cover
Contact Name
Jurnal Artefak
Contact Email
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Artefak
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23555726     EISSN : 25800027     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ARTEPAK, diterbitkan olah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoritis yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan profesi guru IPS, kajian Sejarah Lokal & Nasional, Kebudayaan, dan Pendidikan. Diterbitkan secara berkala Dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
PENINGKATAN APRESIASI SISWA TERHADAP NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DENGAN MEDIA TRADISI SEDEKAH LAUT CILACAP Sudarto Sudarto
Jurnal Artefak Vol 8, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.366 KB) | DOI: 10.25157/ja.v8i2.6713

Abstract

Penelitian bertujuan meningkatkan apresiasi siswa terhadap nilai-nilai kearifan lokal dengan dampak pengiringnya peningkatan hasil belajar sejarah. Model pembelajaran yang digunakan adalah model kooperatif tipe group investigation berbantu media tradisi sedekah laut Cilacap. Penelitian ini merupakan Classroom Action Research dengan tiga siklus tindakan. Prosedur kerja pelaksanaan tindakan melalui enam langkah GI dengan lima kegiatan yakni: 1) Apresiasi (langkah 1 GI); (2) eksplorasi (langkah 2 dan 3 GI); (3) elaborasi (langkah 4 dan 5 GI); (4) konfirmasi (langkah 6 GI); dan (5) penutup. Adapun teknik pengumpulan data yaitu; observasi, dokumentasi, wawancara, test, dan angket. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMA Islam Darul Ulum Cipari pada kelas X.IPS Tahun Ajaran 2020/2021. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penerapan model kooperatif tipe GI dengan media tradisi sedekah laut efektif meningkatkan hasil belajar sejarah dari Nilai rata-rata 6,00 dengan ketuntasan hasil belajar 40,63% presentasi hasil prestasi 75,00% pada siklus I, mengalami peningkatan menjadi 7,08 dengan ketuntasan belajar 78,13% presentasi hasil prestasi 83,27% pada siklus II, dan meningkat kembali menjadi 7,88 dengan ketuntasan 93,75% presentasi hasil belajar 87,50%; (2) Penerapan pembelajaran ini meningkatkan apresiasi siswa, terlihat dengan presentase peningkatan skala sikap 84,37% (siklus I), menjadi 93,75% (siklus II), pada siklus III sebesar 96,88%.The research aims to increase students' appreciation of the values of local wisdom with the accompanying impact of increasing historical learning outcomes. The learning model used is a cooperative model with the type of group investigation assisted by the Cilacap sea alms tradition media. This research is a Classroom Action Research with three cycles of action. The work procedure for implementing the action goes through six GI steps with five activities, namely: 1) Appreciation (step 1 GI); (2) exploration (GI steps 2 and 3); (3) elaboration (steps 4 and 5 GI); (4) confirmation (step 6 GI); and (5) closing. The data collection techniques are; observation, documentation, interviews, tests, and questionnaires. Data analysis used quantitative and qualitative descriptive. The research was carried out at SMA Islam Darul Ulum Cipari in class X.IPS for the 2020/2021 Academic Year. The results showed: (1) The application of the GI type cooperative model with the sea alms tradition media effectively increased history learning outcomes from an average value of 6.00 with complete learning outcomes 40.63% presentation of achievement results 75.00% in the first cycle, experiencing an increase to 7.08 with 78.13% learning completeness presentation of 83.27% achievement results in the second cycle, and increasing again to 7.88 with 93.75% learning completeness presentation of 87.50% learning outcomes; (2) The application of this learning increases student appreciation, as seen by the percentage increase in the attitude scale from 84.37% (cycle I), to 93.75% (cycle II), in the third cycle it is 96.88%.
KOTA KOLONIAL HINDIA BELANDA 1800-1942: DITINJAU DARI PERMASALAHAN SEJARAH PERKOTAAN Dewi Ratih
Jurnal Artefak Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.204 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i1.4197

