cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 502 Documents
Hubungan Pengetahuan Suami Terhadap Pemilihan Alat Kontrasepsi Di UPTD Puskesmas Pulau Sapi Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau Mean, Suhesti; Noviyanti, Nur Indah; Aisyah, Nur
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.19964

Abstract

Kontrasepsi merupakan upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan dapat bersifat sementara maupun permanen, masalah yang terjadi pada saat pemilihan alat kontrasepsi pada ibu ialah pengetahuan suami tentang jenis- jenis dan metode alat kontrasepsi yang akan di gunakan oleh istrinya. perlunya keluarga berencana serta pengetahuan suami tentang alat kontrasepsi dan suami turut berpengaruh pada pengunaan alat kontrasepsi pada istrinya. Hal ini karena, Seseorang akan tertarik pada suatu objek apabila orang tersebut mengetahui objek tersebut. Demikian pula dengan alat kontrasepsi harus sesuai dengan kondisi usia, jumlah anak, dan tujuan penggunaan. Diketahui pemilihan non MKJP di Indonesia pada Wanita Usia Subur (WUS) ≥35 tahun masih tinggi, padahal pada usia tersebut dianjurkan untuk menggunakan MKJP. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan membuktikan hubungan pengetahuan suami terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Studi ini menggunakan desain studi Cross Sectional dengan populasi yaitu akseptor KB di puskesmas pulau sapi sejumlah 369 akseptor KB. Sampel penelitian ini diambil dari data menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 79 responden. Data diperoleh dari data kuesioner. Hasil penelitian selanjutnya di analisa menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan SPSS V.26 menunjukkan hasil PUS yang memilih KB MKJP memiliki pengetahuan baik 21 (55.3%) sedangkan PUS yang memilih KB NON MKJP Sebagian besar suami berpengetahuan baik (44.7%) dengan hasil ρ = 0.002 α = 0.05 yang artinya ada hubungan pengetahuan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi. Saran diharapkan suami dapat meningkatkan pengetahuan tentang pemilihan alat kontrasepsi agar pasangan usia subur dapat memantapkan dalam pemilihan alat kontarasepsi.
Pengaruh Kualitas Tidur Terhadap Perubahan Kadar Brain-Derived Neurothrophic Factor pada Pasien Bipolar di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Nindiasari, Anisa; Sudiyanto, Aris; Kusuma, Wijaya
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.23215

Abstract

Perubahan kualitas, durasi, dan struktur tidur sering diamati pada pasien dengan Bipolar Disorder (BD). Gangguan tidur dapat meningkatkan kerentanan terhadap stres yang berpotensi menurunkan produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Pemantauan kadar BDNF sebagai biomarker dapat membantu perancangan intervensi terapeutik yang lebih spesifik dan individual untuk mengatasi penurunan kognitif dan gangguan fungsional yang terkait dengan BD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas tidur terhadap perubahan kadar BDNF pada pasien dengan Bipolar Disorder di RS UNS Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik komparatif yang membandingkan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol. Sebanyak 60 sampel didapatkan dan diambil sebagai subjek penelitian yaitu kelompok dengan 25% kadar BDNF tertinggi sebagai kelompok kontrol (n=15) dan kelompok dengan kadar BDNF terendah sebagai kelompok kasus (n=15). Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan kadar BDNF diukur melalui prosedur pengambilan darah. Analisis data dilakukan menggunakan independent t-test dan Mann–Whitney test, uji korelasi Pearson, serta analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi (rho) sebesar –0,905 dengan nilai p = 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan sangat kuat dan signifikan antara kualitas tidur dengan kadar BDNF pada pasien BD. Analisis regresi linier sederhana menghasilkan nilai koefisien regresi sebesar –5,52, yang menunjukkan bahwa pasien BD dengan kualitas tidur buruk berpotensi mengalami penurunan kadar BDNF sebesar sekitar 5,52 ng/mL. Kesimpulannya, terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas tidur terhadap perubahan kadar BDNF pada pasien dengan Bipolar Disorder.
Pengaruh Olahraga Aerobik Terhadap Memori Tikus Yang Diinduksi Kebisingan Rahmi, Rahmi; Fauziyah, Yulia; Nasution, Sharlini Desfika
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.21802

