cover
Contact Name
Muh. Subair
Contact Email
ingatbair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan
ISSN : 23375957     EISSN : 26552833     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan memiliki Periode penerbitan 2 kali dalam setahun yakni pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Nilai Falsafah Sipakatau Bugis dalam Solidaritas Kemanusiaan atas Konflik Israel-Palestina Wahyu, A. Rio Makkulau; Anwar, Wirani Aisiyah
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dan memahami lebih lanjut bentuk solidaritas kemanusiaan masyarakat Indonesia dalam konflik Israel-Palestina, khususnya melalui gerakan-gerakan kemanusiaan yang mengaitkannya dengan nilai-nilai Falsafah Sipakatau Bugis, yang mencerminkan semangat solidaritas, kepedulian terhadap sesama, dan nilai-nilai moral sebagai dasar hidup masyarakat Bugis. Gerakan ini diarahkan untuk menentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian dengan pendekatan desk research yang mengintegrasikan pengumpulan data melalui analisis artikel ilmiah, media digital, mencakup berita, media sosial, dan tinjauan pustaka dalam memperoleh data sebagai bahan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk solidaritas kemanusiaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk misalnya saja melalui bantuan dan program kemanusiaan, kampanye kesadaran serta advokasi hak asasi manusia. Masyarakat Indonesia menyampaikan dukungan pada hakhak rakyat Palestina dan mengecam kebijakan Israel. Gerakan ini menjadi saluran ekspresi keprihatinan dan perjuangan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai respons terhadap konflik, gerakan kemanusiaan dengan dasar Falsafah Sipakatau Bugis mengaktualisasikan solidaritas, keadilan, dan gotong royong. Bagi masyarakat Bugis, perjuangan rakyat Palestina menjadi panggilan moral seiring dengan prinsip-prinsip Falsafah Sipakatau, seperti gotong royong, kesetiaan, solidaritas, keadilan dan keseimbangan. Gerakan ini mencerminkan upaya mereka untuk berkontribusi positif melalui dukungan kemanusiaan, membentuk keterikatan emosional dan moral dengan perjuangan rakyat Palestina, serta menjaga nilai-nilai adat dan tradisi dalam menanggapi isu-isu global.
Peran Komunikasi Islam Dalam Tradisi Erau Sebagai Media Harmonisasi Budaya di Kutai Kartanegara Rifdah, Khonsaullabibah Maisun Nur; Lestari, Rini Eka
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1476

