cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
Komposisi Kimia dan Penentuan Senyawa Aktif Antioksidan dari Minyak Atsiri Kunyit (Curcuma longa L.) Vina Juliana Anggraeni; Dewi Kurnia; Dadang Djuanda; Sita Mardiyani
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i1.508

Abstract

Kunyit memiliki kandungan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini yang dilakukan untuk mengetahui komponen kimia dan aktivitas antioksidan minyak atsiri dari rimpang dan daun kunyit dengan menggunakan metode destilasi uap air dan analisis senyawa sampel menggunakan KG-MS dan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode peredaman DPPH. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil pada minyak atsiri rimpang kunyit memiliki 10 puncak komponen kimia utama dan pada daun kunyit memiliki 11 puncak komponen kimia utama. Dimana pada minyak atsiri rimpang komponen utamanya yaitu beta Tumeron, alpha Tumeron, ar-Tumeron, 1,8-Cineol, I-Phellandrene, Benzene, 1-methyl-4- (1-methylethyl)- (CAS) p-Cymene, Beta.-Sesquiphellandrene (Cas) 2-Methyl-6-(4- Methylenecyclohex-2-Enyl)-2-Heptene, Zingiberene, Benzene, 1-(1,5-Dimethyl-4-Hexenyl)-4- Methyl- (CAS) Ar-Curcumene dan .Alpha.-Terpinolene sedangkan pada minyak atsiri daun kunyit memiliki komponen utama yaitu I-Phellandrene, alpha Terpinolene, 1,8-Cineol, Benzene, 1-methyl-4- (1-methyletyl)- (CAS) p-Cymene, beta Myrcene, l-.beta.-Pinene, Alpha.- Pinene, Ar-Tumerone, gamma.-Terpinene, .alpha.-Terpinene dan 1,6,10-Dodecatriene, 7,11- dimethyl-3-methylene- (CAS). Uji kuantitatif dengan melihat nilai IC50 dari minyak atsiri rimpang memiliki nilai IC50 101,385 µg/mL dan daun kunyit memiliki nilai IC50 95,410 µg/mL. Sehingga dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri rimpang dan daun kunyit (Curcuma longa L.) mengandung sejumlah senyawa yang aktif dalam meredam radikal bebas DPPH.
Perbandingan Aktivitas Antibakteri Rebusan Batang, Bunga dan Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli ATCC 25922 Ekke Dwinda Intaningtyas; Fatimah Fatimah; Yunita Diyah Safitri
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i1.473

Abstract

Escherichia coli merupakan pathogen penyebab diare yang dapat menginfeksi manusia melalui air atau makanan yang terkontaminasi. Penggunaan antibiotik yang tidak bijak dalam mengatasi infeksi bakteri dapat menimbulkan resistensi terhadap antibiotik. Cengkeh merupakan salah satu bahan alam yang memiliki potensi sebagai antibakteri dikarenakan kandungan eugenol yang ada pada tanaman cengkeh baik pada batang, daun maupun bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas rebusan batang, bunga dan daun cengkeh (Syzygium aromaticum) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cakram kertas (Kirby-Bauer) dengan mengukur zona hambat yang terbentuk dari hasil aktivitas antibakteri ekstrak. Hasil penelitian ini menunjukkan baik batang, daun dan bunga memiliki aktivitas antibakteri yang kuat dengan rata – rata zona hambat yang terbentuk adalah 17 mm, 13 mm, dan 19 mm secara berurutan. Hambatan pertumbuhan bakteri yang tertinggi yaitu terdapat pada bunga cengkeh. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli diantara rebusan batang, bunga dan daun cengkeh (Syzygium aromaticum) adalah bunga cengkeh. 
Uji Potensi Antibakteri Streptococcus mutans Ekstrak Kulit Biji Kakao (Theobroma cacao L) dengan Metode Ekstraksi Sonikasi Aliyah Purwanti; Dianty Bella Agustin; Nuri Nuri
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i1.506

