cover
Contact Name
Dr. Laili Rahayuwati, PH
Contact Email
lailirahayuwati5@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
novita.trivita@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Karya Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 26219026     DOI : -
Core Subject : Health,
Media Karya Kesehatan merupakan artikel hasil dari Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat, atau kegiatan penelitian yang terintegrasi dengan Pengabdian pada Masyarakat. Jurnal ini terbit 2 x dalam setahun yaitu Mei dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Senam Diabetes Melitus terhadap Pengetahuan Kader Kesehatan Sri Amanda; Udin Rosidin; Ryan Hara Permana
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v3i2.25656

Abstract

Tingkat pengetahuan kader kesehatan mengenai senam diabetes melitus adalah hal yang penting untuk melaksanakan manajemen diri penderita diabetes melitus. Namun, masih banyak kader kesehatan yang tidak tahu tentang hal tersebut sehingga kader kesehatan belum dapat melakukan pembinaan mengenai senam diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang senam diabetes melitus di wilayah Puskesmas Wanaraja. Kegiatan ini merupakan quasi  experiment one group pretest and postest design. Populasinya adalah kader kesehatan dengan jumlah 350 dan jumlah sample 78 kader kesehatan melalui teknik pengambilan sampel incidental sampling. Alat pengumpul data  adalah kuesioner yang dikembangkan peneliti. Analisa data yang dilakukan secara univariat dan uji paired t test dimana sebelum sudah diuji normalitas dengan menggunakan kolmogorov smirnov. Uji normalitas pada variabel pengetahuan menunjukan dstribusi normal. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai pengetahuan kader kesehatan pretest sebesar 31,58 dan postest 72,26 dengan nilai signifkasi 0,00 < 0,05. Simpulan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan  pengetahuan kader kesehatan tentang senam diabetes mellitus di wilayah Puskesmas Wanaraja. Diharapkan kader kesehatan dapat memberikan informasi tentang senam diabetes kepada masyarakat, khusunya penderita diabetes melitus dalam upaya pelaksanakan manajemen dirinya. Kata kunci: Kader kesehatan, pendidikan kesehatan, senam diabetes melitus.
Pengaruh Keterlibatan Orangtua Membuat Mainan Kardus terhadap Durasi Penggunaan Gadget Anak Prasekolah Ni Luh Made Asri Dewi; Windu Astutik; Kurniasih Widayati
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.30025

Abstract

Jumlah pengguna internet semakin meningkat. Indonesia menempati urutan ke-6 terbesar di dunia dalam hal pengguna internet. Data survei APJII tahun 2016 terdapat 768 ribu anak Indonesia usia 10-14 tahun yang telah mengakses internet, usia 15-19 tahun sebanyak 22,5 juta anak dan usia 20-24 tahun sebanyak 22,3 juta. Rata-rata durasi penggunaan gadget untuk balita adalah 3 jam. Keterlibatan orang tua penting dalam penggunaan gadget anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh keterlibatan orang tua dalam permainan kardus bekas terhadap durasi penggunaan gadget. Penelitian ini menggunakan desain Quasi nonequivalent control group design. Populasi orang tua dan anak prasekolah (3-6 tahun) 87 orang. Teknik sampel: purposive sampling, jumlah sampel 76 orang dengan kelompok intervensi 38 orang dan kelompok kontrol 38 orang. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan Mc.Nemar. Hasil analisis Ada perbedaan yang signifikan keterlibatan orang tua membuat permainan kardus bekas terhadap durasi penggunaan gadget pada kelompok intervensi dengan p-value: 0,000 <0,05. Simpulan kegiatan dengan keterlibatan orangtua membuat mainan kardus efektif mengurangi durasi penggunaan gadget pada anak prasekolah dan dapat dijadikan alat permainan edukasi (APE) Kata kunci : Anak prasekolah, gadget, keterlibatan orangtua, mainan kardus.
Efektivitas Waktu Kerja Perawat berdasarkan Matrix Efektifitas Waktu Covey Hesti Nuraeni; Fransisca Sri Susilaningsih; Ati Surya Mediawati; Donny Juliandri Prihadi
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v3i2.27020

