cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 526 Documents
Gambaran Merokok Dengan Fungsi Paru Peak Flow Pada Petugas Keamanan Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Wijaya, Ola Satrya Putra; Dharmawan, Akhmad Kheru; Hatta, Muhammad; Soemarwoto, Retno Ariza; Oktobiannobel, Jordy
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20682

Abstract

Merokok merupakan faktor risiko utama gangguan fungsi paru dan masih banyak ditemukan pada petugas keamanan. Paparan zat berbahaya dalam rokok dapat menurunkan fungsi paru, yang salah satunya dapat diukur melalui nilai arus puncak ekspirasi (APE) menggunakan peak flow meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan fungsi paru peak flow pada petugas keamanan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang. Subjek penelitian berjumlah 63 petugas keamanan perokok yang dipilih dengan teknik total sampling. Derajat merokok dinilai menggunakan Indeks Brinkman, sedangkan fungsi paru diukur menggunakan peak flow meter, Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Mayoritas responden merupakan perokok ringan (69,8%) dan berada pada kategori usia dewasa. Penilaian fungsi paru menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden (58,7%) memiliki nilai APE 50–80% dari prediksi normal. Distribusi berdasarkan derajat merokok menunjukkan bahwa penurunan nilai APE ditemukan pada seluruh kategori perokok, termasuk perokok ringan, dan seluruh perokok berat berada pada kategori APE menurun. Meskipun sebagian besar responden merupakan perokok ringan, penurunan fungsi paru telah terjadi pada sebagian besar petugas keamanan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok, bahkan pada derajat ringan, berpotensi menyebabkan penurunan fungsi paru.
Sintesis CaO Dari Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis L.) Untuk Fotodegradasi Limbah Merah Allura, Skripsi, Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Bandar Lampung Handayani, Putri; Tutik, Tutik; Amalia, Putri; Husein, Saddam
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20270

Abstract

Limbah zat warna sintetis, seperti Merah Allura, yang banyak digunakan dalam industri pangan dan farmasi berpotensi mencemari lingkungan perairan karena bersifat persisten dan sulit terdegradasi secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi aktivitas fotokatalitik kalsium oksida (CaO) yang berasal dari limbah cangkang kerang hijau (Perna viridis L.) sebagai alternatif fotokatalis ramah lingkungan untuk degradasi Merah Allura. CaO disintesis melalui proses kalsinasi pada suhu 900 °C selama 4 jam dan dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope (SEM), dan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). Uji fotokatalitik dilakukan dalam sistem batch menggunakan larutan Merah Allura berkonsentrasi 20 mg/L (100 mL) dengan dosis katalis 0,5 g pada pH 7, di bawah penyinaran UV (λ = 365 nm, intensitas ±15 W). Hasil XRD menunjukkan terbentuknya fase CaO dengan kristalinitas tinggi dan ukuran kristalit skala nanometer, sementara SEM memperlihatkan morfologi berpori dan permukaan kasar. FTIR mengonfirmasi dominasi ikatan Ca–O dengan keberadaan gugus hidroksil dan karbonat sebagai spesies permukaan. Aktivitas fotokatalitik CaO menunjukkan peningkatan degradasi Merah Allura secara signifikan seiring waktu iradiasi, yaitu 0% (0 menit), 36,75% (30 menit), 71,56% (60 menit), 73,02% (90 menit), 81,84% (120 menit), dan mencapai 85,25% pada 150 menit. Kinetika degradasi mengikuti model orde semu pertama. Secara keseluruhan, CaO berbasis cangkang kerang hijau menunjukkan potensi tinggi sebagai fotokatalis ekonomis dan berkelanjutan untuk pengolahan limbah zat warna sintetis.
Karakteristik Tumor Hati Berdasarkan Pemeriksaan CT scan dan Patologi Anatomi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Charla Mayda Dauvi; Yusmaidi Yusmaidi; Deviani Utami; Alfi Wahyudi
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.21510

