cover
Contact Name
Ifall
Contact Email
ifall@unisapalu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksijurnalabditani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Abditani : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 26224682     EISSN : 26224690     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Abditani merupakan salah satu jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu. Jurnal ini berisi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang merupakah hilirisasi dari hasil-hasil penelitian dalam rumpun ilmu pertanian umum yang meliputi pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan. Jurnal abditani diterbitkan setahun sekali yaitu pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
TEKNOLOGI EFESIENSI BIAYA PRODUKSI DI GONJONG AGROFARM Hafiz Irsyad; Randi Maulika Putra; Novita Rahmadani; Putri Hani Hendri; Fahyuni Asdiva Sari; Fedri Ibnusina
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i1.186

Abstract

Sayuran termasuk produk komoditi hortikultura yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral masyarakat. Konsumsi sayur secara tidak langsung dapat meningkatkan imun. Hidroponik menjadi salah satu solusi sistem budidaya pada lahan yang sempit, kondisi sifat tanah yang kritis, dan musim yang tidak menentu. Gonjong Agrofarm merupakan mitra pengabdian yang termasuk pionir usaha pertanian Hidroponik yang berada di Kecamatan Harau. Permasalahan yang dihadapi oleh Gonjong Agrofarm yang kebetulan baru memulai usaha hidroponik yaitu besarnya biaya produksi terkhusus pada pengadaan media tanam, dan nutrisi. Solusi yang ditawarkan dalam mengatasi masalah ini antara lain pemanfaatan sekam padi sebagai media tanam, dan peningkatan produksi dengan pembuatan instalasi Rakit Apung yang lebih hemat dalam pemanfaatan nutrisi. Target luaran pengabdian ini adalah terciptanya efesiensi biaya produksi, dan peningkatan produksi. Metode yang diterapkan antara lain sosialisasi (penyuluhan), demonstrasi, dan pendampingan serta keterlibatan langsung mitra dalam jalannya setiap kegiatan. Hasil pelaksanaan pengabdian ini tercapainya efesiensi biaya produksi, peningkatan produksi dan antusiasnya peserta dalam menjalani kegiatan pengadian ini.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PENGELOLAAN ABON CABAI SEBAGAI ATERNATIF PENDAPATAN DAN PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN MOKOAU, KECAMATAN KAMBU, KOTA KENDARI W.G. Abdullah; Hidrawati; P. Syarni; E. Prananingsih; L.O. Jabudin
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i1.189

Abstract

Kelompok tani cabe rawit juga menghadapi permasalahan klasik dalam keseharian proses produksinya, diantaranya adalah rendahnya pendapatan di saat musim panen cabai, karakteristik cabai yang bulky dan volumnious, serta tidak berlakunya strategi harga dalam struktur pasar cabai. Sementara itu, cabai memiliki keunggulan kandungan vitamin C yang sangat bermanfaat sebagai alternatif untuk meningkatkan imunitas tubuh terutama di masa pandemi Covid 19 ini. Teknologi pengolahan cabai dipilih sebagai suatu model pemberdayaan bagi para istri petani cabai agar dapat menjadi alternatif sumber pendapatan, meningkatkan daya simpan, dan meningkatkan imunitas tubuh di masa pendemi. Metode kegiatan berupa penyuluhan, pelatihan, FGD, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kelompok Tani Makmur Sejahtera sangat antusias dengan kegiatan ini karena optimis bahwa produk ini dapat menjadi tambahan sumber penghasilan. Mereka juga dapat memahami manfaat fungsional cabai yang kaya vitamin C sehingga dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi. Mereka telah mampu melakukan pengolahan abon cabe rawit secara mandiri, dengan dua varian rasa yaitu rasa teri dan daun jeruk. Merk dan slogan dari produk abon cabe ini telah disepakati melalui FGD. Hasil lainnya adalah telah hadirnya produk abon cabe ini di salah satu market place Kota Kendari.
PENERAPAN ALAT PENGENDALI SEMI-OTOMASI POMPA AIR PADA SISTEM PENGAIRAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA WONOREJO Ratnasari Nur Rohmah; Agus Supardi; Bana Handaga; Heru Supriyono; Akida Mulyaningtyas
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i1.190

