cover
Contact Name
M. Ridhwan
Contact Email
ridhwan4000@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
saintia@serambimekkah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi
ISSN : 23379952     EISSN : 26568448     DOI : -
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi merupakan jurnal yang pertama kali diterbitkan pada bulan April 2013 oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh, Indonesia. Serambi Saintia memuat artikel dalam bidang Sains, seperti Biologi, Kimia, Fisika, dan terapannya.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Partisipasi Ibu Balita Dalam Kegiatan Posyandu Balita Di Batalion Yonif Raider 112/Dj Banda Aceh Tahun 2023 Aris Winandar; Muhammad Darimi; Gunawan Gunawan
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.6656

Abstract

The lack of participation of mothers in bringing their toddlers to Posyandu at Battalion Yonif Raider 112/Dj Banda Aceh has different reasons. mothers who have children under five with a total sampling technique. The instrument used was a questionnaire on the intervention factor of the commander and the husband's role as well as observation with anthropometry measuring weight, height according to the age of the toddler using the Z score table. The results obtained showed a relationship between the commander's intervention and the participation of the mother with a p-value of 0.043, and no there is a r elationship between husband's support and mother's participation in toddler posyandu activities with a p-value of 0.199 and there is no relationship between nutritional status and mother's participation in toddler posyandu activities with a p-value of 0.372 in Yonif Raider Battalion 112/Dj Banda Aceh in 2023. Thus expected for cadres to be able to increase the coverage of posyandu by way of door to door to be able to provide quality posyandu programsKeywords: Intervention, husband's role, nutritional status
The Health Promotion Strategy in Preventing Under The Red Line in Growth Toddlers at Kuta Baro District Diza Fathamira Hamzah; Sri Rosita; Cut Juliana
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.6498

Abstract

Under the red line is one illustration of malnutrition in toddlers. This can be prevented by strengthening health promotion as one of the prevention efforts. This study aims to determine the relationship between health promotion strategies and the prevention of under-fives under the red line. This type of research is descriptive -analytic with a survey design. The population in this study was 136 people with a sample of 58 mothers under five who were drawn using the accidental sampling method. Data collection was carried out using a questionnaire that had been designed by the researcher. Data analysis was performed univariately and bivariately using the chi-square test with 95% confidence intervals. The results showed that there was a significant relationship between advocacy (p value = 0.001), atmosphere building (p value = 0,03) and community empowerment (p value = 0.001) and prevention of under-fives under the red line. It is suggested to the Aceh Besar District Health Office to increase health promotion efforts in preventing under the red line by conducting training for cadres of service post integrated on a regular basis so that health promotion activities can be carried out optimally, besides that it is necessary to establish a under the red line budgeting policy for prevention of 10% of the village goverment funds. Keywords : Health Promotion, Nutritional Status, Public Health, Toddler, Malnutrition.
Gambaran Prevalensi Hipertensi di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Cempaka Lima Banda Aceh Iziddin Fadhil; Satria Safirza; Ratih Ayu Atika; Meri Lidiawati; Elmiyati Elmiyati
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.6446

