cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
Masker Gel Peel-Off Anti Jerawat Dari Ekstrak Teh Hijau Novena Adi Yuhara; Agustinus Jitro Nono; Yosua Adi Kristariyanto
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.480

Abstract

Daun teh hijau (Camellia sinensis L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid yang berguna sebagai antioksidan. Sediaan masker gel merupakan bentuk sediaan gel yang mudah diaplikasikan, tidak berminyak, menyejukan, mudah berpenetrasi dengan kulit, mudah dicuci dengan menggunakan air, dan juga tidak beresiko menyumbat pori-pori kulit wajah. Tujuan penelitian ini untuk membuat sediaan masker gel peel off dari ekstrak teh hijau dan dilakukan uji evaluasi sediaan yang sesuai dengan persyaratan formulasi. Uji Evaluasi dilakukan yaitu, pengujian organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil yang diperoleh pada ui organoleptis adalah formula 1 berwarna merah bata, sedangkan formula 2 dan 3 berwarna coklat, dengan bau khas teh hijau dan sediaan berbentuk gel. Hasil uji homogenitas didapatkan hasil bahwa sediaan sudah homogen. Hasil uji pH yaitu 5 dan 6 dan dinyatakan sudah sesuai dengan pesyaratan. Hasil uji daya sebar yang didapatkan diameter yang belum memenuhi rentang daya sebar yang disebabkan oleh sediaan yang terlalu cair. Hasil rata-rata waktu uji daya lekat, yaitu pada formula 1 dengan rata-rata 00,34 detik, formula 2 dengan rata-rata 00,58 detik, formula 3 dengan rata-rata 00,57 detik,  serta melakukan  uji aktivitas antibakteri dengan hasil diameter yang dimiliki menunjukan adanya zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Penghambatan Aktivitas Enzim Aldosa Reduktase dari Senyawa Aktif Daun Tanaman Kelor (Moringa Oleifera L.): Studi In-Silico Daini Amanah; Morani Fauziyah; Nindya Rahmasari Putri; Hasri Kurnia Afajar; Azkiya Fikriyyah; Rosario Trijuliamos Manalu
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.454

Abstract

Di Indonesia, terdapat berbagai macam tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat tradisional, salah satunya yaitu daun tanaman kelor (Moringa oleifera L.) yang berpotensi sebagai antidiabetes. Proses penemuan obat memerlukan tahapan yang banyak dan waktu yang lama. Salah satu cara dalam mempercepat proses penemuan kandidat obat baru adalah dengan pendekatan secara komputasi secara docking molekular. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah protein 2HV5 pada enzim aldosa reduktase, ligan ZST, dan senyawa aktif pada daun kelor yaitu marumoside A, quercertin, asam ferulat, kaempferol dan asam galat. Berdasarkan validasi metode docking molekuler, diperoleh nilai RMSD 0,8704 Amstrong, dengan hasil best score docking dari masing-masing ligan adalah sebagai berikut: ZST (-126,7120); Pioglitazine (-120,4064); Sitagliptin (-120,056); Marumoside A (-93,78563); Quercertin (-80,9221); Asam Ferulat (-80,2762); Kaempferol (-80,09625); dan Asam Galat (-72,6102), dimana semua ligan memenuhi aturan Lipinski. Dapat disimpulkan bahwa kelima senyawa aktif daun kelor tersebut kurang potensial jika dibandingkan dengan obat pioglitazine dan sitagliptin serta perlu dilanjutkan uji aktivitas in vitro di laboratorium.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Spray Antiseptik Tangan Infusa Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) dan Lidah Buaya (Aloe Vera (L.) Burm.f.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 Eriska Agustin; Dani Prasetyo; Muni’ah Muchtar
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.425

