cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurkep.anak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
ISSN : 23382074     EISSN : 2621296X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak (JIKA) was published by Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Keperawatan Ilmu Keperawatan Anak (JIKA)is published twice in a year. JIKA publishes research results, research-based community service results, literature reviews, and case studies in the field of child nursing written by lecturers, nursing students, and clinic nurses in hospitals or health centers. JIKA is a continuation of Jurnal Keperawatan Anak with ISSN 2338-2074 published by the PPNI Jawa Tengah journal development team. JIKA is an online version of the journal with e-ISSN 2621-296X with the latest edition, the Jurnal Keperawatan Anak is no longer published.
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Gambaran Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien Saat Menunggu Anak Yang Dirawat Di Ruang PICU RSUP DR Kariadi Tahun 2022 Rodiyati, Rodiyati; Ariyant, nuk; Eko, B. Lilik
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v6i2.1908

Abstract

ediatric Intensive Care Unit (PICU) merupakan ruang perawatan untuk anak dengan kondisikritis. Keluarga atau orang tua pasien merupakan bagian yang tidak terpisahkan dariperawatan pasien anak. Orangtua pasien juga dihadapkan pada berbagai masalah ketika harusmendampingi anaknya selama dirawat. Masalah tersebut akan menimbulkan dampakpsikologis orang tua yaitu rasa cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambarankarakteristik dan tingkat kecemasan keluarga saat menunggu anak yang dirawat di ruang PICU.Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden40. Instrument yang digunakan adalah kuesioner tentang tingkatan kecemasan HamiltonAnxiety Rating Scale (HARS). Penelitian mendapatkan data yang menunjukkan bahwa 97,5%keluarga pasien mengalami kecemasan dengan tingkat kecemasan yang berbeda : 2,5%mengalami cemas ringan, 7,5% mengalami cemas sedang, 17,5% cemas berat dan 72,5% cemasberat sekali. Mayoritas keluarga pasien berada dalam kategori cemas berat sekali. Tenagakesehatan yang bertugas perlu melakukan melakukan intervensi khusus untuk menurunkantingkat kecemasan keluarga. Pendekatan pelayanan berpusat pada keluarga mungkin bisadiambil sebagai salah satu solusi menurunkan tingkat kecemasan.Kata kunci: tingkat kecemasan, keluarga, penunggu, PICU Pediatric Intensive Care Unit (PICU) is an intensive ward for children with critical conditions.The patient's family or parents are an integral part of child patient care. Parents of patients arealso faced with various problems when they have to accompany their children duringtreatment. This problem will have a psychological impact on parents, namely anxiety. Thisstudy aims to describe the characteristics and levels of family anxiety while waiting for childrento be treated in the PICU room. This study used a quantitative descriptive research design with40 respondents. The instrument used was a questionnaire about anxiety levels on the HamiltonAnxiety Rating Scale (HARS). The study obtained data showing that 97.5% of the patient'sfamily experienced anxiety with different levels of anxiety: 2.5% experienced mild anxiety,7.5% experienced moderate anxiety, 17.5% severe anxiety and 72.5% very severe anxiety . Themajority of the patient's family is in the very severe anxiety category. Health workers on dutyneed to carry out special interventions to reduce the level of family anxiety. A family-centeredcare approach might be taken as a solution to reduce anxiety levels.Keyword: anxiety level, family, attendance, PICU
HUBUNGAN PENERAPAN SPALK MANAKARRA DENGAN TINGKAT KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH SELAMA PROSES PEMASANGAN INFUS Makhrufi M.A.S. Ardianto; Sulistyorini, Lantin; Rahmawati, Ira
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 7 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v7i1.1944

