cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Analisis Nisbah Genotipik Tanaman Padi Hasil Silang Balik Berdasarkan Pola Enzim Fosfoglukoisomerase (PGI) , Irwansyah
Zuriat Vol 4, No 1 (1993)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v4i1.6645

Abstract

Pola PGI daun dari 100 tanaman padi BC1 dan BC2 hasil silang balik antara Culture-40 x Aikoku dengan Culture-40 telah dideterminasi dengan teknik elektroforensis pada gel poliakrilamid. Gel diwarnai menurut metode Tanskley dan Orton dengan menambahkan G-6-PDH. Pada BC1 dan BC2 ditemukan masing-masing empat dan Sembilan bentuk pola PGI. Nisbah genotipik tanaman berdasarkan pola PGI dibandingkan dengan nisbah genotipik menurut metode segi empat Punnet sebagai nisbah genotipik yang diharapkan. Berdasarkan nisbah genotipik dan waktu yang diperlukan oleh tanaman menjadi bunting, maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama adalah kromosom 6-Aikoku diduga membawa gen gametofit sehingga nisbah genotipik tanaman pada pola PGI yang membawa gen tersebut rendah dari nisbah yang diharapkan. Kedua ialah aktivitas gen fotosensitif-Se yang dibawa oleh khromosom 6-Aikoku dihambat oleh produk gen-gen lain yang berlokasi amat dekat dengannya antara lain gen PGI 2, sehingga waktu yang diperlukan oleh tanaman yang membawa gen fotosensitif-Se tersebut lebih pendek dari waktu yang diperlukan oleh tanaman lain. 
HERITABILITY AND HETEROSIS OF GRAIN YIELD ON DOWNY MILDEW RESISTANCE (DMR) AND QUALITY PROTEIN MAIZE (QPM) INBREDS AND THEIR SINGLE CROSS HYBRIDS D. Ruswandi; N. Wicaksana; M. Rachmadi; A. Ismail; D. Arief; F. Kasim
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6780

Abstract

Improvement of high yield maize cultivars possessing high quality of seed as showed by high lysine and tryptophan content must be fulfilled with resistance against downy mildew pathogen in any maize breeding program. A set of experiment to study genetic variability and to estimate both heritability and heterosis of important characters of grain yield on DMR and QPM lines has been conducted. Four downy mildew resistance (DMR) lines, i.e. Nei 9008, P 345, Ki 3, and MR 10; three quality protein maize (QPM) lines, including CML 161, CML 163, and CML 172; and their single cross hybrids formed based on line × tester mating design were used in the experiment. The following characters: height of the first ear, seeds number per row, seed weight per ear, and grain yield per plot showed broad genetic variability. Narrow sense heritability (hns) of grain yield and its components ranged from 0.01 to 0.71. Broad sense heritability (hbs), on the other hand, ranged from 0.20 to 0.74. It was found that hybrid derived from crossing between parental inbred lines possessing broad genetic background would express high heterosis.
Adaptabilitas Galur Harapan Kedelai Toleran Kondisi Tanah Jenuh Air , Suhartina; Gatut Wahyu A. S.; , Purwantoro; A. Taufiq
Zuriat Vol 23, No 2 (2012)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v23i2.6880

