cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Sports Coaching
ISSN : 26543435     EISSN : 26560437     DOI : 10.37311/jjsc
Core Subject : Education,
Jambura Journal of Sports Coaching (JJSC) is an international peer-refereed research journal published by sports coaching education program, The scope of articles published in this journal deals with a broad range of topics, including Sports Training Science, Sports Biomechanics, History and Philosophy in Sports, Measurement and Evaluation in Physical Education and Sports, Motor Control and Learning, Motor Development, Olympic and Paralympic Games, Sports Pedagogy, Physical Education (Elementary, Secondary, & Adaptive), Sports Psychology, Sports Physiology, Recreation and Leisure Studies, Sports Therapy and Rehabilitation, Sports Sociology and Cultural Anthropology, Sports Management, Sports Medicine. JJSC publishes original scientific works of researchers in all of the above fields in any of the following languages: English and Indonesian.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2025): Juli" : 11 Documents clear
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MAHASISWA BERJALAN KAKI DIKAJI DARI SISI KEBUGARAN JASMANI Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Widodo, Agung; Bin Seh Abubakar, Sayid Fariz
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.23296

Abstract

Rendahnya kebiasaan berjalan kaki pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh tingkat kebugaran jasmani, di mana mahasiswa dengan kebugaran jasmani yang rendah cenderung memiliki motivasi dan kapasitas fisik yang lebih rendah untuk melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang mempengaruhi rendahnya minat mahasiswa dalam berjalan kaki. Latar belakang dalam penelitian ini adalah banyaknya antrian mahasiswa ketika akan menaiki lift, banyaknya mahaiswa dalam menggunakan kendaraan dibandingkan berjalan kaki. Populasi dalam penelitian ini adalah mahaiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Muhammadiyah Semarang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel mahasiswa angkatan 2023 sebanyak 19 mahasiswa. Metode dalam penelitian ini adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, instrumen penelitian yang digunakan menggunakan tes lari cooper untuk mengukur daya tahan dan wall sit untuk mengukur kekuatan otot tungkai. Analisa data yang digunakan berupa mengklasifikasikan hasil penelitian. Hasilnya, rata-rata daya tahan mahasiswa Ilmu Keolahragaan masuk dalam kategori dibawah rata-rata dan rata-rata kekuatan otot tungkai masuk dalam kategori rata-rata. Kesimpulannya, rendah minat mahasiswa untuk berjalan kaki menaiki anak tangga salah satunya dipengaruhi oleh daya tahan yang dibawah rata-rata dan kekuatan otot tungkai sehingga dibutuhkan peningkatan kondisi fisik untuk menunjang kegiatan sehari hari dan peningkatan prestasi.
HUBUNGAN ANTARA ANTROPOMETRI, PANJANG TUNGKAI, DAN POWER OTOT TUNGKAI TERHADAP LOMPATAN START RENANG Rahmaningrum, Yulinda Putri; Irawan, Fajar Awang
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.30984

