cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
j-dinamika@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip Po. Box 164, Kec. Sumbersari, Kab. Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25031031     EISSN : 25031112     DOI : 10.25047/j-dinamika
Core Subject : Education,
Jurnal J-DINAMIKA ini berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu, diantaranya pertanian, manajemen, teknologi informasi, sosial humaniora, kesehatan, dan semua bidang ilmu lainnya. Bentuk kegiatan pengabdian yang dipublikasikan dapat berupa penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan dan implementasi sistem, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2018): Desember" : 19 Documents clear
PKM KELOMPOK IBU MENYUSUI DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN OLAH PANGAN SEBAGAI PENUNJANG KUALITAS ASI Diyan Indriyani; Awatiful Azza
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i2.1044

Abstract

Mitra merupakan kelompok ibu menyusui yang tinggal di wilayah Dusun Purwojati dan Dusun Dukuh, Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Tujuan utama dari pelaksanaan program PKM yang berjudul “PKM Kelompok Ibu Menyusui Dalam Peningkatan Keterampilan Olah Pangan Sebagai Penunjang Kualitas ASI” ini adalah untuk mengatasi permasalahan Mitra berupa: 1) belum optimalnya pemahaman Mitra  tentang manajemen laktasi., 2) belum optimalnya  pemahaman Mitra tentang pentingnya kualitas nutrisi masa laktasi, 3) kurangnya  keterampilan  olah pangan Mitra dalam meningkatkan kualitas ASI, 4) kurangnya  pengetahuan Mitra menjadi edukator sebaya, dan 5) kurangnya pemahaman Mitra untuk menjadi pendamping dalam edukator sebaya. Solusi untuk permasalahan yang dihadapi Mitra tersebut, perlu dilakukan tindakan berupa: 1) melakukan penyuluhan tentang manajemen laktasi, 2) melakukan penyuluhan tentang pentingnya nutrisi masa laktasi, 3) pelatihan keterampilan olah pangan dalam menunjang kualitas ASI, 4) pelatihan Mitra menjad edukator sebaya dan 5) pelatihan Mitra menjadi pendamping dalam edukator sebaya.  Selanjutnya target kegiatan ini adalah kelompok ibu menyusui memiliki persepsi yang tepat dan kemampuan olah pangan dalam menunjang kualitas ASI. Jangka waktu pelaksanaan kegiatan PKM ini selama 8 bulan. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan mitra program PKM Kelompok  ibu menyusui dalam peningkatan keterampilan olah pangan sebagai penunjang kualitas ASI dengan  tahapan yaitu: 1) melakukan koordinasi dalam mengumpulkan ibu menyusui, 2) melakukan koordinasi dengan kader kesehatan., 3) melakukan sosialisasi pengetahuan dan pemahaman yang mendalam pada kelompok ibu menyusui tentang manajemen laktasi., 4) melakukan Sosialisasi pengetahuan dan pemahaman pada kelompok ibu menyusui tentang pentingnya kualitas nutrisi masa laktasi, 5) melakukan Pelatihan keterampilan  olah pangan dalam meningkatkan kualitas ASI, 6) melakukan Sosialisasi pengetahuan dan pemahaman menjadi edukator sebaya dan 7) melakukan Sosialisasi pengetahuan dan pemahaman menjadi pendamping dalam edukator sebaya.
PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN KETRAMPILAN PEMERIKSAAN GULA DARAH, ASAM URAT DAN KOLESTEROL DI DESA TOYAREKA KECAMATAN KEMANGKON FETI KUMALA DEWI
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i2.1018

