cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
PERAN STRENGTH BASED PARENTING DAN LIFE SATISFACTION TERHADAP SCHOOL ENGAGEMENT PADA SISWA SMA DI BANDUNG Kiswantomo, Heliany; Savitri, Jane; Irawan, Agnesthasya A.
Jurnal Psikologi Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2023.v16i2.7966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana strength-based parenting dan life satisfaction remaja berperan terhadap school engagement pada siswa SMA di Bandung. Sebanyak 170 siswa SMA di Bandung menjadi responden penelitian ini. Untuk mengukur strength-based parenting, digunakan strength-based parenting Scale yang memiliki koefisien validitas berkisar 0.518-0.846, dan reliabilitas 0.942. Untuk mengukur school engagement, digunakan kuesioner hasil modifikasi alat ukur school engagement dengan kisaran koefisien validitas 0.374-0.835, dan reliabilitas 0.907. Sedangkan untuk mengukur life satisfaction digunakan Satisfaction with Life dengan koefisien validitas 0.652-0.813 dan reliabilitas 0.802. Hasil pengolahan data dengan menggunakan regresi berganda menunjukkan bahwa strength-based parenting dan life satisfaction secara simultan berperan terhadap school engagement, namun secara parsial hanya strength-based parenting yang berperan, sedangkan life satisfaction tidak berperan terhadap school engagement. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan dasar siswa, serta motivasi, sebagai faktor yang diduga turut memengaruhi school engagement.
PERAN SELF-COMPASSION DALAM MEMPERKUAT PENGARUH FORGIVENESS TERHADAP EMOTIONAL DISTRESS INDIVIDU BERPACARAN Pandaleke, Virenda Rut Techina; Tondok, Marselius S.
Jurnal Psikologi Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2023.v16i2.8011

Abstract

Hubungan pacaran tak jarang ditandai oleh konflik yang bisa memicu terjadinya emotional distress. Berbagai faktor juga dapat mempengaruhi emotional distress seseorang, di antaranya forgiveness dan self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran forgiveness terhadap emotional distress individu berpacaran yang dimoderatori oleh self-compassion. Penelitian ini melibatkan 166 individu yang sedang menjalin relasi pacaran dan dalam rentang usia 18-35 tahun. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner Heartland Forgiveness Scale (HFS), skala Welas diri (SWD), serta Kessler Psychological Distress Scale (K10). Uji hipotesis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa forgiveness dapat mereduksi emotional distress individu dengan nilai beta sebesar  -0.302 (p < 0.05). Selain itu, pengaruh forgiveness terhadap emotional distress akan lebih besar jika kehadiran self-compassion sebagai moderator dengan nilai beta sebesar 0.986 (p < 0.05). Dengan demikian self-compassion menjadi variabel moderator dengan boosting effect yang memperkuat pengaruh self-compassion terhadap emotional distress pada individu yang berpacaran.  Berbasis hasil penelitian, individu terutama yang terlibat dalam sebuah hubungan personal untuk dapat meningkatkan forgiveness serta self-compassion agar dapat menjaga kualitas diri dalam menghadapi stres.
PERAN FLEKSIBILITAS PSIKOLOGIS SEBAGAI MEDIATOR DALAM HUBUNGAN PERSEPSI TERHADAP PENYAKIT DAN KEPUASAN HIDUP PASIEN DIABETES DI SURABAYA Pramudita, Agustina Jessica Natalia; Setiasih, Setiasih
Jurnal Psikologi Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2023.v16i2.7818

Abstract

Penelitian yang dilakukan yaitu menguji peran fleksibilitas psikologis sebagai mediator antara persepsi terhadap penyakit dan kepuasan hidup. Penelitian ini melibatkan 140 orang pasien diabetes. Metode analisis yang digunakan yaitu PROCESS MACRO untuk regresi sederhana yang melibatkan satu variabel mediator. Analisis menunjukkan hasil bahwa fleksibilitas psikologis dapat memediasi hubungan persepsi terhadap penyakit dan kepuasan hidup. Adanya fleksibilitas yang baik akan meningkatkan persepsi positif terhadap penyakit menyebabkan pasien diabetes dapat menerima kondisinya dan berfungsi dalam kehidupan yang mendukung kepuasan hidup yang tinggi.
ADAPTASI SKALA TRANSGRESSION RELATED INTERPERSONAL MOTIVATIONS (TRIM 18) TERHADAP HUBUNGAN ROMANTIS PADA DEWASA AWAL Amajida, Durah; Yassar, Muhammad Naufal Elian; Hanifah, Hanifah
Jurnal Psikologi Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2023.v16i2.7923

