cover
Contact Name
arbain
Contact Email
baintigers@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. KH.Wahid Hasyim, Sempaja No.28, Samarinda, East Kalimantan
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Mahakam
ISSN : -     EISSN : 25495755     DOI : http://dx.doi.org/10.24903/jam
This journal contains a scientific manuscript published by the Institute of Research and Community Service, Widya Gama Mahakam Samarinda University with frequency published 2 times a year.
Arjuna Subject : Umum -
Articles 331 Documents
Peningkatan Kompetensi Guru PAUD di Masa Pandemi melalui Pengenalan Model Pembelajaran Daring Hanita Hanita; Sulau Lugi
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru PAUD di masa pandemi covid-19 melalui pengenalan model pembelajaran daring. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah dengan teknik presentasi materi karya pengembangan profesi dilanjutkan dengan diskusi melalui aplikasi zoom. Adapun peserta dalam kegiatan ini adalah guru PAUD di kecamatan Samarinda Utara kota Samarinda. Hasil survei saat melaksanakan kegiatan dapat dikatakan bahwa guru PAUD sudah dapat beradaptasi dengan perkembangan dan tuntutan zaman di bidang pendidikan. Guru PAUD juga rata-rata memiliki kemampuan dalam mengakses media teknologi informasi dan komunikasi dengan baik. Namun, terdapat kendala yang menjadi penghambat pelaksanaan pembelajaran daring yaitu tidak memiliki alat yang memadai sekitar 25 %, tidak memiliki cukup dana untuk membeli paket atau pulsa untuk pelaksanaan daring 29,2%, sinyal yang tidak mendukung 70,8%, dan kurang memahami teknologi 8,3%. hasil sekitar 90,5% menyatakan bahwa pembelajaran digital mempermudah dalam berkomunikasi dan menerima informasi dalam proses belajar dan pembelajaran terutama di era pandemi covid-19. Proses pembelajaran seperti apa yang dilakukan oleh lembaga PAUD yang tepat selama melaksanakan pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Namun 30,4% berpendapat bahwa pembelajaran dring selama pandemi ini dikombinasi antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring, pembelajaran tatap muka ini dilakukan guru dengan melakukan kegiatan home visit dimana guru mengunjungi anak didik dirumah masing-masing dengan jadwal yang telah di tentukan. Melalui pengenalan model pembelajaran daring, dapat dikatakan bahwa guru PAUD sudah dapat beradaptasi dengan perkembangan dan tuntutan zaman di bidang pendidikan. Namun ternyata proses pembelajaran daring ini memiliki kendala yang menjadi penghambat paling banyak adalah sinyal yang tidak mendukung, dana, fasilitas dan terakhir adalah kemampuan penguasaan teknologi walaupun ini tidak terlalu banyak, tapi masih ada.
Edukasi Vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat Desa Kalisapu di Kabupaten Tegal Sri Tanjung Rejeki; Natiqotul Fatkhiyah; Yuni Fitriani; Ika Esti Anggraeni
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara di dunia sedang menghadapi pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) termasuk Indonesia. Indonesia dengan jumlah kasus COVID-19 sebanyak 1.455.788 dan 5.034 di Kabupaten Tegal. Pengobatan pasti untuk COVID-19 belum ditemukan. Vaksinasi merupakan salah satu cara yang digunakan pemerintah untuk mencegah COVID-19. Vaksinasi bertujuan untuk mencegah penularan dan menurunkan angka kesakitan dan kematian. Tujuan kegiatan adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan tanggal 4 Juni 2021 di Desa Kalisapu Kec. Slawi Kab. Tegal. Sasaran dalam kegiatan ini adalah 30 masyarakat yang berusia ditas 18 tahun. Metode yang digunakan yaitu pemberian pendidikan kesehatan dengan booklet sebagai sarana. Hasil dari pengabdian adalah masyarakat sudah mengetahui tentang pentingnya vaksinasi dan bersedia melakukan vaksinasi di pelayanan kesehatan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Peningkatan Literasi Pengetahuan Kesehatan dan Teknologi untuk Pencegahan dan Deteksi Penyakit Menggunakan Digital Image processing Lia Farokhah; Achmad Noercholis; Fadhli Almuiini Ahda; Muhammad Rofiq; Danang Arbian Sulistyo
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era sekarang, penyakit muncul bervariasi. Alat kesehatan di Indonesia sangat bergantung dengan impor karena beberapa produk yang dibutuhkan tidak diproduksi di dalam negeri. Selain itu, harganya menjadi cukup mahal. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan literasi mengikuti model The European Health Literacy Survey: the 12 subdimensions. Adopsi model ini diharapkan akan pada tahap dimensi menilai atau mengevaluasi informasi yang relevan dengan kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi masyarakat khususnya perguruan tinggi yang memiliki fokus keilmuan teknologi dan kesehatan untuk meningkatkan literasi kesehatan. Adapun hasil yang didapatkan selama pengabdian melalui kolaborasi webinar adalah cukup bagus untuk meningkatkan literasi kesehatan. Hal ini didasarkan atas fakta saat proses tanya jawab dalam penggalian informasi. kolaborasi dua keilmuan yaitu kesehatan dan teknologi bisa membuat alat deteksi maupun pencegahan penyakit yang lebih murah namun akurat menggunakan sistem cerdas.
