cover
Contact Name
Maria Frani Ayu Andari Dias
Contact Email
mariafrani10@gmail.com
Phone
+6281230038196
Journal Mail Official
lppmstikessuakainsan@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Suaka Insan Banjarmasin Jln. H. Zafri Zam-zam no. 08 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Suaka Insan
ISSN : 25275798     EISSN : 25807633     DOI : https://doi.org/10.51143/jksi
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) is a scientific publication journal that is published every six months (June and December) using peer review method for article selection. It is intended for practitioners, academics, professionals, students or the general public who are involved and interested in the development of Health Sciences and Nursing Sciences include training, education and practice. JKSI received relevant articles in the health and nursing fields, which included research articles, literature reviews and case studies.
Articles 266 Documents
PERBEDAAN STATUS PEKERJAAN IBU HAMIL DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN TAHUN 2016 Ruslinawati Ruslinawati; Sukarlan Sukarlan; Hanan Hanan
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v1i2.44

Abstract

Latar belakang : Berdasarkan SDKI (2012), AKI mencapai 359/100.000 KH dan AKB mencapai 32/1000 KH. ANC menjadi masalah karena tidak semua ibu hamil memeriksakan kehamilannya secara rutin, masih ada ibu tidak melakukan K1 dan K4, rata-rata cakupan belum mencukupi 100%. Tujuan : Mengetahui perbedaan status pekerjaan ibu hamil dengan frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin tahun 2016. Metode : Survei analitik dengan metode cross sectional. Populasi ibu hamil trimester III memeriksakan kehamilannya ke puskesmas berjumlah 93 orang. Sampel berjumlah 42 orang sesuai kriteria. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi dengan uji Kruskal-Wallis Test pada α = 5%. Hasil : Status pekerjaan ibu rumah tangga dengan kategori tidak bekerja berjumlah 30 orang (71,4%). Frekuensi kunjungan ANC melakukan kunjungan ANC dengan kategori lengkap berjumlah 23 orang (54,8%). Tidak ada perbedaan status pekerjaan ibu hamil dengan frekuensi kunjungan ANC (p = 0,219).
HUBUNGAN PELAKSANAAN DIET TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN TAHUN 2016 Yohana Carolina; Mohammad Basit; Aulia Rachman
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v1i2.45

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme kronis yang ditandai oleh hiperglikemia (gula darah yang tinggi) yang diakibatkan oleh resistensi insulin dan kekurangan insulin. Diabetes melitus suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi bisa dikontrol dengan mengatur makanan (diet). Pelaksanaan diet diabetes memerlukan waktu yang lama karena diabetes merupakan penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup maka akan mempengaruhi kualitas hidup klien diabetes melitus, fisik, psikologi, hubungan sosial dan lingkungan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pelaksanaan diet terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan study korelasional. Penelitian korelasi ini menggunakan pendekatan Cross sectional. Pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan Accidental Sampling. Ada 122 klien Diabetes melitus yang menjadi sampel. Data didapatkan memalui kuesioner. Pengelolaan data menggunakan analisis korelasi Spearman Rho. Hasil Penelitian : klien yang memiliki pelaksanaan diet baik dan kualitas hidup tinggi ada 56 orang (96,6%). Klien yang memiliki pelaksanaan diet kurang dan kualitas hidup rendah ada 28 orang (100%). Koefisien Korelasi Spearman Rho menunjukkan 0,645, signifikansi 0,000 dengan α = 0,05. Kesimpulan : ada hubungan antara pelaksanaan diet dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin.
HUBUNGAN DUKUNGAN PASANGAN PENDERITA TB DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN TAHUN 2016 Yurida Olviani; Chrisnawati Chrisnawati
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v1i2.46

