cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
PENGARUH PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN APOTEK DI KABUPATEN TEGAL Setiawan, Didik; Hasanmihardja, Moeslich; Mahatir, Ashief
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to examine the correlation between implementation of pharmaceutical care at pharmacies and the level of pharmacy’s customer satisfaction in Tegal regency. This research is observational analytic study. Research conducted at 5 pharmacies in the districts of Tegal using area random sampling techniques and for pharmacy consumers used Accidental sampling techniques to the 400 respondents from April 16th to May 30th, 2009. The data used are primary data obtained through surveys of the distribution of questionnaires. Analysis method tho obtain the correlation between two variable is pearson product moment. The results showed a profile in the pharmacy service pharmacy Tegal regency good enough, shown by the presence of the pharmacist every day in the pharmacy and pharmacists in the active role of pharmacy services at the pharmacy. Satisfaction evaluation for patients resulting that patient are very satisfied at responsivines dimensions, reliability, and Empathy. While on assurance and tangibles dimensions into the category of content. From the analysis it can be concluded there was no significant influence of pharmacy services with the level of customer satisfaction in a pharmacy in Tegal regency.   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotek terhadap tingkat kepuasan konsumen di wilayah kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik. Penelitian dilakukan pada 5 apotek di kabupaten Tegal menggunakan teknik area random sampling dan untuk konsumen apotek digunakan teknik accidental sampling kepada 400 responden pada 5 apotek tersebut sejak tanggal 16 April hingga dengan 30 Mei 2009. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui survey yaitu dengan alat berupa kuisioner. Análisis hubungan antara kedua variabel dilakukan dengan menggunakan uji korelasi pearson product moment.Hasil penelitian menunjukan profil pelayanan kefarmasian di apotek kabupaten Tegal sudah cukup baik, ditunjukan dengan kehadiran apoteker setiap hari di apotek serta peran aktif apoteker dalam pelayanan kefarmasian di apotek. Untuk penilain kepuasan pasien, di peroleh hasil sangat puas pada dimensi responsivines, reliability, dan empathy. Sedangkan pada dimensi assurance dan tangibles masuk dalam kategori puas. Dari hasil uji statistik korelasi, dapat disimpulkan tidak ada pengaruh yang signifikan secara statistik antara pelayanan kefarmasian dengan tingkat kepuasan konsumen apotek di kabupaten Tegal.
OPTIMASI SEDIAAN TRANSDERMAL PATCH NATRIUM DIKLOFENAK TIPE MATRIKS Hendradi, Esti; Isnaeni, .; Fridayanti, Aditya; Pujianti, Efrin
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6800.642 KB)

Abstract

The study was designed to investigate the optimation of preparation of transdermal patch sodium diclofenac matrix type. In this study, matrix-type base containing diclofenac sodium were prepared using polymeric combination of EC N-20  and PVP K-30 in different ratios ( 9:1 (Formula I); 8:2 (Formula II); 7:3 (Formula III)) and 6:4 (Formula IV). The moisture content was calculated as a difference between initial and final weight with respect to final weight. The homogeneity of patch surface was determined using Scanning Electron Microscope (SEM) Released test using dissolution tester were carried out in 500 mL of  phosphate buffer salin pH 7.4 ± 0.05 at temperature 37 ± 0.5°C with speed of swirl 50 rpm. The concentration of sodium diclofenac released was determined using spectrophotometric method at l 276 nm. Data was analyzed by statistic programmed of SPSS using one way analysis of variance with degree of believed 95% (α = 0.05).  It is concluded that the polymeric combination EC N-20 and PVP K-30 in composition 7:3 (Formula III) was the best formulation. ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang optimasi sediaan transdermal patch natrium diklofenak tipe matriks. Pada penelitian ini, basis matriks mengandung natrium  diklofenak dibuat dengan kombinasi polimer  etilselulose (EC) N-20  dan polivinilpirolidon (PVP) K-30 dengan berbagai perbandingan yaitu 9:1 (Formula I); 8:2 (Formula II); 7:3 (Formula III)) dan 6:4 (Formula IV). Moisture content (MC) ditentukan dengan cara berat awal dikurangi berat akhir dan dibagi dengan berat akhir. Homogenitas permukaan patch ditentukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Uji pelepasan natrium diklofenak dilakukan dengan alat disolusi dan menggunakan dapar fosfat salin  pH 7,4 ± 0.05 sebanyak 500,0 mL, kecepatan pengadukan 50 rpm dan percobaan dilakukan pada suhu 37 ± 0,5°C. Kadar natrium diklofenak yang terlepas ditentukan dengan metoda spektrofotometer pada panjang gelombang (l) 276 nm. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik menggunakan program SPSS dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05).  Kesimpulan yang didapatkan adalah komposisi polimer EC N-20 dan PVP K-30 dengan perbandingan  7:3 (Formula III) adalah formula yang terbaik.
