Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat
Jurnal ini memiliki fokus pada hasil pengabdian dan pemberdayaan pada masyarakat, baik itu pengabdian dosen maupun KKN oleh mahasiswa. Selanjutnya, cakupan jurnalnya bisa dari berbagai bidang keilmuan, yang dapat memberikan banyak manfaat buat masyarakat.
Articles
622 Documents
KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI ( KIE) DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT LEPTOSPIROSIS DAN DEMAM BERDARAH DENGUE ( DBD ) DI DUSUN JARANAN, BANGUNTAPAN, BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Ishmah, Zati;
Rokhmayanti, Rokhmayanti;
Andani, Ramli;
A.P, Teti Sunia;
Rizka, Jihan;
Nursyavidha, Nadia;
Nurmalasari, Nurmalasari
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.2024
Upaya pencegahan penyakit menular DBD dan leptospirosis perlu dilakukan melalui promosi kesehatan sebagai salah satu pilar pembangunan kesehatan di Indonesia yaitu dengan mengendalikan penyakit menular melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di wilayah endemis. Desa Banguntapan adalah salah satu desa yang masih ada kasus DBD dan leptospirosis setiap tahunnya, khususnya Dusun Jaranan RT 02 dan RT 11. Minimnya pengetahuan disertai kesadaran terhadap menjaga kebersihan lingkungan menjadi faktor risiko penyakit DBD dan leptospirosis. Pengabdian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit DBD dan leptospirosis. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat ini adalah metode ceramah yaitu penyuluhan, diskusi, tanya jawab, dan pembagian leaflet. Setelah mendapatkan intervensi berupa penyuluhan masyarakat mengalami peningkatan yaitu sebesar 37% responden memiliki pengetahuan yang baik terhadap penyakit DBD dan leptospirosis.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM EMERGENCY FIRST AID PENANGANAN HENTI JANTUNG KORBAN TENGGELAM PADA WILAYAH PERSISIR TARAKAN
Ose, Maria Imaculata;
Lesmana, Hendy;
Parman, Dewy Haryanti;
Tukan, Ramdya Akbar
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (698.936 KB)
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1818
Penduduk yang berdomisili di daerah pesisir mayoritas bepekerjaan sebagai nelayan yang memiliki resiko tenggelam. Selain itu pantai menjadi tujuan wisata lokal yang cukup sering dikunjungi. Melihat dari situasi resiko tinggi kegawatdaruratan terjadinya tenggelam dan henti jantung. Keterlambatan penanganan dalam 10 menit menyebabkan kondisi iskemia pada jaringan otak menyebabkan kegagalan sirkulasi jantung yang dapat menyebabkan kematian. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan pertama pada korban henti jantung maupun tenggelam. Pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan kader kesehatan dalam penanganan henti jantung dan korban tenggelam dalam lingkungan wilayah persisir Kota Tarakan menjadi sangat penting. Emergency First Aid Course merupakan kegiatan pelatihan dalam penanganan bantuan hidup dasar. Tujuan dilakukan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan penanganan pertama pada penangganan tenggelam maupun korban henti jantung. Kegiatan ini meliputi pemberian materi dan pelatihan penangan bantuan hidup pada pasien henti jantung maupun tenggelam dan dalam kegiatan ini akan disusun sebuah modul yang dapat menjadi sumber informasi bagi kader dan masyarakat sekitar persisir Kota Tarakan.
PENYULUHAN DAN PEMBELAJARAN KARAKTER MELALUI PELAKSANAAN IDUL ADHA PADA SISWA SMA
Hadi, Syamsul;
Puspita, Fitriyah;
Ati, Aster Pujaning;
Widiyarto, Sigit
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1833
Pembelajaraan karakter sangat diperlukan , agar siswa dapat dibekali lebih dini tentang tantangan zaman yang cepat berubah. Perubahan tersebut dapat diimbangi, dengan pendidikan karakter yang mumpuni , sehingga para siswa mempunyai jiwa dan hati yang teduh, saling tepo seliro, saling menghormati dan kasih sayang pada sesamanya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Juli dan Agustus 2019. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pelaksanaan kegiatan secara langsung serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pembelajaran akhlakul karimah melalui kegiatan Idul Adha, terlihat siswa lebih toleran dan menghormati sesama siswa serta dapat menghormat kepada para guru dan orang tua dirumah. Selain itu mereka lebih memahami secara teori dan praktek nilai- nilai pengorbanan pada perayaan Idul Adha.Â
REINFORCEMENT PENDIDIKAN KARAKTER PADA MODUL BAHASA INDONESIA BERBASIS BUDAYA LOKAL TANA LUWU
Shaleh, Mahadin;
mirnawati, mirnawati
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (769.385 KB)
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1697