Abstract

Start renang merupakan bagian awal perlombaan, awalan yang baik dapat mempengaruhi hasil perlombaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan, tinggi badan, panjang tungkai, dan power otot tungkai terhadap panjang lompatan start renang pada atlet klub Tirta Tunggal Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel terdiri dari 15 atlet putra dan putri klub renang Tirta Tunggal Kota Semarang yang memenuhi kriteria kesehatan baik, mengikuti program latihan, dan berada pada kelompok usia III, IV, dan V. Pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, dan panjang tungkai) dilakukan dengan timbangan digital, stadiometer, dan meteran kain, sementara power otot tungkai diukur dengan tes vertikal jump. Panjang lompatan start renang dianalisis menggunakan software Kinovea 0.9.5 dan teknik analisis data dengan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menemukan bahwa korelasi antara berat badan dengan panjang lompatan lemah, korelasi antara tinggi badan dengan panjang lompatan sedang, korelasi antara panjang tungkai dengan panjang lompatan kuat, dan korelasi antara power otot tungkai dengan panjang lompatan lemah. Temuan ini mengindikasikan bahwa panjang tungkai memiliki hubungan paling kuat dengan panjang lompatan start renang. Faktor antropometri dan kondisi fisik yang baik, disertai dengan teknik start yang tepat, dapat meningkatkan performa lompatan atlet. Rekomendasi bagi atlet dapat memperkuat teknik start melalui latihan intensif, dan pelatih fokus pada pengembangan power otot tungkai dalam sesi latihan.
STRATEGI MANAJEMEN PELATIHAN ATLET PETANQUE DALAM PERSIAPAN UNTUK MINGGU OLAHRAGA PROVINSI TAHUN 2025 Panjiantariksa, Yusuf; Setyadi, Fantas; Irfan, Mohammad; Wili, Neysha Sarita
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.32818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi manajemen pelatihan yang efektif bagi atlet petanque di Kabupaten Magetan dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga dari Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Magetan. Penelitian ini menyoroti pentingnya program pelatihan yang terstruktur, kepemimpinan yang efektif, dan manajemen sumber daya dalam meningkatkan prestasi atlet. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan fasilitas pelatihan, kurangnya pelatih yang berkualifikasi, dukungan psikologis yang tidak memadai, dan penjadwalan yang tidak konsisten, yang secara kolektif berdampak pada perkembangan atlet. Temuan penelitian menekankan bahwa manajemen pelatihan yang sukses memerlukan pendekatan holistik, yang mengintegrasikan pelatihan fisik, keterampilan taktis, dan persiapan psikologis. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kerangka kerja pelatihan yang komprehensif yang menggabungkan perencanaan berbasis kinerja, periodisasi yang selaras dengan kalender kompetisi, dan proses evaluasi rutin. Selain itu, pelibatan psikolog olahraga dan peningkatan pelatihan pelatih disarankan untuk meningkatkan ketahanan mental dan motivasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi manajer, pelatih, dan atlet di Kabupaten Magetan, yang dapat meningkatkan kinerja petanque dan berkontribusi pada bidang manajemen olahraga yang lebih luas. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya menangani sumber daya berwujud dan faktor tidak berwujud, seperti motivasi atlet dan dukungan masyarakat, untuk mengoptimalkan keberhasilan dalam lingkungan yang kompetitif.
PENGARUH GERAK DASAR, AKTIVITAS FISIK, DAN MOTIVASI TERHADAP DURASI MAIN GAME SISWA Ramadan, Gilang
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33465

Abstract

Pengaruh keterampilan gerakan dasar, aktivitas fisik, dan motivasi berolahraga terhadap pengurangan durasi bermain video game pada siswa Sekolah Dasar Studi ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh keterampilan gerakan dasar, aktivitas fisik, dan motivasi berolahraga terhadap pengurangan durasi bermain video game pada siswa sekolah dasar. Pendekatan kuantitatif menggunakan teknik analisis jalur dan korelasi diterapkan untuk menganalisis hubungan antara variabel independen (keterampilan gerakan dasar, aktivitas fisik, dan motivasi berolahraga) dan variabel dependen (pengurangan durasi bermain video game). Data dikumpulkan melalui kuesioner aktivitas fisik dan tes keterampilan fisik, termasuk tes lari 30 meter, sit-and-reach, dan tes menangkap bola. Hasilnya menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara keterampilan gerakan dasar, aktivitas fisik, motivasi untuk berolahraga, dan pengurangan waktu bermain video game. Antara ketiga hal tersebut, keterampilan gerakan dasar memiliki korelasi terkuat, diikuti oleh aktivitas fisik dan motivasi untuk berolahraga. Temuan ini menunjukkan bahwa meningkatkan keterampilan motorik anak, meningkatkan partisipasi dalam aktivitas fisik, dan meningkatkan motivasi untuk berolahraga dapat secara efektif mengurangi ketergantungan mereka pada video game. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi yang berfokus pada peningkatan keterampilan motorik, promosi aktivitas fisik, dan penguatan motivasi berolahraga sangat penting untuk mengurangi kecanduan video game pada anak-anak. Implikasi dari temuan ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan program aktivitas fisik dalam kurikulum sekolah serta keterlibatan orang tua dalam mendukung kebiasaan hidup sehat pada anak-anak.
PENGARUH LATIHAN SAQ BERBANTUAN LADDER DRILL TERHADAP KECEPATAN DAN KELINCAHAN ATLET TAEKWONDO PEMULA Darma Yanthi, I Gusti Ayu Agung; Adinata Kusuma, Ketut Chandra; Kardiawan, I Kadek Happy; Suratmin, Suratmin; Darmawan, Gede Eka Budi
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33364