Abstract

Curah hujan yang tinggi di awal musim hujan sering menimbulkan genangan (kondisi jenuh air) pada pertanaman kedelai. Kondisi ini merupakan kendala bagi upaya peningkatan kedelai di lahan sawah. Penelitian bertujuan untuk menguji adaptasi dan daya hasil galur-galur harapan kedelai toleran kondisi tanah jenuh air pada berbagai sentra produksi kedelai. Sebanyak 13 galur harapan kedelai dan dua varietas yaitu Grobogan (pembanding umur genjah) dan Kawi (pembanding toleran jenuh air) diuji di empat sentra produksi kedelai, yaitu Banyuwangi, KP Jambegede, Midang (NTB) dan Sandik (NTB), pada MKI 2011. Kedelai ditanam pada kondisi jenuh air mulai umur 14 hst (fase V2) sampai fase masak, melalui penggenangan pada saluran drainase dengan cara mengatur tinggi permukaan air di dalam saluran drainase diusahakan selalu tetap pada tingkat tertentu (3-5 cm di bawah permukaan bedengan). Rancangan penelitian menggunakan Acak Kelompok, empat ulangan. Untuk menguji tingkat stabilitas dan adaptabilitas galur berdasarkan analisis AMMI (Additive Main Effects and Multiplicative Interaction) yang digambarkan oleh grafik biplot AMMI melalui IPCA (interaction principal component axes), galur yang berada dekat dengan titik nol (0,0) dinilai stabil. Interaksi galur dengan lingkungan  nyata untuk hasil biji dan komponen hasil. Dari uji adaptasi di empat lokasi diperoleh dua galur yang secara konsisten mampu memberikan hasil terbaik pada kondisi jenuh air yaitu Galur Tgm/Anjs-T205-1-750 dan Sib/Grob-V64-5-137. Galur Tgm/Anjs-T205-1-750 memiliki potensi hasil 2,63 t/ha, berumur genjah (78 hari), dan berukuran biji sedang (12,3 g/100 biji). Galur Sib/Grob-V64-5-137 memiliki potensi hasil 2,71 t/ha, berumur genjah (79 hari), dan berukuran biji besar (14,5 g/100 biji). Berdasarkan metode AMMI, galur Tgm/Anjs-T205-1-750 dan Sib/Grob-V64-5-137 dinilai stabil dan berpeluang dikembangkan di berbagai sentra produksi kedelai, terutama pada kondisi tanah jenuh air.
Keanekaragaman Genetik Populasi Mucuna Berdasarkan Karakter Morfologi dan Komponen Hasil Agung Karuniawan; Budian Sahala; Ade Ismail
Zuriat Vol 19, No 1 (2008)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v19i1.6703

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menduga keanekaragam genetik populasi Mucuna berdasarkan karakter morfologi dan komponen hasil. Percobaan lapangan telah dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Desa Ciparanje, Jatinangor, Jawa Barat dari bulan Maret sampai Agustus 2007 (musim kemarau) dan bulan Nopember 2007 sampai dengan Juli 2008 (musim hujan). Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 17 genotip sebagai perlakuan dan diulang dua kali pada setiap musim. Data dianalisis dengan analisis varians, uji homogenitas, dan analisis gabungan, serta uji lanjutan perbandingan nilai rata-rata mengikuti prosedur uji gugus Scott-Knott dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hubungan kekerabatan dianalisis dengan menggunakan program NTSYSpc versi 2.10q. Hasil percobaan menunjukkan terdapat interaksi genotip x musim pada karakter jumlah daun 60 HST, sudut daun, panjang sepal, lebar sepal, jumlah stamen, bobot biji per tanaman, dan diameter polong. Sedangkan pengaruh genotip dan musim secara mandiri terlihat pada karakter panjang daun, lebar daun, panjang  petiolus, jumlah cluster per tanaman, lebar petal, jumlah biji per polong, dan bobot biji per polong. Genotip-genotip dengan penampilan baik secara umum berdasarkan karakter panjang daun, lebar daun, panjang petiolus, jumlah cluster per tanaman, jumlah biji per polong, dan bobot biji per polong pada kedua musim adalah MJB 1, MJB 2, MJTE 3, dan MS 2. Populasi Mucuna memiliki hubungan kekerabatan genetik yang dekat.
KARAKTERISTIK KOMPONEN PERTUMBUHAN DAN HASIL UMBI PLASMA NUTFAH UBIJALAR (Ipomoea batatas (L.) Lam) Tinuk Sri Wahyuni; St. A. Rahayuningsih
Zuriat Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i1.6848

