cover
Contact Name
Yakobus Bustami
Contact Email
ybustami07@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaljpbio@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi)
ISSN : -     EISSN : 2540802X     DOI : -
Core Subject : Education,
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) adalah jurnal yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di bidang pendidikan biologi, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media cetak ataupun elektronik
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Minat baca dan keterampilan metakognitif pada pembelajaran biologi melalui model pembelajaran remap think pair share Deny Setiawan; Siti Zubaidah; Susriyati Mahanal
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.849 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.651

Abstract

Keterampilan metakognitif dan minat baca akan dapat diberdayakan melalui model pembelajaran yang sesuai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) peningkatan minat baca dan keterampilan metakognitif melalui penerapan model pembelajaran Remap Think Pair Share, dan 2) hubungan antara minat baca terhadap keterampilan metakognitif pada pembelajaran Biologi berbasis Remap TPS. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif-korelasional. Data minat baca diperoleh dengan instrumen angket minat baca, sedangkan keterampilan metakognitif diukur dengan menggunakan rubrik yang terintegrasi tes esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) adanya peningkatan sebesar 1,80% pada aspek minat baca dan keterampilan metakognitif sebesar 122,19% melalui penerapan Remap TPS; 2) tidak terdapat hubungan antara minat baca dan keterampilan metakognitif pada Remap TPS. Oleh karena itu, model pembelajaran Remap TPS dapat digunakan sebagai alternatif dalam meningkatkan minat baca dan keterampilan metakognitif jika dilakukan secara berkelanjutan.Kata kunci: Minat baca, keterampilan metakognitif, remap TPS Reading interest and metacognitive skills on biology course through remap think pair share model. Metacognitive skills and reading interest could be empowered through spesific learning model. This current study aims to investigate 1) the improvement of reading interest and metacognitive skills during the process of learning in Remap Think Pair Share learning models, and 2) the relationship between reading interest to metacognitive skills through Remap TPS learning models. This research was a pra-experimental study using descriptive-correlational method. Reading interest data was obtained by reading interest questionnaire instruments, while metacognitive skills were used by using an integrated rubric essay test. The results showed that: 1) the improvement by 1.80% for students reading interest and metacognitive skills by 122.19% through Remap TPS; 2) there was no relationship between reading interest and metacognitive skills in TPS Remap. Therefore, the Remap TPS learning model can be used as an alternative in empower reading interest and metacognitive skills when used sustainably.Keywords: Reading interest, metacognitive skills, remap TPS
Senduduk dan ubi jalar ungu sebagai pewarna preparat squash akar bawang merah Ivan Eldes Dafrita; Mustika Sari
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1527.172 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.571

Abstract

Pembuatan preparat untuk pengamatan sel atau jaringan pada kegiatan praktikum membutuhkan bahan pewarna. Bahan pewarna yang sering dugunakan adalah bahan kimia sintetik. Eksplorasi pemanfaatan bahan pewarna alternatif yang murah dan mempunyai afinitas tinggi terhadap komponen sel dilakukan dengan pemanfaatan pewarna alami yang dihasilkan oleh antosianin yang terdapat pada buah senduduk dan ubi jalar ungu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor perlakuan yaitu waktu pewarnaan 60, 90, dan 120 menit. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif terhadap kualitas preparat dan kelayakan preparat. Berdasarkan hasil penelitian kualitas preparat yang diwarnai dengan ekstrak buah senduduk dan ubi jalar ungu menunjukan hasil terbaik pada lama pewarnaan 90 menit dengan persentase 83,33% dan 53,33%. Kualitas preparat yang diwarnai dengan ekstrak buah senduduk lebih baik daripada yang diwarnai dengan ekstrak ubi jalar ungu Preparat mitosis akar bawang merah yang diwarnai dengan ekstrak buah senduduk dan ekstrak ubi jalar ungu dinyatakan sangat layak untuk digunakan sebagai preparat pada kegiatan praktikum pembelahan sel.Kata kunci: Preparat squash, senduduk, ubi jalar ungu, akar bawang merah Senduduk and sweet potatoes as staining for squash preparations of onion root tip. The exploration for the use of alternative dyes that are cheap and has a high affinity for cell components is carried out by the use of natural dyes produced by anthocyanins found in fruit Melastoma malabathricum, and sweet potato Ipomea batatas var. Ayumurakasi. The study design was a completely randomized design (CRD) with 1 factor, coloring time 60, 90, and 120 minutes. The data analysis was performed by descriptive qualitative of the quality of the preparations and the suitability of the preparations. Based on the results of the study the quality of the preparations stained with extracts of Senduduk fruit and purple sweet potato showed the best results in the staining time is 90 minutes with a percentage is 83.33% and 53.33%. The quality of the preparations stained with Senduduk fruit extract is better than that which is colored with purple sweet potato extract. Mitosis specimens of onion root stained with extracts of Senduduk fruit and purple sweet potato extract were declared very feasible to be used as a specimen for cell division practical activities.Keywords: Squash preparations, melastoma malabathricum, sweet potatoes, onion root tip.
Pengembangan asesmen kompetensi pedagogik pada mahasiswa calon guru biologi Ina Setiawati; Anna Fitri Hindriana
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.669 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.531

