cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
Detoksifikasi Sianida pada Rebung dan Umbi Gadung Menggunakan Empat Media Perendaman Haris, Muhammad; Misfadhila, Sestry; Vitri, Vivi Sepda; RKT, Rofidah
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.563

Abstract

Rebung (Gingantochloa kuring Widjaja) memiliki nilai gizi yang cukup baik akan tetapi rebung mengandung HCN yang merupakan senyawa beracun dalam bentuk glikosida sianogenik. Senyawa yang sama juga dapat ditemukan pada umbi gadung (Dioscorea hispida Dennst). Sianida merupakan senyawa berbahaya yang apabila dikonsumsi secara berlebihan yang akan menyebabkan efek samping seperti sesak nafas, pusing, lemas, pingsan hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi empat media yaitu Ca(OH)2, NaCl, CaCO3 dan NaHCO3 serta lama perendaman terhadap kemampuannya dalam detoksifikasi sianida pada kedua sampel. Analisis dilakukan dengan metode spektrofotometri sinar tampak pada lmaks 526,5 nm. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar sianida awal (tanpa perlakuan) pada rebung dan umbi gadung berturut-turut adalah 0,477 ± 0,003 % dan 0,520 ± 0,001 %. Asam sianida pada ampas rebung tidak terdeteksi mulai dari konsentrasi 0,9 M untuk semua media yang direndam selama 30 menit. Media Ca(OH)2 0,6 M mampu mendetoksifikasi sianida secara maksimal pada waktu perendaman 150 menit, sementara ketiga media lainnya (dengan konsentrasi yang sama) pada waktu 120 menit. Berdasarkan uji statistik menunjukkan nilai signifikasi p = 0,000 dengan nilai (p<0,05) menandakan bahwa konsentrasi media dan waktu perendaman berpengaruh terhadap kemampuannya dalam detoksifikasi sianida. 
PENENTUAN AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK N-HEKSAN DAN ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus spina-christi (L.) Desf.) SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Yetti, Rina Desni; Fatmawati, Fatmawati; Misfadhila, Sestry; Fadhila, Muthia
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.558

Abstract

Bidara (Ziziphus spina-christi (L.) Desf.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai bahan baku obat tradisional. Kandungan flavonoid dan polifenol pada daun bidara berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya untuk meminimalisir efek buruk dari paparan radiasi sinar UV. Ekstrak daun bidara juga diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF,%Te, dan %Tp dari ekstrak n-heksan dan etanol daun bidara serta potensinya sebagai tabir surya. Pengujian dilakukan secara in vitro menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Nilai SPF tertinggi pada ekstrak n-heksan dan etanol daun bidara berada pada konsentrasi 300 mg/mL masing-masing sebesar 3,881(proteksi minimal) dan 15,74 (proteksi ultra). Nilai %Te ekstrak n-heksan daun bidara belum mencapai nilai minimum untuk perlindungan eritema. Nilai %Te tertinggi ekstrak etanol daun bidara berada pada konsentrasi 300 mg/mL sebesar 2,3875% (extra protection). Nilai %Tp tertinggi ekstrak n-heksan daun bidara berada pada konsentrasi 300 mg/mL sebesar 38,0902% (total block) dan nilai %Tp ekstrak etanol daun bidara pada semua konsentrasi berada pada kategori total block karena memiliki nilai %Tp <40%. Ekstrak n-heksan daun bidara berpotensi sebagai tabir surya dengan proteksi minimal sedangkan ekstrak etanol daun bidara berpotensi sebagai tabir surya dengan proteksi ultra
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi dengan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara Periode Mei – Juli 2022 Sari, Dini Permata; Helmi, Muhamad
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.518

Abstract

Jumlah penderita hipertensi semakin meningkat setiap tahunnya. Salah satu faktor yang penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi yaitu dengan adanya pengetahuan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive samplingdilakukan dengan menggunakan data primer yang berupa kuesioner dan menggunakan data sekunder yang berupa hasil rekam medis pasien. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) untuk menilai kepatuhan minum obat pasien dan menggunakan kuesioner Hypertension Knowledge-Level Scale(HK-LS) untuk melihat tingkat pengetahuan pasien hipertensi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data univariat dan analisis data bivariat dengan uji Chi squaredengan jumlah sampel 93 pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan sedang (50%) dan tingkat pengetahuan tinggi (40,2%). Hasil uji analisis bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi p-value0,03 < 0,05. 
Seduhan Kombinasi Daun Tin (Ficus carica L.) dan Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Antioksidan Alami yang Potensial Mustika, Meilinda; Nurjana, Fadila Niki; Sarina, Gemmy
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.559