Abstract

Penyebaran virus Covid-19 yang sangat cepat menyebabkan WHO menetapkan wabah Covid-19 sebagai pandemi global. Penggunaan hand sanitizer pada saat ini sudah semakin luas. Daun kemangi dan lidah buaya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antiseptik tangan karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan spray antiseptik tangan non alkohol infusa daun kemangi dan lidah buaya dan menguji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Formulasi sediaan spray antiseptik tangan dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu F1 (20%), F2 (40%), F3 (60%), F4 (80%), dan (F5 100%). Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar dengan mengukur diameter zona hambat bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian didapatkan bahwa kelima formula sediaan spray antiseptik tangan non alkohol infusa daun kemangi dan lidah buaya berbentuk cairan, memiliki warna yang mencolok, bau yang sama dan stabil selama masa penyimpanan 14 hari. Sediaan terlihat homogen saat dioleskan diobjek glass. Uji pH yang dihasilkan dari sediaan spray antiseptik tangan ini berkisar antara 4,5- 6,5. Hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh daya hambat bakteri Staphylococcus aureus pada F3 (60%) sebesar 5,14 mm, F4 (80%) sebesar 6,24 mm, dan F5 (100%) sebesar 7,26 mm yang tergolong kekuatan sedang.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik, Obat Bermerk, Dan Obat Paten Nabila Ayu Puspita; Mexsi Mutia Rissa
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.491

Abstract

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Nasional pada tahun 2013 secara nasional terdapat 31,9% rumah tangga yang mengetahui atau pernah mendengar mengenai obat generik. Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang telah ditetapkan untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Obat bermerk adalah obat yang dipasarkan dengan nama dagang tertentu yang di daftarkan oleh produsennya. Obat paten adalah obat yang baru di produksi dan memiliki hak paten selama 20 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien tentang obat generik, obat bermerk, dan obat paten di Apotek Sari Dewi Palagan. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pengumpulan data kuesioner yang telah di uji validasi dan reabilitas. Responden dalam penelitian ini berjumlah 233 dengan sampel sebanyak 70 responden.        Hasil pada penelitian ini masyarakat yang memiliki pengetahuan dengan kategori sangat kurang sebanyak 1 responden (1%) dan kategori baik sebanyak 38 responden (54%).  Dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik, Obat Bermerk, dan Obat Paten di Apotek Sari Dewi Palagan termasuk dalam kategori baik yaitu 54%.
Penilaian Kualitas Hidup Terkait Kesehatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Andalas Kota Padang Widya Kardela; Rezlie Bellatasie; Annisa Rahmidasari; Sinta Wahyuni; Fitratul Wahyuni
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.496

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang terjadi karena kelainan insulin, kerja insulin atau keduanya. Keberhasilan dari suatu tindakan atau terapi mempengaruhi kualitas hidup pasien DM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kualitas hidup terkait kesehatan pasien DM tipe 2 di puskesmas Andalas Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif menggunakan metode cross sectional. Pengambilan data bersifat prospektif dengan menggunakan kuesioner EQ-5D-5L. Sebanyak 50 pasien memenuhi kriteria inklusi dan diikutkan ke dalam penelitian ini. Hasil untuk kategori permasalahan yang paling dominan adalah dimensi rasa nyeri/tidak nyaman pada level 2 sebesar 76%, berikutnya level 1 untuk dimensi perawatan diri, aktivitas biasa, kemampuan berjalan dan rasa cemas/depresi berturut-turut adalah 96%, 78%, 68% dan 58%. Gambaran kesehatan pasien yang tertera dalam VAS (Visual Analog Scale) paling besar adalah skor 80 (46%). Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup terkait kesehatan pasien DM tipe 2 adalah tinggi (36%) dan rata-rata skor VAS (Visual Analog Scale) pasien memiliki nilai kesehatan “hari ini” pada kategori baik (92%).
Penetapan Nilai Rendemen Dan Kandungan Zat Aktif Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana) Berdasarkan Perbedaan Pelarut Ekstraksi Fara Azzahra; Irma Sofyana Sari; Diana Nurrah Ashari
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.484

