cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurkep.anak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
ISSN : 23382074     EISSN : 2621296X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak (JIKA) was published by Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Keperawatan Ilmu Keperawatan Anak (JIKA)is published twice in a year. JIKA publishes research results, research-based community service results, literature reviews, and case studies in the field of child nursing written by lecturers, nursing students, and clinic nurses in hospitals or health centers. JIKA is a continuation of Jurnal Keperawatan Anak with ISSN 2338-2074 published by the PPNI Jawa Tengah journal development team. JIKA is an online version of the journal with e-ISSN 2621-296X with the latest edition, the Jurnal Keperawatan Anak is no longer published.
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
STUDI LITERATUR: GAMBARAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA: STUDI LITERATUR: GAMBARAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA Putri, Triyana Harlia; Rahmi, Dian; Rahmaniza, Rahmaniza; Mita, Mita; Novikadarti Rahma, RA Gabby Novikadarti Rahma
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 7 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v7i1.2563

Abstract

Bullying merupakan bentuk penindasan yang sering terjadi pada remaja, namun tidak semua remaja dapat menahan dampak dari bullying yang terjadi. Meskipun demikian, remaja yang menjadi perlaku bullying juga merupakan korban dari bullying yang didapatkan sebelumnya. Studi ini memiliki tujuan dalam mengidentifikasi gambaran perilaku bullying pada remaja. Studi ini menggunakan metode kajian literature atau telaah artikel, dengan framework SPIDER melalui metode PRISMA dengan kriteria artikel yang diterbikan dengan rentang tahun 2020-2023, artikel terbit pada jurnal nasional dan internasional berbahasa Indonesia dan Inggris dengan setting penelitian di Indonesia.Artikel 13.130 yang didapatkan dari beberapa pangkalan data seperti Pubmed, ScienceDirect, Sage, Research Gate, EBSCO, Google Scholar, Garuda dan Neliti. Perilaku bullying di kalangan remaja Indonesia, memiliki dampak serius pada aspek psikologis, sosial, dan pendidikan. Prevalensi bullying cukup tinggi, dengan variasi jenis bullying seperti verbal, sosial, dan fisik. Remaja perempuan lebih rentan terhadap bullying verbal, sementara laki-laki cenderung menjadi pelaku kekerasan fisik. Perubahan pada masa remaja dan pengaruh dari pergaulan sebaya menjadi faktor utama terjadinya bullying. Lingkungan sekolah merupakan tempat utama terjadinya bullying, dengan dukungan sosial kelompok memainkan peran penting. Perlu adanya upaya bersama untuk mencegah dan menanggulangi perilaku bullying agar remaja dapat tumbuh dan berkembang tanpa terhambat oleh dampak negatif dari bullying. Kata Kunci: Kesehatan mental, perundungan, remaja Bullying is a form that often occurs in teenagers, but not all teenagers can withstand the impact of bullying that occurs. However, teenagers who are perpetrators of bullying are also victims of previous bullying. This research aims to identify features of bullying behavior in adolescents. This study uses the literature review method or articles, with the SPIDER framework through the PRISMA method with the criteria for articles published in the period 2020-2023, articles published in national and international journals in Indonesian and English with a research setting in Indonesia. 13,130 articles obtained from several databases such as Pubmed, ScienceDirect, Sage, Research Gate, EBSCO, Google Scholar, Garuda and Neliti. Bullying behavior among teenagers, especially in Indonesia, has a serious impact on psychological, social and educational aspects. The prevalence of bullying is quite high, with various types of bullying such as verbal, social and physical. Adolescent girls are more vulnerable to verbal bullying, while boys tend to be the perpetrators of physical violence. Changes during adolescence and the influence of peer interactions are the main factors in bullying. The school environment is a primary setting for bullying, with group social support playing an important role. There needs to be a joint effort to prevent and overcome bullying behavior so that teenagers can grow and develop without obstacles due to the negative impacts of bullying. Keyword: mental health, bullying,adolescen
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN FASILITAS AIR BERSIH TERHADAP KEJADIAN STUNTING Mayuni, Tia; Evy Noorhasanah, S.Kep.,Ns,M.Imun; Rahayu, Suci Fitri; Tauhidah, Nor Isna
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 7 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v7i1.2629

