cover
Contact Name
Moh. Aziz Arifin
Contact Email
cendekiahijau@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cendekiahijau@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
ISSN : 24775096     EISSN : 25489372     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, the scientific journal of the Agrotechnology Study Program at the Faculty of Agriculture of the Islamic University of Kadiri, with a frequency of 2 times a year in February and September. This journal contains scientific papers, summaries of research results, discussion of literature and articles on community service information that have to do with the field of agricultural sciences
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
PENGARUH JARAK TANAM DAN PEMANGKASAN PUCUK (TOPPING) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Mustopa, Tarwa; Supriyono, Supriyono; Sunarlin, Mochamad Rizki
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.8585

Abstract

The increase in cucumber plant production is still not optimal due to inappropriate cultivation techniques..The main problem is competition between plants that can be managed through the arrangement of ideal planting distances, as well as the diversion of plant energy for fruit formation that can be optimized through pruning shoots (topping). This research was conducted in Wonorejo Trisulo Village, Kediri, using a factorial randomized block design (RAK) method with two main factors: planting distance with three levels (J1: 40 cm x 50 cm; J2: 40 cm x 60 cm; and J3: 40 cm x 70 cm), and pruning shoots with three levels (P1: after 5 true leaves; P2: after 8 true leaves; P3: after 11 true leaves). The variables observed were the time of the first flower appearance, the number and weight of fruit per plant, the length and diameter of the fruit. The results showed an interaction with the variable number of fruits per plant with the highest average (J3P1). In the J3 planting distance treatment, the results of the influence of fruit weight per plant with an average of 3.7 kg. fruit length at 36 hst, 38 hst, 40 hst, and 42 hst. Fruit diameter at 34 hst, 36 hst, 40 hst, 42 hst. And 44 hst. The treatment of pruning the resulting shoots affected the flowering age, namely the P2 treatment with an average value of 24,2 hst.
UJI PERTUMBUHAN MISELIA ISOLAT TERSELEKSI DAN 2 TETUA JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) PADA G4 MEDIA PDA DAN G5 MEDIA BAGLOG SECARA IN VITRO Fitri, Nurul Andini; Lestari, Ani; Fauziah, Tessa
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.5625

Abstract

Jamur merang merupakan salah satu jamur konsumsi yang banyak disukai oleh masyarakat karena rasanya yang enak, teksturnya yang halus serta memiliki kandungan gizi yang banyak. Karena permintaan pasar yang tinggi, jamur merang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. Namun, salah satu kendala dalam budidaya jamur merang adalah bibit jamur yang kualitasnya belum memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat dengan pertumbuhan miselia terbaik pada media PDA dan media baglog untuk dijadikan bibit sebar G5. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang yang berlokasi di Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang pada bulan Maret sampai Mei 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 6 faktor. isolat yaitu isolat jamur merang jenis putih dan jamur merang jenis semi, serta isolat jamur merang Faperta Unsika (hasil persilangan dari jamur merang jenis putih, dan jamur merang jenis semi) yang meliputi isolat FP001, FP003, FP005 FP010 dan diulang sebanyak 5 kali. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam taraf 1%, kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT ( Duncan Multiple Range Test ) pada taraf 1%. Parameter yang diamati meliputi diameter pertumbuhan miselia G4 media PDA, laju pertumbuhan miselia G4, panjang pertumbuhan miselia G5 media baglog dan laju pertumbuhan miselia G5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara pertumbuhan miselia isolat terseleksi dan 2 tetua jamur dari koleksi Faperta Unsika pada media PDA G4 dan media baglog G5. Isolat FP005 memberikan hasil terbaik pada diameter pertumbuhan miselia media PDA sebesar 7,382 cm dengan laju pertumbuhan terbaik pada hari ke-2 sampai ke-3 sebesar 3,890 cm/hari. Isolat FP003 memberikan hasil terbaik pada panjang pertumbuhan miselia media baglog sebesar 14,002 cm dengan laju pertumbuhan terbaik pada hari ke-8 sampai ke-9 sebesar 2,034 cm/hari. Dari hasil penelitian ini, diharapkan isolat jamur merang Faperta Unsika FP005 dan FP003 dapat dijadikan kandidat bibit sebar jamur merang unggul untuk mengembangkan budidaya jamur merang di Karawang. Kata Kunci : Isolat, Jamur Merang, Miselia, Media
RESPONS PERTUMBUHAN MISELIA JAMUR MERANG (Volvariella volvaceaee) AKIBAT PEMBERIAN BEBERAPA JENIS DAN KONSENTRASI EKSTRAK TANAMAN SECARA IN VITRO Setyaningtyas, Rizcha Fajar; Lestari, Ani; Adhi, Satriyo Restu
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.5615

