cover
Contact Name
M. Ridhwan
Contact Email
ridhwan4000@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
saintia@serambimekkah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi
ISSN : 23379952     EISSN : 26568448     DOI : -
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi merupakan jurnal yang pertama kali diterbitkan pada bulan April 2013 oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh, Indonesia. Serambi Saintia memuat artikel dalam bidang Sains, seperti Biologi, Kimia, Fisika, dan terapannya.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
Gambaran Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Produktif Tentang Anemia Defisiensi Zat Besi di Puskesmas Blang Bintang Irma Yani Usman; Fia Dewi Auliani; Fauziyah Hayati
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.5785

Abstract

Anemia Defisiensi Zat Besi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi dan tersebar di seluruh dunia, baik di negara berkembang dan negara miskin. Tingkat pengetahuan wanita usia produktif yang rendah akan mempengaruhi akibat jangka panjang anemia defisiensi zat besi mengingat mereka adalah calon ibu yang akan melahirkan generasi penerus. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan wanita usia produktif tentang anemia defisiensi zat besi di puskesmas blang bintang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional  . Sample  diambil secara berurutan sebanyak 69 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan progam komputer spss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari wanita usia produktif di puskesmas blang bintang memiliki tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 52,2%, tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 43,5%, dan hanya 4,3% dengan tingkat pengetahuan yang buruk. Puskesmas sebaiknya menyediakan penyuluhan agar mencegah terjadinya anemia defisiensi zat besi pada wanita usia produktif. Selain itu, penelitian ini bisa menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Wanita Usia Produktif, Anemia, Zat Besi ABSTRACTIron deficiency anemia is a public health problem that occurs and is widespread throughout the world, both in developing and poor countries. The low level of knowledge of women of productive age will affect the long-term consequences of iron deficiency anemia considering that they are prospective mothers who will give birth to the next generation. Therefore, the purpose of this study was to describe the level of knowledge of women of reproductive age about iron deficiency anemia at blang bintang health center. This research is descriptive with cross-sectional approach. Samples were taken sequentially as many as 69 people. Data collection was done by using a questionnaire. The data were then analyzed using the spss computer program. The results showed that most of the women of productive age at the blang bintang health center had a sufficient level of knowledge as much as 52.2%, a good level of knowledge as much as 43.5%, and only 4.3% with a poor level of knowledge. Health center should provide counseling to prevent iron deficiency anemia in women of reproductive age. In addition, this research can be a reference for further research.Keywords : level of knowledge, women age productive, anemia, iron
Analisis Hubungan Akses dan Kecepatan Pelayanan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Puskesmas Singkil Desa Teluk Rumbia Kecamatan Singkil Aceh Singkil Yuliani Safmila; Evi Dewi Yani; Andika Andika
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.6033