Abstract

Latar belakang: Prevalensi TB di Indonesia berdasarkan diagnosis sebesar 0,4% dari jumlah penduduk. Kepatuhan minum obat merupakan kunci keberhasilan pengobatan penderita TB paru, kepatuhan menjalani pengobatan di pengaruhi oleh komunikasi interpersonal petugas kesehatan, motivasi dan peran PMO yang mendampinginya dan membantu penderita TB paru menjalani proses pengobatan sesuai prosedur yang diberikan. Tujuan: Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan dukungan pasangan penderita TB dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin tahun 2016. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah penderita TB paru di Puskesmas Pekauman Banjarmasin dengan kriteria penderita TB paru yang masih menjalani pengobatan dan penderita TB paru yang memiliki pasangan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita TB paru di puskesmas Pekauman Banjarmasin yang masih aktif dalam pengobatan, dengan jumlah sampel 38 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu incidental sampling. Pengumpulan data ini menggunakan kuesioner dan analisis bivariat dengan uji chi square ???? (0,05). Hasil: Hasil perhitungan chi square didapatkan hasil ???? (0,000) < ???? (0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan pasangan penderita TB dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin tahun 2016
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI PANTI TRESNA WERDHA BUDI SEJAHTERA MARTAPURA TAHUN 2016 Izma Daud; Warjiman Warjiman
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v1i2.47

Abstract

Oleh karena semakin meningkatnya usia harapan hidup lansiadi dunia, lansia akan mengalami perubahan baik anatomis maupun fisiologis. Hal itu dapat menyebabkan masalah dalam bidang kesehatan, salah satunya mengalami masalah kualitas tidur. Kualitas tidur meliputi tidur laten, lama tidur, efisiensi tidur, gangguan tidur, pemakaian obat tidur dan disfungsi saat siang hari. Hal ini dapat di atasi salah satunya dengan terapi nonfarmakologi.Terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan berupa Terapi Relaksasi Otot Progresif. Tujuan penelitian ini adalah teridentifikasinya pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pada lansia di Panti Tresna Werdha Budi Sejahtera Martapura. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pre and post test design, dengan jumlah sampel sebanyak 21 responden. dianalisis secara univariat dan bivariat. Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p=0,025 (p value ≤ 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa relaksasi otot progresif mempunyai pengaruh dalam masalah kualitas tidur pada lansia. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perawat untuk menjadikan Terapi Otot Progresif sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri dan memasukkan Terapi Otot Progresif dalam protap penatalaksanaan pada lansia yang mengalami masalah kualitas tidur
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG UGD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN Trifianingsih D; Santos, B.R; Brikitabela Brikitabela
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i1.49

Abstract

Latar belakang: Perawat UGD dituntut untuk mampu bekerjasama dengan tim kesehatan lain serta dapat berkomunikasi dengan pasien dan keluarga pasien yang berkaitan dengan kondisi kegawatdaruratan. Tuntutan-tuntutan dalam lingkungan kegawatdaruratan membuat perawat UGD beresiko terhadap terjadinya stres. Stres yang dialami perawat akibat lingkungan yang dihadapinya akan mempengaruhi kinerja dan kepuasan kerjanya. Stres yang dihadapi perawat akan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien sehingga tingkat kepuasan pasien tidak dapat tercapai. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat di ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin Tahun 2017. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional, desain penelitian analitik, pendekatan cross sectional dan populasi penelitian adalah perawat pelaksana di Unit Gawat Darurat dengan pengambilan sampel data menggunakan teknik purposive sampling jumlah sampel sebanyak 31 perawat. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner dengan menggunakan analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa data bivariat menggunakan spearman rho. Hasil: Stres kerja pada perawat pelaksana mayoritas kategori stress ringan yaitu 20 responden (64,51%) dan kinerja perawat mayoritas kategori baik yaitu 20 responden (64,51%) dan melalui uji spearman rho didapatkan signifikan 0,001. Terdapat hubungan yang signifikan antara Stres kerja dengan kinerja perawat Di Ruang Unit Gawat Darurat RSUD Ulin Banjarmasin. Diharapkan untuk meningkatkan kinerja, harus ada dukungan dari managemen Rumah Sakit dengan mengelola manajemen stres kerja dengan baik sehingga dapat meningkatkan kinerja perawat. Kata Kunci: Stres kerja; Kinerja perawat Referensi: 19 (2002-2016)
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TINGKAT STRESS DALAM MENJALANI OSCE MAHASISWA SEMESTER VI ANGKATAN VIII DI STIKES SUAKA INSAN BANJARMASIN Tricintia Y; Ivana T; Agustina ,D.M
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i1.50