Abstract

Jamur merang (Volvariella volvaceae) yang dikenal sebagai jamur jerami padi termasuk spesies jamur yang dapat dikonsumsi. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan jenis dan konsentrasi ekstrak tanaman yang tidak menghambat pertumbuhan miselia jamur merang secara in vitro dengan menggunakan ekstrak daun pepaya dan ekstrak serai wangi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang. Dilakukan selama bulan Desember 2023 sampai Februari 2024. Dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor tunggal 10 perlakuan yaitu, A (PDA 100%), B (PDA + Ekstrak daun pepaya 2%), C (PDA + Ekstrak daun pepaya 4%), D (PDA + Ekstrak daun pepaya 6%), E (PDA + Ekstrak daun pepaya 8%), F (PDA + Ekstrak serai wangi 2%), G (PDA + Ekstrak serai wangi 4%), H (PDA + Ekstrak serai wangi 6%), I (PDA + Ekstrak serai wangi 8%), J (PDA + Karbendazim) dan 3 kali ulangan. Untuk mengetahui perlakuan terbaik dilakukan dengan uji lanjut DMRT taraf 5%. Perlakuan E (PDA + ekstrak daun pepaya 8%) memberikan pengaruh tertinggi pada laju pertumbuhan miselia sebesar 1,98 cm/hari namun tidak berbeda nyata pada perlakuan lainnya secara in vitro.
PENGARUH PENGGUNAAN MULSA PADA BERBAGAI JARAK TANAM TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN MIKRO, PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG PUTIH (Allium Sativum L.) Baihaqi, Mohammad; Herlina, Ninuk; Baswarsiati, Baswarsiati
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.8751

Abstract

Tanaman bawang putih (Allium sativum L.) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai rempah, bahan industri dan obat-obatan, sehingga membuat permintaan terus meningkat. Namun belum diimbangi dengan produksi bawang putih di Indonesia. Peningkatan teknologi budidaya yang dapat diterapkan adalah penggunaan mulsa dan jarak tanam. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara mulsa dan jarak tanam terhadap kondisi lingkungan mikro, pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih. Penelitian dilaksanakan bulan Juni sampai September 2023 berlokasi di Tawangargo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 6 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali, dengan faktor pertama mulsa dan kedua jarak tanam. Data dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat interaksi nyata maka dilanjutkan dengan Uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan mulsa jerami dan MPHP meningkatkan stabilitas suhu dan kelembaban tanah baik minimum maupun maksimum. Perlakuan mulsa dan jarak tanam memberi interaksi nyata terhadap bobot segar dan bobot kering umbi, susut bobot umbi dan hasil umbi per hektar. Penggunaan mulsa jerami dan MPHP meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang dan luas daun, serta menghasilkan bobot segar dan kering tanaman, jumlah siung, dan diameter umbi yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa mulsa. Jarak tanam 12,5 x 12,0 cm dan 15,0 x 10,0 cm menghasilkan kondisi lingkungan mikro, pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih yang sama. Garlic (Allium sativum L.) is widely utilized in Indonesia as a spice, industrial ingredient, and medicinal material, resulting in increasing demand. However, this growing demand has not been matched by garlic production in Indonesia. One approach to enhancing cultivation technology involves the application of mulch and plant spacing. This study aimed to examine the interaction effects of mulch and plant spacing on the microenvironment, growth, and yield of garlic. The research was conducted from June to September 2023 in Tawangargo, Karangploso, Malang Regency, East Java. A factorial randomized block design (RBD) with six treatment combinations and four replications was employed, with mulch as the first factor and plant spacing as the second factor. Data were analyzed using ANOVA, followed by the Honest Significant Difference (HSD) at a 5% significance level for significant interactions. The results showed that the application of straw mulch and silver black plastic mulch improved soil temperature and moisture stability for both minimum and maximum conditions. The interaction of mulch and plant spacing significantly influenced fresh and dry bulb weights, bulb shrinkage weight, and bulb yield per hectare. Straw mulch and silver black plastic mulch enhanced plant height, number of leaves, stem diameter, and leaf area, resulting in higher fresh and dry plant weights, number of cloves, and bulb diameters compared to treatments without mulch. Plant spacing of 12.5 × 12.0 cm and 15.0 × 10.0 cm showed no significant differences in microenvironmental conditions, plant growth, and yield of garlic.
PENGARUH UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA KUTU BERAS (Sitophilus oryzae L.) PADA MASA PENYIMPANAN yati, Indri; Afifah, Lutfi; Saputro, Nurcahyo Widyodaru
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.7675

