cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Pewarisan Karakter Ketahanan Terhadap Nematoda Puru Akar (Meloidogyne incognita) Pada Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) Untung Setyo Budi; Nur Basuki; , Sudjindro
Zuriat Vol 17, No 1 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i1.6755

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pewarisan karakter ketahanan tanaman F1 hasil persilangan interspesifik antara kenaf (Hibiscus cannabinus L. 2n=2x=36) dengan kerabat liarnya H. radiulus L. atau radiatus (2n=4x=72) yang tahan terhadap serangan Nematoda Puru Akar (NPA). Percobaan telah dilaksanakan di Kebun Benih Roscla PTPN XI, Kendalrejo, Kabupaten Blitar pada bulan Februari s/d Agustus 2003, pada jenis tanah berpasir berstruktur ringan dengan kesuburan sedang dan banyak mengandung larva NPA nya dari spesies M. infognita. Pengamatan dan perhitungan larva NPA dilakukan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas) Malang. Genotipe F1 dari 5 set persilangan interspesifik antara kenaf dan H. radiatus ditambah masing-masing tetua ditanam dengan metoda baris dengan jarak tanam 20 cm × 20 cm. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah puru akar per tanaman, kerusakan akar tanaman, populasi larva NPA dalam tanah sebagai faktor R (R = reproduksi larva), populasi larva NPA dalam akar tanaman. Untuk mengetahui dan menduga pewarisan karakter dan peran gen ketahanan dilakukan dengan heritabilitas dan nisbah potensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarisan karakter ketahanan terhadap NPA pada F1 dari persilangan KR 6 × Kal II dan KR 11 × Kal II dikendalikan secara genetik dengan peran gen aditif, sedangkan F1 dari persilangan KR 12 × Kal 11 dikendalikan oleh gen nonaditif, serta F1 dari persilangan Hc G-1 × Kal II dan Hc G-51 Kal II dikendalikan secara genetik dengan peran gen resesif.
Components of Quantitative Resistance to Philippine Downy Mildew In Maize D. Ruswandi; A. D. Raymundo; R. M. Lantican; D. M. Hautea; A. M. Salazar; A. L. Carpena
Zuriat Vol 13, No 1 (2002)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v13i1.6719

Abstract

Resistance to Philippine downy mildew (Peronosclerospora philippinensis) was observed in a BC1F2 population developed from a cross between the susceptible inbred line Pi 23 and the resistant inbred line P 345. Five components of resistance namely, disease incidence, disease severity, onset of systemic symptoms, the-area- underdisease-progress- curve (AUDPC), and rate of downy mildew development affected host resistance reactions. All components were significantly correlated. The adult plant resistant reaction was evident in resistant progenies showing prolonged onset of systemic symptoms. Transgressive segregation that exceeded the high and low parent values was also observed for all components of quantitative resistance to Philippine downy mildew.
Keragaman Genetik Tiga Varietas Kelapa Genjah Kopyor asal Pati Jawa Tengah Ismail Maskromo; Hengky Novarianto; , Sudarsono
Zuriat Vol 23, No 1 (2012)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v23i1.6864

Abstract

Kelapa Genjah Kopyor asal Pati merupakan salah satu potensi kekayaaan hayati asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun demikian, informasi keragaman genetiknya masih sangat terbatas. Data keragaman genetik diperlukan untuk program perakitan kelapa kopyor unggul. Penelitian ini bertujuan mempelajari keragaman tiga varietas kelapa Genjah Kopyor asal Pati, Jawa Tengah berdasarkan karakter morfologi, kualitas endosperm dan marker SSR. Penelitian lapang dilakukan di Pati sedangkan penelitian laboratorium dilakukan  di Lab. PMB-IPB, Bogor. Populasi kelapa Kopyor (Genjah Hijau, Coklat dan Kuning Kopyor) yang ada di Kecamatan Tayu, Margoyoso dan Dukuh Seti dievaluasi dalam penelitian. Untuk setiap varietas, pengamatan morfologis dilakukan terhadap 30 pohon contoh. Data morfologi didapat dihitung nilai tengah dan digunakan untuk menyusun dendogram keragaman fenotipik. Pengamatan kualitas endosperm dilakukan pada satu contoh buah kopyor per pohon contoh. Karakteristik endosperm diidentifikasi dan dikelompokkan sesuai kategori yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk setiap varietas, analisis marker SSR dilakukan pada 10 pohon contoh dengan menggunakan lima pasang primer SSR kelapa. Data yang didapat digunakan untuk menentukan keragaman genetik populasi. Hasil pengamatan diperoleh bahwa keragaman antar tanaman dalam varietas (intra- variety) Genjah Kopyor Pati secara morfologis rendah (< 20 %). Keragaman antar varietas (inter-variety) Genjah Kopyor Pati secara morfologis tinggi (mencapai     95 %). Kulitas endosperm buah kopyor kelapa Genjah Kopyor Pati bervariasi (skor 1 – 6). Kemiripan genetik intra-variety berdasarkan marker SSR 78–100% dan inter-variety sebesar 68%.
Hubungan alilisme gen tahan wereng coklat pada mutan padi Mugiono Mugiono
Zuriat Vol 3, No 1 (1992)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v3i1.6687

