cover
Contact Name
Reiza Miftah Wirakusuma
Contact Email
jithor@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jithor@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation
ISSN : 26543893     EISSN : 26544687     DOI : -
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality, and Recreation (Jurnal Pariwisata, Perhotelan dan Rekreasi Indonesia) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan dua keluaran (issues) dalam setahun pada bulan April dan Oktober. Redaksi juga turut mengundang para peneliti dan praktisi untuk dapat mengirimkan artikel berupa laporan hasil penelitian, pemikiran-pemikiran, maupun tulisan akademik, khususnya yang berkaitan dengan kepariwisataan, perhotelan dan rekreasi luar ruang. Perlu dipahami sebelumnya, artikel yang hendak dikirimkan merupakan artikel yang belum pernah dimuat atau dipublikasikan di jurnal berkala ilmiah lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
Komunikasi Pelaku Wisata Pada Proses Penceritaan Destinasi Wisata Kota Lama Semarang Mukaromah, Mukaromah; Umaroh, Liya
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 1 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i1.54838

Abstract

AbstractThis research is motivated by the power of stories related to tourist destinations as a branding effort carried out by tourism actors such as tour guides, travel content writers, traders in carrying out destination storytelling activities to visitors. The location of this research is in Kota Lama Semarang. The aim of the research is to find out the type of communication used in the storytelling carried out by tourist actors in telling tourist stories related to tourist destinations in Kota Lama Semarang. The method used is a qualitative method by observing and interviewing several tour guides, antique dealers who are also local guides. The result is that tourism actors in Kota Lama Semarang use a persuasive communication type approach to visitors both verbally and non-verbally and in accordance with professional standards regarding tour guides taught by relevant agencies to the public to visitors. Persuasive communication that is carried out when communicating with visitors is carried out through four stages of the successful concept of persuasion communication, namely the principle of selective exposure, the principle of audience participation, the principle of inoculation and the principle of bringing about greater change.AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kekuatan cerita terkait destinasi wisata sebagai upaya branding yang dilakukan oleh para pelaku wisata seperti pemandu wisata, penulis konten wisata, pedagang dalam melakukan kegiatan penceritaan destinasi  kepada pengunjung. Lokasi penelitian ini ada di kawasan kota lama Semarang dengan tujuan penelitian untuk mengetahui jenis komunikasi yang digunakan dalam penceritaan yang dilakukan oleh pelaku wisata dalam menuturkan cerita wisata terkait destinasi wisata kota lama Semarang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara kepada beberapa pemandu wisata, pedagang barang antikan yang juga sebagai pemandu lokal. Hasilnya adalah pelaku wisata mengunakan pendekatan jenis komunikasi persuasif kepada pengunjung baik secara verbal maupun non-verbal dan sesuai dengan standar profesi terkait pemandu wisata diajarkan oleh instansi terkait kepada masyarakat ke pengunjung. Komunikasi persuasi yang dilakukan saat berkomunikasi dengan pengunjung dilakukan melalui empat tahapan konsep keberhasilan komunikasi persuasi yaitu prinsip pemaparan selektif, prinsip partisipasi audiens, prinsip inokulasi dan prinsip membawa perubahan yang lebih besar.
Understanding Group Dynamics and Typology of Youth Travelers: A Comprehensive Study on Travel Preferences and Roles at Destination Kusumah, Ahmad Hudaiby Galih
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 1 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i1.57537

