cover
Contact Name
Arimurti Kriswibowo
Contact Email
arimurti.adne@upnjatim.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arimurti.adne@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Gedung Adi Krita, FISIP. UPN Veteran Jawa Timur. Jl.Raya Rungkut Madya, Gununganyar. Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara
ISSN : 23030089     EISSN : 26569949     DOI : https://doi.org/10.33005
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal DINAMIKA GOVERMANCE (JDG) diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Jurnal ini menyajikan hasil penelitian dan artikel mengenai Manajemen dan Kebijakan Publik, Pemerintahan, dan Pemberdayaan Masyarakat serta relasi sektor privat terhadap publik yang bersifat terbuka terhadap pendekatan multi dan interdisipliner. JDG terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 343 Documents
PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN PARIWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL: STUDI DI KOMUNITAS MASYARAKAT KAMPUNG JAWA TONDANO KABUPATEN MINAHASA Plangiten, Novva N.; Tulusan, Femmy M. G.; Lengkong, Florence D.J
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 4 (2024): Dinamika Governance - JANUARI
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v13i4.4335

Abstract

Potensi pariwisata berbasis budaya yang memiliki nilai – nilai kearifan lokal belum dijadikan sasaran pengembangan pembangunan pariwisata. Budaya jawa dan ajaran Kiay Mojo sampai dengan saat ini tetap dipertahankan dan dijalankan oleh masyarakat Kampung Jawa Tondano di Kabupaten Minahasa. Potensi ini dapat dijadikan salah satu destinasi wisata dalam pembangunan pariwisata di Kabupaten Minahasa. penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi atau menggali potensi kearifan lokal masyarakat Kampung Jawa Tondano dalam pengembangan pembangunan pariwisata di Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Data dikumpulkan secara langusng melalui wawancara dan observasi serta pengumpulan data sekunder dengan memanfaatkan berbagai publikasi elektronik yang sesuai dengan objek penelitian. Teknik analisis dilakukan dengan cara data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclusion drawing (penarikan kesimpulan) serta verification (verifikasi data). Temuan penelitian bahwa Kampung Jawa Tondano merupakan komunitas masyarakat di Kabupaten Minahasa yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pariwisata budaya-religius berbasis kearifan lokal. Potensi yang ada dapat dikembangkan menjadi produk pariwisata dalam bentuk agenda wisata. Menggunakan media elektronik untuk promise dan membangun infrastruktur penunjang serta melatih Masyarakat local terkait dengan usaha pariwisata.
STRATEGI DINAS BUDAYA, KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA SERTA PARIWISATA KOTA SURABAYA UNTUK MENINGKATKAN IMAGE “ SMART TOURISM CITY ”. STUDI KASUS WEBSITE www.tiketwisatasurabaya.com Paramasutha, Putu Wira; Adnyana, Made Bambang
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 14, No 1 (2024): Dinamika Governance - APRIL
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v14i1.4343

Abstract

Pariwisata adalah salah satu penyumbang devisa negara dan penggerak perekonomian dan peradaban dunia. Salah satu bukti nyata bahwa pariwisata dapat menggerakan peradaban dunia salah satu diantaranya adalah penerapan teknologi informasi. Sebagai ilmu multidisiplin, pariwisata tidak bisa lepas dari pengaruh ilmu-ilmu yang sifatnya kompleks, artinya pariwisata dapat dikaitkan dengan ilmu sosial terapan hingga pengaruh teknologi. Pengaruh teknologi pada pariwisata tidak bisa lepas dari kemajuan sebuah wilayah seperti desa dan perkotaan, demi mewujudkan intergrasi pelayanan jasa. Teknologi merupakan bagian infrastruktur yang tidak dapat lepas dari pariwisata sehingga penerapan teknologi informasi pada sebuah daerah harus dapat diakses dimana dan kapan saja oleh masyarakat. Sejalan dengan sebuah konsep Smart City. Dalam menganalisis penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini digunakan untuk menganalisis suatu fenomena dengan mendalam dan dilakukan dengan mengumpulkan data selengkap-lengkapnya. Peneliti menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threats) serta metode STP (Segmenting, Targeting dan Positioning) serta bauran pemasaran (marketing mix) untuk menganalisis suatu perusahaan untuk menjual produk atau jasa. Menurut Chantly dalam Kotler (2002:78) marketing mix di klasifikan 4P yaitu product, place, price dan promotion. Teknik pengumpulan data, peneliti melakukan observasi ke lapangan serta melakukan wawancara kepada wisatawan dan perwakilan dari pihak dinas terkait. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut, strategi (SO) melakukan perubahan pada tampilan website menjadi website yang unik dan informatif hal ini bertujuan untuk meningkatkan citra pariwisata kota Surabaya. Strategi (ST) Website sebagai media promosi diharapkan menyediakan informasi yang akurat tetapi perlu pengelolaan yang berkelanjutan oleh sebab itu perlu adanya SDM yang berkualitas untuk mengelola website kelembagaan pemerintah. Strategi (WO) dapat dilakukan adalah seperti pada umumnya bahwa Website sangat rawan terkena peretasan meskipun memiliki variasi produk wisata yang sangat bervariatif, oleh sebab itu perlu dari Disbudporapar kota Surabaya membutuhkan modal lebih untuk menanggulangi peretasan hacker. Strategi (WT) Kesadaran masyarakat yang kurang melek teknologi menjadi ancaman sebuah lembaga pemerintah karena akan menghambat dan sulit mencapai tujuan yang telah disepakati. Oleh sebab itu strategi ini perlu adanya keberlanjutan sumber daya dan infrastruktur yang memadai, sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya teknologi bagi kehidupan sehari-hari.
EFEKTIVITAS PROGRAM KARTU TANI DI DESA LINGGASARI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS Fanti, Luna Almira; Kurniasih, Denok; Tobirin, Tobirin
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 4 (2024): Dinamika Governance - JANUARI
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v13i4.4144

