cover
Contact Name
Reiza Miftah Wirakusuma
Contact Email
jithor@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jithor@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
ISSN : 26543893     EISSN : 26544687     DOI : -
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality, and Recreation (Jurnal Pariwisata, Perhotelan dan Rekreasi Indonesia) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan dua keluaran (issues) dalam setahun pada bulan April dan Oktober. Redaksi juga turut mengundang para peneliti dan praktisi untuk dapat mengirimkan artikel berupa laporan hasil penelitian, pemikiran-pemikiran, maupun tulisan akademik, khususnya yang berkaitan dengan kepariwisataan, perhotelan dan rekreasi luar ruang. Perlu dipahami sebelumnya, artikel yang hendak dikirimkan merupakan artikel yang belum pernah dimuat atau dipublikasikan di jurnal berkala ilmiah lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
Implementation of the Pentahelix Model Collaboration in Identifying the Tourism Potential of the Puncak Kabun Area, Agam Regency Mandalia, Siska; Saputra, Ari; Wulandari, Wiranda
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 1 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i1.51437

Abstract

ABSTRACTThe main problem is how collaboration is carried out by each stakeholder in identifying tourism potential in the Puncak Kabun area of Agam Regency. The purpose of this study is to determine whether stakeholders collaborate or not, in identifying tourism potential in the Puncak Kabun area. This study is field researchto obtain data on the problems studied. The data collection technique used is Snowball. Data processing was carried out in a qualitative and descriptive manner, to ensure the validity of the data, the researcher conducted member checks to find out how far the data obtained were in accordance with what was provided by the data provider. From the conducted field research there are seven components of collaboration that must be met by stakeholders, namely: Shared Understanding or Common Goals, Administration, Trust, Commitment, Mutuality, Communication, and Collaborative environment. However, in the Puncak Kabun area, the seven components of collaboration that must be carried out by stakeholders in identifying tourism potential that have not been implemented properly. Puncak Kabun area is an unofficial area and the business activities in it are still privately owned.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kerjasama atau tidaknya stakeholder dalam mengidentifikasi potensi wisata di kawasan Puncak Kabun. Ini adalah penelitian lapangan untuk mendapatkan data tentang masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah Snowball. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Untuk memastikan keabsahan data, peneliti melakukan member check untuk mengetahui sejauh mana data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh penyedia data. Dari penelitian yang peneliti lakukan di lapangan, tujuh komponen kerjasama yang harus dipenuhi oleh para pemangku kepentingan, yaitu: pemahaman bersama/ tujuan bersama, Administrasi, Kepercayaan, Komitmen, Kebersamaan, Komunikasi, dan Lingkungan kolaboratif. Namun di kawasan Puncak Kabun, tujuh komponen kolaborasi yang harus dilakukan pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi potensi wisata belum terlaksana dengan baik. Pasalnya, kawasan Puncak Kabun merupakan kawasan tidak resmi, dan kegiatan bisnis di dalamnya masih dimiliki oleh swasta.
Peran Partisipasi Masyarakat dan Lingkungan Alam pada Pengaruh Ancillary Service Terhadap Pemasaran Wisata Di Desa Liang Ndara, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur Putra, Dewa Putu Kiskenda Erwanda; Trimandala, Nyoman Agus; Panca, Wayan Agung
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 2 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (October)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i2.58682

