cover
Contact Name
SRI OETAMI MADYOWATI
Contact Email
oetamimadyowati@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
oetamimadyowati@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Techno-Fish
ISSN : 25811592     EISSN : 25811665     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal yang menyajikan artikel ilmiah yang berkenaan dengan aspek perikanan, mencakup biologi, fisiologi, ekologi, limnologi, oceanografi serta terapannya dalam bidang akuakultur, penangkapan, pengololahan hasil, pengelolaan pesisir, konservasi, agribisnis dan penyuluhan.
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
PEMBERIAN PERSENTASE PROTEIN YANG BERBEDA DALAM PAKAN UNTUK KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN IKAN LELE SANGKURIANG Prihatini, Endah Sih; Febrianto, Yogi
Techno-Fish Vol 5 No 1 (2021): JURNAL TECHNO-FISH
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v5i1.3217

Abstract

Budidaya ikan lele keberhasilannya ditentukan pakan. Prosentase protein dalam pakan mempengaruhi kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelangsungan hidup ikan lele dengan prosentase protein yang berbeda dalam pakan dan mengetahui pertumbuhan ikan lele dengan prosentase protein yang berbeda dalam pakan. Penelitian ini dilaksanakan mulai 25 Juni sampai dengan 15 Juli 2020 2020 di desa Karang Wedoro kecamatan Turi kabupaten Lamongan.. Metode yang digunakan adalah eksperimen dendan rancangan acak lengkap. Perlakukan yang digunakan adalah Pakan dengan prosentase protein 20 %, Pakan yang digunakan adalah pakan pellet (pabrik) Pakan dengan prosentase protein 20 %, pakan dengan prosentase protein 30 %, Pakan dengan prosentase protein 40 %. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pakan dengan prosentase protein 30 % memberikan kelangsungan hidup tertinggi. Sedangkan pakan dengan prosentase protein 40 % memberikan pertumbuhan yang tertinggi. Disarankan perlu dilaksanakan penelitian terapan kadar protein 30 % pada budidaya ikan lele atau jenis ikan lainnya.
ANALOGI KARAKTERISTIK PERAIRAN PADA KEGIATAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA Kappaphycus alvarezii DI PULAU LIMBO, TALIABU, MALUKU UTARA Aris, Muhammad; Tamrin, Tamrin
Techno-Fish Vol 5 No 1 (2021): JURNAL TECHNO-FISH
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v5i1.3359

Abstract

Dewasa ini kegiatan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu komoditas utama budidaya perikanan yang bernilai ekonomis penting.  dan telah dibudidayakan secara komersial. Budidaya Kappaphycus alvarezii telah berkembang sangat pesat karena merupakan sumber penghasil karaginan. Kabupaten Pulau Taliabu merupakan Kabupaten yang menjadi prioritas pengembangan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii terutama di pulau Limbo. Kondisi perairan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii penting diketahui, karena sangat menentukan keberhasilan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Pulau Limbo, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Dalam penelitian ini setiap parameter dibagi dalam tiga kelas yaitu sesuai (S1), cukup sesuai (S2) dan tidak sesuai (N). Parameter kualitas air yang diamati adalah suhu, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, salinitas, pH, oksigen terlarut, nitrat dan fosfat. Hasil analisis kesesuaian perairan pada lokasi penelitian menunjukan bahwa lokasi budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii pada stasiun 1 cukup sesuai, sementara stasiun 2, stasiun 3, stasiun 4 serta stasiun 5 sangat sesuai.
TINGKAT ADOPSI TEKNOLOGI PERALATAN PEMBUDIDAYAAN IKAN DI DISTRIK MASNI DAN DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI Hasanusi, Mohammad; Tebay, Selvi; Alianto, Alianto
Techno-Fish Vol 5 No 1 (2021): JURNAL TECHNO-FISH
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v5i1.3611

