cover
Contact Name
Muh. Fatoni Rohman
Contact Email
muh_fatoni@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muh_fatoni@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Hasta Wiyata
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26151200     EISSN : -     DOI : -
Hasta Wiyata adalah nama jurnal yang diterbitkan oleh program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya. Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa Sanskerta, “hasta” berarti tangan dan “wiyata” berarti pengajaran. Jurnal ini bergerak dalam bidang bahasa, sastra, dan pendidikan. Jurnal Hasta Wiyata memuat hasil penelitian yang inovatif, tulisan ilmiah yang orisinil, refleksi kritis-teoretis, studi literatur, gagasan tertulis, dan artikel konseptual dari berbagai cabang ilmu yang fokus pada kajian bahasa, sastra, dan pendidikan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Dari Kata Menjadi Rasa: Moving Force dalam Mantra Pengasihan di Kabupaten Malang Alhamdi, Maulana Fardan; Ya, Aneeta
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2025.009.01.15

Abstract

Mantra pengasihan merupakan salah satu bentuk tradisi lisan masyarakat Jawa yang memanfaatkan bahasa sebagai sarana untuk membangun relasi afektif dan memengaruhi tindakan sosial. Kajian mengenai mantra pengasihan selama ini umumnya berfokus pada aspek struktur, fungsi, dan makna, sedangkan dimensi afektif yang menjelaskan hubungan antara bahasa, rasa, dan tindakan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi rasa dalam mantra pengasihan di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, serta menjelaskan bagaimana rasa tersebut berfungsi sebagai moving force. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa kata, frasa, klausa, dan tuturan dalam mantra pengasihan yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap seorang praktisi mantra. Data dianalisis melalui proses transkripsi, identifikasi satuan bahasa yang merepresentasikan rasa, klasifikasi jenis rasa, dan interpretasi menggunakan konsep moving force. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra pengasihan mengonstruksi rasa melalui leksikon cahya, ayu rupaku, welas, asih, ngabekti, dan nyembah. Leksikon tersebut merepresentasikan transformasi diri, kasih sayang, penghormatan, dan ketundukan yang dibangun secara bertahap. Dalam perspektif moving force, rasa tidak berhenti sebagai pengalaman afektif, melainkan berfungsi sebagai kekuatan yang menggerakkan perubahan diri penutur sekaligus mendorong tindakan sosial yang diharapkan dari sasaran pengasihan. Penelitian ini memperlihatkan bahwa bahasa dalam mantra tidak hanya merepresentasikan emosi, tetapi juga mengonstruksi afeksi sebagai daya gerak yang menghubungkan pengalaman batin dengan tindakan sosial, sehingga memperkaya kajian antropolinguistik mengenai hubungan antara bahasa, budaya, dan rasa.
Dimensi Sosial dalam Literasi Anak pada Platform Sibi: Integrasi Pendidikan Karakter Berbasis Profil Pelajar Pancasila dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Candra, Lila Ayu; Setiawati, Eti; Syaiful Rizal, Maulfi; Islahuddin, Islahuddin
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2026.009.02.5

Abstract

This study aims to analyse the social dimensions in children’s reading books on the Indonesian Book Information System (SIBI) platform, to identify the character education values contained within the texts, and to examine their integration with the Pancasila Student Profile and their implications for Indonesian language learning in primary schools. This study employs a qualitative approach using a descriptive method to analyse the children’s storybook *Nanti Saja* by Fransisca Emilia, which falls within the early reader category B3. The research data consists of excerpts from the text representing social dimensions and character education values, collected through document analysis and analysed using the Miles and Huberman model. The research findings indicate that the social dimension in the text is represented through the interactions of characters within family, friendship and community settings, which function as spaces for contextual character formation. Eight dominant character education values were identified: honesty, discipline, hard work, creativity, curiosity, communication, environmental care and social care. These values are not presented normatively but are internalised through the characters’ actions and social experiences within the stories. Furthermore, these character education values are linked to the dimensions of the Pancasila Student Profile, particularly in the aspects of mutual cooperation, faith and noble character, critical thinking, creativity, and global diversity.
  POTRET SOSIAL KEBUTUHAN ANAK DALAM CERPEN “ADA MARELA, ADA MAMA” KARYA AVEUS HAR Yanuarti, Risa
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2026.009.02.9

