cover
Contact Name
Tri Lestariningsih
Contact Email
trilestariningsih@pnm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dikemas@pnm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
ISSN : -     EISSN : 25811932     DOI : -
Core Subject : Social,
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat), with registered number ISSN 2581-1932 (online) is a scientific multidisciplinary journal published by Politeknik Negeri Madiun. It is at the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Arjuna Subject : -
Articles 288 Documents
Pelatihan penggunaan Mesin Automatic Chopper and Dryer for Brown Sugar Untuk Meningkatkan Mutu dan Produktivitas Pada UMKM Kuliner Sate Ayam di Kabupaten Ponorogo Hakim, Aulia El; Sudirman, Dirvi Juliando; Setyawan, Sulfan Bagus; Widyadharma, Andhika Putra; Yudha, R. Gaguk Pratama; Junaedi, Imam; P, Rakhmad Gusta; Saputra, Angga Dwi; Mahmud, Ahmad Ulil Albab
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i1.718

Abstract

Gula merah dijadikan bahan baku berbagai industri pangan seperti industri kecap, tauco, dan berbagai produk untuk makanan tradisional. Dalam proses pengolahan gula merah menjadi bahan baku industri kuliner, Gula merah harus dirajang (dicacah) dan dikeringkan terlebih dahulu untuk mendapatkan bahan baku yang berkualitas. Proses pencacahan gula merah sebagai bahan baku industri kuliner masih menggunakan peralatan sederhana seperti, pisau yang digerakkan dengan tangan (konvensional) dan proses pengeringan yang masih memanfaatkan sinar matahari. Dari hasil pengamatan secara langsung Pada UMKM kuliner sate ayam Ponorogo Pak Slamet Jl. Raya Ngumpul, Ngumpul, Balong, Ponorogo, belum terdapat alat atau sebuah terobosan untuk mengatasi permasalahan tersebut. terdapat dua permasalahan yang dihadapi, yang pertama adalah saat proses pencacahan gula merah masih menggunakan metode konvensional, dilakukan dengan cara manual dan kurang steril karena dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana seperti pisau dan kayu. Permasalahan yang timbul tersebut tentu sangat tidak efisien dan tidak steril dan menyebabkan kualitas gula merah menurun untuk dijadikan bahan baku kuliner sehingga menyebabkan kerugian dan menghambat aktifitas yang dijalankan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang akan dilakukan bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan yang dilakukan dimulai dari Proses Validasi Alat pencacah dan pengering gula merah " Automatic Chopper and Dryer Machine " yang sudah dibuat, kemudian Proses Pelatihan penggunaan Alat pencacah dan pengering gula merah " Automatic Chopper and Dryer Machine " sampai proses Hibah alat pencacah dan pengering gula merah yang diberikan UMKM kuliner sate ayam Ponorogo Pak Slamet.
Penguatan Teknologi dan Manajemen Kopi Kelud sebagai Produk Unggulan dan Produk Pendukung Inisiasi Agro-Eduekowisata di Kabupaten Kediri Rahmadyanti, Erina; Handoyo, Pambudi; Nurjannah, Ika; Wibawa, Rindu Puspita; Mulyaningtyas, Ratna Dewi
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i2.719

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi Kelud sebagai produk unggulan yang berdaya saing dengan jangkauan pemasaran yang luas. Metode yang digunakan meliputi rancang bangun, pelatihan dan pendampingan. Hasil yang diperoleh meliputi peningkatan produktifitas tanaman kopi melalui teknik sambung untuk menghasilkan bibit sesuai induknya. Introduksi mesin huller jenis mobile kapasitas 100 kg/jam menggunakan penggerak motor 5,5 PK dengan transmisi 4 pulley dan 2 v-belt dirancang untuk memperkuat proses pengupasan kering kopi. Sedangkan penguatan manajemen dilakukan melalui transformasi pemasaran dari mouth to mouth menjadi digital marketing berbasis web yang terintegrasi dengan media sosial instagram. Efektifitas kegiatan ini dilihat dari perbandingan nilai pre- dan post test terkait pengetahuan peserta dimana diperoleh untuk pelatihan produktifitas tanaman kopi Robusta dari rata-rata skor 62 menjadi sebesar 96, maintenance & operational huller dari skor 67 menjadi sebesar 98, dan digital marketing dari skor 35 menjadi sebesar 83.
Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Penyangga Waduk Selorejo untuk Menjaga Keberlangsungan Fungsi Waduk Asmaranto, Runi; Sugiarto, Sugiarto; Saputra, Anggara Wiyono Wit; Nugroho, Ibnu Sam; Rubianto, Prasetyo
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i1.740