Abstract

Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular menjadi ancaman yang serius dalam pembangunan, karena mengancam pertumbuhan ekonomi nasional. Proporsi angka kematian akibat  PTM, untuk Diabetes Melitus terjadi peningkatan pada tahun 2007 dari 1,1% menjadi 2,1% pada tahun 2013. Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran pada umur ≥18 tahun sebesar 25,8%. Prevalensi penyakit sendi berdasar diagnosis nakes di Indonesia 11,9% dan berdasar diagnosis atau gejala 24,7%. Faktor risiko terjadinya PTM adalah obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Upaya pencegahan penyakit tidak menular lebih ditujukan kepada faktor risiko yang telah diidentifikasi.  Target luaran yang akan dihasilkan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatanya informasi dan edukasi tentang penyakit Hipertensi, Diabetes Militus dan Asam Urat di Bina Keluarga Lansia dan Bina Keluarga Remaja, kader di Bina Keluarga Lansia dan Bina Keluarga Remaja dapat melakukan pengukuran IMT, tekanan darah, pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol. Serta tersedianya buku saku tentang deteksi dini penyakit Hipertensi, Diabetes Militus dan Asam Urat.Pengabdian masyarakat dilaksanakan Di Bina Keluarga Lansia sebanyak 30 kader dan Bina Keluarga Remaja sebanyak 30 kader. Pelaksanaan pada tanggal 25-28 Juni 2018. Setelah dilakukan pendampingan dan pelatihan pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol di Bina Keluarga Lansia ada perubahan signifikan, ini terbukti dengan perubahan ketrampilan baik meningkat sebelum pendampingan dan pelatihan ketrampilan baik sebanyak 2 ibu (10%) menjadi ketrampilan baik sebanyak 11 ibu (55%). Di Bina Keluarga Remaja ada perubahan signifikan sebelum pendampingan dan pelatihan ketrampilan baik sebanyak 3 ibu (15%), menjadi ketrampilan baik sebanyak 13 ibu (65%). Keywords - pendampingan dan pelatihan, ketrampilan pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol.
GERAKAN SAPU BERSIH ANEMIA MELALUI FOOD LITERACY: STUDI PADA PONDOK PESANTREN Taufik Kurrohman; Farida Wahyu Ningtyias; Tri Candra Setiawati
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i2.1035

Abstract

Pondok Pesantren (PP) mengelola sumberdaya yang terbatas, namun harus dioptimalkan terutama dalam hal makanan yang disajikan pada santri. Asupan makanan pada santri yang tinggal di PP akan berpengaruh pada status gizinya. Risiko akan menjadi lebih besar pada santriwati karena terkait fungsi biologisnya, mengalami menstruasi tiap bulan sehingga risiko anemia menjadi lebih besar pada santriwati jika asupan makanan kurang seimbang. Kurang seimbangnya asupan makanan di PP disebabkan rendahnya food literacy para santri dan pengelola PP. Food literacy adalah pengetahuan tentang sumber dan fungsi makanan. Gerakan sapu bersih anemia dilakukan melalui pendidikan gizi dan pelatihan perancangan menu untuk pencegahan anemia yang bisa diterapkan di PP.  Kegiatan ini dilaksanakan di PP NI dan PPRRSA Kabupaten Jember.  Kegiatan ini berlangsung efektif. Hal ini terbukti dari peningkatan pengetahuan santriwati tentang anemia dan pencegahannya melalui pengaturan asupan makanan serta kemampuan menyusun menu yang sehat dan ekonomis dari para pengelolaPPyang semakin baik.
Iptek Bagi Masyarakat Perbaikan Teknologi Pengolahan Jagung Bagi Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Kutasari, Purbalingga Nur Aini; Budi Sustriawan; Masrukhi Masrukhi
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i2.1041

Abstract

KWT Enggal Sukses dan KWT Mekar Sari  merupakan kelompok afinitas yang bergerak dalam mengolah potensi lokal, terutama jagung. Tujuan  kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah  memperbaiki teknik pengeringan, meningkatkan produktivitas kelompok dengan cara mengenalkan dan mempraktekkan produk olahan dari tepung jagung, serta memperbaiki teknik pengemasan,  pelabelan  dan penyimpanan produk  olahan  jagung.  Metode  yang digunakan  berupa penyuluhan, praktek dan pendampingan dengan materi meliputi  cara memproduksi pangan yang baik,  pengolahan tepung jagung menjadi  mi jagung, cara pengemasan dan pelabelan produk olahan makanan yang benar dan memenuhi standar mutu serta teknik pengeringan pada bahan pangan.  Kegiatan Iptek bagi Masyarakat ini telah  meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pengeringan dengan cara memperbaiki teknik pengeringan pada  pembuatan beras jagung instan dan tepung jagung di kelompok mitra yaitu dengan adanya pengering buatan. Kelompok juga telah mengenal olahan baru dari tepung jagung, yaitu berupa mi jagung.  Kemasan beras jagung instan dan tepung jagung lebih menarik dan penyimpanan produk telah  diperbaiki.
ANALISIS PERAN UU NO 6 TAHUN 2014 DI DALAM MEWUJUDKAN ADMINISTRASI DESA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN David Firna Setiawan; Toebagus Galang Windi Pratama; Aryan Eka Prastya Nugraha; Ibnu Fatkhu Royana
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i2.896

