cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
HUBUNGAN DELAPAN KARAKTER VEGETATIF DAN KOMPONEN HASIL PINANG (Areca catechu L.) SUMBAR-2 TERHADAP HASIL BUAH , Miftahorrachman
Zuriat Vol 16, No 2 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i2.6769

Abstract

Pengamatan dilakukan selang waktu satu tahun mulai bulan Februari 2003 sampai dengan Februari 2004. di Kebun Percobaan Kayuwatu, Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain, Sulawesi Utara. Pengamatan dilakukan terhadap aksesi plasma nutfah pinang Sumbar-2 yang berumur 7 tahun (tanam bulan Maret 1995). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung karakterkarakter vegetatif terhadap hasil buah. Perhitungan sidik lintas menggunakan metode matriks. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa terdapat tiga hubungan langsung karakter vegetatif yang signifikan terhadap hasil buah, yaitu lingkar batang, panjang daun, dan panjang pinak daun. Sementara karakter-karakter yang pengaruh langsungnya kecil adalah tinggi batang, jumlah bekas daun, jumlah daun, panjang petiole, dan jumlah pinak daun.
Tanggap Dua Kultivar Lili terhadap Kombinasi Komposisi Media MS dan Gula Pasir Untuk Konservasi In Vitro Ayuning Kenyo P.; Murdaningsih H. K.; Tien Herawati; Juliati Satria Darsa
Zuriat Vol 13, No 2 (2002)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v13i2.6736

Abstract

Sebuah percobaan untuk mendapatkan media konservasi in vitro yang sesuai bagi kultivar Avignon dan kultivar Bergamo telah dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, dan berlangsung dari bulan Juni sampai awal Oktober 2001. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua factor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah kultivar, yaitu Avignon dan Bergamo. Faktor ke dua adalah media kultur yang terdiri dari media MS + 30 g.L-1 gula pasir, ½ MS + 60 g.L-1 gula pasir, ½ MS + 90 g.L-1 gula pasir, ¼ MS + 60 g.L-1 gula pasir dan ¼ MS + 90 g.L-1 gula pasir. Hasil percobaan menunjukkan adanya interaksi antara media kultur dengan kultivar yang digunakan untuk karakter pertambahan tinggi planlet dan pertambahan jumlah daun. Media kultur dan kultivar berpengaruh nyata secara mandiri terhadap karakter pertambahan jumlah bulblet, jumlah akar dan jumlah planlet tidak berakar. Media kultur ½ MS + 60 g.L-1 gula pasir mampu menghambat pertumbuhan kultivar Avignon dan media ½ MS + 90 g.L-1 gula pasir untuk kultivar Bergamo tanpa menyebabkan penampilan yang abnormal selama percobaan.
Toleransi Beberapa genotipe Padi Sawah terhadap Cekaman Kekeringan Aan A. Daradjat; Moh. Yamin Samaullah
Zuriat Vol 9, No 2 (1998)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v9i2.6824

Abstract

Evaluasi toleransi terhadap kekeringan pada 10 genotipe padi telah dilaksanakan di lahan ultisol Kebun Percobaan Inlitpa Sukamandi, pada MK 1996. Percobaan ditata dalam pola rancangan petak terpisah (split plot dengan empat ulangan. Tiga tipe pengairan (pengairan terus-menerus sampai panen; pengairan terus-menerus sampai tanaman tergenjah berbunga 10%, setelah itu dikeringkan; dan pengairan terus-menerus sampai tanaman tergenjah berbunga 90% setelah itu dikeringkan) diperlakuan sebagai petak utama, dan 10 genotipr padi sebagai anak petak. Karakter yang diamati adalah persentase gabah per satuan luas, dan indeks kepekaan terhadap kekeringan S, dan indeks keunggulan genotipe P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman air pada saat pembungaan, meningkatkan persentase kehampaan malai, dan menurunkan hasil gabah. Genotipe B8210G-KN-4-3-0, B8210G-KN-4-6-0, dan B9890F-CT-BLK toleran terhadap kekeringan, dan memberikan hasil yang lebih tinggi daripada IR64 dan Dodokan. 
Penampilan Hasil dan Kandungan Asam Lemak Jenuh Rantai Sedang Genotip Kelapa dalam Terhadap Berbagai Dosis Pupuk Tunggal dan Majemuk Tablet di Cijulang Ciamis dan Cikalong Tasikmalaya Jawa Barat N. Hermiati; A. Nuraini; S. Rosniawaty
Zuriat Vol 19, No 2 (2008)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v19i2.6659