Abstract

Dalam kehidupan sosial, banyak ditemukan orang tua yang sibuk berkarier sehingga terpaksa menitipkan anaknya ke tempat penitipan anak dan lupa bahwa pengasuhan terbaik tetap berada bersama orang tua dengan pemenuhan kebutuhan anak berupa perhatian dan kasih sayang. Kajian terhadap tokoh anak dalam memenuhi kebutuhan anak terhadap orang tua jarang dilakukan dibanding tokoh dewasa dan remaja. Cerpen berjudul Ada Marela, Ada Mama karya Aveus Har memotret kebutuhan anak dari sudut pandang anak usia dini atau prasekolah yang dibungkus dengan nuansa keinginan hati yang tidak diterima dengan sama oleh orang dewasa. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret kebutuhan anak dalam teks cerpen dan kaitannya dengan fakta di luar teks melalui analisis deskritif kualitatif menggunakan pendekatan mimetic dengan teori sosiologi sastra. Hasil penelitian ini menunjukkan potret kebutuhan anak meliputi (1) kebutuhan akan kebersamaan dengan ibu dan (2) kebutuhan akan perhatian dan kasih sayang. Anak usia dini membutuhkan ruang dan intensitas kualitas interaksi bersama orang tua, tetapi orang tua tidak selalu bisa memberikan hal tersebut karena kesibukannya bekerja. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data, disimpulkan bahwa anak membutuhkan ibu/ orang tuanya dalam membersamainya, memberi prioritas perhatian dan kasih sayang ketika bersamanya. Adanya kajian ini diharapkan pandangan orang tua dan masyarakat lebih terbuka terhadap pemenuhan kebutuhan anak.
Representasi Nilai Literasi Finansial Dalam Buku Cerita Anak Ini Atau Itu? Karya Barbara Eni Priyandini, Novidya Choirina; Qomariyah, U'um
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2026.009.02.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan representasi nilai-nilai literasi finansial dalam buku cerita anak berjudul Ini atau Itu? karya Barbara Eni, melalui unsur intrinsik seperti karakter, alur cerita, konflik, dan latar. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi jenis-jenis nilai literasi finansial dan menjelaskan fungsi latar kehidupan pesisir sebagai konteks budaya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis struktural sastra anak yang dikombinasikan dengan kerangka literasi finansial. Data yang dikumpulkan berupa teks naratif, dialog, dan deskripsi ilustrasi melalui teknik membaca dan pencatatan, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai literasi finansial direpresentasikan melalui karakter Ega dan Dani, serta alur cerita enam bab yang mengandung berbagai dilema keuangan. Lima nilai utama yang ditemukan adalah membedakan kebutuhan dan keinginan, perencanaan keuangan, mengendalikan impuls belanja, budaya menabung, dan kewirausahaan sederhana. Latar belakang masyarakat pesisir di Desa Pucuk memperkuat keaslian dan relevansi nilai-nilai tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa sastra anak berbasis kearifan lokal dapat menjadi media yang efektif untuk menanamkan literasi finansial pada anak-anak sekolah dasar.
Makna Leksikal dan Kontekstual dalam Penamaan Gendhing Jawa: Kajian Semantik Salsabila, Fajar Kinasih; Fairuzain, Iqbal Hanizham; Palupi, Muncar Tyas
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2026.009.02.06