Abstract

Pembangunan Puskesmas Singkil dilakukan di kota Singkil yang terletak di ujung dari wilayah Kabupatan Aceh Singkil sebelah selatan, sehingga akses menuju puskesmas membutuhkan waktu yang cukup lama karena jarak yang ditempuh sangat jauh. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat kurang memanfaatkan pelayanan kesehatan di puskesmas Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan akses dan kecepatan pelayanan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan Puskesmas Singkil Desa Teluk Rumbia Kecamatan Singkil Aceh Singkil. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu-ibu berumur 26-45 tahun di Desa Teluk Rumbia. Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Chi-Square didapat bahwa ada hubungan akses dengan pemanfaatkan pelayanan kesehatan (p-value 0,002 α = 0,05), Ada hubungan kecepatan pelayanan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan (p-value 0,001 α = 0,05) Desa Teluk Rumbia Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Diharapkan petugas kesehatan Puskesmas Singkil Kecamatan Singkil   Kabupaten Aceh Singkil agar lebih meningkatkan kecepatan pelayan melalui pelatihan-pelatihan yang disediakan pemerintah setempat.Kata Kunci :  Pemanfaatan Pelayanan KesehatanABSTRACTThe construction of the Singkil health center was carried out in the city of Aceh Singkil, which is located at the far and of the regency area in the south, so that access to the puskesmas takes a long time bacause the distance traveled is very far. This is what makes peopole less use of health service in Singkil health center. This study aims to analyze the relationship between access and speed of service with the utilization of health services at the Singkil Health Center, Teluk Rumbia Village, Singkil District, Aceh Singkil. The sample in this study were mothers aged 26-45 years in Teluk Rumbia Village. The results of statistical tests using the Chi-Square Test showed that there was a relationship between access and utilization of health services (p-value 0.002 = 0.05), There was a relationship between service speed and utilization of health services (p-value 0.001 = 0.05). ) in Teluk Rumbia Village, Singkil District, Aceh Singkil. For officers expected Singkil District, Aceh District, singkil expected to further ivcrease the speed of service through training provided by the locsl goverment.Key word : utilization of health service
Pengaruh Pemberian Merica terhadap Sifat Fisika dan Kimia dari Produk Kubis Asam (Kimchi) Asal Aceh Rahmah Hayati; Muhammad Irzan Majid; Syamratul Achwan; Rahmiati Rahmiati; Mulyadi Mulyadi; Riki Musriandi
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.6124

Abstract

Brassica oleracea atau sayuran berasal dari Takengon mengandung banyak vitamin, karbohidrat, protein serta mineral. Umur simpan sayuran ini terbatas. Hal ini disebabkan karna kandungan kadar air yang tinggi mengakibatkan mudah rusak juga tidak tahan lama. B. oleracea sering diawetkan atau di fermentasi sebagai makanan sauerkraut di Negara Jerman. Namun di Indonesia belum banyak di produksi. Makanan ini memiliki sifat inderawi yang sangat khas menyerupai kimchi dari aroma dan cita rasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk kubis asam dari B. oleracea atau kimchi asal Aceh dengan penambahan merica terhadap variasi konsentrasi persentase garam selama fermentasi. Pengujian sifat fisika-kimia dilakukan di Laboratorium. Metode penelitian yang digunakan adalah analysis of variance (ANOVA) signifikan 5% dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diuji adalah penambahan 1% merica pada konsentrasi garam K 2,25%, MG1 2,5%, MG2 7,5% dan MG3 12,5%. Hasil penelitian menyatakan perlakuan rekomendasi yaitu pada K 2,5% dan MG 2,25%. Rataan K 2,25% dengan sifat fisika-kimia susut bobot 20,75% dalam pH 3,56, TPT 7,75%, kandungan vitamin C 7,41 mg, kandungan kadar air 90,9%, serta asam laktat terkecil adalah 0,0096%. Namun rata-rata MG1 2,5% dengan sifat fisika-kimia susut bobot 20,05% dalam pH 3,69 TPT 7,55%, kandungan vitamin C 13,15 mg, kadar air 92,1%, serta asam laktat yang lebih kecil yaitu 0,0095%. Pemberian merica dalam konsentrasi garam yang berbeda terhadap kimchi asal Aceh berpengaruh nyata pada sifat fisika dan kimia. Berdasarkan hasil uji kesukaan dengan penambahan merica pada variasi garam terhadap panelis tidak terlatih diperoleh pada perlakuan K 2,25% dan MG1 2,5%.Kata kunci : Kimchi, B. oleracea, kubis, garam, sifat fisika-kimia.ABSTRACTBrassica oleracea or vegetables from Takengon were contain a lots of vitamins, carbohydrates, protein and minerals. The shelf life of these vegetables was limited. That case, it because the higher water content made easily damaged and it was not durable. B. oleracea was often preserved or fermented as a sauerkraut dish in Germany. But, in Indonesia not too much in production. This food has very distinctive sensory properties resembling kimchi in aroma and the taste. This study aims to identify vegetable cabbage products from B. oleracea or kimchi from Aceh with the addition of pepper at various percentages of salt concentration during fermentation. Furthermore, testing of physico-chemical properties was carried out in the laboratory. The research method used was analysis of variance (ANOVA) with a completely randomized design (CRD) with a significance of 5%. The factor tested was the addition of 1% pepper to a salt concentration of 2.25% K, 2.5% MG1, 7.5% MG2 and 12.5% MG3. The results of the study stated that the recommended treatment was 2.5% K and 2.25% MG. Average K 2.25% with physico-chemical properties weight loss 20.75% at pH 3.56, TPT 7.75%, vitamin C content 7.41 mg, water content 90.9%, and the smallest lactic acid 0.0096%. However, the average MG1 was 2.5% with physical and chemical properties, 20.05% weight loss at pH 3.69, TPT 7.55%, 13.15 mg vitamin C content, 92.1% moisture content, and lactic acid is smaller, namely 0.0095%. The adding the pepper with different salt concentrations to kimchi from Aceh had a significant effect on the physical and chemical properties. Based on the results of the preference test with the addition of pepper to the salt variation for untrained panelists, it was found in the K treatment of 2.25% and 2.5% MG1.Keyword : Kimchi, B. oleracea, cabbage, salt, physico chemist.
Determinan Partisipasi Lansia Terhadap Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bangka Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara Fatima Zahara; Thomson Parluhutan Nadapdap; Miskah Afriani Nasution
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.6284