Abstract

Analisis genetik untuk mempelajari hubungan alilisme gen tahan wereng coklat pada mutan padi telah dilakukan. Enam galur mutan padi yakni A-227-5, Atomita-1, MG-8, MG-18, Obs-18, dan Obs-208 digunakan sebagai bahan penelitian. Hasil menunjukkan bahwa gen tahan wereng coklat pada mutan A-227-5 dan Atomita-1 alilik dengan gen tahan wereng coklat pada kultivar Mudgo. Gen tahan wereng coklat pada mutan Obs-18 dan Obs-208 alilik dengan gen tahan wereng coklat pada kultivar Cisadane, sedangkan gen tahan pada mutan MG-8 dan MG-18 tidak alilik dengan gen tahan wereng coklat pada genotip ASD-7.
Estimates of Parental Best Linear Unbiased Predicted (BLUP) Additive Genetic Values for Oil Yield in an Indonesian Oil Palm Breeding Programme A. R. Purba; A. Flori; L. Baudouin; P. Amblard; S. Hamon
Zuriat Vol 15, No 1 (2004)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v15i1.6819

Abstract

The additive genetic value for oil yield of 135 parents from several African populations tested in the first cycle of Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI) breeding programme were estimated by best linear unbiased prediction (BLUP) using an unbalanced data set. These values were used to evaluate the possibility of reduction in generation selection time in an oil palm breeding programme. The ranks of parental additive genetic values obtained with early yield period and whole cycle was found to be consistent. These make that highly potential parents could be selected and recombined at a more precocious time in order to reduce the period between cycle. Since oil yield trait is mainly controlled under additive gene effect, the recombination should be done carefully for retaining as highly as possible this character in a parent to be improved.
Variasi Genetik dan Heritabilitas Komponen Hasil dan Hasil Galur Harapan Kedelai Meddy Rachmadi; Nani Hermiati; Achmad Baihaki; Ridwan Setiamiharja
Zuriat Vol 1, No 1 (1990)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v1i1.6602

Abstract

Penelitian ini merupakan pengujian terhadap genotipe-genotipe galur harapan kedelai pada lingkungan tumbuh Cigadung-Kuningan dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai variasi genetik dan heritabilitas beberapa sifat komponen hasil dan hasil galur-galur harapan kedelai. Penelitian dilakukan pada musim tanam 1986 dari bulan Juli hingga Oktober, di Kebun Percobaan Cigadung-Kuningan Balai Penelitian Tanaman Pangan, dalam Rancangan Acak Kelompok yang diulang empat kali. Tujuh sifat komponen hasil dan satu sifat hasil dievaluasi. Perhitungan dilanjutkan untuk menilai besarnya variasi genetik, variasi fenotipik dan heritabilitas dalam arti luas. Variasi genetik yang diamati memperlihatkan kisaran yang cukup luas, yaitu untuk jumlah polong per buku subur, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji per tanaman dan hasil biji per plot.  Nilai duga heritabilitas (dalam arti luas) untuk semua sifat yang diamati, pada umumnya bernilai tinggi, kecuali untuk sifat hasil biji per plot.
Pewarisan Karakter Ketahanan Terhadap Antraknos (Colletotrichum gloeosporoides) Pada Hasil Persilangan Tanaman Cabai Ungu x Cabai Merah Genotip RS07 Dewi Yustisiani; Winny Dewi W.; Meddy Rachmadi; Dedi Ruswandi; Neni Rostini; R. Setiamihardja
Zuriat Vol 17, No 2 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i2.6746