Abstract

Kejadian stunting dapat pengaruhi oleh berbagai faktor risiko terutama nutrisi yang didapat setelahdilahirkan, seperti pemberian ASI ekslusif yang masih jauh dari target. Kualitas nutrisi juga perludiperhatikan terutama penggunaan air bersih guna mencegah penyakit pencernaan yang dapatmenyebabkan anak sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberianASI eksklusif dan fasilitas air bersih terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerjaPuskesmas Pangkoh. Metode pada penelitian ini menggunakan metode survey analitik denganpendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak86 responden. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian ini didapatkan ASI Ekslusifsebanyak (55,8 %) dan sebagian besar fasilitas air bersih dalam kategori cukup (54,6%). AnalisisBivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara ASI eksklusif dengan kejadian stunting(Likelihood Ratio adalah sebesar 0,000, Asymp. Sig (2-sided) < 0,05) dan tidak ada hubungansignifikan antara fasilitas air bersih dengan kejadian stunting (Likelihood Ratio adalah sebesar 0,802,Asymp. Sig (2-sided) > 0,05).Kata kunci: ASI ekslusif, fasilitas air bersih, stunting The incidence of stunting can be influenced by various risk factors, especially nutrition obtainedafter birth, such as exclusive breastfeeding which is still far from the target. The quality ofnutrition also needs to be considered, especially the use of clean water, to prevent digestivediseases which can cause children to get sick. The aim of this research is to determine therelationship between exclusive breastfeeding and clean water facilities on the incidence ofstunting among toddlers in the Pangkoh Community Health Center working area. The method inthis research uses an analytical survey method with a cross sectional approach. The samplingtechnique used purposive sampling for 86 respondents. Data analysis using Chi Square. The resultsof this research showed that there was exclusive breastfeeding (55.8%) and most of the cleanwater facilities were in the sufficient category (54.6%). Bivariate analysis shows that there is asignificant relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting (LikelihoodRatio adalah sebesar 0,000, Asymp. Sig (2-sided) < 0,05 and there is no significant relationshipbetween clean water facilities and the incidence of stunting (Likelihood Ratio adalah sebesar0,802, Asymp. Sig (2-sided) > 0,05). Keywords: clean water facilities, exclusive breast feeding, stunting
KEMANDIRIAN DAN PERILAKU KESEHATAN ANAK TUNAGRAHITA TERHADAP KEMAMPUAN MENYIKAT GIGI Desreza, Nanda; Iqbal S, Muhammad; Nurfaradila, Nurfaradila; Nursadah, Nursadah
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 7 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v7i1.2652

