cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 23555467     EISSN : 23555475     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 349 Documents
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN DI MADRASAH Bakti Toni Endaryono
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 6, No 1 (2019): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.633 KB) | DOI: 10.30998/fjik.v6i1.2760

Abstract

Lembaga pendidikan memegang kunci utama penanaman karakter dan akhlak peserta didik. Diajarkan tata krama, unggah-ungguh, sopan santun, kejujuran, rasa tanggung jawab, integritas, disiplin, kerja keras dan sekaligus solidaritas. Kita berharap sekolah menjadi laboratorium karakter dan akhlak selain sebagai wadah menempa calon - calon penerus pemimpin bangsa dan negara Indonesia. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan proses pembentukan, trasformasi, trasmisi dan mengembangkan potensi peserta didik agar berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik sesuai dengan falsafah hidup Pancasila.  Sudah tentu karakter anak itu merupakan hasil interaksi antara pembawaan dan lingkungan, sehingga dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang ditekankan bukanlah pembawaan dan lingkungan kulturnya, namun interaksi keduanya
IMPLEMENTED READING TECHNIQUES ON READING COMPREHENSION FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Amrina Rosyada
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2, No 3 (2015): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.43 KB) | DOI: 10.30998/fjik.v2i3.596

Abstract

Abstract: This study aims at determining the effect of reading techniques on readingcomprehension of state Junior High School students in South Jakarta. The implementedreading techniquesareReading Aloud and Silent Reading, which are designed to explorestudents’ natural ability and teachingin reading comprehension, while in silent readingstudents are given a certain amount of time to silently read the selected texts without instructionfrom the teacher and interaction to peers. The experiment takes samples of 39 studentscomprising 20 students for experiment class using the reading aloud, and 19 students forcontrol class using the silent reading. The students’ reading comprehension is measuredquantitatively by using the t-test two tailed to find out the significant difference between theexperimentclass and the control class. Findings provide a significant difference between theimplemented reading aloud in experiment class and the implemented silent reading in controlclass. Therefore.Keywords: reading aloud, silent reading, reading comprehension.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PRAKTIK KERJA INDUSTRI KOMPETENSI KEAHLIAN AKUNTANSI KEUANGAN LEMBAGA PADA SMK PGRI 16 JAKARTA Irwan Siagian; Maman Paturahman; Chadis Chadis
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 6, No 3 (2019): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/fjik.v6i3.4255

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) evaluasi program, (2) praktik kerja industri, dan (3) akuntansi keuangan lembaga di SMK PGRI 16 Jakarta. Hasil penelitian yaitu: (1) proses perumusan program praktek kerja industri tetap mengacu pada pesan kurikulum dan pengembangannya agar berkoordinasi dengan pihak institusi pasangan. Hal tersebut agar terdapat sinkronisasi dan relevansi antarprogram yang dirumuskan oleh sekolah dengan pihak institusi pasangan. (2) Pihak sekolah kiranya dapat mengevaluasi kembali tentang kondisi siswa sebagai peserta dilihat dari kompetensi, performa, dan mentalitasnya melengkapi berbagai fasilitas yang diperlukan, sehingga mereka lebih siap saat melakukan praktek kerja industri di lapangan. (3) Pihak dunia usaha dan dunia industri agar tetap memberikan pelayanan secara optimal bagi seluruh peserta prakerin dengan menyertakan karyawan setempat menjadi tutor bagi para siswa di lapangan. Proses bimbingan yang dilakukan oleh para pegawai setempat senantiasa harus mempelajari dan mengacu pula pada buku pedoman yang dimiliki oleh para siswa sebagai kepanjangan tangan dari pihak sekolah/ pemerintah. (4) Pelaksanaan praktek kerja industri harus tetap dilaksanakan sebagai wujud dari pelaksanaan sistem ganda antara sekolah dengan institusi pasangan. Hal ini penting karena SMK sebagai sekolah kerja (vocational school) pada dasarnya sangat berorientasi pada mempersiapkan para siswa sebagai tenaga menengah yang siap bekerja di dunia usaha dan dunia industri.
PERSEPKTIF BARU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH MENUJU SEKOLAH UNGGULAN DI ERA MILENIAL Mulyati Mulyati
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 6, No 2 (2019): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.999 KB) | DOI: 10.30998/fjik.v6i2.4256