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu polusi lingkungan yang dapat meningkatkan hormon stres, sehingga dapat mencetuskan inflamasi dan jalur stres oksidatif sehingga menganggu kerja sel saraf. Hal tersebut dapat menurunkan kemampuan belajar dan memori. Olahraga, terutama olahraga aerobik dapat meningkatkan fungsi memori spasial dan induksi plastisitas hipokampus dengan menurunkan proses inflamasi dan stres oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh olahraga aerobic terhadap memori tikus yang diinduksi kebisingan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan sampel penelitian sebanyak 2 kelompok dengan tiap kelompok terdiri dari 5 tikus. Kedua kelompok dipaparkan kebisingan selama 14 hari. Setelah itu, kelompok 1 tidak diberikan olahraga, dan kelompok 2 diberikan olahraga treadmill selama 4 minggu. Fungsi memori tikus dinilai dengan menggunakan maze Y dengan menghitung spontaneous alternation. Hasil yang diperoleh bahwa terdapat perbedaan rerata spontaneous alternation sebelum dan sesudah kebisingan (p 0.001). Rerata spontaneous alternation kedua kelompok mengalami perbedaan signifikan (p0.05). Kesimpulan penelitian yaitu olahraga aerobic dapat meningkatkan fungsi memori tikus setelah diinduksi kebisingan.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS: PENELITIAN CROSS-SECTIONAL Mafiroh, Devi Alfi; Alfarisi, Ringgo; Hadiarto, Rinto; Mihardja, Laurentia Konadi
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20533

Abstract

Salah satu penyebab utama kematian di dunia adalah penyakit gagal ginjal kronis (GGK). Pengobatan utama untuk pasien GGK pada tahap akhir adalah hemodialisis. Meskipun penelitian sebelumnya telah menunjukkan hasil yang bertentangan, diyakini bahwa tekanan darah dan indeks massa tubuh (IMT) memiliki kaitan pada pasien hemodialisia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai korelasi antara tekanan darah dan IMT pada pasien GGK. Studi ini menggunakan metodologi cross-sectional dan desain observasional analitik. Rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan pengecualian digunakan untuk mengumpulkan data. Sampel penelitian ini terdiri dari total 88 pasien, dan fisher’s exact test dengan ambang signifikansi 0,05 digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa mayoritas pasien yang menjalani terapi hemodialisis mengalami hipertensi (83%). Sebaran IMT menunjukkan bahwa 39,8% pasien memiliki IMT normoweight, 15,9% underweight, 18,2% overweight, dan 26,1% obesitas. Analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan tekanan darah (p= 0,712).
Peran Dukungan Internal Dan Eksternal Dalam Keberhasilan Pengelolaan Pasien Hipertensi Syahrizal, Syahrizal; Kurniawan, Hendra; Bengi, Chinta Simah; Irsyah, Abid Dhiyauddin Alfani; Uma, Syarfa; Yusril, Muhamad
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.22003

Abstract

Dukungan internal dan eksternal dalam pengelolaan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas merupakan strategi penting untuk meningkatkan kepatuhan terapi dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberhasilan dukungan internal dan eksternal pada pasien hipertensi melalui assessment tools pada family medicine yaitu nilai APGAR dan SCREEM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian  kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan melalui tehnik wawancara pada pasien dan keluarganya. Pelaksanaannya  dilakukan melalui kunjungan rumah pada pasien hipertensi di wilayah Puskesmas Batoh, Banda Aceh. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu dan mencakup anamnesis, pemeriksaan fisik, edukasi kesehatan, dan evaluasi aspek psikososial pasien dalam konteks keluarga. Hasil kunjungan menunjukkan bahwa pendekatan holistik membantu peneliti memahami kondisi pasien secara menyeluruh, termasuk aspek psikologis, dukungan keluarga, dan hambatan lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukan nilai APGAR dengan skor 9, yang artinya dukungan internal memilki fungsi yang cukup kuat pada pasien ini, namun terdapat kelemahan pada nilai SCREEM seperti nilai sosial, budaya dan kepercayaan. Keterlibatan keluarga dalam proses perawatan terbukti memperkuat efektivitas intervensi. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergisitas antara dukungan internal dan eksternal pada pasien hipertensi terhadap keberhasilan pengelolaan penyakit kronis yang berkelanjutan di layanan primer.
Standarisasi Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Sari, Jeny Puspita; Tutik, Tutik; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20672