Abstract

Anak tunagrahita sering menghadapi hambatan dalam menjaga kesehatan gigi. Keterbatasan fisik, mental, dan perkembangannya berkaitan erat dengan kerentanan masalah kesehatan gigi. Perawatan gigi yang baik merupakan faktor utama memastikan kesehatan gigi dan mulut mereka. Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami sejauh mana anak-anak tunagrahita dapat melakukan perawatan gigi secara mandiri serta bagaimana perilaku kesehatan gigi mereka sehari-hari dan kemampuan mereka dalam menyikat gigi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kemandirian dan perilaku kesehatan anak tunagrahita terhadap kemampuan menyikat gigi di SLB Bukesra Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel sebanyak 30 responden dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 27 September sampai 12 Oktober 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup kemandirian, perilaku kesehatan gigi, dan lembar evaluasi kemampuan menyikat gigi. Analisa data hasil penelitian menggunakan uji deskriptif dan uji chi-square test. Hasil penelitian di dapatkan sebanyak 60% anak tunagrahita memiliki kebersihan mulut yang kurang bersih dan 76,7% mengalami gigi berlubang, 66% tingkat kemandirian masih memerlukan bantuan, 53% menunjukkan perilaku kesehatan gigi kurang baik dan 43,3% kemampuan menyikat gigi anak tunagrahita kurang tepat. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan antara kemandirian dengan kemampuan menyikat gigi (P-value 0,045), serta antara perilaku kesehatan gigi dengan kemampuan menyikat gigi (P-value 0,004). Oleh karena itu, diperlukan upaya meningkatkan kesadaran dan keterampilan merawat kesehatan gigi pada anak tunagrahita di SLB Bukesra Banda Aceh Kata kunci: Anak Tunagrahita, Kemandirian, Perilaku kesehatan gigi, Menyikat gigi\   Abstract Children with intellectual disabilities often face challenges in maintaining dental health. Their physical, mental, and developmental limitations are closely related to the vulnerability of dental health issues. Good dental care is a key factor in ensuring their dental and oral health. Therefore, it is crucial to understand the extent to which children with intellectual disabilities can independently perform dental care and their daily dental health behaviors, including their toothbrushing abilities. The aim of this research is to determine the independence and dental health behaviors of children with intellectual disabilities regarding their toothbrushing abilities at SLB Bukesra Banda Aceh. The research method used was correlational analytics with a cross-sectional study approach. A sample of 30 respondents was selected using total sampling techniques. Data collection was conducted from September 27 to October 12, 2023. Data were collected through questionnaires covering independence, dental health behaviors, and toothbrushing ability evaluation sheets. Data analysis was performed using descriptive tests and chi-square tests. The research results showed that 60% of children with intellectual disabilities had inadequate oral hygiene, and 76.7% experienced cavities. Furthermore, 66% of them still required assistance in independence, 53% exhibited poor dental health behaviors, and 43.3% had inadequate toothbrushing abilities. Correlation analysis indicated a relationship between independence and toothbrushing abilities (P-value 0.045), as well as between dental health behaviors and toothbrushing abilities (P-value=0.004). Therefore, efforts are needed to increase awareness and skills in maintaining dental health among children with intellectual disabilities at SLB Bukesra Banda Aceh  Keyword: Children with intellectual disabilities, Independence, Dental health behavior, Toothbrushing
Hubungan Peran Guru dengan Kejadian Bullying di SDN 01 Bebel Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan Tegar , Tegar; Susri Utami; Aryati, Dyah Putri; Kurniawati, Trina
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 8 No. 1 (2025): JIKA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v8i1.3014