Abstract

Komunikasi Islami memiliki peran vital dalam menjaga kearifan lokal untuk menciptakan harmoni budaya pada tradisi Erau Kutai Kartanegara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi Islami dalam menjaga kearifan lokal dan menciptakan harmoni budaya pada tradisi Erau Kutai Kartanegara di era modern. Erau merupakan tradisi dan budaya yang berakar pada masyarakat Kutai di Kalimantan Timur, Indonesia, namun peran Islam turut mempengaruhi aspekaspek tradisi. Metode penelitian diterapkan menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur atau studi pustaka, dari buku dan artikel jurnal untuk menggali pandangan dan pengalaman masyarakat Erau terkait peran komunikasi Islami dalam menghadirkan harmoni budaya dalam konteks masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi Islami memiliki posisi penting dalam memperkuat kearifan lokal dalam tradisi Erau. Penyampaian nilai-nilai Islami yang diintegrasikan dengan budaya lokal membantu menjaga identitas dan tatanan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi Islami juga memberikan kontribusi dalam memperkuat identitas budaya lokal. Melalui pendekatan holistik yang mencakup integrasi nilainilai Islami, kerjasama dengan lembaga kemasyarakatan, pemanfaatan media sosial positif, dialog antar budaya dan agama, serta pemberdayaan masyarakat, tradisi Erau dapat terus hidup dan relevan dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. Kata Kunci: era modern, harmoni budaya, komunikasi islami, tradisi erau.
Strategi Perpustakaan dalam Memaksimalkan Program Literasi Informasi di Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo Nasrullah, Nasrullah; Nur, Muh. Zulichsan; Mukhtar, A. Hijaz
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki strategi yang digunakan oleh Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo dalam memaksimalkan program literasi informasi mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pustakawan yang bertanggung jawab atas program literasi informasi, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari dokumen internal perpustakaan dan artikel terkait literasi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan IAIN Palopo menggunakan berbagai strategi untuk memaksimalkan literasi informasi mahasiswa. Salah satunya adalah melalui program pendidikan pemustaka yang diselenggarakan bersama acara Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK), di mana mahasiswa baru diperkenalkan dengan sistem layanan informasi perpustakaan. Selain itu, perpustakaan juga mengadakan kelas literasi informasi, baik dasar maupun lanjutan, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mencari, menemukan, menggunakan, dan mengevaluasi informasi secara kritis. Melalui kelas literasi informasi, mahasiswa diberikan pemahaman tentang berbagai sumber informasi elektronik, seperti website perpustakaan, digital library, OPAC, e-journal, dan repository. Mereka juga dilatih dalam manajemen referensi dan pencegahan plagiarisme. Program-program ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam mengoptimalkan penggunaan sumber informasi selama masa studi mereka di IAIN Palopo. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa perpustakaan memiliki peran yang penting dalam meningkatkan literasi informasi mahasiswa. Dengan strategi yang tepat, perpustakaan dapat menjadi pusat informasi yang efektif dan membantu mahasiswa dalam mencapai kesuksesan akademik dan profesional. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang bagaimana program literasi informasi dapat diperkuat di lingkungan perguruan tinggi.
Pandangan Al-Qur’an Terhadap Bullying Verbal dan Hate Speech Nasir, Muhammad Alwi; Nasir, Muhammad Asri
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1478

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas pandangan Al-Qur‘an terkait perilaku bullying verbal dan hate speech sebagai fenomena yang akhir-akhir ini sering terjadi, khususnya di kalangan pelajar. Kedua perilaku tersebut ternyata banyak memberikan dampak yang negatif terhadap korban, baik itu mencakup skala kecil seperti kehilangan kepercayaan diri hingga skala yang besar yakni keinginan untuk bunuh diri dan terciptanya konflik. Melihat dampak-dampak yang diberikan pada seseorang, maka perlu untuk memberikan solusi untuk mengatasi perilaku buruk tersebut, salah satunya adalah dengan melalui pemahaman agama. Agama Islam yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati antarkelompok maupun antarindividu turut andil dalam peran tersebut melalui Al-Qur’an. Tulisan ini menggunakan penelitian pustaka atau library research dengan menggali informasi yang bersumber dari kitab, jurnal dan artikel-artikel yang berkaitan dengan pembahasan bullying verbal dan hate speech. Metode yang digunakan adalah metode maudhu’i yakni mengumpulkan dan menganalisa ayat- ayat Al-Qur’an yang membahas masalah topik tertentu kemudian mengelaborasinya dari segala aspek. Adapun hasil temuan dalam penelitian yakni sebagai berikut: Pertama, QS. al-Hujurat [49]: 11 berisikan larangan terkait perilaku bullying verbal dan hate speech. Kedua, solusi yang ditawarkan Al-Qur‘an, yaitu dengan bertakwa kepada Allah; berkata baik; dan memanggil dengan panggilan yang baik. Ketiga, sikap yang dicontohkan Al- Qur’an ketika berhadapan dengan perilaku tersebut, yaitu berpaling dari mereka, dan memberikan nasehat kepada pelaku tersebut. Kata Kunci: bullying verbal, hate speech, Al-Qur’an
Penerimaan Konsumen terhadap Produk Pangan Halal di Pasar Indonesia Fitri, Fitri; Rustam, Rismawaty
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1479