Abstract

Kecemasan adalah bentuk reaksi terhadap situasi yang dialami oleh seseorang dan sangat memberatkan dan dapat terjadi kapan pun. Spalk Manakarra menjadi suatu alat penunjang dalam meningkatkan kenyamanan anak-anak selama perawatan di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengurangi tingkat kecemasan yang dialami oleh anak usia prasekolah yang terpasang Spalk Manakarra. Metode dari desain penelitian yang digunakan quasi-experimental dengan hanya post tes dan dengan pendekatan kelompok kontrol yang tidak setara. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Mayoritas responden yang telah diberikan Spalk Manakarra mengalami kecemasan ringan pada 27 anak (77,1%) dan ada dalam grup kontrol, lalu 23 anak (65,7%) mengalami kecemasan tingkat sedang. Namun, pada kelompok Perlakuan, hanya terdapat satu indikator perasaan kecemasan yang diperoleh. Hasil analisis uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mann-Whitney dan didapatkan p value sebesar 0,00 (0,05) yang memiliki pengertian ada pengaruh dari tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama hospitalisasi di Rumah Sakit Caruban. Hasil penelitian dari analisis statistik, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh akan tingkat kecemasan dalam grup kontrol dan Perlakuan. Kata kunci : kecemasan, usia prasekolah, dan spalk manakarra.   Anxiety was a normal reaction to situations that were very stressful for a person's life and could happen at any given time. Spalk Manakarra was one of the modified equipments to increase the comfort of children during treatment. The purpose of this study was to reduce anxiety in preschool children by utilizing Spalk Manakarra. This type of research is a quasi-experimental design with a posttest only non-equivalent control group design approach. The sample that used in this study consisted of 70 respondents, divided into two groups were control group and intervention group. The sampling technique used was purposive sampling. The majority of respondents who were given spalk manakarra were 27 people (77.1%) experiencing mild anxiety and in the control group, 23 people (65.7%) experienced moderate levels of anxiety. While in the behavior group, only an indicator of feelings of anxiety was obtained. Mann Whitney used as the analysis of research data and obtained a p-value = 0.000  (0,05), meaning that there are differences in the level of anxiety of preschool children during the hospitalization process at Caruban Hospital. Based on the results of the analysis, it could be concluded that there are differences in the level of anxiety in the control group and the intervention group. Hopefully, the healthcare providers could apply atraumatic care related to reducing anxiety in preschool children properly and detect aspects of indicators that are thought to affect anxiety factors. The benefits of this research were expected to be an alternative to reducing children's anxiety. Keywords: anxiety, preschool age children, spalk manakarra
PENGARUH EDUKASI CUCI TANGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN SERUMPUN CAHAYA Dewi Amalia; Fradianto , Ikbal; Murtilita, Murtilita; Fahdi, Faisal Kholid
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v6i2.2196

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan merupakan salah satu dari beberapa unsur yang dapat mempengaruhi cuci tangan. Sangat penting bahwa setiap orang di masyarakat, terutama siswa dan siswi belajar dan memahami perlunya mencuci tangan sejak dini. Menggunakan media audio visual untuk mendidik masyarakat tentang hidup sehat, cuci tangan, dan topik lainnya adalah salah satu pendekatan untuk menyebarkan informasi. Tujan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi cuci tangan menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan santri di pondok pesantren serumpun cahaya. Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre eksperimental menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini secara Non probability sampling dengan teknik Total sampling yang berjumlah 43 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon signed rangk test. Hasil: Sebelum diberikan edukasi cuci tangan pada tingkat pengetahuan 33 responden atau 76,7% memiliki pengetahuan yang baik, 9 responden atau 20,9% memiliki pengetahuan cukup, dan 1 responden atau 2,3% memiliki pengetahuan kurang. Sesudah diberikan edukasi cuci tangan pada tingkat pengetahuan memiliki pengetahuan baik setelah mendapatkan edukasi cuci tangan 40 orang atau (93,0%), sedangkan pengetahuan cukup hanya 3 orang atau (7,0%). Hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon signed rank tes dengan nilai p 0.000 atau p-value 0.05. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi cuci tangan menggunakan media audio visual terhadap tingkat pengetahuan santri di pondok pesantren serumpun cahaya.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Short Education Movie (SEM) Terhadap Perubahan Pengetahuan Mengenai Perawatan Gigi Pada Anak Kelas 4-6 Di SDN II Waleng Febriyanti, Herlinda Nur; Noerma Shovie Rizqiea; Wulanningrum, Dian Nur
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v6i2.2258