Abstract

Penamaan gendhing Jawa tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas komposisi karawitan, tetapi juga merepresentasikan hubungan antara bahasa, pengalaman budaya, dan sistem pengetahuan masyarakat Jawa. Meskipun kajian mengenai penamaan telah banyak dilakukan pada berbagai objek linguistik, penelitian yang mengkaji makna leksikal dan makna kontekstual dalam penamaan gendhing Jawa masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kategori penamaan serta mengungkap makna leksikal dan makna kontekstual pada nama-nama gendhing Jawa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan objek penelitian berupa lima belas nama gendhing Jawa yang dimainkan dalam pertunjukan wayang kulit. Data diperoleh melalui wawancara semiterstruktur dengan seorang akademisi yang juga aktif sebagai seniman dan pengrawit, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan enam kategori penamaan, yaitu berdasarkan karakter bunyi, tempat, tumbuhan, aktivitas, tokoh pewayangan, serta peristiwa atau keadaan tertentu. Analisis juga menunjukkan bahwa makna leksikal memberikan dasar pemaknaan terhadap nama gendhing, sedangkan makna kontekstual memperluas interpretasi melalui keterkaitannya dengan nilai budaya, fungsi pertunjukan, dan pengalaman kolektif masyarakat Jawa. Temuan ini menunjukkan bahwa penamaan gendhing merupakan representasi hubungan antara sistem kebahasaan dan budaya, sekaligus memperkaya kajian semantik mengenai pemaknaan dalam tradisi budaya Jawa.
IMPLIKATUR METAFORA DALAM LIRIK LAGU PADA ALBUM UNTUK DUNIA, CINTA, DAN KOTORNYA KARYA NADIN AMIZAH Cinta Dwi Afrilya; Mauleni Rizky Ertikahayu; Widagdo, Titis Bayu
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2026.009.02.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis implikatur metafora dan menjelaskan makna tersirat dalam lirik lagu pada album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya karya Nadin Amizah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa penggalan lirik lagu yang mengandung implikatur metafora, sedangkan sumber data berasal dari sebelas lagu dalam album tersebut. Data dikumpulkan melalui metode simak dan teknik catat, kemudian dianalisis menggunakan teori implikatur Grice (1975) dan klasifikasi implikatur metafora Hermintoyo (2012). Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 105 data implikatur metafora yang terdiri atas 50 data serenada, 34 data elegi, 14 data himne, 5 data ode, dan 2 data satir. Temuan tersebut menunjukkan bahwa album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya merepresentasikan perjalanan emosional individu dalam memahami cinta, menghadapi luka batin, membangun relasi spiritual, dan mencapai penerimaan diri.
Kesulitan Pemelajar BIPA dalam Menyesuaikan Karakter Belajar di Kelas Bahasa Indonesia Silvia, Nor; Emy Rizta Kusuma
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2026.009.02.14

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berlangsung dalam konteks multikultural yang ditandai oleh perbedaan latar belakang bahasa, budaya, dan pengalaman belajar pemelajar. Perbedaan tersebut membentuk karakter belajar yang beragam dan sering menimbulkan kesulitan dalam proses adaptasi pembelajaran di kelas Bahasa Indonesia. Permasalahan utama yang dibahas dalam artikel ini adalah kesulitan pemelajar BIPA dalam menyesuaikan karakter belajar dengan pola pembelajaran yang diterapkan di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter belajar pemelajar BIPA, mengidentifikasi bentuk kesulitan penyesuaian karakter belajar, serta menjelaskan implikasinya terhadap pelaksanaan pembelajaran BIPA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan publikasi ilmiah relevan di bidang pembelajaran BIPA dan pendidikan bahasa Indonesia yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa karakter belajar pemelajar BIPA bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh tujuan belajar, motivasi, latar budaya, serta pengalaman akademik. Kesulitan penyesuaian karakter belajar muncul akibat ketidaksesuaian metode pembelajaran, hambatan linguistik, dan perbedaan budaya akademik, yang berdampak pada partisipasi dan kepercayaan diri pemelajar. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pembelajaran BIPA yang adaptif dan responsif. Kebaruan artikel ini terletak pada kajian komprehensif yang mengaitkan karakter belajar, kesulitan adaptasi, dan implikasinya terhadap strategi pembelajaran BIPA.
PENGEMBANGAN BUKU SAKU DIGITAL BISA.ID SEBAGAI MEDIA LITERASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Irma, Cintya Nurika; Wakhyudi, Yukhsan
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2026.009.02.12

