cover
Contact Name
Ifall
Contact Email
ifall@unisapalu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksijurnalabditani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Abditani : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 26224682     EISSN : 26224690     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Abditani merupakan salah satu jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu. Jurnal ini berisi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang merupakah hilirisasi dari hasil-hasil penelitian dalam rumpun ilmu pertanian umum yang meliputi pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan. Jurnal abditani diterbitkan setahun sekali yaitu pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
PEMANFAATAN BUAH KELAPA DARI LIMBAH UPACARA KEAGAMAAN MENJADI TANAMAN BONSAI DI DESA RENON Ratih Dharmayanti; Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani; A.A.Ngr. Eddy Supriyadinata Gorda
Jurnal Abditani Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v5i1.109

Abstract

Ritual keagamaan banyak dilakukan oleh umat Hindu baik secara berkala maupun incidental. Kegiatan ini sayangnya kerap memunculkan adanya “limbah” upacara yang tidak diolah kembali oleh masyarakat. Masalah ini banyak dialami oleh desa-desa yang ada di Bali, termasuk Desa Renon. Di desa ini “limbah” upacara belum mampu dimanfaatkan kembali, salah satunya adalah buah kelapa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk mengenalkan kepada masyarakat di Desa Renon mengenai pemanfaatan buah kelapa dari “limbah” upacara keagamaan menjadi tanaman bonsai. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat mengurangi “limbah” yang dihasilkan agar tidak mencemari lingkungan dan dapat menjadi modal usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Renon. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah observasi permasalahan, melakukan survey, mempersiapkan alat dan bahan, dan membuat video campaign. Pada akhir kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan limbah upacara keagamaan menjadi tanaman bonsai serta mampu menerapkan kegiatan ini. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah (1) Bertambahnya pengetahuan masyarakat akan pemanfaatan limbah upacara keagamaan, dan (2) Masyarakat mengetahui proses dari pembuatan buah kelapa menjadi tanaman bonsai. Harapan dari pemanfaatan limbah upacara keagamaan ini agar dapat menjadi kegiatan yang dilanjutkan oleh masyarakat di Desa Renon guna mengurangi limbah yang menyebabkan pencemaran lingkungan.
PENINGKATAN KETAHANAN EKONOMI DIMASA PANDEMI MELALUI PENGOLAHAN PANGAN BERBASIS JAGUNG DI DESA SANUR KAUH Vinny Sonia Arimbi; Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani
Jurnal Abditani Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v5i1.110

Abstract

Desa sanur kauh merupakan komoditi jagung sebagai unggulannya, tetapi para petani jagung hanya mendistribusikan hasil panennya ke para pemasok dan pasar jarang dari para petani mengolah hasil panennya karena keterbatasan pengetahuan dalam pengolahan berbasis jagung. Melalui kegiataan KKN ini, jagung dapat dikembangkan menjadi produk olahan diversifikasi yang bernutrisi dan bernilai jual tinggi dibandingkan dengan bentuk segarnya. Misalnya diolah menjadi Lumpia jagung dan Es serut jagung. Selain itu, dengan adanya diversifikasi olahan jagung menjadi berbagai produk diharapkan akan menambah pendapatan hasil dari olahan jagung dan dapat meningkatkan konsumsi jagung untuk pangan. Produk olahan jagung yang dapat diterapkan di Desa Sanur Kauh ini diantaranya Lumpia Jagung dan Es Serut Jagung sehingga jagung tidak hanya dijual ke para pemasok dan di pasar sebagai mata pencaharian. Kegiatan KKN ini bertujuan meningkatkan pendapatan dan pengetahuan masyarakat khususnya para pelaku tani jagung di Desa Sanur Kauh agar mampu mengembangkan usahanya lebih maju lagi serta para petani jagung juga dapat melihat peran dan pentingnya diversifikasi produk dalam olahan makanan.
INOVASI BAKSO BERBAHAN DASAR JAMUR SEBAGAI PELUANG USAHA BAGI ANAK PANTI ASUHAN BAITURRAHMAN Fathnur Sani K; Yuliawati Yuliawati; Diah Tri Utami; Gusmanely Gusmanely
Jurnal Abditani Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v5i1.111