Abstract

Perawatan gigi merupakan suatu cara untuk menjaga kesehatan gigi agar gigi tetap sehat, tumbuh dengan baik, dan dapat menjalankan fungsinya. Short Education Movie (SEM) dapat merubah atau meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar kelas 4-6. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh pendidikan kesehatan dengan media Short Education Movie (SEM) terhadap perubahan pengetahuan mengenai perawatan gigi pada anak sekolah dasar kelas 4-6. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperiment dengan pre and post test without control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 32 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tentang perawatan gigi. Analisis data penelitian menggunakan Uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan media Short Education Movie (SEM) mengenai perawatan gigi pada anak sekolah dasar kelas 4-6 dengan p-value 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media Short Education Movie (SEM) terhadap perubahan pengetahuan mengenai perawatan gigi pada anak kelas 4-6 di SDN II Waleng.
THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND THE DEVELOPMENT OF CHILDREN AGED 1-3 YEARS AT POSYANDU BALITA BANJARNEGORO VILLAGE WORKING AREA PUSKESMAS MERTOYUDAN II MAGELANG REGENCY Ririn Anjarwati; Hastuti, Tulus Puji; Sunarmi, Sunarmi; Tentrem. R.T, Susi
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v6i2.2287

Abstract

Terjadinya percepatan tumbuh kembang dimiliki anak usia muda yakni antara 0 sampai 5 Usia1-3 tahun yakni fase emas pertumbuhan serta perbaikan yang tinggi disegala bidang. Masakeemasan yakni fase krisual bagi optimalisasi tumbuh kembang serta pembentukan dasarsistem saraf. Status gizi merupakan bidang yang begitu penting bagi perkembangan anak, sertapendukung utama bagi perkembangannya agar anak dapat berkembang sesuai denganusianya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangananak usia 1-3 tahun di posyandu balita kelurahan Banjarnegoro wilayah kerja PuskesmasMertoyudan II Kabupaten Magelang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasi analitikdengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknikproportionate stratified random sampling yang berjumlah 71 responden anak usia 1-3 tahun diposyandu keluarahan banjarnegoro wilayah puskesmas mertoyudan II. Hasil uji spearmen rankmenunjukkan nilai signifikan dengan p value 0.028. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pvalue<0.05 yang berarti ada hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia 1-3 tahun.Status gizi berkaitan dengan perkembangan anak usia 1-3 tahun.Kata kunci: usia 1-3 tahun, perkembangan, status gizi There is an acceleration of growth and development in young children, namely between 0 to 5aged 1-3 years, namely the golden growth phase and high improvement in all fields. The goldenage is a critical phase for optimizing growth and development and forming the basis of thenervous system. Nutritional status is an area that is so important for child development, as wellas the main support for its development so that children can develop according to their age. Theaims this research is knowing the relationship between nutritional status and the development ofchildren aged 1-3 years at the toddler posyandu in Banjarnegoro village, the working area of theMertoyudan II Health Center,Magelang Regency. This type of research used analitycal observationwith cross sectional research design. Sampling was carried out using the proportionate stratifiedrandom sampling technique, totaling 71 respondents from children aged 1-3 years at theposyandu in Banjarnegoro village, the working area of the Mertoyudan II Health. Rank test resultsshowed a significant value with a p value of 0.028 these results indicate that the p value <0.05which means there is a relationship between nutritional status and the development of childrenaged 1-3 years. Nutritional status is related to the development of children aged 1-3 years.Keyword: age 1-3 years, development, nutritional status
Pengaruh Pemberian Terapi Bermain: Mewarnai Gambar Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah Yang Menjalani Hospitalisasi Di Rs Rawalumbu Hendrita, Noni; Ratih Bayuningsih
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v6i2.2312

