cover
Contact Name
Muh. Subair
Contact Email
ingatbair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan
ISSN : 23375957     EISSN : 26552833     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan memiliki Periode penerbitan 2 kali dalam setahun yakni pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Menyuarakan Teologi Makan dalam Fenomena Limbah Makanan Saputra, Jefri Andri
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1463

Abstract

Artikel ini adalah respons penulis terhadap fenomena limbah makanan. Beberapa peneliti sebelumnya menyebut limbah makanan menjadi masalah ekologis, ekonomis, dan sosial. Penulis menunjukkan bahwa limbah makanan juga termasuk dalam masalah teologis. Masalah lingkungan, pemborosan sumber daya, dan sifat rakus yang identik dengan limbah makanan juga merupakan pergumulan teologis. Penulis menganalisis fenomena limbah makan, penyebab dan dampaknya menggunakan perspektif teologi makan. Pengembangan teologi makan dalam tulisan ini, menggunakan tema penciptaan, tema pengorbanan dan kematian, serta tema ekaristi atau perjamuan kudus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka. Penulis mengumpulkan data melalui analisis terhadap data biblis maupun data dari buku dan penelitian terkait teologi makan dan limbah makanan. Penulis menemukan bahwa teologi makan dalam tema penciptaan memperlihatkan pentingnya konsumsi makanan yang berkualitas, baik dari segi penyajian maupun dari segi kesehatan. Teologi makan dalam tema pengorbanan menegaskan urgensi tanggung jawab, wawasan dan keterampilan mengelola bahan makanan serta pola konsumsi yang menghormati jerih payah petani dan gembala yang mengolah bahan makanan. Teologi makan dalam tema ekaristi menekankan pencegahan terhadap perilaku konsumsi berlebihan, dan mengimplementasikan persekutuan yang berbagi melalui lembaga diakonia gereja. Implikasi penelitian ini adalah sebagai landasan teologis-etis bagi perilaku makanan, sekaligus perspektif alternatif untuk mencegah limbah makanan.
Perjumpaan Agama dan Budaya dalam Komunikasi Ritual Aruwaha di Kota Ternate Rakhmat, Rakhmat; Asnianti, Asnianti; Kaddas, Badruddin
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1465

Abstract

Aruwaha merupakan ritual kematian yang diadakan oleh masyarakat Islam di Kota Ternate. Pelaksanaan ritual kematian aruwaha tidak hanya didasarkan pada norma budaya, tetapi juga harus sesuai dengan ajaran Islam. Aruwaha menjadi contoh yang menunjukkan hubungan yang harmonis antara agama dan budaya, di saat banyak pandangan yang meragukan kemungkinan menyatukan agama dan budaya. Penelitian ini membahas pelaksanaan ritual aruwaha yang menjadi ruang perjumpaan antara agama dan budaya. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi peristiwa komunikasi dalam ritual aruwaha serta nilai-nilai yang terkonstruksi di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati secara langsung subyek penelitian, melakukan wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menjelaskan bahwa aruwaha adalah komunikasi ritual kematian yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan agama dan budaya. Proses ritual kematian aruwaha dilakukan dengan melibatkan aspek komunikasi vertikal antara manusia dengan Allah Swt serta aspek horizontal yakni kerja sama yang dilakukan dalam masyarakat. Melalui aruwaha masyarakat Islam di Kota Ternate dapat mengungkapkan rasa duka cita, meningkatkan keyakinan agama, memberikan penghormatan kepada orang yang meninggal, dan memperkuat ikatan sosial di antara keluarga dan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang aruwaha sebagai sebuah proses komunikasi ritual kematian yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Islam di Kota Ternate. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi cerminan tentang adanya hubungan yang harmoni antara agama dan budaya dalam kehidupan masyarakat.
Konsep Kearifan Ekologis Ritual Erpangir Ku Lau Pada Kepercayaan Pemena di Desa Jandi, Kabupaten Karo Ginting, Eikel Karunia
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1466