Abstract

Beras merupakan komoditas strategis di Indonesia, namun kualitas dan kuantitasnya sering terancam oleh serangan hama gudang, terutama kutu beras (Sitophilus oryzae L.). Serangan hama ini menyebabkan kehilangan bobot, kerusakan fisik, dan penurunan nilai jual beras. Pengendalian konvensional dengan pestisida sintetik berisiko meninggalkan residu berbahaya, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman seperti pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis pestisida nabati dari daun nimba, daun mengkudu, daun jeruk nipis, dan daun sirih yang paling efektif dalam mengendalikan S. oryzae pada masa penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan: P0 (Kontrol); P1 (Bubuk daun nimba 1,5 gr); P2 (Bubuk daun nimba 3 gr); P3 (Bubuk daun jeruk nipis 1,5 gr); P4 (Bubuk daun jeruk nipis 3 gr); P5 (Bubuk daun mengkudu 1,5 gr); P6 (Bubuk daun mengkudu 3 gr); P7 (Bubuk daun sirih 1,5 gr); P8 (Bubuk daun sirih 3 gr). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P6 (bubuk daun mengkudu 3 gr) memberikan hasil terbaik dengan rata-rata mortalitas tertinggi (93,33%), kecepatan kematian tercepat (2,62 ekor/hari), nilai LT50 terendah (5 hari), susut bobot terendah (0,81%), dan pertambahan populasi terendah (0,66 ekor). Dengan demikian, bubuk daun mengkudu pada dosis 3 gram terbukti paling efektif untuk mengendalikan kutu beras (S. oryzae L.) selama masa penyimpanan.
RESPONS PERTUMBUHAN MISELIA Coprinus comatus AKIBAT PEMBERIAN BEBERAPA JENIS AN KONSENTRASI EKSTRAK TUMBUHAN SECARA IN VITRO Amelia, Rizki Nurfitrah; Lestari, Ani; Adhi, Satriyo Restu
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.5616

Abstract

Coprinus comatus merupakan jamur yang merugikan dalam budidaya jamur merang karena memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan jamur merang. Coprinus comatus bersifat kompetitif sehingga menyebabkan penurunan pasokan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan jamur merang. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan ekstrak tanaman yang dapat menekan pertumbuhan miselia jamur kompetitor Coprinus comatus secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang dimulai dari Desember 2023 sampai Februari 2024. Dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor tunggal terdiri dari 10 perlakuan yaitu, A (PDA 100%), B (PDA + EDP 2%), C (PDA + EDP 4%), D (PDA + EDP 6%), E (PDA + EDP 8%), F (PDA + ESW 2%), G (PDA + ESW 4%), H (PDA + ESW 6%), I (PDA + ESW 8%), J (PDA + Karbendazim) diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan apabila uji F Taraf 5% signifikan, maka untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dilakukan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya 8% memberikan respons penghambatan terbaik pada laju pertumbuhan miselia sebesar 0,94 cm/hari dan penambahan bobot miselia terkecil 0,70 g/hari.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ubi Jalar (Ipomea batatas. L) Akibat Pemberian Konsentrasi ZPT dan Perbedaan Media Tanam Pauji, Muhammad Dahrin; Subardja, Vera Oktavia; Sugiono, Darso
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.5622