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lanjut Usia adalah suatu wadah pelayanan kepada lanjut usia di masyarakat, yang  proses pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat bersama lembaga swadaya masyarakat (LSM), lintas sektor pemerintah dan non-pemerintah, swasta, organisasi sosial dan lain-lain, dengan menitikberatkan pelayanan kesehatan pada upaya promotif dan preventif. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan tingkat partisipasi lansia terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bangka Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bangka sebanyak 146 orang. Sampel menggunakan tehnik Stratified Random Sampling sebanyak 59 lansia. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh usia p = 0,010 pengetahuan p = 0,000 dan sikap p = 0,003 terhadap pemanfaatan posyandu lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bangka Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara. Disarankan kepada pihak Puskesmas Kuala Bangka untuk lebih meningkatkan peran serta dałam memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan dan mampu mempromosikan tentang pemanfaatan posbindu lansia dan sebaiknya petugas kesehatan Door To Door dałam memberikan penyuluhan dari pemanfaatan posbindu lansia.Kata Kunci : Usia, Pengetahuan, Sikap, Posyandu, Lansia. ABSTRACTThe Elderly Integrated Service Post (Posyandu) is a place for services for the elderly in the community, the process of formation and implementation of which is carried out by the community together with non-governmental organizations (NGOs), across government and non-government sectors, the private sector, social organizations and others. , with a focus on health services on promotive and preventive efforts. The research objective was to determine the determinants of the participation rate of the elderly on the utilization of the elderly posyandu in the Work Area of the Kuala Bangka Health Center, Kualuh Hilir District, North Labuhanbatu Regency. The research design uses a quantitative method which is carried out by an analytical survey with a Cross Sectional Study approach. The population in this study were all elderly people in the Work Area of the Kuala Bangka Health Center, totaling 146 people. The sample used Stratified Random Sampling technique as many as 59 elderly. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results showed that there was an effect of age p = 0.010, knowledge p = 0.000, attitude p = 0.003 on the utilization of the elderly Posyandu. The conclusion from this study is that there is an influence of knowledge, attitude on the use of the elderly Posyandu in the Working Area of the Kuala Bangka Health Center, Kualuh Hilir District, North Labuhanbatu Regency. It is suggested to the Kuala Bangka Health Center to further increase their participation in providing training to health workers and be able to promote the use of the elderly posbindu and it is better for health workers Door to Door in providing counseling on the utilization of the elderly posbindu.Keywords       : Age, Knowledge, Attitude, Posyandu, Lansia.
Gambaran Prevalensi Hipertensi di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Cempaka Lima Banda Aceh Iziddin Fadhil; Satria Safirza; Ratih Ayu Atika; Meri Lidiawati; Elmiyati Elmiyati
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.6446