Abstract

Studi mengenai sejarah perkotaan dewasa ini selalu dipertanyakan karena perspektif dan metodologi yang tidak terikat oleh salah satu bidang keilmuan. Kota pada awalnya adalah sebuah wilayah biasa, artinya sebuah wilayah kecil dengan berpenduduk sedikit dan biasa kita kenal dengan nama desa. Namun lama-kelamaan desa mengalami perubahan secara terus-menerus dan konsep perkotaan mulai lahir. Proses tersebut cepat atau lambat menghadirkan beberapa permasalahan karena setiap manusia memiliki cara untuk mengikuti perubahan dan menyesuaikan diri. Perubahan antara desa dan kota tentu mempunyai proses yang sangat berbeda, perubahan di desa dapat dikatakan lambat karena rangsangan faktor eksternal yang ada tidak dapat diprediksikan. Sedangkan perubahan kota sangatlah cepat karena dipicu oleh perkembangan teknologi yang sangat cepat. Substansi permasalahan kota kolonial jika ditinjau dari permasalahan sejarah perkotaan dapat dianalisis menggunakan paradigma Bergel, dimana perubahan atau perkembangan suatu wilayah kecil atau desa berubah menjadi desa mengalami fase evolusi dari desa hingga kota metropolis. The study of urban history today is always questionable because of the perspectives and methodology that are not bound by any of the fields of science. The city was originally an ordinary territory, meaning a small area with few inhabitants and we used to know the name of the village. Over time, however, the village experienced continuous change and the urban concept was born. The process sooner or later presents some problems because every human being has a way to keep up with changes and adjust. The change between the village and the city certainly has a very different process, the change in the village can be said to be slow because the existing external factor stimuli can not be predicted. While the change of the city is very fast because it is triggered by rapid technological developments. The substance of the colonial city's problems in terms of urban history can be analyzed using Bergel's paradigm, where the change or development of a small area or village turns into a village undergoing an evolutionary phase from the village to the metropolis.
KEARIFAN LOKAL SEBAGAI IDENTITAS ETNIK: TRADISI SALAI JIN DALAM MASYARAKAT TIDORE KEPULAUAN Yusri A Boko; Jamin Safi
Jurnal Artefak Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.877 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i1.6638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persepsi masyarakat tentang tradisi Salai Jin dalam Masyarakat Tidore Kepulauan; (2) proses ritual tradisi Salai Jin dalam masyarakat Tidore Kepulauan; dan (3) mengidentifikasi strategi pewarisan tradisi Salai Jin Masyaraka Tidore Kepulauan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi dan subyek penelitian adalah pemangku adat dan masayarakat pelestarian tradisi salai Jin di Tidore kepulauan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Pengujian keabsahan data penelitian dilakukan dengan triangulasi data/sumber dan triangulasi data. Teknik analisis data dalam penelitian adalah reduksi data, penyajian data, dan penerikan simpulan. Dalam persepsi masyarakat Tidore adalah Jin hadir sebelum kehadiran manusia dibumi. Masyarakat Tidore berpegang teguh pada pada nilai-nilai keluhuran yang diwariskan oleh leluhurnya. Ritual tradisi Salai Jin merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas nikmatNya. Dalam ritual salain Jin sebelum waktu pelaksanaan, semua keluarga atau ngofa sedano (anak cucu) mengadakan pertemuan guna menentukan siapa yang menangung bahan seperti beras dan keperluan lainnya. Termasuk dimai (bahan) khusus yang terdiri dari pinang dan sirih. Sedangkan alat yang dipakai dalam salai Jin adalah parang (pedang), salawaku, ruba (tombak), Rababu/fiol (biola), tifa (beduk yang dibuat dari batang kayu yang dipahat dan ditutupi oleh kulit rusa atau kambing), daun woka (jenis tanaman tertentu yang dipakai sebagai atribut tarian Jin). Strategi pewarisan tradisi Salai Jin yaitu kepada anak cucu yang masih memiliki garis keturunan.
KEARIFAN LOKAL MEGOU PA’ SEBAGAI PREVENTIF KEHAMILAN DILUAR NIKAH PADA MASYARAKAT TULANG BAWANG Sumargono Sumargono; Rinaldo Adi Pratama; Siska Siska; Dea Nuci Adelia; Diana Martha Irawan
Jurnal Artefak Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.206 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i1.7480

