cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 502 Documents
Potensi Ekstrak Limbah Tangkai Buah Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) Sebagai Biolarvasida Aedes aegypti Lestari, Diana; Susanti, Dwi; Elsyana, Vida
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.21263

Abstract

Tangkai cabai termasuk limbah organik yang dihasilkan dari buah cabai. Tangkai buah cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, steroid dan fenolik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai biolarvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan menentukan konsentrasi optimal ekstrak tangkai buah cabai merah keriting sebagai biolarvasida terhadap nyamuk Aedes aegypti. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% didapatkan hasil 115,34 gram ekstrak dengan rendemen 11,534%. Proses penelitian ini menerapkan 5 kelompok perlakuan yang meliputi ekstrak tangkai buah cabai merah keriting dengan konsentrasi 1%, 3%, 5%, bubuk abate 1% untuk menjadi kontrol positif serta akuades untuk menjadi kontrol negatif, dengan setiap kelompok yang isinya 25 larva Aedes aegypti instar III dan IV dan dilakukan 4 kali proses yang mengulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 5% efektif sebagai larvasida dengan tingkat kematian mencapai 100%. Konsentrasi efektif (LC50) ekstrak tangkai buah cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) yang dapat mematikan 50% larva nyamuk Aedes aegypti berada pada konsentrasi 1,718%. Pengujian membuktikan bahwa ekstrak tangkai buah cabai merah keriting efektif serta bersifat toksik dalam mematikan larva Aedes aegypti.
LAPORAN KASUS : VULNUS SCISSUM DORSUM MANUS DIGITI I SINISTRA AKIBAT KECELAKAAN KERJA Hasbie, Neno Fitriyani; Suriadi, Ghulam Muharam; Darma, Guntur Bintang Hadi; Wahyuni, Indah Sri; Dito, M. Farhan; Ningrat, M. Taufik Hadi; Putri, Puput Ayu; PJ, Setyo Bagoes; Sofyan, M. Kholid
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20354

Abstract

Vulnus scissum merupakan luka robek akibat benda tajam yang ditandai dengan tepi luka rapi dan lurus. Luka ini sering terjadi pada kecelakaan kerja dan berpotensi menimbulkan komplikasi seperti infeksi dan gangguan fungsi ekstremitas apabila tidak ditangani secara tepat. Laporan kasus ini membahas seorang pria berusia 29 tahun yang mengalami luka sayat pada dorsum ibu jari tangan kiri akibat terkena golok saat memanen nanas. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta penilaian faktor sosial, ekonomi, lingkungan, dan perilaku pasien. Diagnosis ditegakkan sebagai vulnus scissum pada dorsum ibu jari tangan kiri. Penatalaksanaan dilakukan secara holistik meliputi tindakan kuratif berupa penjahitan luka dan pemberian antibiotik serta analgesik, disertai pendekatan promotif dan preventif melalui edukasi penggunaan alat pelindung diri dan anjuran diet tinggi protein untuk mendukung proses penyembuhan. Kasus ini menegaskan pentingnya penanganan luka robek secara komprehensif serta peran edukasi keselamatan kerja dalam mencegah kejadian serupa.
Malformasi Anorektal Dengan Fistula Rektovaginal Pada Bayi Baru Lahir Marhaen, Taufik Rizky; Dewiyanti, Lilia; Pambudi, Wiyarni
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.22068