Abstract

The implementation of the Farmer's Card program is a form of government attention to the welfare of farmers in Indonesia. The Farmer's Card is an example of a public service, especially for farmers, which is intended to be used when buying subsidized fertilizer. The implementation of the Farmer Card service is carried out directly by the Agricultural Extension Center (BPP) with Bank Rankyat Indonesia (BRI) as well as fertilizer sellers or retailers. The aim of this research is to determine the effectiveness of the farmer card program in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The effectiveness of the program in this research uses indicators; 1) target success, 2) goal achievement, 3) availability of work facilities and infrastructure, 4) supervision system. The results of the research show that the farmer card program in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency has had a positive impact on farmers in Linggasari Village to get easy access to get subsidized fertilizer at prices set by the central government. Suggestions given include routine outreach, regeneration related to elderly human resources, coordination between retailers complete with kiosks, farmers, and the Banyumas Regency Agricultural Extension Center.
PENGEMBANGAN DESA WISATA PANDEAN TRENGGALEK Prasetio, Muchammad Andika; Agustian, Anditiya Tri; Satyas, Farhan Ramadani; Taufik, Wildan; Lubis, Lunariana
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 14, No 1 (2024): Dinamika Governance - APRIL
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v14i1.4346

Abstract

Salah satu upaya pembentukan perekonomian Indonesia adalah melalui destinasi pengembang wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi pengembangan desa wisata Pandean kabupaten Trenggalek. Sebutan desa wisata erat kaitannya dengan industri Pariwisata. Pasalnya daerah tersebut cukup menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal. Sumber informasi desa wisata didapatkan dari data primer wawancara dengan menggunakan kuisioner yang mengacu pada penggalian informasi berdasarkan parameter potensi desa wisata yang digunakan, kuisioner ini diajukkan pada informan perwakilan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) tiap desa wisata di wilayah kajian. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif, yaitu untuk memberikan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta pegembangan pariwisata Desa Wisata Pandean. Tempat atau wilayah (lokus) pelaksanaan penelitian ini adalah di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, sedangkan situs dalam penelitian ini adalah Desa Wisata Pandean Rivertubing Watu Kandang.
PEMBERDAYAAN USAHA KECIL MENENGAH MELALUI BUMDES DI DESA SURUH KABUPATEN TRENGGALEK Andriyanti, Talitha; Anggraeni, Sherly; Taufik, Wildan; Lubis, Lunariana
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 14, No 1 (2024): Dinamika Governance - APRIL
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v14i1.4344

