cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK TERIPANG EMAS (Stichopus hermanii) DENGAN PERBEDAAN POLARITAS PELARUT EKSTRAKSI Hita, I Putu Gede Adi Purwa; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Bayu Krisna, I Nyoman
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i2.758

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul yang cenderung tidak stabil dan sangat reaktif, disebabkan oleh adanya satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Keberadaan radikal bebas dalam tubuh memerlukan kehadiran substansi penting, yaitu antioksidan, yang berfungsi untuk menangkap radikal bebas tersebut. Senyawa antioksidan bekerja dengan cara mendonorkan satu elektron kepada radikal bebas, sehingga dapat mengurangi aktivitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 dari ekstrak teripang emas yang diekstraksi menggunakan pelarut dengan polaritas yang berbeda, yaitu etanol 96%, etil asetat, dan n-heksana, dalam mengatasi radikal DPPH. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif dengan desain eksperimental. Hasil dari pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% dari teripang emas memiliki nilai IC50 sebesar 740.447 ppm, yang tergolong sangat lemah. Ekstrak etil asetat menunjukkan nilai IC50 604.151 ppm, juga tergolong sangat lemah, sedangkan ekstrak n-heksana memiliki nilai IC50 sebesar 400.106 ppm, yang juga dikategorikan sangat lemah. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak teripang emas yang diekstraksi dengan pelarut yang berbeda memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong sangat lemah. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak teripang emas mengandung senyawa metabolit seperti alkaloid, flavonoid, polifenol, dan tanin untuk ekstrak etanol 96%, serta flavonoid, polifenol, dan tanin untuk ekstrak etil asetat dan n-heksana.
KETEPATAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT MEDICATION BERDASARKAN STANDAR KEFARMASIAN DI PUSKESMAS Kartika, Erza Ridha; Mindiarti, Dwi; Arifa, Sinta; Nazun, Narendra; Huda, M. Bi’rul
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i2.720

Abstract

High Alert Medication (HAM) adalah kategori obat yang harus diperhatikan dengan serius dalam penggunaannya, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan penggunaan obat yang berpotensi merugikan tubuh (medication error). Obat-obat ini memiliki resiko yang sangat tinggi dan bisa berakibat efek merugikan yang tidak dikehendaki oleh tubuh. Oleh karena itu penggunaan obat-obat ini harus diwaspadai dengan ketat. Obat High Alert terdiri dari kategori obat LASA dan elektrolit dengan konsentrasi pekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyimpanan dan ketepatan penyimpanan obat High Alert Medication (HAM) berdasarkan standar kefarmasian dan prinsip syariat islam di Puskesmas Semarang. Sampel yang digunakan yaitu obat LASA (Look A like Sound A Like) dan elektrolit konsentrasi tinggi. Dari hasil penelitian obat dengan resiko tinggi (High Alert Medication) dan LASA masing-masing sebanyak 48%. Elektrolit konsentrasi tinggi sebanyak 4%. Ketepatan penyimpanan obat risiko tinggi dan golongan LASA mendapatkan persentase masing-masing 100% masuk pada kriteria sangat baik, sedangkan pada golongan elektrolit konsentrasi tinggi mendapatkan persentase 80% masuk pada kriteria baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyimpanan yang sangat baik pada obat LASA dan HAM serta kategori baik untuk elektrolit konsentrasi pekat.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP OBAT BERLABEL HALAL PADA PENGUNJUNG APOTEK CAHAYA FARMA KOTA SEMARANG Wilda, Amelia; Santoso, Arifin
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.699

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim menaruh perhatian besar pada jaminan kehalalan produk yang beredar di masyarakat. Pemerintah berperan penting dalam memastikan kehalalan produk melalui kebijakan seperti Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UUJPH) dan pemberian label halal pada makanan serta obat-obatan. Penelitian sebelumnya di Jawa Timur menunjukkan mayoritas masyarakat memiliki pengetahuan dan sikap positif terhadap obat halal. Namun, kajian serupa di Kota Semarang belum dilakukan, sehingga penting untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap obat berlabel halal. Metode penelitian ini ialah observasional dengan desain cross-sectional pada masyarakat kecamatan Pedurungan menggunakan kuesioner online dengan google form. Hasilnya diperoleh 53 responden (69.7%) yang memiliki pengetahuan tinggi dan 22 responden (28.9%) yang memiliki pengetahuan sedang tentang obat halal. Sedangkan sikap responden terhadap obat halal sebesar 75 responden (98.7%) memiliki sikap positif dan sisanya hanya terdapat 1 responden (1.3%) memiliki arah sikap negatif terhadap obat halal. Simpulan yang dapat ditarik ialah bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan sikap positif terhadap obat berlabel halal
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) Dan MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Maulana, Nabilah Rosdiana; Wijayanti, Cicik; Amanda, Lyrra Mirna; Sari, Yuke Pramudita; Abraham, Ali; Ngibad, Khoirul
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.689

Abstract

Staphylococcus aureus, bakteri yang terdapat secara alami di tubuh manusia, dapat berubah menjadi berbahaya dalam kondisi tertentu. Perubahan ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah pada gigi dan mulut, seperti pembentukan karang gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formulasi obat kumur terbaik yang terbuat dari ekstrak kulit pisang kepok dan minyak cengkeh, yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi. Terdapat tiga formulasi yang diuji dalam penelitian ini: Formulasi I terdiri dari 1 gram ekstrak kulit pisang kepok dan 5 ml minyak cengkeh, Formulasi II mengandung 2 gram ekstrak dan 7,5 ml minyak cengkeh, serta Formulasi III berisi 3 gram ekstrak dan 10 ml minyak cengkeh. Evaluasi terhadap sediaan obat kumur meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, stabilitas, serta viskositas. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif menggunakan Listerine dan kontrol negatif menggunakan akuades. Hasil organoleptis menunjukkan bahwa semua formulasi berwarna coklat dan berbentuk cair, dengan rasa manis pada Formulasi I serta rasa sedikit pahit pada Formulasi II dan III. Semua formula memiliki pH stabil 6,5 dan homogenitas yang baik. Zona hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus diperoleh pada Formulasi III dengan ukuran 12,67mm, menjadikannya formulasi terbaik untuk sediaan obat kumur herbal.
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK KATEKIN DARI DAUN GAMBIR (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) TERHADAP SEL MCF-7 Bakhtra, Dwi Dinni Aulia; Sakinah, Nifira; Eriadi, Aried
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.693