Abstract

Instumen penilaian pedagogik belum maksimal digunakan di FKIP Universitas Kuningan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan asesmen pedagogik yang dapat mengukur kompetensi pedagogik pada mahasiswa calon guru biologi dengan menggunakan rubrik penilaian. Metode penelitian adalah research and development. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar validasi tim expert, lembar kuesioner respon mahasiswa. Hasil uji validasi tim ahli didapat rata-rata skor 4,18 (sangat valid), hasil uji kelayakan didapat nilai sebesar 83% (sangat layak). Hasil Pengujian validitas instrument diperoleh nilai KMO pada asesmen kemampuan merancang pembelajaran sebesar 0,55>0,5, asesmen melaksanakan pembelajaran 0,50>0,5, asesmen mengevaluasi 0,74>0,5 dan secara keseluruhan nilai KMO>0,5. Hasil penilaian kompetensi pedagogik mahasiswa ujicoba 1 menunjukkan 80% berada level kompeten secara parsial dalam merancang pembelajaran, 56% berada pada level kompeten dalam melaksanakan simulasi pembelajaran, 32% berada pada level kompeten parsial dalam melakukan evaluasi pembelajaran, sehingga dapat disimpulkan valid dan layak untuk digunakan.Kata kunci: Asesmen, kompetensi, pedagogik, mahasiswa calon guruDevelopment of pedagogical competency assessment in pre-service teacher of biology. Pedagogical assessment instruments have not been used maximally at FKIP Universitas Kuningan. This research aims to develop pedagogical assessments that can measure pedagogical competencies in Biology pre-service teacher by using an assessment rubrik. The research method was research and development. Data collection was carried out using expert team validation sheets, student response questionnaire sheets. The results of the expert team validation test obtained an average score is 4.18 (very valid), the feasibility test results obtained a value is 83% (very feasible). The instrument testing the validity results value in the assessment of the ability to design learning is 0.55>0.5, the assessment to carry out learning is 0.50>0.5, the evaluation evaluates is 0.74>0.5, overall value is KMO > 0.5. The pedagogical competency evaluation results of pilot 1 showed students were partially competent in designing learning is 80%, students were at the competent level in carrying out learning simulations is 56%, students were partial competence in evaluating learning is 32%, so that are concluded valid and can using.Keywords: Assessment, competency, pedagogical, pre-service teacher
Etnobotani: tumbuhan ritual keagamaan hindu-bali Rizhal Hendi Ristanto; Ade Suryanda; Ade Imas Rismayati; Aty Rimadana; Rahmirini Datau
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.277 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.642

Abstract

Pulau Bali dikenal sebagai pulau seribu pura dengan mayoritas penduduk beragama Hindu menggunakan tumbuhan dalam kegiatan ritual keagamaan Hindu-Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam-macam tumbuhan ritual keagamaan Hindu-Bali. Penelitian ini terkait etnobotani yang dilaksanakan pada bulan April tahun 2018 pada tiga lokasi yaitu kebun raya Bali, taman wisata alam Danau Buyan, dan Pura Ulun Danu Beratan, Kabupaten Tabanan dan Buleleng, Bali. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Narasumber ditentukan dengan teknik purposive sampling dan simple random sampling. Analisis data dilakukan melalui deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ditemukan terdapat 101 spesies tumbuhan yang digunakan dalam ritual keagamaan Hindu-Bali. Bagian umbi 11 spesies, bagian batang 10 spesies, bagian biji 5 spesies, bagian daun 29 spesies, bagian bunga 17 spesies, bagian buah 9 spesies, dan bagian kulit batang 20 spesies. Mayarakat Hindu-Bali mempercayai bahwa suatu warna melambangkan dewa, yaitu kuning melambangkan Mahadewa, hitam melambangkan Dewa Wisnu, putih melambangkan Dewa Shiwa, dan merah melambangkan dewa Brahma.Kata kunci: Etnobotani, Hindu-Bali, tumbuhan ritual Etnobotani: hindu-bali religious ritual plant. Bali Island is known as the Thousand Pura Island with a Hindu population used in Hindu-Balinese religious ritual activities. The study of botany relating to the culture of society is called Ethnobotany. Types of Hindu-Balinese religious rituals. The study was conducted in April 2018 at three locations in the Bali Botanic Garden, Danau Buyan Nature Park, and Ulun Danu Beratan Temple, Tabanan and Buleleng regency, Bali Province. Data collected through interview techniques, observation, and literature study. The informants were determined by purposive sampling and simple random sampling techniques. Data analysis was performed through descriptive qualitative. The results found 101 species of plants used in Hindu-Balinese religious rituals. Tuber parts 11 species, 10 stem species, 20 bark species, 29 leaf species, 17 flower species, 9 fruit species, and 5 species seeds. Hindu-Balinese people believe that one of the colors symbolizes deity, namely yellow symbolizes Mahadeva, black symbolizes Lord Vishnu, white symbolizes Lord Shiva, and red symbolizes the Brahma.Keywords: Ethnobotany, Hindu Bali, ritual plants
Analisis keterampilan dasar mengajar mahasiswa tadris biologi Nasrul Hakim; Yudiyanto Yudiyanto; Pundi Restu Lulul Hakiki; Siti Soleha
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.552 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.576