Abstract

DAS Brantas telah mengalami kerusakan dan penurunan fungsi, ditandai oleh perubahan perilaku hidrologi, seperti tingginya frekuensi potensi banjir, meningkatnya erosi, dan sedimentasi. Penyebab utama kerusakan DAS yaitu pemanfaatan sumber daya alam yang melebihi daya dukungnya, sebagai konsekuensi dari tekanan jumlah penduduk dan kebijakan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berprinsip pada pembangunan keberlanjutan (sustainability development). Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga berkontribusi terhadap pencemaran air dan sedimentasi. Buangan limbah peternakan yang masuk ke saluran dan berkumpul di waduk mendorong tumbuh suburnya tanaman gulma seperti enceng gondok dan pencemaran kawasan waduk yang mengganggu kinerja waduk. Sungai Konto mengalir ke Waduk Selorejo, dimanfaatkan untuk irigasi, PLTA Selorejo, serta ke hilir untuk PLTA Mendalan dan PLTA Siman yang penting untuk dijaga kualitas dan kuantitasnya. Air suplai waduk yang tercemar dapat berdampak pada peralatan mekanik turbin, elektrikal pembangkit listrik, serta kesehatan masyarakat sekitar. Aliran Sungai Pinjal dan Sungai Kwayangan juga masuk ke Waduk Selorejo, dimana inflow Sungai Kwayangan berdekakatan dengan pemukiman penduduk Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang yang secara geografis berada di hulu waduk. Bantaran Sungai Kwayangan dan Sungai Konto berupa kawasan perbukitan, mayoritas penduduknya hidup sebagai petani dan peternak dimana potensi limbah domestik yang mencemari waduk cukup besar. Beberapa titik tampungan waduk yang berdekatan dengan Desa Kaumrejo terdapat kawasan yang dengan subur ditumbuhi tanaman eceng gondok dan hampir menutupi area waduk. Pada kondisi tertentu eceng gondok terbawa aliran sungai menuju depan intake PLTA Selorejo dan mengganggu suplai air ke PLTA. Secara periodik Perum Jasatirta sebagai pengelola air waduk harus melakukan pengerukan sedimen waduk serta membersihkan sampah dan tanaman eceng gondok yang ada di Waduk Selorejo untuk menjaga kualitas dan kuantitas air suplai ke PLTA. Melalui program Doktor Mengabdi tahun 2023, tim dosen Universitas Brawijaya (UB) ingin membantu menyelesaikan permasalahan di kawasan Waduk Selorejo melalui kegiatan pengabdian masyarakat program Doktor Mengabdi (DM). Dalam pelaksana DM tim dosen dan mahasiswa mencoba menerapkan metode Participatory Actions Research (PAR). Metode ini menekankan upaya membangun kolaborasi antara lembaga publik, lembaga pemerintah, dan elemen masyarakat dalam upaya mengatasi permasalahan Waduk Selorejo.
Pemberdayaan Kelompok Peternak Desa Selur Melalui Program Doktor Mengabdi Pengembangan Kemitraan Universitas Brawijaya Sugiarto, Sugiarto; Nuriyawan, Denny Widhiya; Warih, Agung Pramana; N, Arief Budi
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i1.741