Abstract

ABSTRACTThis research explores the group dynamics and typology of young travelers, classifying them into four distinct types: Leaders, Followers, Clowns, and Loners. Leaders assume responsibility for group decision-making and itinerary management, often prioritizing group comfort over personal enjoyment. Followers comply with group decisions and adapt their preferences to align with collective choices. Clowns, serving as group entertainers, contribute to a positive atmosphere, while Loners prefer solitude, engaging in personal activities even within the group context.  The research highlights the concept of a "collective bubble," a combination of physical and psychological factors that contribute to an enjoyable group travel experience. Several factors contributing to unpleasant group travel experiences were also identified, including inadequate planning time, excessive anxiety, personal issues between group members, significant differences in personal preferences, unexpected events like illness, and comparisons with other groups' experiences. The findings underscore the importance of understanding the typologies and dynamics of youth travelers in creating satisfying group travel experiences. The roles played by different traveler types and effective compromise among group members emerge as key factors for enjoyable group travel. The study provides valuable insights for organizers and participants of group travel, contributing to the literature on youth tourism and group dynamics. ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi dinamika kelompok dan tipologi pelancong muda, mengklasifikasikan mereka menjadi empat tipe berbeda: Pemimpin, Pengikut, Badut, dan Penyendiri. Pemimpin memikul tanggung jawab untuk pengambilan keputusan kelompok dan manajemen rencana perjalanan, seringkali memprioritaskan kenyamanan kelompok daripada kesenangan pribadi. Pengikut mematuhi keputusan kelompok dan menyesuaikan preferensi mereka agar selaras dengan pilihan kolektif. Badut, berfungsi sebagai penghibur kelompok, berkontribusi pada suasana positif, sementara penyendiri lebih suka menyendiri, terlibat dalam aktivitas pribadi bahkan dalam konteks kelompok. Penelitian tersebut menyoroti konsep "gelembung kolektif", kombinasi faktor fisik dan psikologis yang berkontribusi pada pengalaman perjalanan kelompok yang menyenangkan. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pengalaman perjalanan kelompok yang tidak menyenangkan juga diidentifikasi, termasuk waktu perencanaan yang tidak memadai, kecemasan yang berlebihan, masalah pribadi antara anggota kelompok, perbedaan preferensi pribadi yang signifikan, kejadian tak terduga seperti sakit, dan perbandingan dengan pengalaman kelompok lain. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya memahami tipologi dan dinamika wisatawan muda dalam menciptakan pengalaman perjalanan kelompok yang memuaskan. Peran yang dimainkan oleh tipe pelancong yang berbeda dan kompromi yang efektif di antara anggota grup muncul sebagai faktor kunci untuk perjalanan grup yang menyenangkan. Studi ini memberikan wawasan berharga bagi penyelenggara dan peserta perjalanan kelompok, berkontribusi pada literatur tentang pariwisata kaum muda dan dinamika kelompok.
Pengaruh Brand Awareness Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus di Restoran Casa de Peri Jakarta Selatan) Adriyanto, Hendaris; Subakti, Agung Gita
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 1 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i1.55476

Abstract

AbstractThis study aims to know the relationship and impact of brand awareness on purchasing decisions in  a restaurant in Jakarta, Indonesia. The name of this restaurant is Casa de Peri in city mall of Kasablanka and it has a unique proposition of Portuguese Influence. The method that has been used is descriptive analysis and simple regression analysis. The result from this research is that there is an impact of Brand Awareness on Consumer Decision at 28.4% and has a correlation of 0,533, which indicate the relationship between the two variables is strong. The conclusion is that consumer decisions increase if brand awareness risesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan dampak brand awareness terhadap keputusan pembelian pada restoran di Jakarta, Indonesia. Nama restoran dari studi ini adalah Casa de Peri di mall kota Kasablanka dan memiliki penawaran unik dari pengaruh Portugis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini diketahui bahwa terdapat pengaruh antara brand awareness dengan keputusan pembelian sebesar 28.4% dengan nilai korelasi sebesar 0,533 yang mengindikasikan terdapat hubungan yang kuat antara variabel-variabel tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keputusan pembelian akan ikut meningkat apabila brand awareness juga ditingkatkan.
Analisis Kebutuhan Pelatihan Berdasarkan Kompetensi Pramuwisata di Provinsi Jawa Tengah (Competency-Based Training Needs Analysis Of Tour Guide In Central Java) Puspitasari, Yeni; Muhamad, Muhamad
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 1 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i1.53836