Abstract

Konsep religius memiliki keterkaitan dengan kearifan ekologis, hal tersebut yang dimiliki oleh kepercayaan lokal pemena di Desa Jandi, Kabupaten Karo, praktik religius tersebut ialah erpangir ku lau. Permasalahan terletak pada pergeseran paradigma erpangir ku lau karena pengaruh kolonial. Erpangir ku lau dianggap praktik sinkretisme karena menyembah objek material (air, pohon, tanah), padahal ritual tersebut dimaknai sebagai hubungan antara manusia-alam- Yang Ilahi. Tulisan ini berfokus pada penggalian makna kearifan ekologis dalam erpangir ku lau sehingga praktik ini dimaknai sebagai praktik sinkretisme. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap informan untuk mendapatkan data. Penelitian dilakukan di Desa Jandi, wawancara dilakukan kepada beberapa tokoh penganut kepercayaan pemena yang melakukan praktik erpangir ku lau. Penulis juga melakukan penelitian kepustakaan untuk mencari sumber-sumber yang relevan. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa erpangir ku lau mendorong kesadaran para penganut kepercayaan pemena memaknai interdependensi manusia dengan alam. Implementasi kearifan ekologis yang muncul yaitu menjaga mata air, sumber daya alam (hutan dan tanah), dan juga sistem pertanian berbasis local wisdom. Pemaknaan terhadap ritual erpangir ku lau menjadikan hubungan manusia dan alam timbal balik dan saling mempengaruhi. Pemahaman tersebut berimplikasi pada nilai dan karakter kepercayaan pemena yang mengelola alam dengan perasaan hormat dan mawas diri. Erpangir ku lau sebagai kearifan lokal seharusnya terus dilestarikan dan dikelola.
Struktur Ajaran dan Fungsi Pendidikan Agama Hindu Dalam Lontar Cempaka Wilis Dyatmika, I Kadek Wahyu; Sudarsana, I Ketut
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1468

Abstract

Pendidikan Agama Hindu memiliki peranan vital dan krusial dalam perkembangan moral, spiritual dan intelektualitas siswa ditengah gempuran dampak negatif dari era globalisasi. Pendidikan Agama Hindu bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki pengetahuan tentang teknologi, kebudayaan, pengendalian diri, kecerdasan mental, akhlak mulia dan peningkatan spiritual keagamaan. Pendidikan Agama Hindu tidak hanya terbatas dalam proses pembelajaran di kelas atau lembaga pendidikan formal lainnya, tetapi dapat dipelajari dengan membaca dan memahami karya sastra Hindu yang kental akan nilai moral dan tattwa. Karya sastra Hindu tersebut sangat dihormati dan dijunjung tinggi keberadaannya khususnya bagi masyarakat Bali. Bali menyimpan ribuan karya sastra Hindu yang terekam dan diawetkan pada daun lontar. Sehingga lontar dapat difungsikan sebagai perekam pengetahuan. Salah satu bentuk karya sastra Bali purwa yang mengandung banyak ajaran Pendidikan Agama Hindu adalah Lontar Cempaka Wilis. Lontar ini banyak membahas mengenai kepercayaan terhadap Tuhan, kekuatan magis dan konsep Rwa Bhineda. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mempergunakan metode pengumpulan data dokumentasi, wawancara dan studi kepustakaan, kemudian data dianalisis dengan metode analisis data hermeneutika, diakhiri dengan penyajian hasil analisis data dengan teknik penyajian hasil analisis data deduktif induktif. Penelitian ini memperoleh hasil berupa struktur ajaran Pendidikan Agama Hindu dalam Lontar Cempaka Wilis (ajaran Panca Sradha, Rwa Bhineda, Panca Maha Bhuta dan Tri Hita Karana) dan fungsi Pendidikan Agama Hindu dalam Lontar Cempaka Wilis (fungsi nyomya unsur bhuta kala). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membedah secara mendalam struktur ajaran dan fungsi Pendidikan Agama Hindu dalam Lontar Cempaka Wilis sebagai refleksi diri dalam mengarahkan pikiran dan tindakan. Kata Kunci: struktur ajaran, fungsi, pendidikan agama hindu
Baku Gara: Perekat Hubungan Antarpribadi Masyarakat Kaili Najmuddin, Muhammad
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran Baku Gara sebagai perekat hubungan antarpribadi dengan fokus pada fenomena penggunaannya dan konsekuensinya dalam interaksi sosial dan psikologis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami dampaknya pada hubungan interpersonal, dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Baku Gara adalah sebuah tradisi penting yang berfungsi sebagai perekat hubungan antarpribadi dalam masyarakat Kaili. Artikel ini mengeksplorasi peran signifikan Baku Gara dalam membentuk dan mempertahankan ikatan sosial di tengah masyarakat Kaili. Tinjauan pustaka melibatkan penelaahan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baku Gara dapat memiliki dampak yang signifikan pada kualitas hubungan antarpribadi, menciptakan ketegangan dan konflik. Baku Gara tidak sekadar serangkaian kata-kata ejekan, tetapi juga mencerminkan kedekatan dan perekat hubungan antarpribadi. Baku Gara dianggap sebagai bentuk interaksi sosial yang menciptakan dan memelihara ikatan keakraban antara individu. Dengan melibatkan unsur humor dan keakraban, Baku Gara dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan perhatian, kasih sayang, dan keakraban antaranggota masyarakat. Pengembangan pedoman etika terkait dengan penggunaan Baku Gara dalam bentuk kompetensi komunikasi juga diperlukan untuk memastikan respons yang bertanggung jawab dan sensitivitas sosial dalam interaksi antarpribadi. Artikel ini menyimpulkan bahwa Baku Gara adalah elemen kunci dalam menjaga kohesi sosial dan identitas budaya masyarakat Kaili, serta memberikan rekomendasi untuk mempertahankan dan mengembangkan tradisi ini di masa depan.
Integrasi Nilai Kearifan Lokal Tradisi Mappere’ dalam Pembelajaran Sejarah di MAN Pangkep Ikram, Mohammad; Risna, Risna
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1470

