cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
INTEGRASI SENSOR GERAK DAN ESP32 CAM SEBAGAI SISTEM KONTROL KEAMANAN RUMAH Febrian Yusuf Hidayat; Wasito Utomo; Teguh Imam Suharto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya pencurian yang terjadi menjadi salah satu factor yang membuat berkembangnya teknologi Internet of Things (IoT) yang saat ini banyak di terapkan pada kehidupan masyarakat. Untuk mengatasi masalah pemantauan keamanan yang kurang efektif maka dibuatlah konsep sistem yang dapat mengatur dan memantau keamanan masing masing rumah dari jarrak jauh melalui jaringan internet. Tujuan dari pembuatan sistem keamanan agar dapat dipantau dari jarak jauh sehingga mempermudah pemilik rumah dalam memantau keamanan rumah. Alat ini menggunakan mikrokontroler ESP32 CAM untuk mengendalikan masukan dan keluaran. Pada masukannya menggunakan sensor PIR sebagai pendeteksi adanya Gerakan dan kamera VC0706. Pada keluarannya terdapat buzzer sebagai alarm tanda bahaya. Semua sistem keamanan dapat dipantau oleh pemilik rumah melalui aplikasi Telegram BOT untuk penerima gambar dari kamera Setelah dilakukan pembuatan alat dan dilaksanakannya pengujian alat di dapatkan spesifikasi koneksi internet yang disarankan untuk implementasi sistem ini, berdasarkan delay yang didapatkan maka digunakan jaringan internet FTTH Indihome PT.Telkom dengan spesifikasi minimal bandwidth 10 Mbps. Hal ini karena didapatkan delay hasil pengiriman pesan deteksi obyek sebesar 4.73 detik. Untuk request foto sampai diterima membutuhkan waktu 5.73 detik.
RANCANG BANGUN INTERFACE SISTEM INFORMASI PROGRAM STUDI D3 KOMUNIKASI PENERBANGAN MENGGUNAKAN WORDPRESS DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Shandy Bayu Erlangga; Laila Rochmawati; Lady Silk Moonlight
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Studi Komunikasi Penerbangan adalah salah satu Program Studi di Politeknik Penerbangan Surabaya sebagai lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan vokasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang penerbangan yang saat ini sangat perhatian terhadap digitalisasi terhadap sistem – sistem pendidikan dalam bentuk pengembangan sistem informasi. Salah satu bentuk digitalisasi sistem pendidikan di Program Studi Komunikasi Penerbangan adalah pembangunan sistem informasi. Sistem informasi yang akan dibangun pada Komunikasi Penerbangan berbentuk Website. Dalam proses pembangunnan sistem informasi memerlukan rancangan interface. Rancangan interface adalah perancangan desain grafis tampilan Website yang bertujuan untuk memudahkan akses informasi dan dokumen – dokumen yang tersimpan pada Website sehingga interface sangat penting dalam menunjang suatu Website.Penelitian pengembangan ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D), dengan prosedur pengembangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Sedangkan perancangan interface menggunakan platform Elementor dan WordPress Editor.Perancangan interface diharapkan mampu meningkatkan user experience pengguna dan memudahkan pengguna dalam menggunakan sistem informasi Program Studi D3 Komunikasi Penerbangan
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TARUNA TERHADAP HASIL BELAJAR PRAKTIKUM AERODROME CONTROL PROCEDURE PROGRAM STUDI D3 LALU LINTAS UDARA DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Deby Elisabeth Tamasoleng; Sudrajat Sudrajat; Paramitha Dwi Nastiti
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar merupakan hasil/penilaian yang telah dicapai oleh seseorang setelah melakukan kegiatan belajar. Prestasi belajar Taruna ini dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal yang salah satunya berupa faktor motivasi. Berdasarkan rumusan masalah yaitu apakah ada pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar praktikum ACP, yang bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh atau tidak suatu motivasi terhadap hasil belajar yang didapatkan oleh seorang taruna. Metode penelitian dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh taruna lalu lintas udara angkatan XI dan XII, sampel penelitian penulis menggunakan seluruh populasi sebagai sempel yaitu sebanyak 73 sampel. Variabel penelitian penulis ialah variabel bebas (X) yang berupa motivasi belajar dan variabel terikat (Y) yang berupa hasil belajar pratikum ACP. Hasil penelitian dari studi lapangan (observasi),wawancara, kuesioner, perangkat lunak (software) aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions) seri 26 dan perhitungan koefisien korelasi spearman sebesar 0,90 yang artinya hubungan mendekati sempurna antara variable X dan variabel Y bahwa motivasi mempengaruhi hasil belajar.
