cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2022)" : 22 Documents clear
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN BOKASI PADA KELOMPOK TANI DI DESA NAPAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Ite Morina Yostianti Tnunay; Dicky Frengky Hanas; Meri Helsiana Mata; Ebenhaiser Liunokas
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.56-59.2022

Abstract

Penggunaan pupuk organik merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir penggunaan pupuk anorganik yang sulit dijangkau dan pada pembutannya petani dapat memanfaatkan limbah rumah tangga serta bahan hijauan di sekitar. Pupuk organik berperan sebagi peningkat unsur hara tanah dan penstimulan pertumbuhan tanaman, memperbaiki struktur dan porositas tanah, dan merangsang pertumbuhan mikroorganisme tanah yang menguntungkan. Pengetahuan tentang pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan bokasi sebagai pupuk organik ramah lingkungan perlu dimiliki dan diterapkan oleh petani di Desa Napan Kabupaten Timor Tengah Utara. Selain itu, pemanfaatan kotoran hewan dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu diberikan edukasi kepada petani tentang pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sebagai bahan baku pembuatan POC dan bokasi serta cara pembuatan dan penggunaan POC dan bokasi pada tanaman. Bentuk Kegiatan Pengabdian yang dilakukan adalah edukasi tentang pemanfaatan limbah, praktek pembuatan serta cara aplikasi POC dan bokasi pada tanaman. Hasil dari kegiatan ini adalah petani mendapat pemahaman tentang pemanfaatan limbah, cara membuat POC dan bokasi, serta cara mengaplikasikan pupuk organik yang sudah dibuat. Kata kunci: Napan, POC dan bokasi, pupuk organik ABSTRACT The use of organic fertilizers is one of the efforts to minimize the use of inorganic fertilizers that are difficult to reach and in its manufacture farmers can utilize household waste and forage materials around them. Organic fertilizers act as an increase in soil nutrients and plant growth stimulants, improve soil structure and porosity, and stimulate the growth of beneficial soil microorganisms. Knowledge about the manufacture of Liquid Organic Fertilizer (POC) and bokasi as environmentally friendly organic fertilizer needs to be owned and applied by farmers in Napan Village, North Central Timor Regency. In addition, the use of animal waste can prevent environmental pollution. Therefore, it is necessary to provide education to farmers about the use of agricultural and livestock waste as raw materials for making POC and bokasi and how to make and use POC and bokasi. The form of service activities carried out is education about the use of waste, manufacturing practices and how to apply POC and bokasi to plants. The result of this activity is that farmers can understanding about the use of waste, how to make POC and bokasi, and how to apply organic fertilizers that have been made. Keywords: organic fertilizer, POC and bokasi, Napan
UPAYA PENINGKATAN EKONOMI IRT DAPURE INDAH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MI BASAH DAN MI BELUNTAS Paini Sri Widyawati; Anna Ingani Widjajaseputra; Theresia Endang Widoeri Widyastuti; Susana Ristiarini
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.1-8.2022