Abstract

ABSTRAKPasal 86 UU Desa Menyebutkan bahwa Hak dan kewajiban Desa yaitu, (1) desa berhakmendapatkan akses informasi melalui sistem informasi Desa yang dikembangkan oleh PemerintahDaerah Kabupaten/Kota serta (2) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib mengembangkansistem informasi Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan yang menunjukkan bahwa desawajib menguasai komputer namun hal ini menimbulkan kekhawatiran akan ketidakefektifan darisumber daya manusia dari perangkat desa yang belum melek komputer sehingga perlu dicarisolusinya melalui penelitian yang bersifat yuridis normatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun maksud dan tujuan dari pasal 86 ini baikyakni penngkatan sistem informasi desa, namun dalam prakteknya masih banyak pendudukindonesia yang belum melek komputer ditambah dengan tingkat minat baca yang rendah sehinggabila hal ini teus berlanjut akan menjadi tidak efektif untuk itu solusi yang bisa diberikan ialah (1)regenerasi perangkat desa dan (2) pengembangan sumber daya manusia.Kata Kunci :UU No.6 Tahun 2014, Adminsitrasi Desa, Efektif dan Efisien.
VISIT WONOSALAM : PENGUATAN POTENSI WISATA DESA MELALUI STRATEGI MARKETING BERBASIS SYARIAH Rachma Indrarini; Ahmad Ajib Ridlwan; Tony Seno Aji; Clarashinta Canggih
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i2.1021

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini berbasis pada kebutuhan dan keinginan warga desa sumberejo dan pangklungan wonosalam Jombang untuk mengembangkan potensi wisata di daerah mereka. Desa sumberejo dan Desa Pangklungan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Wonosalam Jombang dengan potensi wisata yang melimpah. Salah satu wisata di kawasan tersebut adalah goa sriti di desa sumberejo dan eco park di desa panglungan. Kawasan wisata tersebut, merupakan wisata yang baru yang pengelolaannya masih sederhana termasuk didalamnya adalah strategi pemasarannya. Sehingga PKM ini lebih difungsikan untuk menggajarkan kepada masyarakat terkait strategi pemasaran. Jombang merupakan kota santri, sebagian besar penduduknya adalah umat muslim sehingga potensi halal tourism atau wisata syariah memiliki peluang yang besar. Pada PKM ini strategi pemasaran yang akan di gunakan merupakan pemasaran berbasis syariah. Solusi yang ditawarkan adalah pendampingan pembuatan sistem informasi pemasaran untuk desa wisata tersebut. Program ini akan memberikan mempermudah desa dalam memasarkan pariwisatanya. Penerapan pemasaran yang dgunakan adalah pemasaran brbasis media sosial, strategi branding dan pemasaran syariah diharapkan dapat mengembangkan wisata di Wonosalam Jombang.Kata Kunci : Pemasaran Syariah, Wonosalam
PELATIHAN DAN PENYULUHAN USAHA OTAK-OTAK IKAN DI PERUMAHAN DINAS PT KAI KOTA SURABAYA Titus Kristanto
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i2.1037

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam hal berwirausaha otak-otak ikan, mengurangi jumlah pengangguran dan menambah etos kerja dalam melaksanakan aktivitas. Metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan, penyuluhan, pendampingan, dan praktik langsung pembuatan otak-otak ikan. Lokasi kegiatan berada di perumahan dinas PT KAI Kota Surabaya. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan dan memasarkan produk otak-otak ikan. Kata Kunci — pelatihan, penyuluhan, pendampingan, otak-otak ikan
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PETERNAK SAPI PERAH MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI INKUBATOR FERMENTASI SUSU PENGHASIL YOGURT DI KECAMATAN LICIN KABUPATEN BANYUWANGI Endi Sailul Haq; Farisqi Panduardi; Asmaul Khusna
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i2.1054