Abstract

Salah satu komuditas yang paling diminati masyarakat adalah Jamur Tiram. Jamur ini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan serta memiliki tekstur yang mirip dengan daging sehingga cocok untuk di modifikasi menjadi bentuk bakso jamur yang enak untuk dinikmati. Sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah anak-anak panti asuhan Baiturrahman. Tempat ini menjadi pilihan karena dianggap sangat perlu untuk memberikan pelatihan serta praktek langsung pembuatan produk olahan jamur tiram sebagai upaya meningkatkan kualitas pangan dimasa pandemic Covid-19 serta bisa menjadi sumber inspirasi wirausaha yang dapat dikembangkan oleh anak panti asuhan Baiturrahman kedepannya. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bertambahnya pengetahuan anak panti tentang pengolah jamur tiram menjadi bentuk sediaan bakso yang disukai oleh seluruh kalangan baik anak-anak maupun dewasa.
INOVASI PRODUK SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA RANGGINANG DI DESA PURWOSARI Niki Widiastutik Niki
Jurnal Abditani Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v5i1.118

Abstract

Usaha mikro rangginang Ibu Yayuk memerlukan dukungan untuk memperoleh produk rangginang yang bermutu baik, serta lebih laku dipasaran. Sebagian permasalahan produksi serta pengembangan menjadi hambatan untuk menggapai tujuan antara lain adalah adanya inovasi yang bisa dikembangkan pada rangginang. Permasalahan yang diangkat dalam bentuk metode Asset Based Community Development  (ABCD) yag mengutamakan pemanfaatan aset serta kemampuan dekat, dalam pengabdian ini merupakan sedikitnya inovasi yang diangkat dalam usaha rangginang. Dari aktivitas pengabdian ini sudah dihasilkan inovasi produk rangginang yang semula tiap satu minggu sekali memproduksi 35 bungkus rangginang, setelah terdapatnya inovasi yang dituangkan dalam produk rangginang jadi 50 bungkus dalam satu minggu sekali. Salah satu rasa yang jadi unggulan produk ini adalah rasa manis, serta inovasi yang dituangkan merupakan inovasi rasa asin serta tambahan toping gula merah cair pada rangginang.
PEMBINAAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK WANITA TANI SEBAGAI PENINGKATAN PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI DESA RAWAGEMPOL WETAN Haura Atthahara; Luluatu Nayiroh; Nurcahyo Widyodaru Saputro
Jurnal Abditani Vol. 5 No. 1 (2022): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v5i1.144

Abstract

Pandemi Covid 19 yang belum terselesaikan membawa ketidakpastian di semua lini masyarakat. Memburuknya kondisi ekonomi juga dikhawatirkan akan terjadinya krisis pangan di  masyarakat. Guna menyelesaikan permasalah ini perlu adanya peningkatan serta pengamanan ketersedian akan pangan. Salah satu cara agar hal tersebut dapat terwujud adalah dengan Program Pekarangan Pangan Lestasi (P2L). Pengembangan P2L di Kabupaten Karawang memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT). Namun pada pelaksanaannya, KWT sangat bergantung dengan pupuk anorganik serta limbah hasil pertanian yang di hasilkan kurang termanfaatkan. Dengan adanya program pembianaan pembuatan pupuk organik ini, diharapkan KWT dapat mandiri mengasilkan pupuknya sendiri sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan lebih ramah lingkungan
PELATIHAN PENGEMASAN PRODUK PANGAN UMKM DI DESA MAJASARI, KECAMATAN CIBOGO, KABUPATEN SUBANG Muhammad Gilang Ramadhan; Irna Dwi Destiana; Wiwik Endah Rahayu; Atika Romalasari; Enceng Sobari; Desy Triastuti
Jurnal Abditani Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v5i2.145

Abstract

Pengemasan secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu cara untuk menyampaikan barang kepada konsumen dalam keadaan terbaik dan menguntungkan. Kemasan merupakan salah satu kunci bagi UMKM dalam meningkatkan nilai jual produk. Namun demikian, kemasan menjadi kendala UMKM se-Nusantara tidak kecuali UMKM produk pangan yang berada di Desa Majasari, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang. Oleh karena itu, penyuluhan mengenai pengemasan produk sangat penting untuk dilakukan sehingga dapat meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk tersebut. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah metode pelatihan yang terdiri dari kegiatan diskusi, presentasi, dan demonstrasi yang mencakup pemaparan jenis-jenis kemasan, pentingnya pemberian label, dan penggunaan vacuum sealer pada kemasan sederhana. Dari hasil diskusi diketahui bahwa 95% UMKM masih menggunakan kemasan yang sangat sederhana tanpa adanya label apapun termasuk nama produk. Kegiatan pengabdian ini memberikan penjelasan menyeluruh tentang pentingnya pengemasan dan pemilihan kemasan yang baik dimana materi tersebut dapat diterima dan dipahami secara utuh serta antusias oleh peserta.
PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI TAMBAK MELALUI DIVERSIFIKASI IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) DI KECAMATAN PANGKAJENE Sri Astuty; Marhawati; Juhamri; Muhammad Imam Ma'ruf; Nurul Fajriyanti
Jurnal Abditani Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v5i2.146