Abstract

Hypertension is a very dangerous non-communicable disease (NCD) (Silent Killer). The definition of hypertension itself is a condition in which there is an increase in systolic blood pressure reaching a number above equal to 140 mmHg and diastolic above equal to 90 mmHg. Based on data from the World Health Organization (WHO), around the world, around 972 million people or 26.4% of the world's inhabitants suffer from hypertension. In Indonesia alone, the prevalence of hypertension reaches 31.7% and around 60% of people with hypertension end in stroke. In the province of Aceh the incidence of hypertension is 21.5%. Purpose to provide information about (1) cases of hypertension at Cempaka Lima General Hospital Banda Aceh, (2) cases of hypertension based on age, (3) cases of hypertension based on the number of drugs consumed. This study used a cross-sectional design with a total sample of 40 people, sampling was taken by total sampling. Based on the results of the study, the prevalence of hypertension in one month was 40 people. The highest rate of hypertension in Cempaka Lima General Hospital inpatients was in the female sex with the age of ≥61 years as many as 10 people (25%), and the highest hypertension sufferers were in the male sex with the age of ≥61 as many as 8 people (20%). And the highest number of cases used a single drug as many as 35 cases (87.5%).Keywords : Prevalence, HypertensionABSTRACTHipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang sangat berbahaya (Silent Killer). Definisi hipertensi sendiri ialah suatu kondisi dimana terjadi kenaikan tekanan darah sistolik mencapai angka diatas sama dengan 140 mmHg dan diastolik diatas sama dengan 90 mmHg. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), di seluruh dunia, sekitar 972 juta orang atau 26,4% penghuni bumi mengidap hipertensi. Di Indonesia sendiri, prevalensi hipertensi mencapai 31,7% dan sekitar 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke, Di provinsi Aceh angka kejadian hipertensi sebesar 21.5%. Tujuan penelitian ini adalah memberi informasi tentang (1) kasus hipertensi di Rumah Sakit Umum Cempaka Lima Banda Aceh, (2) kasus hipertensi berdasarkan usia, (3) kasus hipertensi berdasarkan jumlah obat yang dikonsumsi. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang, pengambilan sampel diambil dengan cara total sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan prevalensi hipertensi dalam satu bulan sebanyak 40 orang. Angka tertinggi hipertensi di rawat inap rumah Sakit Umum Cempaka Lima yaitu pada jenis kelamin perempuan dengan usia ≥61 tahun sebanyak 10 orang (25%), dan penderita hipertensi tertinggi pada jenis kelamin laki-laki dengan usia ≥61 sebanyak 8 orang (20%). Dan jumlah kasus tertinggi menggunakan obat tunggal sebanyak 35 kasus (87.5%).Kata Kunci : prevalensi, hipertensi
Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Kambing dan Pupuk KNO3 Merah Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Rahmiati Rahmiati; Elvrida Rosa; Rahmah Hayati; Savitri Savitri; Fajar Siddiq
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.6447

