cover
Contact Name
Yakobus Bustami
Contact Email
ybustami07@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaljpbio@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi)
ISSN : -     EISSN : 2540802X     DOI : -
Core Subject : Education,
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) adalah jurnal yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di bidang pendidikan biologi, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media cetak ataupun elektronik
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Peranan Media Sparkol Videoscribe Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Lintas Minat Biologi Cita Sari Dewi; Purwati Kuswarini Suprapto; Liah Badriah
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 4, No 2 (2019): November 2019
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.092 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v4i2.456

Abstract

Program lintas minat yang diterapkan dalam kurikulum 2013 pada kenyataannya belum menghasilkan peningkatan dalam hasil belajar kognitif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sparkol videoscribe terhadap hasil belajar peserta didik lintas minat pada materi sistem endokrin. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPS SMAS PGRI 43 Singaparna dengan jumlah peserta didik 42 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas yaitu kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan media sparkol videoscribe dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol yang  pembelajarannya menggunakan media power point. Insrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda sebanyak 31 soal. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji ANCOVA dengan taraf signifikan 0,05%. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan media sparkol videoscribe mampu meningkatkan hasil belajar pesera didik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media sparkol videoscribe terhadap hasil belajar dan pada materi sistem endokrin. 
Film Dokumenter Sebagai Media Pembelajaran Submateri Zat Aditif Ruqiah Ganda Putri Panjaitan; Eko Sri Wahyuni; Mega Mega
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 4, No 2 (2019): November 2019
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.649 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v4i2.454

Abstract

Film dokumenter merupakan salah satu media pembelajaran yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan film dokumenter sebagai media pembelajaran pada submateri zat aditif di kelas VIII SMP. Film dokumenter ini memuat pengertian zat aditif, jenis-jenis zat aditif, zat aditif alami dan sintetis serta contohnya masing-masing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian research and development. Film dokumenter ini memuat submateri zat aditif, selain itu juga memuat hasil uji formalin pada tahu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian research and development. Validasi film dokumenter sebagai media pembelajaran dilakukan oleh validator, adapun aspek yang dinilai meliputi aspek format, isi, bahasa, dan pengoperasian. Hasil validasi menunjukkan film dokumenter dinyatakan valid dengan rata-rata total validasi 3,93. Disimpulkan bahwa media film dokumenter layak digunakan sebagai media pembelajaran.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI METODE DEMONSTRASI Ota Mulyono; Yakobus Bustami; Hendrikus Julung
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 2, No 2 (2017): November 2017
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.746 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v2i2.220

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya siswa yang memperoleh hasil belajar kognitif di bawah nilai ketuntasan minimal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini berupa pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Dedai kelas VIII B berjumlah 26 siswa yang dibelajarkan dengan metode demonstrasi. Instrumen untuk mengukur hasil belajar kognitif berupa soal pilihan ganda sebanyak 25 soal. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif berupa nilai rata-rata dan nilai ketuntasan klasikal. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan bahwa pada siklus I diperoleh 16 siswa tuntas dengan nilai rata-rata 58,15 dan ketuntasan klasikal 61,53%. Selanjutnya pada siklus II, siswa yang tuntas sebanyak 24 siswa dengan nilai rata-rata 75,19 dan ketuntasan klasikal sebesar 92,30% siswa masuk kategori baik. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi biologi.
Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Biologi: Analisis Berbasis Gender Linda Tri Antika; Moch. Haikal
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 4, No 2 (2019): November 2019
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.321 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v4i2.524

Abstract

Keterampilan mengajar (teaching skills) adalah salah satu keterampilan yang memberikan kontribusi besar bagi calon guru dalam rangka menjadi guru profesional. Keterampilan ini memungkinkan bagi calon guru turut andil dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi perbedaan teaching skills mahasiswa calon guru biologi laki-laki dan perempuan di era revolusi industri 4.0. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Biologi semester 4 Tahun Akademik 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan analisis uji T untuk mengetahui signifikansi perbedaan teaching skills pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Data teaching skills didapatkan dari skor pada lembar asesmen teaching skills. Lembar asesmen teaching skills yang digunakan memiliki empat aspek penilaian, yaitu: 1) membuka pelajaran; 2) melaksanakan kegiatan inti pembelajaran; 3) menutup pembelajaran; dan 4) faktor penunjang. Masing-masing aspek penilaian tersebut memiliki indikator dan deskriptor. Hasil penelitian mengungkap bahwa tidak ada perbedaan signifikan teaching skills pada mahasiswa calon guru biologi laki-laki dan perempuan
Pengembangan Bahan Ajar Biologi Berbasis Kinerja pada Materi Protista Ricci Abdias; Hilarius Jago Duda; Yuniarti Essi Utami; Arsad Bahri
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 4, No 2 (2019): November 2019
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.646 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v4i2.482