Free Radical Scavenging and α-Glucosidase Inhibitor Activity of Ethanolic Extract of Mucuna pruriens L. Widowati, Wahyu; Ratnawati, Hana; Retnaningsih, Ch.; Lindayani, .; Rusdi, Udju D.; Winarno, Wahyu
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji kacang “koro benguk” atau velvet bean sudah sangat dikenal tetapi dasar ilmiah penggunaannya sebagai obat tradisional terutama sebagai antioksidan dan antidiabetik masih belum diketahui. Oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan percobaan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antidiabetik dari ekstrak biji koro benguk, serta fraksi heksana, etil asetat, butanol dan air menggunakan uji in vitro menggunakan DPPH (1,1-difenil-2-pikril-hidrazil) dengan pembanding positif kuersetin dan BHA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IC50 DPPH untuk ekstrak biji koro benguk, fraksi heksana, etil asetat, butanol dan air berturut-turut sebesar 22,17; 152,60; 113,03; 4,93; dan 9,14 μg/mL, sedangkan untuk kuersetin dan BHA masing masing sebesar  4,28 dan 22,587 μg/mL. Aktivitas antidiabetik ditentukan menggunakan metode penghambatan α-glukosidase dengan glucobay sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IC50 antidiabetik untuk ekstrak biji koro benguk, fraksi heksana, etil asetat, butanol, air, dan glucobay berturut-turut sebesar 24,44; 19,55; 8,40; 80,98; 48.97; dan 16,23 μg/mL. ABSTRACT Velvet bean seeds are ubiquitous but the scientific basis for its medicinal use especially as antioxidant and antidiabetic remains unknown. Therefore, a study was designed to evaluate  antioxidant and antidiabetic activities of the  extract, hexane, ethyl acetate, butanol and water fractions of velvet bean seeds. In order to evaluate antioxidant activity of extract and fractions  using  quercetin,  butylated hydroxyanisole (BHA) as positive control and 1,1-diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH) free radical scavenging activity was determined. The results showed that IC50 of DPPH were 22.17; 152.60; 113.03; 4.93; 9.14 μg/mL respectevily;  quercetin 4.28 and BHA 22.587 μg/mL.  Antidiabetic activity was determined by using  of α-glucosidase inhibition assay of  extract, four fractions and glucobay as positive control. The results showed that antidiabetic IC50 were24.44; 19.55; 8.40; 80.98; 48.97μg/mL respectively and glucobay as positive control  16.23 μg/mL.