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses memberikan daya, kekuatan, dukungan serta dorongan motivasi kepada masyarakat agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan dilakukannya Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa dilaksanakan oleh Pemerintah Desa bekerjasama dengan masyarakat. Dalam rangka meningkatkan rasa aman masyarakat, diharapkan melibat masyarakat dalam jangka panjang BUMDes mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya di Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek memiliki potensi yang baik untuk melakukan kegiatan UKM tersebut. Karena di sekitar Desa Suruh Kecamatan Suruh terdapat Unit Pengolahan Susu Kambing Etawa yang dapat dijadikan destinasi wisata dari desa tersebut. Dengan adanya kegiatan UKM ini dapat membantu perekonomian desa tersebut melalui BUMDes. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dibentuknya program tersebut adalah untuk mengeIoIa dan mengarahkan asset serta usaha-usaha lain yang dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimana modal yang digunakan berasal dari desa melalui Dana Desa (DD). Metode dalam pemberdayaan usaha kecil menengah yang melibatkan seluruh masyarakat sekitar kawasan tersebut dilihat dengan pendekatan pemberdayaan, yaitu aspek pemungkinan, aspek penguatan, aspek perlindungan, aspek penyokongan, aspek pemeliharaan
STRATEGI BUMDES DALAM PENGELOLAAN KAMPUNG ETAWA DI DESA SURUH KABUPATEN TRENGGALEK Devina, Florensia; Dina, Afifah; Taufik, Wildan; Lubis, Lunariana
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 14, No 1 (2024): Dinamika Governance - APRIL
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v14i1.4342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan Badan Usaha Milik Desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Suruh Kabupaten Trenggalek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metodologi penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) manfaatnya dapat dirasakan oleh warga Desa Suruh Kabupaten Trenggalek, yakni dengan pemberdayaan potensi yang ada masyarakat bisa meningkatkan produk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan memberikan dampak langsung terhadap ekonomi dan budaya masyarakat.. Dan juga dengan adaya pemerintah merupakan sektor ekonomi penyumbang devisa terbesar yang mampu mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Maka dari itu modal pariwisata perlu dimanfaatkan dalam pengembangan dan meningkatkan mutu dari wisata itu sendiri agar terciptanya kondisi yang diharapkan dalam mengembangkan pariwisata maka diperlukan sapta pesona yang merupakan salah satu unsur pokok dalam pengembangan dan peningkatan wisata di suatu daerah. BUMDes adalah suatu strategi penguatan ekonomi desa. Suatu desa dapat dikembangkan menjadi desa wisata apabila memiliki 7 faktor pendukung.
MANAJEMEN PELAYANAN SEKOLAH DASAR BERBASIS DIGITAL Abdurahman, Abdurahman; Syahroni, Abd Wahab; Ma'mun, Sukron
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 14, No 1 (2024): Dinamika Governance - APRIL
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v14i1.4349

Abstract

Penggunan teknologi dalam manajemen kehadiran murid di sekolah dasar sangatlah penting, karena wali murid dapat dengan mudah mengetahui apakah anaknya sudah sampai di sekolah atau belum, apakah anaknya sudah pulang dari sekolah atau belum, secara online dan realtime. Tidak hanya itu, jika sekolah telah memiliki aplikasi yang dapat menghubungkan murid, wali murid dan sekolah maka sekolah juga dapat dengan mudah menerima saran dan masukan dari wali murid melalui aplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi dengan fitur aplikasi kehadiran dan kepulangan murid sekolah dasar negeri galis 1 berbasis QRCode serta fitur komentar dan saran dari wali murid kepada pihak sekolah. Metode prototipe digunakan dalam pengembangan aplikasi ini. Aplikasi telah diuji dengan metode blackbox dan semua fitur telah bekerja dengan baik dan dapat diimplementasikan di sekolah sehingga dapat membangun budaya digital di lingkungan sekolah.
AKTUALISASI SISTEM PELAYANAN BERBASIS ONLINE DALAM PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI SULAWESI UTARA Monintja, Donald
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 3 (2023): Dinamika Governance- OKTOBER
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v13i3.4152

