cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Cabai Rawit Merah (Capsicum Annuum Var.Frutescens (L.) Kuntze) Menggunakan Metode Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP) Sestry Misfadhila; Novita Wulandari; Rina Desni Yetti; Gemmy Sarina; Muhammad Haris
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i1.440

Abstract

Cabai rawit merah (Capsicum annuum var.frutescens (L) Kuntze) telah banyak diteliti dan diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian tentang pengujian aktivitas antioksidan ekstrak cabai rawit merah telah dilakukan beberapa peneliti terdahulu dengan metode DPPH dan Microwave Assisted Extraction (MAE). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol cabai rawit merah dengan metode ferric reducing antioxidant power (FRAP), menggunakan asam askorbat sebagai senyawa pembanding. FRAP merupakan salah satu metode uji aktivitas antioksidan dengan mekanisme kemampuan senyawa uji untuk mereduksi ion besi (III) menjadi ion besi (II). Cabai rawit merah dimaserasi dengan etanol 70 % dan diperoleh rendemen ekstrak 65,6142 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan yang diperoleh dari ekstrak etanol cabai rawit merah dan asam askorbat sebagai pembanding ditunjukkan dengan nilai 1,4438 mmol Fe2+/100 g dan 7,8290 mmol Fe2+/100 g.
Penentuan Kadar Fenolat Total dan Uji Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Non Polar, Semi Polar dan Polar Buah Rotan (Calamus manan) Sandra Tri Juli Fendri; Verawati Verawati; Amilia Putri; Siska Ferilda
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i1.442

Abstract

Telah dilakukan penelitian pada penentuan kadar fenolat total dan uji aktivitas antioksidan dari ekstrak non polar, semi polar dan polar buah rotan (Calamus manan) secara spektrofotometri Uv-Vis. Ekstrak didapatkan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan cairan penyari heksan, etil asetat dan metanol. Kadar fenolat total ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 758 nm dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH pada panjang gelombang serapan maksimum 519 nm dengan asam galat sebagai pembanding. Kadar fenolat total dari ekstrak non polar, semi polar dan polar berturut-turut sebesar 0,731%; 4,827% ; 10,3163% b/b dan aktivitas antioksidan didapatkan hasil bahwa ekstrak non polar polar memiliki nilai IC50 240,479 µg/mL, pada ekstrak semi polar memiliki nilai IC50 sebesar 162,093 µg/mL dan ekstrak polar memiliki nilai IC50 sebesar 63,88 µg/mL. Ekstrak polar memiliki aktivitas antioksidan kuat sedangkan pada ekstrak nonpolar dan semi polar memiliki aktivitas antioksidan lemah.
Skrining Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih Tunggal terhadap Staphylococcus aureus Nadia Pudiarifanti; Jon Farizal
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i1.450

Abstract

Resistensi antibiotika yang meningkat dapat dihambat dengan cara menggunakan antibiotik secara rasional dan mengembangkan sediaan bahan alam yang ada sebagai alternatif pengobatan. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan adalah bawang putih tunggal atau bahasa ilmiahnya adalah Allivum sativum Linn. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa bawang putih tunggal memiliki berbagai manfaat, salah satunya sebagai antibakterikarena kandungan allicin, namun masih sedikit literatur yang melakukan penelitian terkait bawang putih tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kandungan fitokimia bawang putih tunggal dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian semu eksperimental dengan menggunakan ekstrak etanol bawang putih tunggal untuk melihat kandungan fitokimia dan konsentrasi ekstrak100%, 80%, 60%, 40%, 20% untuk melihat aktivitas antibakteri dengan aquadest steril sebagai kontrol negatif dan kloramfenikol sebagai kontrol positif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang putih tunggal memili kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin, sedangkan steroid tidak terdeteksi. Selain itu hasil uji aktivitas antibakteri terhadap S. aureus hanya terlihat pada konsentrasi ekstrak 100% dengan rata-rata diameter 9mm, sedangkan konsentrasi lainnya tidak menunjukkan aktivitas antibakteri.
Evaluasi Masalah Terkait Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan Gagal Ginjal Kronik di Rawatan Inap RSUP DR. M. Djamil Padang Widya Kardela; Rezlie Bellatasie; Nurayni Nurayni; Erlina Rustam
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i1.451