PENGARUH KESIAPAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR INTERMEDIATE ENGLISH TARUNA LALU LINTAS UDARA POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Ni Made Dwi Dinda Pratiwi; Herminingsih Herminingsih; Fatmawati Fatmawati
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Traffic Controller harus memiliki lisensi dengan salah satu syaratnya memiliki sertifikat ICAO Language Proficiency minimal level 4. Materi Aviation English pada mata kuliah Intermediate English sangat berguna sebagai persiapan taruna Program Studi Lalu Lintas Udara, calon ATC melaksanakan ujian ICAO Language Proficiency. Banyak taruna memiliki nilai Intermediate English pada nilai terendah untuk mencapai ketuntasan serta beberapa taruna dengan nilai di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kesiapan belajar terhadap hasil belajar mata kuliah Intermediate English. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Pengumpulan data penelitian melalui observasi, penyebaran kuesioner, serta wawancara. Uji instrumen menggunakan uji validitas korelasi Pearson Product Moment dan uji reliabilitas Cronbach Alpha. Skor kuesioner dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan Statistical Product and Service Solution series 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan belajar taruna Program Studi Lalu Lintas Udara Angkatan XI terhadap mata kuliah Intermediate English saat pembelajaran jarak jauh didominasi kategori rendah yaitu sebesar 41,9% serta hasil belajar taruna didominasi kategori cukup baik yaitu 53,5% atau sebanyak 23 taruna. Koefisien korelasi sebesar 0,718 menunjukkan kedua variabel memiliki korelasi positif kuat serta koefisien determinasi sebesar 51,55%, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kesiapan belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar Intermediate English.
PENGARUH KETERAMPILAN BERBAHASA INGGRIS TARUNA D3 KOMUNIKASI PENERBANGAN TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL PADA ON THE JOB TRAINING EN ROUTE FLIGHT INFORMATION Izmi Rahma Valen Anindya; Linda Winiasri; Iwan Yunariawan
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Penerbangan Surabaya bertekad untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang penerbangan. Salah satu program studi yang ada ialah Diploma 3 Komunikasi Penerbangan, dengan salah satu kurikulum yang dapat membantu pendidikan Taruna melalui program On the Job Trainig En-route Flight Information. Dalam pelaksanaannya Taruna di harapkan mampu mengunakan Bahasa Inggris yang merupakan bahasa resmi secara internasioanl dalam ICAO. Metode penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan data yang ada pada ICAO Doc 9835 – Manual on the Implementation of ICAO Language Proficiency Requirements.edisi ke-2 tahun 2010, Annex 10 – Aeronautical Telecommunication, volume 2 tentang Communication Procedures edisi ke-6 tahun 2011, Annex 1 – Personnel Licensing, Attachement A tentang ICAO Language Proficiency Rating Scale, KP 113 mengenai Lisensi Personel Pemandu Komunikasi Penerbangan, kuesioner dengan pengolahan data metode likert. Hasil dari penyebaran angket kuesioner kepada 40 responden menunjukkan adanya pengaruh antara keterampilan berbahasa Inggris Taruna dengan kemampuan mengontrol saat On the Job Training En-route Flight Information
PENGEMBANGAN MANUAL AIRNAV INDONESIA TENTANG PELAKSANAAN OJT KOMUNIKASI PENERBANGAN POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA RATING BASIC AERONAUTICAL FIXED (BAF) Satrio Langit Biru; Fatmawati Fatmawati; Yuni Saptandari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AirNav Indonesia sebagai penyedia jasa pelayanan navigasi penerbangan, terus melakukan upaya pengembangan manual dengan mengadopsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional dan standar internasional. Berdasarkan KP 113 Tahun 2017 pasal 5 menjelaskan tentang persyaratan lisensi personel pemandu komunikasi penerbangan salah satunya memenuhi ketentuan terkait pelaksanaan pelatihan kerja lapangan (OJT). Selama pelaksanaan OJT, AirNav Indonesia hanya memiliki satu manual yaitu manual tentang pelaksanaan OJT pada pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller). Belum adanya manual tentang pelaksanaan OJT khususnya pada komunikasi penerbangan (Aeronautical Communication Officer) dapat mengakibatkan tidak adanya keseragaman dan standarisasi. Dengan dikembangkannya manual pelaksanaan OJT pada komunikasi penerbangan dapat membantu OJT Instructure (OJTI) dalam memberikan pelaksanaan OJT . Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai kajian untuk mengetahui pentingnya manual pelaksanaan OJT pada Komunikasi Penerbangan, sebagai adanya keseragaman dalam mengatur pelaksanaan OJT pada pemandu Komunikasi Penerbangan, dan pelaksanaan OJT Komunikasi Perbangan berada pada tingkat penyelengaraan pelayanan navigasi penerbangan yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Peraturan Diektur Jendral Perhubungan Udara No. KP 113 Tahun 2017. Untuk menunjang data dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Instrumen pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner dan wawancara langsung di lokasi penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa manual pelaksanaan OJT Komunikasi Penerbangan rating Basic Aeronautical Fixed (BAF) dapat digunakan sebagai panduan pedoman atau landasan OJT Instuctor (OJTI) pada AirNav Indonesia.