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil tanaman melon (Cucumis melo L.). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola Faktorial 3x4 dengan menggunakan 3 Faktor yaitu dosis Pupuk Kotoran Kambing (K) terdiri 3 taraf yaitu, K0 (Kontrol), K1 (3,74 kg/plot), K2 (7,48 kg/plot). Kosentrasi Pupuk KNO3 Merah Cair (M) terdiri dari 4 taraf yaitu, M0 (0 ml/liter air), M1 (2 ml/liter air), M2 (3 ml/liter air), M3 (4 ml/liter air). Pemberian Pupuk Kotoran Kambing dilakukan setelah selesai Pembuatan Plot, dan waktu pemberian Pupuk KNO3 Merah Cair, M0= Kontrol, M1 = 15 Hari Setelah Tanam, M2 = 30 Hari Setelah Tanam, M3 = 45 Hari Setelah Tanam. Perubahan yang diamati adalah, ,Berat Buah Sampel dan Diameter Buah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, rataan berat buah sampel terdapat pada perlakuan K2 dan rataan Diameter Buah terdapat pada perlakuan K2. Adapun Pada perlakuan Pupuk KNO3 Merah Cair tidak terdapat pengaruh yang nyata terhadap semua Variabel pengamatan. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara Pupuk Kotoran Kambing dan pupuk KNO3 Merah Cair terhadap hasil tanaman melon (Cucumis melo L).Kata Kunci : Tanaman Melon, Pupuk Kotoran Kambing, Pupuk KNO3 Merah Cair.
Karakteristik Individu Dan Karakteristik Keluarga Penderita Polio Di Wilayah Kerja Puskesmas Mane Kabupaten Pidie Masyudi Masyudi; Yuliani Safmila; Aris Winandar; Namira Yusuf; Riski Muhammad; T.M. Rafsanjani
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i2.6977

Abstract

Penemuan kasus penyakit polio di wilayah kerja Puskesmas Mane yakni bermula dari seorang anak berumur 7 tahun, warga Kecamatan Mane. Anak mengalami demam, kemudian muncul nyeri pada persendian dan kelemahan anggota gerak. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium, dinyatakan psien telah terinfeksi virus Polio. Tujuan penelitian ini adalah Analisis Deskriptif Karakteristik Individu Dan Karakteristik Keluarga Penderita Polio Di Wilayah Kerja Puskesmas Mane Kabupaten Pidie  Tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak positif polio di wilayah kerja Puskesmas Mane Kabupaten Pidie berjumlah 5 balita dan keluarga penderita polio. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil yang didapatkan bahwa penderita penyakit pilio mengalami gangguan kesehatan yang mengakibatkan penurunan aktivitas pada masa tumbuh kembangnya. Hal tersebut dipicu oleh kurannya tindakan preventive serta penanggulangan oleh orang tua anak penderita polio. Ada beberapa aspek yang mengalami gangguan pada penderita yaitu dari segi berat badan, umur, tinggi badan, golongan darah serta status imunisasi yang mengalami ketidak normalan.peneliti berharap agar para orang tua lebih meningkatkan derajat kesehatan anaknya dalam masa tumbuh kembang dengan memberikan asupan gizi yang cukup serta dapat memberikan imunisasi maupun Asi ekslusif yang lengkap dalam upaya pencegahan terjadinya penyakit polioKata Kunci: Karakteristik Individu, karakteristik Keluarga. ABSTRACTThe beginning of the discovery of cases of polio in the working area of the Mane Health Center was from a 7-year-old child, a resident of Mane District. At first the child has a fever, then pain appears in the joints and weakness of the limbs. After physical and laboratory examinations, it was stated that the patient had been infected with the Polio virus. The purpose of this study is a descriptive analysis of individual characteristics and family characteristics of polio sufferers in the working area of the Mane Health Center, Pidie Regency in 2023. The population in this study were all mothers who had polio positive children in the work area of the Mane Health Center, Pidie Regency, totaling 5 toddlers and families with polio sufferers. The sampling technique uses total sampling. The results obtained were that people with pilio disease experienced health problems which resulted in a decrease in activity during their growth and development. This was triggered by the lack of preventive measures and management by parents of children with polio. There are several aspects that are disrupted in sufferers, namely in terms of weight, age, height, blood type and immunization status that are abnormal. Researchers hope that parents will further improve the health status of their children in the growth and development period by providing adequate nutritional intake. and can provide complete immunization and exclusive breastfeeding in an effort to prevent polio.Keyword: Individual characteristics, family characteristics
Gambaran Tingkat Pengetahuan Kader Posyandu Terhadap Stunting Di Kecamatan Kuta Malaka Habibi Juhandi
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i2.6976

