cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Inovasi
ISSN : 14115549     EISSN : 25276220     DOI : -
The Journal contains the original article of the research related to the problem areas of Agricultural Production, Animal Production, Agribusiness Management, and Agricultural Technology.
Arjuna Subject : -
Articles 410 Documents
Analisis Prediksi Sebaran Nilaparvata Lugens (Hama Wereng) Tanaman Padi menggunakan Teknologi Autonomous Drone Mapping dengan Ground Sampling Area Ahmad Rofi’i; Dafid Ari Prasetyo; Maria Azizah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 1 (2021): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i1.2633

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu petani memprediksi penyebaran hama wereng padi dengan memanfaatkan teknologi Autonomous Drone Mapping dengan Ground Sampling Area. Objek yang diteliti adalah lahan pertanian padi dengan luas 64,5 m2 yang sering mengalami gangguan produktivitas dan kualitas beras. Teknologi Pemetaan Drone Otonom dengan integrasi Ground Sampling Area. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi penyebaran wereng di lahan pertanian melalui pemetaan lahan yang terkena dampak melalui peta kondisi hasil pemotretan dan citra yang dihasilkan oleh drone yang diterbangkan di atas lahan pertanian. Teknologi ini dapat membantu petani padi untuk memprediksi serangan hama sejak dini dengan penanganan dan tindakan pencegahan agar tingkat produktivitas dan kualitas beras tidak terganggu. Analisis prediksi dapat memanfaatkan foto pencitraan jarak jauh dari penggunaan Autonomous Drone Mapping dengan Ground Sampling Area dengan menganalisis data prediksi penyebaran dengan Tren Forecasting Prediction. Berdasarkan analisis prediksi dari foto penyebaran hama wereng, rumus penyebarannya adalah y = 25,396 ln(x) -34.948 dengan penyebaran wereng maksimal terjadi pada hari ke-49 sehingga diperlukan penanganan yang serius oleh petani.
Penentuan Tenaga Kerja Optimal pada Packaging Kopi dengan Menggunakan Analisis Beban Kerja Metode Work Sampling Deltaningtyas Tri Cahyaningrum; Nurhadi Siswanto; Hendy Firmanto
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 1 (2021): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i1.2634

Abstract

Efektivitas, efisiensi, dan produktivitas perusahaan sangat ditentukan oleh beban kerja. Dengan mengetahui beban kerja, perusahaan dapat mengetahui jumlah pekerja yang optimal yang dibutuhkan untuk memenuhi target. Hal ini juga penting bagi Puslitbang Kopi dan Kakao Indonesia khususnya dalam pengolahan kopi di bagian pengemasan. Oleh karena itu akan dilakukan analisis beban kerja dengan menggunakan Metode Work Sampling. Dari hasil metode work sampling dapat diketahui produktivitas pekerja sebesar 0,90697, serta rating factor sebesar 0,09 dan tunjangan sebesar 22. Dengan hasil tersebut dapat dihitung waktu standar yang dibutuhkan oleh pekerja dalam pengemasan kopi. adalah 10,98 menit dan jumlah pekerja optimal yang dibutuhkan 2,06 orang.
Pengaruh Dosis Nitrogen terhadap Pembentukan Tunas dan Pertumbuhan Padi Ratun (Oryza sativa L.) Tirto Wahyu Widodo; FNU Damanhuri
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 1 (2021): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i1.2635