Abstract

Bullying merupakan tindakan perundungan yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok dengan tujuan untuk menindas atau memperoleh kekuasaan. Bullying di lingkungan sekolah merupakan masalah serius dan berdampak negatif terhadap kesehatan mental maupun emosional korban. Peran guru berada di posisi unik untuk mendeteksi tanda-tanda awal bullying. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran guru dengan kejadian bullying di lingkungan Sekolah Dasar di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan deskripsi korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid Sekolah Dasar kelas IV dan V. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga didapatkan 145 responden. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan Kuesioner Teachers’ Responses to Bullying Questionnaire (TRBQ) dan kuesioner Bullying. Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden mengatakan peran guru tinggi sebanyak 125 (86,2%) dan mayoritas responden pernah melakukan kejadian bullying rendah sebanyak 121 (83,4%). Hasil uji statistic dengan Spearmans rho menunjukan nilai signifikansi (p value = 0,000 dan r = 0, 338) yang artinya Hasil uji statistik menunjukkan hubungan signifikan yang positif antara peran guru dan kejadian bullying. Ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi peran guru dalam menangani bullying, semakin rendah kejadian bullying di sekolah.  Hasil ini memberikan bukti kuat bahwa peran guru memiliki pengaruh penting dalam meminimalkan kejadian bullying di sekolah. Kata kunci: Bullying, Murid Sekola Dasar, Peran Guru Bullying, a serious global issue, involves individuals or groups using power to oppress others. It poses a significant threat to the mental and emotional well-being of victims. Teachers play a critical role in identifying bullying incidents within the school environment. As authority figures and role models, they are uniquely positioned to detect early signs of bullying. This research aimed to investigate the relationship between teacher’s role and bullying incidents among students at one Elementary school in Pekalongan Regency, Central Java, Indonesia. A correlational descriptive study using a cross-sectional approach was conducted. The study population included all grade 4 and 5 students, with a total sampling technique employed. Data was collected using the Teachers' Responses to Bullying Questionnaire (TRBQ) and a Bullying questionnaire of the 145 respondents. Most participants (86.2%) reported a high level of teacher’s role related bullying. Additionally, 83.4% of participants reported experiencing low levels of bullying. Statistical analysis using Spearman's rho revealed a significant positive correlation between teacher’s role and bullying incidents (p-value = 0.000, r = 0.338).  This suggests that a higher level of teacher involvement is associated with a lower incidence of bullying in the school. These findings strongly support the crucial influence of teachers in minimizing bullying within the school environment. Keywords: Bullying, Elementary School Students, Teacher’s Role
Efektivitas Terapi Kombinasi Relaksasi Nafas Dalam dan Distraksi dengan Video Animasi dalam Mengurangi Nyeri Post Operasi pada Anak Usia Sekolah Sugiarti, Sugiarti; Hasanah, Uswatun; Amperaningsih, Yuliati; Hastuti, Retno Puji; Purwati , Purwati; Rahmayati, El Rahmayati; Sunarsih , Sunarsih
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 8 No. 1 (2025): JIKA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v8i1.3032

Abstract

Nyeri post operasi pada anak usia sekolah sering menjadi tantangan dalam perawatan, mempengaruhi kenyamanan dan pemulihan anak. Intervensi non-farmakologis, seperti teknik distraksi dan relaksasi nafas dalam, telah terbukti efektif dalam mengurangi nyeri, namun studi mengenai kombinasi kedua teknik ini dan modifikasinya dalam bentuk video animasi masih terbatas. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi terapi relaksasi nafas dalam dan distraksi dengan video animasi dalam mengurangi nyeri post operasi pada anak usia sekolah di ruang bedah anak. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan one group pre-post test only. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan melibatkan 32 responden. Data skala nyeri diukur dengan instrument Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Intervensi pemutaran video animasi yang berisi tentang teknik distraksi dan relaksasi napas dalam dilakukan selama tindakan perawatan luka post operasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan pada skala nyeri dari skala sedang-berat (skor 4-7) sebelum intervensi menjadi skala ringan-sedang (skor 2-5) setelah intervensi. Uji Wilcoxon menghasilkan p-value 0,005, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Kombinasi terapi relaksasi nafas dalam dan distraksi yang disajikan dalam bentuk video animasi efektif dalam mengurangi nyeri post operasi pada anak usia sekolah dan dapat diintegrasikan ke dalam manajemen nyeri non-farmakologis Kata kunci: Distraksi, Nyeri, Relaksasi Nafas Dalam, Video Animasi   Postoperative pain in school-age children is often a challenge in care, affecting the comfort and recovery of children. Non-pharmacological interventions, such as distraction techniques and deep breath relaxation, have been proven effective in reducing pain, but the study of the combination of these two techniques and their modification in the form of animated video is still limited. The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of a combination of deep breath relaxation therapy and distraction with animated video in reducing postoperative pain in school-age children in a child's surgery. This study uses a Quasi-experimental design with one group pre-post test only. Sampling techniques using purposive sampling involving 32 respondents. The pain data is measured by the Wong-Baker Faces Pain Rating Scale instrument. Animated video playback intervention containing distraction techniques and breath relaxation is carried out during postoperative wound treatment. The results showed a decrease in the pain scale from a medium-heavily scale (score 4-7) before the intervention became a minor scale (score 2-5) after the intervention. The Wilcoxon test produced a significant effect (p-value 0.005). The combination of deep breath relaxation therapy and distraction is presented in the form of an effective animated video in reducing postoperative pain in school-age children and can be integrated into non-pharmacological pain management.  Keywords: Distraction, Pain, Deep Breath Relaxation, Animated Video
Perspektif Ulama dan Tenaga Kesehatan di Sumedang tentang Dampak Perceraian terhadap Tumbuh Kembang Anak nazzar_123; Natasya Kamila Maulida; Hilya Gina Masruroh; Salma Sofiya Nazhiroh; Salsabila Alia Safariyah; Vina Yulianti; Tedi Supriyadi; Akhmad Faozi
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 8 No. 1 (2025): JIKA
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v8i1.3155