Abstract

Peralatan budidaya ikan diperlukan untuk mempermudah kegiatan budidaya seperti pemberian pakan, pengontrolan kondisi kolam dan kondisi ikan, bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi teknologi peralatan budidaya dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat adopsi teknologi peralatan budidaya ikan. Penelitian dilakukan di Distrik Masni dan Distrik Prafi Kabupaten Manokwari pada bulan Agustus-September 2020. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dan wawancara langsung ke pembudidaya. Objek penelitan adalah pembudidaya sebanyak 30 orang dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat serta penyuluh. Analisis data secara deskriptif untuk mengukur tingkat adopsi teknologi peralatan pembudidayaan dengan teknik skoring dan chi-square dengan nilai signifikan 90% serta koefisien kontingensi untuk melihat asosiasi ketergantungan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat adopsi tergolong tinggi dengan persentase 73,3%, sedang 16,7% dan rendah 10%. Faktor internal dan eksternal seperti umur, pendidikan formal dan non-formal, pengalaman, dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat serta Penyuluh berpengaruh terhadap tingkat adopsi teknologi peralatan pembudidayaan ikan dengan nilai X2 hitung<X2tabel, akan tetapi memiliki asosiasi ketergantungan yang lemah, sedangkan untuk keuntungan relatif dan kerumitan peralatan tidak berpengaruh terhadap tingkat adopsi dengan nilai X2hitung>X2hitung namun memiliki asosiasi ketergantungan yang kuat.
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA BALAI BENIH IKAN PROPINSI JATIM DI UNIT PENGELOLA BUDIDAYA AIR TAWAR (UPBAT) PUNTEN BATU MALANG JAWA TIMUR Hartini, Suzana Sri; Trisbiantoro, Didik; Sumaryam, Sumaryam; Salosa, Kesya Amalia
Techno-Fish Vol 5 No 1 (2021): JURNAL TECHNO-FISH
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi Perikanan Budidaya (IPB PUTEN) adalah badan yang diberi tugas untuk menyediakan benih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat/ pembudidaya ikan, maka pada umumnya dilihat kemajuan dan pengembangan lembaganya. adalah badan yang diberi tugas untuk menyediakan benih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat/ pembudidaya ikan, maka pada umumnya dilihat kemajuan dan pengembangan lembaganya. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui kondisi faktor internal (Kekuatan dan Kelemahan) dan faktor eksternal (Peluang dan Ancaman) dalam Balai Benih Ikan Provinsi Jawa Timur Di Instalasi Perikanan Budidaya (IPB PUTEN) sekaligus merumuskan alternatif strategi peningkatan kinerja balai benih ikan Provinsi Jawa Timur di Instalasi Perikanan Budidaya (IPB PUTEN). Strategi dalam meningkatkan kinerja Balai Benih Ikan Provinsi Jawa Timur Di Instalasi Perikanan Budidaya (IPB Puten) dapat dilakukan dengan memperhatikan perspektif pembelajaran yang masih kurang maksimal khususnya pada jumlah SDM yang masih terbatas. Selain itu juga perlu memperhatikan tingkat pendidikan dan pengalaman yang dimiliki dalam dunia perikanan agar dapat lebih optimal dalam bekerja sehingga kinerja Balai Benih Ikan Provinsi Jawa Timur Di Instalasi Perikanan Budidaya (IPB Puten) juga akan meningkat.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP NILAI EKONOMIS IKAN TERBANG (cypselurus sp.) DAN MOTIVASINYA DALAM PENGEMBANGAN USAHA PERIKANAN DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA Pical, Venda Jolanda; Leasa, Samuel Filemon Imanuel
Techno-Fish Vol 5 No 1 (2021): JURNAL TECHNO-FISH
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v5i1.3976

Abstract

Ikan terbang (cypselurus sp.) di Maluku Tenggara sangat potensial tetapi yang dimanfaatkan hanya telurnya sedangkan ikan terbang belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penelitian adalah menganalisis persepsi masyarakat terhadap nilai ekonomi ikan terbang (cypselurus sp.) dan motivasinya dalam pengembangan usaha perikanan di Kabupaten Maluku Tenggara. Lokasi penelitian adalah di Tual Kabupaten Maluku Tenggara. Metode sampling menggunakan stratified random sampling. Data primer melalui kuesioner, FGD, wawancara mendalam, dokumentasi, catatan harian serta observasi. Data sekunder dari penelusuran pustaka. Hasil penelitian tentang identitas dan karakteristik responden mayoritasnya berada di usia produktif, didominasi laki-laki dan sudah menikah. Responden mayoritas berpendidikan SMU, kurang mengikuti pendidikan non formal. Responden terlibat dalam usaha perikanan namun tidak terlibat dalam usaha non perikanan. Selain itu juga tidak terlibat dalam organisasi masyarakat, pekerjaan utamanya adalah nelayan dan tidak memiliki pekerjaan sampingan. Persepsi masyarakat terhadap nilai ekonomi ikan terbang (cypselurus sp.) adalah rendah. Hal ini disebabkan nilai jualnya dalam bentuk segar maupun olahan sangat rendah dibandingkan ikan pelagis lainnya. Motivasi masyarakat dalam pengembangan usaha perikanan ikan terbang (cypselurus sp.) sangat tinggi dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan optimalisasi pemanfaatan ikan terbang (cypselurus sp.) bagi pengembangan usaha perikanan berskala industri rumah tangga sangat tinggi.
DIAGNOSA DARAH SEBAGAI INDIKATOR KESEHATAN IKAN BETOK (Anabas testudineus Bloch), IKAN LELE (Clarias batracus) DAN IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus) Rimalia, Anny; Kisworo, Yulius
Techno-Fish Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Techno-fish
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v5i2.4239