PERBANDINGAN DAYA SITOTOKSIK EKSTRAK RIMPANG 3 JENIS TUMBUHAN ZINGIBERACEAE TERHADAP SEL KANKER MCF-7 Sinaga, Ernawati; Suprihatin, .; Wiryanti, Ida
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We investigated and compared the cytotoxic activity of ethanolic extract of the rhizome of 3 species of Zingiberaceae plants that grow abundantly in Indonesia, i.e. Zingiber ottensii, Zingiber zerumbet, and Nicolaia speciosa in an in vitro tetrazolium salt assay using human breast cancer cell line MCF-7. The results showed that 2 out 3 extracts showed significant cytotoxic activity. i.e. Zingiber ottensii and Zingiber zerumbet with IC50 value respectively 60 and 50 ug/mL, while the ethanolic extract of Nicolaia speciosa showed considerable larger IC50, i.e. 625 ug/mL. From the results it can be concluded that the rhizome of Zingiber ottensii and Zingiber zerumbet have a good prospect to be further investigated and developed as raw materials for new cancer drug. ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan daya sitotoksik ekstrak etanol rimpang 3 jenis tumbuhan suku Zingiberaceae yang banyak tumbuh di Indonesia, yaitu bengle hantu (Zingiber ottensii L.), lempuyang gajah (Zingiber zerumbet L.), dan kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) menggunakan galur sel kanker payudara MCF-7. Pertumbuhan sel dievaluasi menggunakan metode garam tetrazolium (MTT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 di antara 3 ekstrak rimpang yang diuji menunjukkan daya sitotoksik yang kuat, yaitu ekstrak etanol bengle hantu dan lempuyang gajah dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 60 dan 50 ug/ml, sedangkan ekstrak etanol rimpang kecombrang memiliki IC50 yang jauh lebih besar, yaitu 625 ug/mL. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang bengle hantu dan lempuyang gajah memiliki potensi besar untuk diteliti dan dikembangkan lebih lanjut menjadi sumber bahan baku obat anti kanker baru.
KARAKTERISASI EKSTRAK DAUN DEWA (Gynura pseudochina (L.) DC) DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Rivai, Harrizul; Nurdin, Hazli; Suyani, Hamzar; Bakhtiar, Amri
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extract of god leaves [Gynura pseudochina (L.) DC] has been characterized by using the high performance liquid chromatography method (HPLC). Dried god leaves were extracted by 70% ethanol and followed by fractionation successively with hexane, ethyl acetate, butanol and water. Fractions of ethyl acetate, butanol and water were dissolved in methanol respectively and injected into HPLC system which is optimized previously. Profiles of respective fractions showed a number of specific peaks that can be used to identify and control the quality of god leaves extract.   ABSTRAK Karakterisasi ekstrak daun dewa [Gynura pseudochina (L.) DC] telah dilakukan dengan menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Daun dewa kering diekstraksi dengan etanol 70% dan kemudian difraksinasi berturut-turut dengan heksana, etil asetat, butanol dan air. Fraksi-fraksi etil asetat, butanol dan air dilarutkan dalam metanol dan diinjeksikan ke sistem KCKT yang telah dioptimasi sebelumnya. Pola KCKT masing-masing fraksi menunjukkan puncak-puncak khas yang dapat dipakai untuk identifikasi dan pengendalian mutu ekstrak daun dewa.
HUBUNGAN STRUKTUR TURUNAN N-KLOROBENZOILAMOKSISILIN DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian; Siswandono, .; Rudyanto, Marcellino
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to determine structure-activity relationship N-chlorobenzoylamoxicillin derivatives against Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Antibacterial activities of the N-benzoylamoxicillin­ derivatives against Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 were tested using dilution method. The result showed that there was significance MIC of amoxycillin with N-benzoylamoxycillin, N-2-chlorobenzoylamoxycillin, and N-3-chlorobenzoylamoxycillin. Non linier regression between log MIC and lypophilic parameter N-chlorobenzoylamoxycillin derivatives showed -log KHM = 3,963 p2 - 3,001 p - 2,477, r = 0,906. To see more clearly quantitative strucuture-activity relationship of N-benzoylamoxicillin derivatives, further similar studies need to be done by increasing numbers of another N-benzoylamoxicillin derivative compounds.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan struktur-aktivitas antibakteri senyawa-senyawa turunan N-kolorobenzoilamoksisilin terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Uji aktivitas antibakteri turunan senyawa N-klorobenzoilamoksisilin terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dilakukan dengan metode dilusi. Nilai KHM menunjukkan adanya perbedaan aktivitas yang bermakna antara amoksisilin dengan N-benzoilamoksisilin, N-2-klorobenzoilamoksisilin, dan N-3-klorobenzoilamoksisilin. Persamaan non linier log KHM dengan sifat lipofilik senyawa turunan N-klorobenzoilamoksisilin diperoleh -log KHM = 3,963 p2 - 3,001 p - 2,477, dengan harga r = 0,906.
HUBUNGAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA TERAPI EMPIRIS DENGAN KEPEKAAN BAKTERI DI ICU RSUP FATMAWATI JAKARTA Fauziyah, Siti; Radji, Maksum; A., Nurgani
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was motivated by the high use of antibiotics in empirical therapy in intensive care unit (ICU), without having to wait for the results of bacterial sensitivity. This study use cross-sectional study design, retrospective data collection of medical records and data were analyzed with logistic regression. Results showed a significant correlation between the intensity of the use of antibiotics in empirical therapy with a sensitivity of bacteria with P = 0.000 (P less than α = 0.05), with the results of antibiotic ceftriaxone is the greatest give the relationship of bacterial resistance. From this results it is suggested that the rotation of antibiotics (antibiotic cycling) should be done based on usage and antibiotic sensitivity patterns of bacteria.  ABSTRAK Penelitian tentang penggunaan antibiotika pada terapi empiris dengan kepekaan bakteri di ruang ICU RSUP Fatmawati Jakarta, dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan antibiotika dalam terapi empiris di ruang perawatan intensive care unit (ICU), tanpa harus menunggu hasil kepekaan bakteri. Penelitian ini menggunakan rancangan studi potong lintang (cross sectional), pengambilan data secara retrospektif terhadap rekam medik dan data dianalisis dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan antibiotika pada terapi empiris dengan kepekaan bakteri dengan nilai P=0,000 (P lebih kecil dari α=0,05), dengan hasil seftriakson merupakan antibiotika yang paling besar memberikan hubungan terhadap resistensi bakteri. Dari hasil penelitian ini dosarankan agar dilakukan perputaran penggunaan antibiotika (antibiotic cycling) berdasarkan pola penggunaan antibiotika dan pola kepekaan bakteri.
PERBANDINGAN RESPON IMUNOLOGI EMPAT KOMBINASI ANTIRETROVIRAL BERDASARKAN KENAIKAN JUMLAH CD4 Mariam, Siti; Radji, Maksum; Budi, Erwanto
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to determine the differencies in immunological response of the four first-line antiretroviral combination, that is lamivudin-Zidovudin-Nevirapin, lamivudin-Zidovudin-Evapirenz, lamivudin-Stavudin-Nevirapin and lamivudin Stavudin-Evapirenz, which were based on increase in CD4 of patients and the factors influencing it in patients HIV / AIDS in Dr. H. Mahdi Marzoeki Bogor. The study was conducted retrospectively using data from Medical Record (MR) patients from March 2006 until March 2010 on patients who had CD4 examination every 3-4 months for using antiretroviral. Provided for descriptive analysis and statistical analysis were 335 patients and 73 patients resfectively . The results showed that the increase in the average patient's CD4 count were different for their four combinations of antiretroviral drugs, but on the basis of statistical tests using ANOVA showed that differences in CD4 cell increase were not significant. Factors patient's age, number of opportunistic infections, CD4 early and drugs used to treat opportunistic infections did not affect the increase in CD4 of patients.   ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan respon imunologi dari empat kombinasi antiretroviral lini pertama yaitu Lamivudin-Zidovudin-Nevirapin, Lamivudin-Zidovudin-Evapirenz, Lamivudin-Stavudin-Nevirapin dan Lamivudin-Stavudin-Evapirenz berdasarkan peningkatan  CD4 pasien dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada pasien HIV/ AIDS di Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.  Penelitian dilakukan secara retrospektif menggunakan data dari Catatan Medik (MR) pasien dari bulan Maret 2006 sampai Maret 2010 pada pasien yang mempunyai hasil pemeriksaan CD4 setiap 3-4 bulan selama menggunakan antiretroviral. Diperoleh 335 pasien untuk analisis deskriptif dan 73 pasien untuk analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan CD4 rata-rata pasien berbeda dari keempat kombinasi ARV, tetapi berdasarkan uji statistik menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan kenaikan CD4 tidak bermakna. Faktor-faktor umur pasien, jumlah infeksi oportunistik, CD4 awal dan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi oportunistik tidak mempengaruhi kenaikan CD4 pasien.
