cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Seleksi Hibrida Jagung DR Unpad Berdasarkan Stabilitas dan Adaptabilitas Hasil Di Delapan Lokasi Di Indonesia D. Ruswandi; Anggia E. P.; Tri Hastini; A. Suhada; N. Istifadah; A. Ismail; E. Suryadi; S. Ruswandi; N. Rostini
Zuriat Vol 19, No 1 (2008)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v19i1.6707

Abstract

Studi stabilitas hasil merupakan tahapan penting dalam menyeleksi hibrida superior yang beradaptasi luas ataupun yang beradaptasi sempit (spesifik lokasi). Tujuh genotip hibrida jagung diuji multilokasi di delapan lokasi yang bervariasi dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan tujuan menduga interaksi genotip x lingkungan, stabilitas dan adaptabilitas hasil (ton/ha) dalam rangka pengembangan varietas unggul di Indonesia. Di setiap lokasi, sebuah percobaan dengan tujuh hibrida DR dan empat hibrida cek dilaksanakan dalam rancangan acak kelompok, diulang tiga kali. Data dianalisis dengan analisis varians, analisis varians gabungan, least significance increase (LSI), dan analisis model additive main effect and multiplicative interaction (AMMI). Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi genotip x lingkungan untuk karakter hasil tanaman jagung merupakan fenomena yang nyata. Hibrida yang memperlihatkan hasil yang tinggi dan stabil adalah Var B, G, dan F. Hibrida unggul spesifik wilayah antara lain: Var E dengan lokasi Klaten dan Var H pada lokasi Jatinangor. Var C beradaptasi spesifik pada lokasi Boyolali.
KERAGAMAN GENETIK 27 AKSESI GANYONG (Canna edulis Kerr.) ASAL JAWA BARAT DI JATINANGOR Fadhillah Laila; Farida Damayanti; Yudithia Maxiselly; Agung Karuniawan
Zuriat Vol 22, No 2 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i2.6852

Abstract

Ganyong (C.edulis Kerr)  adalah  tanaman herba yang berasal dari Amerika  Selatan. Di Indonesia ganyong sudah dibudidayakan teratur di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Jambi, dan Lampung. Laboratorium Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran memiliki 27 aksesi ganyong yang merupakan hasil eksplorasi di daerah Jawa Barat dimana keragaman genetiknya belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi keragaman genetik 27 aksesi ganyong asal Jawa Barat di Jatinangor untuk mempermudah proses seleksi. Analisis hubungan kekerabatan mengunakan Analisis Komponen Utama (Principle Component Analysis/ PCA) dan NTSYS ver 2.10s. Percobaan dilakukan sejak bulan Maret 2010 sampai dengan Februari 2011 di Kebun Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 27 aksesi ganyong sebagai perlakuan dan diulang dua kali. Berdasarkan hasil analisis NTSYS dapat dilihat dari jarak Euclidian 1.09-5.86 menunjukkan bahwa variabilitas genotip dari 27 aksesi ganyong luas. Dari analisis PCA didapat hasil 15 karakter dari 24 karakter yang diamati mempengaruhi pola variasi dalam keragaman genetik. Dilihat dari gambar biplot terdapat satu aksesi yaitu aksesi 133 yang memilki kekerabatan yang jauh dibandingkan dengan keseluruhan aksesi. 
Karakterisasi Kelapa Semi dalam Solo Asal Buol Sulawesi Tengah Ismail Maskromo
Zuriat Vol 11, No 2 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i2.6675