Abstract

The One of the factors that influence the business of aquacultur is fish disease. For thisreason, it is necessary to carry out laboratory diagnosis of fish diseases to determine the healthstatus of fish and normal standards of fish blood picture. The research method used wasdescriptive with samples of Betok fish (Anabas testudineus Bloch), catfish (Clarias batracus),and catfish (Pangasius hypopthalmus) from fish traders at Banjarbaru market, with the observedhealth variables namely blood components Hematocrit (Hct), Erythrocytes (RBC). andhemoglobin (Hb). The results of the research for Betok fish (Anabas testudineus Bloch)obtained the value of Hct = 39%, RBC = 3.52 X106/mm3, Hb = 5.60 gr/dl. Catfish (Clariasbatracus) Hct=33,28%, RBC= 4,5x106/mm3, Hb=7.03 gr/dl. Patin (Pangasius hypopthalmus)obtained the value of Hct=24%, RBC=2,9X106/mm3, Hb=7.0 gr/dl. For the three types of fish,the Hematocrit (Hct) and Hemoglobin (Hb) parameters were still within normal limits. Then theerythrocyte (RBC) value of Betok fish (Anabas testudineus Bloch) was still within the normalthreshold. while the Erythrocyte (RBC) value of catfish (Clarias batracus) and catfish (Pangasiushypopthalmus) was higher than the normal limit so that the picture of catfish (Clarias batracus)and catfish (Pangasius hypopthalmus) experienced stress which was thought to be due tohandling when marketed
PERBEDAAN PERTUMBUHAN BERAT MUTLAK BENIH IKAN CUPANG HALFMOON (Betta splendens) AKIBAT PEMBERIAN JENIS PAKAN ALAMI YANG BERAGAM Muhajir, M; Agustini, Maria; Noor, M. Tajuddin
Techno-Fish Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Techno-fish
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v5i2.4271

Abstract

Ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak memiliki keunikan. Salah satu yang sangat digemari adalah ikan cupang halfmoon (Betta splendens).Dari sisi makanan, fase kritis benih ikan cupang halfmoon terjadi pada umur 1-2 bulan oleh karena pemberian jenis pakan alami yang tidak tepat sehingga dapat dengan mudah dan cepat terpapar berbagai jenis penyakit. Tujuan penelitian ini untuk menentukan jenis pemberian pakan alami yang paling baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan berat mutlak ikan cupang halfmoon (Betta splendes) umur 1-2 bulan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan sembilan kali ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian jenis pakan alami yang beragam, perlakuan A (Tubifex sp), perlakuan B (Daphnia sp) dan perlakuan C (infusoria). Ketiga jenis pakan alami tersebut diberikan pada benih ikan cupang halfmoon (Betta splendens) dengan dosis yang sama sebesar 10% dari bobot tubuhnya. Wadah yang digunakan berupa bak plastik berkapasitas 5 liter, namun setiap wadahnya hanya hanya diisi 3 liter. Variabel yang diukur adalah pertumbuhan berat mutlak benih ikan cupang halfmoon (Betta splendens) umur 1-2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A dengan pemberian pakan alami Tubifex sp menghasilkan pertumbuhan berat mutlak benih ikan cupang halfmoon (Betta splendens) umur 1-2 bulan yang paling tinggi sebesar 0,68 gr/ekor. Sementara itu, untuk perlakuan B dan C mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,44 gr/ekor dan 0,27 gr/ekor. Parameter kualitas air meliputi suhu air antara 27,7°C – 27,9°C, derajad keasaman antara 7,2 - 7,8 dan oksigen terlarut antara 5,1 - 5,4 ppm. Dari ketiga jenis pakan alami tersebut, Tubifex sp memiliki pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan berat berat mutlak benih ikan halfmoon (Betta splendens) umur 1-2 bulan.
PENGARUH KOMBINASI YANG BERBEDA PEMBERIAN LUMPUR DAN CAMPURAN BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BERAT MUTLAK CACING SUTERA (Tubifex sp) Hayati, Nurul; Budiyanto, Didik; Sutoyo, Agus
Techno-Fish Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Techno-fish
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v6i2.4272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi campuran lumpur dan bahan organik terhadap pertumbuhan bobot mutlak cacing sutera. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali percobaan dan 5 kali pengulangan. Perlakuan dalam penelitian ini meliputi A (80% lumpur dan 20% bahan organik), B (60% lumpur dan 40% bahan organik), C (50% lumpur dan 50% bahan organik), D (40% lumpur dan 60% bahan organik), dan E (20% lumpur dan 80% bahan organik). Parameter utama adalah suhu, DO, dan pH air. Data yang diperoleh diuji secara statistik menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilakukan uji beda nyata jujur ​​(BNJ) tingkat 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan media campuran lumpur dan bahan organik berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap bobot mutlak cacing sutera. Hasil terbaik didapatkan pada perlakuan C yaitu terbentuknya 50% lumpur dan 50% bahan organik dengan berat mutlak 1,94 gram. Kualitas air selama penelitian adalah suhu berkisar 28,3 – 29,50C, pH berkisar 7,1 – 67,5 dan DO berkisar 5,5 – 6,1 ppm.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG MANGROVE JENIS Rhizopora sp SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN PADA PEMBUATAN ES KRIM Ernawati, Ernawati; Rini Utami , Cahyaning; Nuswardhani , Sri Karuniari; Adam, Moh. Awaludin; Widiastuti, Irawati Mei
Techno-Fish Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Techno-fish
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v5i2.4273