Abstract

Kemampuan kecepatan dan kelincahan merupakan komponen penting dalam olahraga Taekwondo, terutama bagi atlet usia dini yang sedang berada dalam masa perkembangan motorik. Salah satu metode yang efektif untuk mengembangkan kecepatan dan kelincahan atlet adalah latihan SAQ (Speed, Agility, and Quickness) berbantuan ladder drill. Tujuan dari penelitian ini adalah untk mengkaji sejauh mana pengaruh Latihan SAQ (Speed, Agilty and Quickness) berbantuan ladder drill terhadap kemampuan kecepatan dan kelincahan atlet pemula usia 10-12 tahun di Dojang Gamarga Taekwondo Club. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental menggunakan model one group pretest dan posttest. Dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 14 atlet dari populasi atlet pemula sebanyak 20 atlet dalam rentang usia 10-12 tahun dilibatkan sebagai sampel penelitian. Berdasarkan hasil analisis statistik, variabel kecepatan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 0.05 mengindikasian pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa latihan SAQ berbantuan ladder drill dapat digunakan sebagai metode latihan efektif untuk meningkatkan kecepatan dan kelincahan atlet pemula. Dengan itu disarankan kepada pelatih untuk menjadikan latihan ini sebagai bagian dari program latihan dasar guna menunjang perkembangan kemampuan fisik atlet sejak usia dini.
UPAYA PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI MENGGUNAKAN METODE LATIHAN PLYOMETRIC DENGAN MODEL CIRCUIT TRAINING kurniawan, Ahmad Abdi; Fadhli, Nurrul Riyad
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33324

Abstract

Latihan plyometric ini menggabungkan model circuit training sebagai variabel pada penelitian ini, dikarenakan metode ini melibatkan serangkaian stasiun yang dilakukan secara berurutan dengan sedikit ataupun tanpa jeda antar stasiun. Peneliti memiliki tujuan utama yang ingin mengetahui efektivitas dari metode latihan Ploymetric dengan model latihan circuit training dalam meningkatkan power otot tungkai pemain bola voli fase Train to train usia 12-16 tahun. Menggunakan One Group Pretest-Posttest dengan pra-experimental design menjadi jenis penelitiannya. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain bola voli Active Movement Volleyball School menggunakan teknik Purposif Sampling, sehingga data yang didapatkan sebanyak 27 pemain putra dan putri yang berusia 12-16 tahun. Pengujian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan diproses menggunakan SPSS statistic for windows. Setelah dilakukan analisis data, dapat ditentukan bahwa hasil dari penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dari metode latihan plyometric dengan model circuit training unutk meningkatkan power otot tungkai.
ANALISIS HUBUNGAN TOXIC COMMENTS DENGAN KEPERCAYAAN DIRI ATLET VOLI Wiyata, Isnan Rahmat; Priyohutomo, Ahadi; Ardhiyanto, Yanuar Dhuma; Wicaksono Gussanto, Amin Brilian
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33472