Pada proses pembelajaran bahasa Indonesia, guru terkadang hanya memanfaatkan bahan ajar dari  penerbit. Materi dalam bahan ajar yang disajikan dalam bahan ajar tersebut biasanya sudah dianggap jenuh oleh siswa. Berkaitan dengan pendidikan karakter, aspek sosiologis dan budaya lokal merupakan variabel yang turut menentukan. Oleh karena itu, diperlukan upaya berupa reinforcement (penguatan) pendidikan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Palopo dengan menggunakan dua metode yaitu pelatihan dan pendampingan. Produk hasil kegiatan berupa modul pembelajaran mulai dari kelas X hingga kelas XII. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara bertahap dari bulan Juli dan berakhir bulan pada bulan Nopember 2019. Simpulan dari hasil kegiatan ini adalah (a) Guru- guru peserta pelatihan dan pendampingan memiliki tambahan pengetahuan dan wawasan terkait dengan pendidikan karakter berbasis budaya lokal dan mendapatkan pengetahuan tentang penelitian pengembangan (R&D) khususnya model Four D yang digunakan dalam mengembangkan modul pembelajaran; (b) Guru-guru peserta pelatihan dan pendampingan telah mampu menghasilkan produk bahan ajar berupa modul bahasa Indonesia di setiap kelas. Modul tersebut telah melewati proses validasi hingga uji kefektifan dan kepraktisan. Salah satu nilai tambah dalam kegiatan penguatan pendidikan karakter ini adalah integrasi budaya lokal Tana Luwu. Jadi karakter luhur dari budaya leluhur Tana Luwu ini dijadikan muatan materi dalam pembelajaran. Di satu sisi, pendidikan karakter sebagaimana menjadi program pemerintah telah berjalan, di sisi lain peserta didik juga mempelajari budayanya sendiri sehingga jati diri sebagai ‘Wija to Luwu’ tetap melekat dalam jiwa dan karakternya.
MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT DI DUSUN PRINGGOLAYAN DENGAN MENERAPKAN 5 PILAR STBM
faizal rangkuti, Ahmad;
Viaril Karimah, Bella;
Aninda Putri, Dandi
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (638.55 KB)
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1992
Permasalahan kesehatan dipengaruhi oleh banyak hal, baik yang bersifat internal (dari dalam diri manusia) maupun yang bersifat eksternal (dari luar diri manusia). Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yaitu melalui program nasional sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Menurut Permenkes RI No. 3 Tahun 2014 menjelaskan bahwa STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku hygienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Kegiatan pengabdian didahului dengan komunikasi dan sosialisasi rencana kegiatan. Pengambilan data masyarakat untuk mengetahui gambaran umum terkait permasalahan kesehatan lingkungan yang ada di Dusun Pringgolayan khususnya di RT 01, 02 dan 13 dengan metode survei dan observasi lapangan dari rumah ke rumah untuk mendapatkan data dengan panduan kuesioner lembar cheklist. Data yang sudah diperoleh kemudian diolah menjadi bahan untuk penyuluhan dan pelatihan. Warga sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), artinya ada peningkatan pengetahuan yang bermakna antara sebelum (77%) dan sesudah (91%) diberikan penyuluhan. Warga Dusun Pringgolayan dapat memahami dengan baik pentingnya STBM.
EDUKASI KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT DUSUN GENTUNGAN, DESA KEDUNGPOH, KECAMATAN NGLIPAR, KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Matahari, Ratu;
Andini, Sari;
Septyani, Della
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (659.619 KB)
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1469
Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Penyakit Menular (PM) masih menjadi permasalahan kesehatan baik di level nasional maupun regional. Beberapa penyakit tidak menular diantaranya adalah stroke, hipertensi, dan kanker. Sedangkan penyakit menular yang banyak terjadi adalah TB, diare, demam berdarah dengue, leptospirosis, dan juga penyakit menular seksual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kelompok mitra terkait cara pencegahan penyakit tidak menular dan penyakit menular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggal 24-25 Februari 2019. Metode edukasi yang dilakukan pada kegiatan ini berupa penyuluhan terhadap kelompok mitra yaitu kelompok PKK. Hasil proses edukasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengetahuan kelompok mitra terkait penyakit tidak menular dan menular meningkat pasca diberikan intervensi teoritis.
UPAYA PEMBERDAYAAN PENINGKATAN RUMAH SEHAT DI DUSUN PRINGGOLAYAN KECAMATAN BANGUNTAPAN TAHUN 2020
Maulana, Muchsin;
Yuliana, Deta;
Listari, Irma;
Fadhila, Nurul;
Aulia, Ranissa;
Rahma, Syfa Alifah;
Hestiyani, Teti
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.01 KB)
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1970
The house is a basic human need to live and as a means of interaction between fellow residents and even the environment. Community life of RT 04 and 07 Pringgolayan village are still very simple. So that it affects the awareness of environmental health, especially in managing and maintaining the hygiene of each resident's home. There are still many houses that do not open windows every day and there are wigglers in the bathtub. Therefore, further education is needed at the family level on how to keep the house healthy. The purpose of this activity is to provide education about the efforts that can be made to improve healthy homes. The method used is through counseling about efforts to improve healthy homes and by distributing leaflets to each resident's home. The target are PKK women RT 04 and 07 Pringgolayan village. When the activity is carried out, mothers can actively participate and capture the education that has been delivered. The impact obtained is that PKK women can increase knowledge and increase awareness to make their homes healthy.