Abstract

Latar belakang: Diagram efektivitas covey (2013), metode pengelolaan waktu berdasarkan tingkat urgensi dan tingkat kepentingan, terdiri dari empat kuadran aktivitas. Kuadran I (kegiatan penting dan mendesak), Kuadran II (penting - tidak mendesak), Kuadran III (tidak penting dan mendesak), Dan kuadran IV (aktivitas menyenangkan).Berdasarkan telusur dokumen rekam medis pasien (n=20) yang dilakukan pada bulan Januari 2019, pencatatan asuhan keperawatan yang meliputi tindakan pengkajian, diagnosis keperawatan, dan intervensi tidak teridentifikasi dalam dokumentasi rekam medis pasien. Berdasarkan wawancara dengan staf kepegawaian, didapatkan data masih banyak perawat yang sering datang terlambat dan terlihat kurang produktif pada saat jam kerja dengan mengobrol, bermain hp dan tidak berada di tempat. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dilakukan observasi kegiatan perawat sehingga didapatkan efektifitas penggunaan waktu yang digunakan perawat selama satu shift kerja. Tujuan penelitian: Mengidentifikasi efektivitas Keterlaksanaan Peran Perawat  di  Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut sebagai evaluasi kinerja serta acuan untuk perencanaan Sumber Daya Manusia Rumah Sakit  sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan  kualitas layanan keperawatan Metode: deskriptif dengan observasi menggunakan metode time and motion study  Sampel  dalam penelitian ini adalah seluruh aktifitas (dalam menit) yang dilakukan oleh 6 orang perawat selama shift kerja. Hasil : Berdasarkan efektivitas waktu, dinilai tidak efektif karena berada di kuadran IV (Tidak Penting- Tidak Mendesak) sebesar 46%, menurut responden hal tersebut terutama pada saat pasien pre-operasi sehingga tidak banyak kegiatan yang dilakukan,dan waktu shift yang panjang selama 16 jam pada shift sore-malam sehingga lebih banyak aktivitas kegiatan pribadi. Aplikasi hasil : perlunya sosialisasi mengenai peran perawat kepada pimpinan dan staf terkait, Program   pendidikan berkelanjutan perawat berupa pelatihan eksternal maupun internal, seminar, diskusi refleksi kasus sebelum uji kompetensi dan setelah pelaksanaan uji kompetensi, hal ini bertujuan agar tidak adanya gap kompetensi dalam evaluasi kinerja perawat dan   penetapan  kompetensi perawat klinis agar tercapai pelayanan keperawatan yang berkualitas dan efektif.  Kata kunci : Efektivitas waktuPerawat,Peran, Rumah Sakit Gigi dan Mulut
Edukasi Pemanfaatan Tumbuhan Berkhasiat Obat menjadi Sediaan Herbal Ade Zuhrotun; Aliya Nur Hasanah; Rr. Sulistiyaningsih
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v3i2.24887