Abstract

Kelapa merupakan Tanaman yang multi fungsi antar lain sebagai penghasil daging kelapa (hasil) dan asam lemak jenuh rantai sedang dalam kandungan minyak kelapa murni (VCO). Untuk meningkatkan hasil daging dan asam lemak jenuh rantai sedang antar lain dengan menambah unsur hara melalui pemupukan. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil dan kandungan asam lemak jenuh rantai sedang pada minyak kelapa murni (VCO) melalui pemupukan berbagai dosis pupuk tunggal dan majemuk tablet pada genotip Kelapa Dalam di Kecamatan Cijulang Ciamis dan Cikalong Tasikmalaya Jawa Barat. Komponen hasil dan hasil genotip Kelapa Dalam setelah pemberian pupuk tunggal dan majemuk tablet, di kecamatan Cijulang Ciamis dan di kecamatan Cikalong Tasikmalaya Jawa Barat tidak menunjukkan penampilan yang berbeda dengan tanpa dipupuk. Namun, meningkatkan rendemen VCO dari 14,97% sampai 27% dan meningkatkan kandungan asam laurat dari 44,39% sampai 50,23%. Pada dosis pupuk tunggal P4 (Urea 1,5 kg/tan; SP- 36 0,24 kg/tan, dan KCL2,4 kg/tan) menaikkan rendemen VCO 5,91%. Sedangkan pupuk majemuk tabletnya dengan dosis 1 kg/tan dapat meningkatkan rendemen VCO 6,02%., P6 dengan dosis 3 kg/tan meningkatkan rendemen VCO 5,87% dan P7 dengan dosis 5 kg/tan meningkatkan rendemen VCO 6,0%.
Cara pewarisan beberapa karakter agronomis pada tembakau yogya voor oogst Fatkhur Rochman; Abdul Rachman S; Rusim Mardjono; Anik Herwati
Zuriat Vol 2, No 2 (1991)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v2i2.6792

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian untuk mengetahui parameter genetis dari tanaman tembakau 'Yogya Voor Oogst' ('Yogya VO'). Tanaman tetua, F1 dan F2 ditanam serentak dalam suatu petak tanah di Kebun Percobaan Kalipare-balittas-Malang. sepuluh sifat agronomis dari persilangan antara kultivar PB/Areal dianalisis aksi gennya, daya warisnya, dan kolerasi genotipnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi dominan lebih pada karakter panjang daun, lebar daun, luas daun relatif, tinggi tanaman dan sudut daun. Luas daun relatif bersifat dominan lebih dan jumlah daun bersifat dominan positif tidak sempurna. Sedangkan umur berbunga bersifat dominan negatif tidak sempurna. Kondisi ini sangat menguntungkan, karena menambah peluang untuk memperoleh tanaman tembakau yang lebih produktif dan berumur genjah.Nilai daya waris (heritabilitas) untuk sifat-sifat agronomis yang diamati memberikan nilai yang tinggi dan cukup tinggi (0.60), kecuali karakter sudut daun dan lebar daun telinga yang memberikan nilai agak rendah dan rendah. Antara karakter panjang daun vs luas daun relatif, lebar daun vs luas daun relatif, tinggi tanaman vs jumlah daun, panjang ruas rata-rata vs sudut daun mempunyai koefisien kolerasi fenotip dan genotip yang positif dan sangat nyata. 
Genetic diversity of six rice cultivars revealed by enzyme electrophoresis Djoko T. Iskandar; Tjan Kiauw Nio; Asep Sosyandi
Zuriat Vol 3, No 1 (1992)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v3i1.6621

Abstract

Genetic diversity and similarity of six rice cultivars were analyzed by potato starch gel electrophoresis. Three local cultivars, 'Hawara Batu', 'Pandan Wangi', and 'Singkarak' were already homozygous for all 23 examined loci. Two cultivars have a rare allele, specific for each cultivar. White glutinous is the most polymorphic cultivar in having three segregating loci. Acp-193can be considered as a prove that crossing wich involved 'Sentani', and white glutinous rice has been performed in the past. This report also indicates that both upland cultivars are properly placed in the variety indica, and the three lowland rice are the variety japonica. The white glutinous rice is properly placed in the variety japonica based on four diagnostic loci.
Pembentukan Pisang Ambon Toleran Terhadap Penyakit Layu Fusarium Melalui Variasi Somaklonal M. Kosmiatin; I. Mariska; I. Roostika; E. Gati
Zuriat Vol 17, No 1 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i1.6760

Abstract

Pisang Ambon (Musa paradisiaca) adalah salah satu jenis pisang yang populer dan berkembang di Indonesia. Perkembangan pertanaman ini juga diikuti dengan perkembangan penyakit yang menyerang dan berakibat fatal. Salah satu penyakti yang sangat pesat perkembangannya adalah penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum Schlect f. sp. Cubense. Pisang ambon merupakan jenis pisang yang sangat rentan terhadap penyakit tersebut. Hingga saat ini usaha pemuliaan pisang sulit dilakukan karena keragaman genetiknya rendah. Peningkatan keragaman dapat diperoleh dari sel-sel somatik yang pada dasarnya merupakan individu yang berkemampuan untuk beregenerasi membentuk tanaman lengkap. Induksi mutasi untuk meningkatkan keragaman somaklonal dan diikuti dengan seleksi efektif dilakukan secara in vitro karena perubahannya dapat ditujukan pada tingkat sel dan hanya pada sifat-sifat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman pisang ambon kuning yang tahan penyakit layu fusarium. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap: 1. Induksi kalus, peningkatan keragaman dan seleksi in vitro, 2. Aklimatisasi dan pengujian bibit dengan isolat F. oxysporum di kamar dan di lokasi endemik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplan pisang ambon kuning berespon baik untuk pengkalusan. Kalus-kalus yang diradiasi sinar gamma dan diseleksi pada media dengan toksin asam fusarat daya regenerasinya menurun. Untuk meningkatkan kemampuan regenerasinya digunakan media dengan peningkatan konsentrasi thidiazuron. Bibit yang berasal dari kalus yang bertahan hidup setelah diradiasi dan diseleksi dengan toksin ketahanannya berkorelasi positif ketika diuji dengan isolat F. oxysporum Schlect f. sp. Cubense. Korelasi positif juga terlihat ketika tanaman diuji di lokasi endemik.
Quantitative Trait Loci Mapping Of Philippine Downy Mildew Resistance Gene In Maize (Zea Mays L.) D. Ruswandi; D. M. Hautea; A. L. Carpena; R. M. Lantican; A. M. Salazar; A. D. Raymundo
Zuriat Vol 13, No 1 (2002)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v13i1.6724