EDUKASI RISIKO KEHAMILAN DAN KELUARGA BERENCANA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DUSUN PRINGGOLAYAN, KABUPATEN BANTUL
Matahari, Ratu;
Meldi, Putri Apriliani;
Nadiah, Ulkin;
Yuditasari, Rizky;
Marselina, Sinta;
Morisa, Morisa
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1862
Penggunaan KB dapat mengatasi risiko kesehatan reproduksi salah satunya adalah kehamilan 4T, yaitu hamil dalam usia terlalu tua (usia >35 tahun), hamil dalam usia terlalu muda (usia <20 tahun), terlalu sering atau terlalu dekat jarak kehamilan (usia <2 tahun) dan terlalu banyak anak (>4 orang). Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan pengetahuan dan sikap wanita subur (WUS) terkait risiko kehamilan dan penggunaan metode KB. Metode intervensi yang dilakukan adalah edukasi menggunakan media leaflet kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan menunjukkan hasil terdapat perubahan pengetahuan dan sikap WUS di RT 01,10,11,12,dan 13 Dusun Pringgolayan, Kabupaten Bantul terhadap kehamilan berisiko dan penggunaan metode kontrasepsi. Dampak yang ditimbulkan dari intervensi yang telah dilakukan adalah WUS lebih memahami risiko kehamilan dan manfaat penggunaan metode kontrasepsi.
EDUKASI ALAT KONTRASEPSI GUNA MENINGKATKAN KEIKUTSERTAAN KELUARGA BERENCANA DI DUSUN MODALAN KECAMATAN BANGUNTAPAN BANTUL D.I YOGYAKARTA
Utami, Fitriana Putri;
Puspita, Lukyana Dinar;
Dania, Ninda Mira;
Astuti, Wulida Andri;
Nida, Najwa Hasna;
Nuhra, Sitti
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (509.012 KB)
|
DOI: 10.12928/jp.v4i1.1968
Keluarga Berencana merupakan upaya pelayanan preventif yang paling mendasar untuk mencegah morbiditas dan mortalitas ibu. Banyak PUS mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaktahuan mereka untuk menentukan pilihan yang tepat sesuai dengan usia, jumlah anak, dan juga efek samping yang ditimbulkan. Pendataan yang telah dilakukan pada 247 Pasangan Usia Subur (PUS) di Dusun Modalan tepatnya RT 1-4 diketahui bahwa permasalahan terkait kesehatan reproduksi terbesar yaitu ketidakikutsertaan PUS pada program KB yang disebabkan oleh rendahnya pengetahuan mengenai KB. Metode pelatihan yang dilaksanakan adalah pemberian materi edukasi mengenai metode kontrasepsi tradisonal, modern jangka pendek, dan modern jangka panjang. Metode yang digunakan berupa presentasi disertai diskusi tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 22-23 Februari 2020 total selama 150 menit. Kegiatan melibatkan peserta wanita usia subur dari PKK Apsari Dusun Modalan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, D.I Yogyakarta. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta terkait alat kontrasepsi. Terlihat dari kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan fasilitator pada setiap sesi. Dalam kegiatan ini terlihat para peserta antusias dalam bertanya tentang materi yang disampaikan serta menceritakan pengalaman mereka dalam menggunakan alat kontrasepsi.
PEMICUAN STBM PILAR CTPS PADA MASYARAKAT DI DUSUN PRINGGOLAYAN
Musfirah, Musfirah;
Damayanti, Gita Rosa;
Wardani, Nia Octa;
Putri, Miftahul Zannah Cahyani;
Savitri, Sheila;
Salsabila, Afifah Nur;
Basyaroh, Aulia Puspa Arini
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (515.839 KB)
|
DOI: 10.12928/jp.v4i2.1965
Pembangunan kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Saat ini pemerintah dengan gencar mensosialisasikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat pada pilar II di RT 03 dan RT 11 Dusun Pringgolayan belum tercapai dengan baik. Pelaksaaan pilar II sebanyak 114 KK dari 139 KK (82%). Kurangnya pengetahuan tentang cara cuci tangan dengan benar adalah faktor utama tidak terlaksananya pilar II yaitu Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Tanpa disadari perilaku tersebut bisa menyebabkan timbulnya penyakit berbasis kesehatan lingkungan seperti diare. Kasus diare terdapat di RT 03 maupun RT 11. Untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan yang lebih luas maka dilakukan kegiatan PPM ini. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi mengenai cara cuci tangan dengan benar. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan berupa pemasangan media promosi kesehatan berupa banner. Hasil dari kegiatan tersebut adalah adanya perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan dan dampaknya yaitu warga menjadi lebih paham mengenai pilar II STBM yaitu mengetahui cara cuci tangan dengan benar dan mengetahui penyakit berbasis kesehatan lingkungan yang mudah terjadi akibat dari higiene dan sanitasi yang buruk. Bahkan CTPS sebagai langkah mitigasi sederhana dalam mencegah penularan Virus Covid-19 atau dikenal korona yang merebak di Indonesia saat ini.