Abstract

Es krim merupakan salah satu produk makanan yang populer dan disukai masyarakat. Pengolahan tepung mangrove jenis Rhizophora menjadi es krim merupakan alternatif diversifikasi pangan kaya antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan tepung Rhizophora sp dan lama waktu pencampuran (mixing), sehingga didapatkan es krim yang mempunyai karakteristik baik dan sesuai dengan standar nasional tentang es krim (SNI 01-3820-1995). Metode penelitian adalah metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu : penambahan tepung Rhizophora sp (0, 100, 150, dan 200 g); Lama pencampuran (mixing) (10, 15 dan 20 menit). Variabel penelitian meliputi analisis sifat fisikokimia tepung Rhizophora yaitu kadar proksimat dan aktifitas antioksidan. Analisis sifat fisikokimia es krim meliputi kadar lemak, protein, karbohidrat dan aktifitas antioksidan. Variabel subyektif yang diamati meliputi rasa dan tekstur. Tepung Rhizophora sp hasil analisis mempunyai kadar air 10,11%, lemak 0,48%, protein 2,15%, karbohidrat 82,94%, antioksidan IC50 yaitu 113,7 mg/mL. Perlakuan penambahan tepung Rhizophora berpengaruh sangat nyata terhadap nilai kadar protein, karbohidrat dan aktivitas antioksidan. Perlakuan lama pencampuran berpengaruh nyata terhadap nilai kadar protein. Nilai rasa pada kisaran 5,20 (agak suka) – 6,85 (sangat suka), dan nilai tekstur 5,20 (agak suka) – 6,90 (sangat suka).
ANALISIS PEMASARAN KOMODITAS PERIKANAN TANGKAP DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA DI KABUPATEN PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR (STUDI KASUS DI TEMPAT PELELANGAN IKAN TELENG) Nugraha, Jefri Putri; Purnomo Waluyo, Buyung; Rahardjo, R. Sugeng
Techno-Fish Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Techno-fish
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v5i2.4274

Abstract

Kabupaten Pacitan memiliki potensi pesisir yang memadai, dengan panjang pantai 70,710 km dan luas sampai 4 mil laut mencapai 523,82 km², membentang melewati 7 kecamatan. Jenis komoditas perikanan tangkap yang diperoleh nelayan sangat bervariasi, yakni: ikan demersal, ikan pelagis besar, ikan pelagis kecil, dan udang. Aktivitas perikanan tangkap ini juga didukung iadanya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai sarana pemasaran hasil tangkapan nelayan, salah satu yang terbesar adalah TPI Teleng. TPI seharusnya dapat memberikan perlindungan bagi nelayan dalam hal permainan harga yang bisa dilakukan para pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan saluran pemasaran komoditashasil tangkapan di TPI Teleng; dan (2) merumuskan alternatif strategi pengembangan pemasaran hasil tangkapan di TPI Teleng untuk menunjang pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Pacitan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deksriptif untuk menjelaskan distribusi dan pemasaran hasil tangkapan, serta analisis SWOT untuk merumuskan formulasi strategi pengembangan pemasaran. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa terdapat empat jenis saluran pemasaran di TPI Teleng. Perumusan strategi dari faktor internal diperoleh total nilai sebesar 2,963 dan faktor eksternal sebesar 2,965. Menurut matriks IE, ini berarti pemasaran hasil tangkapan TPI Teleng berada di sel lima (V), sehingga strategi terbaik adalah mempertahankan dan mempertahankan posisi yang telah dicapai selama ini. Alternatif strategiyang dapat dikembangkan adalah menarik investor untuk mendirikan pabrik pengolahan dan ekspor ikan di Pacitan, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya ikan yang ada dan menjaga kelestariannya dengan memantau kegiatan penangkapan ikan, dan melengkapi fasilitas yang belum tersedia untuk TPI Teleng, seperti gedung berpendingin, dan pasar ikan yang menampilkan wisata kuliner bahari.

Page 9 of 12 | Total Record : 120