Pelatihan Pembuatan Conblock dari Sisa Limbah Karet sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Henggar Risa Destania; Achmad Syarifudin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan perekonomian masyarakat merupakan salah satu tujuan dari perkembangan dan pertumbuhan industri khususnya dibidang perkebunan. Karet sebagai salah satu komoditi utama mempunyai peranan penting dalam peningkatan perekonomian masyarakat di suatu daerah. Akan tetapi hal tersebut juga mempunyai dampak negatif seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan apabila tidak di rencanakan dengan baik. Limbah karet yang tercipta sebagai sisa dari pengolahan karet mentah perlu adanya penanganan yang baik agar tidak merugikan dan perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Pembuatan conblock pada dasarnya berupa campuran semen, pasir dan air, namun dalam hal pemanfaatan bahan tambahan yang tersedia seperti tatal karet sebagai hasil limbah, conblock ini dapat dimanfaatkan berupa beton non struktur yang terdiri atas campuran tatal karet, cacah plastik, pasir, dan semen. Pembagian persentase untuk bahan tersebut yaitu 5% untuk tatal karet yang sudah dikeringkan dan pasir sebesar 1%, 2,5% dan 5% sebagai perbandingan berat semen. Conblock yang dihasilkan terbukti dapat bermanfaat bagi masyarakat Muara Enim baik dalam segi ekonomi, produksi dan keindahan. Conblock tersebut dapat digunakan menjadi pembuatan lahan parkir, jalan setapak maupun dijual.
Pemanfaatan Lingkungan Iklim Mikro Lahan Sela Perkebunan Sawit Tua untuk Pengembangan Usaha Berbasis Jamur Ardi Novra; Bagus Pramusintho; Indra Sulaksana; Abdul Latief; Suhessy Syarief
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program peremajaan sawit rakyat (PSR) merupakan program untuk membantu perkebunan rakyat untuk memperbaharui tanaman kelapa sawit agar produktifitas dapat berkelanjutan dan mengurangi resiko pembukaan lahan baru secara ilegal. Lahan tanaman sawit tua (umur > 25 tahun) disamping memiliki produktivitas rendah juga dalam pemungutan TBS membutuhkan sumber daya lebih besar baik berupa tenaga maupun biaya. Kegiatan PPM bertujuan untuk memanfaatkan kondisi lingkungan mikro dibawah tegakan pohon kelapa sawit tua untuk budidaya jamur sebagai sumber pendapatan tambahan bagi rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan selama 6 (enam) bulan dengan mitra Kelompok Tani Karya Trans Mandiri Dataran Kempas. Metode kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dimana proses pemberdayaan ditekankan pada keterlibatan sasaran pada keseluruhan kegiatan yang diimplementasikan melalui aksi kolektif (collective action). Hasil pelaksnaan kegiatan menunjukkan bahwa pengembangan usaha berbasis jamur disambut baik oleh rumah tangga sebagai sumber pendapatan alternatif dalam menghadapi kehilangan pendapatan selama proses peremajaan sawit rakyat. Pengembangan dilakukan secara terpadu dari sektor hulu (industri baglog), budidaya (kumbung jamur) sampai pada pengolahan hasil (pasca panen) dengan berbasis pada potensi sumberdaya lokal. Pengelolaan usaha dilakukan secara kolektif atas nama kelompok tetapi dalam operasionalnya langsung oleh rumah tangga dengan komposisi yang berimbang antara ketiga sektor yaitu beberapa kelompok usaha baglog, mayoritas disektor budidaya dan dilengkapi 1 atau 2 unit usaha pengolahan hasil. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa optimalisasi rantai nilai dalam pemberdayaan rumah tangga berbasis jamur diperlukan pendekatan terspesialisasi dan terpisah antara produksi baglog, budidaya jamur dan industri pengolahan.