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan bagi wanita. Pengobatan dengan kemoterapi sering menimbulkan efek samping yang merugikan. Katekin dari daun gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) memiliki aktivitas sitotoksik serta antioksidan yang pontensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh katekin terhadap pertumbuhan sel kanker dan aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7 menggunakan MTT Assay. Dari hasil penelitian katekin dari daun gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) mempengaruhi pertumbuhan sel MCF-7 (p<0.05). Dari hasil analisis dengan persamaan regresi, nilai IC50 17,7 μg/mL, yang berada dalam kategori sitotoksik aktif (IC50<30 mg/mL). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa katekin dari Uncaria gambir memiliki aktivitas sitotoksik aktif dan berpotensi untuk dikembangkan dalam terapi alternatif pengobatan kanker payudara
SINTESIS DAN UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK SENYAWA ETIL 4-(4-ETOKSI-3,5- DIMETILFENIL)-6-METIL-2-OKSO-1,2,3,4-TETRAHIDROPIRIMIDIN-5-KARBOKSILAT TERHADAP SEL T47D Ramadhan, Muhammad Reza; Fauzi, Ahmad; Maulina, Fariha Mufidah; Hakimah, Wafiq Kholifatul
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.702

Abstract

Dihidropirimidinon (DHPM) adalah senyawa heterosiklik dengan inti cincin pirimidin, senyawa ini memiliki berbagai aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis senyawa turunan dihidropirimidinon, yaitu etil 4-(4-etoksi-3,5-dimetilfenil)-6-metil-2-okso-1,2,3,4-tetrahidropirimidin-5-karboksilat (A2), melalui reaksi Mitsunobu dan melakukan pengujian sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D. Sintesis dimulai dari senyawa etil 4- (4-hidroksi-3,5- dimetilfenil) -6-metil-2-okso- 1,2,3,4- tetrahidropirimidin-5-karboksilat (M1), yang dihasilkan melalui reaksi Biginelli dengan mereaksikan bahan utama aldehid,urea dan etil asetoasetat. Sintesis dilanjutkan dengan menggunakan reaksi Mitsunobu bersama etanol untuk memperoleh senyawa A2. Hasil dari  sintesis dilakukan karakterisasi menggunakan instrumen FTIR dan LC-MS. Karakterisasi menunjukkan adanya gugus khas hasil sintesis yaitu eter (C-O) pada bilangan gelombang 1042,31 cm⁻¹ dan massa molekul A2 sebesar 375,23 m/z. Pengujian aktivitas sitotoksik menggunakan metode MTT assay memberikan hasil bahwa nilai IC₅₀ senyawa A2 adalah 270,48 µg/mL, yang tergolong aktivitas lemah dibandingkan kontrol positif doxorubicin (IC₅₀ = 3,33 µg/mL). Berdasarkan hasil penelitian ini, senyawa A2 masih memerlukan pengembangan dan pengkajian lebih lanjut untuk meningkatkan potensi sitotoksiknya sebagai senyawa baru obat antikanker.
OPTIMASI ASAM STEARAT DAN SETIL ALKOHOL PADA FORMULA SEDIAAN NIGHT CREAM KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) Puspitasari, Dewi Fitriani; Kresnawati, Yani
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.678

Abstract

Penuaan kulit disebabkan oleh faktor lingkungan, gaya hidup, dan paparan sinar matahari. Pencegahan penuaan kulit dapat diatasi dengan penggunaan kosmetik yang mengandung senyawa isoflavon. Isoflavon diketahui dapat memperlambat proses penuaan kulit. Biji kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa isoflavon yang mengandung fitoestrogen, antioksidan yang mampu mencegah proses penuaan kulit dengan merangsang dan meningkatkan kadar produksi kolagen dan asam hialuronat pada sel fibroblas kulit. Potensi biji kedelai ini akan dimanfaatkan pada pembuatan krim ekstrak etanol biji kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi komponen asam stearat dan setil alkohol pada formula krim ekstrak etanol biji kedelai. Metode penelitian diawali dengan melakukan ekstraksi biji kedelai (Glycine max (L.) Merr.) dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil ekstrak kental yang diperoleh kemudian dilakukan uji skrining fitokimia, selanjutnya, ekstrak etanol biji kedelai diformulasi menjadi sediaan krim. Optimasi formula krim dilakukan  pada komponen asam stearat  dan setil alkohol. Krim dibuat berdasrkan 7 run formula dengan asam stearat pada rentang konsentrasi 1-10% dan setil alkohol dengan rentang konsentrasi 2% - 10%. Optimasi formula menggunakan metode Simplex Lattice Design dengan parameter pH, viskositas, uji daya lekat, daya sebar sebagai respon. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji kedelai mengandung alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid/steroid. Formula krim optimal, diperoleh pada konsentrasi asam stearat 16,7%. dan 2,3% setil alkohol. Formula optimal memiliki pH 6,03 ± 0,04, viskositas 250 ± 0,00 dPas, daya lekat 12,33 ± 0,11 detik, daya sebar 18,79 ± 1,33 g.cm/detik.