Abstract

Desa Babakan dihuni oleh 2.323 kepala keluarga (KK) dan pendatang pelajar atau santri karena fasilitas pendidikan lengkap dari tingkat dasar (SD) sampai Madrasah Aliyah (MA). Namun, masih ditemukan data siswa putus sekolah, pengangguran dan data keluarga pra sejahtera. Potensi  wilayah desa ini meliputi persawahan 96 Ha, perkebunan 20 Ha dan pekarangan 47 Ha yang menjadi peluang untuk budidaya tumbuhan berkhasiat obat. Sebagai upaya mencegah pengangguran akibat putus sekolah dan untuk memaksimalkan potensi desa maka dilakukan survey terkait tumbuhan yang bekerja sama dengan 70 siswa MAN 2 Cirebon. Hasil survey menunjukkan 46,04% responden (286 KK)  telah menggunakan 69 jenis tumbuhan untuk mengobati beberapa penyakit. Beberapa penyakit yang sering dikeluhkan yaitu penyakit degeneratif seperti darah tinggi,  diabetes, kolesterol; penyakit menular seperti  batuk, diare; dan penyakit tidak menular seperti gastritis, pegal-pegal, asam urat, rematik, demam, sakit perut. Selanjutnya dilakukan edukasi cara pembuatan sediaan herbal dan demonstrasi proses penyulingan minyak atsiri sebagai bekal ilmu kepada mitra yaitu 100 siswa MAN 2 Cirebon dan 40 siswa MA Tunas Pertiwi. Hasil analisis kuisioner pre test dan post test terkait materi ceramah terhadap mitra menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menguasai materi dengan baik. Mayoritas siswa (83,67%) mengalami kenaikan poin nilai sebesar  32,57 dari nilai pre test mereka. Hanya sedikit siswa yang nilainya tetap (4,08%) dan nilainya turun (12,24%). Hasil post test  juga menunjukkan jumlah siswa yang mampu menjawab benar semua pertanyaan (poin 100) meningkat dari 6,26% menjadi 17,54%. Selain itu, para siswa mampu mengulangi dan menunjukkan alur proses pembuatan minyak atsiri dari peralatan yang diberikan. Kata kunci:  Desa Babakan, edukasi, herbal, survey, tanaman
Pemanfaatan Bio-Slurry Mengurangi Dampak terhadap Pencemaran Lingkungan bagi Kesehatan Masyarakat J.E. Sutanto; Baswara Yua Kristama; Gervasius Herry Purwoko; Bagus Yossy Harnawan; Intan Suksma Dewi; Hana Faizah Fadilah; Adityo Tri Wicaksono; Rachmanu Eko Handriyanto; Maritha Nilam Kusuma
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.28634

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, akan mengurangi adanya faktor terjadinya dampak pencemaran lingkungan yang berpengaruh bagi kesehatan masyarakat di Dusun Pengajaran. Faktanya selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dampak pencemaran lingkungan bagi kesehatan.  Oleh karena itu tim pelaksana mencari alternatif sebagai solusinya yaitu tim pelaksana memberikan pelatihan bagi masyarakat Dusun Pengajaran bagaimana pemanfaatan bio-slurry  dijadikan briket. Metode pelaksanaannya yaitu tim pelaksana memberikan pelatihan pembuatan briket dan selain itu masyarakat juga diberikan mesin pembuat briket, dengan demikian langsung melakukan praktek proses produksi briket. Mesin pembuat briket tersebut ini juga sangat mudah dalam pengoperasiannya, aman dan juga sangat praktis. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat terkait pemanfaatan bio-slurry untuk mengurangi dampak terhadap pencemaran lingkungan dan juga bagi kesehatan masyarakat, namun menjadi tantangan dan sekaligus manfaat serta keuntungan bagi masyarakat yaitu bahwa briket bisa digunakan sebagai salah satu usaha di tengah kondisi harga gas LPG yang relatif tidak murah dan cenderung terus naik dan minyak tanah yang semakin langkah didapat, saat sekarang ini beberapa orang mulai mempertimbangkan  menggunakan bahan bakar alternatif. Penggunaan briket menjadi salah satu solusi yang tepat dan banyak dipilih sebagian besar masyarakat untuk keluar dari permasalahan tersebut. Secara tidak langsung fenomena ini turut membuka peluang usaha yang cukup menjanjikan, sehingga secara ekonomi akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya kesehatan bagi masyarakat di Dusun Pengajaran tetap tidak terabaikan.  Kata kunci: Pencemaran lingkungan, kesehatan bagi masyarakat, briket, bio-slurry. 
Edukasi Cerdas Menggunakan Obat (Cermat) terhadap Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Kelompok Senam Samuel M. Simanjuntak; Karolina Tupen
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v3i2.26484