Abstract

Hospitalisasi yang dialami anak usia prasekolah menyebabkan terjadinya peningkatankecemasan karena beberapa tindakan menimbulkan trauma pada suatu bagian tertentu,seperti pengambilan darah, pemberian obat, prosedur operasi, dan perawatan medis. Salahsatu implementasi keperawatan untuk mengatasi hospitalisasi dengan terapi bermain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi mewarnai gambarterhadap penurunan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalanihospitalisasi di RS Rawalumbu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifdengan rancangan eksperimen semu (Quasi Experiment), dengan menggunakan one gruppretest posttest design. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah anak usia pra sekolah dandidampingi orangtua yang bersedia menjadi responden. Pengumpulan data menggunakaninstrumen untuk mengukur tingkat kecemasan responden dengan HARS (Hamilton AnxietyRate Scale) dan analisa data dengan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukan terdapatpengaruh pemberian intervensi mewarnai gambar terhadap penurunan tingkat kecemasananak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di RS Rawalumbu (p-value= 0,000; α= 0,01).Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi bermain dengan mewarnai gambar terbuktiberpengaruh terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalaniHospitalisasi.Kata kunci : Hospitalisasi, Mewarnai Gambar, Prasekolah, Tingkat KecemasanAbstractAbstractHospitalization experienced by children is thought to cause increased anxiety because someactions cause trauma to a particular area, such as taking blood, administering medication,surgical procedures and medical treatment. One application of bleeding is to overcomehospitalization with play therapy. This study aims to determine the effect of providing coloringpicture intervention on reducing anxiety levels in children of gestational age who are hospitalizedat Rawalumbu Hospital. This research design uses a quantitative approach with a quasi-experimental design (Quasi Experiment), using a one group pretest posttest design. The inclusioncriteria in this study were pre-school age children and parents who were willing to berespondents. Data collection used instruments to measure respondents' anxiety levels with HARS(Hamilton Anxiety Rate Scale) and analyzed data with the Wilcoxon Test. The results of this studyshow that there is an effect of providing coloring picture intervention on reducing the anxietylevel of children of gestational age who are hospitalized at Rawalumbu Hospital (p-value= 0.000;α= 0.01). It can be concluded that providing play therapy with coloring pictures has proven toinfluence the level of anxiety in gestational age children undergoing hospitalization
Beban Caregiver Merawat Anak Penderita Thalassemia diRuang Anyelir RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau Handayani, Sherly; Wardhani, Utari Christya; Muharni, Sri
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v6i2.2425

Abstract

Thalassemia disebut anemia mediterania adalah penyakit keturunan yang terjadiakibat kurangnya jumlah sel darah merah di dalam tubuh manusia sehingga produksihemoglobin menjadi berkurang. Di Indonesia prevalensi carrier thalassemiamencapai sekitar 3-8%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi secaralebih dalam beban caregiver dalam pengalaman merawat anak penderitathalasemia di RSUD Raja Ahmad Tabib. Metode penelitian ini menggunakan metodekualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dengan wawancaramendalam semi terstruktur yang direkam menggunakan voice recorder terhadap 10partisipan sesuai kriteria inklusi meliputi orang tua dari anak thalasemia, Orang tuakooperatif dan mau menjadi responden dan Orang tua yang bersedia untuk diwawancara dengan privasi dan proses analisa data menggunakan analisa tematik.Hasil penelitian didapatkan empat tema yaitu tema 1 beban psikologis,2 beban fisik,3beban social, 4 beban ekonomi. Kesimpulan dari penelitian ini adanya informasimengenai beban yang dirasakan dan dihadapai caregiver dalam merawat anakthalassemia yang tergambar dari penelitian ini . Diharapkan bagi rumah sakitmeningkatkan kemampuan perawat dalam melakukan pengkajian terhadapkebutuhan caregiver, sehingga akan semakin tepat dalam memberikan intervensiterutama untuk meminimalkan beban yang dirasakan orang tua sebagai caregiver.Kata kunci : Beban caregiver, Merawat Anak, Thalassemia   Thalassemia called Mediterranean anemia is a hereditary disease that occurs due toa lack of red blood cells in the human body so that the production of hemoglobindecreases. This research method uses qualitative methods with a phenomenologicalapproach. Data collection was conducted using semi-structured in-depth interviewsrecorded using a voice recorder for 10 participants according to inclusion criteriaincludes parents of thallassemia children, parents who are coorerative and willing tobe respondent and parents who are willing to be interviewed inprivacy and the dataanalysis process used thematic analysis. The results of the study obtained 4 themesnamely, themes 1 burden psychological, 2 physical burden,3 social burden, 4economic burden. It is concluded that information regarding the burden felt and facedby parents as caregivers in caring for children with thalassemia is illustrated in thisstudy. It is hoped that hospitals will improve the ability of nurse to assess the needsof caregiver, so that they will be more appropriate in providing interventions,especially to minimize the burden felt by parents as caregivers.Keywords: Caregiver burden, Caring for children, Thalassemia
Pengaruh Nesting Terhadap Kualitas Tidur Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di Ruang Perinatologi RSUD Raja Ahmad Tabib Kepulauan Riau Hayati, Ainul; Sari, Indah Purnama; Murniasih, Elvi
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v6i2.2434