Abstract

Pemaafan merupakan salah faktor penting kesuksesan dan kegagalan dalam hubungan romantis. Alat ukur yang paling banyak digunakan dalam penelitian tentang pemaafan di Indonesia adalah Skala Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18). Namun, belum ada penelitian yang melakukan adaptasi dengan tertib secara prosedur disertai dengan konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi Skala TRIM-18 dengan panduan dan metode adaptasi alat ukur lintas budaya yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu (1) penerjemahan awal, (2) sintesis hasil terjemahan, (3) penerjemahan kembali, (4) kaji komite ahli, (5) uji coba, (6) pengumpulan dokumentasi alat ukur. Subjek penelitian berjumlah 312 partisipan yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling dengan kriteria, yakni berusia 18-40 tahun, sedang atau pernah menjalani hubungan romantis (pacaran dan/atau pernikahan) minimal 6 bulan, serta memiliki pengalaman menyakitkan karena terlibat konflik atau kesalahan dari pasangan atau mantan pasangan. Pengumpulan data dilakukan secara daring, kemudian dilakukan pengujian validitas dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA) serta pengujian reliabilitas dengan Cronbach-Alpha menggunakan JASP 16.3. Hasil uji coba diperoleh nilai koefisien reliabilitas () sebesar 0,911 dan koefisien validitas (factor loading) berkisar 0,454-0,927. Dengan demikian, TRIM-18 versi Indonesia merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur pemaafan pada dewasa awal dengan konteks pengalaman menyakitkan dalam hubungan romantis.
PENGARUH HARGA DIRI DAN ADIKSI SOSIAL MEDIA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA YANG MENGGUNAKAN TIKTOK Putri, Kadek Anggita Darma; Virlia, Stefani
Jurnal Psikologi Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2023.v16i2.8077

Abstract

Pertumbuhan media sosial sangat cepat di Indonesia. Media Sosial sudah menjadi hal yang penting di kehidupan remaja. Tiktok merupakan media sosial yang akhir - akhir ini populer di kehidupan remaja. Tidak hanya berdampak baik, penggunaan media sosial juga mampu berdampak buruk bagi remaja seperti meningkatnya kasus kecemasan sosial yang dialami remaja. Peneliti menduga jika kecemasan sosial yang dialami remaja bisa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu adiksi media sosial dan harga diri. Peneliti menggunakan pendekatan secara kuantitatif desain korelasi dengan teknik analisis regresi linier berganda. Penelitian ini berfokus kepada remaja berusia 18-21 tahun yang menggunakan aplikasi Tiktok lebih dari 2 jam setiap harinya. Sampel akan dilaksanakan secara online dengan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling. Pengambilan data menggunakan skala kecemasan sosial, harga diri dan adiksi media sosial. Hasil penelitian menunjukan adiksi sosial media memiliki pengaruh signifikan terhadap kecemasan sosial dengan nilai (F= 34,8; p <.0001). Hal tersebut dikarenakan remaja dengan tingkat adiksi tinggi lebih sering terpapar konten yang disajikan di Tiktok. Konten tiktok tidak hanya menimbulkan perasaan tidak nyaman namun beberapa konten menyebabkan remaja mulai membandingkan dirinya dengan apa yang dimiliki orang lain. Hal ini menyebabkan remaja mengalami kecemasan sosial. 
FORGIVE OR FORGET? DINAMIKA PEMAAFAN DALAM KONTEKS BUDAYA BUGIS Arafah, Azhariah Nur B; Hadjam, Muhammad N. R.; Hermita, Matrissya
Jurnal Psikologi Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2023.v16i2.8425

Abstract

Salah satu persoalan klasik di dalam masyarakat adalah friksi dan konflik. Konsekuensi dari kedua hal ini dapat diselesaikan, salah satunya melalui pemaafan. Salah satu suku yang menarik untuk ditelaah dinamikan pemaafan yang ada di dalam masyarakatnya adalah suku Bugis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pemaafan pada orang Bugis. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, diperoleh tiga orang partisipan yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan Interpretative pheneomenological analysis. Temuan dalam penelitian ini disajikan dalam dua kategori data, yakni faktor-faktor pemaafan orang Bugis dan dinamika temuan pemaafan orang Bugis. Ditemukan empat faktor yang berperan dalam pemaafan orang Bugis, yaitu ajaran agama dan orang tua, nilai budaya, faktor relasional dan inisiasi permintaan maaf dari pelaku. Penelitian ini juga menemukan bahwa ketiga partisipan sebagai masyarakat suku Bugis merupakan orang-orang yang mudah memberi maaf namun jika yang disinggung atau disakiti adalah hal-hal yang meliputi perasaan dan harga diri mereka, maka kondisi tersebut menjadi sulit untuk dimaafkan.
FATHER ATTACHMENT DAN REGULASI EMOSI LEBIH EFEKTIF MEMBANGUN RESILIENSI PADA REMAJA KORBAN BULLY DIBANDINGKAN MOTHER ATTACHMENT Henrizka, Adhystia Putri; Suryani, Suryani
Jurnal Psikologi Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2023.v16i2.7733