Abstract

This research aims to develop the digital pocketbook BISA.ID as a medium for learning Indonesian to enhance literacy among 2nd grade students at SD N 5 Kalierang. This study employs the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, & Implementation). Data were obtained through interviews, observations, and documentation, and were analyzed using the Miles & Huberman interactive analysis model. The research results show that the BISA.ID digital pocketbook is effective in supporting poetry learning and improving students literacy. This media is considered engaging, easy to use, and can bridge communication between teachers, students, and parents. These findings reinforce the importance of technological innovation in Indonesian language learning in elementary schools, particularly in strengthening skills in writing poetry.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER TOKOH NASIONAL DALAM TEKS BIOGRAFI KARYA SISWA KELAS X Sari, Vio Kurnia; Ariani, Dewi
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2026.009.02.10

Abstract

This study aims to examine the character representation in biographical texts written by tenth-grade vocational high school students based on three dimensions of character education: moral knowledge, moral feeling, and moral action. The study is motivated by the tendency of biographical text learning to focus primarily on structural and linguistic aspects, while the value dimension and character construction have not been systematically analyzed. Previous studies on character education in texts have generally emphasized the identification of value types or the use of biographical texts as instructional materials, rather than examining students’ written products as reflective constructions of moral values. Consequently, there is still limited empirical research that explores how students represent and integrate moral dimensions within their own biographical writing. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The data consist of students’ biographical texts obtained through document analysis and are analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that character representation reflects the integration of the three dimensions. Moral knowledge is shown through the understanding of right and wrong values, moral feeling is reflected in empathy and concern, while moral action is demonstrated through behaviors such as responsibility, hard work, and integrity. These findings suggest that biographical texts not only reflect literacy skills but also serve as a medium for constructing and internalizing moral values, contributing to the development of character-based Indonesian language learning.  
Istilah Kecantikan pada Kolom Komentar Akun @Tasyafarasya di Tiktok: Tinjauan Semantik Eka Putri, Anisa; Usman, Fajri; Darmawan, Alex
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2026.009.02.11

Abstract

This study aims to describe beauty terms and their meanings in the comment section of the @Tasyafarasya TikTok account, categorized into the domains of cosmetics, skincare, and body care. The methods and techniques applied in this study follow Sudaryanto's three-stage research framework: (1) data collection, (2) data analysis, and (3) presentation of data analysis results. The data collection stage was carried out using the observation method (metode simak). This was followed by the basic tapping technique (teknik sadap) and advanced techniques consisting of the Non-Participatory Observation technique (teknik Simak Bebas Libat Cakap/SBLC) and the note-taking technique (teknik catat). Data were analyzed using two methods: the identity method (metode padan) and the distributional method (metode agih). The identity methods applied were referential and translational identity methods, using the basic technique of Determining Element Division (Pilah Unsur Penentu/PUP) and the advanced technique of Equalizing-Differentiating (Hubung Banding Membedakan/HBB). Meanwhile, the distributional method utilized the Immediate Constituent Analysis as the basic technique (Bagi Unsur Langsung/BUL) and the substitution technique (teknik ganti) as the advanced technique. Subsequently, the informal method was used to present the results of the data analysis. Based on the data analysis, the beauty terms found in the cosmetics (make-up) domain include foundation, lip liner, browcara, baking, cracky, cushion, and skin tint. In the skincare domain, the identified beauty terms are micellar water, acne prone, face wash, moist, sleeping mask, sunscreen, tone up, skin barrier, double cleansing, and sheet mask. Meanwhile, the beauty terms found in the body care domain consist of body lotion, sunblock, body scrub, lightening, whitening, brightening, and abu-abu (greyish).