Abstract

AbstractTourism Village of Liang Ndara, NTT has physical potential then various cultural traditions from the community which still original and may totally different other villages. However, Liang Ndara's tourist attraction is not fully well developed due to limited human resources; Local tourism management; budget limitations for tourism development to sectoral ego in its management. Therefore it is important to discuss the causality of tourism in Liang Ndara Village with the variables associated between (1) ancillary, (2) community participation, (3) tourism marketing and (4) the natural environment. The Structural Model and Hypotheses Testing method was carried out to test convergent validity, composite reliability, discriminant validity, average variance extracted test, fornell-lacker with Partial Least Square-SEM software and hypothesis testing was carried out on each causality relationship between variables. The results found a positive and valid relationship in between the four variables directly, namely (1) Ancilary effect on community participation; (2) the effect of community participation on the natural environment; (3) the effect of community participation on tourism marketing; (4) The influence of the natural environment on tourism marketing. The indirect causality relationship was found the community participation, the natural environment and ancillary services are valid as a mediator.AbstractDesa Liang Ndara, NTT memiliki Potensi fisik hingga ragam tradisi kebudayaan masyarakat orisinil dan belum tentu dimiliki oleh desa lainnya. Namun demikian daya tarik wisata Liang Ndara tidak sepenuhnya berkembang dengan baik yang disebabkan oleh Keterbatasan SDM, Kelembagaan pengelola wisata, keterbatasan anggaran hingga, Ego sektoral dalam pengelolaannya. Maka dari itu penting membahas kausalitas kepariwisataan di desa ini dengan variabel yang dihubungkan antara (1) ancilary, (2) partisipasi masyarakat, (3) pemasaran pariwisata dan (4) lingkungan alam. Sehingga ini menjadi cerminan untuk menyelesaikan masalah kepariwisataaan di Desa Liang Ndara. Metode Structural Model and Hypotheses Testing dilakukan untuk pengujian convergent validity, composite reliability, discriminant validity, average variance extracted test, fornell-lacker dengan software Partial Least Square-SEM dan dilakukan pengujian hipotesis pada setiap hubungan kausalitas antar variabel. Hasil penelitian menemukan hubungan kausalitas yang posistif dan valid pada hubungan antara keempat variabel secara langsung yaitu (1) Pengaruh ancilary terhadap partisipasi masyarakat; (2) pengaruh partisipasi masyarakat terhadap lingkungan alam; (3) pengaruh partisipasi masyarakat terhadap pemasaran pariwisata; (4) Pengaruh lingkungan alam terhadap pemasaran pariwisata. Pada hubungan kausalitas secara tidak langsung ditemukan valid sebagai mediator pada partisipasi masyarakat, lingkungan alam dan ancillary service.
Influence of CHSE Certification in Shaping Guest’s Protection Motivation Appraisals and Intention to Stay Widarsyah, Redha; Handijaya, Made; Tuguinay, Jovanie
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 2 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (October)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i2.62010

Abstract

ABSTRACTThis research article aims to examine Indonesian hotel guests’ appraisal toward their intention to stay at CHSE-certified Hotels in Indonesia. The Indonesian Government introduced the Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) certification to ensure the. Three years after its first implementation in 2020, there has been very limited understanding of the influence of CHSE certification on guests’ behavior, and protection and motivations perceptions. Drawing from the Protection Motivation Theory, this research aims to examine the influence of CHSE certification on guests’ protection- motivation attitudes, and their intention to stay in CHSE-certified hotels. Analyzing a sample of 370 online survey responses generated through Populix, hypothesis testing found that guests’ perceived severity, self-efficacy, and response cost significantly and positively influenced their intention to stay. Results imply that the implementation of CHSE certification has increased guests’ awareness of the severity of Covid-19’s effects on public health. Additionally, the certification encourages guest protection (self-efficacy) and abides by the suggested and required protocols (response cost). Practical and research implications and future research suggestions of the study are discussed.ABSTRAKArtikel riset ini bertujuan untuk meneliti penilaian psikologis tamu hotel Indonesia terhadap perilaku intensi dia untuk tinggal di Hotel  bersertifikasi CHSE di Indonesia. Pemerintah Indonesia memperkenalkan sertifikasi Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) untuk memastikan keamanan kesehatan masyarakat dan keselamatan perusahaan pariwisata, termasuk akomodasi, untuk beroperasi. Tiga tahun setelah penerapannya yang pertama, masih terdapat pemahaman yang terbatas mengenai pengaruh sertifikasi CHSE terhadap perilaku tamu, serta persepsi perlindungan dan motivasi. Berdasarkan Teori Motivasi Perlindungan, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sertifikasi CHSE terhadap sikap motivasi perlindungan para tamu, dan niat mereka untuk menginap di hotel bersertifikat CHSE. Menganalisis sampel dari 370 tanggapan survei online yang dihasilkan melalui Populix, pengujian hipotesis menemukan bahwa tingkat keparahan yang dirasakan tamu, efikasi diri, dan biaya respons secara signifikan dan positif mempengaruhi niat mereka untuk menginap. Hasil penelitian ini menyiratkan bahwa penerapan sertifikasi CHSE telah meningkatkan kesadaran para tamu akan tingkat keparahan dampak Covid-19 terhadap kesehatan masyarakat. Selain itu, sertifikasi ini mendorong perlindungan tamu (self-efficacy) dan mematuhi protokol yang disarankan dan diwajibkan (response cost). Implikasi praktis dan penelitian serta saran penelitian di masa depan dari penelitian ini juga dibahas.
Destination Website Quality dan Online Destination Brand Experience: Studi Pada Kota Tua Jakarta dan Kepulauan Seribu Maulina, Anita; Santoso, Teguh; Arizona, Anisa
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 7, No 1 (2024): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v7i1.64100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel destination website quality, sensory online destination brand experience, cognitive online destination brand experience, attitude toward the website dan intention to visit yang diaplikasikan pada website wisata Kota Tua Jakarta dan Kepulauan Seribu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan data primer berupa kuisioner yang dikumpulkan selama bulan Agustus sampai dengan Oktober 2023. Kuisioner disebarkan kepada pengunjung website wisata Kota Tua Jakarta dan Kepulauan Seribu. Sebanyak 221 data kuisioner dapat dikumpulkan dan kemudian diolah lebih lanjut menggunakan Structural Equation Modelling dengan memanfaatkan software SmartPLS. Hasil olah data menunjukan bahwa tidak seluruh hipotesis dapat diterima. Beberapa saran diberikan untuk pengembangan studi lebih lanjut serta pengembangan strategi pengelolaan website demi mencapai peningkatan kunjungan wisata ke Kota Tua Jakarta dan Kepulauan Seribu.
Review and trend analysis of slow tourism as an emerging trend in the Indonesian tourism industry: A study of why there is lack of extensive discussion on this topic Supina, Supina; Ichsan Banse, Justin Mochammad
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 2 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (October)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i2.62222