Abstract

Praktik swamedikasi  merupakan fenomena di berbagai populasi baik di negara maju maupun di negara berkembang di seluruh dunia. Di Indonesia, swamedikasi telah menjadi salah satu pilihan utama, namun pengetahuan masyarakat yang belum adekuat tentang swamedikasi membawa banyak masalah kesehatan. Pelayanan masyarakat dan penelitian ini dilakukan untuk mengkajii tingkat pengetahuan dan sikap, lebih lanjut melalui penyuluhan kesehatan yang bertemakan gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (GEMA CERMAT dengan tujuan untuk menguatkan tingkat pengetahuan dan sikap anggota masyarakat kelompok senam UNAI. Aktivitas pendidikan dilakukan pada tanggal 13 Desember 2019 yang dimulai dengan acara pembukaan, pengukuran pengetahuan dan sikap tentang swamedikasi tahapawala, pemberian materi penggunaan obat dengan baik dan kemudian dievaluasi kembali keberhasilannya dengan menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Shankar, dkk. Desain yang digunakan adalah partially experimental dengan  latar one-group pre-test dan post-test. Responden yang berpartisipasi adalah 41 orang, 40 diantaranya adalah wanita dewasa dan satu pria yang tergabung dalam kelompok senam UNAI. Hasil analisis Paired t-test mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap peserta senam antara saat sebelum dan saat sesudah mengikuti Program pendidikan GEMA CERMAT dengan signifikansi nilai p < 0.05. Pelayanan kepada masyarakat melalui promosi kesehatan dapat membantu meningkatkan pemahaman dan sikap dalam swamedikasi yang diharapkan  akan menuntun kepada perubahan perilaku swamedikasi dalam mendukung program masyarakat Indonesia yang sehat.Kata kunci: Pengetahuan, sikap, swamedikasi.
Grandmother's Role as a Personal Reference toward Exclusive Breastfeeding Behavior Nurul Pujiastuti
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.31459

Abstract

Grandmother's role in the behavior of exclusive breastfeeding is very necessary because the grandmother is the closest person in the family. Its existence influences decision-making in various family matters, especially the care of children from birth to adulthood. This study aims to analyze differences in the role of grandmothers as a personal reference for exclusive breastfeeding behavior. This type of experimental Quasy research was conducted in May-July 2018 in Sidoarjo Regency, East Java, Indonesia by dividing two experimental groups, namely the treatment group and the control group. Both groups started with a pre-test, and after the treatment was measured again (post-test). Statistical analysis used multivariate covariance analysis (MANCOVA) to test whether there were differences in treatment between the control group and the treatment group after adjusting for confounding variables, namely formula milk promotion. The results of the pre-test statistical test showed that the value of p = 0.384 means that there is no difference in the role of the grandmother on the exclusive breastfeeding behavior of the control group and the treatment group. The results of the post-test statistical test showed that the value of p = 0.000 means that there are differences in the role of the grandmother on the exclusive breastfeeding behavior of the control group and the treatment group. The role of the grandmother as a personal reference can influence exclusive breastfeeding behavior so that it can be a form of family support for the mother for exclusive breastfeeding and can be used as a way to support exclusive breastfeeding mothers. Keywords: Behavior, exclusive breastfeeding, grandmother’s role, personal reference. 
Media Daring Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Pemeriksaan Kehamilan di Era New Normal Ida Maryati; Yani Marlina; Diana Ulfah
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.29211

Abstract

Saat ini pemerintah menerapkan kebijakan new normal terkait pandemik Covid-19  termasuk pemeriksaan kehamilan. Sehingga diperlukan pemberian pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan kehamilan. Tujuan dari kegiatan meningkatkan pengetahuan perempuan tentang pemeriksaan kehamilan di era new normal. Sasaran kegiatan seluruh masyarakat Jawa Barat terutama ibu hamil dan anggota keluarganya. Jumlah peserta sebanyak 103 orang. Kegiatan diawali dengan mengisi form pretest, pemberian materi, dilanjutkan sesi tanya jawab dan diakhiri posttest. Platform yang digunakan adalah Zoom. Data dianalisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan t test. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan kader kesehatan pretest sebesar 72.43 dan posttest 75.92 dengan nilai signifikansi 0.00. Penggunaan metoda daring ini, dapat memfasilitasi pembelajaran pada ibu hamil tentang bagaimana cara pemeriksaan kehamilan di era new normal. Tentunya materi tersebut sangat dibutuhkan oleh ibu hamil maupun keluarga untuk menjaga kesehatan kehamilannya sehingga hal tersebut membuat antusias peserta dalam mengikuti kegiatan ini. Kesimpulan pembelajaran pada ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan dan metoda daring dapat direkomendasikan sebagai salah satu media pembelajaran bagi ibu hamil. Diharapkan pembelajaran melalui daring dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan dengan materi yang berkaitan dengan menjaga kesehatan selama kehamilan sehingga dapat menciptakan kondisi tetap sehat selama hamil di era new normal.Kata Kunci: Era New Normal, metoda daring, pemeriksaan kehamilan.
Deteksi Dini Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Pegawai Annisaa Fitrah Umara; Nuraini Nuraini; Shieva Nur Azizah Ahmad; Alpan Habibi; Azizah Al Ashri Nainar; Kartini, Hera Hastuti; Elly Purnamasari; Imas Yoyoh; Popy Irawati; Siti Latipah; Elang Wibisana
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v3i2.26462