Abstract

Hypertension is a very dangerous non-communicable disease (NCD) (Silent Killer). The definition of hypertension itself is a condition in which there is an increase in systolic blood pressure reaching a number above equal to 140 mmHg and diastolic above equal to 90 mmHg. Based on data from the World Health Organization (WHO), around the world, around 972 million people or 26.4% of the world's inhabitants suffer from hypertension. In Indonesia alone, the prevalence of hypertension reaches 31.7% and around 60% of people with hypertension end in stroke. In the province of Aceh the incidence of hypertension is 21.5%. Purpose to provide information about (1) cases of hypertension at Cempaka Lima General Hospital Banda Aceh, (2) cases of hypertension based on age, (3) cases of hypertension based on the number of drugs consumed. This study used a cross-sectional design with a total sample of 40 people, sampling was taken by total sampling. Based on the results of the study, the prevalence of hypertension in one month was 40 people. The highest rate of hypertension in Cempaka Lima General Hospital inpatients was in the female sex with the age of ≥61 years as many as 10 people (25%), and the highest hypertension sufferers were in the male sex with the age of ≥61 as many as 8 people (20%). And the highest number of cases used a single drug as many as 35 cases (87.5%).Keywords : Prevalence, HypertensionABSTRACTHipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang sangat berbahaya (Silent Killer). Definisi hipertensi sendiri ialah suatu kondisi dimana terjadi kenaikan tekanan darah sistolik mencapai angka diatas sama dengan 140 mmHg dan diastolik diatas sama dengan 90 mmHg. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), di seluruh dunia, sekitar 972 juta orang atau 26,4% penghuni bumi mengidap hipertensi. Di Indonesia sendiri, prevalensi hipertensi mencapai 31,7% dan sekitar 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke, Di provinsi Aceh angka kejadian hipertensi sebesar 21.5%. Tujuan penelitian ini adalah memberi informasi tentang (1) kasus hipertensi di Rumah Sakit Umum Cempaka Lima Banda Aceh, (2) kasus hipertensi berdasarkan usia, (3) kasus hipertensi berdasarkan jumlah obat yang dikonsumsi. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang, pengambilan sampel diambil dengan cara total sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan prevalensi hipertensi dalam satu bulan sebanyak 40 orang. Angka tertinggi hipertensi di rawat inap rumah Sakit Umum Cempaka Lima yaitu pada jenis kelamin perempuan dengan usia ≥61 tahun sebanyak 10 orang (25%), dan penderita hipertensi tertinggi pada jenis kelamin laki-laki dengan usia ≥61 sebanyak 8 orang (20%). Dan jumlah kasus tertinggi menggunakan obat tunggal sebanyak 35 kasus (87.5%).Kata Kunci : prevalensi, hipertensi
Determinan Partisipasi Lansia Terhadap Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bangka Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara Fatima Zahara; Thomson Parluhutan Nadapdap; Miskah Afriani Nasution
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.6284

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lanjut Usia adalah suatu wadah pelayanan kepada lanjut usia di masyarakat, yang  proses pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat bersama lembaga swadaya masyarakat (LSM), lintas sektor pemerintah dan non-pemerintah, swasta, organisasi sosial dan lain-lain, dengan menitikberatkan pelayanan kesehatan pada upaya promotif dan preventif. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan tingkat partisipasi lansia terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bangka Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bangka sebanyak 146 orang. Sampel menggunakan tehnik Stratified Random Sampling sebanyak 59 lansia. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh usia p = 0,010 pengetahuan p = 0,000 dan sikap p = 0,003 terhadap pemanfaatan posyandu lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Bangka Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara. Disarankan kepada pihak Puskesmas Kuala Bangka untuk lebih meningkatkan peran serta dałam memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan dan mampu mempromosikan tentang pemanfaatan posbindu lansia dan sebaiknya petugas kesehatan Door To Door dałam memberikan penyuluhan dari pemanfaatan posbindu lansia.Kata Kunci : Usia, Pengetahuan, Sikap, Posyandu, Lansia. ABSTRACTThe Elderly Integrated Service Post (Posyandu) is a place for services for the elderly in the community, the process of formation and implementation of which is carried out by the community together with non-governmental organizations (NGOs), across government and non-government sectors, the private sector, social organizations and others. , with a focus on health services on promotive and preventive efforts. The research objective was to determine the determinants of the participation rate of the elderly on the utilization of the elderly posyandu in the Work Area of the Kuala Bangka Health Center, Kualuh Hilir District, North Labuhanbatu Regency. The research design uses a quantitative method which is carried out by an analytical survey with a Cross Sectional Study approach. The population in this study were all elderly people in the Work Area of the Kuala Bangka Health Center, totaling 146 people. The sample used Stratified Random Sampling technique as many as 59 elderly. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results showed that there was an effect of age p = 0.010, knowledge p = 0.000, attitude p = 0.003 on the utilization of the elderly Posyandu. The conclusion from this study is that there is an influence of knowledge, attitude on the use of the elderly Posyandu in the Working Area of the Kuala Bangka Health Center, Kualuh Hilir District, North Labuhanbatu Regency. It is suggested to the Kuala Bangka Health Center to further increase their participation in providing training to health workers and be able to promote the use of the elderly posbindu and it is better for health workers Door to Door in providing counseling on the utilization of the elderly posbindu.Keywords       : Age, Knowledge, Attitude, Posyandu, Lansia.
Pengaruh Pemberian Merica terhadap Sifat Fisika dan Kimia dari Produk Kubis Asam (Kimchi) Asal Aceh Rahmah Hayati; Muhammad Irzan Majid; Syamratul Achwan; Rahmiati Rahmiati; Mulyadi Mulyadi; Riki Musriandi
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.6124