Abstract

Latar Belakang: Stres diketahui bahwa sering dialami oleh mahasiswa keperawatan salah satunya pada saat ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Stres adalah respon seseorang terhadap kejadian yang mengancam atau menantang. Mahasiswa/I yang mengalami keadaan ini bisa mengalami stres dnegan rentang ringan, sedang, dan berat. Aromaterapi lavender merupakan salah satu terapi dengan menggunakan minyak esensial bunga lavender yang mampu menghasilkan efek memberi rasa nyaman, menjadikan emosi dan perasaan lebih stabil, pikiran dan perasaan lebih tenang sehingga menjadikan penghirup dapat menghadapi situasi stres dengan tenang. Tujuan: Mengetahui adakah pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa semester VI angkatan VIII di STIKES Suaka Insan Banjarmasin. Metode: Desain penelitian pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest and posttest design, dengan teknik purposive sampling, dan jumlah sampel 14 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan alat ceklist skala DASS 42 yang terlebih dulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisa menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan Uji Wilcoxon didapatkan ρ = 0,00 < 0,01, artinya ada pengaruh teknik aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat stres mahasiswa semester VI angkatan VIII di STIKES Suaka Insan Banjarmasin pada saat berlangsungnya OSCE. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan teknik aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat stres pada saat berlangsungnya OSCE pada mahasiswa semester VI angkatan VIII di STIKES Suaka Insan Banjarmasin. Kata Kunci : Mahasiswa, OSCE, Stres, dan Aromaterapi Lavender. Rujukan : 24 (2009 – 2017)
PENGALAMAN HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS YANG MENJALANI PENGOBATAN OAT (Obat Anti Tuberkulosis) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Chrisnawati Chrisnawati; Virginius Mario Beda; Anastasia Maratning
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i1.51

Abstract

Latar Belakang : Dalam hidup pasien tuberkulosis akan mengalami banyak perubahan-perubahan dari diri mereka sendiri. Perubahan ini karena penyakit tuberkulosis, sifat menularnya tuberkulosis, dan efek samping pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) yang dapat merugikan pasien serta stigmatisasi pada penderita tuberkulosis. Hal ini dapat mempengaruhi hidup pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) secara holistik dan mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan Penelitian : Untuk mengeksplorasi kualitas hidup pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) dengan menggambarkan kondisi fisik, kondisi psikologis, hubungan sosial dan lingkungan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Partisipan sebanyak 5 pasien tuberkulosis yang sedang menjalani terapi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) di Puskesmas Pekauman Banjarmasin yang beralamat tempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Pengambilan partisipan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data secara kualitatif dengan interaktif Miles dan Huberman. Hasil : Pasien tuberkulosis mengalami kelelahan selama menderita tuberkulosis. Selama pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) memiliki perubahan yang membaik. Keinginan yang besar untuk memperoleh kesembuhan membuat pasien selalu semangat dan displin dalam pengobatan serta dukungan dari orang-orang sekitar termasuk keluarga serta mendekatkan diri dengan Tuhan sesuai keagamaannya. Kelelahan membuat pasien tuberkulosis mengalami penurunan kapasitas kerja bahkan kehilangan pekerjaan yang menyebabkan penurunan kondisi keuangan pada pasien dan keluarga. Kesimpulan : Kualitas hidup pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) adalah berbeda-beda satu dengan yang lain. Hal ini bergantung pada kondisi fisik yang dialami, tekanan emosional dan koping individu serta keluarga, dukungan sosial yang diperoleh dari keluarga dan orang-orang sekitar, serta kondisi lingkungan yang mendukung pasien tuberkulosis dalam menjalani hidup. Kata Kunci : Kualitas hidup, pasien tuberkulosis, pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) Rujukan : 15 Buah (2002 – 2016)
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMP ANGGREK BANJARMASIN Etri Lolita Andika Putri; Imelda Ingir Ladjar; Dini Rahmayani
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i1.52