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) ialah masalah yang mesti memperoleh perhatian,sebab mempunyai risiko mortalitas serta morbiditas yang tinggi. Menyebabkan bayimembutuhkan ruangan perawatan khusus dan memberikan perawatan khususnesting. Nesting ialah intervensi yang penting buat optimalisasi fungsi sistem organpada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Bersumber dari data di RSUD Raja AhmadTabib tahun 2021 diperoleh data angka BBLR sebanyak 86 kasus, sedangkan tahun2022 angka BBLR mengalami kenaikan menjadi 124 kasus. Tujuan dari penelitianini adalah mengetahui pengaruh nesting terhadap kualitas tidur Bayi Berat LahirRendah (BBLR) di ruang Perinatologi RSUD Raja Ahmad Tabib. Metode penelitiankuantitatif dengan desain Pre Experiment dengan rancangan One Group Pre test Posttest tanpa kontrol yang melibatkan satu kelompok subjek. Jumlah sampel sejumlah15 bayi dengan berat badan bayi 1500-2500 gram. Orang tua bayi bersedia anaknyamenjadi responden penelitian. Tidak ada cacat bawaan yang besar atau kelainanneurologis termasuk perdarahan intraventrikular. Tidak diobati dengan obatpenenang 24 jam sebelum intervensi. Alat ukur penelitian menggunakan checklist.Analisa data yang dipakai ialah uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan adanyapengaruh yang signifikan dari penggunaan nesting terhadap kualitas tidur bayi BeratBadan Lahir Rendah (BBLR) sebelum intervensi (tanpa nesting) dan sesudahdilakukan intervensi (dengan nesting) p value 0,000. Kesimpulan dari penelitianadalah pemberian nesting berpengaruh terhadap kualitas tidur Bayi Berat LahirRendah (BBLR). Perawat bisa mengembangkan hasil penelitian ini denganmemberikan intervensi pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) untuk meningkatkankualitas tidur bayi, serta meminimalisir pengaruh lingkungan perawatan intensif..Kata kunci: BBLR, Nesting, kualitas tidur
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU ORANG TUA TENTANG PENCEGAHAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK Dewi, Ardhy Khartika; Wulandari, Bekti; Giftiyah, Maryatul; Indah, Imamah; Dewi, Rina Sari
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 7 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v7i1.2489

Abstract

Pneumonia merupakan radang akut yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya. Berdasarkan sistem registrasi Balitbangkes tahun 2016 berjumlah lebih dari 800.000 anak meninggal di Indonesia disebabkan kasus pneumonia yang umumnya terkait dengan faktor internal dan faktor eksternal. Perilaku pencegahan perlu dilakukan guna menurunkan angka kejadian kasus pneumonia pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua terhadap kejadian pneumonia pada anak. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian dengan teknik total sampling sebanyak 33 responden. Pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner kemudian dilakukan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan orang tua antara lain, umur, pendidikan, pengalaman, pekerjaan, dan informasi. Orang tua yang anaknya dirawat karena pneumonia pada penelitian ini memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 66% dengan skor rata-rata 5,91, sikap baik sebesar 51,5% dengan skor rata-rata 38,42 dan perilaku baik sebesar 81,8% dengan skor rata-rata 6,27. Adanya hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan perilaku orang tua mengenai upaya pencegahan kejadian pneumonia pada anak namun tidak ada hubungan bermakna antara sikap terhadap perilaku orang tua mengenai pencegahan kejadian pneumonia pada anak mereka. Kata kunci : Anak pneumonia, Perilaku orang tua.   Abstract Pneumonia is an acute inflammation that attacks the lung tissue and its surroundings. Based on the Balitbangkes registration system in 2016, more than 800,000 children died in Indonesia due to pneumonia cases which were generally related to internal and external factors. Preventive behavior needs to be carried out to reduce the incidence of pneumonia cases in children. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge, attitudes and behavior of parents on the incidence of pneumonia in children. This type of research is quantitative with a descriptive design using a cross sectional approach. The research sample used a total sampling technique were 33 respondens. Data were collected through interview using a questionnaire and then a Spearman correlation test was carried out. The research results show in this study had a good level of knowledge of 66% with a mean score of 5,91, a good attitude of 51.5% with a mean score of 38,42 and good behavior of 81.8% with a mean score of 6,27. There is a relationship between the level of parental knowledge and parental behavior regarding efforts to prevent pneumonia in children, but there is no significant relationship between attitudes and parental behavior regarding preventing pneumonia in their children   Keyword: Children with pneumonia, parental behavior.
the The Effect of Non-Nutritive Sucking on the Pain Response and Pulse Frequency of LBW Babies During Infusion Installation in the NICU Room at RSD Mangusada: The Effect of Non-Nutritive Sucking on the Pain Response and Pulse Frequency of LBW Babies During Infusion Installation in the NICU Room at RSD Mangusada Megantini, Ni Putu; Triana, Komang Yogi; Yunita Sari, Ni Luh Putu Dian
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 7 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v7i1.2534