Abstract

Ketahanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah dalam memberantas kelaparan. Pemerintah terus melakukan inovasi, agar kebutuhan pangan di Indonesia tercukupi. Salah satunya dengan meningkatkan indeks panen padi hingga 5 kali lipat melalui sistem ratoon. Saat ini produktivitas ratun hanya 40-50% lebih rendah dari tanaman induknya. Pemanfaatan teknologi pada sistem ratun diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ratun dengan meningkatkan jumlah anakan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ratun. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diuji adalah dosis nitrogen (50 kg ZA/ha, 100 kg ZA/ha, 150 kg ZA/ha, 200 kg ZA/ha, dan 250 kg ZA/ha) diulang sebanyak 4 kali. Tanaman padi induk yang digunakan dalam sistem ratun adalah varietas Inpari-32. Pengambilan data meliputi jumlah anakan, panjang malai, jumlah gabah per malai, jumlah gabah bernas, jumlah gabah kosong, dan kandungan klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nitrogen 100, 150, 200, dan 250 kg ZA.ha-1 berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan dibandingkan dengan 50 kg ZA.ha-1, tetapi tidak signifikan untuk variabel lain yang diamati. Dosis nitrogen optimum untuk mencapai jumlah anakan maksimum adalah 216,75 ZA.ha-1. Peningkatan kadar nitrogen yang dibuang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan komponen hasil padi ratun, walaupun tidak berbeda nyata.
Optimasi Konsentrasi Kinetin dan Benzyl Amino Purine Pada Kultur Tunas Vanili (Vanilla planifolia) Dyah Nuning Erawati; Yusriatul Mawaddah; Siti Humaida; Irma Wardati
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 1 (2021): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i1.2636

Abstract

Vanili berpotensi untuk dikembangkan melalui teknik kultur jaringan untuk mengantisipasi keterbatasan tanaman induk sebagai sumber bahan tanam. Kemampuan perbanyakan tunas vanili secara in vitro perlu dikendalikan dengan pengaturan Kinetin dan Benzil Amino Purin. Kepentingan penelitian ini adalah 1) analisis respon eksplan vanili pada beberapa konsentrasi Kinetin; 2) analisis respon eksplan vanili pada beberapa konsentrasi BAP dan 3) analisis interaksi Kinetin dan BAP terhadap respon eksplan vanili terhadap perbanyakan tunas. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember pada bulan Juni sampai Desember 2020 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor 1 adalah konsentrasi Kinetin 0,0, 1,0, 2,0 mg.L-1 dan faktor kedua adalah konsentrasi BAP 0,5, 1,5, 2,5 mg.L-1. Hasil penelitian membuktikan bahwa perbanyakan tunas paling cepat terjadi pada media MS + Kinetin 2 mg.L-1 dengan rerata 8,7 hari setelah inokulasi. Rerata jumlah pucuk 7,6 pucuk/eksplan dengan berat basah rata-rata tertinggi 0,9 gram/eksplan pada penambahan BAP 1,5 mg. L-1 pada pengukuran 70 hari setelah inokulasi.
Analisis Rantai Pasokan (Supply Chain) Kopi Arabika Pada Agroindustri Formal Kopi Bubuk di Kabupaten Bondowoso Astri Maesyaroh Ningtyas; Idi Mulyono
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 1 (2021): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i1.2637

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi manajemen rantai pasok kopi Arabika Bondowoso yang meliputi struktur, mekanisme, dan kelembagaan rantai pasok dan mengetahui prioritas rekomendasi pengembangan dalam rangka meningkatan kinerja manajemen rantai pasok kopi arabika Bondowoso. Penelitian dilaksanakan di tingkat Agroindustri, Kabupaten Bondowoso, sampai jalur distribusi hingga Bondowoso - Jember penelitian untuk mengetahui jalur ditribusi kopi arabika i. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan
Pengaruh Curah Hujan dan Pemupukan terhadap Produksi Tebu (Saccharum officinarum L.) di Pabrik Gula Asembagus Kabupaten Situbondo Dian Hartatie; Ramadhan Taufika; Prihat Brillianti Achmad
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i2.2592

Abstract

Produksi tebu dipengaruhi oleh berbagai faktor beberapa faktor yang mempengaruhi adalah iklim dan pemupukan. Iklim terutama curah hujan dapat mempengaruhi produksi tebu dan rendemen tebu. Pemupukan merupakan kegiatan menambahkan unsur hara dan nutrisi ke dalam tanah, namun pemupukan yang berlebih tanpa melalui analisis tanah dan analisis daun akan berdampak negatif pada tanaman tebu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan curah hujan dan pemupukan serta pengaruh keduanya terhadap produksi tebu di Pabrik Gula Asembagus Kabupaten Situbondo. Penelitian ini dilaksanakan di Pabrik Gula Asembagus  Kabupaten Situbondo pada bulan Agustus 2019 sampai dengan Desember 2019. Analisis statistika yang digunakan yaitu analisis korelasi dan regresi linier berganda. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa curah hujan terhadap produksi tebu memiliki korelasi positif dengan tingkat hubungan yang kuat dan pemupukan terhadap produksi tebu memiliki korelasi positif dengan tingkat hubungan yang rendah. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan curah hujan dan pemupukan secara signifikan berpengaruh terhadap produksi tebu di Pabrik Gula Asembagus Kabupaten Situbondo.
Analisa Kandungan bahan organik Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, Curahdami, Binakal dan Pakem untuk Penilaian Tingkat Kesuburan Tanah Sawah Kabupaten Bondowoso (2) Triono Bambang Irawan; Liliek Dwi Soelaksini; Anni Nusraisyah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i2.2594