Abstract

IRT Dapure Indah adalah salah satu industri rumah tangga yang bergerak dibidang penjualan pangsit mi. Bahan baku mi basah yang dijual berasal dari suatu industri pembuatan mi komersial di kota Surabaya. Oleh karena itu IRT ini menjual pangsit mi dengan harga dasar sangat tergantung pada harga mi basah yang dibeli, sehingga mempengaruhi jumlah pangsit mi yang terjual. Selama ini IRT Dapure Indah belum mengetahui cara memproduksi mi basah serta diversifikasinya. Beluntas adalah tanaman herbal yang telah terbukti mempunyai aktivitas antioksidan dan antidiabetik. Penggunaan air seduhan teh daun beluntas dalam pembuatan mi beluntas sebagai diversifikasi mi basah belum pernah diperkenalkan dan dikomersialkan. Oleh karena itu perlu memberikan pelatihan aplikasi penggunaan air seduhan teh daun beluntas untuk memperkaya nilai fungsional dari mi basah, disamping memberikan pelatihan cara pembuatan mi basah plain (umum/kontrol) pada IRT Dapure Indah. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan memproduksi mi basah plain/umum/kontrol dan mi beluntas sebagai diversifikasi untuk meningkatkan ekonomi IRT Dapure Indah. Kegiatan abdimas berlangsung di IRT Dapure Indah di Perumahan Green Semanggi Mangrove Blok G1-23 selama 3 bulan (Mei-Juli 2022), selama waktu tersebut tim abdimas memberikan pelatihan tentang pembuatan mi basah plain (umum/kontrol) dan diversifikasinya dengan air seduhan beluntas serta penanganan produk selama penyimpanan. Setelah pelatihan pada pertengahan bulan Juni- awal Juli IRT Dapure Indah sudah 2 kali memproduksi mi basah dan pada awal bulan Juli IRT Dapure Indah sudah membuat diversifikasi mi basah dengan air seduhan daun beluntas. Hasil penjualan mi plain dan mi beluntas meningkatkan kesukaan konsumen terhadap mi yang dijual berdasarkan kategori warna, rasa, aroma, tekstur dan kesukaan secara keseluruhan. Tingkat kesukaan konsumen terhadap mi plain maupun beluntas dalam kategori antara suka (skor 4) hingga sangat suka (skor 5), nilai kesukaan terhadap warna, rasa, aroma, tekstur dan keseluruhan untuk mi plain secara berturut-turut adalah sebagai berikut : 4,29; 4,36; 4,21; 4,29; 4,57, sedangkan mi beluntas secara berturut-turut 4,27; 4,47; 4,40; 4,27; 4,73. Konsumen lebih menyukai warna dan tekstur mi basah plain dibandingkan mi beluntas karena mempunyai warna putih kekuningan dan tidak mudah putus dan kenyal. Sedangkan tingkat kesukaan konsumen terhadap rasa, aroma dan keseluruhan untuk mi beluntas lebih tinggi dibandingkan mi plain karena gurih, beraroma daun/wangi, dan enak. Mi basah yang dihasilkan akan mempunyai shelf life lebih lama jika disimpan di freezer dibandingkan direfrigerator. Kata kunci: IRT Dapure Indah, ekonomi, mi basah, mi beluntas ABSTRACT IRT Dapure Indah is one of the home industries engaged in the sale of noodle dumplings. The raw material for wet noodles sold comes from a commercial noodle-making industry in the city of Surabaya. Therefore, this IRT sells noodle dumplings with a base price that really depends on the price of wet noodles purchased, thus affecting the number of noodle dumplings sold. So far, IRT Dapure Indah does not know how to produce wet noodles and how to diversify them. Pluchea is an herbal plant that has shown to have antioxidant and antidiabetic activity. The use of pluchea leaf tea steeping in the manufacture of pluchea noodles as diversification of wet noodles has never been introduced and commercialized. Therefore, it is necessary to provide training in the application of using pluchea leaf tea to enrich the functional value of wet noodles, in addition to providing training on how to make plain wet noodles (general/control) at IRT Dapure Indah. The purpose of this community service was to provide training to produce plain/general/control wet noodles and pluchea noodles as a diversification to improve the economy of IRT Dapure Indah. The community service activity took place at IRT Dapure Indah at the Green Semanggi Mangrove Housing Block G1-23 for 3 months (May-July 2022), during which time the community service team provided training on making plain wet noodles (general/control) and diversifying it with pluchea steeped water and product handling during storage. After training in mid-June-early July IRT Dapure Indah produced 2 wet noodles and in early July IRT Dapure Indah diversified wet noodles with water steeped in pluchea leaves. The sales of plain noodles and pluchea noodles increased consumer preference for noodles sold based on the categories of color, taste, aroma, texture, and overall preference. The level of consumer preference for plain and pluchea noodles in the category between like (score 4) to really like (score 5), the preference values ​​for color, taste, aroma, texture, and overall for plain noodles were as follows: 4.29; 4.36; 4.21; 4.29; 4.57, while the noodles pluchea were 4.27; 4.47; 4.40; 4.27; 4.73. Consumers prefered the color and texture of plain wet noodles to pluchea noodles because they have a yellowish-white color and were not easily broken and chewy. While the level of consumer preference for taste, aroma, and overall pluchea noodles was higher than plain noodles because it was savory, have a leafy aroma, and was delicious. The resulting wet noodles would have a longer shelf life if stored in the freezer than in the refrigerator. Keywords: IRT Dapure Indah, economy, wet noodles, pluchea noodles
DIVERSIFIKASI PENGOLAHAN KACANG TANAH DI NAGARI MANINJAU KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN AGAM Sari Mustika; Ezi Anggraini; Ranggi Rahimul Insan; Anni Faridah
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.80-83.2022