Abstract

Perceraian orang tua merupakan fenomena sosial yang meningkat dan berdampak luas terhadap anak sebagai pihak paling rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis dampak perceraian terhadap tumbuh kembang anak dari dua perspektif, yakni pandangan Islam dan tenaga kesehatan, serta mengeksplorasi pendekatan strategis yang mengintegrasikan keduanya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan enam partisipan yang terdiri dari tenaga kesehatan (dokter dan perawat), tokoh agama, dan anggota masyarakat di Kabupaten Sumedang, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian berdampak negatif pada aspek psikososial, kesehatan fisik, dan perkembangan spiritual anak. Perspektif Islam menekankan bahwa meskipun perceraian diperbolehkan, tanggung jawab orang tua terhadap hak-hak anak tetap wajib dijalankan. Sementara dari sisi kesehatan, anak korban perceraian memerlukan pemantauan tumbuh kembang, dukungan psikologis, dan intervensi gizi. Dengan demikian, perlindungan anak pasca perceraian membutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan kolaborasi antara orang tua, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan lembaga pendidikan guna memastikan tumbuh kembang anak tetap optimal. Kata kunci: Dampak psikologis anak, intervensi kolaboratif, perceraian orang tua, perspektif Islam dan kesehatan, tumbuh kembang anak.       Parental divorce is a social phenomenon that is increasing and has a wide impact on children as the most vulnerable party. This study aims to describe and analyze the impact of divorce on child development from two perspectives, namely the Islamic perspective and health workers, and to explore a strategic approach that integrates the two. The method used is qualitative with a descriptive-analytical approach. Data were obtained through literature studies and in-depth interviews with health workers, religious leaders and the community in Sumedang Regency, then analyzed thematically. The results of the study indicate that divorce has a negative impact on the psychosocial aspects, physical health, and spiritual development of children. The Islamic perspective emphasizes that although divorce is permitted, parental responsibility for children's rights must still be carried out. Meanwhile, from a medical perspective, children who are victims of divorce require growth and development monitoring, psychological support, and nutritional intervention. Thus, child protection after divorce requires a holistic approach that involves collaboration between parents, health workers, religious leaders, and educational institutions to ensure optimal child growth and development. Keywords: Psychological impact on children, collaborative intervention, parental divorce, Islamic and health perspectives, child development
PERSPEKTIF PENINGKATAN GIZI BALITA BAGI MASYARAKAT PENERIMA BANTUAN SOSIAL: Perspectives on Improving Nutrition for Toddlers among the Recipients of Social Support Azzahroh Zanubatul Azkiya; Umi Solikhah
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v6i1.1643