Abstract

Pangan halal telah menjadi fokus utama di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Melalui tinjauan literatur yang mendalam, artikel ini menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan konsumen terhadap produk pangan halal di pasar Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah review literatur kualitatif dari berbagai sumber akademis dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Artikel ini membahas konsep penerimaan konsumen dengan mengulas definisi dan kriteria produk pangan halal menurut ajaran Islam serta peran pemerintah dalam menjamin kehalalan produk. Selanjutnya, artikel menguraikan faktor-faktor religius, budaya, dan praktis yang memainkan peran dalam keputusan pembelian konsumen terkait produk halal. Faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan konsumen terhadap produk pangan halal termasuk agama dan keyakinan, kualitas dan keamanan produk, ketersediaan informasi, harga dan ketersediaan, serta reputasi merek. Artikel juga mencatat perkembangan industri pangan halal di Indonesia yang didorong oleh peningkatan permintaan pasar dan dukungan pemerintah. Meskipun demikian, tantangan seperti peningkatan kompetisi dan peningkatan kesadaran konsumen tetap menjadi fokus untuk memastikan pertumbuhan industri halal yang berkelanjutan. Pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan konsumen terhadap produk pangan halal penting untuk keberhasilan industri halal di Indonesia. Artikel ini memberikan panduan praktis bagi produsen, pemasar, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penerimaan konsumen terhadap produk pangan halal di pasar Indonesia, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk halal baik di pasar domestik maupun internasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Filosofi Cinta Dalam Perkawinan Beda Agama Sebagai Landasan Untuk Mencegah Disharmoni di Sillanan, Tana Toraja Rumbi, Frans Paillin; Parubak, Dewinda; Mengkala, Dian Labo
PUSAKA Vol 12 No 2 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i2.1483

Abstract

Penelitian ini mengkaji cara keluarga yang menjalani perkawinan beda agama memaknai cinta di Lembang (Desa) Sillanan, Kabupaten Tana Toraja. Pasangan beda agama, sejak awal menyadari adanya perbedaan fundamental terkait dengan keyakinannya. Namun perbedaan tidak menghalangi mereka untuk membina rumah tangga yang harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan model transendental dengan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara kepada keluarga yang berbeda agama. Berdasarkan hasil penelitian nampak bahwa mereka sangat menghargai perbedaan keyakinan. Mereka tidak memaksa pasangannya untuk mengkonversi agama. Dengan rasa cinta mereka bersikap inklusif atau toleran dan mau mendengarkan satu sama lain. Dapat dikatakan itu adalah dialog kehidupan. Filosofi cinta dari keluarga agama, diharapkan akan menjadi contoh membina kehidupan harmonis pada masyarakat yang multikultur. This research studies how families with different beliefs in Lembang (Village) Sillanan, Tana Toraja Regency interprets love. This research explains Since the beginning of their marriage, they were aware of fundamental differences regarding their beliefs, but this did not become an obstacle to creating a harmonious family life. This research uses a transcendental model approach from Stephen B. Bevans with a qualitative research type. We collected data through a literature study and interviews with families of different religions. Based on the research results, it appears that they appreciate their differences in belief. They do not want to force their partners to convert their religion. With love, they are inclusive or tolerant and listen to each other. It could be said that this is the dialogue of life. It is hoped that the philosophy of love interpreted in families of different religions can become an example of building harmonious relationships in a multicultural society.
Tradisi Grebek Suroan dan Pengaruhnya Terhadap Keberagamaan Masyarakat di Wonosobo mursalat, mursalat; M, Siswoyo Aris
PUSAKA Vol 12 No 2 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i2.1502