Abstract

Seks bebas yang menjadi problem sosial di kalangan remaja telah menimbulkan banyak dampak negatif seperti kehamilan diluar nikah dan tindakan aborsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kearifan lokal Megou Pa’ Tulang Bawang yang memiliki milai-nilai preventif dalam mencegah terjadinya kehamilan diluar nikah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Tulang Bawang menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan antara laki-laki dan perempuan serta menganggap tabu hubungan seksual sebelum menikah. Free sex which is a social problem among teenagers has caused many negative impacts such as pregnancy out of wedlock and abortion. This study aims to examine the values of local wisdom Megou Pa' Tulang Bawang which has preventive values in preventing pregnancies outside of marriage. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the Tulang Bawang community upholds the values of modesty between men and women and considers sexual relations taboo before marriage.
MAKNA DAN FUNGSI NGARUMAT PUSAKA SEBAGAI TRADISI BUDAYA LELUHUR DI PANJALU KAB CIAMIS Widianti Fatimah; Yunus Winoto; Ute Lies Siti Khadijah
Jurnal Artefak Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.06 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i1.7295

Abstract

Masyarakat di wilayah panjalu, memiliki upacara adat setempat yang menjadi identitas atau ciri khas dari masyarakat panjalu sendiri. Dan merupakan salah satu upacara adat yang dijaga dan dilestrarikan oleh masyarakat panjalu yaitu tradisi ngarumat pusaka atau lebih familiar dengan upacara adat nyangku Tujuan dari pembahasan penelitian ini mengenai pelaksanaan Upacara adat Nyangku yang sudah berlangsung sejak lama dan dilakukan secara turun temurun oleh para leluhur kerajaan Panjalu sehingga bertujuan untuk mengetahui tradisi budaya leluhur kita di panjalu yang sampai sekarang terus di lestarikan salah satunya dengan tradisi membersihkan yang Kegiatan ini berupa membersihkan pedang zulfikar yang menjadi benda pusaka utama dalam upacara adat Nyangku. Bukan hanya pedang zulfikar saja berbagai benda pusaka lainnya juga di bersihkan yang gunanya untuk membersihkan kotoran dari debu dan kotoran lainnya supaya terus terjaga dan terawat benda pusaka yang berupa trasisi turun temurun dari leluhur kerajaan panjalu. Penelitian ini ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan mewawancari sumber informasi yang jelas sehingga mendapatkan informasi yang relevan sehingga tulisan ini bisa dipakai sebagai referensi dikemudian hari.Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah makna dan fungsi Ngarumat pusaka sebagai tradisi budaya leluhur. Makna berupa kaidah kaidah yang bisa diambil atau di pelajari dalam kehidupan sehari hari. Fungsi yang terdapat dalam upacara adat Nyangku ini berkaitan dengan beberapa aspek atau elemen yang saling dan bakal terus berkaitan satu sama lain. Hasil penelitian ini berupa gambaran tradisi nyangku baik dari aspek seni maupun tradisi tersebut.People in the Panjalu area have local traditional ceremonies which are the identity or characteristics of the Panjalu community themselves. And is one of the traditional ceremonies that is guarded and preserved by the Panjalu community, namely the Ngarumat Pusaka tradition or more familiar with the nyangku traditional ceremony .traditional Nyangku. Not only Zulfikar's sword, various other heirlooms are also cleaned which is used to clean dirt from dust and other impurities so that the heirlooms are maintained and cared for in the form of a hereditary tradition from the ancestors of the Panjalu kingdom. This study uses qualitative research methods, by interviewing clear sources of information so as to obtain relevant information so that this paper can be used as a reference in the future. The problem studied in this study is the meaning and function of Ngarumat Pusaka as an ancestral cultural tradition. Meaning in the form of rules that can be taken or learned in everyday life.traditional Nyangku are related to several aspects or elements that are mutually and will continue to be related to each other. The results of this study are a description of the nyangku tradition from both the artistic and traditional aspects.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN DARING MATA KULIAH PENGANTAR SOSIOLOGI-ANTROPOLOGI DALAM MENUMBUHKAN HUMANISME Printina, Brigida Intan; Raharjo, Yoel Kurniawan
Jurnal Artefak Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.357 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i1.7297

