cover
Contact Name
Imron Amrullah
Contact Email
imron.amrullah@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fonema@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26213257     EISSN : 26212900     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Dr. Soetomo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ilmiah fonema berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
Relevansi Hipotesis Pemantau dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara pada Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Model Project Based Learning di SMP Berbasis Luring Agustin, Desty Ayu; Mujianto, Gigit
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.269 KB) | DOI: 10.25139/fn.v6i1.6107

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang karakteristik hipotesis pemantau pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan model project based learning di SMP/MTs berbasis luring. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui atau mendeskripsikan dengan menganalisis pemerolehan Bahasa kedua tentang aspek hipotesis pemantau dan aspek pelaksanaan project based learning sesuai dengan proses belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis video PPG Universitas Muhammadiyah Malang 2022dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikolinguistik untuk mendekati permasalahan pemerolehan Bahasa kedua terkait hipotesis pemantau. Karakteristik hipotesis pemantau mencakup beberapa aspek yang dapat membantu optimalisasi belajar yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik. Diantaranya yaitu pengoreksi dan penyunting Bahasa, kefasihan berbicara, pemerolehan bahasa kedua, dan juga pengucapan atau gaya bahasa. Pelaksanaan project based learning memiliki beberapa komponen sebagai struktur proses belajar mengajar. Komponen tersebut terdiri dari penentuan pertanyaan dasar atau proyek, perencanaan desain proyek, penyusunan jadwal proyek, penyelesaian proyek dengan monitoring, pengujian hasil proyek, dan juga evaluasi. Relevansi karakteristik hipotesis pemantau pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah untuk meningkatkan keterampilan berbicara dengan pemerolehan Bahasa kedua memerlukan adaptasi komunikasi, latihan terus- menerus, dan stimulus dari guru.
Analisis Pelanggaran dan Pematuhan Prinsip Kerja Sama pada Novel Perfect Couple Karangan Asri Aci Wibisono, Galih; Kusmiyati; Faizin, Afan
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.851 KB) | DOI: 10.25139/fn.v6i1.6131

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pelanggaran dan pematuhan prinsip kerja sama Grice dalam dialog novel Perfect Couple karya Asri Aci. Tujuan dalam penelitian ini untuk Mendeskripsikan pelanggaran dan pematuhan prinsip kerjasama pada novel perfect couple hasil karya asri aci. Jenis penelitian yang digunakan adalah menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Perfect Couple karya Asri Aci. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan merekam dan teknik sadap. Hasil penelitian terdapat sebanyak 39 kalimat yang melanggar prinsip kerjasama Grice, dengan rincian sebanyak 8 pelanggaran maksim kuantitas, sebanyak 10 pada pelanggaran maksim kualitas, sebanyak 13 pada pelanggaran maksim relevansi, dan sebanyak 8 pada pelanggaran maksim cara yang terjadi pada dialog tokoh novel Perfect Couple Karya Asri Aci. Sedangkan untuk pematuhan prinsip kerjasama dengan rincian sebanyak 3 pada pematuhan maksim kuantitas, sebanyak 2 pada pematuhan maksim kualitas, sebanyak 2 pada pematuhan maksim relevansi dan sebanyak 4 pada pematuhan maksim cara.
Analisis Nilai-nilai Pendidikan dalam Novel Dunia Kecil yang Riuh Karya Arafat Nur Syifauddin, Achmad; Kusmiyati; Utami, Sri; Martono, Boedi; Heni Tahira, Ketin Ayu
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.152 KB) | DOI: 10.25139/fn.v6i1.6138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Dunia Kecil yang Riuh karya Arafat Nur. Adapun nilai-nilai tersebut meliputi; (1) nilai-nilai pendidikan ketuhanan, (2) nilai-nilai pendidikan moral, (3) nilai-nilai pendidikan sosial, (4) nilai-nilai pendidikan budaya, dan (5) nilai-nilai pendidikan estetika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, deskriptif interpretatif dan analisis konten atau analisis isi. Subjek penelitian ini adalah novel Dunia Kecil yang Riuh karya Arafat Nur. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan analisis nilai-nilai pendidikan dengan pendekatan pragmatik. Data dianalisis dengan teknik deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai: (1) bentuk nilai-nilai pendidikan ketuhanan terdapat 9 karakter (2) bentuk nilai-nilai pendidikan moral terdapat 16 karakter. (3) bentuk nilai-nilai pendidikan sosial terdapat 10 karakter. (4) bentuk nilai-nilai pendidikan budaya terdapat 14 karakter. (5) bentuk nilai-nilai pendidikan estetika terdapat 2 karakter
Representasi Perempuan yang Tercermin dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila Salikha Chudori Akhirah, Siti Rabiatul; Setiadi, David; Firdaus, Asep
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fn.v6i2.6518