Abstract

Mayoritas pencaharian penduduk di Desa Tamansari Kecamatan Licin, Kabupaten banyuwangi berprofesi sebagai perternak sapi perah. Dari hasil survey dan wawancara yang dilakukan pada pengelola kelompok ternak ini didapatkan data hasil perah susu per hari sebanyak 5.227 liter. Dengan jumlah perahan pada pagi hari sebanyak 3.113 liter dan sore hari sebanyak 2.054 liter. Dengan potensi rata – rata per peternak sebesar 90 liter/hari. hasil susu sapi perah yang diproduksi,  dipasarkan ke PT. Nestle dan sisanya dikonsumsi masyarakat sekitar, dan penjualan susu sapi perah hanya terbatas di koperasi desa sehingga distribusi penjualan dan pemasaran hanya tersentral di daerah tersebut dan menyebabkan distribusi penjualan belum bisa merata ke daerah lain. Di samping itu Seluruh peternak hanya menjual susu sapi dalam keadaan segar. Dan ini menjadi keluhan bagi para produsen (peternak) dimana tingginya persaingan pemasaran susu sapi segar menyebabkan sulitnya pemasaran produk tersebut ditambah lagi produk tersebut mudah rusak (tidak tahan lama). Sulitnya pemasaran susu sapi segar karena tidak semua konsumen penyuka susu menyukai susu dalam keadaan segar karena rasa yang masih plain dan juga aroma yang lebih khas. Untuk itu kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan membuat inkubator fermentasi susu untuk menghasilkan yogurt dan memberikan workshop terkait cara kerja, dan perawatan inkubator tersebut serta pengemasan dan pemasaran dari hasil produksi yogurt yang lebih luas dan lebih bernilai ekonomis tinggi. Kontribusi yang paling mendasar jika teknologi ini diterapkan adalah Inkubator fermentasi susu ini dapat menghasilkan yogurt yang berkualitas. Yogurt yang memiliki rasa, tekstur, aroma dan warna yang konsisten melalui proses pembuatan yang lebih efektif, efisien dan kapasitas produksi yang lebih tinggi karena prosesnya menggunakan inkubator yang telah dilengkapi dengan sistem kontrol dan monitoring yang terintegrasi. Serta memberikan keterampilan terhadap mitra dalam memproduksi dan memasarkan yogurt secara mandiri dan berkesinambungan dengan target pemasaran yang lebih luas.
PPDM KELOMPOK UKM RENGGINANG DI DESA RASAU JAYA 1 Linda Suwarni; Eko Sarwono; Edy Suryadi; Selviana selviana
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v3i2.1029

Abstract

Kelompok UKM Mekar Sari merupakan kelompok yang berada di Desa Rasau Jaya 1 yang melakukan usaha produksi rengginang. Permasahan yang dihadapi UKM tersebut adalah masih kemasan produk yang masih sederhana, dan proses produksi rengginang yang masih konvensional, terutama pada proses pengeringan. Hal ini akan menjadi permasalahan serius jika musim hujan tiba, produk yang dihasilkan terancam busuk sehingga menyebabkan kerugian yang besar. Selain itu, hygiene sanitasi anggota kelompok masih belum memenuhi syarat kesehatan. Target kegiatan ini adalah anggota kelompok memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mengemas produk menjadi lebih menarik dan memenuhi syarat pemasaran, serta dapat menerapkan tenologi tepat guna berupa mesin pengering serba guna. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu introduksi teknologi mesin pengering serba guna, dan pembelajaran dengan materi yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi. Pembelajaran disampaikan dengan metode pendekatan sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan. Hasil kegiatan ini adalah pelaksanaan PPDM di kelompok UKM Mekar Sari (Rengginang) mendapat respon positif dari anggota kelompok. Hal ini terlihat dari antusiasme seluruh anggota kelompok mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir, selanjutnya secara mandiri menerapkan introduksi IPTEKS yang diberikan dalam pengolahan dan pengemasan produk yang dihasilkan (Rengginang) dan tersedianya mesin pengering serbaguna serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam meneapkan hygiene sanitasi makana. Kemasan produk yang dihasilkan sudah menarik, tersedia PIRT, dan bahan yang digunakan.

Page 2 of 2 | Total Record : 19