EFEK ANTIDIABETES HERBA CIPLUKAN (Physalis angulata LINN.) PADA MENCIT DIABETES DENGAN INDUKSI ALOKSAN Sutjiatmo, Afifah B.; Sukandar, Elin Yulinah; Ratnawati, Yulia; Kusmaningati, Suswini; Wulandari, Asri; Narvikasari, Suci
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 4 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antidiabetic effects of water extract of ciplukan (Physalis angulata L.) herbs has been done with the test method of alloxan diabetes induction. Water extract was fractionated using n-hexane, ethyl acetate and water.The results showed that ciplukan water extract dose of 10 mg/kgbw and the water fraction dose of  4.84 mg/kgbw have similar effect with glibenclamide dose of  0.65 mg/kgbw. The phytochemical screening showed that ciplukan water extract contains alkaloids, flavonoids, saponins, polyphenols, steroids and triterpenoids, monoterpenoids and sesquiterpenoids. ABSTRAK Telah dilakukan uji efek antidiabetes ekstrak air herba Ciplukan (Physalis angulata L.) dengan metode uji diabetes induksi  aloksan. Selanjutnya ekstrak air difraksinasi dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Hasil uji membuktikan bahwa ekstrak air herba ciplukan dosis 10 mg/kgbb dan fraksi air 4,84 mg/kgbb mempunyai efek antidiabetes yang sama dengan pembanding glibenklamid dosis 0,65mg/kgbb. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak air herba ciplukan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, steroid dan triterpenoid, monoterpenoid dan seskuiterpenoid.
AKTIFITAS REPELLENT NYAMUK LOTION KOMBINASI EKSTRAK BATANG Vitex trifolia L. DAN N,N-DIETIL-META-TOLUAMIDA Mustanir, .; Harifsyah, Ikhsan
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 5, No 4 (2011)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study on repellency of Vitex trivolia stem bark combined with DEET in the lotion formula to mosquitoes have been done. Extract of V. trifolia was combined with DEET to produce the lotion. The combined lotion is brown, no odor, with pH of 6,7. This lotions are not irritated, gaves emulsion type of o/w (oil in water) and homogenous, stable during 3 months observation. The effective repellency to Aedes aegypti mosquitoes of combined lotions are 78.8, 83.9 and 84.3% for 5% methanol with 1, 3 and 5% b/v of DEET, respectively. The time protection of the combined lotions are 9.2, 116.3 and 169.0 minutes. ABSTRAK Telah dilakukan penelitian uji aktifitas repellent nyamuk dari lotion kombinasi ekstrak metanol batang Vitex trifolia L. dan DEET. Hasil ekstrak batang V. trifolia dikombinasikan dengan DEET dibuat dalam bentuk lotion. Lotion kombinasi ini berwarna coklat, tidak berbau, pH rata-rata 6,7. Lotion ini tidak merusak kulit, mempunyai tipe emulsi m/a (minyak dalam air) dan merupakan sediaan yang homogen, sangat stabil selama 3 bulan masa pengamatan. Hasil uji daya tolak efektif lotion terhadap nyamuk Aedes aegypti, masing-masing 78,8 ; 83,9; dan 84,3% untuk lotion kombinasi 5% ekstrak metanol dengan 1% DEET, 5% ekstrak metanol dengan 3% DEET dan 5% ekstrak dengan 5% DEET. Sementara lama proteksi rata-rata dari lotion kombinasi tersebut secara berurutan adalah 9,2; 116,3; dan 169,0 menit.

Page 5 of 45 | Total Record : 443