Abstract

Sawah di Desa Wonorejo merupakan sawah tadah hujan dimana petani mengandalkan air hujan untuk bercocok tanam. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa petani mengebor sumur di ladang mereka, dan menggunakan pompa submersible untuk mengangkat air ke sawah. Sebelum kegiatan pengabdian masyarakat ini, pengoperasian pompa submersible dikontrol secara manual. Cara pengoperasian ini memiliki kelemahan dimana sering terjadi pengairan yang berlebihan yang dapat merusak komoditas pertanian, pemborosan tenaga, dan pemborosan waktu. Pengabdian masyarakat ini menawarkan solusi dengan menyediakan perangkat pensaklaran semi otomatis yang akan membantu mengatasi masalah tersebut. Perangkat yang terpasang menggantikan alat switching manual sederhana, di mana beberapa sudah dalam kondisi keamanan yang kurang. Perangkat ini dilengkapi dengan timer yang dapat digunakan untuk mengontrol pompa secara otomatis sesuai keinginan, komponen proteksi beban lebih, dan dilengkapi dengan lampu indikator yang menunjukkan tiga kondisi yaitu pompa hidup, pompa mati, dan terjadinya gangguan pada operasi pompa. Evaluasi pada evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan semua mitra yang terlibat dalam kegiatan ini, mengapresiasi kegiatan ini, dan ingin dilanjutkan di masa yang akan datang.
INOVASI USAHA SOSIS TELUR MATAHARI (SOLUR MATAHARI) YANG MEMILIKI NILAI GIZI TINGGI Kadek Eva Sulystyawati; Siti Nur Ariska; Muh. Azhari Ramadan; Sapar
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i1.191

Abstract

Inovasi Usaha  Sosis Telur Matahari (Solur Matahari) yang memiliki nilai gizi tinggi. Tujuan program kreativitas mahasiswa – kewirausahaan (PKM-K) adalah membangkitkan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha dalam mengembangkan Usaha Sosis Telur Matahari. Metode pelaksanaan program ini adalah input, proses (produksi), output, dan evaluasi. Hasil program ini adalah input, melakukan survei pasar untuk mengetahui kondisi pasar. Selanjutnya melakukan wawancara kepada 5 mahasiswi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palopo dan 5 Siswa – Siswi di SMA Muhammadiyah Palopo. Selanjutnya adalah studi kelayakan terhadap usaha yang akan dijalankan. Tahap terakhir adalah pemilihan bahan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untuk menunjang proses produksi. Proses (produksi), proses pembuatan Sosis Telur Matahari mulai dari persiapan bahan dan alat Sampai Sosis Telur Matahari Siap untuk dipasarkan. Output, yaitu hasil Inovasi Sosis Telur Matahari yang siap dikonsumsi dan dipasarkan kepada konsumen. Yang terakhir adalah evaluasi, yaitu tahapan ini dilaksanakan pada saat produksi produk Sosis Telur Matahari telah selesai dilakukan. Pada tahap ini akan meninjau tentang kekurangan-kekurangan apa saja yang membuat konsumen tidak Berniat Membeli produk kami.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT KECAMATAN RUMBAI BARAT PEKANBARU DALAM PEMBUATAN PESTISIDA NABATI EKSTRAK DAUN PEPAYA Isna Rahma Dini; Bizikri Bizikri; Nilna Ulfatul Khairoh; Putri Juliana Roza; Sartika Sari
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i1.213

Abstract

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman yang dibudidayakan oleh petani Kelurahan Maharani masih dilakukan secara anorganik dengan menggunakan pestisida kimia. Padahal Kelurahan Maharani memliki potensi dalam pengembangan pestisida ramah lingkungan yang berasal dari salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat setempat yaitu tanaman pepaya. Pemanfaatan daun pepaya sebagai pestisida nabati disebabkan karena getah daun pepaya mengandung kelompok enzim sistein protease seperti papain dan kimopapain serta menghasilkan senyawa-senyawa golongan alkaloid, terpenoid, flavonoid dan asam amino nonprotein yang sangat beracun bagi serangga pemakan tumbuhan. Kinerja pestisida nabati dari daun pepaya ini secara menyeluruh dapat mencegah lebih banyak terjadi pencemaran lingkungan akibat pemakaian pestisida kimiawi. Selain itu, penggunaan ekstrak daun papaya sebagai pestisida nabati juga dapat mengurangi dampak negatif dari penggunaan pestisida kimiawi, yaitu hama akan resisten terhadap sintetis, munculnya residu pestisida, dan kontaminasi ke dalam tubuh manusia/binatang yang mengkonsumsi/memakan pestisida kimia. Oleh karena itu pengabdian ini dilakukan untuk mendampingi petani dalam pembuatan pestisida nabati dari ekstrak daun papaya dan aplikasi pada tanaman. Model pendekatan pengabdian yang dilakukan yaitu model pendekatan Participatory Rural Appraisal, persuasif dan edukatif. Berdasarkan pengabdian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani tentang manfaat ekstrak daun papaya sebagai pestisida nabati serta dalam pembuatan pestisida nabati dari ekstrak daun papaya. Melalui pengabdian ini mampu mendorong masyarakat Kelurahan Maharani dalam melakukan pertanian ramah lingkungan.
PELATIHAN PEMBUATAN PGPR UNTUK BAHAN PENGAYA BIOCHAR SEBAGAI MEDIA TUMBUH BIBIT KAKAO DI DESA SIDOMULYO, KABUPATEN TANGGAMUS Dedy Prasetyo; Rusdi Evizal; Liska Mutiara Septiana
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i1.214