Abstract

Metabolit sekunder yang ditemukan dalam kulit bawang merah digunakan dalam pengobatan tradisional dan memberikan sejumlah keuntungan. Kontrol kualitas yang ketat diperlukan untuk kulit bawang merah, dan termasuk mengevaluasi kualitas ekstrak kulit bawang merah untuk dijadikan obat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjamin efek farmakologis dari ekstrak herbal dan meningkatkan kualitas bahan baku, dan memenuhi kriteria standar ditetapkan sesuai persyaratan yang diperlukan untuk efektivitas, keamanan, kemurnian, dan kualitas. Metode pada penelitian ini menggunakan teknik ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh akan ditentukan parameter standar untuk ekstrak, yang meliputi kriteria spesifik dan non-spesifik. Hasil ekstrasi diperoleh persen rendemen ekstrak etanol kulit bawang merah sebesar 2%. Hasil uji parameter spesifik pada uji organoleptik ekstrak etanol dengan warna kecoklatan dan aroma bawang yang kuat. Hasil uji kelarutan ekstrak larut dalam pelarut air 12% dan organik 26% memenuhi standar dengan syarat lebih dari 6% telah memenuhi standar. Hasil skrining fitokimia ekstrak mengandungan flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Hasil uji parameter non-spesifik diperoleh susut pengeringan sebesar 1% memenuhi standar 11%, kadar air gravimetri sebesar 1% memenuhi standar tidak lebih dari ≤ 10%, dan kadar abu total sebesar 15% memenuhi standar tidak lebih dari ≤ 16,6%. Parameter non-spesifik kadar abu tidak larut asam sebesar 5% tidak memenuhi standar seharusnya tidak melebihi ≤ 0,7%.
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Amabel, Deby; Primadiamanti, Annisa; Saputri, Gusti Ayu Rai; Meithia, Artha
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20271

Abstract

Secara global, hampir 8 juta orang meninggal akibat hipertensi setiap tahunnya. Di Indonesia, hipertensi merupakan faktor utama mortalitas dan morbiditas. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di rumah sakit imanuel bandar lampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode cross sectional dan pengambilan data dilakukan menggunakan dua tahap yaitu tahap pertama mengambil data kepatuhan dengan cara membagikan kuisioner MMAS-8 dan tahap kedua dilakukan secara prospektif berdasarkan rekam medik pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung pada bulan Januari-Maret 2023 sebanyak 83 responden dengan teknik non probabillity sampling dan purposive. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil frekuensi tingkat kepatuhan minum obat penderita hipertensi di Rumah Sakit Imanuel yaitu 16% dengan kepatuhan tinggi, 35% kepatuhan sedang, 49% responden kepatuhan rendah. Tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pasien hipertensi yang berobat di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung mayoritas termasuk dalam tingkat kepatuhan rendah. Hasil analisis uji Chi Square dapat disimpulkan bahwa pada hanya data lama menderita yang memiliki pengaruh terhadap kepatuhan pasien untuk minum obat antihipertensi dengan nilai signifikansi sebesar 0,036 (p 0,05). hal ini menunjukkan bahwa terdapat variabel subyek penelitian yang berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi.
Dampak Positif Penerapan Akreditasi Rumah Sakit Terhadap Peningkatan Keselamatan Pasien: Literatur Review Riyadi, Slamet; Mundakir, Mundakir; Absor, Sholihul
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20979