Abstract

 Abstrak: Tulisan ini bertujuan menjelaskan secara mendalam tentang persepktif baru tentang kepemimpinana kepala sekolah menuju sekolah unggulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam tentang persepktif baru kepemimpinan kepala sekolah menuju sekolah unggulan di era milenial. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penggunaan metode penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan mendapatkan penjelasan yang mendalam tentang perspektif baru kepemimpinan kepala sekolah terhadap sekolah unggulan di era milenium. Berdasarkan hasil analisis mendalam secara teoretis ditemukan bahwa perspektif baru kepemimpinan kepala sekolah di era milenium harus melibatkan semua pihak, tidak hanya yang terdapat di dalam sekolah melainkan pihak yang terdapat di luar sekolah. Semua perencanaan dan organisasi sekolah, pengambilan keputusan, dan pengambilan kebijakan dibahas secara demokratis dengan semua staf dan kepala sekolah. Alat-alat pendidikan yang mendasari telah memadai dalam mendukung dan meningkatkan kualitas hasil. Partisipasi orang masih dalam mencari anggaran dan digunakan untuk kegiatan operasional pendidikan. Berdasarkan diskusi di atas, dapat disimpulkan bahwa memiliki kepemimpinan kepala sekolah yang kuat dapat mengantarkan sekolah menjadi sekolah ungguklan di masa depan, terutama di era milenium ini. Manfaat lain menjadi sekolah unggulan adalah membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pendidikan nasional, yaitu pendidikan yang berkualitas. Kata kunci: Perspektif baru, kepemimpinan, sekolah Unggulan, era milenium
READING ISLAMIC MESSAGES IN SEUDATI ACEH TRADITIONAL DANCE, USING SEMOTIC SYMBOLS yulia sofiani zaimar; Endang Sondari
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 6, No 1 (2019): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.19 KB) | DOI: 10.30998/fjik.v6i1.3558

Abstract

Abstrak: Tari Seudati Inong adalah tarian suku Aceh, yang biasanya dilakukan untuk merayakan peristiwa penting dalam adat. Puisi dalam tari Seudati menggunakan bahasa Arab dan Gayo. Selain itu, tarian ini biasanya diperlihatkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad. Nama tarian "Seudati Inong" diperoleh dari salah satu ulama besar NAD. Seudati Inong dance atau sering disebut Seribu Tangan Tangan atau Tari Seribu Tangan adalah salah satu media untuk pencapaian pesan, yang disebut dakwah. Tarian ini mencerminkan pendidikan agama, tata krama, kepahlawanan, kekompakan dan juga kebersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna simbol dari tari Seudati Inong. Bentuk tarian ini terlihat dari gerakan, pola lantai, pakaian dan miring. Kemudian untuk melihat makna simbol yang terkandung dalam Seudati Inong Dance dapat dilihat dari benda-benda material, tindakan dan ucapan. Basis teror adalah deskripsi teori sebagai dasar untuk melaksanakan penelitian. Teori dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk semiotik, dari Roland Barthes. Key Word: Aceh, seudati, dance, semiotik, kode 
The Second Language Acqusition The Fifth Grade Student of SDN Ujungaris 1 Indramayu Dede Irawan
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 6, No 1 (2019): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.567 KB) | DOI: 10.30998/fjik.v6i1.3234