Abstract

Desa Selur memiliki potensi ternak kambing dan sapi dalam jumlah yang besar. Sampai akhir tahun 2022 lebih dari 12.000 ekor kambing dan 430 ekor sapi dibudidayakan oleh masyarakat desa Selur yang terbagi dalam 46 kelompok peternak yang terhimpun dalam Gabungan Kelompok Ternak (GAPOKNAK) Kandang Pinus. Permasalahan mendasar peternak kambing sekaligus petani desa Selur adalah pola budidaya ternak kambing yang masih konvensional, ketersediaan pakan hijauan juga sulit saat musim kemarau, kandang ternak yang belum memperhatikan faktor kesehatan ternak dan kesehatan lingkungan dan ketersediaan pupuk bersubsidi dari pemerintah yang terbatas. Jumlah ternak yang besar berpotensi menghasilkan limbah kotoran dalam skala besar yang dapat diolah menjadi pupuk organik mandiri. Desa selur memiliki potensi wisata alam yang eksotis berupa wisata Air Terjun Sunggah, wisata Tumpak Siman (WTS) dan wisata Watu Semaur. Untuk melengkapi destinasi wisata alam, Pemerintah Desa Selur berkeinginan membangun kawasan eduwisata berbasis peternakan terpadu. Selain itu Pemerintah Desa dan Gapoknak juga berkeinginan membangun sekolah lapang peternakan. Untuk mencapai harapan tersebut, desa Selur medapat pendampingan dari Universitas Brawijaya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Doktor Mengabdi (DM) Pengembangan Kemitraan. Metode yang digunakan dalam program ini adalah Participatory Actions Research (PAR) dengan menekankan upaya dalam membangun kolaborasi kegiatan antara tim DM, mahasiswa UB, Pemerintah Desa, Kelompok Ternak dan masyarakat desa Selur serta Pemerintah Daerah Ponorogo dalam upaya mengatasi permasalahan yang ada sekaligus pengembangkan potensi desa. Melalui metode PAR ini diharapkan tim DM dan mahasiswa melakukan rekayasa sosial melalui pendekatan kepada kelompok ternak dan masyarakat petani yang didukung oleh Perangkat Desa, agar lebih aktif dalam konsep design thinking, pemetaan dan perencanaan sosial serta penerapan teknologi bidang peternakan dan pertanian. Kolaborasi program kegiatan telah dijalankan oleh tim DM Universitas Brawijaya (UB) bersama Pemerintah Desa dan 46 kelompok ternak desa Selur. Kegiatan dimulai di tahun 2022 melalui kegiatan pelatihan budidaya ternak kambing, pelatihan pembuatan pakan ternak sehat, pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis limbah ternak, pembuatan masterplan kawasan eduwisata peternakan terintegrasi rumah produksi pupuk organik, pembuatan program aplikasi E-populasi ternak, bantuan mesin pengolah pakan ternak dan pengolah pupuk organik dan berbagai kegiatan lain yang dilakukan oleh mahasiswa UB. Kegiatan berlanjut di tahun 2023 oleh tim DM UB melalui pelatihan pengoperasian dan input data ternak pada E-populasi ternak, pelatihan inseminasi buatan (IB), menyerahkan bantuan paket peralatan Inseminasi Buatan (IB), menyerahkan 1 unit kandang kambing sehat sebagai percontohan dan menyiapkan draft MoA untuk penyelenggaraan sekolah lapang peternakan. Suporting kegiatan dari mitra adalah pembuatan jalan dan perataan lahan untuk area eduwisata seluas 1,4 ha, pembangunan rumah produksi pupuk organik, pemasangan instalasi listrik di lokasi eduwisata, penambahan bibit indukan kambing dan mengirimkan 3 orang peternak untuk mengikuti training peternakan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Malang. Pemerintah Daerah Ponorogo juga merespon positif dengan membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di area eduwisata peternakan.
Penggunaan Scrapbook Berbasis Produk Teknologi Untuk Meningkatkan Kemampuan Manajemen Kelas Di SDLB Bhakti Luhur Madiun Dian, Mariani; Sari, Ana Easti Rahayu Maya; Dani, Robik Anwar
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i2.820