Abstract

The public service process is indeed consumed by the amount of time, meetings with several people or how the service will be followed up. You can imagine how complicated it is to handle matters in government agencies. The phenomenon of slow service processes has indeed given rise to innovation, namely how to serve the public, to make it easier, faster and cheaper. Not the opposite, namely how to serve the community is tricked by administrative complexity. The issue of online-based services does provide a promising service model. However, it cannot be denied that the offer of online-based services has become a very promising slogan from the government, because there are also several online offers that are only on the front of the website display, after logging in you can't, because of the network. In this condition, inevitably the service process must be carried out face to face. This service model, in some views, states that online services have only changed skin, the content remains the same. Another view also states that society is not ready to accept online-based services or in other forms, such as public service-based applications. The current era of disruption dictates that whether we want it or not, whether we like it or not, we have to accept it and adapt as soon as possible. In the licensing services sector, the government is required to simplify the licensing process in order to support the economy of the community and entrepreneurs so that there is no longer a complicated process in obtaining permits. The Integrated Electronic Based Operating System application is an innovation carried out by the North Sulawesi provincial government to improve public services and the level of public satisfaction with public services, from the aspect of fulfilling clear rights and obligations. This application really helps minimize Corruption, Collusion and Nepotism (KKN) and encourages improvements in public services themselves. However, unfortunately this application has been replaced with a licensing application from the central government, namely SI CANTIK. Even though it has been replaced with an application that complies with central government regulations, this Integrated Electronic Based Operating System application has been able to cover all types of permits with quality, processes and service results that make it easier for applicants in the permit processing process. It's just that socialization is still lacking from the government, so that electronic-based permit processing is still not widely used as the main alternative for the public in processing permits. This electronic-based application encourages the public or applicants to enter the system so that the public can participate in its implementation. However, this application cannot be accessed by all groups. Because there are still many areas in remote areas that do not have internet network access. Proses pelayanan publik memang terhisap dalam pandangan banyaknya waktu, pertemuan dengan beberapa orang atau bagaimana pelayanan yang akan ditindaklanjuti, sudah bisa dibayangkan betapa rumitnya mengurus suatu urusan di instansi pemerintah. Fenomena lambatnya proses pelayanan, memang menimbulkan inovasi yakni bagaimana caranya melayani masyarakat, untuk dipermudah, cepat dan murah. Tidak sebaliknya, yakni bagaimana melayani masyarakat diperdaya dengan rumitnya administrasi. Isu pelayanan berbasis online memang sedikit banyak memberikan suatu model pelayanan yang menjanjikan. Namun, tak bisa dibantah juga tawaran pelayanan berbasis online jadi slogan yang sangat menjanjikan dri pemerintah, karna ada juga beberpa tawaran online hanya bagian depan tampilan website, setelah masuk tidak bisa, alasannya jaringan. Kondisi ini mau tidak mau proses pelayaannya harus dilakukan dengan face to face. Model pelayanan seperti ini, dibeberapa pandangan, menyatakan bahwa pelayanan online hanya ganti kulit, isinya tetap sama. Pandangan lainnya juga menyatakan, bahwa masyarakat belum siap menerima pelayanan yang berbasis online atau dalam bentuk lainnya, seperti aplikasi berbasis pelayanan publik. Era disrubsi sekarang ini mengkondisikan mau atau tidak mau, suka atau tidak suka harus dterima dan secepatnya menyesuaikan. Dalam sektor pelayanan perizinan, pemerintah dituntut untuk dapat mempermudah proses pengurusan perizinan guna menunjang ekonomi masyarakan dan pengusaha sehingga tidak ada lagi proses yang berbelit-belit dalam mengurus ijin. Aplikasi Sistem Operasi Berbasis Elektronik Terpadu merupakan inovasi yang dilakukan pemerintah provinsi Sulawesi Utara untuk dapat meningkatkan pelayanan publik serta tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik, dari aspek pemenuhan hak dan kewajiban yang jelas. Aplikasi ini sangat membantu meminimalisir Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan mendorong meningkatnya pelayanan publik itu sendiri. Namun sayangnya aplikasi ini telah diganti dengan aplikasi perijinan dari pemerintah pusat yaitu SI CANTIK. Meskipun telah diganti dengan aplikasi yang sesuai dengan aturan pemerintah pusat, aplikasi Sistem Operasi Berbasis Elektronik Terpadu ini telah mampu menjangkau semua jenis perizinan dengan kualitas, proses, dan hasil pelayanan yang memudahkan pemohon dalam proses pengurusan perizinan tersebut. Hanya saja sosialisasi yang masih kurang dari pemerintah, sehingga pengurusan ijin berbasis elektronik masih belum banyak degunakan sebagai alternative utama masyarakat dalam mengurus ijin. Aplikasi berbasis elektronik ini mendorong masyarakat atau pemohon masuk kedalam sistem sehingga masyarakat pun dapat ikut serta dalam penyelenggaraannya. Namun aplikasi ini belum dapat di akses semua kalangan. Dikarenakan masih banyak wilayah di pelosok daerah yang belum mendapat akses jaringan internet.
MAL PELAYANAN PUBLIK SYNDROME Abdurahman, Abdurahman; Basyarahil, Abubakar; Imam, Ahmad
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 14, No 1 (2024): Dinamika Governance - APRIL
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v14i1.4350