Abstract

Novel Laut Bercerita merupakan novel yang mengangkat isu feminis. Novel yang memiliki latar belakang sejarah reformasi Indonesia tahun 1998 ini memperlihatkan dua sudut pandang yang melibatkan dua generasi yang terpisah dalam perjalanan hidup tokohnya. Sudut pandang tersebut salah satunya menyoroti tokoh perempuan dalam menggambarkan peristiwa sejarah dan perspektif yang berbeda dalam memahami dan menghargai pengalaman perempuan dalam konteks sosial dan politik di Indonesia. Penelitian penting dilakukan untuk melihat ideologi personal perempuan yang tercermin dalam novel Laut Bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan ideologi personal perempuan yang terdapat dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dengan menggunakan pendekatan kritik sastra feminis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain penelitian deskriptif-kualitatif. Hasil dari penelitan ini terdapat representasi ideologi personal perempuan berupa kepemimpinan perempuan dan familialime yang tercermin dari tokoh perempuan pada novel Laut Bercerita. Tokoh-tokoh perempuan tersebut adalah Kinan, Asmara, Ibu dan Anjani. Tokoh-tokoh perempuan dalam cerita digambarkan melakukan negosiasi dalam menyuarakan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan dengan menunjukkan adanya kepemimpinan perempuan. Selain itu, tokoh-tokoh perempuan dalam cerita dijadikan sebuah model atau prototipe perempuan yang secara normatif berterima dengan kebudayaan yang mapan. Hal ini dapat disebut sebagai ideologi familialisme yang menggambarkan individu perempuan sebagai perempuan/ibu, perempuan/istri, dan perempuan/anak.
Analisis Bahasa Figuratif dalam Buku Puisi Dua Sumbu Karya Vinita SWR Maulidanti, Maora; Supendi, Deden Ahmad; Humaira, Hera Wahdah
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fn.v6i2.6616

Abstract

Karya sastra memiliki bentuk dan gaya yang khas. Salah satu kekhasannya ada dalam bahasa. Bahasa dalam karya sastra telah mengalami penyimpangan, pemutarbalikan dari bahasa sehari-hari. Sastra dan bahasa merupakan dua bidang yang tidak dapat dipisahkan. Salah satu bentuk karya sastra yang penggunaan bahasanya menimbulkan estetika yaitu puisi. Secara umum puisi merupakan bentuk karya sastra yang mengandung unsur irama, rima, diksi, lirik, dan menggunakan kata kiasan, dalam setiap baitnya untuk menciptakan estetika bahasa yang padu. Puisi merupakan karya sastra yang berasal dari perasaan dan ekspresi yang diungkapkan penyair. Seperti halnya dalam puisi modern, puisi modern dan puisi baru disebut puisi bebas karena tidak terikat pada bait, jumlah baris, rima dan irama pada penulisannya. Maka dari itu, keindahannya terlihat dari bahasa yang digunakan. Bahasa puisi dapat dikaji menggunakan teori stilistika, khususnya pada penggunaan bahasa figuratif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa bentuk bahasa figuratif yang dikenal dengan pemajasan.
Pengaruh Self-efficacy Terhadap Perencanaan Karir Peserta Didik SMK Bakti Indonesia Medika Rhamandani, Widiyanto; Meinawati, Lusianah
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fn.v6i2.6630