PENGARUH IMPLEMENTASI PEDOMAN ON THE JOB TRAINING TERHADAP NILAI AKHIR TARUNA KOMUNIKASI PENERBANGAN PADA ON THE JOB TRAINING RATING ENROUTE FLIGHT INFORMATION Elsa Maharani Satya; Linda Winiasri; Iwan Yunariawan
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembentukan lulusan yang berkompenten dan professional, Program Studi Komunikasi Penerbangan memerlukan pelatihan atau yang disebut dengan On the Job Training. Sebagaimana tercantum dalam KP 113 Tahun 2017 tentang Lisensi, Rating, Pelatihan dan Kecakapan Personel Pemandu Komunikasi Penerbangan dan personel yang akan memperoleh rating untuk pertama kali pada suatu unit pelayanan komunikasi penerbangan wajib melaksanakan On the Job Training. Selama melaksanakan kegiatan On the Job Training para peserta mendapatkan pedoman pelaksanaan On the Job Training. Pemberian materi di dalam pedoman On the Job Training tersebut dapat mengukur nilai akhir peserta On the Job Training melalui kemampuan belajar peserta On the Job Training. Tujuan penulis dari tugas akhir ini adalah untuk menemukan pengaruh dari pedoman on the job training terhadap nilai akhir taruna komunikasi penerbangan pada pelaksanaan On the Job Training rating Enroute Flight Information . Metode penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisa observasi dan kuesioner yang dihitung dengan teknik uji regresi linear sederhana melalui SPSS (Statistical Packages fo the Social Sciences) Penulis menemukan adanya pengaruh implementasi pedoman On the Job Training terhadap nilai akhir taruna komunikasi penerbangan dalam bentuk penilaian atau pemahaman materi.
RANCANG BANGUN ALAT FLANGING TOOLS TERHADAP SHEET METAL SEBAGAI PENUNJANG PRAKTEK DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Aqillanova Noormalya Alamy; Suseno Suseno; Bambang Junipitoyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sheet Metal umumnya terkenal di industri otomotif dan disebut sheet metal parts atau komponen sheet metal . Namun demikian, part sheet metal tidak hanya terdapat pada produk-produk industri otomotif, tetapi juga tersebar luas di industri lain yang membutuhkan. contohnya seperti di dunia penerbangan. Secara umum, proses pembuatan bagian sheet metal lebih rumit dan seringkali memakan waktu lebih lama daripada bagian lainnya. Ada dua bentuk lembaran logam, yaitu sheet dan coil. Berdasarkan sisi ukuran produk, sheet metal terbagi dalam produk yang besar seperti produk-produk di industri perkapalan sampai produk yang kecilseperti produk-produk di industri elektronik maupun rumah tangga. Produk sheet metal dari berbagai fungsi tersebut memiliki ketelitian berbeda-beda,sesuai dengan tuntutan yang diminta dari fungsi produk itu sendiri yang pada akhirnya akan berakibat kebutuhan akan proses desain press dies yang teliti, hargacetakan dan produk sheet metal menjadi mahal. Untuk memproduksi produk sheet metal dibutuhkan cetakan (press dies) yang berfungsi untuk memotong (cutting) dan membentuk (forming) material sheet metal menggunakan mesin press. Pembuatan rancangan ini menggunakan design yang praktis dan ringan, tentunya membuat kualitas hasil kerja alat lebih baik dengan menggunakan bahan allumunium yang mempunyai kualitas baik untuk dijadikan bahan sehingga membuat suatu Alat produksi yang berhubungan dengan desain alat flare tool. Dapat menjadikan alat untuk kerja progresif melalui kerja keras. Dan juga membantu untuk membuat alat seefisien mungkin dari segi proses dan penggunaan bahan yang dibutuhkan.Hasil yang didapat dari rancang bangun alat Flanging Tool yaitu dapat dimanfaatkan sebagai media penunjang pembelajaran dan praktik Diploma III Teknik Pesawat Udara di Politeknik Penerbangan Surabaya.