Abstract

Latar Belakang: Kanker adalah salah satu jenis penyebab kematian pada kaum perempuan. Kanker payudara adalah pembunuh nomor dua bagi perempuan, langkah penting yang harus dilakukan oleh perempuan terutama remaja untuk menurunkan angka kejadian kanker payudara pada stadium akhir adalah dengan cara mengetahui tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dimana dapat mendeteksi kanker payudara secara dini. Dari hasil studi pendahuluan didapatkan hasil dari 15 remaja putri di SMP Anggrek terdapat 10 remaja putri tidak mengetahui tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di SMP Anggrek Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan rancangan penelitian deskriptif. Teknik sampling Jenuh/total sampling, sampel penelitian 70 orang siswi remaja putri. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini variabel tunggal. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan kategori kurang yaitu sebanyak 42 responden (60%) dari 70 responden, terdapat pengetahuan remaja putri tentang definisi SADARI dalam kategori cukup yaitu sebanyak 31 responden (44,28%), pengetahuan remaja putri tentang waktu dilakukan sadari dalam kategori kurang yaitu sebanyak 41 responden (58,57%), pengetahuan remaja putri tentang cara melakukan SADARI dalam kategori kurang yaitu sebanyak 43 responden (61,42%). Kesimpulan: Secara umum pengetahuan remaja putri tentang SADARI termasuk dalam kategori kurang yaitu sebanyak 42 responden (60%). Untuk itu remaja putri yang berada di SMP Anggrek Banjarmasin diharapkan untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang SADARI.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP KELUARGA DENGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENDERITA SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Neno Hariadi; Dwi Martha Agustina; Murjani Murjani
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i1.53

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan penyakit jiwa yang paling sering ditemukan di fasilitas-fasilitas kesehatan dan keperawatan jiwa di Indonesia. Penyakit ini menimbulkan masalah tersendiri bagi keluarga mengingat masih kentalnya persepsi negative masyarakat terhadap penyakit ini. Dukungan dari keluarga sangat diharapkan dapat membantu klien untuk dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan sehat dan meningkatkan kemungkinan sembuh dan produktif kembali. Tujuan: Mengetahui hubungan antara sikap keluarga dengan dukungan keluarga terhadap penderita Skizofrenia di wilayah kerja puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 48 responden. Instrument penelitian berupa kuesioner. Analisa data menggunakan analisis deskriptif dan untuk mencari hubungan digunakan analisis uji chi square. Hasil: Perhitungan distribusi sikap keluarga dengan dukungan keluarga klien skizofrenia menunjukkan 39,13% (sikap keluarga kurang), klien skizofrenia yang dukungan keluarganya 55,1%. Hasil uji korelasi chi square pada sikap keluarga dengan dukungan keluarga terhadap penderita skizofrenia menunjukan p value 0,021 dengan tingkat signifikan 0,05. Karena p value lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara sikap keluarga dengan dukungan keluarga terhadap penderita skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Kata Kunci : Sikap keluarga, Dukungan keluarga, Penderita Skizofrenia Rujukan : 20 ( 2004 – 2016)
GAMBARAN STATUS EKONOMI KELUARGA YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELAYAN TIMUR BANJARMASIN Sapariah Anggraini; Yohana Gabrilinda Adang; Dyta Syntia
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i1.54

Abstract

Latar Belakang : Balita merupakan kelompok yang rentan terjadinya masalah gizi, dimana angka kejadian gizi kurang di Banjarmasin khususnya di wilayah Kelayan Timur Banjarmasin masih cukup tinggi yaitu sebanyak 10,47%. Status gizi pada balita dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah status ekonomi keluarga, dimana kemiskinan masih menduduki tingkat pertama sebagai penyebab gizi kurang. Sehingga keluarga memiliki peran dalam memenuhi nutrisi pada balita maka penting sekali keluarga mengetahui konsumsi pangan yang bergizi untuk meningkatkan status gizi balita. Tujuan : Mengidentifikasi gambaran status ekonomi keluarga yang dapat mempengaruhi status gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survey deskriptif. Sampel yaitu keluarga yang memiliki balita gizi kurang sebanyak 30 keluarga dengan tehnik accidental sampling. Dilakukan menggunakan lembar observasi BPS, dan timbangan. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil : Status ekonomi keluarga di wilayah kerja Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin masuk ke dalam kategori tidak miskin yaitu sebanyak 25 keluarga (83,3%). Sedangkan status ekonomi keluarga yang berkategori miskin yaitu sebanyak 5 keluarga (16,7%). Adapun status ekonomi keluarga yang mempengaruhi status gizi kurang yaitu kategori miskin sebanyak 5 keluarga dengan keluarga yang diatas garis kemiskinan atau masih rentan miskin yaitu sebanyak 8 keluarga. Kesimpulan : Status ekonomi keluarga yang memiliki balita gizi kurang yaitu sebagian besar terjadi pada keluarga dengan kategori tidak miskin. Diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang lebih luas lagi mengenai status gizi balita.

Page 3 of 27 | Total Record : 266