Abstract

Plant growth promoting bacteria (PGPR) merupakan sekumpulan mikroba bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dan sebagai bahan pengaya biochar untuk bahan media tanam. Di Desa Sidomulyo mayoritas bekerja sebagai petani perkebunan diantaranya kakao. Bibit kakao diusahakan sendiri oleh petani dengan metode stek. Kualitas bibit kakao dapat ditingkatkan dengan menggunakan media tanam yang tepat misalnya memanfaatkan PGPR dan biochar. PGPR berasal dari sumberdaya hayati lokal seperti akar bambu, sedangkan biochar berasal dari sekam padi. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, praktik pembuatan PGPR, dan demplot. Perlakuan yang digunakan sebagai demoplot antara lain: Kontrol, aplikasi PGPR, Biochar, dan kombinasi PGPR-biochar. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali ulangan sehingga didapatkan 12 unit percobaan. Variabel yang diamati antara lain tinggi tanaman dan pH media tanam. Kegiatan dilaksanaan 22 Agustus 2022, dengan jumlah peserta sebanyak 15 petani. Hasil evaluasi pretest dan postest menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai PGPR dari 13% menjadi 80%. Monitoring hasil pembuatan PGPR dinyatakan berhasil dengan indikator produk berbau seperti tape setelah 14 hari fermentasi. Hasil demplot menunjukkan bahwa perkembangan tinggi tanaman pada perlakuan biochar lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Nilai pH tanah pada perlakuan aplikasi biochar lebih baik dibandingkan perlakuan yang lainnya
FASILITASI BANTUAN USAHA EKONOMI KREATIF KELOMPOK MASYARAKAT BINAAN DI PULAU NAIN, TAMAN NASIONAL BUNAKEN Ermas Lukman; Adi Tri Utomo; Eko Wahyu Handoyo; Yuyun Saepul Uyun; Ifan Renova Sinaga
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat di desa daerah penyangga termasuk salah satu upaya pembangunan berbasis konservasi. Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif merupakan alternatif bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokalnya. Pulau Nain merupakan pulau terjauh dalam kawasan TN Bunaken yang hanya dapat diakses menggunakan jalur laut dari daratan utama Sulawesi Utara. Keterbatasan akses ini perlu didukung dengan adanya pembangunan infrastruktur baik transportasi, listrik, bangunan air, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Keterbatasan ekonomi memiliki dampak serius terhadap masa depan keberadaan taman nasional yaitu tingkat pendidikan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan konservasi. Menyadari berbagai hal diatas, Balai TN Bunaken menyalurkan berbagai macam bantuan untuk pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat melalui kelompok binaan yang ada di seluruh wilayah pengelolaan tingkat tapak (resort). Kelompok yang sudah didampingi sebelumnya dalam jangka waktu yang cukup, kemudian akan dilakukan uji kelayakan dan kesiapan dalam hal penerimaan bantuan. Pelaksanaan kegiatan fasilitasi dan pemberian bantuan usaha ekonomi kreatif kepada kelompok masyarakat desa binaan di Pulau Nain dilakukan secara berkesinambungan. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pengambilan data dan pendampingan kelompok. Kelompok Sinar Bahari Nain benar adanya sudah terfasilitasi menerima bantuan untuk stimulus permodalan usaha ekonomi kreatif. Pendampingan kelompok masyarakat perlu dilakukan rutin dan melekat setelah pemberian bantuan serta diawasi dalam penggunaannya.
PELATIHAN PEMBUATAN MIE BASAH DARI TEPUNG JAMUR SAWIT Yuni Selvianti Sari; Ledy Purwandani; Iwan Rusiardy; Ahmad Mustangin; Marselus Hendro; Yulius Beni
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i1.234