Abstract

Pengumpulan jenis kelapa eksotik dilakukan untuk memperkaya keanekaragaman jenis kelapa sebagai materi genetik dalam perakitan kelapa unggul. Sebelum dikoleksi suatu jenis kelapa perlu diketahui karakteristik morfologinya sebagai informasi dasar untuk pemanfaatan selanjutnya dalam program pemuliaan. Karakterisasi kelapa Solo dilakukan pada bulan Juni tahun 2000 di desa Mokupo Kec. Biau Kab. Buol Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari karakteristik morfologi kelapa Solo. Tetua kelapa Solo ini berasal dari kepulauan Sulu Philipina, sedangkan populasi F1 berumur kurang lebih 60 tahun dengan jumlah pohon yang terbatas. Pengamatan dilakukan pada populasi F2 yang ditanam pada tahun 1956. Pohon diamati secara acak sebanyak 30 tanaman dari populasi seluas kira-kira 3 ha. Metode pengamatan menggunakan Manual Stantech Cogent / IPGRI. Sebanyak 200 butir benih dikumpulkan, dikemas dan dikirim ke Manado untuk didederkan dan ditanam sebagai koleksi di Kebun Koleksi Plasma Nutfah Kelapa Mapanget Sulawesi Utara. Pengamatan dilakukan terhadap morfologi batang, daun, bunga dan buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar karakter morfologi batang, daun dan bunga memiliki tingkat variasi yang relative rendah, yaitu dibawah 20%, kecuali karakter tinggi batang, jumlah bunga betina dan panjang tangkai tandan. Karakter komponen buah memiliki tingkat variasi di atas 20%, kecuali tebal daging dan berat kopra/butir. Jumlah bunga betina pertandan cukup banyak dan memiliki buah butiran yang lebih berat dibanding kelapa Genjah pada umumnya, dan kelapa Dalam Afrika Barat (WAT). Nilai rata-rata karakter vegetatif dan generatif kelapa Solo umumnya berada diantara kelapa Genjah dan kelapa Dalam, sehingga dapat diklasifikasikan sebagai kelapa Semi Dalam. Berdasarkan sifat-sifat unggul yang dimiliki seperti cepat berbuah, ukuran buah cukup besar, butiran buah yang berat, populasi yang seragam, ukuran pohon sedang dan pertambahan tinggi pohon yang lebih lambat dibanding kelapa Dalam pada umur yang sama, kelapa Semi Dalam Solo berpotensi sebagai salah satu alternatif tetua dalam perakitan kelapa unggul dan materi pengembangan kelapa rakyat.
Pemindahan Mandul Jantan dari Bawang Bombay Ke Bawang Merah dan Pewarisan Mandul Jantan Nani Herwati; Achmad Baihaki; Ridwan Setiamihardja; Anggoro Hadi Permadi
Zuriat Vol 14, No 1 (2003)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v14i1.6807

Abstract

Penggunaan mandul jantan merupakan persyaratan yang utama untuk memproduksi benih hibrida bawang merah yang efisien dan komersial. Di Indonesia belum ada bawang merah mandul jantan. Percobaan dilakukan dari bulan Januari 1992 sampai dengan Agustus 1993. Penelitian ini ditujukan untuk memindahkan karakter mandul jantan dari bawang bombay ke bawang merah dan mengetahui pola pewarisan karakter mandul jantan. Bahan percobaan yang digunakan, yaitu tiga genotip umbi bawang Bombay sebagai tetua mandul jantan (PA), yaitu 8901, 8907 dan 8908; tiga genotip umbi bawang merah sebagai tetua normal (PB), yaitu Cipanas 86, Cipanas 88 dan Maja; sembilan genotip umbi F1 (hasil persilangan PA 1,2,3 X P B 1,2,3) dan tiga umbi genotip S1 (hasil persilangan sendiri tetua normal) Persilangan dilakukan di Lembang, sedang persemaian benih dan penanaman bibit F1 dan S1 dilakukan di Maja, Majalengka. Dari organ bunga tanaman F1 dapat diketahui bahwa karakter mandul jantan dari ke tiga genotip bawang Bombay dapat dipindahkan ke tiga kultivar ba wang merah. Organ anter bunga tanaman F1 penampilannya sama dengan tetua mandul jantan bawang bombay, yaitu anter tidak bernas, agak kisut dan tidak pecah, hasil pengamatan mikroskopis, tepungsarinya jernih (tidak bertanda) dan tidak berkecambah pada media agar. Tetapi bentuk tepungsari tetua mandul jantan dan F1-nya sama dengan tetua normal dan S1. Karakter mandul jantan diwariskan oleh gen sitoplasmik.
Hubungan Kekerabatan Plasma Nutfah Talas Lokal Jawa Barat dengan Analisis Klastering berdasarkan Karakter Morfologi Y. Maxiselly; N. Carsono; A. Karuniawan
Zuriat Vol 20, No 2 (2009)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v20i2.6640