Abstract

Brassica oleracea atau sayuran berasal dari Takengon mengandung banyak vitamin, karbohidrat, protein serta mineral. Umur simpan sayuran ini terbatas. Hal ini disebabkan karna kandungan kadar air yang tinggi mengakibatkan mudah rusak juga tidak tahan lama. B. oleracea sering diawetkan atau di fermentasi sebagai makanan sauerkraut di Negara Jerman. Namun di Indonesia belum banyak di produksi. Makanan ini memiliki sifat inderawi yang sangat khas menyerupai kimchi dari aroma dan cita rasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk kubis asam dari B. oleracea atau kimchi asal Aceh dengan penambahan merica terhadap variasi konsentrasi persentase garam selama fermentasi. Pengujian sifat fisika-kimia dilakukan di Laboratorium. Metode penelitian yang digunakan adalah analysis of variance (ANOVA) signifikan 5% dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diuji adalah penambahan 1% merica pada konsentrasi garam K 2,25%, MG1 2,5%, MG2 7,5% dan MG3 12,5%. Hasil penelitian menyatakan perlakuan rekomendasi yaitu pada K 2,5% dan MG 2,25%. Rataan K 2,25% dengan sifat fisika-kimia susut bobot 20,75% dalam pH 3,56, TPT 7,75%, kandungan vitamin C 7,41 mg, kandungan kadar air 90,9%, serta asam laktat terkecil adalah 0,0096%. Namun rata-rata MG1 2,5% dengan sifat fisika-kimia susut bobot 20,05% dalam pH 3,69 TPT 7,55%, kandungan vitamin C 13,15 mg, kadar air 92,1%, serta asam laktat yang lebih kecil yaitu 0,0095%. Pemberian merica dalam konsentrasi garam yang berbeda terhadap kimchi asal Aceh berpengaruh nyata pada sifat fisika dan kimia. Berdasarkan hasil uji kesukaan dengan penambahan merica pada variasi garam terhadap panelis tidak terlatih diperoleh pada perlakuan K 2,25% dan MG1 2,5%.Kata kunci : Kimchi, B. oleracea, kubis, garam, sifat fisika-kimia.ABSTRACTBrassica oleracea or vegetables from Takengon were contain a lots of vitamins, carbohydrates, protein and minerals. The shelf life of these vegetables was limited. That case, it because the higher water content made easily damaged and it was not durable. B. oleracea was often preserved or fermented as a sauerkraut dish in Germany. But, in Indonesia not too much in production. This food has very distinctive sensory properties resembling kimchi in aroma and the taste. This study aims to identify vegetable cabbage products from B. oleracea or kimchi from Aceh with the addition of pepper at various percentages of salt concentration during fermentation. Furthermore, testing of physico-chemical properties was carried out in the laboratory. The research method used was analysis of variance (ANOVA) with a completely randomized design (CRD) with a significance of 5%. The factor tested was the addition of 1% pepper to a salt concentration of 2.25% K, 2.5% MG1, 7.5% MG2 and 12.5% MG3. The results of the study stated that the recommended treatment was 2.5% K and 2.25% MG. Average K 2.25% with physico-chemical properties weight loss 20.75% at pH 3.56, TPT 7.75%, vitamin C content 7.41 mg, water content 90.9%, and the smallest lactic acid 0.0096%. However, the average MG1 was 2.5% with physical and chemical properties, 20.05% weight loss at pH 3.69, TPT 7.55%, 13.15 mg vitamin C content, 92.1% moisture content, and lactic acid is smaller, namely 0.0095%. The adding the pepper with different salt concentrations to kimchi from Aceh had a significant effect on the physical and chemical properties. Based on the results of the preference test with the addition of pepper to the salt variation for untrained panelists, it was found in the K treatment of 2.25% and 2.5% MG1.Keyword : Kimchi, B. oleracea, cabbage, salt, physico chemist.
Analisis Hubungan Akses dan Kecepatan Pelayanan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Puskesmas Singkil Desa Teluk Rumbia Kecamatan Singkil Aceh Singkil Yuliani Safmila; Evi Dewi Yani; Andika Andika
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.6033