Abstract

Daun tin (Ficus carica L.) dan bunga rosela (Hibiscus sabdariffa Flos.) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sinergisme antioksidan seduhan kombinasi daun tin dan bunga rosela dengan variasi perbandingan bobot. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan penetapan kadar fenol total dengan metoda Folin ciocalteu dan penentuan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (2,2 diphenyl-1-pycrylhydrazyl) menggunakan spektrofotometri UV-Vis double beam. Dari hasil penelitian diperoleh golongan senyawa metabolit sekunder pada seduhan daun tin dan bunga rosela yaitu flavonoid, fenol, tanin dan saponin. Kadar fenol dari seduhan daun tin dan bunga rosela dengan variasi perbandingan bobot (1:0), (2:1), (1:1), (1:2), dan (0:1) berturut-turut adalah 2,23; 2,29; 1,72; 1,36 dan 0,84 % dan nilai IC50 nya sebesar 20,28; 41,74; 17,87; 26,18 dan 30,46 μg/mL yang menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan berada pada kategori sangat kuat. Kadar fenol dan aktivitas antioksidan tertinggi didapat pada kombinasi (2:1). Berdasarkan uji ANOVA satu arah, perbandingan kombinasi seduhan daun tin dan bunga rosela berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antioksidan (p˂0,05). Dapat disimpulkan bahwa seduhan kombinasi daun tin dan bunga rosela memiliki efek sinergis dan berpotensi sebagai antioksidan alami. 
Studi Uji in Silico Secara Molecular Docking Interaksi Antara Protein Target pada Proses Inflamasi (Kulit Berjerawat) TGF – β1 (PDB ID: 3tzm) dengan Senyawa Aktif Madecassoside Chairunisa, Ully; Eriadi, Aried; Ramadhani, Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.560

Abstract

Kulit merupakan lapisan jaringan yang menyebar di seluruh permukaan tubuh. Di permukaan kulit, kelenjar keringat mengeluarkan produk limbah melalui pori-pori kulit berupa keringat. Jerawat (Acne vulgaris) merupakan suatu kondisi dimana pori-pori tersumbat dan menyebabkan kantong nanah menjadi meradang. Penyebab pasti dan patogenesis A. vulgaris masih belum jelas. Namun, banyak faktor yang berhubungan dengan patogenesis jerawat, seperti peningkatan sekresi sebum, hiperkeratosis folikel rambut dan koloni bakteri Propionibacterium acnes, dan inflamsi serta faktor lain yaitu stres, iklim/suhu/kelembaban, kosmetik, diet dan obat-obatan. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan obat antijerawat secara in silico dari senyawa metabolit sekunder madecasosside dengan protein target TGF- β1 dengan kode PDB ID: 3TZM. Pengujian dilakukan dengan serangkaian proses meliputi analisis senyawa dan protein, sifat fisiko kimia, ADME, nilai RMSD ≤ 2 Å, optimasi geometri, interaksi antara senyawa dan protein target secara 3D dan 2D dengan menggunakan DOCK 6. Berdasarkan hasil uji in silico, akan diperoleh nilai score docking senyawa madecasosside dengan ligan 3tzm yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu kandidat obat antijerawat dengan nilai ikatan energi bebas (afinitas) – 103.462, nilai ikatan energi van derwals (vdw) - 103.462 dan nilai energy internal repulsive 9.515.
Formulasi Sediaan Anti Acne Masker Gel Peel-Off Ekstrak Suruhan (Peperomia pellucida) Fatha, Nur; Umar, Anugrah; Mursyid, Murni
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.546

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu bentuk melestarikan perawatan kecantikan secara turun temurun menggunakan bahan alami berupa daun suruhan (Peperomia pellucida) yang mengandung senyawa yng berperan sebagai antibakteri seperti flavonoid, saponin, tanin dan triperpenoid, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi sediaan masker gel peel off dengan ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida). Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian eksperimental, melakukan preparasi sampel, pembuatan ekstrak, formulasi masker gel pell-off, merancang formulasi masker gel pell-off. Penelitian memerlukan waktu selama 3 minggu untuk mendapatkan formulasi sediaan masker gel pell-off dengan ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida).
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) dan Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa Fajrina, Anzharni; Ramadhani, Putri; Wahyuningsih Syafen, Ully Widarti
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.564

Abstract

Luka merupakan salah satu jenis gangguan yang dialami kulit, jika tidak ditangani dengan tepat akan menyebabkan infeksi kulit. Infeksi kulit umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) dan daun tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari kombinasi ekstrak etanol daun senduduk daun dan tapak dara terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa serta. Uji aktivitas antibakteri dilakukan  dengan metode difusi cakram menggunakan konsentrasi 20% dari masing-masing ekstrak kemudian dikombinasi dengan berbagai perbandingan diantaranya 1:2; 2:2; dan 2:1. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak etanol daun senduduk dan daun tapak dara dengan perbandingan 1:2 ; 2:2 ; dan 2:1 menghasilkan rata-rata diameter hambat sebesar 7,45 mm; 10,51 mm; 13,70 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan 7,18 mm; 10,33 mm; 11,76 mm terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Kombinasi ekstrak etanol daun senduduk dan daun tapak dara dengan perbandingan 2:1 merupakan kombinasi terbaik terhadap bakteri Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIKA & KIMIA SEDIAAN LIP CREAM DENGAN KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum) DAN EKSTRAK UMBI BIT (Beta vulgaris L) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Ghiffari, Habibie Deswilyaz; Utami, Rury Trisa; Budiasih, Sri; Julianto, Tommy; Putri, Reggy Melati
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.640