Abstract

Stunting merupakan keadaan tubuh yang pendek menurut umur hingga melampaui devisit dibawah median standar panjang atau tinggi badan menurut umur. Stunting pada balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan status kesehatan pada anak. Studi terkini menunjukkan anak yang mengalami stunting berkaitan dengan prestasi di sekolah yang buruk, tingkat pendidikan yang rendah dan pendapatan yang rendah saat dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan terhadap tingkat pengetahuan kader posyandu balita di Kecamatan Kuta Malaka. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat bantu dalam pengumpulan data. Responden diambil secara total sampling sebanyak 85 kader posyandu. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji chi square. Persentase terbesar pendidikan kader posyandu yaitu SMA sebesar 42,4%, persentase terbesar jenis pekerjaan kader posyandu yaitu kade sebesar 64,7% dan persentase terbesar tingkat pengetahuan kader posyandu yaitu kategori baik sebesar 89,4%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan kader posyandu (p=0,001) dan terdapat hubungan jenis pekerjaan terhadap tingkat pengetahuan kader posyandu (p=0,000).Kata kunci  : Stunting, Tingkat Pengetahuan, Kader Posyandu, Balita. ABSTRACTStunting is a short body condition according to age so that it exceeds the deficit below the median standard of length or height for age. Stunting in toddlers needs special attention because it can cause delays in physical growth, mental development and health status in children. Recent studies have shown that stunting is associated with poor school performance, low educational attainment and low income as adults. This study aims to determine the relationship between education level and type of work on the knowledge level of Posyandu toddler cadres in Kuta Malaka District. The research design is a descriptive study using a questionnaire as a tool in data collection. Respondents were taken by total sampling as many as 85 posyandu cadres. Furthermore, the data were analyzed using the chi square test. The highest percentage of Posyandu cadres' education was high school at 42.4%, the largest percentage was the type of work of posyandu cadres, namely cadres at 64.7% and the highest percentage level of knowledge of posyandu cadres was in the good category at 89.4%. The results of the chi square test show that there is a relationship between education level and knowledge level of posyandu cadres (p=0,001) and there is a relationship between the type of work and the knowledge level of posyandu cadres (p=0,000).Kata kunci       : Stunting, Tingkat Pengetahuan, Kader Posyandu Balita.
Hubungan Faktor Maternal Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Indonesia: Data Riskesdas 2018 Nisrina Hanum; Evi Dewi Yani; Masyudi Masyudi; Yunita Yunita
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i2.6848