Abstract

Nagari Maninjau merupakan sebuah Nagari di Provinsi Sumatera Barat yang merupakan ibu kota Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Komoditi utama daerah sekeliling danau Maninjau selain perikanan adalah padi, dan komoditi lainya seperti jagung, kacang tanah, dan umbi-umbian. Pengolahan kacang tanah menjadi berbagai produk olahan makanan bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomis dari kacang tanah tersebut. Dari hasil survey tim pengabdian, saat ini hasil olahan kacang tanah yang sudah dipasarkan hanya dalam bentuk ‘kacang barandang’, belum ditemukan olahan kacang tanah yang lain. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebagai mitra dengan memanfaatkan potensi daerah yang ada tetapi belum termanfaatkan secara optimal yaitu kacang tanah menjadi produk yang bervariasi, dapat tahan lama serta memiliki nilai tambah, seperti bumbu pecel, kipang kacang dan selai kacang. Kata kunci: Maninjau, kacang tanah, kipang, bumbu pecel, selai ABSTRACT Nagari Maninjau is a Nagari in West Sumatra Province which is the capital of Tanjung Raya District, Agam Regency. The main commodities of the area around Lake Maninjau besides fisheries are rice, and other commodities such as corn, peanuts, and tubers. Processing peanuts into various processed food products aims to increase the added value and economic value of these peanuts. From the results of the service team survey, currently processed peanuts that have been marketed are only in the form of 'barandang peanuts', no other processed peanuts have been found. This activity aims to improve the knowledge and skills of the community as partners by utilizing the potential of the area that exists but has not been utilized optimally, namely peanuts into varied, durable and value-added products, such as pecel seasoning, peanut butter and peanut butter. Keywords: Maninjau, peanuts, kipang, pecel seasoning, jam
PKM KELOMPOK PENGOLAH PEMASAR (POKLAHSAR) IKAN SALAI BAROKAH DALAM TEKNOLOGI HILIRISASI PENGASAPAN PERIKANAN DI KARYA JAYA KERTAPATI, PALEMBANG Selly Ratna Sari; Dendi Dendi; Guttifera Guttifera; Maya Resta Kanya; Reza Mahendra
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.32-39.2022

Abstract

Kelompok Pengolah Pemasar (POKLAHSAR) Ikan Salai Barokah memiliki 11 jumlah anggota. Kelompok pengolah pemasar dibentuk pada tahun 2014. Saat ini Poklahsar (Kelompok pemgolah) diketuai oleh ibu Sri Indrawati yang beralamat di Jalan Mayjen Yusup Singadekane RT 22 RW 05 Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati Palembang. Poklahsar ikan salai barokah berada di area yang saat ini sedang dilakukan pelebaran jalan. Permasalahan prioritas yang akan ditangani dalam program PKM adalah Manajemen produksi dan pemasaran. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat terhadap poklahsar ikan salai barokah adalah melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat sesuai standar Nasional Pendidikan tinggi yaitu dosen dan mahasiswa dapat melaksanakan program PKM, mengembangkan model pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kondisi setempat, artinya permasalah dikarenakan ada perbaikan jalan dapat membuat alternatif alat pengasapan yang portable dan standar, meningkatkan kapasitas pengabdian dosen kepada masyarakat, Kegiatan yang dilakukan meliputi Sosialiasi Pengenalan tentang Produk Olahan perikanan asap secara umum yang berstandar dan menjelaskan manfaat introduksi gambir, Pemberian alat invetasi untuk pengasapan dan pembinaan mengenai manajemen usaha dan manajemen pemasaran melalui digital marketing (media sosial). Kata kunci: sosialisasi, pengasapan, inovasi, gambir, pemasaran ABSTRACT Poklahsar Ikan Salai Barokah have 11 members. The group of processors of marketers was start in 2014. Currently, Poklahsar (Group of negotiators) is chaired by Mrs. Sri Indrawati who is located at Jalan Mayjen Yusup Singadekane RT 22 RW 05 Keramasan Village, Kertapati District, Palembang. Poklahsar ikan salai barokah in an area that is currently being widened. Priority issues that will be addressed in the com. service program are production management and marketing. The purposed is community service to the Ikan Salai barokah is to carried out community service programs according to national higher education standards, namely lecturers and students can carry out the PKM program, develop a community empowerment model that is in accordance with local conditions, meaning that problems due to road repairs can make alternative smoking tools that are portable and standard, increase the capacity of lecturers' service to the community, Activities carried out include Socialization introduction to smoke fishery processed products in general that are standardized and explain the benefits of gambir introduction, give of investment tools for smoking and coaching regarding business management and marketing management through digital marketing (social media). Keywords: socialization, smoking, innovation, gambir, marketing
PELATIHAN PEMBUATAN UNIT PENGOLAHAN AIR GAMBUT BAGI MASYARAKAT DI KELURAHAN KALAMPANGAN, KOTA PALANGKA RAYA Retno Agnestisia; Rendy Muhamad Iqbal; Akhmad Damsyik; Wayan Adhi Nareyasa
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.108-111.2022

