cover
Contact Name
Epa Elfitriadi
Contact Email
jurnaldiklatandragogi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldiklatandragogi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
ISSN : 26205009     EISSN : 26231190     DOI : -
Core Subject : Education,
Andragogi Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan (p-ISSN 2620-5009, e-ISSN 2623-1190) is a periodical journal published by Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan (Center of Education and Religious Technical Training), under The Ministry of Religion Affairs, Republic of Indonesia. The journal is aimed to disseminate information including scientific developments within the scope of education and religious. Andragogi was first published in printed form in 2013. It is published frequently twice a year, on June and December. In 2019 this journal is published twice a year with Open Journal System (OJS) based.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pemanfaatan Media Digital Canva Melalui In-House Training Caswita, Caswita; Noviyani, Selvi
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2023): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v11i1.306

Abstract

Latar belakang masalah dalam peneltiian ini yaitu lemahnya guru dalam memanfaatkan media pebelajaran berbasis Canva. Sedangkan tujuan penelitian ini uapaya kepala kepala sekolah meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan media Canva untuk pembelajaran melalui In House Training (IHT). Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-experimental design jenis one-group rates pasca tes design. Dikatakan pre-experimental design karena metode tersebut sering disebut juga dengan istilah “quasi eksperiment” desain ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data yang diperoleh, dapat dinyatakan bahwa pada tahap I guru di SDN Syekh Tubagus Abdullah dapat menguasai materi pembuat video pembelajaran canva dengan baik. Hanya ada satu orang guru yang yang nilainya di bawah rata-rata. Namun demikian untuk memantapkan lagi keterampilan guru dalam membuat video pembelajaran animasi, penulis perlu melakukan Kembali kegiatan IHT tahap II. Sementara itu pada tahap II hasil pelaksanaan IHT berdasarkan instrumen yang diisi oleh responden sebanyak 11 peserta (Guru) dan mencapai rata-rata score 100, artinya sebagian besar indikator yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan sangat baik. Berdasarkan data yang ada dapat disimpulkan bahwa kegiatan In House Training (IHT) dalam pemanfaat video animasi pembelajaran yang dilaksanakan selama dua hari memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap pengetahuan dan keterampilan guru sebagai peserta. Selama proses In House Training (IHT), guru peserta menunjukkan antusias yang tinggi tentang rasa ingin tahu, sehingga sangat termotivasi dan semangat untuk mengikuti kegiatan. Selain itu, ilmu baru dan dibutuhkannya keterampilan membuat video animasi untuk pembelajaran mendorong peserta memiliki kemampuan dalam membuat video animasi sendiri.
Analisis Tugas Standar Kompetensi Lulusan Pelatihan Teknis Pendidikan dan Keagamaan pada Balai Diklat Keagamaan Bandung Saeful Nurdin; Hikmawati Hanurani
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2023): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v11i1.308

Abstract

This study aims to determine the comparison of tasks of analyzing graduate competency standards, core competencies, essential competencies, and learning outcomes in distance training of science teachers of Madrasah Tsanawiyah and training in the thematic learning work area of Madrasah Ibtidaiyah. The method used was a comparative method with a qualitative approach. The nature of the research used was the ex post facto model. The sample used was 68 active teachers who participated in the training, which was then divided into five groups. Learning by assignment can facilitate interaction, communication, and knowledge transfer with online and offline patterns. Assignments in education and training activities, either in online or offline learning, can improve the competence of training participants' knowledge, skills, and attitudes to a level higher than the learning outcomes before receiving training or pre-training materials. Providing assignments to analyze graduate competency standards and learning outcomes can stimulate training participants to do other assignments in the same training and improve learning outcomes. Several factors can affect learning outcomes in offline and online learning, including work culture, namely commitment to learning from trainees, achievement of learning objectives, training strategies, rewards, and supporting technology. (Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komparasi tugas analisis standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan capaian pembelajaran pada pelatihan jarak jauh guru IPA Madrasah Tsanawiyah dan pelatihan di wilayah kerja pembelajaran tematik Madrasah Ibtidaiyah. Metode yang digunakan adalah metode komparatif dengan pendekatan kualitatif, sifat penelitian yang digunakan yaitu model ex post facto. Sampel yang digunakan sebanyak 68 orang guru aktif mengikuti pelatihan yang terbagi ke dalam lima kelompok. Pembelajaran dengan penugasan baik itu pada pembelajaran online maupun offline dapat memfasilitasi interaksi, komunikasi dan transfers pengetahuan baik yang dilaksanakan dengan pola online maupun offline. Pemberian tugas dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan baik itu online ataupun offline dapat meningkatkan kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta diklat setingkat lebih tinggi dari capaian pembelajaran sebelum mendapatkan materi pelatihan atau prapelatihan. Pemberian tugas analisis standar kompetensi lulusan dan capaian pembelajaran dapat menstimulasi peserta diklat dalam mengerjakan tugas-tugas mata pelatihan lainnya pada diklat yang sama dan meningkatkan capaian pembelajaran. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi capaian pembelajaran, baik pada pembelajaran online maupun offline, diantaranya budaya kerja yakni komitmen untuk belajar dari peserta pelatihan, capaian tujuan pembelajaran, strategi pelatihan, pemberian reward, dan teknologi yang mendukung).
Hubungan antara Tingkat Pendidikan Kesehatan Reproduksi dengan Frekuensi Kehamilan di Luar Nikah pada Remaja Yudha Nata Saputra; Virginia Maradesa
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2023): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v11i1.309