Abstract

Salah satu indikator kualitas tanah adalah  kandungan bahan organik tanah, selain indikator yang lain seperti sifat fisik, kimia dan biologi tanah.  Diambilnya bahan organik sebagai salah satu indikator yang perlu diperhatikan karena sifatnya yang sangat labil dan kandungannya berubah sangat cepat tergantung manajemen pengelolaan tanah.  Walaupun kandungan bahan organik tanah sangat sedikit yaitu 1 – 5% dari berat total tanah mineral, namun pengaruhnya terhadap sifat fisik, kimia dan biologi tanah sangat besar. Manfaat bahan organik sudah teruji kehandalannya dalam memperbaiki kualitas tanah. Tujuan penelitian ini adalah : (i) menetapkan letak pengambilan contoh tanah sawah untuk analisa kandungan bahan organik tanah sawah; (2) melakukan analisa kandungan bahan organik tanah dari sampel tanah sawah; (3) menginterpretasi hasil analisa kandungan bahan organik tanah tersebut sebagai bahan pertimbangan penambahan bahan organik di tanah sawah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di lima kecamatan Kabupaten Bondowoso selama enam bulan mulai bulan Juni 2020 sampai dengan Desember 2020. Jumlah sampel atau contoh yang akan dikerjakan pada kegiatan ini adalah sebanyak 75 buah yang tersebar di 5 kecamatan masing-masing tiga desa dan pada setiap desa diambil sebanyak 5 buah sampel tanah. Setiap lokasi pengambilan sampel tanah akan ditentukan posisi geografisnya dengan alat GPS (Global Position System). Hasil penelitian menunjukkan rekomendasi penambahan bahan organik tanah sawah sebagai berikut : (i) Tingkat kesuburan tanah sawah kecamatan Tenggarang, Bondowoso, Pakem dari rendah sampai sedang dengan kebutuhan penambahan bahan organik sebanyak 20 – 50 ton / ha; (ii) Tingkat kesuburan tanah sawah kecamatan Curahdami dan Binakal sedang dengan kebutuhan penambahan bahan organik sebanyak 16 – 40 ton / ha.
Pengaruh Iklim Terhadap Produksi Tembakau di Kabupaten Jember Irma Harlianingtyas; Cherry Triwidiarto; Satria Indra Kusuma; Maria ‘Azizah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i2.2615