Abstract

Hubungan kekerabatan 50 aksesi talas local koleksi laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung (UNPAD) yang berasal dari berbagai daerah Sumedang, Bogor, Lembang, Indramayu dan sekitar Pantai Utara di Jawa Barat diidentifikasi dengan menggunakan 14 karakter morfologi pada fase vegetative. Percobaan lapang menggunakan rancanngan tanpa tata ruang, dimana lima individu tanaman dari setiap aksesi digunakan sebagai ulangan. Percobaan dilakukan di kebun percobaan UNPAD unit Ciparanje, kecematan Jatinangor, Sumedang, Propinsi Jawa Barat pada Mei 2009 sampai dengan oktober 2009. Hasil analisis kekerabatan dari dendogram menunjukan bahwa ke-50 akssi talas local asah Jawa barat terbagi dalam 2 kluster utama yang memiliki koefisien ketidakmiripan 0,00 – 1,36. Hal ini menunjukan adanya keeratan hubungan genetik dari aksesi – aksesi talas lokal Jawa Barat berdasarkan 14 karakter morfologi. Hubungan kekerabatan terssbut juga menunjukan bahwa tidak adanya spesifiksi wilayah terhadap penyebaran suatu jenis aksesi talas tertentu. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar rekomendasi tingkat keragaman genetik plasma nutfah talas local asal Jawa Barat untuk dikembangkan selanjutnya, serta konservasinya. Namun demikian data data penelitian ini masih perlu didukung dengan data karakter lainnya pada penelitian laanjutan, agar diperoleh akurasi data kekerabatan yang lebih tinggi.
PENAMPILAN KETAHANAN PENYAKIT LAYU BAKTERI PADA HIBRIDA SEKSUAL DAN SOMATIK Solanum khasianum CLARKE DAN Solanum capsicoides ALL. Titin Handayani
Zuriat Vol 16, No 2 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i2.6775

Abstract

Hibrida antara Solanum khasianum CLARKE dan S. capsicoides ALL. berhasil diperoleh dengan persilangan dan fusi protoplas. Tujuan penggabungan kedua jenis tersebut adalah untuk memperoleh hibrid fertil dan  tahan terhadap penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Pseudomonas solanacearum. Karakter ketahanan ini diperoleh dari S. capsicoides. Hibrida seksual diperoleh melalui penyelamatan embrio, tetapi hibridnya steril, sehingga dilakukan penggandaan kromosom, sedangkan hasil fusi protoplas adalah fertil. Pengujian lapang terhadap ketahanan penyakit layu bakteri dilakukan di daerah Bogor dan Tangerang dan hasil analisis data menunjukkan bahwa karakter ketahanan diturunkan secara kuantitatif. Faktor lingkungan berpengaruh sangat besar, sehingga heritabilitas sangat rendah.
Variasi Genetik Sifat-Sifat Tanaman Bawang Putih di Indonesia Murdaningsih Haeruman K.; Achmad Baihaki; Gunawan Satari; Tohar Danakusuma; Anggoro Hadi Permadi
Zuriat Vol 1, No 1 (1990)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v1i1.6598

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui variasi genetik tanaman bawang putih di Indonesia. Penelitian mengenai variasi genetik dilaksanakan terhadap 10 kultivar yang ditanam di Ciwidey dan Cipanas pada bulan April sampai dengan September 1984. Pada tempat dan musim tanam yang sama di tahun 1985 dilaksanakan pula terhadap 24 kultivar. Rancangan Acak Kelompok yang diulang tiga kali digunakan di setiap lokasi pertanaman. Faktor-faktor kultivar, lokasi dan musim tanam diasumsikan diambil secara acak. Pengamatan dilakukan terhadap 22 sifat pada tahun 1984, dan terhadap 24 sifat pada tahun 1985. Terhadap setiap data pengamatan dilakukan analisis gabungan. Ternyata pada umumnya sifat-sifat bawang putih di Indonesia memiliki variabilitas genetik sempit. Beberapa sifat memiliki variabilitas genetik luas, yaitu sifat-sifat LOR (Leaf Orientation Rate), jumlah siung per umbi, variasi berat siung, kualitas aroma dan sifat persentase bunting.
Induksi Akar dari Eksplan Daun Tiga Varietas Nilam (Pogostemon cablin Benth.) dalam Media MS yang Mengandung Paclobutrazol In Vitro Ela Rosita; Mira Ariyanti; Suseno Amien
Zuriat Vol 19, No 1 (2008)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v19i1.6698