Abstract

Kulit biji kakao adalah bagian buah kakao yang membungkus biji kakao dan cenderung menjadi limbah industri coklat. Namun, berdasarkan hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa ekstrak kulit biji kakao mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak kulit biji kakao (theobroma cacao L) sebagai senyawa antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Ekstraksi kulit biji kakao dilakukan secara sonikasi menggunakan pelarut etanol 70%. Selanjutnya, dihitung nilai rendemen ekstrak, diskrining fitokimia dan diuji aktivitas antibakterinya dengan metode sumuran. Nilai rendemen dari ekstrak etanol 70% kulit biji kakao dapat dikatakan baik, yaitu 11,08% atau lebih dari 10%. Ekstrak etanol 70% kulit biji kakao teridentifikasi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin dan saponin. Hasil uji antibakteri menunjukkan ekstrak kulit biji kakao memiliki rata-rata zona hambat sebesar 8,44 ± 1,53 mm. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol 70% kulit biji kakao hasil ekstraksi sonikasi berpotensi dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.
REVIEW ARTIKEL: EFEKTIVITAS DADIH (YOGURT KHAS SUMATRA BARAT) SEBAGAI PROBIOTIK Muhammad Daffa Sonik; Vina Neldi; Putri Ramadhani
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i1.542

Abstract

 Indonesia memiliki banyak makanan khas di setiap daerah termasuk Sumatera Barat. Dadih merupakan salah satu yogurt khas dari Sumatera Barat yang jarang sekali di ketahui oleh masyarakat. Padahal dadih memiliki banyak manfaat salah satunya yaitu sebagai probiotik. Probiotik yang dimiliki oleh dadih diperoleh dari bakteri asam laktat (BAL) yang merupakan bakteri pembentuk dadih. Bakteri asam laktat (BAL) pada dadih dapat memberikan beberapa efek yang sangat baik untuk kesehatan manusia, salah satu diantaranya dapat dimanfaatkan sebagai imunomodulator. 
Review Artikel : Evaluasi Pengelolaan Limbah Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai di Rumah Sakit Farid Ahmad; Dinda Aisyah Aisyah; Farida Nur Aeni; Siti Ningrum Ratna Ningsih; Satrio Adi Putra; Nia Yuniarsih
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i1.495

Abstract

Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan rawat darurat. Pengelolaan perbekalan farmasi dan alat kesehatan yang bertujuan untuk pengamanan agar persediaan tidak terganggu oleh kerusakan, pemborosan, penggunaan tanpa hak, pencurian dan penyusutan yang tidak wajar. Alat kesehatan dan bahan medis habis pakai merupakan kebutuhan yang tidak bisa lepas dari rumah sakit, dengan penggunaan yang terus menerus, diperlukan pengelolaan untuk limbah sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan metode komparatif dengan mengumpulkan berbagai sumber yang didapat dari jurnal penelitian. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rumah sakit yang melakukan pengelolaan terhadap limbah sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai sudah sesuai dengan acuan yang dipakai dalam mengelola limbah tersebut. Acuan yang digunakan disesuaikan dengan jenis limbah yang dikelola diantaranya berdasarkan Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016, PSAK Nomor 33, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Permen LHK Nomor 56 Tahun 2015, dan Surat Edaran Nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/2020.
Analisa Hubungan Biaya Total dan Lama Rawatan Penggunaan Risperidon dan Quetiapin pada Pasien Skizofrenia Paranoid di RS Jiwa Prof HB Saanin Padang Dian Suhery; Yelly Oktavia Sari; Najmiatul Fitria
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i1.513