Abstract

Keterampilan dasar mengajar sangat menentukan proses dan hasil pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap keterampilan dasar mengajar mahasiswa Tadris biologi IAIN Metro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini diperoleh dari mahasiswa jurusan Tadris biologi semester V yang sedang menempuh matakuliah strategi pembelajaran biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan bertanya diperoleh skor 56,80 masuk kategori kurang terampil, keterampilan menjelaskan diperoleh skor 51,90 masuk kategori kurang terampil, keterampilan membuka dan menutup pembelajaran diperoleh skor 44,67 masuk kategori kurang terampil, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil diperoleh skor 68,15 masuk kategori cukup terampil, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan diperoleh skor 52,70 masuk kategori kurang terampil, keterampilan mengelola kelas diperoleh skor 53,32 masuk kategori kurang terampil, keterampilan memberi penguatan diperoleh skor 65,80 masuk kategori cukup terampil, dan keterampilan mengadakan variasi diperoleh skor 70,45 masuk kategori terampil.Kata kunci: Keterampilan dasar mengajar, guru profesional, mahasiswa biologi Basic teaching skills analysis of tadris biology students. Basic teaching skills determine the learning process and outcomes. This research aims to revealed the level of teaching students basic skills at Tadris Biology IAIN Metro. This study used descriptive qualitative method. This research data source was Biology Department students students in semester V who are taking biology learning strategy courses. The results showed that the questioning skills obtained by a score is 56.80 in the category of less skilled, explaining skills obtained a score is 51.90 in the category of less skilled, learning skills opening and closing obtained a score is 44.67 in the category of less skilled, the skills of guiding the discussion a small group obtained a score is 68.15 in the category of moderately skilled, small group and individual teaching skills obtained a score is 52.70 in the category of less skilled, classroom management skills obtained a score is 53.32 in the category of less skilled, the skill of giving reinforcement was obtained a score is 65.80 in the category of skilled enough, while the skills to hold variations obtained scores is 70.45 in the skilled category.Keywords: Basic teaching skills, professional teacher, biology students
Implementasi pendekatan science edutainment berbasis lesson study terhadap hasil belajar siswa biologi Anandita Eka Setiadi; Sri Supartini
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.989 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.550