Abstract

Kehamilan di luar nikah menunjukkan bahwa remaja kurang mendapatkan pendidikan seks yang baik, yang berdampak negatif pada mereka sendiri dan hubungan mereka dengan masyarakat. Fakta bahwa kehamilan di luar nikah menyebabkan masalah psikologis, kesehatan, ekonomi, dan sosial telah menunjukkan betapa pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh informasi tentang hubungan antara tingkat pendidikan seks dengan frekuensi kehamilan di luar nikah di Gereja Masehi Injili di Talaud (GERMITA) Betel Alo Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory survey. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 remaja yang merupakan keseluruhan populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan seks masih berada dalam kategori rendah (100%), sementara variabel frekuensi kehamilan di luar nikah pada remaja menunjukkan sebesar 65% responden memberikan data Frekuensi Kehamilan di Luar Nikah yang masuk kategori rendah. Sebesar 16.66 % responden memberikan data Frekuensi Kehamilan di Luar Nikah yang termasuk dalam kategori sedang. Sisanya sebanyak 18.33% responden memberikan data Frekuensi Kehamilan di Luar Nikah yang termasuk dalam kategori tinggi. Hubungan antara variabel tingkat pendidikan seks dengan variabel frekuensi kehamilan di luar nikah pada remaja sebesar 0.713 yang memiliki hubungan yang kuat.
Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Agus Akhmadi
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2023): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v11i1.310

Abstract

Implementing the independent curriculum is a government policy in the development of education. Guidelines for the performance of the independent curriculum were socialized by the government to be understood and implemented by education units. This study aims to describe madrasa teachers' understanding of the independent curriculum guidelines, how to implement a separate curriculum, and the obstacles to implementing an independent curriculum in madrasas. This research method uses a descriptive qualitative approach. The research narasumberts were 20 teachers participating in implementing the independent curriculum at Madrasah Ibtidaiyah, Blitar City, East Java. Data collection is done by questionnaire. The research instrument is uploaded in the Google form and sent via WhatsApp—data analysis with descriptive statistics. The results of this study indicate that the independent curriculum guidelines have been adequately understood; the independent curriculum has been implemented in the pilot project madrasah ibtidaiyah, while in other madrasas, it has not been implemented. Planning and learning process according to the characteristics of the madrasah. There are several obstacles to implementing the independent curriculum: lack of socialization, teacher competence, facilities, and infrastructure. (Implementasi kurikulum merdeka merupakan kebijakan pemerintah dalam pengembangan Pendidikan. Pedoman implementasi kurikulum merdeka disosialisasikan oleh pemerintah untuk dipahami dan dilaksanakan satuan Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru madrasah terhadap pedoman kurikulum merdeka, bagaimana implementasi kurikulum merdeka, dan hambatan implementasi kurikulum merdeka di madrasah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Narasumber penelitian sebanyak 20 orang guru peserta pelatihan implementasi kurikulum merdeka Madrasah Ibtidaiyah Kota Blitar Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Instrumen penelitian diunggah dalam google formulir dan dikirimkan melalui WhatsApp. Analisis data dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedoman kurikulum merdeka telah dipahami secara cukup, kurikulum merdeka diimplementasikan di madrasah ibtidaiyah pilot proyek, sedangkan di madrasah lain belum diimplementasikan. Perencanaan dan proses pembelajaran sesuai dengan karakteristik madrasah. Terdapat beberapa hambatan pelaksanaan kurikulum merdeka yaitu sosialisasi yang kurang, kompetensi guru, sarana dan prasarana).
Implementasi Metode Scorona dalam Pembelajaran IPA di MTs Muhammadiyah Jayapura Desvita Astari Djamion
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2023): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v11i1.311