Abstract

Air merupakan kebutuhan paling dasar manusia untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Persediaan air bersih merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya. Masyarakat setempat yang tidak mendapatkan pelayanan air bersih umumnya menggunakan air gambut sebagai sumber air karena dinilai lebih ekonomis dan melimpah. Namun demikian, air gambut yang digunakan tidak memenuhi persyaratan sebagai air bersih. Oleh karena itu, muncullah sebuah gagasan untuk memberikan pelatihan tentang pembuatan unit pengolahan air gambut kepada masyarakat setempat. Metode yang dipilih untuk pengolahan air gambut terdiri dari beberapa tahapan, yaitu netralisasi, koagulasi-flokulasi, sedimentasi, dan filtrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa unit pengolahan air gambut yang didemokan dapat dimanfaatkan untuk mengolah air gambut menjadi air yang layak untuk digunakan pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat terutama dari sisi pemenuhan akan kebutuhan air bersih. Kata kunci: air bersih, pengolahan air, air gambut, Palangka Raya ABSTRACT The most fundamental requirement for humans to sustain daily life is water. The supply of clean water is one of the problems faced by the community in Kelampangan Village, Sebangau District, Palangka Raya City. Local people who do not get clean water services generally use peat water as a water source because it is considered more economical and abundant. However, the peat water does not qualify as clean water. Therefore, an idea emerged to provide socialization about constructing a peat water treatment unit for local communities. The method chosen to treat peat water consists of four stages, i.e., neutralization, coagulation-flocculation, sedimentation, and filtration. The results show that the peat water treatment unit demonstrated can be used to treat peat water into water suitable for use in daily life. This activity is expected to improve their quality of life, especially to fulfill the clean water requirement. Keywords: clean water, water treatment, peat water, Palangka Raya
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN UNTUK PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK UMKM MAS LEMBU Adli Adli; Raudhatus Sa’adah; Leti Karmila
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.60-63.2022