Abstract

Perencanaan karir yang matang dapat membantu siswa mencapai tujuannya dengan menilai kemampuan dan kebutuhan mereka, termasuk kesadaran diri, pengetahuan kerja, dan penalaran terkait pekerjaan. Self-efficacy mempengaruhi perencanaan karir. Penelitian ini menguji bagaimana efikasi diri mempengaruhi perencanaan karir pada siswa SMK Bakti Indonesia Medika. Studi ini bersifat retrospektif. Penelitian ini melibatkan 110 siswa SMK Bakti Indonesia Medika kelas XII dari berbagai disiplin ilmu. Pengambilan sampel bersifat total. Penyelidikan ini menggunakan skala penelitian. Faktor kognitif, motivasional, emosional, dan seleksi membentuk skala efikasi diri. Uji t parsial menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh terhadap perencanaan karir dengan nilai t sebesar 0,037 dan tingkat signifikansi sebesar 0,024 (p < 0,05). Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh positif terhadap perencanaan karir siswa kelas XII SMK Bakti Indonesia Medika. Sekolah, khususnya instruktur konseling, dapat menggunakan penelitian ini untuk membantu persiapan karir siswa dengan menyediakan konseling klasik dan kelompok. Sekolah terkait juga dapat memahami variabel perencanaan karir, termasuk self-efficacy, yang membentuk kepribadian.
Strategi Penciptaan Humor “Lapor Pak” melalui Flouting Maxim dan Implikasinya sebagai Bahan Ajar Laylatul Sifa, Nurul Hidayah; Wicaksana, Muhlis Fajar; Sukarno
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fn.v6i2.6633

Abstract

Peneliti melakukan penelitian ini guna menguraikan mengenai bentuk flouting maksim prinsip kerja sama pada tayangan Lapor Pak! sebagai pendukung penciptaan humor serta Implikasi flouting maksim prinsip kerjasama dalam Lapor Pak! sebagai pendukung penciptaan humor menjadi bahan ajar teks anekdot. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data yang dipakai pada penelitian ini bersumber dari isi percakapan dalam tayangan Lapor Pak! yang ada di youtube trans7 official episode bulan Januari 2023. Peneliti mengumpulkan data memakai teknik dokumentasi, simak, serta catat. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Flouts exploiting maxim of quantity penutur lakukan sebab penutur ingin memberi penjelasan secara rinci. Flouts exploiting maxim of quality dilakukan untuk memanipulasi fakta dan berbicara tidak masuk akal. Flouts exploiting maxim of relevansi terjadi karena penutur ngelantur dalam membahas topik pembicaraan sebelumnya. Flouts exploiting maxim of manner terjadi karena ambiguitas dan berbicara tidak langsung. Hasil penelitian dapat diimplikasikan kedalam teks anekdot KD 4.2 Mengkreasikan gagasan/ ide yang mengandung krisis dan reaksi yang lucu/unik dalam bentuk teks anekdot dalam rangka mengalihwahanakan ke dalam teks anekdot lain (menulis bebas).
Biseksual dalam Kehidupan Keluarga Priayi Jawa: Analisis Semiotika Sinema Kethoprak “Selingkuhan Candhik Ayu” Dwi Cahyanti, Arizki; Hadi Purnomo, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fn.v6i2.6637