Abstract

ABSTRACTTraining Needs Analysis is a key point of effective training, where needs or gaps of competencies identified systematically and thoroughly to achieve training goals and objectives. In this study, a set of competency standards compiled into questionnaires, then assessed according to the guides' perceptions of importance and performance level at work using self-assessment. Respondents are 95 tour guides in Central Java. The research methods also employed field observation, document study, and interview with stakeholders related to the development of competency-based training. As a result, out of the 29 competencies measured, 26 competencies considered 'very important' and others considered 'important'. Meanwhile, from the performance appraisal, 93% of competencies rated 'good', one competency rated 'very well', and one competency performed 'good enough'. If it is assumed that very important competency value indicators are the same as very good performance, then most of the respondents' performance is measured 'under-value'. This represents the needed of training, supported by the results of perceptions from stakeholders analyzed using NVivo 12 Plus.ABSTRAKAnalisis kebutuhan pelatihan merupakan kunci pelaksanaan pelatihan yang efektif, dimana kebutuhan atau kesenjangan kompetensi diidentifikasi secara sistematis dan menyeluruh untuk mencapai sasaran dan tujuan pelatihan. Dalam penelitian ini, seperangkat standar kompetensi disusun ke dalam kuesioner, kemudian dinilai menurut persepsi pramuwisata terhadap tingkat kepentingan kompetensi kerja, serta bagaimana kinerja mereka dalam menerapkan standar tersebut menggunakan penilaian diri. Responden merupakan pramuwisata di Jawa Tengah sejumlah 95 orang. Selain kuesioner, penelitian juga menggunakan metode observasi lapangan, studi dokumen, serta wawancara kepada pemangku kepentingan yang terkait dengan pengembangan pelatihan berbasis kompetensi. Hasilnya, dari 29 kompetensi yang diukur, 26 kompetensi dianggap 'sangat penting' dan lainnya dianggap 'penting'. Sedangkan dari penilaian kinerja, 93 persen kompetensi dinilai 'baik', satu kompetensi dilakukan dengan 'sangat baik', dan satu kompetensi dinilai 'cukup baik'. Jika diasumsikan bahwa indikator nilai kompetensi sangat penting sama dengan kinerja sangat baik, maka sebagian besar kinerja responden diukur dengan 'under-value'. Hal ini menunjukkan perlunya pelatihan dilakukan, didukung oleh hasil persepsi dari para pemangku kepentingan yang dianalisis menggunakan NVivo 12 Plus.
Analisis Faktor Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan Pengunjung Agrowisata La Fresa Lembang Dasipah, Euis
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 1 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i1.55881

Abstract

AbstractThis study aims to determine the application of the marketing mix in Agrotourism La Fresa Lembang, Bandung and how the influence of the marketing mix on visitor satisfaction Agrotourism La Fresa Lembang, Bandung. The method used is a case method. The analytical tool used is multiple linear regression statistical analysis. The results obtained are the simultaneous F-test of product, price, place, promotion, people, process and physical evidence variables have a significant influence on visitor satisfaction. From the results of the T-test partially the marketing mix that has a significant effect is the price, place, people and process variables. Meanwhile, product, promotion and physical evidence variables have no significant effect on visitor satisfaction.AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan bauran pemasaran di Agrowisata La Fresa Lembang, Kabupaten Bandung Barat dan bagaimana pengaruh dari bauran pemasaran terhadap kepuasan pengunjung Agrowisata La Fresa Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Metode yang digunakan adalah metode suatu kasus. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis statistik regresi linear berganda. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Uji F secara simultan variabel produk, harga, tempat, promosi, orang, proses dan bukti fisik memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Dari hasil Uji T secara parsial bauran pemasaran yang berpengaruh secara signifikan yaitu variabel harga, tempat, orang dan proses. Sedangkan variabel produk, promosi dan bukti fisik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengunjung.
The Analysis of the Mid-Range Islamic Hotel Marketing Strategy Alam, Azhar; Ratnasari, Ririn Tri; Jamil, Fadila Ainur; Ma'ruf, Aminudin
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 1 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i1.50584