Abstract

Prevalensi kejadian stunting di Indonesia masih tergolong tinggi menurut kriteria yang ditetapkan WHO yaitu 30,8% pada tahun 2018. Banyak faktor yang menyebabkan balita mengalami stunting salah satunya faktor maternal yaitu hipertensi kehamilan. Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data riskesdas tahun 2018 bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor maternal dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Sampel dalam penelitian ini yaitua balita usia 24 bulan yang berjumlah 9117 balita. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dari Riskesdas Tahun 2018. Analisa data menggunakan uji regresi logistisk. Hasil penelitian menunjukkan dari 9117 balita, sebanyak 315 balita mengalami stunting (34,56%). Faktor maternal yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia yaitu usia ibu 20 tahun (OR = 2,23; 95% CI: 1,44 – 3,34; p-value = 0,000), grandemultigravida (OR = 1,53; 95%CI: 1,15 – 2,04; p-value = 0,004), dan tidak lengkap kunjungan ANC (OR = 1,19; 95%CI: 1,07 – 1,32; p-value = 0,001). Faktor maternal yang tidak berhubungan dengan stunting pada balita yaitu konsumsi 90 tablet (OR = 1,08; 95%CI: 0,98 – 1,18; p-value = 0,099). Diharapkan kepada ibu yang memilki balita dapat menurunkan kejadian stunting dengan cara meningkatkan kunjungan ANC secara rutin agar mendapatkan asuhan kehamilan secara komperhensif, meningkatkan perawatan komperhensif dalam pemenuhan gizi pasca persalinan terutama pada bayi yang mengalami BBLR, serta melakukan imunisasi dasar lengkap untuk mengurangi risiko stunting.Kata Kunci: Stunting, Usia Ibu, Kunjungan ANC, Grandemultipara ABSTRACTThe prevalence of stunting in Indonesia is still relatively high according to the criteria set by WHO, namely 30.8% in 2018. Many factors cause children under five to experience stunting, including maternal factors, namely pregnancy hypertension. Analytical research with approaches cross sectional Using 2018 Riskesdas data, the aim is to determine the relationship between maternal factors and the incidence of stunting in toddlers in Indonesia. The sample in this study was toddlers aged 24 months, totaling 9117 toddlers. Data collection used secondary data from Riskesdas 2018. Data analysis used logistic regression tests. The research showed that of 9117 toddlers, 315 toddlers experienced stunting (34.56%). Maternal factors associated with the incidence of stunting in toddlers in Indonesia are maternal age 20 years (OR = 2.23; 95% CI: 1.44 – 3.34; p-value = 0,000), grand multigravida (OR = 1,53; 95%CI: 1,15 – 2,04; p-value = 0.004), and incomplete ANC visits (OR = 1.19; 95%CI: 1.07 – 1.32; p-value = 0.001). Maternal factors unrelated to stunting in toddlers were consumption of 90 tablets (OR = 1.08; 95%CI: 0.98 – 1.18; p-value = 0.099). It is hoped that mothers who have toddlers can reduce the incidence of stunting by increasing Regular ANC visits to receive comprehensive pregnancy care, increasing comprehensive care in fulfilling post-natal nutrition, especially for babies who experience LBW, as well as carrying out complete basic immunization to reduce the risk of stunting. Keywords: Stunting, Maternal Age, ANC Visit, Grandemultipara
Determinan faktor Keberhasilan Program Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Tangkeh Woyla Timur Anasril Anasril; Tri Mulyono; Maryono Maryono; Khairunnisak Khairunnisak; Masyudi Masyudi
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i2.6704

Abstract

Para kader posyandu diharapkan dapat mencapai tujuan Posyandu terutama menyangkut dengan upaya-upaya kesehatan tentang masyarakat.  Berdasarkan hasil survei dapatkan melalui laporan Puskesmas Tangkeh tahun 2021 diketahui bahwa Cakupan NS : 26,4%, Cakupan D/S : 46,6%, Cakupan K/S : 98,8%, Cakupan D/K: 47,1%, Cakupan N/D: 56,8%. Dari hasil tersebut jelas bahwa target SKDN belum tercapai, hanya cakupan Program yang telah sesuai dengan target Nasional yaitu 98,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan keberhasilan program Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tangkeh Woyla Timur Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader posyandu yang ada di 14 desa dengan 14 posyandu yang ada dalam wilayah kerja Puskesmas Tangkeh Woyla Timur Kabupaten Aceh Barat dengan jumlah kader yang aktif 39 orang. Penelitian dilakukan pada Mei-Juni 2022. Data diolah secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan pengetahuan (P value = 0,004), ada hubungan keaktifan kader (P value = 0,001), ada hubungan sikap (P value = 0,032), ada hubungan sarana (P value = 0,014) dengan tingkat keberhasilan program Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tangkeh Woyla Timur Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022. Diharapkan kepada Kader Posyandu agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang posyandu melalui keikutsertaan pada pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh Puskesmas dan dapat lebih aktif dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pada saat posyandu.