Abstract

Kebudayaan yang terkandung dalam masyarakat akan menghasilkan sebuah tradisi turun temurun yang dikenal dengan kearifan lokal, tentunya memiliki nilai kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan di dunia. Nilai-nilai tersebut selalu ditemukan di berbagai macam tradisi adat masyarakat, begitu pula dengan acara adat Mappere’ yang dilaksanakan di Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Mappere’ adalah sebuah acara adat yang dilakukan oleh suku asli Desa Kanaungan ketika melangsungkan pernikahan. Penelitian ini akan membahas nilai-nilai kearifan lokal yang ditemui dalam acara Mappere’ pengantin. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah. Metodologi yang dipilih adalah pendekatan kualitatif dengan desain historis yang mencakup heuristik, kritik, interpretasi, dan sejarah. Proses penelitian diawali dengan tahap deskripsi atau orientasi, dilanjutkan dengan tahap reduksi dan tahap seleksi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat nilai-nilai yang melekat dalam tradisi adat Mappere’, antara lain nilai keutamaan persahabatan, nilai kemasyarakatan, nilai keagamaan, serta nilai kerukunan dan solidaritas. Penggabungan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam pendidikan sejarah dilakukan melalui serangkaian tiga kali pertemuan. Hal ini dilakukan dengan mengintegrasikan muatan sejarah dengan lingkungan sekitar siswa sehingga siswa dapat menggali nilai-nilai kearifan lokal yang mempunyai pengaruh menguntungkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan pembelajaran sejarah berbasis nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi adat Mappere’ memberikan dampak yang sangat menguntungkan bagi siswa. Menumbuhkan rasa kebersamaan, kerjasama, persatuan, dan keharmonisan dalam interaksi sosial dengan masyarakat lain. Selain itu juga menanamkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa.
Promiscuity and Adolescent Morality in Rural: A Study of Teenagers in Mendolo Village Latifah, Umul; Sholehuddin, M. Sugeng; Adinugraha, Hendri Hermawan
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1471