Abstract

ABSTRACTThe COVID-19 pandemic has led to a surge in the appeal of "slow tourism,"  which denotes relaxed and unhurried vacations for tourists. Slow tourism encourages tourists to fully appreciate each moment, immerse themselves completely in the rich tapestry of local culture, and establish profound bonds with the varied Indonesian communities and landscapes that constitute this captivating nation. The principles of this "slow tourism" should be well rooted in Indonesia, particularly in rural regions, where longstanding customs have traditionally welcomed visitors to engage in culturally immersive encounters. The emergence of the "slow tourism" phenomenon occurred during the latter part of the 20th century and the early part of the 21st century. This study originates from an investigative journey to evaluate the present patterns and execution of "slow tourism" in Indonesia. This study employs a comprehensive examination of secondary data, encompassing scholarly research, and publications from the tourism sector by using VOSviewer, to furnish detailed insights into the evolution of this nascent paradigm. The objective is to promote conscientious travel behaviours and safeguard the nation's ecological and cultural legacy for future enerations. The study's findings offer comprehensive guidance, practical recommendations, and a theoretical framework for policymakers, researchers, and industry stakeholders.ABSTRAKPandemi COVID-19 telah meningkatkan daya tarik “pariwisata lambat”, yang berarti liburan santai dan tidak terburu-buru bagi wisatawan. Pariwisata lambat mendorong wisatawan untuk sepenuhnya mengapresiasi setiap momen, membenamkan diri sepenuhnya dalam kekayaan budaya lokal, dan menjalin ikatan mendalam dengan beragam komunitas dan lanskap Indonesia yang membentuk negara menawan ini. Prinsip-prinsip “pariwisata lambat” ini harus berakar dengan baik di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, di mana adat istiadat yang sudah lama ada secara tradisional menyambut pengunjung untuk terlibat dalam perjumpaan budaya yang mendalam dan mendalam.Munculnya fenomena ini terjadi pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21. Penelitian ini bermula dari perjalanan investigasi untuk mengevaluasi pola dan pelaksanaan “slow pariwisata” saat ini di Indonesia. Studi ini menggunakan pemeriksaan komprehensif terhadap data sekunder, yang mencakup penelitian ilmiah dengan menggunakan VOSviewer, dan publikasi dari sektor pariwisata, untuk memberikan wawasan rinci mengenai evolusi paradigma yang baru lahir ini. Tujuannya adalah untuk mendorong perilaku perjalanan yang berhati-hati dan menjaga warisan ekologi dan budaya bangsa untuk generasi masa depan. Temuan studi ini menawarkan panduan komprehensif, rekomendasi praktis, dan kerangka teoritis bagi pembuat kebijakan, peneliti, dan pemangku kepentingan industri.
Learning Experience Concept at Museum Gedung Juang 45 Bekasi Regency as a Digital Museum Ayu, Jati Paras; Octavanny, Vitha; Hutagaol, Olivia Deliani; Simanjuntak, Melvin Bonardo
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 2 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (October)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i2.55806