Abstract

Pengantar Sosiologi dan Antropologi memiliki capaian pembelajaran mengembangkan manusia-manusia humanis yang peka dengan persoalan sosial-budaya. Masyarakat sebagai sebuah kajian dijadikan sebagai social laboratory untuk diamati dengan terjun melihat ke lapangan. Namun pandemi Covid-19 memaksa model pembelajaran berubah menjadi daring untuk menimalisir paparan pergerakan virus. Hal ini menjadi sebuah problematika sekaligus tantangan bagi pembelajaran Sosiologi-Antropologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran daring Pengantar Sosiologi-Antropologi; 2) Idealisasi pembelajaran Pengantar Sosiologi-Antropologi untuk menumbuhkan nilai-nilai humanisme; dan 3) Solusi atas problematika pembelajaran daring sebagai sebuah tantangan. Metode yang digunakan riset kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam (depth interview) dan studi literatur. Adapun manfaat dari penelitian ini ialah menemukan solusi idealisasi pembelajaran daring dalam mata kuliah Pengantar Sosiologi-Antropologi untuk menumbuhkan humanisme ditengah dunia yang semakin tidak menentu akibat pandemi Covid-19
"GALUH” DAN CIAMIS: SEBUAH TINJAUAN HISTORIS DAN FILOSOFIS DALAM URGENSI PERUBAHAN NAMA KABUPATEN Yadi Kusmayadi
Jurnal Artefak Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.033 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i1.6981

Abstract

Panjangnya rentang waktu kekuasaan Galuh baik dimulai dari Kerajaan sampai ke Kabupaten menjadi perkara sulit untuk menentukan sejak kapan kita mesti mengubah nama Kabupaten Ciamis menjadi Galuh. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan kerja, yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Semenjak Kabupaten Galuh diubah menjadi Kabupaten Ciamis pada tanggal 12 Juni 1642 merupakan idiom negatif yang semestinya sudah kita tinggalkan. Bagaimana semangat bisa dihadirkan jika sampai saat ini kita menggunakan etimologi kata negatif untuk membangun sebuah peradaban yang sejak abad ke-7 berdiri tegak dan berkuasa hampir seribu tahun lebih. Aspek etimologi Galuh menjadi lebih baik dan positif dari berbagai segi, seperti aspek historis, filosofis, psikologis, sosial budaya, agama, ekonomi dan politik. Dengan diubahnya nama Kabupaten Ciamis menjadi Galuh sebaiknya tidak menggunakan landasan atau latar belakang yang salah atau tidak sesuai dengan kajian ilmiah dalam penelusuran sumber sejarah. The long span of Galuh's power from the Kingdom to the Regency is a difficult matter to determine since when we have to change the name of Ciamis Regency to Galuh. This study uses the historical method with four stages of work, namely, heuristics, criticism, interpretation and historiography. Since Galuh Regency was changed to Ciamis Regency on June 12, 1642, it is a negative idiom that we should have abandoned. How can the spirit be presented if until now we have used the etymology of negative words to build a civilization that since the 7th century has stood tall and reigned for almost a thousand years. The etymological aspects of Galuh have become better and more positive from various aspects, such as historical, philosophical, psychological, socio-cultural, religious, economic and political aspects. By changing the name of Ciamis Regency to Galuh, it is better not to use a base or background that is wrong or not in accordance with scientific studies in tracing historical sources.
EKSPLORASI ASPEK HISTORIS MASJID JAMI’ AL-ANWAR DALAM PROSES ISLAMISASI DI TELUK BETUNG SELATAN, LAMPUNG Meta Iskarina; Nunung Yuliana Yuliana; Tina Wulandari; Rinaldo Adi Pratama
Jurnal Artefak Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.106 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i1.6478

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah serta perkembangan Masjid Jami’ Al-Anwar dalam proses Islamisasi di Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode historis yang meliputi heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menyatakan bahwa Masjid Jami’ Al-Anwar merupakan masjid tertua di Provinsi Lampung yang pada zaman dahulu digunakan sebagai proses Islamisasi di Lampung. Masjid Jami’ Al-Anwar sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu. Masjid Jami’ Al-Anwar memiliki banyak benda bersejarah yang tersimpan dalam komplek Masjid Jami’ Al-Anwar seperti Al-Qur’an tertua di Lampung yang berasal dari Arab Saudi tahun 1934, meriam peninggalan Portugis pada tahun 1111 M, gentong air bercorak Chinese, sebuah sumur tua buku-buku dan arsip peninggalan Belanda dan Portugis.
OKOMAMA MENURUT TRADISI MASYARAKAT SUKU DAWAN DI OELBITENO KECAMATAN FATULEU TENGAH KABUPATEN KUPANG Oktoviana Meluk; Moses Kollo; Diana Rohi
Jurnal Artefak Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.259 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i1.7254