Abstract

Biji alpukat mengandung senyawa kimia, yaitu tanin, saponin, alkaloid, flavonoid, triterpenoid dan steroid. Kualitas biji alpukat sebagai bahan alam nabati salah satunya dipengaruhi oleh pelarut ekstraksi. Pelarut ekstraksi dapat berpengaruh terhadap kandungan zat aktif simplisia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pelarut ekstraksi terhadap rendemen dan kandungan zat aktif ekstrak biji alpukat. Biji alpukat diekstraksi secara maserasi dengan pelarut metanol, etanol 70%, etanol 96%, dan n-heksan, kemudian dihitung rendemen dan skrining fitokimia, meliputi pengujian polifenol, flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan triterpenoid-steroid. Hasil kandungan zat aktif dari masing-masing ekstrak dianalisis secara deskriptif, nilai rendemen dari masing-masing pelarut diuji menggunakan One Way Anova. Hasil rendemen ekstrak biji alpukat pada pelarut metanol, etanol 70%, etanol 96% dan n-heksan berturut-turut, yaitu 5,39±0,52%; 8,06±0,29%; 5,98±0,64% dan 0,67±0,11%. Hasil analisis statistik jenis pelarut berpengaruh pada rendemen ekstrak biji alpukat pada pelarut metanol-etanol 70%, metanol-n-heksan, etanol 70%-etanol 96%, etanol 70%-n-heksan, etanol 96%-n-heksan, tetapi tidak berpengaruh pada pelarut metanol-etanol 96%. Hasil skrining fitokimia ekstrak biji alpukat menghasilkan kandungan zat aktif yang sama pada pelarut metanol, etanol 70% dan etanol 96%, sedangkan menghasilkan kandungan zat aktif yang berbeda pada pelarut n-heksan. Kesimpulan penelitian ini, jenis pelarut berpengaruh terhadap rendemen dan kandungan zat aktif ekstrak biji alpukat.
Hubungan Tingkat Pendapatan dan Pengetahuan Pasien Terhadap Pembelian Obat Keras tanpa Resep Irawansyah Irawansyah; Musparlin Halid; Alfisahrin Alfisahrin; Ikhwan Ikhwan
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.471

Abstract

Penyerahan obat keras diapotek seharusnya hanya dapat dilakukan dengan resep dokter dan diserahkan hanya oleh apoteker. Penelitian ini ingin melihat kepatuhan apotek terhadap regulasi obat keras untuk penyakit kronis tanpa resep dokter. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan dan pengetahuan pasien terhadap pembelian obat keras tanpa resep di apotek. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional adalah bentuk penelitian yang dalam waktu pendek dapat mengumpulkan bahan yang banyak untuk memperoleh hasil jumlah tertentu. Data yang digunakan berupa data primer dengan cara wawancara menggunakan kuisioner kepada pasien yang sesuai dengan kriterial inklusi yaitu responden berusia18-55 tahun. Penelitian ini dilakukan di Apotek Pagesangan yang ada di Mataram pada Agustus 2021. Berdasarkan hasil responden yang membeli obat keras tanpa resep di apotek sebanyak 600 orang/bulan (77%), sedangakan yang membeli obat dengan resep dokter di apotek sebantak 100 orang/bulan (23%), untuk jenis obat yang paling banyak dibeli oleh responden adalah obat antibiotic sebanyak 5 (50%) responden. Faktor pendukung terbesar penggunaan obat tanpa resep yaitu biaya pengobatan mahal 58 (38,7%), penggunaan obat terbanyak yaitu saran dari orang lain 30 (30%) responden, untuk rata-rata responden melakuka pengobatan tanpa resep dalam sebulan sekali yang paling banyak sebanyak 70 (70%). Terdapat masih banyak pasien yang membeli obat tanpa resep dokter. Jenis obat yang paling banyak dibeli oleh responden adalah obat antibiotik. Faktor pendukung terbesar penggunaan obat tanpa resep yaitu biaya pengobatan mahal, penggunaan obat, dan untuk rata-rata responden melakukan pengobatan tanpa resep dalam sebulan sekali.
Penggunaan Metode Kromatografi Lapis Tipis Kinerja Tinggi (KLTKT)-Densitometri Dalam Penetapan Kadar Vitamin B1 Pada Kacang Kedelai (Glycine max) Sestry Misfadhila; Ijazati Alfitroh; Sanezea Effendy; Endang Agustina
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.501