Abstract

AbstractThis paper aimed at addressing the marketing strategy performed by a mid-range Islamic hotel in Indonesia that distinguishes it from other non-sharia hotels by analyzing its marketing strategy using the SWOT analysis approach. This hotel applied Islamic principles in carrying out its marketing strategies to avoid immoral acts and fraud, and the facilities and services provided were different, which made it distinct from non-sharia hotels. Research data were obtained through interviews with six parties: managers, marketing staff, receptionists, and guests. This study also used observation to validate the data collected. The findings of the study showed that the marketing strategy undertaken by Multazam Sharia Hotel was different compared to non-sharia hotels due to feature distinctions. Regarding the results of the SWOT analysis, in SO strategy, the hotel should use its strengths to make use of the opportunity to achieve its goals. In WO, the hotel was expected to maximize the opportunity by minimizing the weakness. The ST strategy analysis revealed that this hotel needed to move fast in dealing with threats and minimize the unexpected consequences of the threats. The last, the WT strategy, Multazam sharia hotel must be careful with the weaknesses and threats it faces. If the hotel cannot make improvements in facilities and services, it may be displaced by the times.AbstrakStudi ini bertujuan membahas strategi pemasaran yang dilakukan oleh hotel Islam kelas menengah di Indonesia yang membedakannya dengan hotel non syariah lainnya dengan menganalisis strategi pemasarannya menggunakan pendekatan analisis SWOT. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara di hotel syariah Multazam. Analisis data dilakukan analisis SWOT (Strength, Opportunity, Weakness, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan Hotel Multazam Syariah berbeda dengan hotel non syariah karena perbedaan fitur. Hotel ini menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam menjalankan strategi pemasarannya untuk menghindari tindakan maksiat dan penipuan serta fasilitas dan layanan yang diberikan berbeda dengan hotel non-syariah. Mengenai hasil analisis SWOT, dalam strategi SO, hotel harus menggunakan kekuatannya untuk memanfaatkan peluang untuk mencapai tujuan hotel. Dalam WO, hotel diharapkan memaksimalkan peluang dengan meminimalkan kelemahan. Strategi ST mengungkapkan bahwa hotel ini perlu bergerak cepat dalam menghadapi ancaman dan meminimalkan konsekuensi tak terduga dari ancaman tersebut. Terakhir, strategi WT, hotel syariah Multazam harus berhati-hati dengan kelemahan dan ancaman yang dihadapinya. Jika hotel tidak dapat melakukan perbaikan fasilitas dan layanan, hotel dapat tergeser oleh waktu. 
Strategi Pengembangan dan Daya Dukung Berkelanjutan Kawasan Ekowisata The Lodge Maribaya Marhanah, Sri; Sukriah, Erry; Juniardi, Agripa; Harto, Budi
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 1 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i1.53784

Abstract

AbstractThe management of The Lodge Maribaya, which is a tourist destination and a protected forest area, must be able to strike a balance between its two main responsibilities to ensure the comfort of tourists and the sustainability of the environment. This maintenance effort should give attention to the activities of visitors. As well as tourism sustainability refers to the quality of tourism activities, environmental quality, tourist satisfaction and the impact on environmental damage. The purpose of this study was to determine the capacity of correction factor and the maximum load capacity of The Lodge Maribaya. This study uses scientific methods related to Physical Carrying Capacity (PCC), Actual Carrying Capacity (ACC) and Effective Carrying Capacity (ECC), with a sample of 20 respondents. The results show that a PCC of 1304 can physically adjust, a ACC of 389 with an adjustment factor and an ECC of 311 exceeding the maximum visiting capacity, and the number of daily visits in 2021 will be 55. The Lodge Maribaya area physically, ecological aspects and management skills are still suitable with the average number of visitors.AbstrakPengelolaan The Lodge Maribaya, yang merupakan tujuan wisata dan kawasan hutan lindung, harus dapat mencapai keseimbangan antara dua tanggung jawab utamanya untuk memastikan kenyamanan wisatawan dan keberlanjutan lingkungan. Upaya pemeliharaan ini harus memperhatikan dan aktivitas pengunjung. Serta keberlanjutan pariwisata mengacu pada kualitas tempat kegiatan pariwisata, kualitas lingkungan dan kenyamanan, kepuasan wisatawan serta dampaknya terhadap kerusakan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor koreksi kapasitas beban dan kapasitas beban maksimum The Lodge Maribaya. Penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang berkaitan dengan Physical Carrying Capacity (PCC), Actual Carrying Capacity (RCC) dan Effective Carrying Capacity (ECC), dengan sampel 20 responden. Diperoleh hasil bahwa PCC sebesar 1.304 dapat menyesuaikan secara fisik, RCC sebesar 389 dengan faktor penyesuaian dan ECC sebesar 311 melebihi kapasitas kunjungan maksimal, serta jumlah kunjungan harian pada tahun 2021 menjadi 55. Kawasan The Lodge Maribaya secara fisik, aspek ekologi dan keterampilan pengelolaan masih sesuai dengan rata-rata jumlah pengunjung.
The influence of the tourism sector on economic growth and labor absorption in the province of bali Hutama, Dhiki Ardin; Suliswanto, Muhammad Sri Wahyudi
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 1 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i1.54589