Abstract

Pemanfaatan jamur sawit oleh masyarakat Sanggau, khususnya di Desa Sungai Mawang sebatas sebagai sayur yang dimasak secara langsung, karena jamur ini tidak tahan lama untuk disimpan dalam waktu yang lama. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan pada masyarakat agar jamur ini dapat dijadikan sebagai bahan olahan pangan lainnya. Salah satu cara yang diterapkan pada program ini adalah pembuatan jamur sawit menjadi tepung. Tepung jamur sawit ini bisa disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama dan dapat diolah kembali menjadi olahan pangan lainnya. Berdasarkan penelitian Popang dkk (2016) tepung jamur sawit memiliki kandungan protein rata-rata 33,47%, serat kasar rata-rata 6,61%, dan karbohidrat 39,93%. Melihat kandungan gizi yang cukup baik pada tepung jamur sawit dan tingginya potensi jamur sawit yang ada di Kabupaten Sanggau, maka perlu dilakukan program ini agar masyarakat mendapatkan tambahan keterampilan dalam pengolahan jamur dari limbah sawit agar dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama dan dapat diolah kembali menjadi olahan pangan, salah satunya mie basah.  
DIVERSIFIKASI PRODUK DAN PENINGKATAN PEMASARAN MELALUI PERUBAHAN KEMASAN PADA UKM KRIPIK ASBAL Defina Howara; Lien Damayanti; Amalia Noviyanty
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i1.244

Abstract

UKM Kripik Asbal merupakan salah satu UKM yang mengolah buah pisang tanduk menjadi beberapa jenis kripik dengan berbagai varians rasa. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah lokasi yang tidak memadai untuk produksi maupun pemasaran, mitra bahan baku yang terbatas, dan strategi pemasaran yang kurang tepat di masa pandemi covid, sehingga pendapatan menurun. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk pengembangan teknologi produksi guna menghasilkan varian produk kripik pisang tanduk yang berkualitas, dan strategi pengembangan jaringan pemasaran produk di UKM Kripik Asbal. Hasil akhir dari program ini adalah UKM Kripik Asbal menjadi salah satu UKM yang tahan terhadap krisis, memiliki sumberdaya manusia yang terlatih (inovatif), dan mandiri secara finansial. Hasil yang telah dicapai dalam pengabdian ini adalah dengan perbaikan kualitas hasil produksi olahan kripik pisang tanduk yang dipasarkan, melalui perubahan kemasan yang lebih baik, sekaligus strategi promosi melalui kemasan dan media online serta menambah varian rasa baru yaitu pedas manis. Beberapa tahapan pengabdian yang telah dilakukan, seperti penyuluhan atau transfer ilmu pengetahuan seperti pengetahuan terkait promosi, kemasan, dan variasi rasa produk, pelatihan pembuatan desain kemasan dan pembuatan variasi rasa baru pada kripik pisang yaitu rasa pedas manis.
PRODUKSI BIBIT ANGGREK KUALITAS EKSPOR SECARA IN VITRO DI DD ORCHID NURSERY, BATU, JAWA TIMUR Didik Pudji Restanto; Indri Fariroh; Arini Shufia Dwi Sukmawati; Vernanda Normansyah Hidayat; Sholeh Avivi; Fariz Kustiawan Al Farisy
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i1.246

Abstract

Penurunan produksi anggrek di Indonesia disebabkan oleh penyediaan bibit yang rendah di tingkat petani maupun industri. Teknologi perbanyakan secara konvensional melalui kultur in vitro menggunakan benih belum mampu memenuhi permintaan bibit anggrek dalam jumlah yang besar. Teknologi perbanyakan bibit anggrek secara klonal menggunakan bioreactor dapat menghasilkan bibit klonal dalam waktu yang cepat karena meningkatkan kecepatan proliferasi sel. Pengenalan teknologi bioreactor kepada petani plasma dan industri anggrek penting dilakukan untuk mendapatkan bibit anggrek dengan kualitas ekspor. Bimbingan teknis diikuti oleh petani plasma dan karyawan DD Orchid Nursery. Kegiatan bimtek dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi tentang teknik perbanyakan bibit anggrek secara in vitro serta pengenalan teknologi bioreactor menggunakan organ vegetatif tanaman untuk produksi masal anggrek. Hasil kegiatan bimtek menunjukkan bahwa petani plasma dan karyawan DD Orchid Nursery sangat antusias pada saat demonstrasi bioreactor serta saat berdiskusi tentang penggunaan bioreactor dari skala kecil hingga besar. Aplikasi bioreactor menjadi salah satu solusi dalam memproduksi bibit anggrek secara masal dalam waktu yang singkat.

Page 11 of 19 | Total Record : 189