Abstract

Bayi berat lahir rendah membutuhkan pertolongan dengan perawatan intensif dan seringkali mendapatkan tindakan invasif salah satunya pemasangan infus. Hal tersebut dapat menimbulkan nyeri sehingga dapat mempengaruhi stabilitas kardiovaskuler salah satunya peningkatan frekuensi nadi. Penatalksanaan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut salah satunya non nutritive sucking. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh non nutritive sucking terhadap respon nyeri dan frekuensi nadi bayi BBLR saat pemasangan infus di ruang NICU RSD Mangusada. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan Post-test Only Control Group Design yang dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2023 dengan Jumlah sampel 32 responden di bagi menjadi 16 responden kelompok perlakuan dan 16 responden kelompok kontrol yang dipilih dengan teknik Purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Neonatal Infant Pain Scale dan alat oksimetri. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian rata-rata respon nyeri pada kelompok perlakuan menunjukkan hasil lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol yaitu mencapai 2.56, begitu juga rata-rata nadi kelompok kontrol menunjukkan hasil yang lebih rendah yaitu mencapai 136 x/menit. Hasil analisis pengaruh non nutritive sucking terhadap respon nyeri dan frekuensi nadi Bayi berat lahir rendah saat pemasangan infus didapatkan nilai p value <0,001, sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh non nutritive sucking terhadap respon nyeri dan frekuensi nadi Bayi berat lahir rendah saat pemasangan infus. Rekomendasi penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi perawat sebagai pilihan memberikan non nutritive sucking pada bayi berat lahir rendah untuk mengontrol nyeri saat prosedur invasif. Kata Kunci: BBLR, Nadi, Non-nutritive sucking, Nyeri Low birth weight neonates require intensive care and are usually subjected to invasive treatments such as IV instillation. This can cause pain and have an effect on cardiovascular stability by increasing pulse frequency. Non-nutritive sucking is one of the treatments available to help with this. The research that has been conducted aims to determine the effect of non-nutritive sucking on the pain response and pulse frequency of LBW babies during infusion installation in the NICU room of Mangusada Hospital. The study was conducted using a Post-test Only Control Group Design from September to October 2023, with a sample size of 32 respondents divided into 16 treatment group respondents and 16 control group respondents chosen using a purposive sampling technique. The Neonatal Infant Pain Scale Questionnaire and an oximetry equipment were used to collect data. The Mann Whitney test was used to examine the data. The results of the median pain response study in the treatment group showed lower results than the control group, reaching 2, as well as the median pulse of the treatment group showed lower results than the control group, reaching 136.5 x/min. The analysis of the effect of non-nutritive sucking on the pain response and pulse frequency of low birth weight babies during infusion yielded a p value of 0.001, indicating that non-nutritive sucking had an effect on the pain response and pulse frequency of low birth weight babies during infusion. It is intended that this research recommendation will provide input for nurses as an option to provide non-nutritive sucking to low birth weight babies to control pain during invasive procedures.  Keyword: LBW, Non-Nutritive sucking, Pain, Pulse