Abstract

AbstractCurrently, many countries are discussing the possibility of recession and depression in their respective countries. Including Indonesia. The purpose of this study is to determine the influence of the variable Number of Tourist Visits on Economic Growth, to know the influence of the variable Number of Hospitality Accommodations on Economic Growth,  to know the influence of the variable Number of Tourist Visits on Labor Absorption, to know the effect of the variable Number of Hospitality Accommodations on Labor Absorption, to know the influence of the variable Economic Growth on Labor Absorption, Type  The research methodology is quantitative. Quantitative research involved the use of numerical data in the form of numbers or statements that are assessed and analyzed by statistical analysis. Quantitative data consists of the number of tourist visits, the number of hotel accommodations, the economic growth of Bali Province, and the labor absorption of Bali Province. Quantitative research is research that uses data in the form of numbers or statements that are assessed and analyzed by statistical analysis. The number of accommodation businesses has a positive influence on economic growth. Together the independent variables affect economic growth in Bali. Partially independent variables of tourist visits do not have a significant influence on labor absorption in Bali.AbstrakSaat ini banyak negara memperbicangkan kemungkinan terjadi resesi dan depresi di negaranya masing masing. Indonesia termasuk diantaranya. Tujuan penelitian ini Untuk mengatahui pengaruh variabel Jumlah Kunjungan Wisatawan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Untuk mengatahui pengaruh variabel Jumlah Akomodasi Perhotelan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Untuk mengatahui pengaruh variabel Jumlah Kunjungan Wisatawan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, Untuk mengatahui pengaruh variabel Jumlah Akomodasi Perhotelan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, Untuk mengatahui pengaruh variabel Pertumbuhan Ekonomi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ini ialah kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang menggunakan data berupa angka atau pernyataan  yang dinilai dan dianalisis dengan analisis statistik. Data kuantitatif terdiri dari Jumlah Kunjungan Wisatawan, jumlah akomodasi perhotelan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bali dan Penyerapan Tenaga Kerja Provinsi Bali. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data berupa angka atau pernyataan yang dinilai dan dianalisis dengan analisis statistic. Jumlah usaha akomodasi memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. secara bersama-sama variabel indenden mempengaruhi pertumbuhan Ekonomi di Bali. secara Parsial variable independen kunjungan wisatawan tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Bali 
Analisis Kebutuhan Keterampilan Berbahasa Jepang Di Bidang Perhotelan: Studi Kasus Mahasiswa Prodi Manajemen Perhotelan Rahmalina, Reny; Syihabuddin, Syihabuddin; Gunawan, Wawan; Arianingsih, Anisa
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 1 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i1.52424