Abstract

Kedelai (Glycine max) diketahui mengandung berbagai nutrisi salah satunya vitamin B1 atau tiamin. Tiamin merupakan vitamin yang dibutuhkan untuk menimbulkan nafsu makan, membantu penggunaan karbohidrat dalam tubuh dan sangat berperan dalam sistem saraf. Pada penelitian ini dilakukan penetapan kadar vitamin B1 pada kacang kedelai dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis kinerja tinggi (KLTKT)-Densitometri. Sampel diekstraksi dengan menggunakan air suling 20 mL dan metanol 30 mL. Analisis dengan KLT menggunakan metanol: air: asam asetat: amoniak (5: 4,5: 0,5: 0,75) sebagai fase gerak dan silika gel 60 F254 sebagai fase diam. Hasil KLTKT menunjukkan bahwa sampel memiliki nilai Rf yang sama dengan pembanding (Rf = 0,5). Linearitas vitamin B1 diperoleh pada rentang konsentrasi 100-500 µg/mL dengan nilai koefisien korelasi 0,998 dan persamaan regresi y = 238,4 + 5,575x. Nilai simpangan baku 37,1724 µg/mL, batas deteksi 20,0031 µg/mL dan batas kuantitasi 66,677 µg/mL. Analisis kuantitatif menggunakan densitometri diperoleh kadar vitamin B1 sebesar 0,0599 ± 0,002363 %.
Pengaruh Penggunaan Kombinasi Metformin-Insulin Glargine dan Metformin-Glimepiride terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu dan Total Biaya Medis Langsung pada Pasien DM Tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan RSUD Rupit Leliani Fitri Anggraini; Najmiatul Fitria; Yelly Oktavia Sari
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i1.517

Abstract

Penelitian ini dilakukan di RSUD Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara pada bulan Desember 2022 sampai Januari 2023 Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan studi deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif terhadap rekam medis pasien BPJS rawat jalan dengan diagnosa DM tipe 2Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi metformin-insulin glargine dan metformin-glimepiride terhadap kadar gula darah sewaktu dan total biaya medis langsung.
Pengaruh Terapi Farmakologi dan Non Farmakologi Terhadap Nyeri Menstruasi pada Mahasiswi STIFARM Padang Kukuh Putri Lestari; Fitra Fauziah; Widya Kardela; Putri Ramadhani
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i1.512

Abstract

Nyeri menstruasi atau yang dikenal dengan istilah dismenore merupakan nyeri yang disebabkan oleh kejang otot uterus selama masa menstruasi. Angka kejadian nyeri menstruasi di Indonesia terjadi sekitar 54,89% nyeri menstruasi primer, sedangkan 9,38% nyeri menstruasi sekunder. Karena nyeri menstruasi yang dirasakan akan dapat mempengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari – hari, misal seorang mahasiswi tidak bisa mengikuti kuliah seperti biasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi farmakologi dan non – farmakologi terhadap nyeri menstruasi pada mahasiswi STIFARM Padang. Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif non eksperimental dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Sampel penelitian menggunakan metode random sampling, dengan jumlah sampel 199 responden. Data analisis menggunakan uji t. hasil penelitian diketahui bahwa uji t 0,000 <0,05 artinya adanya pengaruh terapi farmakologi dan non – farmakologi terhadap nyeri menstruasi pada mahasiswi STIFARM Padang.