cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
FAKTOR DOMINAN PENYEBAB KEMISKINAN RUMAH TANGGA NELAYAN MOTOR TEMPEL DI WILAYAH TANGKAP LEBIH JAWA TIMUR Anas Tain
Sosiohumaniora Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.579 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i1.5237

Abstract

Kemiskinan nelayan dinilai meluas dengan tingkat kedalaman kemiskinan yang memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan menemukan faktor dominan penyebab kemiskinan rumah tangga nelayan motor tempel di wilayah tangkap lebih Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan maksud untuk menemukan deskripsi general dan universal atas faktor-faktor penyebab kemiskinan rumah tangga nelayan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah Multi Stage Cluster Sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 61,79 persen rumah tangga nelayan mempunyai sumber pendapatan lain selain dari melaut. Rumah tangga nelayan yang memiliki pendapatan per kapita kurang dari garis kemiskinan sebanyak 61,79 persen. Terdapat 15 faktor dominan penyebab kemiskinan rumah tangga nelayan yang meliputi faktor: (1) kelembagaan yang merugikan nelayan kecil, (2) program yang tidak memihak nelayan kecil, (3) pandangan hidup yang berorientasi akherat saja, (4) keterbatasan sumberdaya, (5) ketidak sesuaian alat tangkap, (6) rendahnya investasi, (7) terikat utang, (8) perilaku boros, (9) keterbatasan musim penangkapan, (10) kerusakan ekosistem, (11) penyerobotan wilayah tangkap, (12) lemahnya penegakan hukum, (13) kompetisi untuk mengungguli nelayan lain, (14) penggunaan alat/bahan terlarang serta (15) perilaku penangkapan. Kemiskinan yang membelenggu rumah tangga nelayan bersifat multidimensional yang menyangkut kemiskinan struktural maupun kemiskinan kultural. Dalam rangka program pengentasan kemiskinan faktor kelembagaan merupakan faktor pertama dan utama yang harus dibenahi.
DEMOKRASI DALAM SEJARAH MILITER INDONESIA; Kajian Histois Tentang Pemilihan Panglima Tentara Pertama Tahun 1945 Widyo Nugrahanto; Rina Adyawardhina
Sosiohumaniora Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.654 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i1.14368

Abstract

Penelitian ini berjudul Demokrasi dalam Sejarah Militer Indonesia; Kajian Historis Tentang Pemilihan Panglima Tentara Pertama Tahun 1945. Penelitian ini adalah tentang bagaimana Soedirman terpilih sebagai Panglima Tentara Indonesia yang pertama. Begitu juga bagaimana cara pemilihannya sehingga Soedirman terpilih dan Oerip Soemohardjo terpilih mendampinginya sebagai kepala staf. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Sejarah.Metode Sejarah memiliki empat tahapan yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Sumber-sumber penelitian ini menggunakan Koran-koran sezaman, majalah sezaman, buku, dan jurnal. Terpilihnya Soedirman (Panglima Tentara) dan Oerip Soemohardjo (kepala Staf Tentara) ternyata sangat menarik.Pemilihan tersebut menggunakan sistem demokrasi langsung (voting) yang ketika itu belum popular dilaksanakan di Indonesia.Ini merupakan cara-cara demokrasi langsung yang dilaksanakan pertama kali setelah Indonesia meredeka. Uniknya adalah justru cara ini digunakan oleh tentara dalam pemilihan panglima tertingginya.
ANALISIS KEBERLANJUTAN PASAR TRADISIONAL DALAM IKLIM PERSAINGAN USAHA YANG DINAMIS DI KOTA BANDUNG Rina Indiastuti; Fitri Hastuti; Yudi Azis
Sosiohumaniora Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i2.5394