Abstract

ABSTRACTThis study elucidates the digital museum concept and discovers visitors’ learning experiences at Gedung Juang 45 museum, Bekasi district. The method used in this research is descriptive qualitative with a learning process and learning outcome approach to obtain the phenomena' in-depth results. This study aims to show various efforts by museum managers to provide the learning process through interesting and engaging museum activities and various technology provided in the form of, the Digital Map, Interactive Book, Air Wall of the Ancient Sundanese Kingdom, and various interactive media. Moreover, the learning experiences outcomes obtained by visitors are the technology used to produce new knowledge and new abilities in using technology so that they could engage in the learning process. Although it's not too significant in changing behavior, this museum can be a good reference for the learning process for the community so that the purpose of the museum being an engaging educational center can increase knowledge for visitors to become one of the alternative educational tours for Bekasi District. ABSTRAKPenelitian ini mendeskripsikan konsep museum digital dan menemukan pengalaman belajar pengunjung di museum Gedung Juang 45, kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan proses pembelajaran dan hasil belajar untuk mendapatkan hasil fenomena yang mendalam. Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan berbagai upaya pengelola museum dalam menyediakan proses pembelajaran melalui kegiatan museum yang menarik dan menarik serta berbagai teknologi yang disediakan dalam bentuk, Peta Digital, Buku Interaktif, Tembok Udara Kerajaan Sunda Kuno, dan berbagai media interaktif. Selain itu, hasil belajar yang diperoleh pengunjung berupa teknologi yang digunakan untuk menghasilkan pengetahuan baru dan kemampuan baru dalam menggunakan teknologi sehingga dapat terlibat dalam proses pembelajaran. Walaupun tidak terlalu signifikan dalam mengubah perilaku, museum ini dapat menjadi referensi yang baik untuk proses pembelajaran bagi masyarakat sehingga tujuan museum sebagai pusat pendidikan yang menarik dapat menambah pengetahuan bagi pengunjung untuk menjadi salah satu wisata edukasi alternatif bagi daerah Bekasi.  
Ketahanan Kampung Wisata Ende, Lombok Tengah dari Perspektif Sosial dan Ekonomi Wijayanti, Wawargita Permata; Utami, Desak Putu Martha; Wicaksono, Agus Dwi
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 2 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (October)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i2.62748