Abstract

Tumor hati merupakan kondisi pertumbuhan abnormal sel pada jaringan hati. Hepatocellular carcinoma (HCC) merupakan jenis tumor hati ganas yang paling sering ditemukan dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menilai karakteristik klinis dan diagnostik tumor hati serta menganalisis kesesuaian antara hasil CT scan dengan histopatologi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan data sekunder dari rekam medis pasien tumor hati di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2024. Sebanyak 99 pasien dianalisis. Kelompok usia terbanyak adalah 56–65 tahun (35,4) dengan dominasi laki-laki (64,6). Keluhan utama tersering adalah nyeri perut kanan atas (78,8). Mayoritas pasien menunjukkan peningkatan SGOT (83,8), SGPT (69,7), dan bilirubin indirek (79,8). Berdasarkan CT scan, HCC merupakan temuan terbanyak (51,5), diikuti oleh USG (66,7) dan histopatologi (47,5). Sebagian besar pasien mendapatkan tatalaksana non-operatif (52,5). Kesimpulannya, tumor hati lebih sering ditemukan pada laki-laki usia 56–65 tahun dengan keluhan nyeri perut kanan atas. HCC merupakan jenis tumor yang paling dominan, dan tatalaksana non-operatif lebih sering dilakukan.
Peran Cuci Tangan Pakai Sabun Dan Akses Air Bersih Terhadap Diare Berulang Dan Status Gizi Balita: Tinjauan Sistematis Karen Afian; Grace Joselini Corlesa; Mirna Albertina Wijaja; Nirawan Putranto; Ismalia Husna; Sissy Sissy; Elitha Sundari Pulungan; Alif Nurfatah; Angela Veronica; Atiqa Labiba; Bayu Pamungkas; Dian Islamiyah; Eka Anastasya; Histofredy Marlin; Meyllen Joltuwu; Muhammad Fulvian; Muhammad Raihan; Damas Prakoso
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.24697

Abstract

Diare berulang dan gizi kurang (stunting) tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama pada anak di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Infeksi enterik akibat sanitasi dan higiene yang buruk menyebabkan Environmental Enteric Dysfunction (EED), yang mengganggu penyerapan nutrisi dan menghambat pertumbuhan. Sementara intervensi nutrisi menunjukkan perbaikan kecil dalam pertumbuhan, peran Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) dianggap krusial. Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang intensif dan ketersediaan sarana air bersih dalam mencegah diare berulang pada balita serta dampaknya terhadap status gizi anak. Pencarian literatur dilakukan melalui laman elektronik PubMed, UBESCO, dan Spriner dengan batas waktu terbit selama sepuluh tahun. Tinjauan sistematis dan sintesis bukti dilakukan dari uji coba terkontrol acak (RCT) skala besar (WASH Benefits, SHINE) dan meta-analisis di LMICs. Data difokuskan pada CTPS, diare, dan hasil pertumbuhan (Length-for-Age Z-score/LAZ). Hasil yang didapatkan yaitu CTPS terbukti dapat menurunkan diare berulang. Sebuah penelitian di Pakistan menunjukkan pengurangan insiden diare sebesar 53% secara keseluruhan dan 39% pada bayi di bawah 1 tahun, menegaskan manfaat perlindungan bagi kelompok berisiko tinggi. Namun, intervensi CTPS dan air bersih elementer saja tidak menunjukkan efek pada perbaikan stunting dalam RCT. Efek positif pada pertumbuhan (LAZ, WAZ) hanya terdeteksi ketika intervensi WASH digabungkan secara sinergis dengan nutrisi (MD = 0.13 untuk LAZ; MD = 0.09 untuk WAZ). Kegagalan intervensi dasar menunjukkan bahwa lingkungan tetap sangat terkontaminasi. Kesimpulannya yakni CTPS dan air bersih adalah pilar utama dalam mengurangi diare. Namun, untuk mengatasi stunting, diperlukan pendekatan "Transformative WASH" yang terintegrasi dengan nutrisi untuk secara radikal mengurangi kontaminasi fekal dan memastikan perbaikan status gizi balita. Program harus berinovasi untuk mencapai dan mempertahankan kepatuhan CTPS yang tinggi.
Hubungan Pengetahuan Terhadap Kontrol Gula Darah Pada Pasien DM Tipe 2 Di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh Siti Haja Sakinah Usalma; Eko Siswanto; Zurriyani Zurriyani
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.22196