Abstract

Tingginya biaya kesehatan yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini adalah Badan Penyelengara Jaminan Kesehatan (BPJS) di Indonesia dalam menganani suatu penyakit terutama penyakit-penyakit kronis seperti Skizofrenia, yang membutuhkan pengobatan yang cukup lama hingga bertahun-tahun. Untuk kasus penaganan skizofrenia BPJS memiliki pengelompokan Khusus yang disebut Spesial Grup CMG  (Casemix Main Groups) pada tarif INA-CBGs. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan dari Total biaya langsung dalam paket pada penggunaan Antipsikotik generasi kedua dengan kombinasi risperidon dan quetiapin. Penelitian ini dilakukan di RS Jiwa Prof HB Saanin pada pasien rawat inap dengan diagnosa skozofrenia Paranoid F20.0 menurut ICD.10. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan total sampel sebanyak 21 buah, Analisa dilakukan dengan Analisa statistik korelatif Spearman dengan SPSS. Dari analisa statistik deskriptif menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara pendidikan terakhir dan pekerjaan (p-value > 0,05). Sementara itu terdapat hubungan yang bermakna antara perempuan dan laki-laki untuk penggunaan kedua kelompok obat ini. Dari data deskriptif juga didapatkan bahwa pasien yang menggunakan kedua kelompok obat ini masih berada pada rentang usia subur, dengan rerata usia pengguna Risperidon sekitar 37 tahun dan pengguna kombinasi Risperidon dan Quetiapin kurang dari 40 tahun. Dan terdapat hubungan yang bermakna antara total biaya langsung dalam paket pada penggunaan obat kombinasi antipsikotik generasi kedua risperidon dan quetiapin terhadap lama rawat pasien Skizofrenia Paranoid (F20.0) di RS Jiwa Prof HB Saanin Padang.Kata kunci: antipsikotik generasi kedua; risperidon; quetiapine; total biaya langsung
Perbandingan Aktivitas Penerapan Prolanis Diabetes Melitus Pada Dua Puskesmas Kota Bekasi Silvyana, Annysa Ellycornia; Warti, Lia; Rahayu, Feronika Evma; Reubun, Yonathan Tri Atmodjo; Muhaereni, Desweri
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.545

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk mendorong peserta penyakit kronis mencapai kualitas hidup yang optimal. Pelaksanaan Prolanis pada suatu Fasilitas Kesehatan kemungkinan berbeda dengan Fasilitas Kesehatan lainnya, untuk mengetahui perbedaannya perlu dilakukan perbandingan deskriptif antar Fasilitas Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas penerapan Prolanis Diabetes Melitus di Puskesmas A dan Puskesmas B Kota Bekasi yang dapat digunakan  sebagai dasar pertimbangan kebijakan selanjutnya. Metode pada penelitian ini adalah analitik observasional secara deskriptif dan penelitian dilaksanakan di Puskesmas A dan Puskesmas B Kota Bekasi dalam kurun waktu selama 3 (tiga) bulan. Aktivitas penerapan Prolanis yang dibandingkan meliputi karakteristik sumber daya manusia (SDM) tenaga Prolanis, frekuensi sms gateway, kualitas sms gateway, kualitas materi edukasi dan ketersediaan jenis obat DM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penerapan Prolanis di Puskesmas A lebih besar dibandingkan Puskesmas B, dimana karakteristik SDM tenaga Prolanis, frekuensi sms gateway dan ketersediaan obat DM di kedua Puskesmas tidak berbeda. Kualitas sms gateway dan kualitas materi edukasi Puskesmas A lebih besar dibandingkan Puskesmas B sehingga penerapan Prolanis di Puskesmas A lebih baik dibandingkan Puskesmas B. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan program Prolanis BPJS di setiap Puskesmas.
Pengaruh Pemberian Katekin Terhadap Kultur Sel Kanker Serviks Aulia Bakhtra, Dwi Dinni; Kamal Uyun, Hendri Satria; Eriadi, Aried; Fajrina, Anzharni; Wiliantari, Selvia; Pranciska, Witdia; Wandani, Jesica Desta
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.561

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu kanker paling mematikan bagi wanita. Salah satu terapi untuk mengobati kanker serviks adalah kemoterapi. Agen kemoterapi berasal dari bahan kimia sintetis dan memiliki efek samping yang merugikan. Tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik dengan metode MTT, penghambatan migrasi sel dengan metode scratch assay, dan induksi kematian sel dengan metode double staining. Dari hasil penelitian, katekin yang diisolasi dari gambir mempengaruhi pertumbuhan sel biakan HeLa dengan nilai IC50 sebesar 3,1 µg/mL. Katekin yang diisolasi dari Gambir berpengaruh terhadap penghambatan migrasi sel HeLa; Hasilnya adalah penghambatan terbesar ditemukan pada konsentrasi yang paling signifikan, yaitu pada 80 µg/mL, dan rata-rata area migrasi sel adalah 2,26 mm/jam. Katekin dapat menginduksi apoptosis pada sel kultur HeLa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa katekin yang diisolasi dari Uncaria gambir mempengaruhi sel kultur HeLa.
Pengaruh Pretreatment Microwave Terhadap Rendemen dan Profil Kimiawi Minyak Gaharu Aquilaria Sp. Defiza, Defiza; Az Zahra, Alfiyah; Supandi, Supandi; Aldrat, Hendri
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.555