Abstract

ABSTRACTKampung Wisata Ende, Central Lombok Regency is one of the famous tourism villages in West Nusa Tenggara Privince. It still preserves traditions and culture of Sasak ethnic in their daily activities. However, due to Covid-19 pandemic, this village have experienced a significant decline in domestic and international tourist by 80-90% since March 2020. This condition led to transform living patterns and social systems of  Kampung Wisata Ende people’s. This reserach aims to analyze the changes of community resilience factors due to pandemic impacts. The social and economic resilience were assessed since those two aspects had the highest contribution to the people’s life. The research involved 12 key-persons of Kampung Wisata Ende to collect data related to social and economic resilience through in-depth interviews. A descriptive comparative and Wilcoxon Test were applied to analyse transformation of social and economi resilience. The result show that Covid-19 pandemic has highly impact to the people’s and tourism activity in Kampung Ende. Related to social resilience, it has improved, specifically on social connections and familial bonds for mutual assistance. However, due to loss of livelihoods and tourism activities, their economic resilience have been highly declined. Then, it is needed improvement strategis of the government to recover and strengthen the resilience of Kampung Wisata Ende.ABSTRAKKampung Wisata Ende, Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu desa wisata terkenal di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kampung ini masih mempertahankan tradisi dan kebudayaan Suku Sasak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun pada Maret 2020, Kampung Ende mengalami penurunan kunjungan wisatawan mencapai 80-90% akibat pandemi Covid-19. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan pada pola kehidupan dan sistem kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana perubahan ketahanan masyarakat akibat terdampak pandemi. Aspek ketahanan sosial dan ekonomi menjadi fokus penelitian karena keduanya dianggal berpengaruh langsung dan besar terhadap kehidupan masyarakat. Penelitian melibatkan 12 responden kunci untuk mengumpulkan data terkait dengan ketahanan sosial-ekonomi melalui mekanisme wawancara mendalam. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif dan Uji Wilcoxon untuk menganalisis kondisi/perubahan pada aspek-aspek ketahanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pandemic Covid-19 sangat signifikan berdampak pada kehidupan masyarakat. Berkaitan dengan ketahanan sosial menunjukan perubahan positif, terutama hubungan sosial dan ikatan kekeluargaan untuk saling membantu. Berbanding terbalik dengan ketahanan ekonomi yang mengarah pada perubahan negatif akibat perubahan pola penghidupan dan penurunan aktivitas pariwisata. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang inovatif untuk memperbaiki dan memperkuat ketahanan Kampung Wisata Ende.
Pengembangan Pola Perjalanan Wisata Di Desa Wisata Ngilngof Kabupaten Maluku Tenggara Abdullah, Rahmat; Prihastuti, Yunita
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 2 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (October)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i2.56941

Abstract

ABSTRACTThis research aims for developing of travel patterns, through identifying of tourist attractions, tourist amenities and accessibility in the Ngilngof tourist village, as the effort to disentangle tourists that used to focused on one tourist attraction from six existing tourist attractions in order to increase the income of local community.  The method used in this research is descriptive qualitative, data collection is triangulation (observation, interviews, documentation).  Then the result of data collections are reduced, the datas areh presented and conclusions are drawn.  The results of this research produced four travel patterns for the Ngilngof tourist village, namely Single Point, Base Site, Stop Over and Destination Region Loop.  These four travel patterns can be a reference for developing of tour packages systematically and integrated, then the tourists can be distributed evenly to all tourist attractions in Ngilngof Tourism Village.ABSTRAKPenelitian bertujuan ini untuk mengembangkan pola perjalanan wisata, melalui identifikasi atraksi dan daya tarik wisata, amenitas serta aksesibilitas di desa wisata Ngilngof, sebagai upaya untuk mengurai wisatawan yang selama ini terpusat pada 1 daya tarik wisata dari 6 daya tarik wisata yang ada guna meningkatkan pemerataan pendapatan masyarakat lokal. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, pengumpulan data bersifat trianggulasi (observasi, wawancara, dokumentasi). Hasil pengumpulan data kemudian direduksi, data disajikan dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menghasilkan empat pola perjalanan wisata desa wisata Ngilngof, yaitu Single Point, Base Site, Stop Over Dan Destination Region Loop. Empat  pola perjalanan wisata tersebut dapat menjadi acuan dalam mengembangkan paket-paket wisata sistematis dan terintegrasi, sehingga wisatawan dapat terdistribusi secara merata diseluruh daya tarik wisata yang ada.
Mapping the Structure of Tourist Space in the North Bandung Conservation Area Pratama, Armandha Redo; Hindayani, Purna; Rosita, Rosita; Sukriah, Erry
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 2 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (October)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i2.69483