Abstract

Pembangunan Puskesmas Singkil dilakukan di kota Singkil yang terletak di ujung dari wilayah Kabupatan Aceh Singkil sebelah selatan, sehingga akses menuju puskesmas membutuhkan waktu yang cukup lama karena jarak yang ditempuh sangat jauh. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat kurang memanfaatkan pelayanan kesehatan di puskesmas Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan akses dan kecepatan pelayanan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan Puskesmas Singkil Desa Teluk Rumbia Kecamatan Singkil Aceh Singkil. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu-ibu berumur 26-45 tahun di Desa Teluk Rumbia. Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Chi-Square didapat bahwa ada hubungan akses dengan pemanfaatkan pelayanan kesehatan (p-value 0,002 α = 0,05), Ada hubungan kecepatan pelayanan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan (p-value 0,001 α = 0,05) Desa Teluk Rumbia Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Diharapkan petugas kesehatan Puskesmas Singkil Kecamatan Singkil   Kabupaten Aceh Singkil agar lebih meningkatkan kecepatan pelayan melalui pelatihan-pelatihan yang disediakan pemerintah setempat.Kata Kunci :  Pemanfaatan Pelayanan KesehatanABSTRACTThe construction of the Singkil health center was carried out in the city of Aceh Singkil, which is located at the far and of the regency area in the south, so that access to the puskesmas takes a long time bacause the distance traveled is very far. This is what makes peopole less use of health service in Singkil health center. This study aims to analyze the relationship between access and speed of service with the utilization of health services at the Singkil Health Center, Teluk Rumbia Village, Singkil District, Aceh Singkil. The sample in this study were mothers aged 26-45 years in Teluk Rumbia Village. The results of statistical tests using the Chi-Square Test showed that there was a relationship between access and utilization of health services (p-value 0.002 = 0.05), There was a relationship between service speed and utilization of health services (p-value 0.001 = 0.05). ) in Teluk Rumbia Village, Singkil District, Aceh Singkil. For officers expected Singkil District, Aceh District, singkil expected to further ivcrease the speed of service through training provided by the locsl goverment.Key word : utilization of health service
Gambaran Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Produktif Tentang Anemia Defisiensi Zat Besi di Puskesmas Blang Bintang Irma Yani Usman; Fia Dewi Auliani; Fauziyah Hayati
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2023): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v11i1.5785

Abstract

Anemia Defisiensi Zat Besi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi dan tersebar di seluruh dunia, baik di negara berkembang dan negara miskin. Tingkat pengetahuan wanita usia produktif yang rendah akan mempengaruhi akibat jangka panjang anemia defisiensi zat besi mengingat mereka adalah calon ibu yang akan melahirkan generasi penerus. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan wanita usia produktif tentang anemia defisiensi zat besi di puskesmas blang bintang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional  . Sample  diambil secara berurutan sebanyak 69 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan progam komputer spss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari wanita usia produktif di puskesmas blang bintang memiliki tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 52,2%, tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 43,5%, dan hanya 4,3% dengan tingkat pengetahuan yang buruk. Puskesmas sebaiknya menyediakan penyuluhan agar mencegah terjadinya anemia defisiensi zat besi pada wanita usia produktif. Selain itu, penelitian ini bisa menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Wanita Usia Produktif, Anemia, Zat Besi ABSTRACTIron deficiency anemia is a public health problem that occurs and is widespread throughout the world, both in developing and poor countries. The low level of knowledge of women of productive age will affect the long-term consequences of iron deficiency anemia considering that they are prospective mothers who will give birth to the next generation. Therefore, the purpose of this study was to describe the level of knowledge of women of reproductive age about iron deficiency anemia at blang bintang health center. This research is descriptive with cross-sectional approach. Samples were taken sequentially as many as 69 people. Data collection was done by using a questionnaire. The data were then analyzed using the spss computer program. The results showed that most of the women of productive age at the blang bintang health center had a sufficient level of knowledge as much as 52.2%, a good level of knowledge as much as 43.5%, and only 4.3% with a poor level of knowledge. Health center should provide counseling to prevent iron deficiency anemia in women of reproductive age. In addition, this research can be a reference for further research.Keywords : level of knowledge, women age productive, anemia, iron
Identifikasi Boraks pada Bakso yang Dijual di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya Kasrawati, Kasrawati; Fitria, Syifa; Sihotang, Supran Hidayat
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 12, No 1 (2024): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v12i1.8061

