cover
Contact Name
Maria Frani Ayu Andari Dias
Contact Email
mariafrani10@gmail.com
Phone
+6281230038196
Journal Mail Official
lppmstikessuakainsan@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Suaka Insan Banjarmasin Jln. H. Zafri Zam-zam no. 08 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Suaka Insan
ISSN : 25275798     EISSN : 25807633     DOI : https://doi.org/10.51143/jksi
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) is a scientific publication journal that is published every six months (June and December) using peer review method for article selection. It is intended for practitioners, academics, professionals, students or the general public who are involved and interested in the development of Health Sciences and Nursing Sciences include training, education and practice. JKSI received relevant articles in the health and nursing fields, which included research articles, literature reviews and case studies.
Articles 261 Documents
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemberian MPASI pada Anak Usia 6-24 Bulan di Puskesmas Gondokusuman II Febrianti, Santahana; Puspitasari, Reni
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i1.683

Abstract

Pada usia 1000 hari pertama kehidupan pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) mendorong tumbuh kembang anak secara optimal bila dilakukan dengan benar. Ibu memegang peran yang sangat penting, namun banyak faktor terkait dengan pemberian MPASI. Perlunya kesadaran orang tua akan faktor yang mempengaruhi pemberian MPASI untuk mengurangi risiko masalah gizi pada anak, memastikan anak tumbuh dengan sehat serta menghindari gangguan perkembangan yang dpaat muncul akibat pemberian MPASI yang tidak tepat. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian MPASI di Puskesmas Gondokusuman II. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 33 ibu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pemberian MPASI dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian pada variabel usia ibu diperoleh nilai p value 0,266 > 0.05, variabel tingkat pendidikan ibu diperoleh nilai p value 0,003 < 0.05, variabel pekerjaan ibu diperoleh nilai p value 0,020 < 0.05, dan variabel pendapatan keluarga diperoleh nilai p value 0,000 < 0.05. Artinya tidak ada hubungan antara usia ibu dengan pemberian MPASI, namun terdapat hubungan pada variabel tingkat pendidikan, pekerjaan dan pendapatan keluarga dengan pemberian MPASI.
OPTIMALISASI MANAJEMEN KEPERAWATAN PADA STROKE NON-HEMORAGIK : STUDI KASUS DI RSUD ARIFIN ACHMAD, RIAU Driposwana Putra, Ifon; Donny Hendra, Donny Hendra; Afrida Sriyani Harahap; Ulfa Hasana; Devi Aurelia
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v9i2.691

Abstract

ABSTRACT Effective management of stroke patients is essential to prevent physical and mental disabilities. This study aims to implement nursing care management for non-hemorrhagic stroke patients using a case study approach at Arifin Achmad General Hospital in Riau, with an eight-day observation period in June 2024.The nursing care management approach encompasses planning, organizing, implementing, and evaluating based on prioritized nursing issues. Interventions follow the Indonesian Nursing Diagnosis Standard (SDKI), focusing on three primary areas. First, physical mobility impairment was addressed through passive Range of Motion (ROM) exercises to improve muscle strength and joint flexibility. Second, verbal communication impairment was managed using hand signals as an alternative communication method, along with teaching the patient to speak slowly. Third, fall risk was mitigated through education on risk factors and preventive measures for both the patient and family.Results over the eight-day nursing period indicated significant improvement. The patient's Glasgow Coma Scale (GCS) score reached 15, indicating full consciousness. The patient independently performed passive ROM exercises with increased muscle strength rated at 4+/5. Morse Fall Scale (MFS) assessment showed a low fall risk following family education. Additionally, hand signals and slower verbal communication were successfully adopted, enhancing interaction. This structured approach demonstrates that tailored, evidence-based interventions effectively support recovery and reduce complications in non-hemorrhagic stroke patients.  Keywords : Management Nursing Care, Non Hemorhagic Stroke
Knowledge of First Aid Road Traffic Accident Victim Among Police Officers in Banjarmasin Trifianingsih, Dyah; Warjiman; Nirwani Agri
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v9i2.707