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pewarisan ketahanan terhadap penyakit antraknos pada cabai merah. Percobaan lapangan dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Tanjungsari, Sumedang dan percobaan laboratorium dilakukan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor sejak bulan Januari sampai bulan April 2004. Bahan penelitian di lapangan terdiri atas populasi P1 (cabai ungu), P2 (cabai merah RS07), F1 (cabai ungu × cabai merah RS07), BC11, BC12, dan F2. Hasil percobaan lapangan, menunjukkan bahwa pewarisan karakter ketahanan cabai hasil persilangan cabai ungu × cabai merah RS07 terhadap antraknos dikendalikan oleh gen sederhana dengan rasio 13:3 (epistasis, dominan, dan resesif). Nilai duga heritabilitas dalam arti sempit tergolong sedang dan dalam arti luas tergolong tinggi, dengan nilai harapan kemajuan genetik yang tergolong cukup tinggi. Hasil percobaan laboratorium, menunjukkan bahwa pewarisan karakter ketahanan tanaman cabai hasil persilangan cabai ungu × cabai merah RS07 terhadap antraknos dikendalikan oleh gen sederhana dengan rasio 13:3 (epistasis, dominan, dan resesif). Nilai duga heritabilitas dalam arti sempit maupun arti luas, dengan nilai harapan kemajuan genetik yang tergolong tinggi.
Analisis Karakter Penting dan Skrining Marka-marka SSR yang Berasosiasi dengan Gen Ketahanan terhadap Wereng Coklat pada Lima Kultivar Padi Gigih Ibnu Prayoga; Danar Dono; Neni Rostini; Nono Carsono
Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.967 KB) | DOI: 10.24198/zuriat.v29i2.20716

Abstract

 AbstrakHama wereng cokelat telah lama menjadi masalah utama dalam budidaya padi di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Merakit tanaman yang memiliki ketahanan terhadap hama ini, dipandang sebagai pendekatan yang lebih efektif dan ramah terhadap lingkungan dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perbedaan pada karakter penting padi antara kaultivar padi tahan dengan kultivar rentan wereng cokelat, selain itu juga untuk mendapatkan marka-marka SSR yang bisa digunakan untuk Marker Assisted Selection (MAS) dan hubungannya dengan karakter penting. Penelitian ini meliputi upaya pengamatan karakter penting dan skrining delapan marka SSR yang diduga berkaitan dengan gen bph (ketahanan terhadap wereng coklat) pada lima kultivar padi tetua yaitu PTB-33 (genotipe tahan), IR-64, Pandan Wangi, Ciherang, dan Sintanur (kultivar lokal). Pengujian karakter penting pada kultivar PTB-33 memiliki laju fotosintesis yang lebih tinggi (toleran), trikoma yang lebih panjang (antixenosis), dan kandungan protein yang lebih rendah (antibiosis) dibandingkan kultivar lainnya yang diuji. Hasil visualisasi pada delapan marka yang memperlihatkan bahwa RM8213 menunjukkan adanya polimorphisme pita DNA pada genotipe tahan PTB-33 dengan kultivar lainnya. Selain itu, marka RM586 dan RM589 juga menunjukkan adanya polimorphisme pada kultivar PTB-33 dengan kultivar lainnya kecuali dengan kultivar IR-64. Hasil analisis Z-Mantel antara marka SSR dengan karakter karakter penting tetua menunjukkan bahwa gen Qbph4 dan Bph17(t) mempunyai korelasi yang sangat tinggi dengan karakter laju fotosintesis dan panjang trikoma, sedangkan gen gen Bph3 dan bph4 berkorelasi tinggi dengan kandungan protein. Kata kunci : gen bph, karakter penting, marka, visualisasi, wereng cokelat. AbstractBrown planthopper (Nilaparvata lugens Stal) is well-known as the major pest in rice cultivation in Indonesia and other countries in Asia. Developing resistant rice lines  is the ideal option for economic and effective management. The experiments were aimed to obtain the important traits between Brown planthopper (BPH) resistant and susceptible genotypes, to obtain SSR markers that can be used in Marker Assisted Selection (MAS) and association of SSR markers with important traits. In this study, characterization of important traits and screening of eight SSR markers were performed for five genotypes i.e. PTB-33 (resistant genotype), IR-64 (tolerant), Pandan Wangi (susceptible), Ciherang (susceptible), and Sintanur (susceptible). PTB-33 showed higher photosynthetic rate (tolerant ability), longer trichomes size (antixenosis ability), and lower protein content (antibiosis ability) compared with other cultivars. RM8213 exhibited visible polymorphic bands between PTB-33 and other cultivars, meanwhile RM586 and RM589 showed polymorphic bands between PTB-33 and other cultivars, except with cv. IR-64. Z-mantel test for correlation between physiological traits and SSR markers showed that Qbph4 and Bph17(t) genes highly correlated with photosynthetic rates and trichomes length, whereas Bph3 and bph4 genes showed a high level of correlation with protein content. Keywords : brown planthopper, important traits, marker, bph gene, visualization
Karakter Agronomi Populasi F1 dan F2 Padi Persilangan CMS IR58025 A dengan Tiga Galur Pemulih Kesuburan dan Resiprokalnya Aris Hairmansis; Murdani Diredja; , Suwarno
Zuriat Vol 18, No 2 (2007)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v18i2.6710