Abstract

Prevalensi penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia terus meningkat berdasarkan umur. Selain umur, faktor risiko penyakit jantung dilihat dari kadar kolesterol, diabetes mellitus, berat badan, dan hipertensi. Menurut data awal, rata-rata umur pegawai di SMA Negeri Kota Tangerang berada pada rentang umur yang memiliki risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah melalui anamnesis, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, tinggi dan berat badan, serta Indeks Massa Tubuh (IMT). Metode dengan anamnesis dan pemeriksaan kesehatan dilakukan pada 42 orang peserta dalam satu waktu menggunakan skrining Jakarta Cardiovascular Score. Hasil anamnesis dan pemeriksaan kesehatan yaitu mayoritas peserta adalah perempuan berumur 50-54 tahun, 12 orang mengalami hipertensi, 20 orang dengan IMT berlebih, mayoritas tidak ada riwayat merokok dan diabetes mellitus. Sebanyak 14 orang dengan kolesterol ≥200 mg/dl dan mayoritas peserta tidak melakukan latihan fisik. Mayoritas peserta memiliki faktor risiko tinggi mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah berdasarkan hasil deteksi dini menggunakan Jakarta Cardiovascular Score. Dibutuhkan intervensi lanjut berupa edukasi mengenai pola hidup sehat dan pencegahan hipertensi seperti pengukuran tekanan darah secara rutin. Kata kunci: Deteksi dini, faktor risiko, penyakit jantung dan pembuluh darah.
Peningkatan Perilaku Perawatan Diri Pasien melalui Diabetes Self Management Education and Support LInda WIeke Noviyanti; Suryanto Suryanto; Rizki Taufikur Rahman
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.30747

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang saat ini menjadi masalah serius secara global. Data menyebutkan bahwa 88% pasien dengan DM mengarah kepada kematian. Masa perawatan yang lama membutuhkan konsistensi perawatan dari pasien maupun keluarga. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan kemampuan perawatan diri di rumah. Salah satunya dengan diabetes self-management education and support sebagai implementasi patient centered care. Metode penelitian menggunakan pre-experimental design dengan one group pre- test post test design dengan 20 partisipan diambil secara random. Pengukuran perilaku perawatan diri menggunakan Summary of Diabetes Self-care Activities (SDSCA) dan diuji secara statistik menggunakan wilcoxon signed rank test. Penelitian menunjukkan sebagain besar pasien adalah perempuan dengan rentang usia 55 – 64 tahun. Hasil uji statistik didapatkan terdapat pengaruh implementasi diabetes self-management education/support (DSME/S) terhadap perilaku perawatan diri pasien diabetes mellitus tipe 2 (p<0,0001, α = 0,05). Sebagian besar dari penderita DM tipe 2 memiliki perawatan diri yang buruk sebelum diberikan pendekatan intervensi. Penggunaan DSME/S dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman pasien maupun keluarga untuk perawatan mandiri di rumah. Hal ini tentunya akan berdampak pada kualitas hidup dari penderita DM tipe 2 dan mengurangi angka readmisi ke fasilitas kesehatan. Kata kunci : Diabetes mellitus, diabetes self management education and support, perilaku perawatan diri

Page 6 of 19 | Total Record : 189