Penyuluhan Kesehatan tentang UKS kepada Guru dan Siswa di SD Muhammadiyah 4 Samarinda Rini Ernawati; Marjan Wahyuni
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Dasar merupakan tempat pembelajaran anak usia 6 hingga 12 tahun. Anak anak lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah terutama SDIT (sekolah dasar Islam Terpadu). Sekolah selain sebagai tempat belajar juga bisa menjadi lingkungan yang rawan akan penularan penyakit, jika tidak dikelola dengan baik. Penyakit yang sering terjadi pada anak usia sekolah dasar di Samarinda ialah ISPA (10,12 %), Diare (4,34 %), Pneumnia (1,77 %), Hepatitis (0,28%) dan TBC ( 0,14 %) . Penyakit tersebut sangat berhubungan dengan perilaku hidup sehat, oleh karena itu kesehatan anak sekolah dapat ditingkatkan melalui pendekatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Siswa merupakan sumber daya manusia di sekolah yang bisa diberdayakan dalam rangka pemeliharaan kesehatan siswa di sekolah, Tujuan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan guru dan siswa SD tentang UKS (Usaha Kesehatan Seklah) Kegiatan ini melibatkan siswa kelas 3,4 dan 5 , hal ini ditetapkan karena siswa usia tersebut sudah dapat memahami pengetahuan dengan baik dan sudah bisa mandiri serta mampu bertanggung jawab, sedangkan kelas 6 tidak diambil karena akan menghadapi ujian akhir. Kegiatan penyuluhan di laksanakan pada tanggal 22 September 2019. Kegiatan diikuti oleh 25 siswa dengan 2 orang guru pendamping dari SD Muhammadiyah 4 Samarinda dan 2 orang narasumber dosen dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Didapatkan hasil dari kegiatan penyuluhan bahwa siswa sudah memahami tentang UKS dan tanggung jawab sebagai petugas UKS.
Pelatihan Peningkatan Keterampilan Bidan dalam Pemasangan KB IUD dengan menggunakan Teknologi Virtual Reality Intan Gumilang Pratiwi; Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Ristrini Ristrini; Gurendro Putro; Adang Bachtiar
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Fertility Rate (TFR) di Propinsi NTB sebesar 2,8 anak, lebih tinggi jika dibandingkan dengan target nasional yaitu sebesar 2,36 anak. Program penguatan kapasitas tenaga untuk pelayanan KB dilakukan dengan berbagai macam pelatihan.Salah satunya adalah program CTU (Contraseptive Update) untuk tenaga bidan.Dalam pelatihan ini tenaga kesehatan khususnya bidan diberikan pelatihan untuk memberikan pelayanan alat kontrasepsi berupa implant dan IUD, namun pelatihan ini masih konvensional yaitu dengan metode ceramah tanya jawab, demonstrasi dan pratikum yang membutuhkan waktu serta tenaga professional.Teknologi VR di sekolah maupun bidang edukasi lainnya diharapkan dapat memotivasi belajar siswa dan meningkatkan pengalaman belajar. Pelatihan ini mampu meningkatkan keterampilan bidan dalam pemasangan KB IUD.
Implementasi Sistem Pelaporan Perpajakan bagi BUMDes dan Pelaku UMKM di Desa Tani Bhakti Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Fenty Fauziah; Askiah Askiah; Bun Yamin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membayar pajak adalah kewajiban setiap warga negara Indonesia yang harus dilaksanakan. Bentuk ketaatan warga Negara adalah memiliki nomor pokok wajib pajak dan melaporkan SPT Tahunan. Pengetahuan masyarakat tentang perpajakan yang masih minim menjadi dasar pengabdian ini dilakukan. Bentuk dari implementasi yang dilakukan adalah sosialisasi dan pelatihan, yang dilaksanakan bulan Februari 2021, yaitu sebelum tanggal terakhir pelaksanaan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan. Tujuan dari pelatihan ini, khususnya bagi BUMDes dan pelaku UMKM adalah untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan pelaporan perpajakan melalui web DJP online dan aspek lain yang berhubungan dengan hal tersebut. Proses sosialisasi dan pelatihan dimulai dari persiapan dengan menganalisis kebutuhan sosialisasi dan pelatihan, merumuskan tujuan kegiatan, mempersiapkan materi dan melaksanakan sosialisasi dan pelatihan. Metode sosialisasi dilakukan dengan memberikan ceramah, diskusi, tanya jawab dan metode pelatihan dilakukan bagaimana penyajian laporan keuangan, memiliki e-fin serta pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan melalui e-filling. Pelatihan dilakukan menggunakan akun salah satu peserta yang sudah memiliki akun di secara daring melalui web https://djponline.pajak.go.id/. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan teknis bagi BUMDes dan pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan serta mengimplementasikan pengetahuannya tentang kewajiban perpajakannya yaitu cara pengisian dan pelaporan SPT tahunan bagi BUMDes dan pelaku UMKM sebagai orang pribadi maupun badan, sehingga pelaporan SPT tahunan dapat dilakukan tahun pajak 2020 dan pada masa tahun pajak yang akan datang.