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data dilapangan bahwa bahan ajar biologi berbasis kinerja siswa pada materi protista belum pernah dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berbasis kinerja terhadap siswa kelas X SMA Karya Sekadau. Model yang peneliti gunakan adalah model pengembangan 4-D. Model pengembangan 4-D terdiri atas 4 tahap utama yaitu: Define, Design, Develop dan Disseminate.  Subyek ujicoba lapangan yaitu siswa kelas X sebanyak 30 siswa SMA Karya Sekadau. Persentase hasil validasi modul oleh ahli materi, ahli media, dan guru bidang studi sebesar 86,6% sehingga modul memiliki kualifikasi sangat layak. Modul diuji coba terhadap siswa SMA Karya Sekadau kelas XI IIS 1 pada tahap initial development testing. Persentase penilaian modul oleh siswa kelas XI sebesar 88,43 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan termasuk dalam kualifikasi modul yang sangat layak. Efektifitas dari modul ini dilihat dari nilai gain score 0,54 dengan kriteria sedang, sehingga dapat dinyatakan efektif. Respon siswa dari modul dengan pengambilan uji skala kecil sebesar 88,43% dengan respon sangat baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA Kristianti Meti Trikasari; Benediktus Ege; Markus Iyus Supiandi
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.515 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v1i1.240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi sistem pencernaan pada manusia.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Group Investigation (GI)dan variabel terikatnya adalah kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Bentuk penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Bentuk desain quasi eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampling Jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik pengukuran, dan teknik komunikasi tidak langsung. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Silabus, RPP, LKS, lembar observasi, soal tes, dan angket. Perhitungan hasil kemampuan pemecahan masalah siswa diperoleh nilai rata-rata pretest kelas eksperimen 43,8 sedangkan posttest 73,9 dan kelas kontrol nilai rata-rata pretest 43,8 sedangkan posttest60,6. Hasil uji hipotesis pada data posttest didapatkan nilai signifikansi (Asimp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,000, dan hasil ini kurang dari 0,05 (0,000<0,05) maka Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaanyang signifikan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi sistem pencernaan pada manusia antara kelas eksperimen dan kelas kontrol di kelas VIII SMP Negeri 2 Belimbing Hulu. Hasil analisis angket diperoleh rata-rata nilai 98,58% dengan kategori sangat kuat.
Pengaruh Model Pembelajaran JINEMAM Terhadap Berpikir Kritis Siswa Biologi Farida Sri Wahyuni; Dwi Candra Setiawan
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 4, No 2 (2019): November 2019
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.644 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v4i2.494

Abstract

Faktor penentu keberhasilan pembentukan kemampuan berpikir kritis siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat. Salah satunya adalah model pembelajaran JINEMAM. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh model pembelajaran JINEMAM terhadap berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan pretest-postest nonequivalent control group design. Populasi penelitian yaitu siswa SMAS Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas XI IPA1 sebagai kelas eksperimen sejumlah 23 siswa dan XI IPA2 sebagai kelas kontrol sejumlah 20 siswa. Instrumen tes berupa tes essay dan di uji reabilitas dan validitas sebelum digunakan. Data diperoleh dari hasil pretest posttest kedua kelas. Uji ANAKOVA digunakan sebagai uji hipotesis dengan taraf signifikansi 0,05 melalui aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,00 < 0,05, sehingga menunjukkan bahwa model pembelajaran JINEMAM berpengaruh terhadap berpikir kritis siswa biologi. Dengan demikian, model pembelajaran JINEMAM memiliki potensi dalam memberdayakan berpikir kritis siswa.
Pembelajaran Berbasis Masalah Biologi Pada Aspek Kognitif: Sebuah Meta-Analisis Tri Ayu Astuti; Nurhayati Nurhayati; Rizhal Hendi Ristanto; Rusdi Rusdi
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 4, No 2 (2019): November 2019
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.478 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v4i2.473

Abstract

Model pembelajaran problem-based learning (PBL) memiliki peranan dalam meningkatkan kualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali tentang model pembelajaran PBL dalam pembelajaran Biologi terhadap aspek kognitif atau hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis dengan sampel sebanyak 15 jurnal nasional. Berdasarkan hasil analisis ternyata model pembelajaran PBL mampu meningkatkan hasil belajar biologi mulai dari terendah 15,03 % hingga tertinggi 61,76% dengan rata-rata 29,34%. Dengan memperoleh size efek yang kuat yaitu sebesar 0,97. Peningkatan yang paling signifikan pada penelitian model PBL yaitu sebesar 28,13 pada pembelajaran model PBL dengan didampingi dengan LKS dan dengan menerapkan pembelajaran berbasis pemecahan masalah pada materi tertentu. Hal tersebut meunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran biologi.
Kemampuan kognitif dan literasi sains: sebuah model pembelajaran argument-driven inquiry pada materi jaringan tumbuhan Hamzah Abdul Fatah; Purwati Kuswarini Suprapto; Vita Meylani
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1320.998 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.590