Abstract

Di tengah-tengah gencarnya penolakan sebagian masyarakat terhadap praktik biseksualitas, justru hadir karya-karya yang mengelaborasi persoalan biseksualitas. Salah satu karya tersebut adalah sinema ketoprak yang lazim dengan setting kehidupan keluarga priyayi Jawa. Penelitian ini bertujuan mengetahui kehidupan biseksual dalam keluarga priyayi Jawa yang terepresentasikan dalam sinema ketoprak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika John Fiske yang terdiri atas level realitas, representasi, dan ideologi yang bersumber pada sineprak Selingkuhan Candhik Ayu. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sineprak yang berlatar belakang keluarga priyayi Jawa pada masa prakemerdekaan menarasikan misteri kematian yang berkelindan dengan perselingkuhan dan aktivitas biseksual. Biseksual terungkap lewat hubungan tokoh perempuan bernama Candhik Ayu dengan tokoh laki-laki Bintara dan Pilang serta relasi homoseksual Candhik Ayu dengan perempuan bernama Gendhuk. Relasi homoseksual yang berlangsung merupakan relasi kuasa yang tidak sepadan serta tidak sama-sama dikehendaki. Akibat relasi tersebut, muncul rasa takut, benci, cemburu, dan marah hingga lahir mekanisme pertahanan diri yang bersifat agresi sampai berujung pada tindak pembunuhan. Implikasinya, relasi biseksual sebagai relasi yang tidak diterima secara umum oleh khalayak masayarakat, mengalami komplikasi ketika beroperasi dalam modus perselingkuhan.
Luka Pascakolonial dan Ambiguitas Kuasa Perempuan dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan Savitri, Adelia
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fn.v7i1.6676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana makna “cantik itu luka” yang tidak sekadar mengacu pada konsep kecantikan secara fisik. Selain itu, tokoh-tokoh perempuan dalam novel Cantik Itu Luka berusaha menunjukkan kuasa atas dominasi yang membelenggunya. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teori pascakolonial sebagai pisau analisisnya, hasil penelitian ini adalah konsep ‘cantik’ memiliki dual sign. Artinya, ‘cantik’ dalam novel ini mengacu pada dua pengertian. Pertama, cantik merupakan alegori dari sesuatu yang tidak berkaitan langsung dengan tubuh, tetapi realitas lain di luar itu, yaitu kecantikan alam yang ‘dilukai’ oleh kolonialisme. Kedua, cantik mengacu pada tokoh-tokoh perempuan cantik yang justru menjadi subaltern (manusia subordinat) dalam sistem masyarakat patriarki. Namun demikian, usaha tokoh-tokoh perempuan yang terdapat dalam novel ini, pada akhirnya masih mengacu pada standar patriarki dan standar kecantikan Barat (Eropa).
Analisis Psikofeminisme pada Novel Amba Karya Laksmi Pamuntjak Indah Septi Pratiwi; Utami, Sri; Sarmi, Ni Nyoman
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fn.v6i2.6715

Abstract

Karya sastra menggambarkan kehidupan masyarakat yang dimuat dan dikemas dalam sebuah tulisan dan dibumbui dengan imajinasi pengarang. Maka dari itu, karya sastra umumnya disebut sebagai karangan fiksi. Begitupun yang terjadi pada novel. Salah satu novel popular yang digemari banyak orang adalah novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Focus penelitian ini yaitu psikofeminisme yang ada pada novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Data penelitian ini adalah kutipan-kutipan yang ada pada novel Amba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Posisi peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai instrument utama penelitian (human instrument). Data penelitian dikumpulkan dengan teknik baca-catat, dan studi literature. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan cara pengamatan, maksimalisasi rujukan, diskusi sejawat dan tringulasi. Hasil pada penelitian ini adalah psikofeminisme yang terkandung dalam novel Amba adalah meliputi 3 aspek, yaitu perlawanan perempuan pada aspek id, perlawanan perempuan pada aspek ego, dan perlawanan perempuan pada aspek superego. Aspek id pada perlawanan perempuan meliputi penolakan/perlawanan terhadap kegiatan makan pada tokoh Amba, penolakan/perlawanan terhadap nafsu seks pada tokoh Amba, penolakan/perlawanan untuk menerima rasa sakit pada tokoh Amba. Aspek ego pada perlawanan perempuan meliputi penalaran dalam perlawanan perempuan pada tokoh Amba, pengambilan keputusan dalam perlawanan perempuan pada tokoh Amba. Aspek superego pada perlawanan perempuan meliputi, perasaan malu dalam perlawanan perempuan pada tokoh Amba, perasaan bersalah dalam perlawanan perempuan pada tokoh Amba, perasaan menyesal dalam perlawanan perempuan pada tokoh Amba.