Abstract

Penelitian untuk mempelajari pengaruh depresi inbreeding dan mandul jantan sitoplasma terhadap penampilan beberapa karakter agronomi padi pada populasi F1 dan F2 dilakukan dengan menggunakan populasi persilangan galur mandul jantan (cytoplasmic genetic male sterile= CMS) tipe wild abortive (WA) IR58025A dengan tiga galur pemulih kesuburan, IR53942, C20 dan Kencana Bali, masing-masing mewakili tipe padi Indica, Japonica dan Javanica; dan persilangan resiprokalnya. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya heterosis yang nyata untuk semua karakter yang diamati pada hampir semua populasi F1 yang diuji. Sebagian besar populasi F2 menunjukkan depresi inbreeding yang nyata untuk semua karakter agronomi yang diamati, dan nilai depresi inbreeding terbesar terlihat pada karakter hasil gabah kering per tanaman yang besarnya antara 18.16% sampai dengan 53.98%. Nilai tengah karakter umur berbunga, tinggi tanaman, jumlah anakan dan hasil gabah kering per tanaman antara F1 hasil persilangan dengan menggunakan CMS sebagai tetua betina dan resiprokalnya berbeda untuk tiap kombinasi hibrida. Hal yang sama juga terjadi pada populasi F2 turunannya. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penurunan nilai tengah hasil gabah kering dari F1 ke F2 nyata pada semua hibrida yang diuji dan besarnya bervariasi antar kombinasi hibrida. Berdasarkan keragaan individu-individu di F2, fiksasi penampilan agronomi di F1 dimungkinkan karena sejumlah individu di F2 mampu menunjukkan penampilan yang superior dibanding F1, namun penggunaan kembali benih turunan dari hibrida F1 tidak dapat direkomendasikan karena nilai tengah dari populasi F2 secara nyata lebih rendah dibandingkan F1-nya.
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI PLASMA NUTFAH KACANG-KACANGAN MINOR DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT Helen Hetharie; S. H.T. Raharjo; M. L. Hehanussa; J. D. Siwalette; E. Jambormias
Zuriat Vol 22, No 2 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i2.6855

Abstract

Germplasms of food crops with a high diversity can be found in Maluku Tenggara Barat (MTB) District, include plant legumes. The objectives of this research were: (1) to find minor legume species with a high diversity based on their morphology, (2) to determine diversity centers of the minor legumes in Maluku Tenggara Barat District.  This research used a survey method, with determination of sample subdistricts, villages and farmers by a purposive sampling.  Four subdistricts, i.e. Wertamrian, Kromomolin, Selaru and Tanimbar Utara, with 8 sample villages, were selected. Morphological characterizations were based on the descriptor guides.  The data were analyzed qualitatively, in the forms of figures. The research results showed that there were six minor legume species cultivated in MTB, those were kacang tunggak [Vigna unguiculata (L.) Walp], kacang koro karatok (Phaseolus lanatus L.), kacang gude [Cajanus cajan (L.) Millsp], kacang komak (Lablab purpureus L. Sweet), kacang uci (Vigna umbellata) and kacang kecipir (Psophocarpus tetragonolobus), with a diversity center in Selaru Subdistrict. The highest within-species diversity based on seed color and shape was found in Vigna unguiculata with 14 accessions, with a center in Tanimbar Utara Subdistrict. Within-species diversities in Phaseolus lanatus with eight accessions, followed by Cajanus cajan with six accessions, were found with a diversity center in Selaru Subdistrict.

Page 8 of 30 | Total Record : 298