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan salah satu penghasil devisa yang cukup tinggi dalam negara karena bea cukainya. Disamping itu, tembakau memberikan kontribusi yang cukup besar dalam  sumber pendapatan petani dan penyediaan lapangan pekerja. Tanaman tembakau sangat rentan di pengaruhi oleh klimatologi dan geografi wilayah. Budidaya tembakau maupun industrinya merupakan komoditi yang sangat berpengaruh dalam perekonomian tidak hanya bagi Jawa Timur namun juga mencakup kegiatan perekonomian secara global.  Tembakau mempunyai beberapa varietas meliputi tembakau Voor-Ogst yang di gunakan untuk bahan membuat rokok putih maupun rokok kretek dan tembakau Na-Oogst yaitu jenis tembakau yang di pakai untuk bahan dasar membuat cerutu maupun cigarillo, disamping tembakau hisap atau kunyah (chewing tobaco). Tembakau jenis Voor-Oogst merupakan tembakau dengan periode tanam pada akhir musim penghujan dan periode petikan pada musim kemarau. Sementara tembakau Na-Oogst adalah tembakau dengan periodesasi tanam pada akhir musim kemarau dan periode petik pada awal musim penghujan. Produktivitas tanaman tembakau kasturi dan tembakau Besuki Na-Oogst di Kabupaten Jember mengalami penurunan yang sebabkan oleh cuaca yang tidak menentu, tingginya curah hujan, abu vulkanik Gunung Raung dan minimnya penyediaan sarana produksi. Tanaman tembakau termasuk tanaman yang sensitif terhadap faktor lingkungan diantaranya yaitu faktor iklim, seperti curah hujan, kelembapan, dan temperatur. Kondisi iklim pada curah hujan, baik jumlah dan penyebarannya yang sangat beragam sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan, produksi dan mutu tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik, menganalisis hingga menetukan pemodelan pengaruh faktor iklim terhadap produktivitas tembakau di Kabupaten Jember. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari database Badan Pusata Statistik Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan faktor iklim, seperti curah hujan, jumlah hari hujan, suhu udara, kelembapan menjadi variabel independent dan produktsi tembakau Kabupaten Jember menjadi variabel dependen. Model matematis yang terbentuk dari analisis regresi diperoleh hasil sebagai berikut : Y = 2456782,324 + 0,890 X1 + 0,120 X2 -16.272,407 X3 - 49617,901 X4 + 32,779 X5 dengan besar koefisien determinasi 96,7%. Secara parsial faktor yang berpengaruh terhadap produksi tembakau adalah curah hujan, kelembapan, dan luas lahan. Keywords— Tembakau; produktivitas; regresi; Jember
Identifikasi Genetik Hasil Grafting Tanaman Durian (Durio zibethinus Murr.) Lokal Menggunakan 8 Primer Hanif Fatur Rohman; Maria Azizah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i2.2622

Abstract

Grafting merupakan teknik perbanyakan vegetatif yang digunakan untuk mempertahankan karakter unggul durian dari batang atas dan batang bawah. Identifikasi genetik merupakan faktor utama untuk mengetahui apakah tanaman hasil perbanyakan okulasi mempunyai karakter utama dari tanaman induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang keragaman genetik semai durian dari metode okulasi dan mendapatkan informasi primer terbaik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi genetika durian. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Delapan primer yang digunakan adalah OPAI-15, OPB-08, OPAB-14, OPF-13, OPB-10, OPC-05, OPH-15, OPC-08 untuk mengidentifikasi 6 sampel (2 induk untuk batang atas dan batang bawah) dan 4 sampel. sampel dari okulasi bibit. Hasil penelitian menunjukkan dari 6 sampel dan 8 primer yang digunakan untuk identifikasi, sebagian besar sampel hasil perbanyakan cangkok menunjukkan karakteristik batang bawah daripada karakteristik batang bawah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 8 primer dari penelitian ini dapat digunakan untuk identifikasi DNA tanaman durian.
Strategi Peningkatan Kualitas Produk Rokok Kretek “Gagak Hitam” Dengan Menggunakan Metode SWOT dan AHP di Perusahaan Rokok Gagak Hitam Kabupaten Bondowoso Paramita Andini; Bagus Putu Y. Kurnia; Ujang Suryadi; Huda Ahmad Hudori; Fredy Eka A. Pratama
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i2.2639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang tepat dalam meningkatkan kualitas produk rokok kretek Gagak Hitam dan menentukan strategi prioritas yang dapat diterapkan dalam meningkatkan kualitas produk rokok kretek Gagak Hitam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Analisis yang digunakan adalah Strength, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT), dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen rokok kretek Gagak Hitam, manajer produksi, manajer personalia dan umum, manajer pengadaan dan perencanaan bahan baku, Disperindag, dan pakar akademik dari Politeknik Negeri Jember. Hasil analisis SWOT didapatkan 7 alternatif strategi yaitu konsistensi racikan, pengembangan pasar, peningkatan SOP, teknologi yang dapat mendukung produktivitas, penambahan kegiatan promosi, pelatihan SDM, dan penambahan bagian Research and Development (RnD). Hasil analisis AHP menghasilkan prioritas strategis yang direkomendasikan untuk perusahaan, yaitu konsistensi racikan.