Abstract

Penyakit metabolik akibat adanya kelainan insulin, kerja insulin atau keduanya yang dikenal dengan istilah diabetes melitus (DM) tipe 2 menyebabkan komplikasi mikrovaskular salah satunya penyakit gagal ginjal kronik. Penatalaksanaan farmakologi untuk kondisi ini berpotensi menimbulkan kejadian masalah terkait obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi masalah terkait obat pada penggunaan obat antidiabetes dan antihipertensi pada pasien DM tipe 2 dengan komplikasi gagal ginjal kronik di rawat inap RSUP DR. M. Djamil Padang periode Januari-Desember 2021. Jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif menggunakan metode cross sectional dan pengambilan data bersifat retrospektif. Masalah terkait obat di identifikasi berdasarkan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe V.05 (PCNE). Hasil evaluasi masalah terkait obat terhadap 23 pasien terdapat dua kategori masalah terkait obat yang teridentifikasi yaitu masalah interaksi obat potensial sebanyak 35 kejadian (59%) dan masalah dosis atau frekuensi terlalu tinggi sebanyak 24 kejadian (41%). Berdasarkan hasil penilaian dan identifikasi masalah terkait obat, maka perlu adanya pencegahan dan manajemen masalah terkait obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan gagal ginjal kronik.
Validasi Penambatan Molekuler (Docking) (Zingiber Officinale) dan (Cymbopogon citratus) Sebagai Ligan Aktif Reseptor Pparγ Okta Nursanti; Isna Wardani; Ginayanti Hadisoebroto
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i1.469

Abstract

Jahe dan sereh merupakan tanaman yang berkhasiat salah satunya yaitu sebagai anti diabetes tipe 2, senyawa jahe dan sereh yang berkhasiat sebagai antidiabetes antara lain cineol, farnesol, geraniol, linalool, limonen, pinen, terpineol dan zingeron. Tujuan dari penelitian ini adalah identifiikasi senyawa metabolit sekunder yang mempunyai aktivitas anti diabetes yang aman serta melihat interaksi asam amino yang terbentuk antara molekul senyawa dari tanaman jahe dan sereh dengan sisi aktif protein PPARγ hasil penambatan molekul. Penelitian ini dilakukan dengan metode insilico. Untuk pencarian ligan uji menggunakan ChEBI, pencarian struktur reseptor menggunakan Protein Data Bank, penambatan molekul menggunakan Arguslab dan visualisasi menggunakan Discovery Studio. Dari hasil penelitian uji toksisitas, farmakokinetik ke delapan senyawa yang ada pada jahe dan sereh mempunyai aktivitas antidiabetes yang aman. Dari hasil molekular docking senyawa yang mempunyai skor binding energi lebih rendah dari ligan pembanding adalah cineol, farnesol, geraniol, linalool, limonen, pinen, terpineol maka dapat disimpulkan bahwa senyawa tersebut dapat bersaing untuk berikatan dengan reseptor PPARγ.
Aktivitas Perlindungan Sinar UV Ekstrak Etanol Daun Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex.A. Froehner) Secara In Vitro Krisyanella Krisyanella; Resva Meinisasti
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan tanaman komoditas utama di Curup Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Pemanfaatan spesies kopi  umumnya masih terfokus pada biji kopi, sedangkan daun kopi hasil pemangkasan biasanya terbuang. Menurut literatur Daun kopi robusta (Coffea canephora) mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang berpotensi memberikan aktifitas tabir surya. Tujuan Penelitian : menentukan nilai SPF dan aktifitas tabir surya dari ekstrak etanol daun kopi robusta. Metodologi penelitian adalah eksperimental laboratorium. Metoda ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan etanol 70%. Pengukuran nilai SPF dilakukan secara in vitro menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Dari hasil pemeriksaan kandungan metaboblit sekunder, sampel mengandung senyawa Alkaloid, Flavonoid, Saponin, Tanin, Dan Steroid. Senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid mempunyai potensi sebagai tabir surya karena adanya gugus kromofor yang mampu menyerap sinar UV sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit Tanin juga  bermanfaat sebagai tabir surya. Tanin terkondensasi memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat melindungi kulit dari kerusakan yang ditimbulkan radiasi ultraviolet. Nilai SPF dari ekstrak dengan konsentrasi 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm  yaitu berurut-turut 6,911 (Proteksi sedang); 8,093 (Proteksi maksimum dan 12,989 (Proteksi maksimum). Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa ekstrak etanol daun kopi robusta memiliki aktifitas tabir surya, dimana peningkatan aktifitas tabir surya berbanding lurus dengan kenaikan konsentrasi ekstrak. Daun kopi robusta berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan tabir surya
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Omeprazol dan Pantoprazol dalam Terapi Peptic Ulcer pada Pasien Lansia Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Adhyaksa Adrully El Fienda; Ainun Wulandari
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.475

Abstract

PPI (proton pump inhibitors) adalah salah satu obat yang umum diresepkan pada gangguan lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai efektivitas biaya pada penggunaan Omeprazol dan Pantoprazol pada pasien rawat inap di RSU Adhyaksa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif dengan membandingkan Direct Medical Cost (biaya medik langsung). Subjek dari penelitian ini adalah semua pasien rawat inap di RSU Adhyaksa yang mendapatkan terapi Omeprazol dan Pantoprazol dengan usia >50 tahun dalam periode Januari 2020 – Mei 2022. Hasil efektivitas terapi dapat dilihat dari data rekam medis pasien dan biaya pengobatan pasien yang dianalisis dengan perhitungan rasio rerata efektivitas biaya (ACER). Berdasarkan efektivitas terapi pantoprazol (95,2%) lebih efektif dibandingkan omeprazol (90,5%). Terdapat perbedaan nilai ACER pada pasien yang menggunakan pantoprazole sebesar Rp 1.802.501,- dan pada omeprazole sebesar Rp 2.022.952,-. ICER pada penelitian ini menunjukkan angka Rp. 601.510,-. Pada penelitian ini terdapat perbedaan efektivitas antara pantoprazol dan omeprazole sebagai terapi Peptik ulser. Biaya terapi peptic ulser pada pantoprazol lebih rendah dibandingkan omeprazole.
Potensi Antiradikal bebas DPPH dan Tabir Surya Ekstrak Tunggal dan Kombinasi Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon (L.) Osbeck ) dan Kulit Jeruk Manis (Citrus aurantium L.) Rosanti Wahyu Saputri; Satriani Badawi; Hadi Kuncoro
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.438