Abstract

Fistula rektovaginal kongenital merupakan varian malformasi anorektal yang sangat jarang dengan kompleksitas diagnostik dan terapeutik tinggi. Laporan ini bertujuan melaporkan kasus fistula rektovaginal kongenital dengan diagnosis dini dan penatalaksanaan komprehensif. Dilaporkan kasus bayi perempuan aterm dengan atresia ani disertai fistula rektovaginal yang didiagnosis segera setelah lahir melalui pemeriksaan fisik sistematis, laboratorium, dan radiologi. Diagnosis ditegakkan berdasarkan tidak adanya orifisium ani, keluarnya mekonium melalui vagina, dan pemeriksaan perineum teliti. Kolostomi dilakukan pada usia 4 hari sebagai prosedur awal. Hiperbilirubinemia multifaktorial dan hipoglikemia neonatal ditatalaksana adekuat dengan fototerapi dan infus dekstrosa. Berbeda dengan 22% kasus yang mengalami keterlambatan diagnosis, identifikasi dini pada kasus ini mencegah komplikasi obstruksi intestinal dan sepsis. Pemeriksaan perineum sistematis memungkinkan diagnosis dini varian yang jarang. Kolostomi dini dan perencanaan PSARP definitif memberikan prognosis optimal. Protokol skrining neonatal dan follow-up multidisipliner jangka panjang sangat esensial.
Gambaran Kadar Vitamin D Dengan Kejadian Eksaserbasi Pasien PPOK Di Klinik Harum Melati Kabupaten Pringsewu .Fitriyaturrohmah, Fitriyaturrohmah; Oktobiannobel, Jordy; Alfarisi, Ringgo; Hidayat, Hidayat; Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20662

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit pernapasan progresif yang ditandai dengan hambatan aliran udara dan eksaserbasi akut, dengan defisiensi vitamin D yang meningkatkan resiko eksaserbasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar vitamin D dengan kejadian eksaserbasi pasien PPOK di Klinik Harum Melati Kabupaten Pringsewu. Rancangan observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional. Jumlah sampel 35 orang pasien PPOK di Klinik Harum Melati Kabupaten Pringsewu. Data pasien PPOK diperoleh melalui rekam medis dan data vitamin D diperoleh melalui pemeriksaan POCT yang dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara kadar vitamin D dengan kejadian eksaserbasi pasien PPOK. Sebagian besar pasien PPOK dalam kondisi stabil sebanyak 31 orang (33,6%), dan tidak stabil sebanyak 4 orang (11,4%). Kadar vitamin D pada pasien mayoritas berada pada kategori rendah sebanyak 19 orang (54,3%).
Pengaruh Pijat Bayi terhadap Peningkatan Berat Badan dan Perkembangan Motorik Kasar pada Bayi Usia 0 – 11 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Lapang Lukas, Fioleta Yuldiana; Purnamasari, Agus; Faradhiba, Idha
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.19886

Abstract

Praktik pijat bayi merupakan sebuah kearifan lokal turun temurun yang dilakukan oleh nenek moyang kita sejak dulu. Jadi dapat dikatakan bahwa, pijat bayi merupakan salah satu teknik yang umum diberikan pada bayi atau anak yang sedang sakit untuk membantu penyembuhannya. Manfaat pijat sangat beragam dan sangat baik untuk pertumbuhn dan perkembangan anak sehingga dapat mencegah keterlambatan. Pijat bayi juga emrupakan sebuah bentuk stimulasi penting yang dapat dilakukan orang tua di rumah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi terhadap peningkatan berat badan dan perkembangan Motorik Kasar  bayi umur 0 s/d 11 bulan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif quasy experiment dengan pendekatan pre and post test design without control group. Analisis data penelitian menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon signed Ranks. Nilai rata-rata berat badan bayi sebelum perlakuan pijat adalah 6016, 67 dengan standar deviasi 2113, 33302 sedangkan nilai rata-rata berat badan bayi setelah menerima perlakuan pijat bayi selama 4 minggu atau 8 kali adalah 6680, 56 dengan standar deviasi 1918,72651 dengan nila P Value 0,05 yaitu 0,000. Sedangkan untuk nilai rata-rata perkembangan motorik kasar setelah perlakuan adalah 3,17 dengan standar deviasi 0,383 dengan hasil uji Wilcoxon didapatkan P value 0,05 yaitu 0,046. Kesimpulan penelitian ini didasarkan pada hasil Asymp. Sig. (2-tailed) 005 artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan dan perkembangan motorik kasar bayi.
G1P0A0 Usia Kehamilan 37 Minggu 2 Hari Dengan Varicella: Laporan Kasus Jayadiputra, Auliya Salsabila; Purnamawati, Purnamawati
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.22989