Abstract

Penggunaan varietas unggul secara luas, rendahnya daya saing komoditas, pergeseran fungsi lahan, kerusakan habitat karena bencana alam atau ulah manusia, cekaman biotik dan abiotik adalah contoh kasus penyebab erosis gen. Untuk mengimbanginya perlu dilakukan penyelamatan plasma nutfah dengan melakukan koleksi kultivar lokal, varietas unggul lama, tipe liar, strain primitif, dan spesies terkait sehingga gen-gen yang terkandung didalamnya dapat dilestarikan. Jumlah aksesi plasma nutfah ubijalar yang sudah berhasil dikoleksi cukup banyak dan sangat beragam keragaan morfologis dari komponen pertumbuhan dan hasilnya. Untuk mempermudah pengguna dalam pemanfaatan plasma nutfah tersebut perlu dilakukan karakterisasi, sehingga diperoleh gambaran karakter morfologis sebagai ciri pembeda aksesi. Percobaan bersifat nursery trial tanpa ulangan, dilaksanakan di Kebun Percobaan Kendalpayak (Malang) dan Muneng (Probolinggo) pada tahun 2007-2009. Pada setiap musim tanam yang dikarakterisasi berjumlah 40-50 aksesi, keseluruhan 215 aksesi. Setiap aksesi ditanam pada sebuah guludan berukuran panjang 10 m, jarak tanam 50 cm. Jarak antar guludan 1 m. Budidaya tanaman dilaksanakan secara intensif. Variabel yang diamati meliputi sifat karakter morfologis batang, daun, bunga, hasil dan komponen hasil serta evaluasi masa simpan umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman pada seluruh variabel yang diamati, panjang sulur antara 34,3-700,0 cm, panjang ruas sulur 1,2-11,6 cm, lebar daun 6,6-17,0 cm, panjang petiol 4,6-32,2 cm, yang berbunga ada 154 aksesi sedangkan 61 aksesi lainnya tidak berbunga. Terdapat 8 aksesi yang belum menghasilkan umbi, sedangkan 207 aksesi lainnya menghasilkan umbi dengan warna daging beragam dari putih, kuning, orange dan ungu. Jumlah umbi antara  0,1-10,0 umbi/tanaman dengan bobot hasil antara 3,8-1277,8 g/tanaman, kerusakan umbi setelah penyimpanan dari 0% hingga 100%. 
Pendugaan Kemajuan Seleksi Gabungan Keturunan Saudara Tiri dan S1 pada Populasi Jagung Bisma Rudi Hari Murti; , Nasrullah; Woerjono Mangoendidjojo
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i1.6671

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendapatkan pembobot yang unique untuk seleksi gabungan dan mendapatkan nilai duga kemajuan genetik seleksi gabungan keturunan saudara tiri dan keturunan menyerbuk sendiri. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kalitirtro (KP4), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta mulai Juli sampai Oktober 1999. Sebanyak 81 pasang keturunan, masing-masing pasang terdiri satu keturunan menyerbuk sendiri dan empat keturunan saudara tiri dievaluasi dengan menggunakan petak baris tunggal (delapan tanaman per baris). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan komponen vektor penciri yang digunakan sebagai pembobot keturunan menyerbuk sendiri jauh lebih besar (0.93-0.99) daripada pembobot keturunan saudara tiri (0.07-0.34) untuk semua variabel yang diamati. Kemajuan seleksi harapan paling besar terjadi pada berat kering biji per tongkol (10.23% per siklus) dan paling kecil diameter tongkol (1.31%). Kemajuan seleksi gabungan yang lebih besar daripada seleksi individualnya hanya terjadi pada panjang tongkol yaitu 4.11% dan terjadi sebaliknya pada variabel yang lain.
Nilai heritabilitas lima komponen hasil kedelai dengan tiga metode pendugaan Agung Karuniawan; Ridwan Setiamihardja; Nani Hermiati; Achmad Baihaki
Zuriat Vol 2, No 2 (1991)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v2i2.6803