Abstract

Tempat bertengger di Indonesia termasuk salah satu tanaman yang cukup penting. Usaha untuk meningkatkan produksi umbi-umbian dapat dilakukan dengan perbaikan media tumbuh untuk mempermudah proses pembentukan umbi serta pemanfaatan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ZPT Hormax dan perbedaan media tanam yang paling baik dalam menumbuhkan dan menghasilkan tanaman ubi jalar ( Ipomea batatas . L). Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan di Dusun Kaumjaya Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan : A (Tanah, arang sekam, cocopeat (2:1:1) + 3 ml/L air ZPT Hormax), B (Tanah, arang sekam, cocopeat (2:1:1) + 6 ml/L air ZPT Hormax), C (Tanah, arang sekam, cocopeat (2:1:1) + 9 ml/L air ZPT Hormax), D (Tanah, arang sekam, cocopeat (1:2:1) + 3 ml/L air ZPT Hormax), E (Tanah, arang sekam, cocopeat (1:2:1) + 6 ml/L air ZPT Hormax), F (Tanah, arang sekam, cocopeat (1:2:1) + 9 ml/L air ZPT Hormax), G (Tanah, arang sekam, cocopeat (1:1:2) + 3 ml/L air ZPT Hormax), H (Tanah, arang sekam, cocopeat (1:1:2) + 6 ml/L air ZPT Hormax), dan I (Tanah, arang sekam, cocopeat (1:1:2) + 9 ml/L air ZPT Hormax). Data dianalisa menggunakan uji F taraf 5%. Hasil menunjukkan tidak terdapat pengaruh nyata pada setiap parameter pengamatan
EFEKTIVITAS BERBAGAI JENIS BAKTERI DEKOMPOSER PADA MEDIA KOMPOS JERAMI DAN JAGUNG Wiyono, Wiyono; Daryanti, Daryanti; Sari, Siti Mardhika; Shodiq, Yusuf Nur
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.8683

Abstract

Pengomposan merupakan metode penting dalam pengelolaan limbah organik menjadi pupuk Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komposisi jenis bakteri dekomposer (bioaktivator) pada berbagai media pengomposan. Penelitian dilaksanakan di Bowan, Klaten, pada bulan Februari sampai April 2024, menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, membandingkan perlakuan kombinasi jenis bakteri ( tanpa bakteri ; kombinasi bakteri selulolitik, bakteri substilis, dan rumen sapi; kombinasi bakteri rhizomonas, substilis, dan rumen sapi; bakteri rhizomonas) dan perlakuan media kompos (jerami padi dan limbah tanaman jagung). Parameter pengomposan yang diamati meliputi bau, warna, suhu, pH, lama pengomposan, water holding capacity, kadar air, dan bobot akhir kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi jenis bakteri sellulotik, substilis, dan rumen sapi efektif mempercepat pengomposan dan menghasilkan kompos Jerami maupun limbah tanaman jagung lebih berkualitas yang ditunjukkan dari parameter bau tidak menyengat, warna coklat tua kehitaman, pH yang mendekati netral, kapasitas memegang air, kandungan air dan bobot akhir kompos tinggi
PENGARUH JENIS MEDIA TANAM DAN PUPUK URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOY (Brassica rapa L.) Pradana, Kharisma Enggar; Soemarah K.D, Tyas; Suprapti, Endang; Wiyono, Wiyono; Sari, Siti Mardhika
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.8684

Abstract

This study aimed to evaluate the effects of planting media composition and the concentration of liquid organic fertilizer derived from cow urine on the growth and yield of pakchoy (Brassica rapa L.). The research was conducted from November to December 2025 at the TPH Tohudan Seed Garden, Klipan, Tohudan, Colomadu District, Karanganyar Regency, at an altitude of approximately 150 m above sea level, using a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two factors. The first factor was planting media composition, consisting of soil; soil + rice husk charcoal (1:1); soil + compost (1:1); and soil + rice husk charcoal + compost (1:1:1). The second factor was the concentration of liquid organic fertilizer from cow urine, namely 0, 50, 100, and 150 mL L⁻¹ of water. The results showed that the planting media composed of soil + rice husk charcoal + compost (1:1:1) produced the best growth and yield of pakchoy, the optimal concentration of liquid organic fertilizer from cow urine was 100 mL L⁻¹ of water, and the combination of planting media and liquid organic fertilizer application had a significant effect on the growth and yield of pakchoy.. Keyword : pakchoy, concentration, fertilizer form, organic fertilizer, planting media