Abstract

Minyak gaharu salah satu produk hasil penyulingan dari resin gaharu yang selain aromanya yang unik dan memiliki aktivitas biologis. Oleh karena tingginya minat  serta kelangkaan sumber-sumbernya secara alamiah, peneliti berusaha menemukan cara agar proses penyulingannya lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas. Pada penelitian ini serbuk resin gaharu diberikan pretreatmen sebelum disuling dengan menggunakan microwave dengan daya 180 Watt selama 3 x 3 menit. Selanjutnya serbuk resin tersebut direndam masing-masing 1, 2, 3, dan 4 minggu sebelum dilakukan hidrodistilasi selama 15 jam. Minyak atsiri yang dihasilkan selanjutnya dianalisa menggunakan GCMS, sedangkan aromanya diuji hedonis untuk mengetahui perlakuan mana yang paling disukai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rendemen minyak atsiri setelah pretreatment. Ada senyawa yang konsisten muncul pada semua perlakuan termasuk kontrol seperti benzylacetone, β-selinene, alloaromadendrene, n-hexadecanoic acid, β-guaiene, dan agarospirol, sedangkan senyawa yang muncul setelah diberikan perlakuan microwave di antaranya adalah di antaranya adalah γ-gurjunene, valerenol, valencene, dibenzylacetone, α-selinene, α-guaiene, beta elemene, γ-muurolene, isocaryophyllene, ocimene, valerenal, cadinene dan dimetil octatriene. Adapun di antara senyawa di atas, yang baru muncul setelah mengalami perendaman adalah valerenal, dibenzylacetone, isocaryophyllene, ocimene, α-guaiene, β-elemene, dan γ-muurolene. Praperlakuan dengan menggunakan microwave dengan daya 180W dan perendaman sampai 2 minggu dapat meningkatkan jumlah rendemen dan keanekaragaman komponen minyak gaharu atsiri. Uji hedonik menunjukkan responden aroma minyak atsiri setelah pretreatment tidak merusak kualitas minyak gaharu.
Pengaruh HPMC dan PVP K-30 Sebagai Stabilizer Pada Nanopartikel Telmisartan Terhadap Sifat Fisikokimia dan Laju Disolusi Makmur, Indra; Wahyuni, Rina; Sandra, Thessa Mai
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.566

Abstract

Telmisartan merupakan biopharmaceutical classification system (BCS) kelas II yaitu obat yang memiliki kelarutan rendah, yang menyebabkan bioavailabilitas oral yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh HPMC dan PVP K-30 sebagai stabilizer terhadap karakteristik fisikokimia nanopartikel telmisartan dan mengetahui pembuatan nanopartikel dapat meningkatkan kelarutan telmisartan. Telmisartan dibuat dalam 3 formula yaitu pada campuran fisik, formula 1, dan formula 2. Karakterisasi dengan hasil meliputi distribusi ukuran partikel, dengan hasil ukuran partikel campuran fisik 12nm, formula 1 43 nm, dan formula 2 20nm. Hasil analisa difraktogram sinar x (X-Ray Difraction) menunjukkan terjadinya pengurangan derajat kristalinitas dan tidak ditemukannya puncak baru. Hasil analisa termogram Differential Scanning Calorimetry (DSC) menunjukkan tidak terjadinya penurunan titik lebur dan terjadinya penurunan entalpi. Analisa FT-IR menunjukkan tidak terjadinya pergeseran bilangan gelombang dan tidak adanya gugus fungsi baru. Evaluasi penetapan kadar dilakukan dengan pelarut metanol dengan hasil 100,918% telmisartan, 100,19% campuran fisik, 100,372% formula 1, dan 100,827% formula 2. Laju disolusi mengalami peningkatan dari 23% menjadi 26% untuk campuran fisik, untuk F1 53% dan untuk F2 58%.