Abstract

G1P0A0 Usia Kehamilan 37 minggu 2 hari dengan varicella: laporan kasus. Pasien usia 25 tahun G1P0A0 hamil 37 minggu 2 hari datang ke igd Rumah Sakit Dr. Sayidiman Magetan diantar keluarga dengan keluhan perut kenceng-kenceng sejak jam 01.00 wib tanggal 08 Maret 2025 dan sudah keluar lendir darah tetapi tidak ada cairan yang keluar dari jalan lahir. Pasien juga mengeluhkan demam sejak 07 Maret 2025 dan muncul cacar air sejak 06 maret 2025. Pasien menyatakan bahwa suaminya terkena herpes pada 2 minggu lalu (28/02/2025) dan sempat kontak dengan suaminya dan pasien sebelumnya belum pernah mengalami cacar air. Tanda vital tekanan darah 125/75 mmhg, nadi 100x/menit, spo2 99% airroom, frekuensi nafas 20x/menit. pada pemeriksaan status lokalis pasien terdapat multiple vesikel dasar eritem pada kepala, leher, abdomen, ekstremitas superior maupun inferior.  pada pemeriksaan obstetric tinggi fundus uteri 29 cm, taksiran berat janin 2635 gram, denyut jantung janin 141x/menit, his 3-4x dalam 10 menit lama 10-15 detik. Pada pemeriksaan dalam yaitu vaginal touche vulva vagina dalam batas normal, bloodslym (+) portio pembukaan 4 cm, efficement 25 %, posisi posterior, konsistensi firm, stasion -3, denominator tidak dapat di nilai, kepnurunan kepala hodge I, bishop score 4. Diagnosis pada kasus ini yaitu G1P0A0 hamil 37 minggu 2 hari usia 25 tahun dengan Varicella Janin Tunggal Hidup Intrauterine Inpartu kala I fase aktif. Tatalaksana yang didapatkan oleh pasien, yaitu evaluasi pembukaan, cek vital sign secara berkala, dan indikasi rawat inap yang diberikan IVFD Ringer laktat 20 tpm, paracetamol 1 g intravena setiap 8 jam, serta terapi antivirus menggunakan acyclovir 800 mg per oral lima kali sehari selama 7 hari. Selain itu, diberikan terapi topikal berupa gentamicin krim yang dioleskan dua kali sehari pada area lesi. Prognosis pada pasien dubia ad bonam. Kejadian varicella kehamilan pada pasien ini disebabkan karena kontak langsung dengan suaminya yang menderita herpes zoster. Varicella dalam kehamilan mempunyai risiko dan komplikasi maternal fetal yang cukup serius. Pencegahan bisa diberikan vaksinasi setelah persalinan.
Karakteristik Pasien COVID-19 Dengan Hipertensi Di RSUD Dr. Soedarso, Pontianak Lere Dawa, Marsha Patricia Christi; Mardhia, Mardhia; Asroruddin, Muhammad; Liana, Delima Fajar; Andriani, Rini
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.21281

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit penyerta yang paling sering ditemui pada pasien terkonfirmasi COVID-19 berdasarkan peran dari reseptor ACE2. Hipertensi diketahui berperan pada kejadian komplikasi COVID-19 yang dapat berpengaruh pada tingkat keparahan pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase dan karakteristik pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta hipertensi di RSUD Dr. Soedarso, Pontianak, menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien terkonfirmasi COVID-19 tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada April-Juni 2022, dengan teknik total sampling sebanyak 312 pasien. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan program SPSS Statistics dan Microsoft Excel untuk melihat sebaran data. Dari 2.221 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang menjalani perawatan di RSUD Dr. Soedarso, Pontianak terdapat 312 pasien (14%) dengan penyakit penyerta hipertensi, dengan karakteristik, mayoritas pada rentang usia 52-59 tahun atau kategori usia dewasa (57,1%), laki-laki (51%), gejala sedang COVID-19 (63,8%), dengan angka kematin 29,5%. Temuan ini mendukung bukti bahwa pasien COVID-19 dengan hipertensi menunjukkan derajat keparahan yang cenderung lebih tinggi.
Risk Factors for Neovascular Glaucoma in Patients with Central Retinal Vein Occlussion: A Systematic Review and Meta-analysis Faadhil, Muhammad Arsy Kamal; Yusran, Muhammad
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20427