Abstract

UMKM Mas Lembu sekarang memasarkan produk olahan ikan lele berbumbu siap goreng yang higienis dan lezat rasanya. Penjualan ikan lele berbumbu saat ini banyak diminati oleh masyarakat luas terutama ibu-ibu pekerja yang memiliki waktu memasak tidak banyak sehingga memudahkan dan praktis dengan adanya Mas lembu ini. Permasalahan yang ada di UMKM Mas Lembu ini terkendala pemasaran yang kurang luas sehingga target pasar masih belum terlalu banyak jangkauannya. Sehingga perlu adanya starategi pemasaran yang perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai jual dari produk ikan lele berbumbu. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus (PKMS) bekerjasama dengan UMKM Mas Lembu berupaya memasarkan produk ikan lele berbumbu yang dihasilkan agar meningkatkan penjualan produk UMKM sehingga keberlangsungan anggota kelompok UMKM Mas Lembu dapat meningkat. Strategi pemasaran yang telah dilakukan meliputi pemasaran secara daring (iklan radio dan media massa) serta secara luring (pelatihan strategi pemasaran dan mengikuti even kuliner). Hasil dari kegiatan pendampingan yang telah dilakukan yaitu adanya peningkatan pemesanan produk ikan lele berbumbu sehingga berdampak pada peningkatan penjualan produk dari pada sebelum mendapatkan pendampingan. Harapannya dengan adanya pelatihan dan pemasaran yang telah dilakukan oleh tim dapat meningkatkan penjualan produk olahan ikan lele berbumbu milik UMKM Mas Lembu. Kata kunci: ikan lele berbumbu, strategi pemasaran, peningkatan penjualan ABSTRACT MSME Mas Lembu is now marketing processed catfish products that are ready to be fried, which are hygienic and delicious. The sale of seasoned catfish is currently in great demand by the wider community, especially working mothers who have not much cooking time, making it easy and practical with the presence of this bull. The problems that exist in Mas Lembu SMEs are constrained by a lack of broad marketing so that the target market is still not too much of a reach. So there needs to be a marketing strategy that needs to be done to increase the selling value of seasoned catfish products. The Stimulus Community Service Team (PKMS) in collaboration with the Mas Lembu MSMEs seeks to market the seasoned catfish products produced in order to increase the sales of MSME products so that the sustainability of the Mas Lembu MSME group members can increase. The marketing strategies that have been carried out include online marketing (radio advertising and mass media) as well as offline (marketing strategy training and participating in culinary events). The results of the mentoring activities that have been carried out are an increase in orders for seasoned catfish products so that it has an impact on increasing product sales than before getting assistance. The hope is that with the training and marketing that has been carried out by the team, it can increase sales of processed catfish products owned by MSME Mas Lembu. Keywords: catfish, marketing strategy, increased sales
IMPLEMENTASI LINGKUNGAN SEHAT MELALUI EDUKASI SADAR SAMPAH DI DESA SENGANAN TABANAN Ermenilda Indra Wahyu; Ni Komang Putri Saraswati; Nyoman Sri Manik Parasari; Setya Andika Perwira; Raymundus Arkananta Oka Diarsa; I Putu Gede Anand Arya Mahesa
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.9-12.2022

Abstract

Permasalahan sampah menjadi “PR” besar bagi masyarakat Indonesia. Dimana membuang sampah sembarangan menjadi faktor utama pencemaran lingkungan. Terlebih sampah non organik yang sangat sulit diuraikan, contohnya plastik. Kesadaran mengenai kepedulian manusia terhadap lingkungan juga menjadi faktor besar akan hambatnya budaya peduli sampah tumbuh. Desa senganan merupakan salah satu desa yang memiliki soal masalah sampah yang serius. Masyarakat belum sadar mengenai dampak dari sampah terhadap lingkungan. Sangat sulit menciptakan lingkungan yang nyaman apabila masyarakat sendiri tidak memiliki kepeduliah terhadap sampah. Sosialisasi yang telah dilaksanakan dalam program kerja kami bertujuan untuk mengedukasi masyarakat desa senganan agar peduli terhadap lingkungan melalui sikap sadar akan sampah. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi dan edukasi lingkungan sehat kepada masyarakat. Adapun hasil yang didapatkan dari melaksanakan kegiatan ini adalah mengurangi penggunaan bahan berbahan dasar plastic, mendaur ulang sampah baik sampah plastik, dan sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos. Kata kunci: sampah, pasar tradisional, pengelolaan sampah, peran pedagang ABSTRACT The waste problem is a big homework for the people of Indonesia. Where littering is a major factor in environmental pollution. Moreover, non-organic waste that is very difficult to decompose, for example plastic. Awareness of human care for the environment is also a big factor in preventing a culture of caring for waste from growing. Senganan village is one of the villages that has a serious waste problem. People are not aware of the impact of waste on the environment. It is very difficult to create a comfortable environment if the people themselves do not care about waste. The socialization that has been carried out in our work program aims to educate the village community so that they care about the environment through an awareness of waste. The method of implementing the activities used is socialization and education of a healthy environment to the community. The results obtained from carrying out this activity are reducing the use of plastic-based materials, recycling both plastic waste, and organic waste that can be used as compost. Keywords: waste, traditional markets, waste management, the role of traders
PEMANFAATAN POTENSI HASIL PERTANIAN SINGKONG SEBAGAI TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) Resa Ana Dina; Rania Rosa Kamila; Ulis Salsabila Wassalwa; Nanda Kurniawati; Risma Yuniar; Triana Dewi; Dita Faradhila Melinia; Rafif Affanda Firdaus; Rifqi Muhammad Zuhdi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.84-90.2022