Abstract

Bakso merupakan makanan yang sangat disukai dan digemari oleh masyarakat, baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Bakso banyak dikonsumsi oleh masyarakat dikarenakan kepraktisan dan ketersediaannya di berbagai tempat.Namun, tak jarang saat ini produsen bakso banyak menambahkan bahan tambahan makanan (BTP) dengan tujuan dapat membuat bakso lebih kenyal dan masa simpannya lebih lama sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Salah satu jenis BTP yang ditambahkan adalah boraks.Dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.033 Tahun 2012, boraks dinyatakan sebagai bahan berbahaya dan dilarang untuk digunakan dalam pembuatan makanan yang dikarenakan makanan yang mengandung boraks akan sulit di serap oleh darah dan akan tersimpan dalam hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak adanya boraks pada bakso yang dijual di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Metode penelitian yang dilakukan secara eksperimen yang berupa uji kualitatif meliputi uji organoleptis sampel, uji kertas tumerik, dan uji larutan AgNO3. Populasi pada penelitian ini adalah pedagang bakso yang dijual di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya yaitu berjumlah 8 warung bakso. Hasil yang diperoleh dari uji organoleptis dari 8 sampel bakso tersebut adalah negatif dikarenakan masa simpan yang berlaku hanya 1 hari, selebihnya pada masa simpan hari ke 2 dan ke 3 ke 8 sampel bakso mulaimembusuk dan berlendir bahkan berjamur. Pada uji kertas tumerik memperoleh hasil negatif dikarenakan tidak terjadinya perubahan warna dari kuning menjadi merah kecoklatan. Pada ujilarutan AgNO3 juga memperoleh hasil yang negatif dikarenakan tidak membentukendapan putih pada dasar tabung raeaksi. Kesimpulan penelitian bahwa 8 sampel bakso yang dijual di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya negatif mengadung boraks.Kata kunci : Bakso, Boraks, Uji Kualitatif
Saluran dan Margin Pemasaran Kopi Arabika di Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Januar, Muhammad Alza; Khumaira, Khumaira; Fitri, Sri
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 12, No 1 (2024): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v12i1.7564

Abstract

Coffee is a plantation commodity that dominates the global market, and Indonesia, with its high productivity, is one of the largest coffee producers. This research focuses on Timang Gajah District, Bener Meriah Regency, Aceh, which is an important arabica coffee production center. Even though Bener Meriah Regency has high coffee production, research on marketing channels and margins for Arabica coffee at the sub-district level is still limited. This research aims to explore the marketing channel structure and margins applied in the marketing of Arabica coffee in Timang Gajah District. This research method includes analysis of coffee production, marketing channel structure, and marketing margins implemented by farmers and marketing institutions in Timang Gajah District. The results show that the average income of Arabica coffee farmers in this sub-district reaches IDR 25,661,430, indicating a significant economic contribution. The first and second marketing channels in the research area are considered efficient, with efficiency levels of 9.20% and 7.02% respectively. The second marketing channel is proven to be the most efficient, indicating that the smaller the efficiency value of a marketing channel, the more efficient the channel.Keywords: Arabica Coffee, Marketing Channels, Marketing Margin
Analisis Faktor Kejadian Penyakit Skabies Pada Santri di Dayah Madani Al Aziziyah Kabupaten Aceh Besar Lidiawati, Meri; Fadhil, Iziddin; Feriyani, Feriyani; Aisyah, Siti; Burhanuddin, Burhanuddin
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 12, No 1 (2024): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jss.v12i1.8107

Abstract

Skabies merupakan salah satu penyakit kulit akibat Sarcoptes scabiei yang menyerang bagian kulit pada manusia. Skabies berada pada urutan ketiga dari 12 penyakit kulit pada umumnya yang sering terjadi. Tingkat kejadian tertinggi skabies terjadi di negara iklim tropis, kepadatan penduduk tinggi dan sosial ekonomi rendah. Skabies adalah penyakit kulit akibat investasi dan sensitisasi oleh tungau Sarcoptes scabiei varietas hominis. Skabies ini tidak membahayakan manusia namun adanya rasa gatal pada malam hari ini merupakan gejala utama yang mengganggu aktivitas dan produktivitas. Skabies cenderung tinggi pada anak- anak usia sekolah, remaja bahkan orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian skabies di Dayah Madani Al- Aziziyah Kabupaten Aceh Besar. Penelitian   ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Sampel  pada penelitian ini berjumlah 150 orang yang diambil dengan metode concecutive sampling. Hasil analisis didapatkan bahwa 65,3% responden mengalami kejadian skabies. Variabel personal higiene (p= 0,0005), kelembaban (p= 0,002), ventilasi (p= 0,015), dan kepadatan hunian (p= 0,008) menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies di Dayah Madani Al- Aziziyah Kabupaten Aceh Besar. Pihak sekolah seharusnya memberikan edukasi tentang personal higiene untuk para santri serta melakukan perbaikan mengenai sarana dan prasarana dayah sehingga dapat meminimalisir    timbulnya penyakit kulit dan infeksi lainnya. Kata Kunci : Skabies, Dayah, Siswa