Abstract

Persoalan gizi kurang serta gizi buruk pada anak balita masih menjadi persoalan gizi Utama yang perlu mendapat perhatian. Masalah status gizi pada balita dipengaruhi oleh beberapa faktor langsung dan tidak langsung. Faktor penyebab langsung dipengaruhi oleh makanan anak serta penyakit infeksi, sedangkan faktor tidak langsung antara lain masalah sosial ekonomi dan terbatasnya pengetahuan keluarga terutama ibu mengenai status gizi pada balita. Dalam hal ini perspektif atau sudut pandang masing-masing masyarakat miskin berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif atau sudut pandang peningkatan gizi balita bagi masyarakat penerima bantuan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam (in depth interview). Riset informan dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menerima bantuan sosial baik BPNT maupun PKH dengan jumlah partisipan sebanyak 20. Hasil penelitian menyatakan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan yang tinggi akan lebih memperhatikan cara memasak, dan memilih bahan makanan bagi anak. Sedangkan penilaian ibu terhadap anak yang cukup gizinya di lihat dari aktivitas bermain anak. Kata kunci: gizi, balita, perspektif, penerima bantuan social Malnutrition and malnourishment in children under the age of five is still a major nutritional issue that requires attention. The issue of toddler nutritional status is influenced by a number of direct and indirect factors. Children's food and infections are direct causative causes, whereas indirect factors include socioeconomic problems and a lack of family knowledge,particularly among mothers, about the nutritional health of toddlers. Each poor community's viewpoint or perspective differs in this scenario. The purpose of this research is to find out howsosial support recipients feel about improving the nutrition of children under the age of five. This study employed a descriptive qualitative method. Primary data was gathered through indepth interviews for the data collection technique. People who received both BPNT and PKH sosial support made up the research informants for this study with a total of 20 people. Theresults of the study stated that mothers who have high knowledge will pay more attention to how to cook, and choose food ingredients for their children. Meanwhile, the mother'sassessment of children who are adequately nourished is seen from the children's playing activities. Keyword: nutrition, toddler, perspective, recipients of sosial support
Peningkatan Kepatuhan Protokol Kesehatan Anak Usia Sekolah Dengan Edukasi Melalui Storytelling Amiek Rahmatyas; Atika Dhiah Anggraeni
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v6i1.1755

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki beberapa manifestasi klinis baik pada kondisi fisik maupun psikisnya. Manifestasi klinis yang terjadi adalah masalah gizi, hipotermia, penurunan kondisi fisiologis dan menimbulkan stress pada ibu yang berdampak pada psikologi bayi. Banyak penelitian telah meneliti keefektifan metode Kangoroo Mother Care (KMC) yang diterapkan pada bayi dan ibu dengan melihat pengaruhnya terhadap manifestasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas penelitian penerapan Kangoroo Mother Care (KMC) pada ibu dan bayi. Metode penelitian ini adalah dengan meninjau jurnal yang dikumpulkan dari beberapa database seperti Google Scholar, PubMab, PMC dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan adalah Kanguru” dan “prematur” dan “bayi” dan “prematur” dalam artikel penelitian asli. Artikel yang diulas diterbitkan dalam rentang 2015-2022. Hasil: Analisisterhadap 9 jurnal menyimpulkan bahwa penerapan Kangoroo Mother Care (KMC) berpengaruh dalam mengatasi peningkatan berat badan, peningkatan suhu tubuh, stabilitas fisiologis dan penurunan stres bagi ibu dan bayi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan asuhan menggunakan Kangoroo Mother Care (KMC) efektif diterapkan pada bayi berat lahir rendah dan telah menjadi program asuhan keperawatan pada bayi baru lahir di seluruh dunia. Kata kunci: kangoroo Mother Care, Berat badan lahir rendah Babies with low birth weight have a number of clinical manifestations both in their physical and psychological conditions. Clinical manifestations that occur are nutritional problems, hypothermia, decreased physiological conditions and cause stress on the mother which has an impact on the baby's psychology. Many studies have examined the effectiveness of theKangoroo Mother Care (KMC) method applied to infants and mothers by looking at its effect on these manifestations. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of research on the application of Kangoroo Mother Care (KMC) to mothers and babies. This research method is by reviewing journals collected from several databases such as Google Scholar, PubMab, PMC and Science Direct. The keywords used are Kangoroo” and “preterm” and “infant” and “premature” in the original research article. The reviewed articles were published in the 2015-2022 range. Results: Analysis of 9 journals concluded that the implementation of Kangoroo Mother Care (KMC) had an effect on overcoming increased body weight, increased body temperature, physiological stability and reduced stress for mothers and babies. So that it can be concluded that the implementation of care using Kangoroo Mother Care (KMC) is effectively applied to low birth weight babies and has become a nursing care program for newborns around the world. Keywords: Kangoroo Mother Care (KMC), low birth weight babies
Analisis Bibliometrik Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Menggunakan VOSviewer: Child growth and development Reni Mareta; Rohmayanti
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v6i1.1854