Abstract

Heritabilitas lima komponen hasil kedelai (Glycine max (L.) Merrill) telah dipelajari selama musim tanam bulan Agustus 1989 sampai dengan Maret 1990, di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, unit Arjasari, Bandung. Seratus sembilan genotip kedelai ditanam dalam rancangan acak kelompok dengan dua kali ulangan di dalam dua musim yang berbeda. Empat tetua dan dua single cross juga ditanam.Berdasarkan data gabungan dua musim tanam, nilai haritabilitas dalam arti luas menggunakan metode analisis komponen varians untuk karakter jumlah biji per polong, berat 100 biji, dan jumlah polong per tanaman adalah lebih dari 68%, yang menunjukkan bahwa seleksi untuk ketiga karakter tersebut dapat efektif.Terdapat perbedaan nilai heritabilitas antara metode Allard dibandingkan dengan metode Mahmud-Kramer untuk dua populasi single cross. Seleksi terhadap jumlah biji per tanaman dan berat 100 biji menjamin kemajuan seleksi untuk bobot biji per tanaman. Dua metode terakhir lebih mudah dan murah untuk dilaksanakan dibandingkan dengan metode komponen varians. Populasi yang digunakan mempengaruhi nilai duga haritabilitas. 
Evaluasi dan Seleksi Varietas Tanaman Kedelai Terhadap Naungan dan Intensitas Cahaya Rendah Nerty Soverda; , Evita; , Gusniwati
Zuriat Vol 20, No 2 (2009)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v20i2.6636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanaman kedelai yang toleran terhadap naungan dan mengetahui karakter fisiologi fotosintetik penciri toleransi tanaman terhadap naungan. Keutamaan penelitian ini adalah untuk mempelajari daya adaptasi kedelai yang tahan naungan dan mengembangkan kedelai sebagai tanaman sela pada areal di bawah tegakan. Penelitian yang dilakukan terdiri dari 2 tahap yaitu (1). Evaluasi dan seleksi varietas pada naungan buatan (naungan paranet) (2) Uji cepat pada ruang gelap (Pengelompokan tanaman toleran, moderat dan peka). Hasil evaluasi 15 varietas tanaman kedelai pada naungan buatan dan rumah gelap menunjukkan bahwa dua varietas menunjukkan konsistensi toleransi terhadap naungan, yaitu varietas Ringgit (V1), dan Petek (V13). Didapat juga tiga varietas yang moderat yaitu Kawi (V2), Cikurai (V8), dan Argopuro (5), sedangkan dua varietas peka terhadap naungan yaitu Seulawah (V4) dan Jayawijaya (V15).
PEMBENTUKAN PLANLET MANGGIS DARI KALUS NODULAR IN VITRO Warid Ali Qosim; R. Poerwanto; G. A. Wattimena; , Witjaksono
Zuriat Vol 16, No 2 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i2.6771

Abstract

Pembentukan planlet manggis in vitro dapat dilakukan melalui kalus nodular yang berasal dari eksplan daun. Tujuan penelitian untuk mengembangkan protokol pembentukan planlet dari kalus nodular yang akan digunakan dalam menunjang pemuliaan mutasi in vitro manggis. Induksi kalus nodular dilakukan pada medium MS (Murashige & Skoog, 1962) yang diberi suplemen kombinasi 2.22 μM BAP (benzilaminopurin) dan 2.27 μM TDZ (thidiazuron), 1.39 μM polyvinylpyrolidon (PVP) 30 g.L–1 gula pasir, dan 8 g.L–1 agar, dengan perlakuan konsentrasi BAP (0.0; 1.1; 2.2; 3.3; 4.4) μM. Hasil penelitian menunjukkan medium WPM dengan perlakuan BAP konsentrasi 2.2 μM memperlihatkan persentase modul kalus membentuk tunas paling tinggi (34.7%), dengan rata-rata 7.8 tunas per kalus nodular, rata-rata 1.1 pasang daun, waktu pembentukan tunas 13.50 minggu dan rata-rata 11.06 tunas yang panjangnya 1-5 mm, rata-rata 2.61 tunas yang panjangnya 6– 10 mm dan rata-rata 0.61 tunas yang panjangnya > 10 mm.
Usaha Memperpendek Daur Pemuliaan Pada Tanaman Tahunan Ridwan Setiamihardja; , Alnopri; Nani Hermiati
Zuriat Vol 1, No 1 (1990)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v1i1.6595

Abstract

Penelitian pada aktivasi enzim nitrat reduktase, hubungan antara aktivitas nitrat reduktase (ANR) dengan daya hasil, keragaman genetik ANR, dan nilai duga heritabilitas ANR telah dilakukan pada 24 klon kopi robusta (Coffea canephora var. robusta). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang erat antara ANR dengan daya hasil, keragaman genetik yang sedang, dan nilai duga heritabilitas yang tinggi. Dengan demikian ANR dapat dijadikan indikator pada seleksi tetua (parents) untuk daya hasil. Analisis ANR sebagai indikator dapat dilakukan melalui daun tanaman pada fase pertumbuhan awal (bibit). Daya waris yang tinggi memungkinkan seleksi keturunan lebih awal karena kemajuan gentiknya akan dicapai dalam waktu yang singkat.