Abstract

Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi tren kekinian dalam mendongrak prestasi daerah dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan yang diberikan oleh birokrasi. Fomena ini tidak jarang ditemukan menjadi agenda terselubung pencitraan terhadap periode kepemimpinan kepala daerah tingkat kabupaten/kota. Tujuan dari pnelitian ini mendeskripsikan dan menemukan model pelayanan publik yang berbasi pada platform digital. Temuan penelitian ini, mengindikasikan bahwa, perspektif dari masyarakat terkait efektivitas keberadaan Mal Pelayanan Publik yang dianggap hanya sekedar ikut-ikutan tren pelayanan kenikian. Kehadiran MPP bersamaan dengan maraknya digitalisasi pelayanan yang mempengaruhi sektor publik dalam berinteraksi dengan masyarakat secara menyeluruh. Veit (2014) mengemukakan bahwa penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan transformasi hubungan interaksi birokrasi dengan masyarakat, dengan demikian pemerintah dianggap lebih responsif, mudah diakses, transparan, bertanggung jawab, partisipatif, efisien dan efektif daripada kondisi birokrasi yang tradisional yang melakat dengan istilah berbelit-belit, kaku dan prosedural. Kondisi yang dikemukan oleh ahli di atas menunjukkan kepada masyarakat bahwa birokrasi sudah saatnya melakukan transformasi pada semua aspek yang melibatkan interaksi masyarakat. Pendekatan metodologis dalam penelitian menggunakan studi kasus K.Yin (2006). Sebagai objek utamanya adalah Fenomena Mal Pelayanan Publik tidak menjawab sepenuhnya terhadap apa yang telah digambarkan oleh para ahli sebelumnya. Contoh sederhana, kehadiran MPP semestinya memberikan akses kemudahan dan kecepatan pelayanan kepada masyarakat tetapi pada kenyataanya MPP ini hadir ditengah-tengah kota yang pada hakikatnya sulit terjangkau oleh masyarakat pinggiran atau Kecamtan-Kecamatan terluar luar. Rekomendasi praktis yang dapat peneliti ajukan adalah, Mal Pelayanan Publik kedepan harus mencerminkan digitalisasi dengan membuat platform digital pada masing-masing pemerintah daerah kabupaten/kjota.
EFEKTIVITAS ANGKUTAN UMUM DALAM TRAYEK TETAP DAN TERATUR DI KABUPATEN BANYUMAS Wahyuningtyas, Nuki Lestari; Kurniasih, Denok; Tobirin, Tobirin
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 3 (2023): Dinamika Governance- OKTOBER
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v13i3.4141

Abstract

Transportation or freight is a very important area for people's lives. Transportation aims to be a means of moving people that is useful for moving from one place to another, especially for people who do not have private vehicles. The need for transportation facilities and infrastructure is very necessary. The aim of this research is to determine the effectiveness of public transport arrangements on fixed and regular routes in Banyumas Regency. This research uses a qualitative descriptive approach with a survey method through field observations. The effectiveness of the program in this research uses indicators; 1) comfort; 2) capacity; 3) punctuality; 3) price; and 5) overlapping routes. The results of research on public transport services on fixed and regular routes in Banyumas Regency are quite effective based on indicators of comfort, capacity, punctuality and price. The prices or tariffs set do not harm operators and also do not burden people who use rural or urban public transport services. Meanwhile, based on the route overlap indicator, there is overlap in transport routes in urban areas traversed by the Trans Banyumas bus route.  

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2026): Dinamika Governance - JANUARI (On Going) Vol 15, No 3 (2025): Dinamika Governance - OKTOBER Vol 15, No 2 (2025): Dinamika Governance - JULI Vol 15, No 1 (2025): Dinamika Governance - APRIL Vol 14, No 4 (2025): Dinamika Governance - JANUARI Vol 14, No 3 (2024): Dinamika Governance - OKTOBER Vol 14, No 2 (2024): Dinamika Governance - JULI Vol 14, No 1 (2024): Dinamika Governance - APRIL Vol 13, No 4 (2024): Dinamika Governance - JANUARI Vol 13, No 3 (2023): Dinamika Governance- OKTOBER Vol 13, No 2 (2023): Dinamika Governance - JULI Vol 13, No 1 (2023): Dinamika Governance - APRIL Vol 12, No 4 (2023): Dinamika Governance - JANUARI Vol 12, No 4/Januari (2023): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3/Oktober (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 2/Juli (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 1/April (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 2 (2021): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 1 (2021): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 2 (2020): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 1 (2020): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 2 (2019): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 1 (2019): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Dinamika Governance Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Dinamika Governance Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Dinamika Governance Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Dinamika Governance Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Dinamika Governance Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Dinamika Governance More Issue