Abstract

ABSTRACTSustainable land management is a concept that is integrated between various aspects. This research uses a quantitative approach with the aim of mapping the tourism spatial structure in the North Bantung Conservation Area (KBU). It is recorded in West Java Provincial Government data (2021) that 20.4% of (TAOs) in West Java is in the North Bandung area. So this has great potential in terms of the number of tourist visits. Apart from that, the geographical position of the North Bandung area which is close to other metropolitan cities means that (TAOs) in this area increasingly has large tourist market potential. As a result, the development of tourism and its supporting facilities will also accelerate. This condition will certainly encourage land conversion activities. The occurrence of land conversion in KBU requires control in the implementation stage of space use patterns. The results of the analysis show that creating appropriate zoning in the tourist space structure is an important step in maintaining the authenticity of nature and culture in the North Bandung area. The use of tourist areas in this zone places more emphasis on the ecotourism aspect, with development potential covering an area of 16331.20 hectares located in zone I A (prohibited zone). The next development direction is level I and II buffer zones. The buffer zone is a zone that can be used for the construction of secondary or conditional facilities.ABSTRAKPengelolaan lahan berkelanjutan merupakan sebuah konsep yang terintegrasi antara berbagai aspek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk memetakan struktur ruang wisata di Kawasan Konservasi Bantung Utara (KBU). Tercatat dalam data Pemerintah Provinsi Jawa Barat (2021) sebesar sebesar 20,4% ODTW di Jawa Barat terdapat di Kawasan Bandung Utara. Sehingga hal tersebut menjadi potensi yang besar dalam hal jumlah kunjungan wisatawan. Disamping itu posisi geografis Kawasan Bandung Utara yang memiliki jarak yang dekat dengan kota metropolitan lainnya menjadikan ODTW di kawasan ini semakin memiliki potensi pasar wisatawan yang besar. Hasilnya perkembangan pariwisata dan fasilitas pendukungnya juga akan semakin pesat. Kondisi ini tentu akan mendorong kegiatan alih fungsi lahan. Terjadinya   alih   fungsi   lahan   di   KBU   memerlukan   pengendalian   dalam   tahap pelaksanaan pola pemanfaatan ruang. Hasil analisis menunjukan bahwa pembuatan zonasi yang tepat dalam struktur ruang wisata merupakan langkah penting dalam menjaga keaslian alam dan budaya di kawasan Bandung Utara. Pemanfaatan kawasan wisata di zona ini lebih menekankan kepada aspek ekowisata, dengan potensi pengembangan seluas 16331,20 Ha yang berada pada zoana I A (zona terlarang). Arahan pengembangan selanjutnya ialah zona penyangga tingkat I dan II. Zona penyangga merupakan zona yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas sekunder ataupun kondisional.
Studi Persepsi Wisatawan terhadap Produk Makanan Lokal Ikonis Bromo: Implikasi bagi Pengembangan Industri Pangan Krisbianto, Oki; Minantyo, Hari; Kristama, Baswara Yua; Oktaviana, Cerly
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 2 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (October)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i2.57351

Abstract

ABSTRACTThe perception of tourists is needed as a consideration in efforts to develop iconic local food products in Bromo. The study aims to determine tourists' perception to develop iconic local food products in Bromo, including authenticity, raw material sources, production, and sales locations. A quantitative research method was used to survey 405 tourists who had visited the Bromo area between 2017 and January 2023. Results show that tourists are not concerned with the authenticity of local food products in Bromo as long as they are made from local ingredients, produced, and sold in Bromo. However, tourist acceptance decreases if the product does not use local raw materials or is not produced in Bromo. The findings can be used to develop small and medium-sized food industry businesses that improve the image of local cultural heritage food among the Tengger community by enhancing quality and standardization, reducing food waste and loss, adding variety, and managing waste.ABSTRAKPersepsi wisatawan dibutuhkan sebagai pertimbangan dalam upaya pengembangan produk makanan lokal Ikonis Bromo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap keautentikan, sumber bahan baku, lokasi produksi, hingga lokasi penjualan produk makanan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai makanan lokal Ikonis Bromo. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk menyurvei 405 orang wisatawan berusia 15 tahun ke atas yang pernah datang ke kawasan Bromo antara tahun 2017 hingga Januari 2023 dengan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa para wisatawan tidak mempermasalahkan keautentikan produk pangan lokal Bromo selama bahan baku yang digunakan merupakan bahan baku lokal, serta produk tersebut diproduksi dan dijual di Bromo. Sebaliknya, penerimaan wisatawan menurun jika produk pangan tersebut tidak berbahan baku lokal atau tidak diproduksi di Bromo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diimplikasikan pada pengembangan UMKM industri pangan yang dapat meningkatkan citra makanan lokal warisan budaya masyarakat Tengger melalui peningkatan kualitas dan standarisasi rasa, kebersihan, dan keamanan, mengurangi food waste and loss, penambahan variasi, hingga pengelolaan limbah.

Page 10 of 12 | Total Record : 120