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi jangka panjang. Kontrol gula darah yang optimal menjadi kunci utama dalam pencegahan komplikasi, namun sebagian besar pasien belum mencapai kontrol yang adekuat. Tingkat pengetahuan pasien merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kemampuan pengelolaan mandiri dan hasil kontrol glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kontrol gula darah pada pasien DMT2. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 98 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat pengetahuan dinilai menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24), sedangkan status glikemik diperoleh dari data rekam medis berdasarkan kadar gula darah sewaktu (GDS). Kontrol gula darah dikategorikan menjadi terkontrol (GDS 200 mg/dL) dan tidak terkontrol (GDS ≥200 mg/dL). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, namun mayoritas masih memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kontrol gula darah (p0,001). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kontrol gula darah pada pasien DMT2. Edukasi kesehatan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan pengendalian gula darah dan menurunkan risiko komplikasi.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Tidur Perawat : Studi Cross-Sectional di RSUD DR. Adhyatma, MPH Semarang Raihany Aulia Putri; Bintang Tatius; Nabil Hajar
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.25196

Abstract

Perawat kerap kali menghadapi tekanan tinggi akibat jadwal kerja yang tidak teratur, beban kerja yang berat, serta tuntutan emosional yang dapat memicu kecemasan dan gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada 91 perawat di RSUD Dr. Adhyatma, MPH Semarang menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS-42 dan PSQI dengan teknik purposive sampling dan uji statistik Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur (p = 0,005) dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,289 yang menunjukkan kekuatan hubungan lemah dengan arah positif. Semakin tinggi tingkat kecemasan seseorang, maka kualitas tidurnya cenderung menurun. Secara spesifik, unit rawat jalan memiliki tingkat kecemasan tertinggi (27,8%), sementara kualitas tidur buruk didominasi oleh perawat di unit rawat inap (73,7%) dan IGD (55,6%). Sebaliknya, kualitas tidur pada perawat di unit ICU dan IBS sebagian besar tergolong baik. Secara keseluruhan, meskipun terdapat hubungan yang signifikan, tingkat kecemasan pada perawat di RSUD Dr. Adhyatma, MPH Semarang berada pada kategori rendah.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat pada Siswa SDN 68/IV Kota Jambi Sherly Karlina; Puspita Sari; Kasyani Kasyani; Usi Lanita
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.23695

Abstract

Jajanan sehat adalah makanan atau minuman yang aman, higienis, dan bergizi, bebas dari kuman, kotoran, serta disajikan secara bersih dengan pengolahan dan penyajian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi jajanan sehat pada siswa sekolah dasar N 68/1V Kota Jambi. Pengambilan data dilakukan menggunakan lembar kuesioner, dengan desain observasional dan pendekatan cross sectional. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, peran keluarga, dan peran sekolah dengan perilaku konsumsi jajanan sehat Sekolah Dasar Negeri 68/IV Kota Jambi dengan hasil analisis chi-square p-value (0,006, 0,001, 0,001, 0,001) sedangkan tidak hubungan antara teman sebaya dengan dengan perilaku konsumsi jajanan sehat Sekolah Dasar Negeri 68/IV Kota Jambi yang dibuktikan dengan hasil analisis chi-square nilai p-value (0,059).
Hubungan Jumlah Trombosit Dengan Manifestasi Klinis Perdarahan Anak Dengan Demam Berdarah (DBD) Di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Rafiqa Nadia Irwanda Putri; Nina Herlina; Niputu Sudiadnyani; Astri Pinilih
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.21595