Abstract

Nilam (Pogostemon sp.) merupakan salah satu tanaman perdu wangi penghasil minyak atsiri penting berupa minyak nilam (patchouli oil). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan induksi akar dari eksplan daun tiga varietas nilam pada media Murashige and Skoog (MS) yang diberikan paclobutrazol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah varietas nilam (V) yang terdiri dari tiga taraf yaitu Lhokseumawe (v1), Sidikalang (v2), dan Tapak Tuan (v3). Faktor kedua adalah konsentrasi paclobutrazol (P), terdiri dari 5 taraf yaitu 0 ppm (p1), 0,5 ppm (p2), 1 ppm (p3), 1,5 ppm (p4), 2 ppm (p5). Hasil percobaan menunjukkan tidak terdapat interaksi antara tiga varietas nilam (Lhoksemauwe, Sidikalang dan Tapaktuan) dengan beberapa konsentrasi paclobutrazol dalam media MS pada karakter waktu awal munculnya tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, waktu awal munculnya akar, jumlah akar, jumlah daun dan bobot basah planlet. Untuk beberapa karakter, perlakuan paclobutrazol memberikan pengaruh yang tidak berbeda terhadap induksi akar eksplan daun tiga varietas nilam. Konsentrasi paclobutrazol 2 ppm menunjukkan hubungan jaringan batang dan akar lebih jelas dibandingkan dengan konsentrasi lainnya yaitu 0 ppm, 0,5 ppm, 1 ppm dan 1,5 ppm pada ketiga varietas nilam. Untuk beberapa karakter yang diamati, varietas Lhokseumawe menunjukkan hasil tertinggi pada karakter tinggi tunas, dan jumlah akar terbanyak. Sedangkan varietas Tapak Tuan menunjukkan hasil jumlah tunas dan jumlah daun terbanyak serta bobot basah planlet terberat. Untuk karakter waktu munculnya akar dan tunas waktu tercepat ditunjukkan oleh varietas Sidikalang dan Tapak Tuan.
STABILITAS DAN ADAPTABILITAS HASIL JAGUNG HIBRIDA DR UNPAD DI TIGA LOKASI PADA DUA MUSIM TANAM DI JAWA TIMUR, INDONESIA R. Aprilianti; D. Ruswandi; Anggia E. P.; Tri Hastini; A. Suhada; N. Istifadah; A. Ismail; E. Suryadi; S. Ruswandi; N. Rostini
Zuriat Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i1.6843

Abstract

Study adaptability is an important step to select superior hybrids which have wide adaptability or specific adaptability. Fifhteen of DR Unpad hybrids have purpose to know about stability and adaptability for yield characters (yield ton/ha), ear weight of plot (kg), ear weight of sample (kg), and grain weight of sample (kg) of DR Unpad hybrids in East Java and to determine GxE interaction on two plant seasons for build up superior variety in Indonesia. Three location and each location two seasons, fifhteen hybrids and four tester cultivar were tested and randomized complete block design with three replications. Data were analysis of variance, complete analysis variance, and AMMI. The results indicated that there was GxE interaction  for yield character. Thus, for yield performance, hybrids Var R showed high stability and high yield. Var R, C, and Var G have a wide adaptability for yield. Var C and R had specific  adaptation in marginal location in Sidoarjo  on second season. And hybrids Var F and Var B specific for Ngronggot on second season which that location was a good environment.
Analisis Interaksi Genotip X Lingkungan Tanaman Perkebunan (Studi Kasus pada Tanaman Teh) Woerjono Mangoendidjojo
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i1.6666

Abstract

Interaksi genotip dengan lingkungannya (G× E) merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui oleh para pemulia tanaman, karena keragaan suatu genotip yang ditanam pada berbagai lingkungan dapat berbeda. Keberadaan interaksi (G × E) dapat menimbulkan kesulitan dalam program pemuliaan, meskipun demikian analisis (G × E) banyak digunakan untuk memperkirakan seberapa jauh daya adaptasi dan stabilitas yang dimiliki oleh suatu varietas. Lingkungan tumbuh tanaman, khususnya tanaman perkebunan untuk analisis (G × E) dapat bersifat spatial dan sequential. Analisis (G × E) yang dilakukan ini merupakan studi kasus pada tanaman teh yang ditanam di kebun Pagilaran menggunakan data hasil sepuluh klon yang diuji selama satu tahun dengan bulan sebagai lingkungan yang bersifat spatial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sembilan dari sepuluh klon yang dievaluasi, mempunyai stabilitas yang baik padaberbagai lingkungan. Tiga klon yang menduduki peringkat teratas berturutturut adalah GPPS-1/2678, MPS-7/2109/2, dan MPS-5/140/1. Klon TRI-2025 yang merupakan klon unggulan selama ini hanya menduduki peringkat ke tujuh.