Abstract

Akreditasi, sebagai bentuk pengakuan terhadap kualitas pelayanan rumah sakit, diberikan setelah proses asesmen yang memvalidasi pemenuhan terhadap standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akreditasi terhadap peningkatan keselamatan pasien melalui telaah sistematis yang berlandaskan metodologi PRISMA. Sebanyak 20 artikel dari sumber nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 telah dianalisis. Insiden keselamatan pasien yang tinggi menjadi perhatian utama, disebabkan oleh faktor-faktor seperti kurangnya akuntabilitas petugas, ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur, serta komunikasi yang tidak efektif. Hasil telaah menunjukkan bahwa akreditasi berdampak positif pada keselamatan pasien melalui peningkatan mutu pelayanan, implementasi standar keselamatan yang lebih ketat, penguatan budaya keselamatan pasien, penurunan insiden yang tidak diharapkan, peningkatan kepuasan pasien, dan peningkatan efektivitas komunikasi antar staf. Dengan demikian, akreditasi terbukti menjadi instrumen yang efektif dalam membangun budaya keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit.
Laporan Kasus : Perempuan 44 Tahun Dengan Perdarahan Uterus Abnormal Et Causa Polip Endometrium Shariff, Fonda Octarianingsih; Pinky, Anastasya Agusetyani; Ayu, Lis Awang Sega; Aulia, Winneke Rizki; Fitrihanny, Leona Ferda; Nurfauzi, M Rizal; Dewi, Azzah Kurnia; Yuswanita, Ajeng; Nugraha, Rezha Wahyu
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20601

Abstract

Perdarahan uterus abnormal (PUA) merupakan masalah ginekologi yang sering terjadi pada wanita usia reproduktif akhir hingga perimenopause. Salah satu penyebab struktural PUA adalah polip endometrium, yaitu pertumbuhan jinak pada lapisan endometrium yang dapat menimbulkan perdarahan berkepanjangan dan anemia. Dilaporkan kasus seorang perempuan usia 44 tahun (P3A0) yang datang dengan keluhan perdarahan menstruasi terus-menerus selama tiga bulan, disertai nyeri perut bawah dan gejala anemia. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan ginekologi, pemeriksaan laboratorium, ultrasonografi (USG), serta pemeriksaan histopatologi jaringan hasil kuretase. Pasien menunjukkan tanda anemia dengan kadar hemoglobin 8,6 g/dL dan ditemukan massa bertangkai di kavum uteri. Penatalaksanaan meliputi transfusi darah, dilatasi dan kuretase, serta ekstirpasi polip endometrium. Kondisi pasien pasca tindakan stabil, perdarahan berhenti, dan tidak ditemukan komplikasi. Hasil histopatologi menunjukkan polip endometrium dengan endometrium fase proliferatif. Polip endometrium perlu dipertimbangkan sebagai penyebab PUA pada wanita usia reproduktif akhir. Diagnosis yang tepat dan penatalaksanaan yang cepat dan adekuat dapat menurunkan morbiditas serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pengetahuan Sikap Terhadap Perilaku Personal Hygiene Pada Remaja Putri Di Bandarjo Ungaran Barat Wiranti, Iin; Mularsih, Sri; Elliana, Dewi
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.22514

Abstract

Upaya peningkatan kesehatan diri pada remaja putri dapat dilakukan melalui tindakan preventif dengan cuci tangan. Kegiatan ini efektif menghambat pertumbuhan bakteri jika dilakukan secara benar sesuai kebijakan dari WHO yaitu mencuci tangan 6 langkah selama 20-30 detik. Akan tetapi prevalensi keputihan pada remaja putri terus meningkat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan sikap terhadap personal hygiene pada remaja. Metode: deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crossectional, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yang diperoleh respnden 68 remaja putri. Analisa univariat menggunakan deskriptif yang disajikan dalam frekuensi dan presentase, bivariat menggunakan chi square. Simpulan: sebagain besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 38,2%, sedangkan responden bersikap negative sebesar 64,7%, perilaku negative 54,4%, sehingga terdapat hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku personal hygiene dengan p value 0,0000,05, rasio odds 2,632 pada pengetahuan artinya pengetahuan memiliki pengaruh lebih kuat dari sikap. Oleh karena itu, diharapkan ada upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman melalui program edukasi berkelanjutan tentang personal hygiene pada remaja putri sehingga dapat membentuk perilaku yang mandiri untuk meningkatkan kesehatan diri melalui upaya sederhana yang efektif.