Abstract

Metode diskusi dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Pontianak belum mampu meningkatkan hasil belajar siswa biologi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran dengan pendekatan science-edutainment berbasis lesson study dan mengetahui keberhasilan implementasinya terhadap hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kelas XI MIPA 9 dipilih sebagai sampel penelitian. Pengambilan data dilakukan melalui tes kognitif, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil refleksi 100% siswa sudah belajar dengan antusias, leluasa bergerak, dan aktif berdiskusi. Rata-rata nilai siswa sebelum dilakukannya tindakan hanya 49,43 dengan persentase ketuntasan 49,43% dan setelah diajarkan menggunakan pendekatan science-edutainment, pada siklus I rata-rata nilai mencapai 83,71 dengan persentase ketuntasan 77,14% dan meningkat pada siklus II menjadi 89,43 dengan persentase 97,14%. Kesimpulannya implementasi pembelajaran telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa biologi.Kata kunci: Lesson study, science-edutainment, ular tangga, hasil belajar biologi Implementation of science edutainment approach based lesson study to learning outcomes. The discussion method in SMA Negeri 1 Pontianak hasn’t support improvement in Biology learning outcomes. This study aims to describe the implementation of the science-edutainment-based learning approach and find out the student learning outcomes. The method used by Classroom Action Research. Class XI MIPA 9 was chosen sample research Data collected through cognitive tests, observation, and documentation. The results showed that the results of the reflection is 100% of students had learned enthusiastically, were free to move, and were active in discussions. The average student score before taking action was only 49.43 with a percentage of completeness 49.43% and after being taught using the science-edutainment approach, in the first cycle, the average value reached 83.71 with a percentage of completeness is 77.14% and increased in the cycle II to 89.43 with a percentage is 97.14%. The conclusion of the implementation of learning has succeeded in improving biology students learning outcomes.Keywords: Lesson study, science-edutainment, snakes and ladders, biology learning outcomes
Studi hasil belajar kognitif pada materi udara bersih bagi pernapasan melalui model numbered heads together Agusta Kurniati; Hendrikus Julung; Fitri Lestari
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2034.839 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.625

Abstract

Masih banyak siswa yang memperoleh hasil belajar kognitif dibawah nilai KKM. Studi ini bertujuan mengkaji studi hasil belajar kognitif pada materi udara bersih bagi pernapasan melalui model Numbered Heads Together (NHT). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan berupa nonequivalent control group design. Sampel adalah  siswa kelas V SDN 23 Menyumbung yang berjumlah 35 siswa. Instrumen berupa soal tes pilihan ganda sebanyak 24 soal yang terkait indikator kognitif. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai probalilitas (0,000) dan lebih kecil dari alpha (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa model NHT  berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif pada materi pentingnya udara bersih bagi pernapasan di SDN 23 Menyumbung tahun pelajaran 2019/2020.Kata kunci: Numbered heads together, hasil belajar kognitif, pembelajaran tematik Study of cognitive learning outcomes in clean air material for breathing through the numbered heads together model. There are still many students who get cognitive learning outcomes below the KKM score. This study aims to examine cognitive learning outcomes in clean air material for breathing through the Numbered Heads Together (NHT) learning model. The approach is quantitative with a design in the form of nonequivalent control group design. The sample is students in class V SDN 23 Menyumbung, totaling 35 students. The instrument using was a multiple choice test item by 24 questions related to cognitive indicators. Hypothesis test results obtained a significant value (0,000) and greater than alpha (0.05) so it can be concluded that the NHT learning model has a significant effect on cognitive learning outcomes on the material importance of clean air for breathing in SDN 23 Menyumbung to the 2019/2020 academic year.Keywords: Numbered heads together, cognitive learning outcomes, thematic  learning
Tumbuhan obat berpotensi imunomodulator di suku anak dalam bendar bengkulu Fitria Lestari; Ivoni Susanti
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1642.71 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.591