Abstract

Grebeg Suran adalah tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Sura dalam kalender Jawa di Wonosobo, Jawa Tengah. Tradisi ini merupakan perayaan budaya yang menggabungkan elemen spiritual, sosial, dan keagamaan, serta berfungsi sebagai sarana perekat antar umat beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah, pelaksanaan, dan dampak sosial dari Grebeg Suran terhadap masyarakat Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, Metode ini melibatkan proses penelitian dan pemahaman yang didasarkan pada pendekatan yang meneliti masalah dan fenomena sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grebeg Suran memiliki akar sejarah yang dalam dan telah berkembang menjadi tradisi inklusif yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan toleransi. Selain itu, tradisi ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal melalui peningkatan sektor pariwisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Grebeg Suran adalah simbol identitas budaya Wonosobo yang penting untuk dilestarikan dan dikembangkan dalam konteks modernisasi dan globalisasi. Grebeg Suran is an annual tradition carried out every Sura month in the Javanese calendar in Wonosobo, Central Java. This tradition is a cultural celebration that combines spiritual, social and religious elements, and functions as a means of bonding between religious communities. This research aims to examine the history, implementation and social impact of Grebeg Suran on the Wonosobo community. The research method used is qualitative. This method involves a research and understanding process based on an approach that examines social problems and phenomena. The research results show that Grebeg Suran has deep historical roots and has developed into an inclusive tradition that reflects the values ​​of togetherness and tolerance. Apart from that, this tradition also has a positive impact on the local economy through increasing the tourism sector. This research concludes that Grebeg Suran is a symbol of Wonosobo's cultural identity which is important to preserve and develop in the context of modernization and globalization.
Fenomena Childfree dalam Perspektif Hadis (Analisis Ma’anil Melalui Pendekatan Holistik) Saputra, Idris Agus Wan; Hasanah, Uswatun; Nadhiran, Hedhri
PUSAKA Vol 12 No 2 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i2.1515