Abstract

Kulit buah jeruk lemon (Citrus limon (L.) Osbeck) dan jeruk manis (Citrus aurantium L.) mengandung golongan senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat bertindak sebagai antioksidan dan tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan tabir surya ekstrak etanol kulit buah jeruk lemon dan jeruk manis dalam bentuk ekstrak tunggal maupun kombinasinya. Kedua sampel dimaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode penghambatan radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl menggunakan spektrofotometer UV-Vis, efektivitas tabir surya ditentukan dengan menghitung nilai %Te, %Tp, dan SPF dengan metode spektrofotometri. Nilai IC50 ekstrak kulit lemon, ekstrak kulit jeruk manis, dan kombinasinya (1:1, 1:2, dan 2:1) secara berturut-turut adalah 610,94 ppm; 437,52 ppm; 501,18  ppm; 398,11 ppm; dan 485,25 ppm. Hasil ini menunjukkan kombinasi dengan perbandingan 1:2 memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan sampel lainnya. Hasil uji aktivitas tabir surya menunjukkan nilai %Te dan %Tp ekstrak menurun dengan peningkatan konsentrasi dan nilai SPF seluruh ekstrak dengan konsentrasi 800 ppm termasuk dalam kategori proteksi maksimal.
Uji Kadar Senyawa Flavonoid dan Antioksidan Ekstrak Etanol Batang Kopasanda (Chromolaena odorata L.) menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Visible Eriska Agustin; Siti Resmayani
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i2.494

Abstract

Tumbuhan Kopasanda (Chromolaena odorata L.) banyak terdapat di indonesia dan memiliki potensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kadar flavonoid dan aktivitas antiksidan ekstrak batang kopasanda. Batang Kopasanda diektraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Kadar flavonoid ekstrak diukur dengan metode Spektrofotometri UV-Vis sedangkan aktivitas antioksidan ekstrak ditentukan dengan  metode DPPH. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang kopasanda memiliki kadar flavonoid sebesar 25,03±4,448 mgQE/g ekstrak dan aktivitas senyawa antioksidan didapatkan nilai IC50 sebesar 156,22 ppm dengan kategori antioksidan lemah.
Kualitas Pemberian Informasi Obat di Puskesmas Sangurara Kota Palu Nur Ikhlas; Muhamad Rinaldhi Tandah; Khusnul Diana
Jurnal Farmasi Higea Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v14i1.329

Abstract

Pelayanan informasi obat sangat penting terutama untuk pasien yang tidak mendapatkan informasi  tentang obat yang digunakan, karena penggunaan obat yang salah dapat membahayakan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pemberian informasi obat di puskesmas Sangurara Kota Palu, bagaimana tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan serta apakah ada pengaruh antara karakteristik pasien terhadap kepuasan pemberian informasi obat yang diberikan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode crossectional, dilakukan di puskesmas Sangurara Kota Palu pada bulan September-November 2020, dengan total sampel sebanyak 160 pasien. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan indeks kepuasan masyarakat (IKM), analisis kesenjangan GAP, Importance Performance Analysis, dan analisis bivariat dengan menggunakan software statistik. Hasil dari IKM sebesar 80,42% yg berarti memuaskan dan nilai GAP (-0,39) menunjukan pasien sdh cukup puas terhadap pelayanan yang diberikan. Hasil Importance-Performance Analysis menunjukan atribut pelayanan yang harus di tingkatkan yaitu atribut nomor 4, 6, dan 17. Hasil statistik analisis bivariat menunjukan tidak adanya pengaruh antara umur (p = 0,115), jenis kelamin (p = 0,743), pendidikan (p = 0,829) pekerjaan (p = 0,563), dan pendapatan (p = 0,625) terhadap kepuasan pemberian informasi obat di Puskesmas Sangurara Kota Palu. Kesimpulan kualitas pemberian informasi obat di puskesmas Sangurara berdasarkan metode IKM termasuk kategori puas sedangkan gap termasuk kategori cukup puas. Terdapat 3 atribut pelayanan yang harus di prioritaskan yaitu atribut nomor 4, 6, dan 17. Tidak adanya pengaruh antara umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan terhadap kualitas pemberian informasi obat.