Abstract

Promiscuity and the degradation of adolescent morality have become a current problem in rural and urban areas. This research describes promiscuity’s influence on teenage morality in Dukuh Mendolo Wetan, Mendolo Village, Lebakbarang District, and Pekalongan Regency. The approach used in this research is quantitative. This approach is used to produce data obtained from teenagers, which is then presented, and conclusions will be made in the form of numbers. This research was conducted in the Dukuh Mendolo Wetan environment, Mendolo Village, Lebakbarang District, Pekalongan Regency. The population in this research were teenagers in Dukuh Mendolo Wetan, Mendolo Village, Lebakbarang District, Pekalongan Regency, aged 12 to 18 years, totaling 30 children. The sampling technique used was saturated sampling, in which the researcher took the entire population as the research sample. The data collection technique used in this research is the questionnaire method. The steps for this research data analysis technique are scoring technique, validity test and reliability test analysis, data analysis prerequisite test, and hypothesis test analysis. This research concludes that the variable of promiscuity has a significant effect on the variable of adolescent morality in Dukuh Mendolo Wetan, Mendolo Village, Lebakbarang District, Pekalongan Regency. The magnitude of the influence of promiscuity on adolescent morality is 98.7%, while other factors influence 1.3%. The findings of this research show that if parents and society can control promiscuity, then automatically, the morality of teenagers in Mendolo Village will also improve and vice versa.
Akulturasi Islam dan Budaya Lokal dalam Adat Pernikahan Masyarakat Bugis di Sinjai Yani, Ahmad; M, M. Dahlan; HR, Sumarlin Rengko; Akramullah, Ahmad Habib
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1472

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses akulturasi antara Islam dan budaya lokal terjadi dalam upacara pernikahan masyarakat Bugis di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena kompleks ini dengan fokus pada peran sistem pangadereng (adat) dan unsur sara’ (syariat) dalam upacara pernikahan. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan historis dan antropologi agama. Pendekatan ini dipilih untuk memungkinkan pemahaman yang holistik tentang dinamika budaya dan agama dalam konteks pernikahan Bugis di Sinjai. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pemangku adat, tokoh agama, dan pihak pemerintah setempat, serta dokumentasi lapangan. Selain itu, data dari literatur-literatur yang relevan juga dijadikan sebagai sumber informasi tambahan untuk mendukung temuan penelitian. Temuan kajian ini menunjukkan karakteristik unik dari adat pernikahan dalam masyarakat Bugis Sinjai, yang tercermin dalam serangkaian tahapan seperti mammanu’manu’, madduta, mappettu ada, mappacci, tudang botting, dan marola.Proses ini secara nyata mencerminkan adanya akulturasi budaya lokal pernikahan Bugis dengan ajaran Islam di Sinjai, menciptakan suatu bentuk akulturasi kulturalspiritual yang khas. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya pemahaman mendalam terhadap adat perkawinan masyarakat Islam Sinjai, terutama dalam konteks konsep pernikahan dan proses yang melibatkan upacara tersebut. Sebagai rekomendasi, disarankan agar masyarakat dan pemerintah setempat mengambil langkah-langkah strategis untuk mempertahankan dan menjaga keberlanjutan adat istiadat perkawinan yang masih eksis, sambil tetap memilah unsur-unsur budaya eksternal yang dapat diterima dan sesuai dengan ajaran Islam.
Wacana Moralitas dalam Serat Wulang Sunu dan Refleksinya Terhadap Pendidikan Karekter Yantari, Hanif Fitri; Permadi, Danur Putut
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1473