Abstract

Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon memiliki potensi sumber daya alam dari sektor pertanian. Salah satu hasil pertanian di Desa Munjul yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah singkong. Hasil panen singkong ini belum dimanfaatkan dengan optimal karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian. Oleh sebab itu, kami melaksanakan pengabdian kepada masyarakat setempat melalui sosialisasi dan pendampingan berupa pengolahan singkong menjadi tepung mocaf (Modified Cassava Flour). Metode pelaksanaan yang kami gunakan adalah dengan melakukan penyuluhan, praktik, pembagian media edukasi berupa leaflet dan starter enzim BIMO-CF. Kegiatan ini disambut dengan baik dan antusias oleh para peserta dan mitra, serta menghasilkan rencana pengembangan tepung mocaf beserta produk olahannya lebih lanjut. Kata kunci: mocaf, pemberdayaan, pemanfaatan, singkong, tepung ABSTRACT Munjul Village in Astanajapura sub-district, Cirebon Regency has natural potential resources from the agricultural sector. One of the agricultural products in Munjul Village that has the potential to improve community welfare is cassava. These harvests have not been used optimally due to the lack of community knowledge in processing agricultural products. Therefore, we carry this out to the local community through socialization and assistance in the form of processing cassava into mocaf flour (Modified Cassava Flour). The implementation method that we use is to provide counseling, practice, and distribution of educational media in the form of a leaflet and BIMO-CF enzyme starter. This activity was warmly and enthusiastically welcomed by the participants and resulted in plans for further development of mocaf flour and processed products. Keywords: mocaf, empowerment, utilization, cassava, flour
PENERAPAN TEKNOLOGI SILASE DAN AMONIASI SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN PAKAN Riesi Sriagtula; Qurrata Aini; Hilda Susanty; Deni Novia; Ridho Kurniawan Rusli; Aronal Arief Putra
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.40-45.2022

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani peternak dalam mengolah danmengawetkan limbah pertanian sebagai solusi ketahanan pakan. Target khusus yang ingin dicapai antara lain peningkatan produksi ternak melalui penyediaan pakan sesuai kebutuhan ternak baik dari aspek kualitas maupun kuantitas. Kegiatan PKM dilaksanakan di Kelompok Tani Harapan Sejahtera yang berlokasi di Kelurahan Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Penyeluhan dan praktek yang diberikan kepada peternak adalah pengolahan silase jerami jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dan Jerami padi (Oryza sativa) menjadi amoniasi. Metode yang digunakan dalam melakukan pemberdayaan kelompok sasaran adalah teknik pembelajaran dalam bentuk pemberian teori, penyuluhan dan praktek kepada anggota kelompok sasaran. Luaran dari pengabdian ini adalah Kelompok Tani Harapan Sejahtera dapat memberikan motivasi kepada peternak untuk mengolah limbah pertanian menjadi pakan berkualitas. Setelah dilakukan penyuluhan peternak menjadi paham dan termotivasi dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan berkualitas untuk ketahanan pakan khususnya di musim kemarau. Luaran lain dari pengabdian ini adalah mengelola limbah pertanian menjadi produk yang bermafaat dan bernilai ekonomi. Kata kunci: amoniasi jerami, kelompok tani harapan sejahtera, limbah pertanian, silase ABSTRACT The current extension service is to improve the knowledge and skills of farmers in processing and conserving agricultural waste as a solution for feed security. Specific targets to be achieved include increasing livestock production through providing feed according to livestock needs, both in terms of quality and quantity. The extension service activity was carried out at the Harapan Sejahtera Farmer Group located in Aia Pacah Village, Koto Tangah District, Padang City. Counseling and practice given to farmers are processing sweet corn straw silage (Zea mays saccharata Sturt) and rice straw (Oryza sativa) into ammonition. The method used in empowering the target group is a learning technique in the form of providing theory, counseling, and practice to members of the target group. The output of this service is that the Harapan Sejahtera Farmer Group can motivate farmers to process agricultural waste into quality feed. After the counseling was carried out, farmers became aware and motivated to process agricultural waste into quality feed for feed security, especially in the dry season. Another outcome of this service is managing agricultural waste into valuable and economical products. Keywords: agricultural waste, harapan sejahtera farmer group, rice straw ammoniation, silage.
SOSIALISASI PENGELOLAAN BANK SAMPAH SERTA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK DI KELURAHAN SUNGAI NANGKA BALIKPAPAN Amalia Rizqi Utami; Risty Jayanti Yuniar; Kharis Sugiarto; Nelson Rombe; M. Firdaus; Muhammad Hisyam Muzaki; Saini Saini; Selawati Limbong
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.112-117.2022