Abstract

Infeksi merupakan penyakit pembunuh kedua setelah kardiovaskular yang disebabkan oleh virus, bakteri, protozoa, cacing, dan jamur parasitik yang masuk ke dalam atau permukaan tubuh, sehingga hal inilah yang menjadi alasan pentingnya keberadaan imun di dalam tubuh. Bahan yang dapat memodulasi sistem imun tubuh dikenal dengan imunomodulator. Umumnya masyarakat menggunakan obat sintetis untuk mengembalikan ketidakseimbangan imun, namun penggunaan dalam jangka panjang dampak berdampak buruk bagi tubuh, seperti kerusakan ginjal, hati, dan lainnya. oleh karena itu, salah satu solusi yang diberikan dengan menggunakan tumbuhan obat seperti yang masih dipertahankan oleh Suku Anak Dalam Bendar Bengkulu. Namun, keberadaan tumbuhan ini masih belum didata, sehingga perlu dilakukan tindak lanjut agar dapat diketahui oleh masyarakat umum. Metode yang digunakan adalah eksplorasi yang dimulai dari observasi, wawancara dengan kepala suku serta masyarakat sekitar, dan dokumentasi serta identifikasi dengan menggunakan beberapa referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 jenis tumbuhan obat berpotensi imunomodulator.Kata kunci: Imunomodulator, suku anak dalam bendar bengkulu, tumbuhan obat The immunomodulator of plant medicine on suku anak dalam bendar bengkulu. Infection is the second most deadly disease after cardiovascular caused by viruses, bacteria, protozoa, worms and parasite fungi that come inside or surface of the body. It may cause the urgency of immune system in the body. The substance which can modulate immune system is called immunomodulator. Generally people use synthetic medicine to restore immunity damage. However, the long-term use may negatively affect the body, such as causing kidney, heart and other organs damage. Therefore, one of the solutions is by applying medicinal plants like was done by Suku Anak Dalam Bendar Bengkulu. However, the existence of the plants has not recorded yet. Therefore, it needs a further action to inform larger people. The method of the research was through exploration by doing some techniques, such as, observation, interview to the chief of the tribe and surrounding people, and documentation as well as identification by using some relevant references. The result presents there are 40 plant species which are potentially as immunomodulator.Keywords: Imunomodulator, suku anak dalam bendar bengkulu, medicinal plants
Validitas preparat histologi sebagai media pembelajaran submateri pencemaran air Ruqiah Ganda Putri Panjaitan; Eko Sri Wahyuni; Mutmainnah Mutmainnah
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1989.496 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas preparat histologi sebagai media pembelajaran pada submateri pencemaran air kelas X SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kuantitatif. Penelitian ini terdiri dari dua tahapan yakni tahapan pembuatan preparat dan validasi  media. Validasi media preparat dilakukan oleh validator, dan instrumen penilaian berupa kuesioner yang terdiri dari aspek tampilan media preparat, ketepatan materi, dan mikroteknik. Hasil validasi menunjukkan nilai rata-rata total validasi untuk preparat 1.1 sebesar 3,83; preparat 1.2 sebesar 3,83; preparat 2.1 sebesar 3,81; preparat 2.2 sebesar 3,83; preparat 3.1 sebesar 3,85; dan preparat 3.2 sebesar 3,85. Dapat disimpulkan bahwa preparat histologi valid digunakan sebagai media pembelajaran pada submateri pencemaran air.Kata kunci: Media pembelajaran, preparat histologi, pencemaran air The validity of microscope slides on sub-materi water pollution as learning media. This research aims to evaluate the validity of microscope slides as learning media on sub-materi water pollution. The research method used is descriptive method with the form of quantitative research. This research consists of two phases: creating and the validation of media microscope slides. Microscope slides media validation was performed by validator. The instrument of assessment is questionnaire which consisting of appearance of media, material accuracy, and microtechniques. The result showed total average of microscope slides 1.1 is 3.83; microscope slides 1.2 is 3.83; microscope slides 2.1 is 3.81; microscope slides 2.2 is 3.83; microscope slides 3.1 is 3.85; and microscope slides 3.2 is 3.85. It is concluded the microscope slides microscope slides are valid as learning media on sub materi water pollution.Keywords: Instructional media, microscope slides, water pollution
Model pembelajaran kreatif treffinger terhadap kemampuan memecahkan masalah pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan Devi Anugrah; Susanti Murwitaningsih; Desya Aryani Sofyan; Susilo Susilo
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.355 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.601

Abstract

Berkembangnya kemampuan berpikir siswa dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki tentang pengaruh model treffinger terhadap kemampuan memecahkan masalah pada siswa. Design quasi experimental diterapkan dengan menggunakan post-test only control group design. Studi ini melibatkan 62 siswa dari total 144 siswa. Instrument berupa soal tes sebanyak 35 soal pilihan ganda. Uji parametrik dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t digunakan untuk menganalisis data hasil nilai post-test. Hasil studi ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol (63,41>54,27). Perhitungan dari uji t menunjukkan bahwa model treffinger berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa. Sintak pada model treffinger berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan. Tahap I (Basic Tools) dapat meningkatkan dua indikator kemampuan memecahkan masalah yaitu merumuskan masalah dan hipotesis.Kata kunci: Kemampuan merumuskan masalah, kemampuan berhipotesis, perubahan lingkungan, ekosistem Treffinger creative learning model towards problem-solving ability in environmental and ecosystem change material. The growing ability of student thinking can affect students ' ability to solve problems. The study aims to investigate the effectiveness of treffinger's learning models towards the ability to solve problems in students. The quasi-experimental design is applied using the post-test only control group design. The study involved 62 students from a total of 144 students. The Instrument uses 35 questions of multiple-choice. The post-test value Data is analyzed using the normality test, homogeneity test, and T-test. The results of this study indicate that the experiment class has a higher value compared to the control class (63.41 > 54.27). Calculations from the T-test show that treffinger's model affects the ability to solve students' problems. The syntax of treffinger's models was able to improve the ability to answer students' issues in environmental and ecosystem change materials. Stage I (Basic Tools) can increase two indicators of problem-solving capability that is formulating issues and hypotheses.Keywords: Ability to formulate problems, ability to hypothesize, environmental changes, ecosystem

Page 5 of 22 | Total Record : 211