Abstract

Persoalan moralitas generasi muda menjadi masalah utama bangsa kita saat ini. Anak-anak muda semakin mengalami degradasi kesopanan dalam berperilaku. Untuk itulah diperlukan satu upaya pendidikan karakter bagi generasi muda. Tetapi berbagai upaya pendidikan karakter yang selama ini dilakukan, tidak memberikan dampak yang signifikan. Oleh karena itulah dibutuhkan metode lain dalam proses pendidikan karakter, salah satunya adalah dengan mengkaji kebudayaan lokal. Salah satu karya sastra Jawa klasik yang mengusung tema pendidikan karakter adalah Serat Wulang Sunu yang disusun oleh Sunan Pakubuwana IV. Hal inilah yang menjadikan penelitian ini menarik untuk dikaji dengan melihat bagaimana sebuah kebudayaan klasik dapat memberikan nuansa baru dalam proses pendidikan karakter apabila ditinjau melalui konsep etika Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pendidikan karakter yang terkandung dalam Serat Wulang Sunu serta merefleksikan pendidikan karakter masa kini. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan mengkaji secara mendalam sumber tertulis yang masih relevan mengenai naskah Serat Wulang Sunu. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter setidaknya harus mengandung dua prinsip tata nilai yaitu prinsip hormat dan prinsip kerukunan. Prinsip hormat dalam pendidikan karakter yang terkandung di Serat Wulang Sunu ditunjukkan dengan nasehat untuk selalu berbakti dan larangan melawan kepada orang yang lebih tua. Prinsip kerukunan dalam pendidikan karakter yang terkandung di Serat Wulang Sunu diperlihatkan dengan adanya petuah untuk tetap menjaga hubungan baik dengan saudara kita. Melalui implementasi dua prinsip ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pendidikan karakter yang efektif untuk mengatasi masalah moralitas anak muda.
Teo-Ekologi: Analisis Perilaku Sedekah di Bak Sampah pada Masyarakat Cantel Baru Yogyakarta Amin, Muhammad; Sari, Ramadhanita Mustika
PUSAKA Vol 12 No 1 (2024): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/pusaka.v12i1.1474

Abstract

Tulisan ini mengkaji perilaku sedekah di bak sampah pada Masyarakat Cantel Yogyakarta. Hal ini menarik dikaji karena perilaku ini berbeda dengan kebiasaan masyakat kontemporer. Masyarkat kontemporer dalam menyalurkan sedekah pada umumnya telah menggunakan lembaga sedekah dan bahkan menggunakan aplikasi sedekah. Dari permasalahan tersebut muncul beberapa pertanyaan dan menjadi tujuan penelitian ini. Tujuan penelitian tersebut: pertama, menelusuri lebih jauh apa alasan masyarakat Cantel Yogyakarta bersedekah di bak sampah. Kedua, bagaimana pandangan masyarakat Cantel terhadap bak sampah dan lingkungan hidup ? Ketiga, Bagaimana implementasi nilai ikhlas dan kepedulian terhadap lingkungan hidup dalam bersedekah bagi masyarakat Cantel Yogyakarta ? Studi ini merupakan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi partisipan dan wawancara tak terstruktur. Teori yang digunakan untuk menganalisa permasalahan penelitian, yakni teori pertukaran perilaku, karya Peter Blau. Teori ini memiliki tiga unsur, yaitu ganjaran, pengorbanan dan keuntungan. Ketiga unsur tersebut saling mempengaruhi. Teori ini digunakan untuk menganalisa apa alasan masyarakat Cantel Yogyakarta bersedekah di bak sampah. Selain itu juga untuk mengkaji pandangan masyarakat Cantel terhadap bak sampah dan lingkungan hidup, serta implementasi nilai ikhlas dan kepedulian terhadap lingkungan hidup dalam bersedekah bagi masyarakat Cantel Yogyakarta. Temuan penelitian ini, yakni: pertama, masyarakat Cantel Kota Yogyakarta melakukan sedekah di bak sampah dengan tujuan ketepatan sasaran dalam penyaluran sedekah. Kedua, Pandangan masyarakat Cantel Kota Yogyakarta terhadap bak sampah yakni, bak sampah merupakan sumber mata pencarian pemulung dan petugas kebersihan. Selajutnya masyarakat menganggap penting lingkungan hidup, sehingga mereka terapkan perilaku membuang sampah di bak sampah dan juga mereka bersedekah di bak sampah. Ketiga, Nilai ikhlas yang dipraktekkan masyarakat mengambil filosofi seperti membuang sampah, tidak memikirkan siapa yang menerimanya, juga tidak mengharapkan balasan dari orang yang menerimanya dan tidak mengharapkan pujian dari penerima sedekah mereka.