Abstract

An experiment to locate QTL conferring resistance against Peronosclerospora philippinensis causing Philippine downy mildew was observed in a BC1F2 population developed from a cross between the susceptible inbred line Pi 23 and the resistant inbred line P 345. Phenotypic data were collected in Los Baños, UPLB for disease incidence. A total of four regions were associated with disease incidence. Some of QTL associated with disease incidence have been reported previously, and the remaining QTL are described here for the first time. The results on QTL analysis using molecular markers also agree with the previous study using classical generation mean analysis of the cross combination Pi 23 x P 345.
Induksi Mutasi Pada Populasi Kalus Embriogenik Jeruk Siam Pontianak Dengan Sinar Gamma Ali Husni; Mia Kosmiatin
Zuriat Vol 23, No 2 (2012)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v23i2.6869

Abstract

Jeruk siam Pontianak (Citrus nobilis var. Microcarpa) merupakan salah satu jeruk unggulan di Indonesia. Rasa jeruk Pontianak ini cukup manis tetapi belum sesuai dengan kategori yang diinginkan pasar dunia untuk dikonsumsi dalam keadaan segar karena mempunyai biji yang relatif banyak (15-20 biji per buah) dan mempunyai warna kulit yang belum begitu menarik sehingga kalah bersaing dengan jeruk produk impor. Trend kebutuhan pasar dunia akan buah jeruk keprok/siam segar saat ini perlu memenuhi kategori buah yang tidak berbiji (seedless), mudah dikupas (easy peeling), dan mempunyai tipe mandarin dengan warna yang menarik (pigmented). Jeruk mempunyai sifat heterozigositas yang tinggi, poligenik dengan masa juvenile yang panjang. Untuk melakukan perbaikan mutu buah melalui pemuliaan konvensional membutuhkan waktu yang lama dan memerlukan biaya yang besar. Pemuliaan mutasi merupakan salah satu alternatif penyelesaian masalah. Induksi mutasi pada populasi sel embriogenik jeruk siam Pontianak dilakukan dengan sinar Gamma pada dosis 0, 10, 20, 30, dan 40 Gy. Regenerasi populasi kalus embriogenik yang telah diradiasi dilakukan melalui embriogenesis somatik. Untuk mendewasakan embrio somatik dilakukan pada media MW dengan penambahan ABA (1,0; 1,5; 2,0; dan 2,5 mg/l) dan MW medium + EM 500 mg/l + ABA (0,0; 1,0; 1,5; 2,0; dan 2.5 mg/l) untuk perkecambahan samapai terbentuk plantlet dengan menambahkan GA3 0,5 mg/l. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iradiasi sinar gamma dapat mempengaruhi  pertumbuhan, kecepatan regenerasi kalus menjadi plantlet, dan morfologi. Dari hasil  penelitian dapat disimpulkan bahwa iradiasi sinar gamma dapat memperlihatkan keragaman berdasarkan pertumbuhan, morfologi, dan kecepatan regenerasi kalus menjadi plantlet.
Map Construction Of Simple Sequence Repeat Developed For Introgression Philippine Downy Mildew Resistance Gene In Maize D. Ruswandi; D. M. Hautea; A. M. Salazar; R. M. Lantican; A. L. Carpena; A. D. Raymundo
Zuriat Vol 12, No 2 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i2.6692

Abstract

Simple sequence repeats (SSRs) is an important DNA markers for mapping plant genomes particularly in mapping quantitative trait loci (QTL). To identify and map SSR markers for introgression resistance gene against Peronosclerospora philippinensis in maize, the parental materials (P 345 and Pi 23) together with 142 genotypes of BC1F1 of Pi 23 ×P 345 population were used. A total of 50 SSR markers were genotyped. However, only thirty-three markers were integrated into a molecular map together with RFLP and RGA markers. A molecular map of SSR was successfully constructed together with RFLP and RGA into 10 chromosomes. It covered a total map length of 1822 cM with an average distance of 18.22 cM between markers.

Page 10 of 30 | Total Record : 298