Abstract

Proses pembelajaran seharusnya memberikan sebuah pengalaman untuk mendukung proses pengetahuan dalam mencerna pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh model pembelajaran argument-driven inquiry terhadap kemampuan kognitif dan literasi sains siswa pada materi jaringan tumbuhan di kelas XI SMA Bekasi tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2019 dengan metode penelitian quasi experimental. Desain penelitian berupa pretest-posttest control group. Sampel penelitian sebanyak sebanyak 62 diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data berbentuk pilihan ganda sebanyak 30 butir soal untuk tes kemampuan kognitif dan tes literasi sains berbentuk pilihan ganda sebanyak 18 butir soal. Analisis data menggunakan uji ANCOVA dengan probabilitas atau taraf signifikan sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran argument-driven inquiry berpengaruh signifikan terhadap kemampuan kognitif dan literasi sains pada konsep jaringan tumbuhan di kelas eksperimen.Kata kunci: kemampuan kognitif, literasi sains,argument-driven inquiry Cognitive ability and literacy science: a learning model argument-driven inquiry in plant tissue concept. The learning process should provide an experience to support the knowledge process in digesting learning. This research aims to explain the influence of the model learning argument-driven inquiry on the cognitive ability and science literacy of students in plant tissue concept in class XI senior high school Bekasi year 2019/2020. Research was conducted in August-September 2019. This research uses true experimental methods with pretest-posttest control group research design. Research samples of 62 students were taken using the technique of random sampling cluster. The data collection techniques in the form of a 30-grain choice for the cognitive skills test and the science literacy test in the form of a compound of 18 items. Data analysis uses ANCOVA test with a significant probability or level of (α) = 5%. The results showed that there were the learning model argument-driven inquiry influences on the cognitive ability and science literacy of the plant tissue concept in the experimental class.Keywords: Cognitive abilities, scientific literacy skill, argument-driven inquiry
Pengembangan instrumen penilaian kinerja keterampilan membuat alat laboratorium respirometer sederhana Agata J.I. Bari; Muslimin Ibrahim; Yuliani Yuliani
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 5, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1512.627 KB) | DOI: 10.31932/jpbio.v5i1.581

Abstract

Tidak tersedianya instrumen penilaian kinerja yang layak digunakan (valid, reliabel dan praktis) untuk mengukur hasil belajar siswa terutama pada materi respirasi hewan, menyebabkan guru hanya melakukan penilaian kognitif dan afektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan instrument penilaian kinerja membuat alat respirometer sederhana yang valid, reliabel dan praktis. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan yang  dikembangkan oleh Borg & Gall. Validitas diperoleh dari hasil penilaian dua validator, reliabilitas dihitung menggunakan rumus Spearman Brown yang dibantu dengan SPSS 24, sedangkan kepraktisan instrumen dilihat dari keterlaksanaannya. Berdasarkan modus kategori validitas maka disimpulkan hasil validasi instrumen penilaian keterampilan kinerja membuat respirometer sederhana memiliki kategori valid dengan reliabilitas instrumen 0,96 sehingga dikategorikan reliabel, dan kepraktisan berdasarkan penilaian pengamatan sebesar 96,88%, dan angket guru sebesar  91,67% sehingga dikategorikan praktis.Kata kunci: Instrumen penilaian, kinerja, keterampilan, respirometer sederhana The development of skills performance laboratory assessment making simple respirometer instrument. The unavailability of appropriate performance appraisal instruments (valid, reliable and practical) to measure student learning outcomes, especially on animal respiration material, causes teachers to only conduct cognitive and affective assessments.The purpose of this study is to produce a performance appraisal instrument to make a simple, reliable and practical respirometer. This study uses a development model developed by Borg & Gall. Validity was obtained from the results of the assessment of two validators, reliability was calculated using the Spearman Brown formula which was assisted with SPSS 24, while the practicality of the instrument was seen from its implementation. Based on the validity category mode, it was concluded that the results of the validation of the performance skills assessment instrument made the respirometer simply have a valid category with an instrument reliability is 0.96 so that it was categorized as reliable, and practicality was based on an observer's assessment is 96.88%, and the teacher questionnaire is 91.67% so that it was categorized as practical.Keywords: Assessment instrument, the performance, skills, simple respirometer

Page 4 of 22 | Total Record : 211