IMPLEMENTASI INTERNET OF THING (IOT) PADA PROTOTYPE KONTROL DAN MONITORING SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK UNBALANCE TIGA PHASA Huda Yusroni Ar Rizki; Suhanto Suhanto; Prasetyo Iswahyudi
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sistem distribusi listrik 3 phase, sering mengalami akan ketidakseimbangan beban. Hal ini dikarenakan penambahan maupun pemakaian beban-beban listrik yang tidak memperhatikan ketidakseimbangan pada sistem. Menururt PUIL 2011 sistem distribusi unbalance meliputi tidakseimbangnya arus antar phase dengan ketentuan sampai dengan nilai toleransi 10%. Oleh karena itu, pada tugas akhir kali ini dibuat prototype sistem kontrol dan monitoring yang dapat memudahkan atau meningkatkan kehandalan dalam mengontrol dan monitoring sistem distribusi unbalance serta parameter daya secara real time dan dilengkapi dengan beberapa indikator. khususnya untuk pemantuan sistem rancangan alat ini menggunakan website yang dapat diakses melalui Smartphone maupun PC (Personal Computer) sebagai sistem monitoring dan kontrol nya. Sensor arus dan tengangannya menggunakan sensor PZEM-004t sebagai komponen utama dan dalam pembacaan arus dan tegangan sensor dapat membaca dengan baik dengan selisih 0,1 A dengan alat ukur. kemudian data diolah oleh Arduino Mega 2560, dimana hasilnya kemudian ditampilkan dalam website dengan selang waktu 9 sampai 10 detik yang mana akan di hubungkan dengan Modul Wifi ESP 8266. Monitoring yang dilakukan menghasilkan hasil printout dengan selang waktu 5 detik sekali melakukan pencatatan dan teknisi dapat menjadikanya laporan perkembangan sistem distribusi listrik tiap bulan.
RANCANG BANGUN SMART SOCKET MENGGUNAKAN ARDUINO BERBASIS INTERNET OF THINGS Ilham Al Fatoni; Suhanto Suhanto; Prasetyo Iswahyudi
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stop kontak adalah sebuah alat penghubung antara arus positif, arus negatif dan grounding pada instalasi listrik. Stop kontak digunakan pada gedung yang terdapat instalasi listrik di dalamnya. Dengan mobilitas manusia yang semakin tinggi, kadang terdapat kelalaian baik dari sisi teknis maupun non teknis yang dapat menyebabkan kecelakaan melibatkan stop kontak. Contoh nyata adalah penggunaan beban yang dayanya besar menyebabkan stop kontak panas dan terbakar. Contoh lain adalah rusaknya perangkat elektronik karena pengguna lupa melepas colokan perangkat listrik dari stop kontak sehingga perangkat elektronik Over Charger atau Over Heat. Untuk mengatasi hal tersebut, penulis bermaksud untuk merancang sebuah smart socket yang tersambung dengan smartphone. Smart socket ini menggunakan Arduino Nano, Wemos D1 Mini, sensor arus ACS712, sensor tegangan ZMPT101B, sensor suhu LM35, Relay 5V, dan android sebagai komponen utamanya. Untuk proses monitoring, otak dari rangkaian alat yaitu Arduino Nano akan menerima data arus, tegangan, daya, dan suhu dari sensor-sensor yang terdapat pada rangkaian. Data yang didapat kemudian diolah dan dikirim ke Aplikasi Smart Socket yang selanjutnya akan di baca oleh android. Sedangkan untuk proses kontrol yaitu android mengirim data masukan ke Arduino Nano dan akan mengakses data yang ada pada Aplikasi Smart Socket dan menjalankan fungsi untuk mengontrol relay. Kemudian untuk tegangan mikrokontroler nya penulis menggunak power supply 5V sebagai pemberi power kepada mikrokontroler yang terpasang. Dari pengujian yang telah dilakukan, rancangan Smart Socket ini dapat di akses melalui 3 soket. Setiap soket memiliki tegangan 220V dan memiliki batas limit penggunaan arus (Ampere). Pada percobaan yang di lakukan penulis soket pertama batas limit yang di setting yaitu 3A dengan daya 660W, soket kedua batas limit yang di setting 2A dengan daya 440W, soket ketiga batas limit yang di setting 1A dengan daya 220W. Dari pemberian batas limit tersebut apabila arus atau daya melebihi dari batas secara otomatis relay akan memutus tegangan yang ada pada soket tersebut dengan waktu delay 1 detik. Batas limit Arus (Ampere) dapat di ubah sesuai keinginan dan kebutuhan pengguna.