Abstract

This study aims to determine: (1) Procedures for implementing the SCORONA method in learning science. (2) The benefits of implementing the SCORONA method can increase the activity and learning outcomes of MTs Muhammadiyah Jayapura students. The method in this study is a mixed methods research model embedded. The results of the data analysis obtained were n-Gain analysis, the average learning outcomes of the experimental class were 0.81 in the high concept mastery category, and the control class was 0.66 in the medium concept mastery category. The results of the final analysis for the difference test show that the sig F count for Equal Variance assumed is 0.914; because the sig F count > 0.05, then Ho is accepted, meaning that there is a difference in concept mastery between the experimental class taught using the SCORONA method and the control class which not conducted using the SCORONA method. The average result of the descriptive analysis value for the SCORONA method from the 1st – 3rd lesson plans has a score of 3 in the excellent category and 4 in the outstanding variety, so the SCORONA method is effectively used in learning.(Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Prosedur implementasi metode SCORONA dalam pembelajaran IPA. (2) Manfaat implementasi metode SCORONA dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa MTs Muhammadiyah Jayapura. Metode dalam penelitian ini adalah mixed methods research model embedded. Hasil analisis data yang diperoleh adalah analisis n-Gain rata-rata hasil belajar kelas eksperimenn 0,81 kategori penguasaan konsep tinggi dan kelas kontrol 0,66 kategori penguasaan konsep sedang. Hasil analisis akhir untuk uji perbedaan, terlihat bahwa siq F hitung untuk Equal Variance assumed adalah 0.914, oleh karena siq F hitung > 0,05, maka Ho diterima, artinya ada perbedaan penguasaan konsep antara kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode SCORONA dengan kelas kontrol yang tidak diajar menggunakan metode SCORONA. Hasil rata-rata nilai analisis deskriptif untuk metode SCORONA dari RPP ke-1 – RPP ke-3 memiliki nilai 3 dengan kategori baik dan nilai 4 dengan kategori sangat baik, sehingga metode SCORONA efektif digunakan dalam pembelajaran).
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Tipe Kepribadian Sanguin (Percaya Diri) dalam Proses Pembelajaran Matematika Ahmad Lutfi; Epa Elfitriadi
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2023): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v11i1.312

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis sangat dibutuhkan oleh siswa dalam proses pembelajaran matematika. Namun kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis masih kurang dikembangkan dan digunakan oleh siswa. Matematika dianggap sulit bagi siswa karena melibatkan rumus dan perhitungan yang rumit. Siswa dengan tipe kepribadian Percaya Diri juga mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan menerapkan kemampuan komunikasi matematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematika siswa yang memiliki kepercayaan diri dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan metode diskusi kelompok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu siswa SMP kelas VIII tipe optimis, menggunakan tes kepribadian, menggunakan teknik diskusi kelompok untuk mengamati aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika, dan merekam wawancara langsung. Kami menggunakan transkrip wawancara untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa optimis dan membimbing mereka melalui proses pembelajaran matematika dengan metode diskusi kelompok. Hasilnya, ditemukan bahwa siswa dengan tipe kepribadian percaya diri cenderung tidak mampu mengungkapkan pemahaman matematisnya melalui komunikasi matematis dalam proses pembelajaran matematika menggunakan metode diskusi kelompok. Guru mata pelajaran matematika khususnya yang mengajar kelas VIII harus mampu mempelajari dan memahami situasi dan ciri-ciri siswa tipe percaya diri terutama dalam hal kemampuan komunikasi matematisnya. Siswa dengan Tipe Kepribadian Percaya Diri membutuhkan perhatian, bimbingan, dan bimbingan guru yang lebih dalam proses pembelajaran matematika agar mereka dapat menyerap dan memahami pelajaran dengan baik, serta mampu menggunakan kemampuan komunikasi matematika dengan sukses.
Studi Literatur: Integrasi Andragogi dan Pendidikan Islam Samsul Zali; Hiryanto
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2023): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v11i1.313