Abstract

Masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) umumnya bermatapencaharian sebagai nelayan dan/atau petambak. Salah satu komoditas unggulan produksi hasil perikanan di daerah ini adalah ikan bandeng dengan jumlah produksi mencapai 3.700 ekor pada triwulan kedua tahun 2018. Jumlah yang melimpah ini memungkinkan dilakukannya pengembangan usaha, khususnya di bidang pengolahan ikan bandeng. Permasalahan yang dihadapi adalah masyarakat belum memiliki kompetensi mengolah ikan bandeng menjadi produk olahan. Kegiatan diversifikasi ikan bandeng ini diharapkan akan mempermudah anggota kelompok mitra dalam mengolah dan memproduksi hasil olahan, meningkatkan jumlah produksi, dan memperluas jaringan pemasaran karena kegiatan ini didasari oleh eksplorasi komoditas lokal ikan bandeng untuk produk olahan dengan gizi tinggi dan kemudahan dalam pembuatan serta memiliki potensi untuk berkembang dari segi ekonomi karena luas tambak budidaya ikan bandeng yang dimiliki. Kelompok  sasaran dari kegiatan ini adalah ibu rumah tangga budidaya ikan bandeng yang mempunyai tambak ikan bandeng. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi, dan praktik. Ibu rumah tangga diberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar dapat mengolah ikan bandeng menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah, misalnya nugget, otak-otak, dan bakso serta keterampilan dalam mengemas dan melabeli hasil produksi dan perluasan jaringan pemasaran secara daring dan luring.
TINGKAT PENGETAHUAN BAHAYA ALAT PERANGKAP TIKUS DIALIRI LISTRIK DAN LANGKAH AMAN PENGENDALIAN TIKUS Putri Dwi Lestari; Shelly Kusumarini R; Chandra Luki Annadhifa; Frida Ayu Salsana Billa; Farida Puspita Zuhria
Jurnal Abditani Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v5i2.150

Abstract

Tikus merupakan hama utama pertanian karena sering merusak tanaman padi. Keberadaan tikus sangat mengganggu dan merugikan dalam bidang pertanian, ekonomi dan kesehatan. Tikus cukup sulit untuk dikendalikan karena memiliki indra penciuman yang cukup tajam, pergerakan cepat, dan cerdik. Permasalahan hasil panen yang kian menurun kerap dialami petani. Hal tersebut menjadi alasan beberapa warga menggunakan perangkap tikus dialiri listrik. Berdasarkan masalah tersebut maka kegiatan sosialisasi harus diberikan kepada warga desa Pucakwangi, karena perangkap tikus dialiri listrik sangat berbahaya bagi nyawa petani. Untuk mengukur tingkat pengetahuan warga terhadap bahaya perangkap tikus dialiri listrik maka dilakukan pretest dan postest. Hasil yang diperoleh selama kegiatan sosialisasi ini warga cukup paham dengan bahaya perangkap tersebut, tetapi masih digunakan karena dianggap efektif dalam mengendalikan tikus. Setelah dilaksanakan sosialisasi warga desa Pucakwangi akan mencoba menerapkan langkah pengendalian yang lebih aman dan menggunakan bahan alami sebagai pengusir tikus. Kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada petani tentang bahaya perangkap tikus dialiri listrik sehingga petani harus meninggalkan perangkap tersebut dan beralih pada pengendalian tikus yang lebih aman bagi petani dan lingkungan Kata kunci: Tikus, Perangkap listrik, Pengendalian tikus, Bahan alami, Gropyokan. ABSTRACT Rat was the primary pest in agriculture because it often broke the rice crops. The existence of rat gave a harmful for agriculture, economic, and health. Rat was little hard to be controlled because it had a strong sense to smell, fast move, and clever. The farmer often faced a problem like the decrease of yields. That was the reason why villagers used mousetrap with electric in it. Based on that problem, a socialization should be given for villagers in Pucakwangi, because the mousetrap was so dangerous for farmers. In order to measure the knowledge of villagers about the danger of mousetrap, so pretest and post test are needed to be done. The results obtained during this socialization activity were that the villagers were quite aware of the dangers of the trap, but it was still used because it was considered effective in controlling rats. After the socialization, Pucakwangi villagers will try to implement safer control measures and use natural ingredients as rat repellent. This activity provides knowledge to farmers about the dangers of electrified rat traps, so that farmers must leave these traps and switch to rat control that is safer for farmers and the environment.. Keywords: Rat, Electric mousetrap, Rat control, Natural ingredients, Gropyokan.
SOSIALISASI POTENSI TANAMAN KUMIS KUCING SEBAGAI IMUNOSTIMULAN YANG DAPAT DIGUNAKAN DIMASA PANDEMIK COVID-19 : PENJELASAN KHASIAT, PENANAMAN DAN PENGOLAHAN PASCA PANEN Faizal Hermanto; Akhirul kahfisyam; Suryani; Fahrauk Faramayuda
Jurnal Abditani Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v5i2.152