Abstract

Kepercayaan diri yang rendah dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap dampak negatif toxic comment, sementara kepercayaan diri yang tinggi membantu individu lebih kuat secara mental dan tidak mudah terpengaruh oleh komentar merendahkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan toxic comments dengan tingkat kepercayaan diri atlet bola voli. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner mandiri yang diisi oleh 20 atlet voli aktif berusia 15-25 tahun, dengan minimal pengalaman berlatih selam lebih dari 3 tahun serta berbagai posisi yaitu spiker, setter, maupun libero. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu toxic comments yang diadaptasi dari Cyberbullying Questionnaire dan kepercayaan diri atlet. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara toxic comments dan kepercayaan diri (r = -0.799, p = 0.000), mengindikasikan bahwa semakin tinggi paparan komentar negatif, semakin rendah kepercayaan diri atlet. Temuan ini menegaskan dampak buruk toxic comments terhadap psikologi atlet, terutama dalam hal kepercayaan diri atlet. Penelitian ini menyoroti pentingnya manajemen kesehatan mental dan perlindungan atlet dari komentar negatif untuk mendukung performa optimal. Temuan ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan olahraga yang mendukung serta perlindungan bagi atlet dari paparan komentar merugikan, khususnya di media sosial.
EFEKTIVITAS LATIHAN BURPEES DALAM MENINGKATKAN KONDISI FISIK (VO₂ MAX) PADA KOMUNITAS LARI RIOT GORONTALO Samin, Giofandi
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas latihan burpees dalam meningkatkan kapasitas aerobik (VO₂ Max) pada komunitas pelari rekreasi, yaitu anggota komunitas lari RIOT Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pretest-posttest dengan kelompok kontrol, yang melibatkan 30 pelari rekreasi. Kelompok eksperimen menjalani program latihan burpees selama 8 minggu, sementara kelompok kontrol melakukan latihan ringan. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengukur perubahan VO₂ Max menggunakan Tes Cooper. Analisis statistik menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan VO₂ Max yang signifikan (p = 0,000) dari 39,53 menjadi 42,65, sementara kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan kecil yang tidak signifikan (p = 0,278). Uji independent t-test juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,000), dengan kelompok burpees menunjukkan peningkatan yang lebih besar (3,12%) dibandingkan kelompok kontrol (0,53%). Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan burpees, yang merupakan bagian dari High-Intensity Interval Training (HIIT), lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas aerobik dibandingkan latihan ringan. Penelitian ini menyarankan integrasi latihan burpees dalam rutinitas latihan pelari untuk meningkatkan VO₂ Max, kebugaran kardiovaskular, dan daya tahan tubuh secara keseluruhan.
PEMANFAATAN BLEEP TEST SEBAGAI INDIKATOR AWAL DALAM SELEKSI ATLETIK NOMOR LARI MAHASISWA PUTRI Refiater, Ucok Hasian; Nurkhoiroh, Nurkhoiroh; Ilham, Al
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.33050

Abstract

Kebugaran kardiorespirasi merupakan salah satu penentu utama dalam performa lari, khususnya pada nomor jarak menengah dan jauh. Namun demikian, proses seleksi atlet mahasiswa sering kali belum menggunakan metode yang efisien, objektif, dan hemat biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan Bleep Test sebagai indikator awal dalam seleksi mahasiswi untuk nomor lari atletik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi lapangan. Sampel terdiri atas 17 mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo yang telah mengikuti latihan fisik umum minimal selama tiga bulan. Data diperoleh melalui tes kebugaran multistage 20 meter dengan protokol standar sesuai kelompok usia. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada peserta yang mencapai kategori kebugaran “tinggi” atau “bagus”. Sebanyak 8 peserta masuk kategori “sedang”, 7 “rendah”, dan hanya 2 peserta berada pada kategori “cukup”. Temuan ini mengindikasikan tingkat kesiapan fisik yang masih rendah dan memperkuat nilai guna Bleep Test tidak hanya sebagai alat seleksi awal, tetapi juga sebagai alat pemantauan berkala. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Bleep Test merupakan metode yang valid, praktis, dan dapat diterapkan secara luas untuk mendukung proses pengambilan keputusan berbasis data dalam seleksi atlet. Oleh karena itu, disarankan agar institusi pendidikan tinggi mengintegrasikan tes ini dalam program pembinaan atlet untuk meningkatkan hasil pelatihan dan menciptakan sistem identifikasi bakat yang lebih terstruktur.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENDANG BOLA DENGAN KAKI BAGIAN DALAM MELALUI METODE JIGSAW Fataha, Iwan; Gani, Ardin Abdul
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.32758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menendang bola dengan kaki bagian dalam pada permainan sepak bola melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas VIII1 SMP Negeri 6 Kota Gorontalo. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan dasar menendang bola dengan kaki bagian dalam yang ditunjukkan oleh sebagian besar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan tes keterampilan menendang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menendang bola, yang terlihat dari peningkatan persentase kemampuan dari 45,58% pada siklus awal menjadi 75,06% pada akhir siklus. Dengan demikian, hipotesis tindakan dalam penelitian ini dapat diterima. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran pendidikan jasmani, khususnya dalam teknik dasar sepak bola, serta memberikan referensi bagi guru dan pemangku kebijakan dalam pengembangan model pembelajaran yang efektif.

Page 1 of 2 | Total Record : 11