Abstract

Penyakit DBD ialah sebuah penyakit yang biasanya terjadi di Indonesia, terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi kaum muda. Salah satu manifestasi klinis yang sering terjadi adalah perdarahan, yang kerap dikaitkan dengan penurunan jumlah trombosit. Namun, tidak semua pasien dengan trombosit rendah mengalami perdarahan. Tujuannya studi ini guna melihat hubungannya antara jumlah trombosit dengan manifestasi klinis perdarahan pada pasien anak DBD di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Temuan studi bahwa kasus DBD pada anak paling sering mengalami trombositopenia sedang 50.000-100.000/mm3 besarannya (42,6%) manifestasi klinis perdarahan yang paling sering terjadi yakni petekie dan epitaksis (69,3%). Melihat analisis data memakai uji chi- square memperlihatkan nilai p= 0,605 (p 0,05), ini bisa dikatakan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah trombosit dengan manifestasi klinis perdarahan pada pasien anak DBD di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah trombosit dengan manifestasi klinis perdarahan pada pasien anak DBD di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.
Prolaps Uteri Total Dengan Sistokel Dan Rektokel Pada Wanita Multipara Usia Lanjut: Laporan Kasus Ainil Aisyah; Sarah Ika Nainggolan; Kevin Nicholas Rumahorbo
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.25133

Abstract

Prolaps uteri merupakan bagian dari prolaps organ panggul yang banyak terjadi pada wanita usia lanjut, terutama pada mereka dengan riwayat multiparitas. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan signifikan terhadap kualitas hidup dan sering kali disertai prolaps organ panggul lainnya. Dilaporkan satu kasus seorang wanita berusia 64 tahun dengan status obstetri G7P7A0 yang datang dengan keluhan benjolan keluar dari vagina sejak satu tahun terakhir. Keluhan dirasakan semakin membesar dan menetap di luar vagina. Pemeriksaan fisik menunjukkan prolaps uteri derajat IV yang disertai sistokel derajat III dan rektokel derajat III. Pasien memiliki riwayat tujuh kali persalinan pervaginam dan telah mengalami menopause sejak usia 50 tahun. Pemeriksaan penunjang laboratorium menunjukkan anemia, serta ditemukan komorbid kardiovaskular berupa atrial fibrilasi. Berdasarkan kondisi klinis dan status reproduksi pasien, dilakukan tindakan bedah berupa total vaginal histerektomi yang dikombinasikan dengan kolporafi anterior, kolpoperineorafi posterior, dan fiksasi sakrospinosus. Pascaoperasi, kondisi klinis pasien menunjukkan perbaikan yang baik tanpa komplikasi bermakna. Multiparitas dan usia lanjut merupakan faktor risiko utama terjadinya prolaps uteri derajat lanjut. Penatalaksanaan bedah pada pasien yang telah menyelesaikan fungsi reproduksi terbukti memberikan hasil klinis yang baik serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pengaruh Container Index Dan Analisis Spasial Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerja Puskesmas Pagelaran Jovasco Allenfaza; Agung Aji Perdana; Khoidar Amirus; Fitri Ekasari
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.22475

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pada tahun 2023, Kabupaten Pringsewu mencatat 297 kasus dengan IR sebesar 67,2 per 100.000 penduduk, menjadikannya salah satu kabupaten dengan kasus tertinggi di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh indikator entomologi Container Index dan analisis spasial terhadap kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Pagelaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 55 rumah yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist, dianalisis dengan uji chi-square dan pemetaan spasial. Hasil menunjukkan 51% rumah terdeteksi positif jentik, dan 40% rumah memiliki Container Index tinggi. Uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara Container Index dengan kejadian DBD (p-value = 0,018). Pemetaan spasial menunjukkan pola persebaran kasus bersifat clustered. Penelitian ini menunjukan pentingnya pengendalian lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk sebagai upaya pencegahan DBD yang efektif.