Abstract

Traffic accidents can lead to medical emergencies that threaten the health and safety of victims. Immediate, appropriate treatment is crucial to minimize severe bodily harm, disability, or death. Traffic police, as first responders at the scene, can provide critical first aid before professional medical personnel arrive, relying on their adequate knowledge and skills. This study aims to assess the knowledge of traffic police in providing first aid to accident victims. This quantitative descriptive study was conducted on 83 traffic police officers in Banjarmasin, selected using total sampling. Data were collected through questionnaires, and the analysis was carried out using frequency distribution. Among the 83 respondents, 61 (73%) had sufficient knowledge, 18 (22%) had good knowledge, and 8 (5%) had poor knowledge. These findings highlight the need for educational interventions to improve the respondents' knowledge in providing first aid during traffic accidents.
ANALISA FAKTOR RISIKO KOMPLIKASI GAGAL JANTUNG PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD ULIN BANJARMASIN Suryadi, Suryadi; Solikin, Solikin; Uni, Uni
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v9i2.708

Abstract

ABSTRACT Hypertension is associated with an increased risk of heart failure and can lead to various complications—multiple risk factors cause heart failure. To reduce the risk of complications, it is essential to implement preventive measures and manage hypertension through lifestyle changes and medication adherence. This study design uses a correlational approach with a cross-sectional methodology. The population consisted of all hypertension patients at Ulin General Hospital, averaging 190 individuals, and the sample, calculated using Slovin's formula, included 129 respondents selected through accidental sampling. Data analysis was conducted using the Spearman rank technique. The study results show that there were 74 male respondents (57.4%), 52 elderly respondents (40.3%), 108 respondents with light physical activity (83.7%), and 112 respondents with uncontrolled hypertension (86.8%). The factor associated with heart failure complications was hypertension, whereas factors such as gender, age, and physical activity were not related to heart failure complications. Future research should use a cohort method to obtain more precise results.
Hubungan Self-Care Behavior dan Kecemasan dengan Kejadian Stroke Pada Kelompok Risiko Tinggi di UPT Puskesmas Banjar Serasan Pontianak Safitri, Dewin; Arisandi, Defa; Nurpratiwi
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v9i2.713

Abstract

Stroke dilaporkan sebagai penyebab kematian tertinggi kedua dan sumber kecacatan utama di seluruh dunia. Salah satu faktor risiko stroke adalah hipertensi dimana hipertensi yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan terjadinya stroke. Self-care behavior pada penderita hipertensi diantaranya rutin mengonsumsi obat, memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan, melakukan diit rendah garam, aktivitas fisik, tidak mengonsumsi alkohol dan merokok merupakan hal penting untuk dilakukan. Kecemasan juga dilaporkan meningkatkan risiko terjadinya stroke. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self-care behavior dan kecemasan dengan kejadian stroke pada kelompok risiko tinggi di UPT Puskesmas Banjar Serasan. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 88 penderita hipertensi yang termasuk ke dalam kelompok risiko tinggi stroke dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku perawatan diri dan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Uji Spearman Rank untuk menganalisis hubungan self-care behavior dan kecemasan dengan kejadian stroke didapatkan p value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi -0,497 (kekuatan sedang) dan 0,365 (kekuatan lemah). Dapat disimpulkan bahwa perilaku self-care dan kecemasan dapat meningkatkan kejadian stroke
STUDI KASUS IMPLEMENTASI TERAPI NON-FARMAKOLOGI: TERAPI GENGGAM JARI TERHADAP PASIEN NYERI DENGAN PANKREATITIS Margaretha Wulan Puspita Yoan; Dian Anggraini; Mey Lona Verawaty Zendrato
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i1.718

Abstract

Gambaran klinis yang paling umum terjadi pada pankreatitis adalah nyeri. Tingkat nyeri dapat diminimalkan dengan salah satu teknik non farmakologis yaitu terapi genggam jari. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan asuhan keperawatan untuk membantu mengurangi nyeri pada pasien dengan pankreatitis menggunakan terapi genggam jari. Penelitian ini dilakukan pada seorang pasien laki-laki berusia 52 tahun di salah satu rumah sakit di Jakarta Barat. Jenis penelitian ini yaitu studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pada tingkat nyeri pasien setelah dilakukan terapi genggam jari selama 3 hari sebanyak 1 kali, yaitu dari skala 6 menjadi skala 0. Terapi genggam jari dilakukan selama 3 hari dan evaluasi menunjukkan penurunan pada skala nyeri. Meskipun demikian, kekurangan dalam penelitian ini adalah tidak adanya kelompok kontrol, yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Secara keseluruhan, terapi genggam jari dapat dianggap sebagai intervensi yang aman, mudah diterapkan, dan efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien pankreatitis
PENGARUH METODE SCHOOL WATCHING TERHADAP PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN GEMPA BUMI PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN 2 SOKARAJA KULON Wulan Ayu Utami; Adhi, M. Hanif Prasetya; Suparti, Sri; Fitriana, Nurul Fatwati
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v9i2.722