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dan fungsi Okomama Menurut Tradisi Masyarakat Suku Dawan di Oelbiteno Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang. Yang menjadi lokasi penelitian adalah Desa Oelbiteno Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Data penelitian dapat dikumpulkan dengan teknik wawancara informan, observasi dan telaah pustaka. Kemudian data tersebut dianalisis secara kualitatif melalui tiga tahap ykni reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa menurut tradisi masyarakat Suku Dawan di Oelbiteno Kecaatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang, Okomama memiliki fungsi sebagai perekat hubungan sosial antar sesama masyarakat. Hal ini terwujud melalui suatu kebiasaan yang dimiliki masyarakat setempat bahwa, jika seseorang berkunjung ke rumah orang lain, wajib untuk disuguhi Okomama (tempat atau alat untuk menyuguhi sirih dan pinang) kepadanya. Tindakan ini menyimbolkan keramahan, penerimaan dan rasa hormat yang ditonjolkan oleh tuan atau pemilik rumah terhadap tamu. Dengan demikian, maka dapat dilihat bahwa makna yang terkandung di dalam Okomama menurut kebiasaan masyarakat Suku Dawan di Oelbiteno Kecamatan Fatuleo Tengah Kabupaten Kupang mengandung nilai harmoni sosial yang dapat menjamin solidaritas dan kerukunan hidup bermasyarakat dan bernegara. Karena itu, tradisi ini harus terus diwarisi dari waktu ke waktu terutama oleh generasi penerus yang memilikinya agar tidak punah melainkan tetap eksis sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.
TRADISI BALON DI DESA BRINGIN PONOROGO Aulia Ulfa Utami; Suswulandari Suswulandari
Jurnal Artefak Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.67 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i1.6972

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pertama mengetahui sejarah tradisi balon, kedua mengetahui dampak negatif tradisi balon, ketiga trobosan baru (strategi adaptasi) bagi masyarakat sekitar agar tidak menimbulkan dampak negatif dan tradisi balon tidak terlekang oleh zaman. Metode yang digunakan adalah sejarah. Tradisi balon setiap lebaran di berbagai wilayah di Jawa Timur pada penelitian ini difokuskan di Desa Bringin Ponorogo. Sejarah Tradisi Balon Tradisi balon awal mulanya sebagai alat untuk transportasi yang dibuat oleh orang prancis pada tahun 1783 bernama Montgolfier, dibawa oleh bangsa eropa menjajah di Indonesia, hal ini membuat terjadinya transfer ilmu budaya, dengan pencampuran antara menerbangkan balon udara dengan budaya islam. Bahan untuk membuat balon tersebut terbuat dari bahan kertas, kertas tersebut dirangkai satu sama lain menggunakan putih maupun nasi yang dirangkai telur direkatkan pada bambu yang berbentuk lingkaran dan diberi tali untuk mengingkat di sebuah tempat manaruh minyak, ukuran balon tersebut 1,5 meter – 4 meter, Dikarenakan bahan dan ukuran serta diberi bawah balon petasan sehingga menimbulkan suara ledakan di udara hal tersebut menimbulkan dampak negatif serta pengganggu lalu lintas udara menahan jarak pandang pilot dan kemungkinan balon tersebut masuk ke dalam mesin pesawat terbang yang berdampak pada keselamatan penumpang yang berada di dalam pesawat terbang. Strategi adaptasi memerlukan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dengan mengubah atau menyesuaikan perilaku, sifat, gaya hidup, dll, untuk mengatasi hambatan dan kesulitan yang ada. Adaptasi adalah perilaku manusia dalam menanggapi perubahan yang terjadi di lingkungan masing-masing. Perilaku responsif ini dengan upaya untuk mengatur perilaku dan perilaku warga agar dapat beradaptasi dengan kondisi baru terkait dengan pemenuhan kebutuhan hidupnya.