Abstract

Kegemaran wanita dalam berhias menyebabkan banyaknya inovasi baru dalam bentuk sediaan kosmetik guna menutupi kekurangan yang ada pada wajah sehingga menghasilkan penampilan yang lebih menarik serta menimbulkan efek psikologis yang baik seperti percaya diri (self confidence), salah satu inovasi yang dibuat adalah lip cream. Kulit terong belanda (Solanum betaceum) mengandung senyawa antosianin dan umbi bit (Beta vulgaris L.) mengandung pigmen betasianin yang menghasilkan zat warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi ekstrak kulit terong belanda (Solanum betaceum) dan umbi bit (Beta vulgaris L.) yang dapat digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan lip cream dan mengetahui stabilitas fisika dan kimia sediaan lip cream. Sediaan lip cream diformulasikan dengan konsentrasi F1 (3%:3%), F2 (5%:5%) dan F3 (7%:7%). Parameter uji stabilitas fisika dan kimia meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji stabilitas, uji daya oles, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, uji iritasi dan uji kesukaan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa ekstrak kulit buah terong belanda (Solanum betaceum) dan ekstrak umbi bit (Beta vulgaris L.) dapat dikombinasikan sebagai pewarna alami pada sediaan lip cream. Stabilitas fisika dan kimia ketiga sediaan lip cream untuk pengujian organoleptis, uji homogenitas, uji stabilitas, uji daya oles, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH dan uji iritasi sudah memenuhi persyaratan formulasi lip cream yang baik. Pada uji kesukaan, F3 lebih di sukai oleh responden. Perbedaan konsentrasi sediaan lip cream mempengaruhi nilai pH dan lamanya waktu daya lekat.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NAGA ( Hylocereus polyrhizus ) RIMPANG BANGLE ( Zingiber purpureum Roxb ) UNTUK PEMBUATAN KRIM PILIS SEBAGAI ALTERNATIF TERAPI TRADISIONAL PERAWATAN NIFAS Suci, Panji Ratih; Puspadina, Valiandri; Rastiasari, Rifky Tri; Qumairoh, Putri Afifatus; Masruroh, Zaimmatul
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.589

Abstract

AbstrakTingkat kesadaran pada masyarakat Indonesia akan adanya bahaya produk kosmetik yang terbuat dari bahan kimia yang dapat membuat mereka cenderung lebih memilih produk yang berasal dari bahan alami yang aman di kulit. Krim pilis dari bahan alami adalah krim yang terbaut dari campuran bahan alam yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Tujuan: untuk mengetahui ekstrak rimpang bangle yang dapat digunakan pada sebagaiantioksidan dan penggunaan hasil limbah kulit buah naga digunakan sebagai antioksidan dan digunakan sebagaipewarna alami di dalam krim pilis. Metode : penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang di mana mendeskripsikan evaluasi uji fisik krim yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH,uji daya sebar dan uji kesukaan. Hasil : penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan krim pilis telah memenuhi persyaratan yang baik akan tetapi pada uji daya sebar tidak memenuhi karena tidak adanya propilen glikol yang dapat mempengarui sifat alir dan stabilitas dalam sediaan krim Kesimpulan : formulasi sediaan krim pilis rimpang bangle dan limbah kulit buah naga telah memenuhi persyaratan uji mutu fisik dan dapat digunakan untuk sediaantepada sediaan tersebut
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK n-HEKSAN DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP SEL KANKER KULIT B16F0 DENGAN METODE MICROCULTURE TETRAZOLIUM TEST Aulia Bakhtra, Dwi Dinni; Fajrina, Anzharni; Ameliona, Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.550

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak digunakan secara empiris untuk terapi pengobatan oleh masyarakat. Kandungan metabolit sekunder dari daun alpukat memberikan bioaktivitas yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak n-heksan daun alpukat Persea americana Mill terhadap pertumbuhan sel B16F0 dan menentukan aktivitas sitotoksik terhadap sel B16F0. Penentuan efek sitotoksik dan pengaruh terhadap sel B16F0 dilakukan metode Microculture Tetrazolium Test (MTT) dengan 3-(4,5-dimethylthiazol- 2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromida. Dari hasil penelitian yang didapatkan hasil bahwa ekstrak n-heksan Persea americana Mill mempengaruhi pertumbuhan sel B16F0, peningkatan konsentrasi uji mempengaruhi persentase jumlah sel yang hidup. Ekstrak n-heksan dari daun alpukat (Persea americana Mill) memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai IC50 4,246 μg/mL, yang berada dalam kategori sangat toksik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak n-heksan daun alpukat Persea americana Mill mempengaruhi pertumbuhan sel dalam  kategori sangat toksik.