Nunuk Nur
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v12i2.3357

Abstract

Kajian Karya Seni Lukis Djoko Pekik dengan Tema Peristiwa September 1965, skripsi Hapsari Fadlila. Program Studi Seni Rupa Murni, Jurusan Seni Rupa Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.            Skripsi ini meneliti tentang karya-karya Djoko Pekik dengan tema Peristiwa September 1965. Permasalahan yang akan di bahas adalah latar belakang penciptaan dan estetika karya seni lukis Djoko Pekik dengan tema Peristiwa September 1965.            Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis interaktif dan interpretasi. Teori untuk membedah interpretasi tanda yang terdapat dalam lukisan menggunakan teori semiotika Charles S. Pierce yaitu klasifikasi tanda menurut obyek.            Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pada latar belakang penciptaan karya bertema Peristiwa September 1965, Djoko Pekik berusaha mengungkapkan pengalaman yang dirasakan ketika terjadinya peristiwa-peristiwa di bulan September 1965. Penelitian ini mengupas tiga karya Djoko Pekik yaitu Awal Bencana Di Lintang Kemukus 1965, Kali Berantas Bengawan Solo Luweng dan Sirkus Adu Badak. Karya-karya tersebut terdapat ikon, indek dan simbol merupakan visualisasi tentang kejadian yang dialami Djoko Pekik di tahun 1965. Dimulai dari kemunculan lintang kemukus, ketika Djoko Pekik menjadi tahanan dan awal memasuki Orde Baru.Kata kunci: Djoko Pekik, Seni Lukis, Peristiwa September 1965Study of Djoko Pekik Painting Artwork themed the September 1965 Incidents, Hapsari Fadlila's thesis. Pure Arts Study Program, Department of Fine Arts, Faculty of Art and Design, Indonesian Institute of the Arts Surakarta.            This thesis examines the Djoko Pekik’s works themed the September 1965 Incidents. The issues that will be discussed are the background of the creating and aesthetics of painting by Djoko Pekik themed the September 1965 Incidents.            The research method used is qualitative research with interactive and interpretation analysize. The theory for dissecting the interpretation of the signs which iscontained in the painting uses Charles S. Pierce's semiotic theory namely classification of signs according to objects.            The results of this research are that in the background of creating this work themed the September 1965 incident, Djoko Pekik tried to express the experiences which he felt during the incidents in September 1965. This research explores three Djoko Pekik’s works, namely Awal Bencana Di Lintang Kemukus 1965, Kali Berantas Bengawan Solo Luweng and Sirkus Adu Badak.The works contained icons, indexes and symbols which are a visualization about the incidents experienced by Djoko Pekik in 1965. Begins from lintang kemukus, when Djoko Pekik became a prisoner and early Orde Baru. Keywords : Djoko Pekik, Painting Arts, September 1965 Incidents