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang berfokus pada kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik. Pendidikan Matematika sendiri tidak hanya berfokus pada bagaimana peserta didik menerapkan rumus dan menghitung, tetapi lebih kepada bagaimana proses yang mereka lalui saat mereka melakukan aktivitas belajar. Media pembelajaran merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan oleh guru untuk menyampaikan informasi kepada peserta didik. Mitra dari kegiatan ini adalah SDLB Bhakti Luhur Madiun. Peserta didik pada tingkat sekolah dasar memiliki berbagai kebutuhan khusus seperti tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita, down syndrome dan autisme. Pada pembelajaran matematika sendiri, walaupun beberapa peserta didik menunjukkan kemampuan belajar matematika yang baik, namun sebagian besar peserta didik kemampuan belajarnya masih cukup rendah. Model pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah dasar adalah dengan melakukan pendampingan secara personal kepada masing-masing peserta didik. Pada praktiknya di lapangan, metode ini merupakan metode yang paling baik untuk diterapkan di kelas, mengingat kebutuhan dan kondisi peserta didik yang cukup beragam. Akan tetapi, penerapan metode ini tidak jarang membuat guru merasa kewalahan, karena peserta didik cenderung menunggu guru untuk melakukan proses konstruksi matematika. Selain itu, jika peserta didik sudah kehilangan fokus terhadap kegiatan pembelajaran, mereka cenderung melakukan hal-hal lain diluar aktivitas pembelajaran, yang menyebabkan suasana kelas menjadi tidak kondusif lagi untuk belajar. Akibatnya, pengalaman belajar yang diperoleh tidak tercapai secara optimal. Untuk menghadapi masalah ini, maka dirancang suatu media pembelajaran matematika berbasis scrapbook yang disusun dengan bantuan AI untuk menentukan tema dan aktivitas yang dilakukan. Selanjutnya dilakukan kegiatan pendampingan sekaligus sosialisasi kepada guru dengan secara langsung melakukan simulasi pembelajaran yang mengintegrasikan media pembelajaran scrapbook. Kegiatan pendampingan memakan waktu selama dua hari, yang di setiap harinya dilakukan observasi terkait tingkat kondusivitas kelas dengan adanya pendampingan ini. Hasilnya, tingkat kondusivitas kelas selama dua hari melakukan pendampingan, mengalami kenaikan hingga 53,8%. Hal ini menunjukkan jika integrasi media dalam kegiatan pembelajaran membuat kegiatan pembelajaran di kelas semakin kondusif, yang menjadi indikator adanya peningkatan keterampilan manajemen kelas dengan adanya integrasi media.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETANI HELENA JAMBU KRISTAL DAN JAMBU MERAH MELALUI TEKNOLOGI PENGOLAHAN INOVASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN Edy, Edy Susena; Markus Utomo Sukendar; Riyan Setiyanto; Junianto Chandra Kusuma; Silvi Hindun Mayrohmah; Camelia Marshanda
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v9i1.839

Abstract

Pemerintah Indonesia dalam peningkatan kesejateraan masyarakat secara luas telah melaksanakan berbagai program. Program yang dilaksanakan oleh pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa secara mandiri dalam bentuk pemberdayaan masyarakat. Salah satu program yang menjadi program unggulan pemberdayaan masyarakat ekonomi Indonesia adalah program berorientasi pasda potensi lokal. Potensi lokal memiliki keunggulan utama karena melibatkan secara langsung masyarakat untuk menyejahterakan dirinya secara mandiri dengan kreasi dan inovasi sehingga memiliki daya jual yang tinggi. Akan tetapi program tersebut belum sepenuhnya menyentuh semua lapisan masyarakat, sehingga perlu pemberdayaan kegiatan agar masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Politeknik Indonusa Surakarta Bersama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset, Dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kelompok Petani Helena Jambu Kristal dan Jambu Merah Melalui Teknologi Pengolahan Inovasi Produk Untuk Meningkatkan Kesejahteraan. Kegiatan pemberdayaan kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk mengolah jambu kristal dan jambu merah menjadi keripik dengan vacuum frying dan selai dengan pengaduk otomatis sampai dalam pengemasan yang menarik dan tahan lama. Disamping itu tim mengembangkan sistem informasi untuk pemasaran berbasis website agar produk dapat dipasarkan ke masyarakat luas.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETANI HELENA JAMBU KRISTAL DAN JAMBU MERAH MELALUI TEKNOLOGI PENGOLAHAN INOVASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN Edy, Edy Susena; Markus Utomo Sukendar; Riyan Setiyanto; Junianto Chandra Kusuma; Silvi Hindun Mayrohmah; Camelia Marshanda
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v9i1.839

Abstract

Pemerintah Indonesia dalam peningkatan kesejateraan masyarakat secara luas telah melaksanakan berbagai program. Program yang dilaksanakan oleh pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa secara mandiri dalam bentuk pemberdayaan masyarakat. Salah satu program yang menjadi program unggulan pemberdayaan masyarakat ekonomi Indonesia adalah program berorientasi pasda potensi lokal. Potensi lokal memiliki keunggulan utama karena melibatkan secara langsung masyarakat untuk menyejahterakan dirinya secara mandiri dengan kreasi dan inovasi sehingga memiliki daya jual yang tinggi. Akan tetapi program tersebut belum sepenuhnya menyentuh semua lapisan masyarakat, sehingga perlu pemberdayaan kegiatan agar masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Politeknik Indonusa Surakarta Bersama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset, Dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kelompok Petani Helena Jambu Kristal dan Jambu Merah Melalui Teknologi Pengolahan Inovasi Produk Untuk Meningkatkan Kesejahteraan. Kegiatan pemberdayaan kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk mengolah jambu kristal dan jambu merah menjadi keripik dengan vacuum frying dan selai dengan pengaduk otomatis sampai dalam pengemasan yang menarik dan tahan lama. Disamping itu tim mengembangkan sistem informasi untuk pemasaran berbasis website agar produk dapat dipasarkan ke masyarakat luas.
Pelatihan Penggunaan Mesin Hybrid 3D Printer dan Laser Engraving pada CV. Ayyasy Multi Usaha Wicaksono, Rendi Pambudi; Widyadharma, Andhika Putra; Sudirman, Dirvi Eko Juliando; Setyawan, Sulfan Bagus; Shahab, Dahris; Sartika, Dyah Anggun
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v9i1.843

Abstract

Industri manufaktur lokal menghadapi tantangan untuk terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi guna bersaing dengan produk impor. Teknologi mesin hybrid 3D printer dan laser engraving memiliki potensi besar untuk mendukung upaya ini, dengan kemampuan meningkatkan produktivitas, akurasi, dan fleksibilitas produksi. Program pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih penggunaan mesin hybrid 3D printer dan laser engraving kepada CV. Ayyasy Multi Usaha, sebuah perusahaan manufaktur di Madiun. Melalui pelatihan ini, karyawan diharapkan dapat mengoperasikan mesin secara optimal, meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, serta memperkuat daya saing perusahaan di pasar. Metode pelatihan meliputi pengenalan alat, praktik langsung penggunaan mesin, dan perawatan mesin. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta dan potensi peningkatan efisiensi produksi di perusahaan. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk adopsi teknologi modern oleh usaha kecil dan menengah (UKM) dalam meningkatkan daya saing mereka di era industri 4.0..
Psikoedukasi Anti Bully Sebagai Upaya Preventif Tindak Perundungan Tingkat Sekolah Dasar Dani, Robik Anwar; Setyawan, yonathan; Aryono, Marcella Mariska; Wicaksono, David Ary; Cahyadi, Andi
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v9i1.902

Abstract

Perilaku bullying atau perundungan adalah tindakan maladaptif yang dilakukan oleh anak-anak, sehingga perilaku tersebut tidak bisa dianggap normal, karena akan memberikan dampak negatif kepada korban. Para korban perundungan akan merasa tertekan, tidak percaya diri, takut, khawatir, dan stress ketika datang ke sekolah. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan yaitu dengan menawarkan kegiatan psikoedukasi anti bully di sekolah dasar yang berada di wilayah Kota Madiun dengan harapan bahwa mitra Abdimas ini memiliki pengetahuan tentang bullying dan dapat menghindari praktek bullying di sekolah. Abdimas ini akan dilaksanakan dengan metode ceramah, presentasi, modeling, role play, dan small group discussion atau diskusi kelompok. Metode ceramah dipilih karena metode ini akan membuka pemahaman para peserta kegiatan untuk lebih memahami makna bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying, serta bentuk-bentuk tindakan pencegahan bullying yang dapat dilakukan. Selanjutnya metode presentasi dan small group discussiong adalah motode kombinasi yang dipilih dengan pertimbangan kedua metode ini dapat merangsang keaktifan para peserta kegiatan dalam mendiskusikan beberapa permasalahn bullying yang terjadi di sekolah, serta mencari jalan keluar dalam memecahkan kasus-kasus tersebut.
Implementasi Manajemen Keuangan Rumah Tangga Warga Desa Kedungguwo Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan Kirowati, Dewi; Suhasto, RB Iwan Noor; Anggraey, Shinta Noor; Amir, Vaisal; Kumalawati, Lely; Khasanah, Alif Fidyah Noor
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v9i1.929

Abstract

Kebutuhan dalam hidup manusia ada dua yaitu kebutuhan primer dan sekunder, untuk itu uang mempunyai peran penting dalam memenuhi kebutuhan. Orang yang belum berumah tangga dan sudah berumah tangga dalam penggunaan keuangan berbeda. Banyak faktor yang mempengaruhi keuangan rumah tangga. Mulai dari kebutuhan wajib yang harus dipenuhi hingga keinginan atau konsumsi yang bersifat tambahan atau hiburan. Masalah keuangan dalam rumah tangga bisa terjadi Tidak Bisa Mengelola Keuangan. Salah satu penyebab munculnya masalah finansial adalah buruknya pengelolaan keuangan, tidak disiplin dalam menabung, gaya hidup yang tak sesuai pendapatan, dan mudah tertarik dengan membeli barang secara angsuran. Hal ini bisa menyebabkan konflik emosional, stres, dan ketegangan dalam hubungan keluarga. Permasalahan tersebut timbul karena berumah tangga belum melaksanakan manajemen keuangan dalam rumah tangga