Abstract

Parent attachment ialah ikatan emosional yang terbangun melalui interaksi intens dan terus-menerus yang dirasakan oleh anak terhadap orang tuanya. Parent attachment mampu mendukung kemampuan setiap individu untuk adaptif dalam kemampuan sosial pada tahap perkembangan hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh parent attachment dan regulasi emosi terhadap resiliensi remaja korban bully. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 220 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Data diperoleh dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang diterapkan yaitu analisis regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS for windows. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa remaja korban bully yang memiliki father attachment dan regulasi emosi tinggi lebih memberikan sumbangan secara efektif bagi resiliensi remaja korban bully dibandingkan dengan mother attachment. Artinya, remaja korban bully yang mempersepsikan father attachment tinggi dan mampu meregulasi emosi dengan baik berdampak positif pada terbentuknya resiliensi.
PENGARUH SELF-TALK TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI PADA ATLET PANAHAN REMAJA Ningsih, Donita Nawangayu; Herlina, Herlina; Damaianti, Lira F.
Jurnal Psikologi Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2023.v16i2.8088

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh self-talk terhadap kepercayaan diri pada atlet panahan remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 128 orang yang merupakan atlet panahan remaja di seluruh Indonesia dengan rentang usia 12-21 tahun. Kuesioner penelitian menggunakan Self-Talk Questionnaire (S-TQ) for Archery Athletes yang dibuat oleh peneliti dengan reliabilitas 0.901 dan Instrument of Self-Confidence for Archery Athletes yang dimodifikasi peneliti dari Instrument Development of Self-Confidence for Badminton Athletes. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik voluntary sampling dan teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh self-talk terhadap kepercayaan diri pada atlet panahan remaja dengan besaran pengaruh sebesar 45.1%. Rekomendasi penelitian ini adalah bagi atlet panahan untuk melakukan self-talk kognitif dan motivasional agar dapat mencapai performa yang optimal, bagi pelatih dapat menjadi acuan kepada atlet dalam melakukan self-talk positif, dan bagi peneliti selanjutnya untuk mengeksplorasi aspek kognitif dan aspek motivasional pada self-talk yang berpengaruh terhadap kepercayaan diri ditinjau dari tujuan (goals) yang ingin dicapai atlet.
Front Matter Jurnal Psikologi Vol. 16 No.2, Desember 2023 Jurnal Psikologi, Editorial
Jurnal Psikologi Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENILAIAN POSITIF TERHADAP ASSUMPTIVE HELP: PERAN RASA SYUKUR DAN KOLEKTIVISME Salsabila, Jihan; Mashuri, Ali
Jurnal Psikologi Vol 16, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2023.v16i2.8237

Abstract

Aksi menolong pada prinsipnya dinilai sebagai hal yang positif, merefleksikan prososialitas. Meskipun demikian, penerima pertolongan tidak selalu memberikan penilaian positif terutama jika mereka merasa tidak meminta pertolongan tersebut. Fenomena ini disebut sebagai assumptive help. Penelitian ini bertujuan menjelaskan assumptive help atas dasar rasa syukur, kolektivisme, dan evaluasi terhadap assumptive help.  Diarahkan pada tujuan tersebut, penelitian ini merekrut 266 responden menggunakan convenient sampling. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan path model. Hasil penelitian mendukung hipotesis-hipotesis yang ditetapkan. Pertama, dalam menanggapi assumptive help yang mereka terima dari orang lain, rasa syukur dan kolektivisme meningkatkan emosi positif partisipan. Kedua, emosi positif sebagai penerima assumptive help tersebut meningkatkan penilaian positif partisipan terhadap pemberi assumptive help. Ketiga, emosi positif sebagai penerima assumptive help secara signifikan memediasi peran rasa syukur dan kolektivisme dalam menjelaskan penilaian positif terhadap pemberi assumptive help. Hasil penelitian ini bermakna bahwa, menjadi alternatif literatur yang ada, assumptive help tidak selalu dinilai dan direaksi secara negatif, tergantung pada karakter dan nilai-nilai yang terinternalisasi dalam diri penerima pertolongan tersebut.