Alat Cuci Tangan Elektrik sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lokasi Pasca Bencana Tsunami Mei Ahyanti; Ahmad Fikri; Bambang Murwanto; Retno Puji Hastuti; Sulastri Sulastri; Reka Lagora Marsofely
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara yang rawan bencana geologi disebabkan keberadaannya di area ring of fire. Beberapa kali Indonesia mengalami tsunami. Tahun 2018 terjadi tsunami di Selat Sunda, dampaknya ke perairan Selatan Sumatera dan perairan Barat Provinsi Banten. Pemulihan baik fisik maupun mental akibat tsunami belum seluruhnya selesai dilakukan, virus COVID-19 datang mengancam kesehatan masyarakat. Virus yang menyerang saluran pernafasan dengan keganasan tinggi dan penyebaran yang begitu cepat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mewujudkan suatu pekon dengan kondisi masyarakat yang memiliki pengetahuan untuk menerapkan pola budaya hidup sehat dan bersih dalam mencegah penularan COVID-19. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan interkolaborasi dari tiga profesi, yaitu kesehatan lingkungan, keperawatan dan promosi kesehatan, dibantu 9 mahasiswa. Sasaran kegiatan adalah masyarakat terdampak bencana di Pekon Kunjir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan November 2020. Tahapan kegiatan meliputi analisis situasi, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara univariat dalam persentase dan disajikan dengan pie chart. Alat cuci tangan telah terpasang 6 unit di puskesmas, pasar dan tempat rekreasi dan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan telah terbentuk. Sebagian besar masyarakat merasa sangat puas (94,12%) terhadap kegiatan pengabdian.
Penerapan Sistem E-Government Services di Kelurahan Sidodadi Kota Samarinda M Najeri Al Syahrin; Naufal Azmi Verdikha; Taghfirul Azhima Yoga Siswa
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintahan Kantor Kelurahan Sidodadi telah menerapkan sistem layanan (Service) namun sistem masih dijalankan secara manual dan belum terintegrasi dalam melayani berbagai kebutuhan masyarakat akan administrasi kependudukan dan pelayanan administrasi pemerintahan lainnya. Kelemahan sistem tersebut, masyarakat tidak dapat dilayani maksimal dalam kurun waktu 24 jam. Hal ini dikarenakan untuk mengakses layanan tersebut warga tersebut harus datang langsung ke kantor kelurahan, sementara jam kerja Kantor Kelurahan hanya 5 hari dan terbatas jam operasionalnya dalam kondisi pandemi Covid 19. Solusi penerapan sistem E-Government Service ini juga diharapkan mampu mendorong optimasi kinerja pegawai, meningkatkan kualitas pelayanan serta meningkatkan kepuasan masyarakat akan akses pelayanan publik di sektor pemerintahan. Tujuan utama pelaksanaan dan penerapan kegiatan ini adalah agar lembaga pemerintah mampu menyediakan pelayanan publik yang lebih baik dan memudahkan masyarakat. Kegiatan dan metode pelaksanaan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). Metode ini terdiri dari 5 Tahapan yakni Tahapan Perencanaan, Tahapan Analisis, Tahapan Perancangan, Tahapan Implementasi, dan Tahapan Perawatan. Tahapan Perencanaan terdiri dari kegiatan-kegiatan yang menghasilkan penyeleksian prioritas permasalahan mitra (E-Government Service) serta rencana-rencana yang disusun untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tahapan Perencanaan telah berjalan seiring dengan pembuatan dokumen. Tahapan Analisis terdiri dari kegiatan-kegiatan yang berfungsi untuk mengumpulkan informasi semaksimal mungkin terkait permasalahan mitra. Kegiatan-kegiatan di Tahapan Analisis dilakukan pada bulan pertama dan kedua. Tahapan Perancangan terdiri dari kegiatan-kegiatan untuk membuat rancangan-rancangan yang diimplementasikan di sistem dan dilaksanakan selama 3 bulan. Tahapan Implementasi membutuhkan waktu yang paling lama yakni 5 bulan. Kegiatan-kegiatan di Tahapan Implementasi terdiri dari pembuatan program (E-Government Service) untuk sistem hingga pelatihan serta pendukungan pengguna dan mitra. Tahapan Perawatan dilakukan pada saat sistem sudah berjalan yang terdiri dari kegiatan pengawasan dan evaluasi yang dibantu oleh mahasiswa sehingga keberlanjutan kegiatan dapat dioptimalkan.