Abstract

Neovascular Glaucoma (NVG) is a serious complication of Central Retinal Vein Occlusion (CRVO). This study evaluates the relationship between CRVO and NVG to understand prevalence and contributing risk factors. A PROSPERO-registered protocol (CRD42024588660) guided the systematic review and meta-analysis. Searches in PubMed, Cochrane Library, and Scopus identified studies on CRVO and NVG. Eligible studies were assessed using the ROBBINS-I risk of bias tool. Out of 203 studies, three met the criteria, with older age and ischemic CRVO identified as key factors for NVG development. Ischemic CRVO was the strongest predictor (RR: 4.37; 95% CI: 2.18–8.76; p0.0001), followed by older age (mean difference: 6.24; 95% CI: 1.50–12.51; p=0.010). Elevated intraocular pressure (IOP) also showed relevance (mean difference: 1.74; 95% CI: 0.45–3.02; p=0.008), though study heterogeneity limited interpretation. Additional risks included subretinal fluid and poor baseline visual acuity, while systemic conditions like hypertension (RR: 1.41; 95% CI: 0.63–3.12; p=0.40) and diabetes (RR: 1.94; 95% CI: 0.95–3.96; p=0.07) showed weaker associations. Gender was not significantly associated with NVG risk (RR: 0.95; 95% CI: 0.47–1.96; p=0.90). NVG in CRVO patients is strongly associated with ischemic CRVO and older age.
Laporan Kasus : Unilateral Mastitis Tuberkulosis yang Menyerupai Abses Payudara pada Wanita 51 Tahun Rokihyati, Rokihyati; Jason, Daniel; Viviane, Agatha
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.22109

Abstract

Berikut kami deskripsikan sebuah kasus mastitis TB kiri pada seorang wanita Indonesia berusia 51 yang datang dengan keluhan nyeri disertai benjolan, kemerahan, serta rasa gatal pada payudara kiri selama 10 hari. Hasil ultrasonografi menunjukan kesan abses payudara. Histopatologi menunjukkan proses granulomatosa dengan nekrosis serta sel-sel epitheloid, sehingga diagnosis kerja berubah menjadi mastitis TB. Pasien menunjukkan perbaikan klinis setelah rutin pengobatan dan evaluasi terapi. Tanpa melupakan kemungkinan etiologi yang berasal dari keganasan, laporan kasus ini menunjukkan penting untuk mempertimbangkan kemungkinan tuberculosis payudara pada pasien tanpa gejala sistemik.
Gambaran Kadar Vitamin D Dengan Kejadian Eksaserbasi Pasien Asma Stabil Di Klinik Harum Melati Kabupaten Pringsewu Ayu Mawarni, Ni Wayan Demika; Oktobiannobel, Jordy; Hadiarto, Rinto; Hidayat, Hidayat; Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20661

Abstract

Asma merupakan penyakit yang bersifat heterogen, umumnya ditandai oleh peradangan kronis pada saluran napas. Pada kondisi dimana jika seorang penderita asma yang memiliki kadar vitamin D rendah dalam tubuh dapat memicu terjadinya peningkatan sitokin kemudian memperparah peradangan saluran napas. Penderita asma dapat mengalami eksaserbasi yang berpotensi mengancam jiwa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar vitamin D dengan kejadian eksaserbasi pasien asma stabil di Klinik Harum Melati Kabupaten Pringsewu. Rancangan observasi analitik dengan pendekatan Cross-sectional. Jumlah sampel 35 orang pasien asma di Klinik Harum Melati Kabupaten Pringsewu pada tahun 2025. Data pasien asma didapatkan dari rekam medis serta wawancara, dan data vitamin D diperoleh melalui sebuah pemeriksaan POCT. Analisis statistik dilakukan menggunakan Fisher’s Exact Test untuk menilai hubungan antara kadar vitamin D dan kejadian eksaserbasi pada pasien asma stabil. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar vitamin D dan kejadian eksaserbasi (p = 0.132). Sebanyak 25 orang (71,4%) termasuk ke dalam kategori asma tidak stabil, dan sebanyak 10 orang (28.6%) termasuk kategori stabil. Mayoritas responden mempunyai kadar vitamin D dalam kategori normal, yaitu sebanyak 19 orang (54.3%).