Abstract

AbstractThe purpose this research is to investigate the interns of the Hospitality Management study program at Padang State University in terms of their needs and problems in using Japanese language skills namely listening, speaking, reading, and writing related to their work during their internships in various hotels before graduating. The participants were 60 intern students and three supervisors who worked in various hotels. Data collection was carried out through questionnaires and interviews. The findings reveal that most of the intern students who work in hotels evaluate their Japanese language skills at a moderate level. Students feel the need to improve their Japanese language skills. Of the four Japanese skills, listening and speaking are the most problematic. Meanwhile, between writing and reading abilities, students feel competent in reading skills rather than writing. The results showed that students' Japanese language skills did not increase, especially in writing and speaking skills which would have an impact on the quality of performance and impact on the excellent service provided to hotel guests. Therefore, there is a need for cooperation from various parties to make this happen.AbstrakTujuan penelitian ini untuk menginvestigasi mahasiswa magang program studi Manajeman Perhotelan di Universitas Negeri Padang dalam hal kebutuhan dan masalah mereka dalam menggunakan keterampilan bahasa Jepang yakni mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis terkait dengan pekerjaan mereka selama magang di berbagai hotel sebelum lulus. Partisipannya 60 mahasiswa magang dan tiga orang supervisor yang bekerja di berbagai hotel. Pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Sebagian besar mahasiswa magang yang bekerja di hotel mengevaluasi diri terhadap kemampuan bahasa Jepang yakni di tingkat sedang. Mahasiswa perlu meningkatkan kemampuan bahasa Jepang. Dari keempat kemampuan berbahasa Jepang, kemampuan mendengarkan dan berbicara yang paling bermasalah. Sedangkan antara kemampuan menulis dan membaca, mahasiswa merasa berkemampuan dalam membaca daripada menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan keterampilan bahasa Jepang mahasiswa tidak meningkat, khususnya pada keterampilan menulis dan berbicara akan berakibat pada kualitas kinerja dan berdampak pada pelayanan prima yang diberikan pada tamu hotel. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak untuk mewujudkan hal ini.
Museum Gastronomi Indonesia Virtual Sebagai Destinasi Wisata Edukasi, Sejarah dan Hiburan Riyanto, Wisnu; Rahmanita, Myrza; Wulan, Saptarining
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 1 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (April)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i1.50689

Abstract

AbstractGastronomy museums have three dimensions that must be fulfilled and become the values sought by museum visitors as tourist attractions, namely the dimensions of education, history, and entertainment. The Virtual Indonesian Gastronomy Museum (MGI Virtual) is a gastronomic museum in Indonesia which has been opened to the public in 2021. This research aims to analyze the potential of MGI Virtual as an educational, historical and entertainment tour according to the dimensions of a gastronomic museum. This research is classified as a descriptive quantitative research with data taken from 80 respondents who are MGI Virtual visitors with domiciles in DKI Jakarta. The results of the study stated that visitors enjoyed MGI Virtual more as an educational and historical tour, while the rating for entertainment tourism was still relatively low. To increase the entertainment dimension in MGI Virtual, it can be done by developing technology and features that are more interactive and attract visitors so that they get a pleasant and memorable visiting experience.AbstrakMuseum gastronomi memiliki tiga dimensi yang harus terpenuhi dan menjadi nilai yang dicari oleh pengunjung museum sebagai tempat wisata yaitu dimensi edukasi, sejarah, dan hiburan. Museum Gastronomi Indonesia Virtual (MGI Virtual) merupakan museum gastronomi di Indonesia yang telah dibuka untuk umum pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi MGI Virtual sebagai wisata edukasi, sejarah, dan hiburan sesuai dengan dimensi museum gastronomi. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kuantitatif deskriptif dengan data yang diambil dari responden berjumlah 80 orang yang merupakan pengunjung MGI Virtual dengan domisili di DKI Jakarta. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengunjung lebih menikmati MGI Virtual sebagai wisata edukasi dan sejarah, sedangkan penilaian untuk wisata hiburan masih tergolong rendah. Untuk meningkatkan dimensi hiburan pada MGI Virtual dapat dilakukan dengen mengembangkan teknologi dan fitur yang lebih interaktif dan menarik pengunjung sehingga mendapatkan pengalaman berkunjung yang menyenangkan dan berkesan.

Page 9 of 12 | Total Record : 120