Abstract

Lingkungan persaingan yang dinamis antara pasar tradisional dan modern mengakibatkan posisi pasar tradisional mengalami pergeseran dengan dugaan terjadinya penurunan daya tarik pasar tradisional seiring dengan perubahan dinamis pasar modern yang disesuaikan dengan kondisi pembeli. Revitalisasi beberapa pasar tradisional yang telah dilakukan di Kota Bandungmelalui renovasi bangunan ternyata belum cukup untuk meningkatkan daya tarik. Studi ini bermaksud mengkaji peluang keberlanjutan pasar tradisional dengan meneliti faktor signifikan yang menjadi keunggulan pasar tradisional agar dapat tumbuh berkelanjutan. Metode penelitian menggabungkan penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian deskriptif menggunakan skoring yang diperoleh dari aplikasi the law of comparative judgment (LCJ). Karakteristik responden mewakili lokasi, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan ukuran keluarga. Informasi dari pedagang yang mewakili pasar tradisional, pasar modern dan pedagang informal juga dikumpulkan sebagai data melengkapi data pembeli. Perilaku pembelian dan penjualan barang terbatas untuk bahan pangan, makanan/minuman jadi, dan toileteries. Penelitian verifikatif menggunakan metode analisis correspondence analysis (CA) dan analisis diskriminan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pasar tradisional masih memiliki peluang berkembang berdampingan dengan pasar modern (co-exist), karena harga jual masih bersaing relatif dibandingkan harga pasar modern dan masih dimilikinya segmen pembeli yang mempertimbangan ketersediaan anggaran belanja untuk memperoleh kepuasan maksimum. Kelompok pembeli tersebut merupakan segmen cukup besar meliputi pembeli berpendapatan rendah, pedagang keliling, usaha olahan makanan, dan warung. Peranan pemerintah daerah sebagai pemilik, baru memposisikan pasar tradisional sebagai potensi sumber pendapatan asli daerah (PAD), namun belum menyertainya dengan pengelolaan pasar yang profesional, sehingga daya saing pasar tradisional dipersepsikan menurun menghadapi ancaman meningkatnya daya tarik pasar modern. Kata kunci: keberlanjutan usaha, pasar tradisional, pasar modern, persaingan, perilaku konsumen
DAMPAK TRANSFER PEMERINTAH PUSAT TERHADAP PENURUNAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI INDONESIA Adhitya Wardhana; Bambang Juanda; Hermanto Siregar; Kodrat Wibowo
Sosiohumaniora Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.649 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i2.5737

Abstract

Pemerintah Pusat berdasarkan UU No 33/2004 memberikan dana transfer kepadapemerintah daerah. Dana transfer pusat tersebut digunakan sebagai perimbangan keuangan daerah.Dana transfer yang diberikan pemerintah seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus(DAK) yang difungsikan sebagai stimulus fiskal bagi daerah. Dana transfer pusat diharapkan akanmemberikan peningkatan pembangunan bagi daerah. Namun dana transfer pusat tersebut belummemberikan penurunan ketimpangan pendapatan antar daerah. Dana transfer pusat ini setidaknya dapatmenutupi kebutuhan daerah. Ketimpangan pendapatan setiap daerah akan terjadi tetapi pemerintah akanmemikirkan bagaimana ketimpangan pendapatan daerah dapat diturunkan. DAU merupakan salah satuhibah dari pemerintah pusat untuk menurunkan ketimpangan pendapatan antar daerah. Adanya aturanhold-harmless menjadikan pemberian DAU minimum sama dengan tahun lalu yang mengakibatkanfungsi DAU tidak berjalan. Fungsi DAU yaitu daerah yang kapasitas fiskal rendah akan diberikanDAU relatif besar. Dengan diberlakukan hold harmless membuat fungsi DAU tidak terjadi. Aturanhold harmless sudah tidak digunakan lagi setelah tahun 2009. Dalam penelitian ini mencoba untukmelihat faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Indonesia melalui instrumenfiskal seperti DAU dan DAK. Periode penelitian tahun 2001-2010 menggunakan regresi panel data.Hasil yang estimasi yang didapat yaitu DAU, DAK, infrastruktur jalan, aturan hold harmless dan jumlahpenduduk mempengaruhi signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Selain melihat hasil estimasidari persamaan ketimpangan pendapatan, penelitian ini akan melihat perkembangan ketimpanganpendapatan provinsi di Indonesia dengan menggunakan indeks Williamson. Hasil yang didapatketimpangan pada daerah miskin lebih merata dibandingkan daerah kaya. Penentuan daerah kaya dandaerah miskin menggunakan median PDRB perkapita.
ANALISIS SEKTOR STRATEGIS PULAU SULAWESI, JAWA TIMUR DAN KALIMANTAN TIMUR Arman Arman
Sosiohumaniora Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.655 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i2.9080