Abstract

Bencana gempa bumi dapat menyebabkan dampak besar, terutama di daerah dengan kesiapsiagaan yang rendah. Kesiapsiagaan bencana penting untuk tanggapan cepat dan pemulihan. Anak sekolah dasar berperan dalam mengurangi risiko gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada siswa SDN 2 Sokaraja Kulon menggunakan metode school watching. Penelitian kuantitatif ini mengumpulkan data melalui kuesioner dengan 32 responden yang dipilih secara total sampling. Hasil menunjukkan, sebelum intervensi, 20 responden berada pada kategori pengetahuan rendah, 8 pada kategori pengetahuan cukup, dan 4 pada kategori pengetahuan tinggi. Setelah intervensi, 27 responden berada pada kategori pengetahuan tinggi, 2 pada kategori pengetahuan cukup, dan 3 pada kategori pengetahuan rendah, dengan rata – rata pre – test 55 dan setelah dilakukan edukasi menggunakan metode school watching mendapatkan rata – rata nilai post – test 88
OBSERVATIONAL STUDY ON THE ANALYSIS OF PHLEBITIS INCIDENCE AND CONTRIBUTING FACTORS IN THE CLASS 2 INPATIENT WARD AT dr. SOEBANDI REGIONAL HOSPITAL JEMBER Wijaya, Dodi; Sofia Rosa Dewi; Anisah Ardiana; Achmad Sigit
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i1.724

Abstract

Hospitals can spread nosocomial infections, including phlebitis, within 72 hours of admission. Phlebitis, an inflammation of veins often caused by IV lines, can lead to severe systemic infections. This study examines the incidence and contributing factors of phlebitis in Class 2 inpatient wards at RSD dr. Soebandi Jember, using observational analytic methods and a quota sampling of 88 adult patients from a 756-patient population, selected via Slovin's formula. Observations from September 10-18, 2024, involved the Visual Infusion Phlebitis Scale (VIP) and medical records. Results showed 77 patients (87.5%) without phlebitis, and 11 patients (12.5%) with phlebitis: 8 (9.1%) with mild degree 1 and 3 (3.4%) with degree 2 symptoms. Contributing factors include age, gender, chronic diseases, and reactions to certain medications. These findings suggest the importance of adherence to standard operating procedures for IV care to prevent infections. Practical implications include improving nurse training on IV care protocols to minimize phlebitis and related complications, thereby enhancing patient outcomes.  
Pengaruh Bermain Plastisin Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah di Paud Al-Ghazy Banin Palangkaraya Tomi Satalar; Meilitha Carolina; Aulia Wati; Ferry Ronaldo
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i1.725

Abstract

Kemampuan seorang anak untuk mengamati dan melakukan gerakan yang menggunakan otot kecil dan hanya bagian tubuh tertentu sambil memerlukan koordinasi yang tepat dikenal sebagai perkembangan motorik halus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan bermain plastisin dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak prasekolah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimental dengan 35 siswa menjadi sampel penelitian, diambil dengan menggunakan metode total sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan kegiatan bermain plastisin didapatkan mean/rata sebesar 2,31 sedangkan sesudah diberikan kegiatan bermain plastisin didapatkan mean/rata 2,83, dan motorik halus anak yang sebelumnya normal hanya 15 anak (42,9%), menjadi 29 anak (82,9%), menunjukkan bahwa media plastisin memiliki pengaruh untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak-anak prasekolah.
HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN GADGET TERHADAP EMOSIONAL ANAK USIA SEKOLAH DI TK HARAPAN BUNDO Ulfa Mursidah; Yuli Permata Sari; Yasherly Bachri
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v9i2.729

Abstract

Penggunaan gadget pada anak kerap dijadikan solusi oleh orang tua untuk mengalihkan perhatian anak agar tidak rewel, namun dapat memengaruhi perkembangan emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dengan perkembangan emosional pada anak menggunakan pendekatan cross-sectional dengan 35 responden di TK Harapan Bundo yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner durasi penggunaan gadget dan Strengths and Difficulties Questionnaire yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak memiliki durasi penggunaan gadget kategori sedang (71,43%) dan lama (28,57%), dengan perkembangan emosional mayoritas dalam kategori gangguan. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara durasi penggunaan gadget dengan perkembangan emosional pada skala kesulitan (p=0,000) dan skala kekuatan (p=0,004). Disarankan agar orang tua mengontrol durasi penggunaan gadget anak dengan membatasi penggunaannya di bawah satu jam per hari untuk mendukung perkembangan emosional yang baik.