Abstract

The purpose of this research is to obtain information about the integration of Andragogy and Islamic Education. This study is qualitative research in the category of literature review with content analysis. The research findings reveal that the concept of Andragogy in Education is both an art and a science of teaching adults to learn, assisting adult learners according to their needs, and motivating them to learn by utilizing their experiences to achieve new learning experiences. There are four key assumptions in Andragogy, which include the concept of learners, the function of experience, readiness to learn, and learning orientation. The conclusion drawn is that in Islamic Education, the concept of Andragogy is a relevant learning method that is supported by the learning environment for adults found in the Qur'an and Hadith, such as the methods of awareness, practice, and learning mentioned in the teachings of the Prophet Muhammad (Peace be Upon Him). (Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang Integrasi Andragogi dan Pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis isi yang bersifat kualitatif. Temuan penelitian ini mengungkap bahwa Pendidikan Andragogi merupakan kombinasi antara seni dan ilmu mengajar orang dewasa agar mereka dapat belajar dengan efektif. Pendekatan ini melibatkan bantuan dalam belajar yang sesuai dengan kebutuhan individu, serta usaha untuk memotivasi orang dewasa dengan memanfaatkan pengalaman mereka guna mencapai pembelajaran yang baru. Terdapat empat asumsi pokok dalam pendidikan andragogi, yaitu peserta didik, fungsi pengalaman, kesiapan belajar, dan orientasi belajar. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa konsep Andragogi dalam Pendidikan Islam merupakan metode pembelajaran yang relevan dengan suasana pembelajaran orang dewasa yang terdapat dalam al-Qur'an dan hadis. Metode-metode ini mencakup penyadaran, praktik, dan pembelajaran yang terdapat dalam Hadits Nabi SAW).
Konsep Tri Hita Karana untuk Pengembangan Budaya Harmoni melalui Pendidikan Karakter Amalia Puspayanti; I Wayan Lasmawan; I Gusti Putu Suharta
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2023): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v11i1.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep Tri Hita Karana untuk membangun harmoni melalui pendidikan karakter. Hubungan harmonis antara manusia dan manusia sudah tidak ada lagi seperti dulu. Konsep Tri Hita Karana dalam agama Hindu mengajarkan bahwa hubungan kerjasama harus diciptakan agar ada kebahagiaan di dunia ini. Keharmonisan ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia dan lingkungannya, serta keberlangsungan kehidupan manusia dan lingkungannya menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian pustaka menggunakan sumber data dari beberapa jurnal dan buku. Berdasarkan kajian pustaka yang dikumpulkan dapat dideskripsikan secara kualitatif gambaran tentang ajaran Tri Hita Karana yang dapat dijadikan landasan dalam membangun harmoni melalui pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah pembangunan pendidikan Indonesia telah sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Salah satu prioritas pembangunan adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter fokus pada pembentukan generasi Indonesia yang berakhlak mulia dan berilmu, bersumber pada agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional. Generasi berkarakter diharapkan mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup tertinggi yakni di dunia dan di akhirat. Tujuan tersebut selaras dengan konsep harmoni dalam ajaran Tri Hita Karana. Tri Hita Karana mengajarkan untuk menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan). Proses belajar dan interaksi sosial yang terjadi dalam membangun karakter melibatkan ketiga konsep yang ada dalam ajaran Tri Hita Karana. Implementasi pendidikan karakter dijalankan dalam bentuk projek penguatan profil pelajar sebagai sarana enkulturasi dan sosialisasi nilai-nilai.
Analisis Kebutuhan Pelatihan bagi Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan di 34 Provinsi Se-Indonesia Yasri; Lubis, Ervy ALinda
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 11 No 2 (2023): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v11i2.288