Abstract

Studi ini menganalisis sektor strategis, sektor responsif, sektor sensitif dan sektor terbelakang di daerah Sulawesi lainnya (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo), Sulawesi Selatan (termasuk Sulawesi Barat), Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Pemilihan lokasi didasarkan pada intensitas interaksi perdagangan antar daerah dan ada karakteristik ekonomi dari masing-masing daerah. Sektor strategis merupakan sektor yang mampu mendorong kinerja ekonomi dari sisi demand dan supply, sementara sektor responsif merupakan sektor yang mampu mendorong kinerja ekonomi hanya dari sisi demand. Sektor sensitif merupakan sektor yang mampu mendorong kinerja ekonomi dari sisi supply dan sektor belum berkembang didefinisikan sebagai sektor yang belum memberikan kontribusi secara optimal baik dari sisi demand dan supply. Metode penelitian adalah adalah inter-regional input-output. Basis Data adalah Tahun 2005, kemudian menggunakan teknik RAS untuk meng-upgrade data menjadi 2011. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor strategis masing-masing wilayah adalah sektor industri makanan dan minuman, kecuali di wilayah Kalimantan Timur, Sektor strategis adalah industri petrokimia. Sektor strategis merupakan sektor kunci karena mampu mengurangi kesenjangan ekonomi antar wilayah, menghasilkan siklus ekonomi, memiliki konektivitas antara sektor dan memiliki keterkaitan dengan beragam sektor. Oleh karena itu, kinerja sektor strategis harus ditingkatkan dalam rangka meningkatkan output dan kinerja ekonomi. 
ANALISIS KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PADA PETERNAK SAPI PERAH (Survey di Wilayah Kerja Koperasi Unit Desa Sinar Jaya Kabupaten Bandung) Achmad Firman; Linda Herlina
Sosiohumaniora Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v8i1.5362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan pada peternak sapi perah di wilayah kerja KUD Sinar Jaya Kabupaten Bandung. Objek dari penelitian ini adalah peternak sapi perah yang menjadi anggota koperasi. Jumlah responden yang dipilih untuk dijadikan sampel sebanyak 69 orang yang dilakukan secara proporsional. Hasil analisis pada tingkat kemiskinan dilakukan berdasarkan dua standar kemiskinan, yaitu berdasarkan Biro Pusat Statistik dan Bank Dunia. Adapun kondisi kemiskinan dikategorikan menjadi dua kategori, yaitu miskin persistent dan miskin transient/vulnerable. Tingkat kemiskinan yang terjadi pada peternak sapi perah di wilayah KUD tersebut menunjukkan jumlah peternak miskin yang dikategorikan miskin persistent sebanyak 14 orang (20,29 persen) berdasarkan standar BPS atau 24 orang (34,78 persem) berdasarkan standar Bank Dunia. Sedangkan responden yang dikategorikan sebagai miskin vulnerable sebanyak 32 orang (46,38 persen) berdasarkan standar BPS atau 22 orang (31,88 persen) berdasarkan standar Bank Dunia. Berdasarkan analisis tersebut menunjukkan bahwa yang tidak termasuk kategori miskin berjumlah 23 orang (baik berdasarkan standar BPS ataupun Bank Dunia). Bila ditinjau dari tingkat ketimpangan distribusi pendapatan dari parat peternak sapi perah di wilayah tersebut menunjukan nilai Gini Rationya sebesar 0,2149. Ini berarti bahwa tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di tingkat peternak sapi perah relatif rendah. Rendahnya tingkat ketimpangan tersebut menunjukkan bahwa antara peternak kaya dan miskin tidak terjadi gap yang lebar. Hal ini menandakan bahwa jumlah kepemilikan ternak tidak dapat dijadikan ukuran untuk melihat ketimpangan namun produktivitas dan kualitas susu-lah yang berpengaruh terhadap pendapatan peternak. Kata kunci: Tingkat Ketimpangan, Distribusi Pendapatan, Tingkat Kemiskinan
APLIKASI MODEL ORGANISASI PADA STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH Ani Martini; Irwan Tahir; Halilul Khairi
Sosiohumaniora Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i2.21780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model organisasi yang efisien dan efektif bagi perangkat daerah dalam menyelenggarakan ururan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. Penelitian dilakukan pada 5 (lima) provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat, Bengkulu, Kalimantan Timur, Aceh dan Maluku, serta 6 (enam) kabupaten/kota yaitu Kab. Bogor, Kab. Panajam Paser Utara, Kab. Maluku Tengah, Kab. Aceh Besar, Kota Sabang dan Kota Bengkulu. Desain peneltian yang digunakan adalah penelitian lapangan melalui aplikasi model penyelenggaraan pemerintahan dengan teknik pengumpulan data melalui teknik pengumpulan data FGD terhadap kepala perangkat daerah penyelenggara urusan pemerintahan. Aplikasi model merujuk kepada model yang dikemukakan oleh Goldsmith dan Eggers yang mengembangkan 4 (empat) model yaitu: 1) hierarkhis; 2) kerjasama; 3) alih daya dari pihak luar; serta 4) berbasis pada jejaring (Goldsmith & Eggers, 2004). Model penyelenggaraan pemerintahan tersebut kemudian dikombinasikan dengan model organisasi menurut Stanford, antara lain struktur fungsional, divisional berdasarkan produk, divisional berdasarkan wilayah geografis, divisional berdasarkan proses kerja, divisional berdasarkan segmentasi pelanggan, struktur matriks, organisasi jejaring (network), struktur klaster (cluster); dan struktur organisasi ”life-form” (Stanford, 2007). Adapun besaran perangkat daerah ditentukan berdasarkan besarnya beban urusan pemerintahan masing-masing yang jumlah strukturnya ditentukan sesuai dengan model perangkat daerah setiap urusan pemerintahan. 
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ONCOM TERHADAP TENAGA KERJA PEDESAAN GUNA PENGUATAN KETAHANAN PANGAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Pandi Pardian; Dhany Esperanza; Eliana Wulandari
Sosiohumaniora Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.07 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i1.5477