Abstract

Pada masa pandemi ini kebersihan lingkungan perlu dijaga guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan penyakit lainnya. Kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bagi seluruh aspek yang ada di masyarakat. Di Kelurahan Sungai Nangka RT.10, penanganan sampah masih kurang optimal sehingga memberikan dampak buruk terhadap kondisi lingkungan dan memunculkan berbagai permasalahan lingkungan. Untuk menindaklanjuti permasalahan sampah ini diperlukan adanya komitmen bersama masyarakat dalam keikutsertaannya untuk dapat mengelola sampah sehingga dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mengurangi permasalahan lingkungan. Salah satu inovasi dalam menangani kasus ini yaitu melalui pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya yaitu dapat dimulai dari penggunaan bank sampah. Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan digunakan kembali sehingga memiliki nilai ekonomi yang bermanfaat. Selain dari permasalahan sampah, masa pandemi juga berdampak terhadap pendidikan anak-anak di Kelurahan Sungai Nangka. Saat ini kegiatan pendidikan formal dilakukan secara daring dan anak-anak sekolah diharuskan belajar dari rumah. Hal tersebut membuat anak-anak mengalami kesulitan dalam belajar karena kurang dapat mengikuti materi yang disampaikan secara daring. Kendala kesulitan belajar dapat menimbulkan adanya penurunan prestasi anak. Anak-anak yang mengalami masalah dengan belajar biasanya dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu prestasi yang dicapai oleh kelompok kelas terbilang rendah, hasil capaian tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan dan terlambat dalam mengerjakan tugas belajar. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penanganan masalah lingkungan, pendidikan pada anak-anak di Kelurahan Sungai Nangka RT.10. Kata kunci: bank sampah, pendidikan, sosialisasi, sosial ABSTRACT During this pandemic, environmental hygiene needs to be maintained to prevent the spread of the Covid-19 virus and other diseases. Environmental cleanliness must be a concern for all aspects of the community. In Sungai Nangka Village, RT.10, waste management is still not optimal so it has a negative impact on environmental conditions and raises various environmental problems. To follow up on this waste problem, it is necessary to have a commitment with the community in their participation to be able to manage waste so that it can be something useful and reduce environmental problems. One of the innovations in dealing with this case is through managing waste starting from the source, which can be started from the waste bank. The waste bank itself is a place for sorting and collecting waste that can be recycled and reused so that it has beneficial economic value. Apart from the waste problem, the pandemic also has an impact on the education of children in Sungai Nangka Village. Currently, formal education activities are conducted online and school children are required to study from home. This makes it difficult for children to learn because they are unable to follow the material presented online. Learning difficulties can lead to a decrease in children's achievement. Children who have problems with learning can usually be seen from several factors, namely the achievement achieved by the class group is relatively low, the results are not balanced with the effort made, and are late in doing learning assignments. The implementation of this community service activity is expected to increase public understanding of handling environmental problems, and education for children in Sungai Nangka Village, RT.10. Keywords: waste bank, education, socialization, social

Page 1 of 3 | Total Record : 22