Abstract

Training programs implemented by Education and Training Centers and Religious Training Centers throughout Indonesia essentially have a low level of suitability compared to employee competency development needs. If viewed in terms of material and purpose, the programs held so far often need to follow the training participants' real needs. Implementing a Training Needs Analysis (TNA) is necessary to overcome this. This research aims to discover how competency gaps include attitudes, knowledge and skills, priority training needs, and recommendations for ASN training needs. The stages of the TNA program include identifying organizational performance problems, TNA planning, selecting and designing data collection techniques, collecting data, analyzing data, and reporting TNA results. The results of the TNA are: 1) there are various competency gaps in different ASN professions, including deputy head of madrasah, director of library, head of laboratory, madrasah supervisor, PAI supervisor, headmaster, and instructor. These gaps include attitudes, knowledge, and skills. 2) This gap means several priority trainings proposed by the Religious Education and Training Center are needed as a diversity-based training curriculum (Training Courses, Hours, Extracurriculars). 3) The Education and Training Center for Educational and Religious Technical Personnel needs to develop a training program with several stages, such as preparing a training curriculum for educational and religious technical personnel in 2022. It must be based on TNA results regarding the competencies to be achieved and indicators of competency achievement. The results of this AKP can map training, which is the main priority scale, but also provide a proportional allocation for training of other educational and religious technical personnel.(Program pelatihan yang dilaksanakan oleh Pusdiklat maupun Balai Diklat Keagamaan seluruh Indonesia secara esensial belum memiliki tingkat kesesuaian yang signifikan dibandingkan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi pegawai. Program yang telah diselenggarakan selama ini jika ditinjau dari segi materi maupun peruntukannya, sering tidak sesuai dengan kebutuhan riil para peserta pelatihan. Untuk mengatasi hal tersebut, pelaksanaan Analisis Kebutuhan Pelatihan (AKP) menjadi sebuah keharusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesenjangan kompetensi meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, kebutuhan pelatihan prioritas, dan seperti apa rekomendasi kebutuhan pelatihan ASN. Adapun tahapan program AKP ini meliputi identifikasi masalah-masalah kinerja organisasi, merencanakan AKP, memilih dan mendasin teknik pengumpulan data, mengumpulkan data, analisis data, dan melaporkan hasil AKP. Hasil AKP yaitu: 1) terdapat berbagai kesenjangan komptensi dalam berbagai profesi ASN, diantara: wakil kepala madrasah, kepala perpustakaan, kepala laboratorium, pengawas madrasah, pengawas PAI, penghulu, dan penyuluh. Kesenjangan tersebut meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 2) Adanya kesenjangan tersebut membuat diperlukan beberapa pelatihan prioritas yang diusulkan Balai Diklat Keagamaan berupa Kurikulum Diklat berasaskan keragaman (Mata Diklat, Jam, Ekskul). 3) Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan perlu mengembangkan program pelatihan tersebut dengan beberapa tahapan seperti menyusun kurikulum pelatihan pelatihan tenaga teknis Pendidikan dan keagamaan tahun 2022 dan harus dilandasi hasil AKP dalam hal kompetensi yang ingin dicapai maupun indikator pencapaian kompetensi. Hasil AKP ini bisa memetakan pelatihan-pelatihan yang menjadi skala prioritas utama, namun juga memberi alokasi yang proporsional pada pelatiahn tenaga teknis Pendidikan dan keagamaan lainnya.)
Pengukuran Terhadap Pelatihan Klasikal dan Jarak Jauh di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kharis, Selly Anastassia Amellia; Qonitah, Laity; Kusriyah, Siti
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 11 No 2 (2023): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36052/andragogi.v11i2.315

Abstract

Distance and classical training are two different types of training based on the space and media used. Both have become popular choices in education and training in this digital era. Administrative Technical Training utilizes distance and classical training to enhance participants’ administration skills. This research aims to evaluate distance and classical training in Administrative Technical Training from the participants’ perspective. The evaluation method employed includes data collection through questionnaires and interviews. The evaluation is categorized into two types: distance training evaluation and classical training evaluation. The review of classical training is further divided into academic and administrative indicators. The evaluation results indicate that distance and classical training in the Administrative Technical Training program fall into the “Good” category in terms of participants rated as “Good” with a satisfaction level of 83.51. Meanwhile, classical training, as assessed in the academic and administrative fields, places in the “Good” category with a satisfaction level of 85.98. The average satisfaction level of distance and classical training participants is 84.75, which also falls within the “Good” category.(Pelatihan jarak jauh dan klasikal adalah dua jenis pelatihan yang berbeda berdasarkan ruang dan media yang digunakan. Keduanya telah menjadi pilihan yang popular dalam pendidikan dan pelatihan di era digital ini. Pelatihan Teknis Administrasi menggunakan pelatihan jarak jauh dan klasikal untuk memberikan peningkatan keterampilan administrasi kepada peserta. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pelatihan jarak jauh dan klasikal dalam Pelatihan Teknis Administrasi dari perspektif peserta. Metode evaluasi yang digunakan mencakup pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Evaluasi yang dilakukan terbagi menjadi dua jenis yaitu evaluasi pelatihan jarak jauh dan evaluasi pelatihan klasikal. Evaluasi pelatihan klasikal terbagi menjadi dua indikator, yaitu bidang akademik dan administrasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan jarak jauh dan klasikal dalam Pelatihan Teknis Administrasi masuk ke dalam kategori Baik dari segi kepuasan peserta. Tingkat kepuasan peserta pelatihan jarak jauh berada pada Kategori “Baik” dengan tingkat kepuasan 83,51. Sedangkan pelatihan klasikal dilihat dari bidang akademik dan administrasi mendapat nilai persepsi sebesar 85,98 yang termasuk kategori Baik. Rata-rata tingkat kepuasan peserta pelatihan jarak jauh dan klasikal adalah 84,75 yang termasuk pada Kategori “Baik”.)