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Pengembangan Usaha Oncom Terhadap Tenaga Kerja Pedesaan Guna Penguatan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi dan menganalisis lingkungan internal dan eksternal strategi pengembangan usaha oncom terhadap tenaga kerja pedesaan, merumuskan strategi yang dapat digunakan dalam meningkatkan minat tenaga kerja pedesaan dan memberikan rekomendasi strategi guna pengembangan usaha oncom di Desa Pasireungit. Metode survey yang dilakukan adalah dengan purposive sampling method dan analisa pengumpulan data menggunakan matrik IFE dan EFE, sedangkan proses pencocokan data menggunakan matrik IE kemudian pengambilan keputusan strategi yang dipilih digunakan matrik QSPM dan SWOT. Dari hasil analisa dan pengolahan data dapat disimpulkan hasil penelitian strategi pengembangan usaha oncom dilakukan dengan divesifikasi produk, pengembangan produk, pengembangan pasar dan penetrasi pasar yang dilakukan dengan mempertahankan oncom dari kacang tanah dan memperbaiki kualitas, pemberian kredit usaha, adanya pasar yang jelas dan pembuatan sentra pemasaran oncom di gerbang Desa Pasireungit, adanya pelatihan pembuatan aneka produk olahan dari bahan baku oncom, serta adanya legalitas usaha dan produk yang dihasilkan.
KAJIAN BENTUK- BENTUK EKSPLOITASI SEKS KOMERSIAL ANAK DI LINGKUNGAN WISATA PROVINSI SULAWESI UTARA Rahmat Hidayat
Sosiohumaniora Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.035 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i3.8342

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh makin maraknya bentuk-bentuk Eksploitasi Seks Komersial Anak di Lingkungan Wisata Provinsi Sulawesi Utara,Pelacuran adalah bentuk Eksploitasi Seks Komersial Anak yang paling marak di wilayah ini, akan tetapi perangkat hukum ini kapasitasnya belum memadai untuk memberantas kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia khususnya di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Pengembangan Model Perlindungan Anak di Manado Sulawesi Utara, akan tetapi program tersebut belum mampu menjadi solusi tepat dalam mengeliminirkasus kekerasan seksual anak. Oleh karena itu, Kajian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk eksploitasi seksual komersial anak di lingkungan Wisata Provinsi Sulawesi Utara. Penentuan sample bagi informan dilakukan secara Opportunistik Sampling dan Snowball Sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk - bentukEksploitasi Seks Komersial Anak di Lingkungan Wisata Provinsi Sulawesi Utara adalah : Prostitusi anak, Pornografi dan Porno aksi, perdagangan anak untuk tujuan prostitusi, dan Transformasi budaya dan agama.
PENGARUH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUTUAN INFORMASI MANAJEMEN PROGRAM SARJANA REGULER PTN TERHADAP INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN Azhar Susanto
Sosiohumaniora Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v4i2.5260

Abstract

Penelitian ini meneliti pengaruh sistem informasi manajemen pendidikan dan kebutuhan informasi manajemen pendidikan terhadap informasi manajemen pendidikan serta pengaruh kebutuhan informasi manajemen pendidikan tersebut terhadap sistem informasi manajemen pendidikan. Penelitian ini dilakukan di PTN yang akan segera melaksanakan otonomi sesuai dengan PP61 tahun 1999 yaitu Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro dan Universitas Airlangga dengan menggunakan analisis jalur dan metode Survey explanatory sedangkan untuk pengambilan sampel menggunakan teknik klaster dua tahap. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sistem informasi manajemen pendidikan yang diterapkan di PTN belum baik sedangkan kualitas informasi manajemen yang dihasilkan dan kebutuhan informasi manajemen mulai membaik. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan pengaruh kebutuhan informasi manajemen pendidikan terhadap sistem informasi manajemen pendidikan sebesar 26.5%, sedangkan pengaruh terhadap informasi manajemen pendidikan yang berasal dari sistem informasi manajemen pendidikan sebesar 43.4% dan pengaruh yang berasal dari kebutuhan informasi manajemen pendidikan sebesar 47%. Kata kunci : Sistem informasi, manajemen pendidikan PTN, kebutuhan informasi manajemen pendidikan PTN, informasi manajemen pendidikan PTN.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue