cover
Contact Name
Dr. Laili Rahayuwati, PH
Contact Email
lailirahayuwati5@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
novita.trivita@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Karya Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 26219026     DOI : -
Core Subject : Health,
Media Karya Kesehatan merupakan artikel hasil dari Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat, atau kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan Pengabdian pada Masyarakat. Jurnal ini terbit 2 x dalam setahun yaitu Mei dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
Pemberdayaan Orang Hidup dengan HIV melalui Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kerajinan Tangan Kusman Ibrahim; Ermiati Ermiati; Urip Rahayu; Laili Rahayuwati; Maria Komariah
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v3i2.28619

Abstract

Orang hidup dengan HIV (ODHIV) tidak jarang menghadapi stigma dan diskriminasi dari keluarga, masyarakat, bahkan tenaga kesehatan yang menyebabkan mereka terkendala mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan, pekerjaan, dan fasilitas sosial kemasyarakatan lainnya. Hal ini menyebabkan ODHIV tidak berdaya dan masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya jadi sulit untuk diatasi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan ODHIV melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan hidup agar bisa menjalani hidup sehat, produktif, dan berkualitas.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan partisipatif dan pendampingan. Khalayak sasaran yaitu para ODHIV, pendamping, dan aktivis LSM di bawah pembinaan KPA Sumedang dan Puskesmas Situ sejumlah 17 orang. Hasil terdapat peningkatan persentase kategori pengetahuan tinggi (11,7% ke 88,3%) dan rerata pengetahuan (73,53 ke 82,94) secara bermakna (p < 0.05).  Peserta menunjukkan antusiasme dan mampu mendemonstrasikan pembuatan kerajinan tangan tas dari bahan bekas bungkus kipi. Peserta menunjukkan antusiasme dan mampu mendemonstrasikan pembuatan kerajinan tangan tas dari bahan bekas bungkus kipi. Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti dengan mengintegrasikan gerakan berbasis masyarakat dan budaya yang sudah ada seperti “rampak polah”, dan dimasukan ke salah satu program pemberdayaan masyarakat dibawah koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan Perguruan Tinggi setempat. Kata kunci : Keterampilan, ODHIV, pemberdayaan, pengetahuan.
The Influence of Pshycoeducation Therapy Toward Anxiety Level in Hemodialysis Patients Zulinda Risma Darmawati; Heru Supriyatno; Dwi Ari Murtiwidigdo
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.30340

Abstract

Hemodialysis is a treatment used to remove fluid and the waste products from the body when the kidneys are not able to perform its function. Hemodialysis can impact on both physical and psychological dimensions, one of psychological impact is anxiety. Anxiety can be managed by pharmacological and nonpharmacological therapy. One of method to reduce the level of anxiety with nonpharmacological approach is psychoeducation. The study aimed to know differences between anxiety level before and after implementing psychoeducation therapy on hemodialysis patients. This study was type of pre-experimental with one group pre test post test without a control group and involved 30 patients. The technique sample in this study was taken by consecutive sampling. The instrument use questionnaire Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) to determine the level of anxiety before and after a psychoeducation Therapy.Psychoeducation instrument that used is a checklist of activities patient participates in from first session to third session according to standard operating procedures. There was significant difference between the mean level of anxiety on hemodialysis patients before and after psychoeducation is 4.8 (p= 0.000). The study recommended to use a pshycoeducation Therapy to reduce anxiety on hemodialisys patients in early period. Keywords: Hemodialysis, anxiety, psychoeducation.
Edukasi Protokol Kesehatan untuk Komitmen Kepatuhan Pencegahan Penularan dan Edukasi Spiritual untuk Menurunkan Kecemasan Masa Pandemi Covid-19 Melalui Kulwap Inggriane Puspita Dewi
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.28940

Abstract

Pemerintah telah menetapkan berbagai kebijakan terkait pencegahan penularan Covid-19 ini, diantaranya kebijakan social distancing, edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat, serta pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun kenyataannya, masih banyak terlihat pelanggaran – pelanggaran yang dilakukan masyarakat terkait kebijakan pemerintah ini, sehingga resiko penularan dan peningkatan kasus penyakit akibat Covid 19 ini bisa meningkat. Dampak Covid-19 salah satunya adalah menimbulkan kecemasan terhadap masayarakat karena penyakit ini dianggap mengancam kehidupan masyarakat. Edukasi diberikan meliputi tema tentang pengenalan penyakit Covid-19, dampak yang bisa ditimbulkan, pencegahan penyakit, serta protokol kesehatan yang harus dilakukan agar penularan dapat diminimalisir, seperti kebiasaan hidup bersih dan kepatuhan menjaga jarak, juga diskusi spiritual, untuk membingkai ulang tentang persepsi penyakit dan sikap positif menghadapi pandemik Covid-19. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukan adanya peningkatkan komitmen sebesar 11%  untuk menjaga jarak serta kebiasaan hidup bersih dan menurunnya level kecemasan sebanyak 77% menjadi tidak  cemas. Kesulitan menjaga jarak karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan tetap bekerja seperti biasa. Pemanfaatan media sosial seperti kuliah melalui Whatsapp (KulWap), menjadi salah satu solusi untuk mengedukasi masyarakat baik edukasi tentang kesehatan fisik maupun mental-spiritual.Kata kunci: Cemas, covid 19, edukasi, kepatuhan, spiritual. 
Penyusunan Basis Data Potensi Sumberdaya Alam dan Rawan Bencana Cecep Eli Kosasih; Siti Ulfah Rifa’atul Fitri; Pradnya Paramarta Raditya Rendra
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v3i2.27684

Abstract

Desa Cintaratu merupakan daerah daratan tinggi yang dikelilingi banyak lereng dan gunung serta daerah yang banyak terdapat pohon-pohon besar. Kondisi topografi yang juga relatif landai menunjukkan bahwa daerah tersebut juga cukup ideal dijadikan lahan pertanian, persawahan, peternakan, pemukiman, dan sebagainya. Hal ini, mungkin saja akan berdampak positif dan juga negatif. Dampak negatif yang ditakutkan terjadi adalah rawan bencana alam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui upaya penyusunan berbasis data potensi sumberdaya alam dan rawan bencana.  Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan selama 4 minggu di wilayah Desa Cintaratu pada masyarakat Desa Cintaratu dengan populasi seluruh warga desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melakukan survey, Focus Group Discussions (FDG) yang dilakukan pada 33 warga Desa Cintaratu, dan sosialisasi. Survey yang kami lakukan terdiri dari kajian pertama mengenai bencana yang pernah terjadi di Desa Cintaratu dan kajian kedua mengenai potensi sumber daya alam yang ada di Desa Cintaratu. Sosialisasi dilaksanakan dengan mengambil tema kesiapan dalam menghadapi potensi bencana. Hasil survey terhadap geomorfologi dan hidrologi yaitu: Desa Cintaratu terdapat banyak lereng sekitar 35 lereng. Sumber mata air terdapat 3 buah Goa yang sumber airnya masih digunakan oleh warga, Dusun Gunung Tiga terdapat goa dan air terjun yang sangat jernih, Gunung Tiga pun berpotensi untuk lahan pertanian, peternakan, dan budidaya ikan. Potensi bencana di Desa Cintaratu diungkap yang terdiri dari rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, mobilisasi sumber daya, dan pengetahuan warga. Untuk bencana alam yang pernah terjadi adalah gempa bumi, banjir dan angin puting beliung. Kesimpulan Desa Cintaratu memiliki potensi alam yang besar yang dapat memberikan manfaat bagi warganya namun demikian masih ada potensi bencana yang dapat membahayakan warga diantaranya gempa bumi, angin puting beliung dll. Saran, untuk menyiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana maka akan lebih efektif jika penyuluhan dilakukan ke seluruh warga Desa Cintaratu. Kata kunci: Pengabdian kepada masyarakat, peta potensi sumber daya, potensi bencana.  
Effect of Praying Meditation: "God in a breath" on Reducing Blood Pressure in Hypertension Patients Melkias Dikson; Agustina Sisilia Wati Dua Wida; Fransiska Aloysia Mukin
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.30045

Abstract

Hypertension is a disease called the silent killer because the symptoms are without complaint, only known after complications are discovered. Increased blood pressure in patients with hypertension can be overcome by using pharmacological and non-pharmacological treatments. Non-pharmacological therapy that can be done to reduce blood pressure in hypertensive sufferers is stress management using meditation therapy. Praying Meditation: "God In A Breath". This study aims to determine the effect of Praying Meditation: "God In A Breath" on reducing blood pressure in patients with hypertension. This research was conducted in the working area of Puskesmas Koting District, Sikka Regency. This study used a quasi experimental design with a randomized pretest-posttest control group design approach, the study sample used a simple random sampling of 87 people. The analysis used univariate with frequency and percentage, bivariate using the Wilcoxon test, and statistical difference test (Mann-Whitney test). The results showed that the Wilcoxon test had a significant effect on the Praying Meditation: "God In A Breath" intervention on blood pressure with a p-value of 0.000 (<0.05). The results of the Mann-Whitney test showed a significant difference between the blood pressure of the intervention group and the control group with a p-value of 0.000 (<0.05). Prayer meditation has an effect on lowering blood pressure so that it can be one of the nursing interventions that can be given by nurses and can be continued by hypertensive patients independently. Keywords: blood pressure,hypertension , praying meditation.
Peningkatan Ketrampilan Komunikasi bagi Tenaga Promosi Kesehatan Fanny Lesmana; Asthararianty Asthararianty; Desi Yoanita
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v3i2.24852

Abstract

UPT Puskesmas Gondang merupakan salah satu puskesmas terbesar di Jawa Timur karena area layanan yang luas serta fasilitas yang melebihi puskesmas pada umumnya. Tidak seperti kebanyakan puskesmas, UPT Puskesmas Gondang melayani pasien rawat inap. Salah satu misi yang diemban oleh puskesmas ini adalah mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Karenanya, tenaga layanan kesehatan di UPT Puskesmas Gondang memiliki kewajiban untuk terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat perihal menjaga kesehatan. Dalam menjalankan tugas memberikan penyuluhan, tenaga promosi kesehatan UPT Puskesmas Gondang perlu memiliki ketrampilan berkomunikasi sehingga apa yang disampaikan oleh para tenaga promosi kesehatan ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari sehingga misi dapat berjalan dan tercapai. Untuk menganalisis permasalahan serta mempersiapkan materi pelatihan, dilakukan metode observasi, wawancara serta studi pustaka. Penyampaian materi dilakukan metode ceramah, diskusi serta praktik. Peserta yang menjadi sasaran dalam kegiatan PPM serta mengikuti kegiatan ini tenaga promosi kesehatan yang meliputi bidan, tenaga perawat dan juga petugas layanan kesehatan yang berjumlah 40 orang. Namun dalam pelaksanaannya, peserta yang ikut pelatihan datang bergantian dikarenakan tugas-tugas keseharian yang tidak dapat ditinggalkan. Ketrampilan komunikasi yang disampaikan melalui pelatihan-pelatihan adalah komunikasi antar pribadi serta komunikasi publik (public speaking). Selain itu, ketrampilan komunikasi ini juga dilengkapi dengan pembuatan alat peraga yang dapat dipergunakan dalam menyampaikan materi perihal hidup sehat, khususnya untuk siswa sekolah. Ada juga pelatihan pembuatan newsletter yang dapat dipergunakan sebagai alat untuk menyampaikan materi kesehatan berupa media cetak. Dalam pelatihan yang dilakukan selama pengabdian masyarakat, peserta antusias dalam memelajari semua materi yang disampaikan. Hanya saja pada penyampaian materi newsletter tidak banyak peserta yang hadir dikarenakan berbenturan dengan kegiatan yang lain.Kata kunci: Art and craft, tenaga promosi kesehatan, komunikasi interpersonal, komunikasi publik, newsletter.
Pemberdayaan Orang Tua dalam Literasi Digital Berbasis Aplikasi Iposyandu untuk Memantau Tumbuh Kembang Balita Didah Didah; Ari Indra Susanti; Atriany Nilam Sari; Fedri Rinawan Ruluwedrata
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.32130

Abstract

Tantangan dalam perubahan teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 turut memengaruhi kebutuhan masyarakat terutama dalam aspek kesehatan. Akses informasi kesehatan diharapkan dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Aplikasi iPosyandu merupakan salah satu solusi dari harapan tersebut karena aplikasi iPosyandu merupakan media orang tua untuk memantau kondisi pertumbuhan dan perkembangan anaknya berbasis android. Adapun tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberdayakan orang tua dengan penggunaan literasi digital berbasis aplikasi iPosyandu untuk memantau tumbuh kembang balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini turut menilai kepuasan orang tua dalam penggunaan aplikasi iPosyandu orang tua berdasarkan dimensi kemudahan, tampilan dan kepuasan, serta penggunaan. Penilaian kepuasan tersebut dengan memberikan kuesioner setelah pelatihan online melalui Group WhatsApp. Desain penelitian yang digunakan adalah Observational dengan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional adapun sampel pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebanyak 54 ibu yang memiliki balita yang berumur 0-59 bulan serta tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling.  Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan  bahwa 57,4% dari responden menyetujui bahwa aplikasi iPosyandu orang tua menyediakan cara yang mudah dalam menerima pelayanan kesehatan, memperoleh edukasi kesehatan, memantau kegiatan dan melakukan penilaian secara mandiri. Simpulan dalam kegiatan ini yakni aplikasi iPosyandu orang tua mampu meningkatkan kemampuan literasi digital dan pemanfaatan penggunaan teknologi dalam kesehatan. Kata kunci: Aplikasi iPosyandu, literasi digital, orang tua.
Pengembangan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Penemuan Kasus Tuberkulosis pada Anak di Tengah Pandemi Covid-19 Windy Rakhmawati; Siti Yuyun Rahayu Fitri; Aat Sriati; Sri Hendrawati
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.29710

Abstract

Tingginya angka kejadian tuberkulosis (TB) di Indonesia berpotensi dalam penularan TB pada anak yang tinggal serumah dengan pasien TB, yang pada akhirnya dapat menyebabkan peningkatan kasus TB pada anak. Pada anak, bakteri TB biasanya menyerang sistem pernapasan (TB pulmonal), namun dapat juga menyerang organ tubuh lainnya (TB ekstra pulmonal). Namun, saat ini masalah COVID-19 sedang melanda dunia termasuk Indonesia. Sehingga mengakibatkan penanggulangan dan target eliminasi TB pada anak di Indonesia menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama kegiatan penemuan kasus TB pada anak yang biasa dilakukan oleh kader kesehatan. Oleh karena itu, peran kader kesehatan sangat diperlukan saat ini untuk tetap mengoptimalkan perannya dalam penemuan kasus TB pada anak di tengah pandemi saat ini. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan kapasitas kader kesehatan dalam penemuan kasus TB pada anak di tengah pandemi COVID-19. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Padjadjaran di 12 wilayah di Indonesia dengan melakukan pendidikan kesehatan dan membantu kader kesehatan dalam merancang dan melakukan skrining TB secara online untuk menemukan kasus TB pada anak. Total anak yang mengikuti skrining TB di 12 wilayah di Indonesia yaitu sebanyak 269 orang. Dari 269 orang anak tersebut, ditemukan  257 orang tidak berisiko TB, 10 orang berisiko TB, dan 2 orang dinyatakan suspek TB. Diharapkan pengembangan kapasitas kader kesehatan ini dapat terus berjalan secara optimal dan berkesinambungan sehingga hasil penemuan suspek kasus TB pada anak dapat ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan di Puskemas dalam upaya mencegah dan menurunkan angka kejadian TB pada anak. Kata kunci: Anak, COVID-19, kader kesehatan, penemuan kasus, tuberkulosis.
Pengukuran Peluang dan Prevalensi Anemia Defisiensi Zat Besi pada Wanita Post Partum Darmawati Darmawati; Syahbandi Syahbandi; Aida Fitri; Masyithah Audina
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v3i2.28140

Abstract

Anemia pada periode postpartum merupakan satu dari berbagai masalah yang berkontribusi pada angka mortalitas dan morbiditas maternal. Terdapat sekitar 50-80% wanita postpartum mengalami anemia dalam periode waktu 48 jam setelah melahirkan. Mayoritas penyebab anemia adalah defisiensi zat besi. Pelayanan masyarakat tentang anemia postpartum saat ini masih sedikit dan membutuhkan perhatian yang lebih. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi anemia dan faktor risiko yang mempengaruhi kejadian anemia defisiensi zat besi pada periode postpartum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berbentuk desain cross-sectional yang dilakukan di Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Partisipan direkrut menggunakan metode non-probability sampling dan diperoleh sebanyak 102 partisipan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Kegiatan ini mendapatkan hasil bahwa 49.0% wanita postpartum mengalami anemia ringan, 10.8% mengalami anemia sedang, dan 40.2% lainnya tidak mengalami anemia. Ditemukan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor sosiodemografi (usia, pendidikan, pendapatan) dengan kejadian anemia pada wanita postpartum (0.01; 0.039; 0.05). Usia, pendidikan, dan pendapatan keluarga merupakan faktor risiko yang berkorelasi terhadap anemia pada ibu postpartum. Diharapkan ibu yang menjalani masa postpartum dengan faktor risiko seperti ibu dengan usia berisiko, pendidikan dan pendapatan keluarga yang rendah dapat meningkatkan kesadarannya terhadap risiko untuk mengalami anemia pada periode ini. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pengetahuan tentang anemia pada periode postpartum dan mengkonsumsi makanan kaya zat gizi semenjak kehamilan serta mengkonsumsi tablet zat besi selama hamil sehingga anemia postpartum dapat dicegah.Kata Kunci: Anemia, Defisiensi Zat Besi, Postpartum,  Risiko.
Social Support from Nursing Students to Their Mother in Implementation of BSE Nehemia Simanjuntak; Ida Maryati; Valentina B.M. Lumbantobing
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.30281

Abstract

Breast cancer is one type of cancer in a woman with the highest incidence globally, including Indonesia. Early detection, such as breast self-examination (BSE), can find breast cancer early, thus can reduce mortality and morbidity. BSE behavior is influenced by many factors of social support. Social support can come from the community, health workers, friends, and families, such as parents, spouses, and children. This study aims to determine social support from nursing students to their mothers to implement breast self-examination (BSE). This study was a quantitative descriptive design. This study's population was active students of batch 2016 and 2017 of Nursing Faculty, Universitas Padjadjaran in Jatinangor, Garut, and Pangandaran region. The sampling method used a purposive sampling of 236 students of Nursing Faculty, Universitas Padjadjaran. The data was collected using a social support questionnaire about BSE. Data analysis was used univariate as follows frequency distribution and percentage. This study has three levels of social support: high, moderate, and low. The results showed that social support had a high level of 36.86% and a low level of 35,59%. Students had a high level of emotional support (40,25%), instrumental support (20.76%), information support (52.54%) and appraisal support (75,42%). The study has indicated that social support by nursing students had still low. This can be improved by changing perceptions and increasing awareness about BSE. Keywords: Breast self-examination (BSE); mothers; social support; students.

Page 7 of 19 | Total Record : 189