Abstract

Islam menganjurkan pasangan suami istri untuk memiliki anak, hal ini tertuang dalam hadis nabi SAW riwayat Abu Daud no. 2050, namun dewasa ini pasangan suami istri banyak yang memilih untuk tidak memiliki anak, atau bisa disebut childfree. Banyak faktor yang melatarbelakangi pasangan memilih untuk childfree seperti, keadaan ekonomi, mental yang tidak siap, atau bahkan sebagai alat untuk mengatasi kepadatan penduduk. Ada banyak dampak sosial yang signifikan dari Kepadatan penduduk yang tinggi yaitu sulitnya mencari lapangan pekerjaan, tempat tinggal yang kurang layak, dan berbagai masalah lainnya yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. Penelitian sebelumnya telah mengkaji hadis memperbanyak keturunan dengan pendekatan ijmali, dan dalam hal ini penulis mengkaji fenomena childfree dengan pendekatan holistik, yaitu kajian mendalam dari aspek tekstual dan kontekstual hadis tersebut menggunakan teori hermeneutika Hasan Hanafi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan mengumpulkan data melalui analisis dari sumber data primer dan sekunder mengenai fenomena ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hadis riwayat Abu Daud nomor 2050 mempunyai kualitas hasan li ghairihi. Dalam pemahaman kontekstual dapat dipahami bahwa pada saat hadis disabdakan umat muslim masih sedikit, oleh karena itu nabi SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak keturunan. Saat ini populasi umat manusia mencapai lebih dari 8 miliar dan seperempatnya adalah muslim. Dengan banyaknya populasi saat ini menimbulkan dampak buruk seperti kelangkaan sumber daya alam, meningkatkan potensi konflik, meningkatnya kemiskinan dan pengangguran, dan lain sebagainya. Saat ini childfree dapat digunakan sebagai media untuk mengurangi dampak dari kepadatan pendudukan, namun hal ini tidak dapat diaplikasikan sepenuhnya, karena memiliki anak adalah sunatullah. Abstract Generally, married couples have the desire to have children, so they do various things to be able to have children. Different from people in general, some people choose not to have children, this phenomenon is called childfree. There are several reasons why couples choose not to have children, and the majority of them think that having children could be an economic and financial burden on the family. The Prophet SAW encouraged his people to increase their offspring, as the Prophet SAW said in the hadith narrated by Abu Daud No. 2050. Previous research has studied hadiths using an ijmali approach, and in this case, the author examines the childfree phenomenon with a holistic approach, namely an in-depth study of the textual and contextual aspects of these hadiths using Hasan Hanafi's hermeneutical theory. The author uses a literature study research method and collects data through analysis from primary and secondary data sources regarding this phenomenon. This research shows the results that the hadith recommending increasing offspring narrated by Abu Daud number 2050 has the quality of hasan li ghairihi. From eidetic criticism, there is an analysis of the past context when the hadith was said. The Prophet SAW's recommendation to increase offspring was because the Muslim population at that time was still small so if it was not spread and developed it would be threatened with extinction. Then practical criticism found that with the current large world population, there are negative impacts that occur such as scarcity of natural resources, increasing the potential for conflict, increasing poverty and unemployment, and so on. In this way, childfree today can be used as a medium to reduce the impact of overcrowding.
KONSTRUKSI IDENTITAS ILMUWAN MUSLIM DI INDONESIA: ANTARA SAINS DAN AGAMA Halomoan, Muhammad; MAILIN, MAILIN
PUSAKA Vol 12 No 2 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i2.1548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara ilmuwan muslim di Indonesia dalam membangun identitas diri mereka antara sains dan agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian pustaka sebagai metode utamanya. Data yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi kontribusi ilmuwan muslim Indonesia dalam bidang sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ilmuwan muslim di Indonesia seringkali memiliki identitas ganda sebagai seorang muslim dan seorang ilmuwan. Identitas ilmuwan muslim tidak statis, tetapi terus berkembang seiring dengan perubahan zaman, perkembangan ilmu pengetahuan, dan pengalaman pribadi dan agama Islam menjadi landasan utama dalam membentuk identitas ilmuwan muslim. Oleh karena itu untuk membangun identitas diri para ilmuwan muslim di Indonesia maka dapat dilakukan elalui publikasi ilmiah, konferensi, dan seminar, ilmuwan Muslim dapat terus memperbarui pengetahuan mereka dan memastikan bahwa penelitian mereka memenuhi standar internasional. Dengan berpartisipasi dalam komunitas ilmiah global, ilmuwan Muslim dapat mendapatkan pengakuan atas prestasi mereka dan memperluas pengaruh penelitian mereka. Interaksi dengan ilmuwan dari berbagai budaya memungkinkan ilmuwan Muslim untuk memperkaya perspektif mereka dan memahami bagaimana ilmu pengetahuan dikembangkan dalam konteks yang berbeda.
Adaptasi Pembelajaran Kitab Kuning dalam Konteks Modernisasi Pada Pondok Pesantren Darul Falah Ternate Andy, Andy; Nisa, Akramun; Juliadarma, Minggusta
PUSAKA Vol 12 No 2 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i2.1551

Abstract

Penelitian ini membahas adaptasi Pondok Pesantren Darul Falah Ternate dalam menghadapi modernisasi pendidikan, khususnya terkait dengan pembelajaran Kitab Kuning. Pesantren dihadapkan pada tantangan mempertahankan nilai-nilai tradisional dalam pembelajaran agama Islam, sambil merespons perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat modern. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana pesantren tersebut mengintegrasikan metode pembelajaran klasik seperti bandongan dan sorogan dengan penggunaan teknologi digital, termasuk live streaming, untuk memperluas jangkauan pendidikan mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara terbuka, observasi peserta, dan analisis dokumen. Peneliti terlibat langsung dalam kegiatan pesantren untuk mengamati praktik pembelajaran dan bagaimana teknologi digunakan dalam proses pengajaran. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, kondensasi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil studi menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Darul Falah berhasil memadukan tradisi dan modernisasi dengan tetap menjaga nilai-nilai keilmuan Islam yang diajarkan melalui Kitab Kuning. Penggunaan live streaming dan platform media sosial telah memungkinkan pesantren untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya adaptasi pesantren terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan esensinya sebagai institusi pendidikan Islam. Hasilnya dapat menjadi rujukan bagi pesantren lain di Indonesia dalam merespons tantangan modernisasi dan teknologi.