Abstract

This research is aimed to know how do the students get second language acquisition and this research used qualitative descriptive method to analysis second language acquisition in the student. The result shows there were 15 people from 20 students who get a second language through receptive, In this process the students need at least 2 meetings in the teaching process to mastery second language acquisition although in one semester they only can mention vocabulary. Whereas there are 5 students who can speak several words and begin to form short phrases, although grammatically is not correct, this stage is called the early production process of second language acquisition. Besides that, the second language acquisition of students is not only obtained from English language teaching but also other factors that influence it, the result shows there were 5 students who get second language acquisition from YouTube social media and three of them take English language coursesPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara siswa memperoleh penguasaan bahasa kedua dan penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis penguasaan bahasa kedua pada siswa. Hasilnya menunjukkan ada 15 orang dari 20 siswa yang mendapatkan bahasa kedua melalui penerimaan, Dalam proses ini para siswa membutuhkan setidaknya 2 pertemuan dalam proses pengajaran untuk menguasai penguasaan bahasa kedua meskipun dalam satu semester mereka hanya bisa menyebutkan kosa kata. Sedangkan ada 5 siswa yang dapat berbicara beberapa kata dan mulai membentuk frasa pendek, meskipun secara tata bahasa tidak benar, tahap ini disebut proses produksi awal penguasaan bahasa kedua. Selain itu, akuisisi bahasa kedua siswa tidak hanya diperoleh dari pengajaran bahasa Inggris tetapi juga faktor-faktor lain yang mempengaruhinya, hasilnya menunjukkan ada 5 siswa yang mendapatkan akuisisi bahasa kedua dari media sosial YouTube dan tiga dari mereka mengambil kursus bahasa Inggris. Keyword : Second Language Acquisition and Student  
Ajarkan disiplin sejak dini agar terhindar dari kenakalan remaja masayu endang apriyanti
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 6, No 3 (2019): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.858 KB) | DOI: 10.30998/fjik.v6i3.3625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya mengajarkan dan membiasakan disiplin pada anak sejak dini, agar mereka tidak salah dalam  bersikap apalagi sampai terjerumus dalam kenakalan remaja. Karena sesungguhnya disiplin akan membentuk karakter yang kuat agar mampu terus berjalan sesuai norma dan peraturan yang berlaku, sehingga mereka selalu menjalankan tugas dan tanggung jawab hidup dengan sebaiknya. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif yang bersifat survey langsung pada kelompok-kelompok masyarakat tertentu, pada kelompok petugas kesehatan (konseling masyarakat atas beragam kasus terkait yang sudah mereka hadapi), studi perpustakaan dan literatur. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa disiplin penting diajarkan dan ditanamkan sejak dini salah satunya demi mencegah terjadinya kenakalan remaja.
Implementasi Supervisi Klinis untuk Meningkatkan Kinerja Guru di SMP Ganesa Satria Depok IIS DEWI LESTARI
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 6, No 2 (2019): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.397 KB) | DOI: 10.30998/fjik.v6i2.3749

Abstract

AbstractClinical supervision were really needed by the teachers to increase their job performance of education profesionalism. The principal can develop their teachers by clinical supervision about manage the teaching process. Clinical supervison may be divided by some activities, there are meeting the teacher, observation, evaluation and analysis. . The method of this research is descriptive qualitative . Data was collected by in the interview, observation, and literatue study. Data analysis was performed by data reduction, data presentation and conclusion on verifications. The results of this research are 1) implementation clinical supervision applied step by step of principal Ganesa Satria junior high school to develop the teachers increase their job performance on learning process, 2) The principal by cinical supervision can increase job performance of teachers, 3) The principal as a implementer must be understand and have best some strategics to get better  changes for teachers.  Keywords: clinical supervision, job performance, teacher AbstrakSupervisi klinis sangat dibutuhkan oleh guru untuk meningkatkan kinerja guru yang profesional. Melalui supervisi klinis, kepala sekolah dapat melakukan pembinaan kinerja guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Supervisi klinis yang dilakukan kepala sekolah di SMP Ganesa Satria dapat dilakukan menjadi beberapa kegiatan antara lain pertemuan, observasi, evaluasi dan analisis. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deksriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini antara lain 1)Implementasi supervisi klinis diterapkan dengan bertahap oleh kepala sekolah di SMP Ganesa Satria sebagai upaya pembinaan bagi guru-guru untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam pengajaran, 2) Kepala sekolah dalam melakukan supervisi klinis mampu meningkatkan kinerja guru lebih baik, 3) Kepala sekolah sebagai pelaksana dari supervisi klinis harus paham dan memiliki strategi yang mampu memberikan perubahan bagi guru. Kata Kunci: Supervisi klinis, kinerja, guru  
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS KINERJA DOSEN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Fibria Anggraini Puji Lestari
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 6, No 1 (2019): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.372 KB) | DOI: 10.30998/fjik.v6i1.3364