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak prosesnya dimulai dari masa konsepsi sampai dengan dewasa. Dalam proses ini terjadi perubahan morfologi, fisiologi, dan biokimia dan merupakan proses yang kompleks. Pertumbuhan dan perkembangan sendiri merupakan dua hal berbeda akan tetapi antara keduanta saling berkaitan dan sulit untuk dipisahkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi publikasi jurnal internasional melalui analisis dan pemvisualisasi tentang tumbuh kembang anak selama kurun waktu 2017-2022. Jenis penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik. Adapun urutan dalam prosedur penelitian ini adalah menggunakan pencarian data jurnal melalui Google Scholar dengan menggunakan Harzing’s Publish or Perish sehingga akan terpilih jurnal-jurnal internasional berbahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan kata kunci yaitu child growth and development. Ekstraksi hasil penelusuran menggunakan Vosviewer. Total ditemukan 49 artikel dalam Google Scholar yang diakses pada 30 Mei 2022. Sementara itu kata kunci anak-anak, Pertumbuhan, perkembangan dan pertumbuhan anak menjadi area yang menarik untuk dijadikan topik. Dengan menggunakan VOSviewer kami menganalisis sejumlah artikel yang dipublikasikan berkaitan dengan tumbuh kembang anak dan kaitannya dengan topik ini. Diharapkan nantinya hasil penelitian ini memberikan masukan untuk penelitian selanjutnya mengenai tumbuh kembang anak. Kata kunci: pertumbuhan, perkembangan, anak, VOSviewer, google scholar The process of growth and development of children starts from conception to adulthood. In this process there are changes in morphology, physiology, and biochemistry and is a complex process. Growth and development are two different things, but they are interrelated and difficult to separate. The purpose of this study was to find out information on international journal publications through analysis and visualization of children's growth and development during the 2017-2022 period. This type of research uses bibliometric analysis. The sequence in this research procedure is to use a search for journal data through Google Scholar using Harzing's Publish or Perish so that English-language international journals will be selected. This study uses keywords, namely child growth and development. Extraction of search results using Vosviewer. A total of 49 articles were found in Google Scholar which was accessed on May 30 2022. Meanwhile the keywords children, growth, development and growth of children are interesting areas to make topics. Using VOSviewer we analyze a number of published articles relating to child development and their relation to this topic. It is hoped that the results of this study will provide input for further research on child development.Key word: growth, development, children, VOSviewer, google scholar
EDUKASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU BALITA STUNTING TENTANG STUNTING DAN RESPONSIVE FEEDING Yossy Utario; Misniarti Misniarti; Yanti Sutriyanti
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. One of the causes of stunting is ineffective feeding practices. Responsive feeding is the ability of caregivers to feed children actively and responsively. This study aimed to determine the effect of education on stunting and responsive feeding on mother's knowledge of stunting. This research method used a pre-experimental design with one group pretest and posttest design. The sample in this study used purposive sampling, with the number of respondents being 34 mothers of stunting toddlers in 3 working areas of public health centers in Rejang Lebong Regency, Bengkulu Province. The interventions provided included education about stunting and responsive feeding using booklets. Data collection using a knowledge questionnaire instrument about stunting and responsive feeding. Data analysis used paired t test and Wilcoxon test. The results showed that there was a significant difference in maternal knowledge about stunting and responsive feeding before and after receiving educational intervention with a P value of 0.000 (<0.05). It can be concluded that the booklet media has an effect on increasing the knowledge of mothers of stunting toddlers.

Page 9 of 10 | Total Record : 93