Abstract

Saat ini diseluruh dunia masih terjadi pandemi covid-19. Penyakit yang disebabkan oleh virus dalam proses penyembuhan pada umumnya mengandalkan kekuatan pertahanan tubuh, sehingga diperlukan suatu senyawa yang dapat meningkatkan kerja sistem imun atau lebih dikenal imunostimulan. Berdasarkan hasil penelitian banyak tanaman obat yang berkhasiat sebagai imunostimulan salah satunya kumis kucing atau nama laiannya Orthosiphon aristatus. Selama ini kumis kucing terkenal dan banyak digunakan sebagai diuretik serta peluruh batu ginjal. Masyarakat belum banyak yang tahu bahwa kumis kucing memiliki potensi sebagai imunostimulan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya sosialisasi dan pelatihan potensi tanaman kumis kucing sebagai imunostimulan meliupti penjelasan khasiat, penanaman dan pengolahan pasca panen. Sosialisasi dilakukan pada paguyuban jamu manunggal kota cimahi dan umumnya pada masyarakat melalui video. Dari hasil sosialisasi, pemahaman para peserta paguyuban jamu manunggal tentang potensi tanaman kumis kucing sebelum diberikan materi dan pelatihan adalah 44 % dan sesudah diberikan materi naik menjadi 100 %. Pada kegiatan ini dilakukan pemberian bibit tanaman kumis kucing hasil kultur in vitro, bibit ini merupakan pengembangan hasil penelitian di Fakultas Farmasi UNJANI. Sosialisasi harus terus dilakukan pada skala lebih besar melalui video edukasi yang dibagikan pada media sosial.
PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA SMK TEKNOLOGI PERTANIAN TUGUSARI MELALUI HERBARIUM KERING DAN PERPUSTAKAAN MINI Indri Fariroh; Riza Yuli Rusdiana
Jurnal Abditani Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v5i2.168

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilaksakanan di sekolah pedesaan merupakan salah satu program pemberdayaaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat pedesaan. Sekolah tingkat menengah kejuruan satu-satunya di Desa Tugusari adalah SMK Teknologi Pertanian Tugusari. Keterbatasan sarana kegiatan belajar siswa tentang literatur di bidang pertanian perlu ditunjang dengan adanya perpustakaan mini pertanian. Perpustakaan mini pertanian sangat diharapkan dapat membantu meningkatkan minat baca, menunjang pembelajaran dan menambah wawasan siswa-siswi SMK Teknologi Pertanian Tugusari. Keterbatasaan media pembelajaran juga sangat penting dikarenakan harga alat dan bahan untuk praktikum cukup mahal. Sebagai alternatif, media pembelajaran berbasis lingkungan menjadi solusi yang sangat membantu dan mudah untuk diterapkan. Media pembelajaran dengan teknik pengawetan tumbuhan disebut herbarium. Herbarium penting digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa dalam memahami struktur tanaman maupun identifikasi bagian-bagian tanaman secara umum maupun karakter khusus tanaman terutama untuk tanaman obat. Siswa-siswi SMK Teknologi Pertanian Tugusari meningkat pengetahuannya setelah mendapatkan materi dan praktikum tentang herbarium kering. Pemberian bantuan buku dan pendirian perpustakaan mini pertanian diharapkan dapat menunjang pembelajaran di bidang pertanian dan pengetahuan umum lainnya.

Page 9 of 19 | Total Record : 189