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor- faktor yang dapat mempengaruhi kualitas kinerja dosen sebagai pendidik di perguruan tinggi. Dalam penelitian ini variable yang digunakan adalah motivasi,kompetensi dosen dan gaya kepemimpinan sebagai vaiabel independen dan kualitas kinerja dosen sebagai variabel dependen.Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh variabel motivasi ( 0.509), kompetensi dosen  ( 0.122) dan gaya kepemimpinan ( 0.285) terhadap kualitas kinerja dosen di perguruan tinggi. Kata kunci: motivasi, kompetensi dan kinerja
IMPLEMENTASI BLANDED LEARNING DALAM MENGKAJI ISU-ISU SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDG’S) Shahibah Yuliani; Dian Alfia Purwandari; Nova Scorviana Handayani; Nurul Istiqomah
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 7, No 1 (2020): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/fjik.v7i1.5549

Abstract

ABSTRAKdilakukan blended learning dalam mengkaji isu SDG’s, kendala dan cara dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi partisipatif, dan dianalisis menggunakan software NVIVO 12. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) implementasi blanded learning dilakukan melalui google-classroom sebagai media pembelajaran, google scholar sebagai media pengembangan pengetahuan, dan google-form sebagai media evaluasi, yang diperkuat dengan berdiskusi saat tatap muka; (2) alasan diperlukan blended learning, karena mahasiswa merasa lebih tertarik, paperless, dan bersifat fleksibel.; (3) Kendala yang dihadapi pada blanded learning adalah jika e-learning mengalami lemahnya koneksi internet, tidak menguasai e-learning, dan ketika mahasiswa tidak memperhatikan intruksi dalam pembelajaran. Respon dosen yang lambat dalam memantau e-learning juga dapat menjadi kendala. Oleh karena itu, untuk mengatasi kendala tersebut, mahasiswa dan dosen perlu saling interaktif, sehingga blanded learning dapat efektif.  Kata Kunci: Implementasi, Blanded Learning, Sustainable Development Goal’s

Filter by Year

2014 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 3 (2024): Faktor: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 2 (2024): Faktor: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 1 (2024): Faktor: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 10, No 3 (2023): Faktor: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 10, No 2 (2023): FAKTOR Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 10, No 1 (2023): FAKTOR Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 9, No 3 (2022): FAKTOR Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 9, No 2 (2022): FAKTOR Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 9, No 1 (2022): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 8, No 3 (2021): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 8, No 2 (2021): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 8, No 1 (2021): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 7, No 3 (2020): Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 7, No 2 (2020): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 7, No 1 (2020): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 6, No 3 (2019): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 6, No 2 (2019): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 6, No 1 (2019): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 3 (2018): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 2 (2018): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 1 (2018): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 4, No 3 (2017): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 4, No 2 (2017): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 4, No 1 (2017): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 3, No 3 (2016): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 3, No 2 (2016): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 3, No 1 (2016): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2, No 3 (2015): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2, No 2 (2015): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2, No 1 (2015): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 3 (2014): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 2 (2014): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 1 (2014): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan More Issue